History of MAMA : Character Profile : Park Chanyeol : Undeniable Fate, Controlling Water

 Chanlie

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96

Genre : Fantasy, Brothership, Friendship, Action(?)

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

PROLOGUE

“12 ‘manusia terpilih’(the chosen one) akan dipilih takdir. Ketika takdir sudah memilih kalian, kalian tidak akan bisa menghindar lagi. Kalian boleh saja berlari, tapi kalian tidak akan bisa bersembunyi. Masing-masing 12 dari kalian akan di beri kekuatan yang berbeda. Kekuatan yang saling melengkapi satu sama lain, saling terhubung satu sama lain dan bisa juga saling menghancurkan satu sama lain, namun bisa menyembuhkan dalam waktu yang bersamaan. Kalian akan mendapatkan kekuatan kalian ketika hari pertambahan umur kalian terjadi gerhana.Tepat di hari itu, kalian akan benar-benar ditetapkan menjadi seorang ‘MAMA’. Tempat, tradisi, bahasa dan warna 12 dari kalian bisa saja berbeda, tapi takdir kalian adalah sama, kalian ditakdirkan untuk mengembalikan sesuatu ke tempat yang seharusnya, ke tempat yang akan mengembalikan seluruh keseimbangan di jagat raya, kalian bisa saja berpijak ditanah yang sama namun memandang langit yang berbeda, bisa saja melihat langit yang sama namun bepijak di tanah yang berbeda, kalian adalah para ‘MAMA’ dan ketika 12 ‘MAMA’ berkumpul menjadi suatu kesatuan yang utuh, dunia baru akan terbuka”

-History of MAMA-

Character Profile :

Park Chanyeol : “Undeniable Fate, Controlling Fire”

Summary :

“Aku bukanlah orang yang mudah percaya dengan takhayul ataupun legenda, bagiku segala sesuatu di dunia ini bisa di jelaskan secara ilmiah, tapi semua berubah saat aku mengalami sesuatu yang bisa dibilang di luar akal ‘normal’ manusia, sesuatu yang penjelasannya hanya ada pada buku legenda tua dan usang milik kakekku

-***-

Park Chanyeol, seorang siswa yang misterius itu kini berada di sudut perpustakaan sambil membaca sebuah buku, tempat favoritenya ketika istirahat, berbeda dengan siswa lain yang lebih suka menghabiskan waktu bermain dengan teman-temannya, Chanyeol, begitulah namja ini dipanggil, dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk membaca buku-buku ilmiah, untuk menambah wawasan dan berfikir realistis katanya, namja yang selalu menjadi topik perbincangan bagi siswa lain, bukan hanya kemisteriusannya yang sering diperbincangkan, tapi juga ketampanannya yang selalu berhasil membuat hati para wanita berdesir. Tubuh jangkung, mata bulat, hidung mancung dan wajah kecilnya itu adalah perpaduan sempurna untuk bisa menjadikannya penakluk wanita, tapi dia tidak. Dia hanya tersenyum ketika seseorang menyapanya, menolong orang lain jika dimintai bantuan, itulah Park Chanyeol, namja misterius yang ramah, aneh bukan?

-***-

“Aku tahu kau pasti ada di sini”

Chanyeol yang sedang berkonsentrasi dengan bacaannya itu terkejut dan menoleh.

“oe? Kibum sunbae-nim?”

Namja yang ternyata sunbae-nya Chanyeol itu pun tersenyum dan duduk di seb

elah Chanyeol.

“Kau tidak pernah berubah, selalu berada di sudut perpustakaan dan menyibukkan pikiranmu dengan hal-hal yang berat itu”

“Sunbae juga tidak pernah berubah, selalu cerewet, hahaha”

Kibum hanya mendengus mendengar pernyataan hoobae-nya.

“Kalau orang lain tau kau tidak semisterius yang terlihat mungkin mereka akan mentertawakanmu”

“Siapa yang misterius sunbae? Sunbae tau kan aku hanya suka menghabiskan wakt

u dengan belajar dari pada bermain? Mungkin itu sebabnya mereka menganggapku mesterius, padahal menurutku aku ini biasa saja, aku normal, aku kan juga masih berinteraksi dengan orang lain”

“Uwaaahhh… Chanyeol-ah, aku tidak percaya kau lebih cerewet dari pada aku”

“oe? Hahahaha, kan sudah aku bilang kalau aku normal, oh iya, sebenarnya ada apa sunbae kesini?”

Kibum menepuk keningnya membuat Chanyeol mengerutkan dahinya.

“oh My God aku hampir lupa kenapa aku mencarimu”

“Dasar pelupa…” ucap Chanyeol lirih tapi masih bisa terdengar oleh Kibum.

“Ya!!!!” Kibum refleks memukul kepala Chanyeol.

“Ah…. Appo, mianhaeyo sunbae” ucap Chanyeol sambil mengelus-elus tempat

dimana jitakan Kibum mengenainya.

“Chanyeol-ah…. kau kan suka membaca buku, tolong carikan aku buku dong…”

“Buku apa sunbae?”

“Buku tentang legenda, legendanya terserah yang penting intinya adalah legenda”

“oe? Legenda? Kau tau kan sunbae aku tidak pernah membaca buku seperti itu, legenda menurutku cuma bualan, tidak realistis, dan tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.”

“Hfftt… kecintaanmu terhadap ilmiah juga tidak berubah, apa kau benar-benar tidak punya rekomendasi buku legenda?”

“Aniyo, tidak ada sama sekali, kalau rekomendasi buku ilmiah aku punya banyak sunbae, kau mau aku carikan buku ilmiah?”

“Aigoo…. Chanyeol-ah, yang ku cari adalah buku legenda, bukan ilmiah, tugasnya adalah menganalisis legenda, bukan menganalisis buku ilmiah” Jelas Kibum kemudian menggelengkan kepalanya.

“Buku legenda apanya yang di analisis, legenda kan hanya bualan, ada ada saja”

“justru itu tantangannya bodoh, kau mampu apa tidak menganalisis sebuah legenda”

“Aku tidak bodoh, kenapa sunbae tidak cari saja di internet?”

Kibum menepuk keningnya lagi.

“Kenapa tidak terpikirkan olehku? Padahal aku kan biasanya ke online shop” Lagi-lagi Kibum menepuk keningnya.

“Dasar bodoh” Ucap Chanyeol.

“Ya!!!!! Dasar kau!! Tapi ngomong-ngomong terimakasih atas bantuannya,aku kembali ke kelas dulu”

“Ne,” Jawab Chanyeol singkat sambil tersenyum, menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi.

Kibum pun pergi, setelah kepergian Kibum, Chanyeol kembali memfokuskan otaknya untuk membaca buku yang ada di tangannya. Namun tiba-tiba keningnya berkerut menandakan ada sesuatu yang tidak dimengertinya, dihalaman belakang buku itu terdapat sebuah tanda, ah, bukan tanda lebih tepatnya lambang, dia tidak mengerti apa maksud dari lambang-lambang itu, yang dia mengerti hanyalah lambang berbentuk kalajengking, unicorn, snowflakes, dan sebuah lambang yang berbentuk seperti burung, entah kenapa dia merasa sangat mengenal lambang burung itu, tiba-tiba dadanya terasa sakit ketika melihat tanda berbentuk burung itu, sangat sakit sehingga dia tidak sanggup untuk mentolelir rasa sakitnya, dia ingin kembali ke kelas, namun rasa sakitnya makin menjadi dan akhirnya semuanya gelap.

-***-

Chanyeol Pov

Aku mengerjapkan mataku, aku melihat sekeliling dan aku menyadari bahwa aku berada di UKS, tunggu, kenapa aku bisa berada disini? Aku mencoba mengingat, aku ingat, aku pingsan setelah melihat lambang yang mirip burung itu, ada apa sebenarnya, kenapa rasanya lambang itu seperti terhubung denganku? Ah, sudahlah, mungkin itu hanyalah halusinasiku saja. Aku melihat seseorang berlari ke UKS dan membawa tas sekolahku, ternyata itu Hyemi, yeoja yang selama ini selalu mengejarku, malas sekali rasanya harus berpura-pura baik pada yeoja ini yang sejujurnya kurang aku sukai karena dia selalu membuat waktuku menjadi berat, tapi aku tidak mau menyakiti hati orang lain, itulah sifatku yang kadang aku sendiri membencinya, terlalu baik pada orang lain.

“Oppa!!! Gwenchana? Aku dengar kau pingsan di perpustakaan tadi, apa itu benar? Oppa sudah makan belum? apa ada yang sakit?”

Pernyataannya yang bertubi-tubi itu malah membuatku makin pusing, aku hanya tersenyum dan berkata padanya aku baik-baik saja.

“Aku baik-baik saja, oh iya, Hyemi-ah, jangan memanggilku oppa, kita ini seumuran”

“Wae??? Oppa kan nanti akan menjadi namjachinguku, jadi aku berlatih untuk memanggilmu oppa dari sekarang, oh iya, aku bawakan tas sekolah oppa, lebih baik oppa pulang, kalau di sekolah nanti oppa akan tambah sakit”

Tck, percaya diri sekali yeoja ini, namjachingu? Kalau chingu sih iya, kalau namjachingu? Aku bahkan tidak pernah mempunyai pikiran untuk memiliki yeojachingu kecuali kalau aku sudah sukses. Tapi, bagaimanapun aku harus berterimakasih pada yeoja ini karena telah membawakan tas sekolahku.

“Gomawo kau telah membawakan tasku, dan sepertinya aku akan mengikuti saranmu untuk pulang, sekali lagi gomawo” Aku langsung menyambar tasku yang ada di tangannya, dan bergegas pulang, aku tidak mempedulikan apa yang dia teriakkan kepadaku karena aku memang berniat untuk tidak mendengarnya.

-Chanyeol Pov end-

-***-

@Chanyeol’s Home

“oe? Kenapa tuan muda sudah pulang?” tanya salah seorang pembantu Chanyeol.

“Aku sedang tidak enak badan ahjumma”

“jinjjayo? Apa tuan muda butuh sesuatu? Ingin ahjumma buatkan bubur?”

“Aniyo, gamsahaeyo, aku rasa aku hanya perlu istirahat”

“Baiklah kalau begitu, kalau tuan muda butuh sesuatu tuan muda bilang saja pada ahjumma”

“Ne, oh iya, Appa dan Eommaku kapan pulang dari China?”

“Tuan dan Nyonya katanya akan sampai di rumah nanti sore”

“Jinjjayo????” Mata Chanyeol seketika makin melebar mendengar kepulangan kedua orang tuanya yang beberapa bulan ini tinggal di China untuk urusan bisnis.

“Ne”

“Kalau begitu aku akan menunggu orang tuaku dengan tidur, hahahaha” Tawa Chanyeol meledak, membuat Ahjumma yang bersamanya juga ikut tersenyum,

“Selamat istirahat tuan muda”

“ne” Chanyeol berlari-lari menuju lantai dua di mana letak kamarnya berada.

-***-

Jam sudah menunjukkan pukul 16:00 KST, Chanyeol pun mulai menggeliat di atas tempat tidurnya, rasanya malas untuk membuka mata walaupun hanya sedetik, tapi indra penciumannya menangkap sebuah aroma yang membuatnya mengumpulkan nyawanya untuk membuka mata.

“Hoaaam!!! Oe? Jajangmyun? Siapa yang menaruhnya disini?”

“Aku yang menaruhnya” Suara lembut seorang perempuan dari pintu membuat menolehkan kepalanya ke arah pintu.

“Eomma!!!!” Seketika mata Chanyeol terbuka lebar dan langsung meloncat dari ranjangnya dan berlari menuju eommanya.

“Eomma… bogoshipo!!!” Teriak Chanyeol kemudian memeluk eommanya.

“Nado… bagaimana kabarmu Chanyeol-ie?”

“Seperti yang eomma lihat, aku baik-baik saja, oh iya, appa mana?”

“appa? Dia sedang di gudang, katanya mau mencari sesuatu”

“oh….” Jawab Chanyeol sambil mengangguk.

“Kau tidak mau makan jajangmyunmu? Eomma sendiri yang membuatnya”

Chanyeol menoleh ke arah jajangmyun yang terletak di meja di samping ranjangnya, lalu menoleh lagi ke arah eommanya.

“Eomma…..”

“Hmm???”

“Suapin, hihihi” rengek Chanyeol manja.

“Aigoo, kau ini sangat kekanakan sekali, padahal eomma dengar dari Kibum kau itu terlihat sengat misterius dan lebih suka berkutat dengan buku-buku ilmiahmu itu dari pada bermain dengan temanmu, eomma tidak bisa membayangkan jika temanmu tau sifatmu yang kekanakan seperti ini”

“Mereka saja yang menganggapku misterius, padahal aku ramah jika mereka meminta bantuanku dan menyapaku” Sahut Chanyeol tidak terima kemudian mempoutkan bibirnya.

“Aigoo…. ya sudah, sekarang makan jajangmyunmu”

“Eomma suapin…”

“ne….”

Setelah makan jajangmyun, eomma Chanyeol menyuruhnya mandi, dan turun ke ruang keluarga ketika sudah selesai mandi. Ketika Chanyeol turun dia terkejut karena melihat Kibum ada disitu juga. Dia berjalan ke arah Kibum dan bertanya pada sunbaenya itu.

“Sunbae, ada apa sunbae kemari?”

“Apa aku tidak boleh ke rumah hoobaeku?”

“Aniyo, bukan begitu, tumben saja, biasanya kan sunbae menelponku dulu sebelum kesini”

“ini namanya surprise, hahaha”

“tidak mungkin ini surprise, sunbae tidak mungkin kesini kalau tidak butuh sesuatu, iya kan?”

“Chanyeol-ah…. kau sangat mengerti bagaimana sunbae-mu ini ternyata”

“Sudah kuduga, ada perlu apa?”

“Temani aku”

“odigayo?”

“Ke toko buku di daerah Siheung”

“Siheung? Kenapa jauh sekali? Dari rumahku kesana memakan waktu 30 menit, kenapa tidak yang dekat-dekat sini saja?”

“Karena buku legenda yang aku butuhkan cuma ada disitu, kau tau legendanya sangat keren”

“Legenda lagi, sekeren apapun legenda itu aku tidak akan tertarik. Aku akan tertarik jika ada buku ilmiah yang menjelaskan tentang kloning manusia”

“Aigoo…. lagi-lagi ilmiah, kau akan cepat tua jika terus berpikir tentang ilmiah”

“Aku mempunyai wajah baby face, aku tidak akan cepat tua”

“Tck, sombong sekali, jadi mau tidak kau menemaniku?”

“Baiklah, mungkin saja aku menemukan buku ilmiah yang menarik”

“Terserah kau saja, kajja!”

-***-

@Siheung bookstore

“Sunbae, apa kau yakin ini tempatnya?”

“Emm, wae? Alamat dan fotonya sesuai seperti yang ada di website”

“Ini lebih tampak seperti tempat pemujaan suku-suku yang hidup ratusan tahun lalu”

“Maka dari itu aku memilih toko ini, dan kau tahu? Aku tidak yakin ada buku ilmiah disini”

“Sunbae!!!!!”

“Hahahaha….” Tawa Kibum meledak melihat muka hoobaenya yang sekarang memerah.

“Awas kau sunbae!!”

“Mehrong… kau mau ikut masuk atau tidak?”

“Tidak, lebih baik aku tetap di dalam mobil”

“Kau yakin? Aku dengar disini sering ada penampakan, hihihi”

“ji.. ji..jinjjayo?” Chanyeol mulai takut.

“Hmm.. Aku duluan”

Kibum kemudian meninggalkan Chanyeol yang masih berada dalam mobil, beberapa saat kemudian Chanyeol keluar dari mobil dan berlari menuju sunbaenya.

“Sunbae!!! Tunggu aku!!!”

Kibum hanya terkekeh melihat hoobaenya ini, dari dulu dia memang takut dengan hantu, ternyata masih ada bagian dari otaknya yang bisa berpikir tidak realistis walaupun hanya sedikit.

Akhirnya mereka berdua masuk kedalam toko buku, Chanyeol merasa ada sesuatu yang berbeda, dia merasakan dadanya sakit lagi, rasanya sama ketika dia melihat lambang burung dihalaman terakhir buku yang dibacanya tadi, namun rasa sakitnya kali ini masih bisa ditotelir olehnya. Namun tiba-tiba matanya terbelalak lebar ketika melihat sesuatu di rak di belakang meja kasir toko buku tersebut.

“Lambang itu…..”

Tanpa sadar Chanyeol berjalan menuju meja kasir dan mematung di depannya, dia merasa lambang itu seakan memanggilnya, penjaga kasir yang melihat tingkah aneh salah satu pelanggannya ini pun mengerutkan kening dan mencoba bertanya kepada Chanyeol.

“Ada yang anda butuhkan tuan?”

Chanyeol tetap diam. Matanya hanya fokus pada lambang burung itu.

“Tuan??….”

Sekali lagi penjaga kasir itu memanggil Chanyeol, namun Chanyeol tetap tidak bergeming sedikitpun.

“Tuan???”

Untuk ketiga kalinya penjaga kasir itu memanggil Chanyeol, dan kali ini penjaga kasir itu mencoba untuk menggerakkan badan Chanyeol.

“eh, e.. e,ne?” Chanyeol terkejut karena merasa seseorang menyentuhnya, ditatapnya penjaga kasir itu, penjaga kasir itu mengerutkan kening pertanda bingung melihat tingkah seseorang yang ada di depannya ini

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

“Ah… em.. itu, sebenarnya itu lambang apa?” Kata Chanyeol sambil menunjuk ke 12 lambang yang terpajang di rak.

“oh, itu, itu adalah lambang MAMA”

“MAMA?”

“iya, itu adalah salah satu legenda yang sangat terkenal di dunia”

“Legenda lagi, tck” ucap Chanyeol lirih.

“Ne??” Penjaga kasir itu tidak terlalu mendengar apa yang dikatakan Chanyeol barusan.

“Aniyo, bisakah anda jelaskan padaku apa maksud lambang yang mirip burung itu?”

“Ne, lambang itu memang lambang burung, tapi bukan biasa, melainkan burung Phoenix, kekuatan burung Phoenix adalah api, dan burung ini merupakan lambang kesetiaan, karena baik the chosen one yang memilikinya maupun burung itu sendiri sama-sama mempunyai kesetiaan yang sangat luar biasa, menurut legenda, the chosen one yang mendapatkan kekuatan Phoenix ini akan mendapatkan kekuatan untuk bisa mengendalikan api.”

“The chosen one?”

“Ne, the chosen one adalah manusia terpilih yang akan menjadi salah seorang MAMA, ada 12 manusia terpilih yang nanti akan menjadi MAMA. MAMA adalah pemimpin dan penjaga keseimbangan jagat raya ini”

Chanyeol kemudian hanya diam, pikirannya menolak untuk mempercayai sesuatu yang menurutnya sangat tidak realistis, sesuatu yang menurutnya hanya bualan belaka, ini hanyalah legenda, hanya legenda, tidak lebih. Namun entah kenapa hatinya seperti memanggil untuk memilki lambang Phoenix itu, dia merasa dirinya dan Phoenix tehubung, tapi pikirannya terus saja menolak untuk mengiyakan. Setelah hati dan pikirannya berdebat cukup lama, akhirnya ia memutuskan untuk pertama kalinya menuruti kata hatinya, dia tidak mengerti dari mana ia mendapat dorongan tersebut, namun akhirnya dia memutuskan untuk membeli lambang Phoenix tersebut.

“Berapa harga lambang Phoenix tersebut?”

“Maaf tuan, tapi lambang tersebut tidak di perjual belikan, pemilik tempat ini tidak memperbolehkan barang itu dijual kepada siapapun, bahkan ketika ada konglomerat yang ingin membeli lambang itu 5 miliar won setiap lambangnya pemilik tempat ini tetap tidak menjualnya” jelas penjaga kasir itu panjang lebar.

“Li… li.. lima miliar won?”

“Ne..”

“Berikan saja 12 lambang itu padanya” Sebuah suara mengagetkan Chanyeol dan penjaga kasir itu, membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.

“Sajangnim…” ucap si penjaga kasir

“Chanyeol-ah!!! Eh, kenapa kau ada di kasir? Apakah kau membeli sesuatu juga?” Kedatangan Kibum yang tiba-tiba membuat Chanyeol tersentak kaget, dia menoleh ke arah Kibum.

“Aniyo sunbae, aku tidak membeli apapun”

“Jumi-ah, ambil kotak khusus di belakang, dan bungkus ke 12 lambang itu dan berikan pada pemuda ini, kau tau kan kotak yang mana?”

“Ne, sajangnim” penjaga kasir itu segera bergegas ke belakang untuk mengambil kotak yang dimaksud sajangnimnya

Lagi-lagi ucapan dari pemilik toko itu membuat Chanyeol tersentak kaget, bagaimana tidak kaget, lambang itu di beli 5 miliar won saja tidak mau, kenapa sekarang hanya di berikan cuma-cuma kepadanya? Pemlik toko itu pun mendekati Chanyeol kemudian berlutut kepadanya. Chanyeol makin bingung dengan pelakuan pemilik toko ini kepadanya, tidak hanya Chanyeol, tapi Kibum juga di buat bingung.

“A… Aa.. Apa yang anda lakukan? Berdirilah”

Pemilik toko itu pun mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum, entah kenapa Chanyeol merasa sangat nyaman dengan senyuman laki-laki paruh baya di hadapannya ini.

“Aku tidak percaya MAMA akan muncul saat reinkarnasiku yang ke-1212”

“MAMA? Reinkarnasi ke-1212?”

“Ne, kau adalah the chosen one dengan kekuatan Phoenix”

“Ne???? Apa yang anda bicarakan?”

“Anda adalah MAMA”

“Chanyeol-ie? Seorang MAMA?” Kibum juga ikut terkejut.

“Sunbae, apakah kau tau legenda MAMA?” Tanya Chanyeol.

“Tentu saja aku tau, itu adalah legenda yang aku pilih untu diteliti, untuk seseorang yang bahkan tidak pernah sekalipun percaya tentang legenda, bagaimana bisa kau yang dipilih untuk menjadi MAMA?”

“omong kosong apa yang kau bicarakan sunbae?”

“Dia tidak bicara omong kosong, legenda itu nyata, dan anda adalah salah seorang MAMA, apakah anda pernah terbakar namun tidak terasa panas?”

Chanyeol tersentak, dia ingat ketika kelas 1 Junior High School saat camping bersama temannya, sepatunya terbakar, namun dia tidak menyadarinya, dia terlalu menikamti acara api unggun tersebut, sampai akhirnya salah satu temannya memberitahu bahwa sepatunya terbakar dan hampir habis, Chanyeol kaget, sepatu dan kaos kakinya bahkan sudah hampir menjadi abu tapi anehnya kulitnya sama sekali tidak melepuh. Sejak saat itulah Chanyeol selalu mencoba untuk berpikir realistis.

“Apakah anda pernah mengalaminya?” pertanyaan dari pemilik toko itu menyadarkan Chanyeol.

“N..ne…”

Pemilik toko itu tersenyum, senyum itu lagi, entah kenapa hati Chanyeol lagi-lagi merasa hangat.

“Boleh saya bertanya lagi? Apakah besok adalah hari ulang tahun anda?”

“N.. ne?? Bagaimana anda bisa tau?”

“Karena hari ini adalah gerhana pertama di tahun ini, gerhana pertama adalah gerhana Dewa Phoenix, dan anda akan mendapatkan kekuatan anda tengah malam nanti”

Chanyeol tidak bisa berkata apapun, lidahnya kelu, dia masih tidak percaya akan semua ini, dia masih menganggap ini hal yang tidak nyata, tapi kenapa dia merasa sangat percaya dengan orang yang ada di depannya ini?.

“Saya adalah ketua pelayan para MAMA, selain ketua pelayan, saya adalah orang kepercayaan kalian, saya sudah menunggu para MAMA dari reinkarnasi pertama saya, dan saya sudah bereikarnasi sebanyak 1212 kali, setelah memberikan lambang ini pada anda saya akan menghilang, namun saya akan muncul lagi saat ke 12 MAMA sudah berkumpul menjadi satu. Yang harus anda cari pertama adalah MAMA dengan lambang Dragon, dia juga bisa mengendalikan api, dia adalah penguasa gravitasi, dia bisa terbang, membuat orang atau benda lain tertarik gravitasi dan dia mempunyai peliharaan seorang naga, dia akan mendapatkan peliharaanya itu disaat yang sama ketika dia mendapatkan kekuatannya, sama seperti anda yang akan mendapatkan seekor Phoenix, dia yang nantinya akan menjadi pemimpin para MAMA, tapi bukan hanya dia yang menjadi pemimpin para MAMA, ada satu lagi, dia adalah MAMA dengan lambang droplet. Mereka lah yang akan memimpin misi kalian”

“Misi? Misi a..”

“Sajangnim, ini kotaknya” omongan Chanyeol terpotong karena penjaga kasir yang tiba-tiba menginterupsinya, namun dia tertegun dengan kotak yang ada didepannya, sangat indah dengan ukiran 12 lambang MAMA. Pemilik toko itu mengambil kotak itu, membukanya kemudian mengambil lambang Phoenix yang ada di dalamnya, dia menarik tangan kanan Chanyeol dan meletakkannya di telapak tangan Chanyeol. Lambang itu berpendar, kemudian menghilang, dan di gantikan dengan lambang Phoenix yang terpatri indah di punggung tangan Chanyeol, seperti sebuah tatto.

Penjaga kasir dan Kibum yang menyaksikannya hanya bisa melongo melihat kejadian tersebut.

“Para MAMA yang lain juga akan mendapatkan tanda yang lain ketika mereka mendapatkan kekuatan mereka, tanda mereka akan lebih jelas saat mereka di gabungkan dengan lambang mereka. Jika kau ingin tau lebih banyak, bacalah buku legenda milik kakekmu..”

Penjaga toko tersebut diam sejenak kemudian memandang buku yang di pegang Kibum.

“Buku yang di bawa temanmu itu hanya kilasan saja, aku yakin nanti malam orang tuamu akan memberikan buku legenda itu kepadamu, buku legenda yang dimiliki kakekmu sebenarnya adalah buku milik penjaga Tree of Life. Semua yang ingin kau tanyakan ada di situ. Untuk tahap ini tugasku telah selesai, saya percaya pada anda MAMA, carilah MAMA yang lain, lambangmu akan berpendar ketika bertemu para MAMA lain walaupun mereka belum mendapatkan kekuatan, dadamu juga akan sakit. Setelah itu tunjukkan kepada mereka lambang-lambang itu, jika salah satu lambang berpendar, ambillah lambang itu dan lakukan seperti yang saya lakukan kepada anda, tapi setelah anda bertemu Dragon, biarkan sang Dragon yang melakukannya.”

Setelah mengatakannya tiba-tiba orang itu menghilang bersama dengan cahaya putih yang keluar dari tubuhnya. Setelah orang itu menghilang, entah kenapa semuanya terasa gelap.

-***-

Chanyeol PoV

Aku mengerjapkan mataku, tunggu, ini di kamarku, apa tadi aku hanya bermimpi? Aku melihat punggung tangan kananku, tanda Phoenix itu ada, tanda itu nyata, saat aku masih berkutat dengan pikiranku, tiba-tiba pintu kamarku terbuka, aku melihat appa, eomma serta Kibum masuk membawa sebuah kue, tunggu, Kibum sunbae? Apa dia masih mengingat kejadian tadi?

“Saengil Cukkae!!!” mereka bertiga memberiku ucapan selamat bergantian, mereka kemudian menyodorkan kue ulang tahun ke arahku dan menyuruhku untuk meniup lilin. Aku pun melakukan pa yang mereka perintahkan, tapi sebenarnya saat ini dipikiranku hanya satu, ingin bertanya kepada Kibum sunbae! Setelah meniup lilin akhirnya aku memantapkan hatiku untuk brtanya kepada Kibum sunbae.

“Sunbae…”

“Hmm??”

“Apa kau ingat kejadian tadi?”

“Kejadian apa?”

“Kau tidak ingat? Di toko buku Siheung tadi”

“oe? Toko buku Siheung? Untuk apa aku kesana? Aigoo… kau sepertinya kebanyakan tidur sehingga mimpi macam-macam”

“Tapi sunbae, apa kau punya tugas menganalisis sebuah legenda?”

“Hmm.. dan aku sudah menemukan bukunya, legenda MAMA”

“MAMA?”

“iya, ini bukunya, kau mau baca? Ah… aku lupa, mana mungkin seorang Park Chanyeol mau membaca buku seperti ini”

“Buku itu kan….” Chanyeol tertegun utuk beberapa saat, dia yakin bahwa buku itu adalah buku yang dibeli Kibum bersamanya di toko buku tadi, tapi kenapa dia bilang dia tidak kesana? Apa mungkin ingatannya dihilangkan?

“ada apa dengan buku ini?”

“Aniyo, dimana kau membelinya?

“Di toko buku dekat sekolah tadi sore, awalnya aku ingin membeli lewat online shop, tapi tidak jadi”

“Sore?” Chanyeol semakin bingung, jelas-jelas dia tadi membeli buku itu bersama Kibum saat hari mulai gelap.

“apa sih yang kalian bicarakan?” tanya eomma Chanyeol tiba-tiba.

“Aniyo eomma, bukan apa-apa”

“Chanyeol-ie, eomma dan appa punya hadiah untukmu, sebenarnya appa dan eomma bingung mau memberi apa, tapi eomma dan appa rasa ini adalah yang paling tepat, mengingat usiamu sekarang adalah 18 tahun”

Eomma dan appa memberikanku kotak kecil berwarna biru dengan pita kuning di atasnya, aku membukanya perlahan, mataku terbelalak kaget, kunci mobil? Apa ini artinya aku dibelikan mobil?

“Eomma.. appa.. ini….”

“Itu memang kunci mobil sayang, kau punya mobil sendiri sekarang”

“Eomma … appa… gomawo!!!” aku pun memeluk kedua orang tuaku dengan erat, Kibum juga memberiku hadiah, sebuah buku tebal tentang penemuan-penemuan ilmiah terbaru, entah kenapa aku tidak tertarik, tapi aku tetap tersenyum menerima hadiah darinya.

“Chanyeol-ie, ada hadiah terakhir untukmu, ini dari kakekmu, beliau bilang aku harus memberikan ini padamu ketika usiamu sudah beranjak 18 tahun”

“Gomawo appa..”

Entah kenapa aku merasa bahwa hadiah dari kakekku ini adalah buku catatan penjaga Tree of Life, aku pun membuka kotak tersebut dan benar saja, sebuah buku tua yang hampir dimakan rayap di pinggir-pinggirnya menjadi hadiahku di usia 18 tahun ini, entah kenapa aku berpikir ini artinya aku harus segera mencari MAMA lain, aku melihat meja di samping ranjangku, aku terbelalak ketika melihat sebuah kotak silver berukir 12 lambang para MAMA, kotak itu, kotak lambang para MAMA, kotak itu benar-benar ada.

“Chanyeol-ie wae geure? Kenapa ekspresimu seperti orang kaget? Apa ada yang salah dengan hadiah dari kakek?”

“Aniyo eomma, aku suka hadiah dari kakek”

“Chanyeol-ah sebenarnya buku apa itu, kenapa kelihatan tua sekali?” Tanya Kibum Sunbae penasaran.

“oh, ini… ini buku ilmiah kuno” aku terpaksa berbohong, aku tidak mungkin memberi tahu yang sebenarnya pada mereka.

“oh…. oe??? Lihat!!! Gerhana bulan!!!” Kibum sunbae berteriak histeris. Aku pun sontak menoleh, lambang di punggung tanganku berpendar, dadaku terasa sakit, tiba-tiba keringat ku bercucuran, dadaku….. dadaku rasanya sangat sakit sekali.

“Aaaakkkkkhhhhhhh!!!!!” aku berteriak sangat keras sekali, aku sempat melihat tatapan kaget serta khawatir dari tiga orang yang bersamaku tadi sebelum semuanya mulai gelap lagi.

-***-

Aku terbangun, tapi dimana aku ini? Segalanya hanya putih, aku mencoba bangun dan berjalan, aku bahkan tidak yakin aku ini berpijak pada tanah atau tidak karena segalanya serba putih. Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil namaku.

“Park Chanyeol-nim…”

Park Chanyeol-Nim?? Nim?? Siapa yang memanggilku dengan panggilan sehormat itu?? Aku menoleh kesana kemari namun nihil, aku tidak melihat apapun kecuali warna putih. Tiba-tiba aku mendengar suara burung memekik, aku menutup telingaku karena suaranya sangat keras dan meyakitkan. Tiba-tiba seekor burung bersayap api berada di depanku, aku terlonjak kaget, namun aku masih bisa menguasai diriku.

“Park Chanyeol-nim…”

Mataku melebar saat mengetahui burung bersayap api dihadapanku ini bisa bicara.

“Ka.. Kau siapa?” tamyaku sedikit takut.

“Saya adalah burung Phoenix peliharaan anda, saya akan hadir ketika anda panggil dengan cara mengusap lambang anda, dan memanggil nama saya, nama saya Flawks”

“Apa ini semua nyata?”

“Ne, sekarang anda adalah seorang MAMA dan satu-satunya penunggang Phoenix, anda adalah pengendali api, sekarang bangunlah”

-***-

Aku mengerjapkan mataku, aku sadar ini adalah kamarku, dan matahari sudah memberikan sinarnya lewat celah-celah jendela, aku masih bingung, tidak percaya, apa kejadian yang aku alami adalah sebuah kenyataan? Aku melirik meja di samping ranjangku, kotak itu masih ada, aku melihat punggung tanganku, tanda itu masih terlihat jelas. Tiba-tiba pintu terbuka, aku melihat eommaku tersenyum.

“kau nakal sekali Chanyeol-ie, semuanya takjub melihat gerhana bulan, kau malah tertidur, kuemu saja belum kau makan, tapi kuemu sekarang sudah habis karena kemarin eomma, appa dan Kibum sudah menghabiskannya”

Lagi, mereka tidak ingat kejadian yang aku alami, apa ingatan mereka sengaja dihilangkan?

“Chanyeol-ie, cepat mandi kemudian sarapan,”

“ne eomma” jawabku singkat. Aku melangkahkan kaki menuju kamar madi tapi aku melihat sampah kertas berserakan di depan kamar mandi, aahh.. mungkin ulah kibum Sunbae, aku mengambil kertas-kertas itu dan tanpa aku sadari tanganku mengeluarkan api yang membakar kertas itu hingga menjadi abu. Mataku melebar, tubuhku bergetar, detik itu juga aku yakin, aku adalah salah seorang MAMA.

-***TBC***-

Iklan

19 thoughts on “History of MAMA : Character Profile : Park Chanyeol : Undeniable Fate, Controlling Water

  1. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kris Wu : Responsibility, Gravity Master, The Leader

  2. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Kim Jongin : “Dark Side, Hidden Angel”

  3. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Do Kyungsoo : “Fear of Beast, Incridible”

  4. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : “Xi Luhan : A Perfect Flower Boy”

  5. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

  6. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Minseok : “Her Betrayal, His Revenge”

  7. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Jongdae : “Mother Loves Remain Forever”

  8. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Huang Zi Tao : “Runaway, Burdened Rules”

  9. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

  10. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Zhang Yixing : “A Kind Healer”

  11. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA Chapter 1

  12. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  13. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  14. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s