History of MAMA : Character Profile : Kris Wu : Responsibility, Gravity Master, The Leader

History of MAMA

 

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96

Genre : Fantasy, Brothership, Friendship, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA-

Character Profile :

Kris Wu : “Responsibility, Gravity Master, The Leader”

A/N :Kris

Summary :

 “Mimpi itu terjadi berulang kali, aku bahkan sering berhalusinsi melihat naga, ada apa denganku sebenarnya, kenapa selalu mimpi yang sama, halusinasi tentang naga yang sama, dan… bocah dengan sayap api, bocah yang selalu muncul dalam mimpiku, siapa sebenanya bocah itu? Apa hubungannya denganku?”

 

-***-

Anneyeonghaseyo…

ini ff pertama author, jadi kalau ada typo(s) harap maklum, silent readers diperbolehkan kok, tapi kalau ada yang komen author juga seneng, Happy Reading

Part sebelumnya : Prolog+Chanyeol Character Profile

-***-

“Kris…. wake up, Honey” seorang perempuan paruh baya berusaha membangunkan anaknya yang masih terlelap didalam selimutnya.

“Just a little bit more, Mom”

“No, you’ve to wake up, did you forget we move to Korea today?” Mendengar ibunya mengatakan Korea membuat Kris langsung membelalakkan matanya dan langsung duduk.

“Oh my God Kris, you wanna make your Mom got heart attack?”

“Sorry, Mom… did we really moving today?”

“Sure, are you not satisfied with that?”

“No, I’m satisfied for sure”

“Good then, be prepare”

“Okay, Mom”

Sebenarnya alasan Kris membelalakkan matanya ketika mendengar kata Korea adalah karena beberapa hari ini dia bermimpi tentang Korea dan bocah bersayap api, ada apa sebenarnya, kenapa mimpi itu terus berulang? Mimpi itu berawal ketika Daddy-nya mengatakan kepadanya bahwa ia dipindah tugaskan oleh bosnya ke Korea, bahkan bos mereka membelikan keluarga ini rumah mewah di Gangnam district, daerah elit Korea, bos Daddy-nya juga lah yang mengurus surat kepindahan keluarga Wu ini ke sana, semenjak itulah Kris sering kali bermimpi tentang Korea dan bocah bersayap api itu, tidak hanya sampai disitu, akhir-akhir ini dia sering berhalusinasi melihat naga bersisik hitam dan sesekali mengeluarkan nafas apinya, hewan yang menurutnya hanya ada dalam mitos itu entah kenapa sekarang seakan-akan memang terasa ada.

Dengan malas Kris berjalan ke kamar mandi, dia tersentak ketika melihat naga yang baru saja dipikirkannya itu berada di bath-upnya, dikuceknya matanya berkali-kali, namun naga itu masih tetap ada, setelah menguatkan hatinya ia berjalan ke arah naga itu dan berusaha untuk menyentuhnya, membuktikan bahwa hewan itu nyata atau tidak, ketika Kris ingin menyentuh naga itu, naga itu menundukkan kepalanya seakan mengerti apa yang akan dilakukan Kris, Kris menelan ludahnya kasar saat dia berhasil meneyentuh kepala naga itu.

Kris PoV

Aku menelan ludahku kasar ketika aku berhasil menyentuh kepala makhluk yang aku pikir hanya ada dalam mitos itu, dingin, sisiknya sangat dingin, tapi lembut dan nyaman, membuatku ingin mengelus kepala naga itu lebih lama, tiba-tiba muncul sebuah perasaan sayang terhadap makhluk dihadapanku ini, apa ini nyata? Apa aku memang benar-benar menyentuh kepala seekor naga?

“Duizhang…”

Aku tersentak kaget ketika naga itu berbicara dalam bahasa China, bagiku menyentuh kepala naga saja sudah amazing, sekarang naga itu malah mengejutkanku dengan kemampuan bicaranya, goosebump menjalar diseluruh tubuhku, tapi kenapa dia memanggilku Duizhang? Pemimpin? Apa yang aku pimpin? Tiba-tiba naga itu mengeluarkan nafas apinya, tidak terlalu besar memang, tapi cukup membuatku kaget-lagi. Tapi anehnya aku tidak merasa panas atau terbakar, padahal jelas-jelas tadi apinya mengenai tanganku, aku malah merasa dingin ketika apinya mengenaiku. Namun keherananku tidak berhenti sampai disitu, naga itu tiba-tiba menghilang, aku melihat sekeliling kamar mandi, tidak ada, aku berlari ke kamarku dan melihat sekeliling.

Nihil.

Aku berjalan lagi menuju kamar mandi, namun mata tajamku ini melihat sebuah benda berkilau di dalam bath-up, sebuah kalung, kalung dengan bandul berbentuk hexagon, kalung itu mengeluarkan cahaya putih selama lima detik ketika aku mengambilnya dari dalam bath-up, kemudian redup lagi, aku pun memakai kalung itu, aku pikir kalung itu adalah milik naga tadi, aku berniat mengembalikannya jika aku bertemu dengannya lagi.

Kris PoV end

-***-

Saat ini Kris berada didalam pesawat, dia sedang dalam perjalanan menuju Korea, Mommy dan Daddy-nya sudah terlelap sejak tadi, dia sebenarnya juga ingin tidur, perjalan dari Kanada menuju Korea bukanlah perjalanan yang singkat, tapi pikirannya tetap saja ke naga tadi, dia terus memikirkan naga itu dengan memainkan kalung berbentuk hexagon itu, ketika dia melihat ke luar karena duduknya memang berada disamping jendela, lagi-lagi dia tersentak dengan kehadiran naga itu, kepala naga itu tepat di jendela disamping tempat Kris duduk. Naga itu melihat kepada Kris dan kemudian mengirimkan telepathynya kepada Kris.

“Istirahatlah Duizhang, aku tau ini adalah perjalanan yang panjang dan aku tak mau kau lelah, aku selalu bersamamu dan melindungimu”

Sekali lagi goosebump menjalar keseluruh bagian tubuh Kris, bagaimana mungkin seekor naga bisa bicara keadanya hanya dengan melalui pikiran? Namun entah kenapa setelah mendapatkan telepathy dari naga itu Kris merasa tenang, dia melihat kalung hexagon itu sekali lagi kemudian menciumnya, setelah mencium kalung itu Kris pun terlelap.

-***-

@Chungdam Senior High School

Chanyeol dari tadi disibukkan dengan membaca buku usang peninggalan kakeknya, masih banyak yang belum dia mengerti, tapi tiba-tiba dia terlonjak kaget seperti menemukan sesuatu, di pojok buku di catatan tentang Dragon dia menemukan sebuah tulisan yang ia sinyalir adalah petunjuk tempat dimana ia bisa bertemu dengan Dragon.

“A reedy place, an rumah tua, the leader met with another, a place which discovered a secret beyond the universe, a place which has been forgotten. (Tempat penuh alang-alang, rumah tua, sang pemimpin bertemu dengan yang lain, tempat yang mengungkap rahasia dibalik jagat raya, tempat yang sudah lama terlupakan)”.

Chanyeol langsung mengambil smartphone yang ada di saku seragamnya kemudian mengutak-atiknya, mencari tempat di Korea yang penuh ilalang dan terdapat rumah tua, beberapa saat kemudian dia tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi, segera ia kembali ke kelasnya dan mengambil tas, dia ingin membolos, sangat bukan seorang Park Chanyeol sebenarnya jika membolos, namun rasa penasarannya terhadap dirinya sendiri, atau lebih tepatnya identitas barunya sebagai salah seorang MAMA inilah yang membuat dirinya menanggalkan sejenak title “Murid teladan” yang telah disandangnya selama ini.

Dia berlari menuju belakang sekolah, mengusap lambangnya kemudian memamnggil Flawks, dalam sekejap Flawks sudah ada dihadapannya.

“Ada apa tuan memanggil saya?”

“Bawa aku ke tempat penuh ilalang di belakang universitas Inha, turunkan aku di dekat rumah tua”

“ne, naiklah ke punggung saya”

Chanyeol menuruti perintah Flawks, ia naik ke punggungnya dan dalam sekejap dia sudah sampai di tempat tujuannya.

Flawks merasa seperti mengenali tempat ini, burung Phoenix itu berusaha mengingat apa benar ia memang mengetahui tempat ini. Tiba-tiba Flawks memekik dan itu mengejutkan Chanyeol.

“Ya!!!! Kenapa kau mengagetkanku Flawks” Protes Chanyeol kepada peliharaanya ini.

“Maaf tuan, tapi aku baru ingat, tempat ini adalah tempat…”

“Tempat dimana sang leader akan bertemu dengan para MAMA lain ‘kan?”

“Aniyo, tempat ini adalah tempat para MAMA terbunuh”

“te… ter.. terbunuh?”

“Ne, ini adalah tempat dimana mereka dibunuh oleh The Dark Lord”

“Bisa kau ceritakaan padaku Flawks?”

“Ne, dari dulu Dark Lord selalu berusaha untuk mengambil alih Tree of Life, namun selalu gagal karena para guardian Tree of Life sangat kuat, namun pada suatu hari entah dari mana kekuatan Dark Lord berasal dia hampir memusnahkan seluruh guardian Tree of Life, dan hanya menyisakan satu guardian terkuat dan tercerdas. Guardian Aiden yang bukunya saat ini ada ditangan anda, guardian Aiden semakin hari semakin khawatir karena mendengar kekuatan Dark Lord semakin hari semakin kuat sehingga akhirnya ia memutuskan untuk mengambil 12 buah Tree of Life yang akan di jadikannya sebagai MAMA, tiap buah mempunyai lambang seperti yang tuan sendiri sudah ketahui, dan ia berhasil, namun bahkan setelah adanya MAMA, Dark Lord tetap saja bisa mengalahkan Guardian Aiden, akhirnya guardian Aiden terbunuh. Akhirnya para MAMA memutuskan untuk membelah jantung dari Tree of Life menjadi dua bagian, itulah sebabnya nanti tuan akan mempunyai dua pemimpin, bagian pertama dibawa oleh sang Dragon, dan bagian kedua dibawa oleh Droplet. Para MAMA kemudian memutuskan untuk menyembunyikan kedua bagian itu di bumi, dan inilah landasan pertama mereka, tapi Dark Lord tetap saja bisa melacak dimana para MAMA bersembunyi dan akhirnya memutuskan untuk menyusul MAMA dengan niat membunuh. Namun sang teleknis mengetahui hal tersebut, dia menyuruh para MAMA untuk berpencar, namun sayangnya terlambat, Dark Lord telah sampai terlebih dahulu dan pertarungan pun tidak terelakkan”

“Kalau mereka semua terbunuh, jantung Tree of Life itu bagaimana?”

“Para MAMA mengubahnya menjadi sebuah kalung dengan bandul berbentuk hexagon, dan Dark Lord tidak mengetahui hal tersebut, mereka mengubahnya ketika mereka sampai di bumi, dulu di sini ada sebuah batu besar dengan lambang para MAMA, batu yang mengikat nyawa mereka, batu itu bernama Badge Stone, ketika batu itu dipecahkan menjadi berkeping-keping oleh Dark Lord, para MAMA pun musnah, jantung dari Tree of Life pun juga menghilang bersama sang penjaganya, Droplet dan Dragon”

“Bagaimana cara kita untu menemukannya?”

“kita tidak perlu mencarinya, karena jantung Tree of Life selalu bersama para penjaganya”

“Lalu bagaimana kita melawan Dark Lord?”

“Dark Lord sudah musnah”

“oe? Musnah?”

“Ne, dia musnah karena lambang Dragon menghantam dadanya”

“Lambang Dragon?”

“Ne, dihari dimana Dark Lord menghancurkan Badge Stone dihari itu jugalah ia memusnahkan dirinya sendiri, kepingan lambang Dragon dari Badge Stone yang mengahancurkannya, sang Dragon mempunyai kekuatan tersembunyi dan rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh para MAMA lain, dan kekuatan istimewa itu hanya bisa dimiliki dan dikendalikan oleh sang Dragon, sang pemimpin, lambang itu menghantam tepat di pusat nyawa Dark Lord dan menghancurkannya menjadi butiran debu.” Jelas Flawks panjang lebar.

“oohh… jadi tugas kami sekarang cuma menembalikan jantung Tree of Life? Syukurlah kalau begitu, ngomong-ngomong kau tau tidak apa kekuatan tersembunyi itu?”

“Aniyo, tugas kalian tidak hanya mengembalikan jantung Tree of Life, kalian juga harus memusnahkan anak buah Dark Lord dan penggantinya, kekuatan tersembunyi itu adalah kekuatan yang rahasia, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Guardian Aiden”

“Mwo?? Melawan pengganti Dark Lord?? Kekuatan itu masih rahasia? Yang benar saja!!!”

“Kalian harus melawan pengganti Dark Lord, Prince Marcus, dia sepuluh kali lebih kuat dari pada Dark Lord itu sendiri, apalagi kalian sudah sangat lama menghilang, yang saya khawatirkan adalah Prince Marcus akan bertambah kuat”

“Mwo??? Sepuluh kali lebih kuat katamu?? Saat dulu 12 MAMA melawan Dark Lord saja sudah musnah, ini malah sepuluh kali lebih kuat, kita hanya akan menjadi butiran debu, Ah…. michigetta!!!”

Teriak Chanyeol frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.

“Aniyo, jika sang Dragon sudah berhasil mendapatkan kekuatan rahasianya, para MAMA tidak akan bisa terkalahkan, bahkan oleh seseorang yang seratus kali lebih kuat dari Prince Marcus sekalipun, karena ketika kekuatan rahasia Dragon berhasil didapatkan,maka kekuatan kalian akan otomatis menjadi berkali-kali lipat lebih kuat, kekuatan yang bahkan tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya.”

Chanyeol terdiam, dia melihat Flawks kemudian melihat ke rumah tua yang ada dibelakangnya.

Chanyeol baru saja akan memasuki rumah tua itu kalau seandainya Flawks tidak mencegahnya.

“Tuan, andweyo!!! Jangan masuk kedalam rumah itu!!”

“Wae?” Chanyeol menatap Flawks heran.

“Rumah itu adalah tempat yang berbahaya, aura dan kutukan Dark Lord masih menyelimuti tempat tersebut, saya bisa merasakannya, kutukan yang sangat kuat.”

“Tapi kan semua rahasia ada didalam rumah ini” Kata Chanyeol sambil menunjuk rumah tua yang ada didepannya.

“Tunggulah tiga hari lagi”

“Wae?”

“Tiga hari lagi akan terjadi gerhana matahari, namun bukan gerhana matahari biasa, gerhana ini adalah satu-satunya gerhana yang mampu melenyapkan aura dan kutukan Dark Lord ditempat tersebut, gerhana sang Dragon”

“Bagaimana kau bisa tau?”

“Semuanya sudah tertulis, gerhana sang Dragon akan terjadi setelah gerhana sang Phoenix, namun berbeda dengan gerhana Phoenix yang terjadi setiap tahun, gerhana sang Dragon hanya akan terjadi bila sang Phoenix telah mendapatkan kekuatannya, gerhana sang Dragon adalah gerhana terkuat dan terlama yang pernah ada, karena sang Dragon adalah satu-satunya MAMA yang mampu menutupi matahari, itulah sebabnya sang Dragon adalah satu-satunya MAMA yang mendapatkan kekuatannya saat gerhana matahari, bukan saat gerhana bulan seperti yang lain, dan itu juga yang menyebabkan sang Dragon mempunyai kekuatan yang tidak tertandingi”

Chanyeol hanya tertegun mendengar semua penjelasan Flawks, sebesar itukah kekuatan sang Dragon? Chanyeol berharap hari akan cepat berlalu agar dia segera bertemu dengan sang Dragon.

-***-

-Hyundae Apartement, Gangnam District, South Korea-

Seorang namja hanya terdiam dikamarnya, dia memain-mainkan bolpoint yang sedari tadi digenggamnya, sesekali bolpoint itu terlepas namun segera diambilnya lagi, dan kembali memainkan bolpointnya.

Dalam ruangan itu hanya ada dirinya sendiri, sesekali terdengar hembusan nafas kasar dari hidungnya, lelah, mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikan keadaanya saat ini, perjalanan panjang yang baru saja dilewatinya membuatnya ingin menutup mata untuk beberapa saat, tapi dia takut untuk membuka mata, dia takut karena setiap ia mengatupkan matanya sesaat kemudian dia melihat seorang laki-laki dengan mata teduh menatapnya seakan meminta pertolongan, dia sebenarnya sudah sangat lelah dengan mimpi tentang bocah bersayap api yang selalu muncul dalam setiap tidurnya dan halusinasi tentang naga, namun dia tidak bisa mengatakan bahwa naga itu adalah halusinasi karena sebelum berangkat tadi nyatanya dia benar-benar menyentuh puncak kepala naga tersebut dan mengelusnya, dan bahkan kalung hexagon yang ia sinyalir milik naga itu masih melekat dilehernya, kalau seandainya semua itu adalah halusinasi kalung itu tidak mungkin masih tergantung dilehernya kan? Ketika pikirannya masih bergejolak terdengar suara pintu terbuka, otomatis ia menolehkan wajahnya ke arah pintu kamarnya, dia tersenyum melihat siapa yang membuka pintu.

“Mom….”

“Kau tidak tidur, Kris?” Mommy Kris berjalan ke arah Kris kemudian duduk disamping ranjang anaknya.

“No, I can’t sleep”

“Why? Is there something in your mind?”

“I’m not sure”

“Are you having hard time lately?”

“I’m not sure about that either” kataku sambil menaik turukan bahuku.

“Tell me if you have any difficulties, Son..”

“of course,”

“oh iya, apa kau benar-benar mau meneruskan kuliahmu di Inha university?”

“Sure, memangnya kenapa Mom?”

“bukankah universitas Seoul jauh lebih baik dan mudah di jangkau dari rumah?”

“Aku sebenarnya juga tidak mengerti kenapa aku ingin sekali meneruskan kuliah di universitas dekat bukit itu, Mom, tapi aku rasa suasana disana akan lebih lebih baik daripada di pusat kota Seoul, lagi pula perjalanannya dari sini hanya sekitar 30 menit.”

“Baiklah jika itu maumu, Mommy dan Daddy hanya berharap yang terbaik untukmu, tapi apa kau langsung memulai studymu besok?”

“Yap, aku ingin segera mengenal kota ini beserta apapun yang ada di dalamnya”

“Baiklah kalau begitu, Mommy keluar bersama Daddy sebentar, kau cobalah untuk tidur”

“Thank’s Mom”

Mommy Kris pun beranjak dari ranjang anaknya, sebelum keluar dia sempat mencium kening Kris sesaat.

Setelah Mommy-nya keluar dari kamarnya Kris merebahkan tubuhnya dikasurnya dan mencoba memejamkan mata, baru sesaat ia memejamkan mata dia mendengar sebuah bisikan.

“When solar eclipse came, you can’t avoid your destiny, you have responsibility to make universe back in balance, Leader”

Kris membelalakkan matanya dan terduduk lagi, nafasnya menderu, dadanya kembang kempis, dilihatnya jam berbentuk gitar yang ada di mejanya, masih pukul tujuh malam, dia berpikir mungkin ini karena masih terlalu dini untuk tidur sehingga dia mendengar hal yang aneh-aneh, mungkin lebih baik dia mandi kemudian berjalan-jalan sebentar.

-***-

@Public City Park

Seorang pria jangkung berwajah asing duduk disebuah bangku di taman kota sambil meminum Cappucino yang ada di tangannya. Para wanita yang kebetulan lewat disitu selalu menoleh ke arah lelaki berwajah asing itu sambil berbisik-bisik, tepesona? Pasti, siapa yang tidak akan terpesona oleh wajah tampan dan tatapan matanya yang tajam? Ditambah lagi rambut blonde yang seakan bersinar dibawah sinar bulan membuatnya semakin sempurna untuk menjadi objek kekaguman siapapun yang memandangnya.

Kris PoV

Aku merasa risih disini, kenapa semua orang yang lewat akan berbisik-bisik setelah melihatku? Apa ada yang salah denganku?

Aku berusaha untuk tidak perduli dengan tingkah laku orang yang lewat dan kembali memikirkan hal-hal aneh yang terjadi kepadaku akhir-akhir ini. Memikirkan itu membuatku teringat wajah tampan seorang laki-laki bermata teduh yang memandangku seakan meminta pertolongan, aku bahkan merasa seperti sangat mengenal orang itu, tapi siapa dia? Selagi aku berkutat dengan pikiranku tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku.

“Chogiyo….”

“N.. n..ne?” aku gugup, bahasa Koreaku belum terlalu bagus walaupun aku pernah mempelajarinya, tapi itu tiga tahun lalu, bgaimana jika orang ini bertanya macam-macam dan aku tidak bisa menjawabnya?

“Apa Anda tau jalan menuju Apgujeong?”

“Jweseonghamida, saya tidak tau, saya baru pindah ke Korea hari ini”

“Ahh.. Baiklah kalau begitu, jweseonghaeyo telah mengganggu”

“Animida, gwencanayo” Kataku sambil tersenyum, orang itu pun berlalu, untung saja tadi hanya pertanyaan yang mudah, aku masih mampu menjawabnya dengan lancar. Aku memandang langit malam sejenak kemudian melihat ke arah air mancur, aku melihat beberapa orang menikmati waktunya disana, psndanganku tertuju pada seorang laki-laki yang duduk sendiri dan membaca buku tua yang sisi-sisinya sudah dimakan rayap. Tunggu, sepertinya aku mengenal pemuda itu, aku pun mencoba mengingat dimana aku pernah melihatnya.

DEG

Tiba-tiba dadaku berdegup kencang, bukankah…. bukankah dia adalah… bukankah dia adalah bocah bersayap api yang akhir-akhir ini selalu muncul dalam mimpiku?

Lagi-lagi aku berpikir, apa itu memang dia? Apakah ini benar-benar nyata?

Ku lihat dia melihat punggung tangannya, sebuah cahaya berpendar dari sana, tiba-tiba dia memegang dadanya, dia seperti kesakitan, tapi kenapa melihat dia kesakitan seperti itu membuatku merasakan sakit juga? Tiba-tiba aku juga merasakan sakit didadaku, rasa sakit yang sama seperti beberapa hari lalu ketika terjadi gerhana bulan, aku juga memegang dadaku menahan sakit. Tapi kenapa rasa sakit ini seakan mendorongku untuk menghampiri pemuda itu? Tiba-tiba pemuda itu mengedarkan pandangannya dan kemudian melihat ke arahku, pandangan kami bertemu.

Kris PoV end

Chanyeol PoV

Aku memutuskan untuk menghabiskan malam hari ini dengan membaca buku kakekku atau lebih tepatnya catatan guardian Aiden di taman kota, setelah berputar beberapa saat aku menemukan tempat yang bagus dan nyaman untuk membaca, didekat air mancur, aku melihat ada satu bangku kosong, otomatis aku langsung mendudukinya, setelah menyesuaikan posisiku agar aku nyaman membaca, akupun membuka lembaran demi lembaran catatan tersebut, namun baru membaca sebanyak dua lembar aku merasa ada yang aneh dengan lambang dipunggung tanganku, aku pun melihat lambang itu, mataku terbelalak, tanda itu berpendar, tiba-tiba dadaku terasa sakit, tunggu, apa ini artinya ada seorang MAMA lain disini?

Aku mengedarkan mengedarkan pandanganku keseluruh bagian taman, akhirnya pandanganku tertuju pada seorang namja berambut blonde yang tengah memegang dadanya seperti menahan sakit, sama sepertiku, apakah itu dia? Dia juga menatapku balik, pandangan kami bertemu, tatapannya sungguh tajam, sangat tajam, pandangannya itu serasa menusuk namun entah kenapa membuat tubuhku terasa dingin, bahkan tatapannya itu berhasil membuat rasa sakit dadaku berkurang.

Akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya, tak lupa aku membawa kotak silver yang terdapat lambang MAMA didalamnya, ah.. setidaknya aku harus memberikan nama pada kotak yang aku bawa sekarang ini, tapi yang terpenting sekarang adalah membuktikan namja berambut blonde itu adalah seorang MAMA atau tidak.

Namja berambut blonde itu terus saja menatapku dengan memegangi dadanya, aku yakin itu pasti sakit, untungnya rasa sakit didadaku sudah tidak separah tadi walaupun masih sedikit sakit sih, terimakasih untuk tatapan tajam namja ini yang berhasil mengurangi rasa sakitnya, dengan tidak sopannya aku langsung duduk di sebelahnya, dia sepertinya sangat terkejut dengan kelakuanku. Aku lihat cahaya di lambangku semakin bersinar ketika aku duduk disampingnya, membuatku semakin yakin bahwa dia adalah seorang MAMA.

“chogiyo, apakah kau adalah seorang MAMA?”

“N.. ne?”

Dia terlonjak kaget atas pertanyaanku barusan, aku baru sadar betapa bodohnya aku yang mengajukan pertanyaan itu padanya, dia mana mungkin mengerti masalah seperti itu kalau aku tidak menjelaskannya.

“Ah.. lupakan saja, nanti aku jelaskan, yang jelas sekarang lihatlah lambang-lambang yang ada di kotak silver ini”

Wajahnya masih menunjukkan kebingungan, namun dia tetap saja melakukan apa yang aku perintahkan, aku membuka kotak silver yang ada ditanganku itu kemudian ku tunjukkan kepadanya, dia melihat lambang-lambang itu, aku pun melakukan hal yang sama, awalnya aku bersikap biasa saja ketika ada lambang yang berpendar karena aku yakin dia memang adalah seorang MAMA, namun aku sangat terkejut ketika melihat lambang apa yang berpendar.

“Sang Dragon…..” gumanku.

“Ne?” Dia melihatku dengan tatapan yang semakin bingung.

“Kau…. Kau adalah sang Dragon, kau adalah sang pemimpin”

Chanyeol PoV end

Kris PoV

“Kau… Kau adalah sang Dragon, kau adalah sang pemimpin”

Apa lagi ini? Kenapa lagi-lagi aku ini dipanggil pemimpin? Sebenarnya apa yang aku pimpin? Dan kenapa dia memanggilku sang Dragon? Jangan-jangan dia memang bocah bersayap api itu, dia pasti mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Apa aku tanyakan saja kepadanya?

“E… maaf, bisa kau jelaskan padaku apa maksudmu memanggilku Dragon?”

Pemuda itu menatapku sejenak kemudian menepuk pundakku, aneh, rasa sakit didadaku seketika hilang, aku makin tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana bisa hanya dengan dia menepuk pundakku rasa sakit yang menyayat-nyayat tadi itu hilang seketika?

“oe? Dadaku tidak terasa sakit lagi?” kata pemuda itu heran, tunggu, jadi bukan aku saja yang merasakan sakit, tapi dia juga?

“Dadamu sudah tidak sakit juga kah?” Dia bertanya kepadaku, aku hanya menganggukkan kepala.

“Uwaah… kau benar-benar seorang MAMA” katanya dengan berbinar-binar.

“MAMA? Maksudmu apa?”

Dia mengambil nafas berat kemudian menceritakan semuanya kepadaku mulai dari awal, aku hanya dibuat melongo mendengar semua penjelasannya, meskipun ada beberapa kata yang tidak aku mengerti, namun aku mampu mengerti maksud dari pemuda didepanku ini, semua hanya terdengar seperti dongeng sebelum tidur, namun kali ini bukan dongeng, ini adalah kenyataan, yang membuatku makin shock adalah kenyataan bahwa akulah sang Dragon, pemimpin para MAMA, entah kenapa aku tiba-tiba merasa membawa beban yang sangat berat.

“oh iya, kau membawa jantung Tree of Life tidak?”

“Ne?? Jantung Tree of Life? Aniyo.”

“Aneh, padahal Flawks bilang jantung itu selalu bersama para penjaganya, kenapa dia tidak punya? Apa aku melupakan sesuatu ya?”

Pemuda itu terlihat sedang mengingat sesuatu sambil menggaru-garuk kepalanya yang aku yakin tidak gatal. Aku hanya memperthatikan tingkahnya yang aku rasa sangat lucu itu.

“Ahhhhhh!!!!!!” tiba-tiba dia berteriak, mengagetkanku yang sedari tadi memperhatikan tingkahnya.

“Aku ingat!!! Dragon, kau punya kalung berbentuk hexagon tidak?”

“kalung berbentuk hexagon? Apakah seperti ini?

Aku menunjukkan kalung yang aku temukan di bath up yang aku yakini milik seekor naga yang akhir-akhir ini selalu menampakkan dirinya dihadapanku.

“Emm… mungkin saja”

“Mungkin?”

“Karena aku tidak pernah melihatnya, makanya aku tidak tau, ahhh!!! Mungkin saja Flawks tau, sebaiknya aku panggil dia saja”

Lagi, aku tidak mengerti apa yang dia katakan, tiba-tiba dia membawaku ke tempat sepi yang lumayan jauh dari pusat taman, dia mengelus lambang ditangannya kemudian memanggil Flawks yang aku tidak tau seperti apa rupanya.

Tiba-tiba seekor burung besar bersayap api muncul disebelahnya, aku sangat terkejut, baru kali ini aku melihat burung seperti itu, dan lagi-lagi aku berusaha meyakinkan diriku bahwa ini memang benar-benar terjadi. Burung itu melihatku kemudian membungkuk, setelah membungkuk dia menatapku kemudian berkata lirih

“Duizhang…..”

“Eh???” Aku terkejut bukan main, kemarin naga, sekarang seekor burung bersayap api yang memanggilku Duizhang, ini benar-benar tidak pernah terbayangkan dalam hidupku.

“Flawks, kau tau dia siapa?”

“Ne, tentu saja aku tau, aku langsung tau begitu melihat jantung Tree of Life tergantung dilehernya dan lambang Dragon di keningnya”

“Jadi itu benar jantung Tree of Life? Lambang Dragon dikeningnya? Mana? Aku tidak melihatnya”

“Ne, itu adalah jantung Tree of Life, tanda Dragon ataupun hewan-hewan lain hanya hewan peliharaan para MAMA yang mampu melihatnya, menandakan mereka adalah pemilik dari hewan-hewan Tree of Life, tuan sendiri juga punya lambang Phoenix di kening tuan”

“Benarkah?”

“Ne..”

“Ehem..” aku berdehem untuk menghentikan romantisa kedua makhluk di depanku ini, aku butuh penjelasan.

“Maafkan saya, Duizhang” kata Phoenix itu sambil menunduk.

“Tidak perlu menunduk, aku cuma ingin kalian menjelaskan semuanya kepadaku”

“Baiklah, akan saya jelaskan semuanya”

Phoenix itu pun menceritakan semuanya, entah kenapa aku sangat mengerti dengan penjelasannya, tidak seperti penjelasan pemuda tadi, namun intinya sama seperti pemuda yang ada didepanku ini, namun lebih detail dan ada beberapa hal yang tadi tidak dijelaskan kepadaku, setelah menjelaskan semuanya, Phoenix itu menatapku kemudian bertanya

“Apa anda sudah bersatu dengan lambang anda, Duizhang?”

“Bersatu dengan lambang?”

“Ahh… aku belum menyatukannya, aku lupa, hehehe” Pemuda itu tertawa kecil kemudian membuka kotak silver itu dan mengambil lambang Dragon, tiba-tiba ia menarik tangan kananku kemudian meletakkan lambang itu ditelapak tanganku, lambang itu berpendar, cahayanya sangat menyilaukan, aku, pemuda itu bahkan Flawks sampai harus menutup mata, untuk sejenak rasanya malam terasa seperti siang. Perlahan cahaya itu mulai menghilang begitupun lambang Dragon yang ada ditanganku.

“Kemana lambang itu?”

“Lambang itu sudah bersatu denganmu, dan sekarang terpatri dipunggung tanganmu”

Aku melihat punggung tanganku, dan benar, ada lambang Dragon disitu, seperti sebuah tattoo namun mengkilat dan sesekali mengeluarkan cahaya merah.

“oe? Kenapa lambangnya bercahaya merah? Padahal lambangku kalau bercahaya mengularkan cahaya putih”

Aku menatap pemuda itu, kenapa dia tidak mengerti hal ini?

“Sudah saya bilang sang Dragon itu berbeda tuan, sang Dragon mampu menutupi matahari, bahkan jagat raya, sedangkan yang lain hanya mampu menutupi bulan dan beberapa bintang”

“Daebak!” decak pemuda itu dengan mata berbinar.

“Siapa namamu?” Akhirnya aku mencetuskan pertanyaan dasar yang seharusnya berada diawal pertemuan kita.

“Ne? Ah.. Namaku Chanyeol, Park Chanyeol, kalau kau?”

“Kris, Kris Wu”

“Dari pertama aku melihatmu aku sudah yakin kau bukan orang Korea, apalagi saat mendengar kau berbicara”

“Apa?”

“Luapakan saja, terlepas dari kau orang Korea atau bukan, tetap kau lah yang nanti akan memimpin misi pengembalian jantung Tree of Life itu, aku percaya padamu. Ngomong-ngomong tahun berapa kau lahir?”

“1990”

“Uwaahhh… kau lebih tua dua tahun dariku, kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu hyung, Kris hyung, akan lebih baik jika aku memanggilmu seperti itu”

“Terdengar lebih baik dari pada kau memanggilku Dragon”

“oh iya, bisa tidak tiga hari lagi hyung ke padang ilalang di belakang Inha University?”

“Inha University? Itu tempatku kuliah.”

“Benarkah? Sepertinya ini akan semakin mudah”

“Apanya yang semakin mudah?”

“Tiga hari lagi akan terjadi gerhana matahari, dan saat itulah hyung akan mendapatkan kekuatan hyung, sedangkan semua rahasia tentang MAMA dan apapun yang berhubungan dengan itu ada di rumah tua ditengah padang ilalang di belakang Inha University”

“Lalu?”

“Tempat itu masih dikutuk, kutukannya akan hilang jika gerhana hyung sudah terjadi, jadi aku memintamu untuk menemaniku kesana, kau mau kan? Kau kan pemimpin”

Aku menghembuskan nafas berat mendengar perkataanya.

“Baiklah” Jawabku singkat.

“Gomawo hyung” Dia tersenyum kemudian memelukku.

Kris PoV end.

-***-

3 Days Later

Pagi ini mungkin bagi yang sangat dingin bagi orang-orang karena musim gugur baru saja dimulai, hembusan angin yang melewati celah-celah jendela disetiap rumah membuat orang-orang semakin malas untuk sekedar membuka mata dan beranjak dari tidurnya, namun tidak bagi Kris, dia bahkan hampir tidak bisa tidur semalam karena memikirkan apa kira-kira yang akan terjadi hari ini. Dia hanya sempat memejamkan matanya selama dua jam kemudian terbangun lagi karena suara naga membangunkannya, dan benar saja, naga itu ada disebelah ranjang Kris, Kris berusaha untuk tersenyum kepada naga peliharaannya –mungkin- itu, dia melihat kearah jam di meja sebelah ranjangnya, masih pukul lima pagi, Kris melihat kearah naga itu yang kemudian membalas tatapan matanya.

“Ada apa kau kesini?”

“Saya hanya bahagia, Duizhang….”

“Bahagia? Bahagia untuk apa?”

“Untuk kembalinya Duizhang, saya sudah tidak sabar ingin segera bersatu dengan anda, maka dari itu saya kesini lebih dulu”

“oh…” Kris hanya ber’oh’ ria mendengar penjelasan naga itu.

“Apa Duizhang tidak bahagia?” Tanya naga itu khawatir karena Kris hanya menjawabnya dengan oh.

“Bukan begitu, aku hanya tidak tau aku harus bagaimana sekarang, entah bahagia, takut, atau malah menderita, aku benar-benar tidak tau”

“Tenanglah Duizhang, saya akan selalu disamping anda, yang Duizhang harus lakukan hanyalah menerima takdir ini dan mengemban tugas anda, cukup, saya yakin pada anda karena anda telah memimpin kami sebelumnya”

“Terima kasih ee….” Kris tidak melanjutkan kata-katanya karena bingung harus memanggil hewan didepannya ini apa.

“Panggil saya Black Scales” Kata naga itu seperti mengerti apa yang dibingungkan Kris.

“Baiklah Black Scales, bolehkah aku bertanya?”

“Kenapa saya bisa mengerti apa yang tuan pikirkan ‘kan?”

“Eh??? Bagaimana kau bisa tau?” Tanya Kris bingung.

“Saya memang bisa membaca pikiran tuan, begitu juga tuan, tuan bisa membaca pikiran saya sekaligus juga ber-telephaty dengan saya, namun itu setelah tuan mendapatkan kekuatan tuan, anda juga bisa saling ber-telephaty dengan MAMA lain, namun anda tidak bisa membaca pikiran mereka karena hanya saya yang dapat anda baca pikirannya”

“Jadi para MAMA hanya bisa ber-telephaty namun tidak bisa membaca pikiran?”

“Tidak juga, salah satu MAMA dengan lambang Sphericals bisa membaca pikiran, dia dikaruniai kekuatan teleknis, mind-reading, bahkan mind-controlling, dia bisa jadi sangat berbahaya karena dia bisa membunuh orang hanya dengan menatapnya saja”

“Hanya dengan menatapnya?”

“Ne, dia mengendalikan pikiran orang sehingga orang itu tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri dan menyuruhnya untuk melakukan tindakan yang membunuh dirinya sendiri, atau dengan kata lain dari luar orang itu seperti bunuh diri namun pada kenyataannya dia dibunuh, MAMA dengan lambang Sphericals itu juga bisa saja merusak pikiran atau fungsi otak sehingga membuat seluruh organ orang tersebut tidak berfungsi kemudian mati.”

“Apa aku harus berhati-hati dengan MAMA berlambang Sphericals itu?”

“Aniyo, anda tidak perlu berhati-hati, MAMA dengan lambang Sphericals itu adalah orang yang lembut dan penyayang, dia juga sangat baik hati, namun jangan sampai anda menyakiti orang yang disayanginya karena dia bisa berubah brutal jika melihat orang yang disayanginya tersakiti.”

Setelah mendengar penjelasan dari Black Scales, Kris memandang keluar jendela, dilihatnya matahari mulai keluar dari peraduannya memberikan sedikit rasa hangat pada tubuhnya, dia memejamkan matanya sejenak kemudian membukanya lagi, dia melihat sekeliling kamarnya, Black Scales sudah tidak ada, namun dia melihat sebuah baju putih tergantung dibelakang pintunya, baju dengan tudung dibelakangnya, seperti jubah vampire pikirnya, Kris memperhatikan baju itu dengan kening yang mengkerut.

‘Pakailah baju itu Duizhang, setelah itu pejamkan matamu untu beberapa saat’

Suara Black Scales membuat Kris berhenti memandangi baju itu, dia ke kamar mandi, setelah mandi dia menatap baju itu sejenak kemudian memakainya, dia menutup matanya untuk beberapa saat, saat ia menutup mata ia merasa seperti ada angin kencang yang menerpa tubuhnya namun hanya sekilas, dia kemudian membuka matanya, dia tersadar bahwa ini bukan lagi di kamarnya melainkan di padang ilalang tempat ia berjanji akan bertemu Chanyeol.

Kris menutup matanya lagi dan merentangkan kedua tangannya, dia sangat ingin merasakan kehangatan cahaya matahari masuk kedalam tubuhnya karena udara memang sangat dingin, bahkan nafasnya pun mengeluarkan uap, angin semilir menerpa tubuh dan wajahnya membuat rambutnya ikut bergerak mengikuti arah angin. Bagi orang lain yang mungkin saat ini melihatnya, mungkin mereka akan berpikir bahwa Kris adalah seorang malaikat yang diturunkan Tuhan ke bumi, apalagi dengan balutan baju putih dengan tudung dibelakangnya, tapi memang benar Kris adalah salah satu lambang keindahan dan ketegasan seorang MAMA.

Kris PoV

Aku merasa sangat damai, bisakah aku hidup hanya dengan begini saja? Aku tidak ingin kehilangan damai ini, sangat tidak ingin.

Aku membuka mataku, kedua tanganku yang tadinya kurentangan kini aku turunkan, aku melihat matahari hanya dengan bertelanjang mata, namun mataku tidak terasa sakit atau silau sama sekali, tiba-tiba suara yang sangat aku kenal terdengar ditelingaku.

“Hyung!!! Kris hyung!!!!”

Aku menoleh ke arah sumber suara dan memang benar, itu Park Chanyeol.

“Hyung sudah disini? Dan…. Bwahahaha, baju apa yang kau pakai itu?”

“Aku sendiri juga tidak tau, Black Scales yang memberikannya padaku”

“Black Scales?”

“Nagaku”

“oh….” Chanyeol hanya ber-oh ria.

“Dan kau… kenapa kau berpenampilan seperti seorang detective? Coat coklat dengan celana jeans, bahkan rambutmu juga kau sisir rapi”

“Ah… Ige? Karena hari ini aku memang akan jadi detective, aku ingin menyelidiki rahasia dibalik rumah tua itu hyung, bagaimana? Aku keren tidak?”

“Kau tampan”, jawabku sambil tersenyum.

“Jinjja??? Assa!!! Aku tau aku memang sangat tampan” Kata Chanyeol tersenyum sambil memamerkan deretan giginya yang putih.

Tiba-tiba sebuah gumpalan api terbentuk disamping Chanyeol kemudian Flawks keluar dari dalam gumpalan api itu.

“oe? Kenapa kau disini Flawks? Aku kan tidak memanggilmu”

“Saya kesini untuk Duizhang”

“Untukku?” kataku sambil menunjuk diriku sendiri, Flawks hanya mengangguk.

“Ada apa?”

“Baju Anda Duizhang…”

“Kenapa dengan bajuku? Ada yang salah dengan baju ini?”

“Aniyo, baju itu bisa menghilangkan kutukan di rumah tua untuk beberapa saat”

“Lalu?”

“Sekarang rumah tua sudah tidak terkutuk lagi, anda dan tuan Chanyeol bisa memasuki rumah itu, namun sebaiknya anda ada diluar saja karena saya rasa gerhana akan terjadi sebentar lagi”

“Ah!!! Benar!!!” Chanyeol tiba-tiba mengagetkanku

“Ya!!! Kau mengagetkan saja! Apanya yang benar?” Kataku sambil sedikit berteriak.

“Jangan marah hyung, aku kan hanya tiba-tiba teringat sesuatu”

“Apa yang kau ingat?” Tanyaku sedikit melunak.

“Saengil cukkae~~” katanya kemudian memelukku.

“Bagaimana kau tau?”

“Karena kita akan menerima kekuatan kita saat hari pertambahan umur kita terjadi gerhana” Katanya sambil melepaskan pelukannya.

“Kalau begitu aku ke rumah tua itu dulu hyung, kalau kau sudah mendapatkan kekuatanmu kau susul aku saja kesana,anneyeong!!” Chanyeol melambaikan tangannya kepadaku kemudian pergi.

Aku kembali melihat matahari, merasakan kehangatannya lagi, aku berjalan menyusuri padang ilalang ini sampai akhirnya aku berada disisi bukit, aku pun berhenti, aku mulai melihat ada bayangan hitam yang sedikit demi sedikit mendekati matahari, aku tau waktunya tinggal sebentar lagi, berkali-kali aku mengehembuskan nafas berat untuk menghilangkan kegugupanku.

Bayangan hitam itu perlahan-lahan menutupi sang matahari, aku terus saja memandang peristiwa langka itu, aku yakin gerhana ini tidak akan membutakan mataku walaupun orang lain akan buta jika memandangnya hanya dengan mata telanjang.

Saat matahari hampir tertutup seluruhnya aku mulai merasa dadaku sakit, sangat sakit, membuatku ingin berteriak sekencang-kencangnya, namun aku tidak bisa, sesuatu seperti mencekat leherku, aku bahkan tidak bisa mengucapkan satu hurufpun, rasa dingin dan panas bercampur menjadi satu ditubuhku, aku sangat merasa tersiksa, gerhana ini berlangsung selama satu jam dan dalam satu jam itu aku harus menahan rasa sakit ini, aku mulai merasakan perubahan yang terjadi mulai dari kakiku, perlahan keatas tubuhku, perubahan itu berhenti sedikit lama didadaku, bisa kulihat kalung hexagon itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang, setelah melewati dadaku, perubahan itu menjalar ke leherku dan berhenti sebentar, bisa kurasakan bagian kanan leherku seakan terasa terbakar, setelah itu perubahan itu menjalar hingga unjung kepalaku. Aku merasakan leherku sudah tidak tercekat lagi dan aku pun berteriak sangat keras. Bersamaan dengan teriakanku gerhana itu perlahan-lahan menghilang. Aku melihat tubuhku kini tidak lagi memakai baju putih itu tadi, namun berubah menjadi setelan hitam dengan kemeja putih aku bahkan memakai neck tie panjang, ku lihat sebuah gelang berlambang Dragon melingkar di tangan kiriku.

Aku meraba leher bagian kananku yang sangat sakit tadi, aku merasa ada sesuatu disana, seperti sebuah tattoo, aku merabanya dan mencoba menebak-nebak kira-kira seperti apa bentuk tattoo tersebut, mataku terbelalak, bentuk ini kan… aku melihat kalung yang tergantung di leherku, aku sangat yakin tatto dileherku ini berbentu hexagon, sangat yakin.

Gerhana matahari sudah berakhir, aku pun teringat Chanyeol, tapi aku rasa rumah tua itu sudah sangat jauh dari sini, aku mencoba untuk mengetes kekuatanku, mereka mengatakan kalau kekuatanku adalah menguasai gravitasi dan terbang, aku mencoba ke lereng bukit kemudian melompat, aku memejamkan mata, dalam hati aku hanya berdo’a dan berkata ‘terbanglah… terbanglah…’

Aku membuka mataku, mataku terbelalak lebar, aku sangat takjub, saat ini aku benar-benar terbang, aku bisa terbang sekarang, sebaiknya aku cepat-cepat menemui Chanyeol.

Kris PoV

Ketika gerhana matahari terjadi Kris tidak mengetahui bahwa bukan hanya dia yang merasakan sakit, MAMA lain juga merasakan hal yang sama, namun tidak sesakit yang dirasakan Kris, dan pada saaat yang sama jugalah ke 12 MAMA mendapatkan tanda yang sama dileher sebelah kanan, tanda hexagon, tanda yang menjadi pembeda antara mereka dengan manusia biasa,tanda yang menunjukkan apa takdir mereka, tanda yang mengungkap tanggung jawab besar yang harus mereka pikul, tanda itu kini terpatri dengan jelas dileher kanan mereka, tanda kebesaran seorang MAMA.

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “History of MAMA : Character Profile : Kris Wu : Responsibility, Gravity Master, The Leader

  1. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Kim Jongin : “Dark Side, Hidden Angel”

  2. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Do Kyungsoo : “Fear of Beast, Incridible”

  3. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : “Xi Luhan : A Perfect Flower Boy”

  4. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

  5. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Minseok : “Her Betrayal, His Revenge”

  6. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Jongdae : “Mother Loves Remain Forever”

  7. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Huang Zi Tao : “Runaway, Burdened Rules”

  8. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

  9. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Zhang Yixing : “A Kind Healer”

  10. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA Chapter 1

  11. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  12. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  13. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s