History of MAMA : Character Profile : Kim Suho : “Two Sides, Flows”

History of “MAMA”

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96

Genre : Fantasy, Brothership, Friendship, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA-

Character Profile :

Kim Suho : “Two Sides, Flows”

Suho

Summary :

‘Lihatlah saja gerhana itu dengan mata telanjang, gerhana itu tidak akan membutakan matamu, sebaliknya kau akan mendapatkan kekuatan dari gerhana tersebut’
A/N :
Author is back(?)… yeah.. ngelihat views sebelumnya bikin Author seneng walaupun just viewers, ga ad coment, huhu~ tapi gwenchana, Author tetap bahagia.

untuk part sebelumnya prolog + chanyeol caracter profil, kris character profile

-***-

“Kim Suho…”

“Ye Seongsangnim..”

“Tolong bawakan buku tugas teman-temanmu ke mejaku”

“Ne, Algeusimida” Jawab Murid bernama Kim Suho itu kemudian menjalankan perintah dari gurunya.
Begitulah keseharian pria bernama Kim Suho itu, selalu mondar-mandir ke ruang guru, bukan karena dia melanggar peraturan, namun karena dia adalah salah satu murid teladan di Seoul High School, disamping itu prestasinya yang membanggakan membuat guru-guru menaruh perhatian sedikit berlebih kepadanya.

Tidak berhenti sampai di para guru saja, perhatian sedikit berlebihan juga didapatkannya dari yeoja-yeoja yang ada disekolahnya, tentu saja perhatian ini dia dapatkan bukan hanya sekedar karena prestasinya, namun juga didukung oleh wajah tampan dan angel-like smile.nya bukan hanya dari teman-teman seangkatannya, namun juga dari para hoobae, seandainya kalau dia tidak berada ditingkat akhir Seoul High School mungkin dia juga akan menjadi rebutan para noona seperti dua tahun lalu.

“Kim Suho!!!” Seorang pria memanggil Suho kemudian menepuk punggungnya.

“oe? Jinwoonie?”

Pria bernama Jinwoon itu kemudian tersenyum dan merangkul pundak Suho.

“Ya!!! Jangan merangkulku, kau taukan aku paling tidak suka kalau merangkulku, karena aku…”

“Iri dengan tinggi badanmu, oh c’mon, berapa kali kau mengatakan itu kepadaku Suho-yah?” Potong Jinwoon sebelum Suho sempat melanjutkan kata-katanya.

“Kalau kau sudah mengerti kenapa kau tetap merangkulku?” Kata Suho sambil mempoutkan bibirnya.

“Karena aku ingin membisikimu sesuatu”
“Mwo?”

“Kau mau ke club nanti malam?” Bisik Jinwoon ditelinga Suho.

“Neo micheosseo? Bagaimana kalau appaku tau? Bisa-bisa aku dirajam olehnya”

“Hey hey hey…. Calm down, dude… kenapa kau terus hidup dalam ketakutan akan appamu itu? Kau sudah tingkat akhir sekolah sekarang, apa kau tidak ingin membuat memori indah dengan teman-temanmu?”

Suho terdiam sejenak, dia tampak berpikir, melihat Suho yang seperti itu membuat Jinwoon menyeringai, dia yakin Suho akan ikut malam ini.

“Jinwoon-ah, sebelumnya aku berterima kasih atas tawaranmu, tapi aku rasa itu tidak perlu, aku tidak mau. Anneyeong!” Kata Suho kemudian meninggalkan Jinwoon yang hanya melongo karena tidak percaya ajakannya ditolak.

“Ya!!! Kim Suho!!! Akan ku pastikan kau menyesal karena tidak mau menerima ajakanku!!!” Teriak Jinwoon marah-marah yang menyebabkan dia mendapatkan seluruh perhatian dari siswa lain yang kebetulan ada disekitarnya.

Suho hanya diam dan terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan teriakan-teriakan Jinwoon.

-***-

Bel pulang pun berbunyi, Suho merapikan bukunya kemudian memasukkannya kedalam tas, setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, dia berjalan keluar kelas, tangannya mengenggam ponsel kemudian mngetikkan beberapa kata disana. Tidak lama kemudian ponselnya pun bergetar. Dilihatnya nama yang tertera di layar ponselnya itu kemudian dia menekan tombol answer.

“Ye Ahjusshi, gamsahamida”

Dia memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya kemudian segera berjalan ke pintu gerbang, dilihatnya seorang pria tua yang sangat dikenalnya berada disamping mobil Mercedes Benz milik appanya. Suho tersenyum kemudian berlari kearah pria tua itu.

“Ahjusshi sudah lama menungguku?” Tanyanya setelah sampai didepan pria tua itu.

“Aniyo, Ahjussi juga baru saja sampai saat mendapatkan sms dari tuan muda”

“Ahh.. geure? Apa appa ada di rumah?”

“Aniyo, tuan besar sedang menghadiri seminar daerah Gyeonggi-do”

“oh… kalau eomma?”

“Nyonya besar sedang mengadakan rapat para guru SMA di Daegu”

“Mereka selalu saja sibuk sehingga jarang memperhatikanku, tapi jika aku membuat kesalahan sedikit saja mereka akan menghukumku seakan-akan aku ini bukan anaknya” Suho menunduk, matanya mulai berkaca-kaca, pria tua yang ada didepannya ini sangat mengerti perasaan Suho karena dia sudah merawat Suho sejak kecil, maka dari itu sebelum Suho meneteskan air matanya pria tua itu mengajak Suho untuk masuk ke dalam mobil.

“Tuan muda, ayo kita masuk mobil” Suho menatap pria tua itu masih dengan mata yang berkaca-kaca.

“geure..”

-***-

Selama perjalanan pulang Suho hanya diam, memang tidak satu-dua kali Suho seperti ini, namun kali ini sepertinya rasa sakit hatinya sudah hampir menuju puncaknya, pria tua yang ada disampingnya pun mulai resah, dia berkali-kali melirik ke arah Suho kemudian berkonsentrasi lagi ke jalan.

“Tuan muda…” Ucap pria tua itu memecah keheningan.

“Ne?” Sahut Suho tanpa menoleh ke arah supirnya itu.

“Apakah tuan muda tahu besok akan terjadi gerhana matahari?”

“Molla, dan aku tidak perduli.” Jawab Suho dingin, supirnya hanya menghela nafas berat mendengar jaaban tuannya ini.

“Benar tuan tidak perduli? Bukankah dari kecil tuan paling suka dengan hal-hal yang bebau ilmu pengetahuan alam?” Pria tua itu terus saja berusaha mengalihkan perhatian Suho.

“Molla, Aku sedang malas”

“Tapi besok adalah gerhana yang langka tuan, besok katanya adalah gerhana terlama sepanjang masa.”
Suho mulai tertarik, dia melihat ke arah pria tua itu kemudian bertanya.

“Jinjjayo?” Pria tua itu tersenyum, dia berhasil mengalihkan perhatian Suho.

“Ne”

“Dari mana Ahjushi tau?”

“Saya melihat beritanya tadi pagi, dan katanya gerhana matahari itu akan sangat terlihat jelas di Korea”

“Jinjjayo??? Aku ingin sekali melihatnya” Pria tua itu semakin tersenyum karena kesedihan tidak lagi terlihat di wajah tampan tuan mudanya itu.

“Gerhana matahari itu akan terjadi saat siang hari, dan bukankah besok adalah hari Minggu? Tuan bisa melihatnya secara langsung”

“Benar juga, oh iya Ahjussi, appa dan eomma apakah akan sibuk besok? Aku ingin melihatnya dengan mereka besok”

Pria tua itu tersentak mendengar pertanyaan tuan mudanya itu, dia pikir tuannya sudah tidak memikirkan masalah orang tuanya, namun tidak, anak muda ini sangat ingin mendapatkan perhatian orang tuanya, batin pria tua itu, dia tidak tega untuk mengatakan bahwa orang tua Suho akan berangkat ke Jepang nanti malam.

“Mollayo tuan,”

“Hmm.. akan aku tanyakan ke mereka langsung saja nanti kalau mereka sudah pulang”

-***-

Waktu menunjukkan pukul 7 malam, seorang pria betubuh mungil hanya menatap makanan yang ada di depannya tanpa ada sedikitpun niat untuk menyentuhnya. Berkali-kali diliriknya jam dinding yang tergantung di salah satu pojok ruangan. Dia bahkan sudah berkali-kali mengehembuskan nafas berat.

“Tuan muda..” Seorang pria tua menyadarkan pria mungil itu dari kegalauannya.

“oe? Shin Ahjussi?”

“Kenapa tuan muda belum memakan makan malam tuan?”

“Aku akan makan kalau appa dan eomma sudah pulang, aku ingin makan bersama mereka.”

Shin Ahjussi hanya mengehembuskan nafasnya berat.

“Tuan muda… Tuan dan nyonya Kim saat ini sedang berada di perjalanan menuju Jepang, mereka baru saja mengabari saya lewat telepon”

“MWO??!” Teriak Suho, Shin Ahjussi tersentak karena seumur hidupnya baru kali ini dia mendengar Suho berteriak.

“Tu.. Tuan muda…” Shin Ahjussi berusaha menenagkan Suho namun tidak berhasil, Suho bahkan membanting seluruh benda yang ada di atas meja makan, membuat Shin Ahjussi lagi-lagi tersentak melihatnya, bukan hanya itu saja, Suho bahkan membanting meja makan yang terbuat dari kaca itu hingga pecah menjadi berkeping-keping.

Shin Ahjussi hanya mematung di tempatnya, Suho yang dikenalnya selama ini tidak seperti ini, Suho yang dikenalnya hanyalah seorang pria kecil yang mudah takut dan mempunyai senyum malaikat, Namun semua itu berubah hanya dalam satu malam.
Setelah membanting meja kaca itu Suho tertunduk, dia kemudian memandang hasil perbuatannya itu, dia menundukkan wajahnya lagi kemudian menangis, Shin Ahjussi yang melihat tuan mudanya seperti itu membuat hatinya juga miris, dia mendekati pria mungil itu kemudian memeluknya.

“Menangislah tuan muda, saya tau ini sangat sulit bagi anda”

“Ahjussi… Wae?? Wae?? Kenapa mereka tidak pernah punya waktu untukku bahkan hanya untuk sekedar makan malam?”

“Mereka sibuk karena untuk membiayayai tuan, mereka sibuk karena menyayangi tuan”

“Anniyo!!! Mereka sudah punya perusahaan masing-masing dan sukses, bahkan bisa saja mereka hanya duduk dan menerima uang dari hasil perusahaan mereka, mereka bahkan sebenarnya tidak perlu menjadi seorang guru dan pofesor, yang seharusnya mereka lakukan adalah memperhatikanku! Bukan hanya menghukumku ketika aku melakukan kesalahan, walaupun kesalahan yang aku lakukan hanyalah kesalahan kecil!!”

“Tuan muda.. tenanglah..” kata Shin Ahjussi semakin mngeratkan pelukannya terhadap Suho.

“Apakah Ahjussi ingat ketika aku tidak sengaja meminum alkohol yang bahkan aku tidak tau kalau itu alkohol karena aku ditipu oleh temanku sehingga aku mabuk? Mereka menghukumku dengan menyuruhku tidur di samping kandang anjing diluar rumah! Apa ahjussi ingat itu? Kalau saja ahjussi tidak memberikanku selimut hangat dan susu dan menemaniku, mungkin saja aku sudah mati karena malam itu turun salju! Apakah aku ini benar-benar anak mereka?” Shin Ahjussi hanya diam mendengar semua perkataan pria mungil didepannya ini, hatinya sangat sakit mengingat kejadian dua tahun lalu itu. Bahkan rasanya dia ingin menampar kedua orang yang menyebabkan pria mungil ini hampir mati kalau tidak mengingat mereka adalah orang yang selama ini menggajinya.

“Ahjussi…” Kata Suho lirih.

“Ye tuan muda?”

“Apakah salah jika aku menginginkan mereka mati?”

“Tuan muda, jangan mengatakan hal seperti itu, bagaimanapun mereka adalah oang tua tuan muda, tanpa mereka tuan tidak akan pernah ada”

“Aku tidak peduli, kalau mereka mati tidak akan ada lagi yang menyiksa fisik dan batinku, aku juga bisa mengurus perusahaan, jadi aku tidak peduli kalau mereka mati!!!”

Shin Ahjussi tercengang mendengar perkataan pria mungil yang ada di depannya ini, setan apa yang merasuki pikiran pria ini sehingga membuatnya berkata seperti itu.

“Tuan muda, anda bukanlah tuan muda yang saya kenal”

“Mungkin karena aku sudah terlalu sakit hati, sekarang yang ku inginkan hanyalah kematian mereka” Kata Suho datar dengan ekspresi yang sangat dingin.

“Tuan Muda…..”

“AKU INGIN MEREKA MATI!!!”

DHUARRR!!!

Bersamaan dengan teriakan Suho sebuah petir pun membelah langit Kota Seoul, orang-orang tersentak kaget, mereka heran, kenapa di langit yang cerah tiba-tiba sebuah petir menyambar?

Shin Ahjussi juga tersentak mendengar suara petir itu, dia kemudian menatap Suho yang hanya menatapnya datar, kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat ruang makan yang berantakan kemudian memanggil pembantu yang lain untuk membersihkan kekacauan yang ada disitu. Shin Ahjussi tidak tau bahwa ketika petir tadi menyambar terjadi fenomena aneh di perairan laut Jepang, tiba-tiba sebuah ombak yang sangat tinggi muncul dan menarik pesawat yang kebetulan lewat diatasnya, pesawat asal Korea dengan tujuan Jepang itu akhirnya tertelan oleh air laut. Pesawat yang didalamnya terdapat dua orang yang kehadirannya tadi sangat dinanti untuk sekedar makan malam bersama, Tuan dan Nyonya Kim.

-***-

Suho menggeliat diatas kasurnya, dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 4 pagi, kepalanya terasa sangat pening, namun dia berusaha mngabaikannya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali agar pandangannya jelas, dia meraih remote tv yang ada di ranjangnya kemudian menyalankan tv yang ada di kamarnya, dia memindah-mindahkan channel mencari tayangan yang menarik di dini hari saat ini, pilihannya berhenti pada channel yang menayangkan berita tentang kecelakaan pesawat Korea menuju Jepang yang terjadi kemarin malam yang memakan dua orang korban nyawa, yaitu sepasang suami istri bernama Kim Jaehyun dan Kim Dahye, Suho tersentak. Kim Jaehyun dan Kim Dahye…. kenapa nama mereka mirip dengan nama orang tuanya? Apa jangan-jangan yang mennggal itu benar orang tuanya? tidak lama kemudian telepon rumah yang ada dikamarnya berdering. Suho pun menoleh ke arah telepon itu kemudian mengangkatnya.

“Yoboseyo?”

“Apa benar ini kediaman tuan Kim Jaehyun?”

“Ne,”

“Apa benar ini adalah saudara Kim Suho?”

“Ne, nuguseyo?”

“Saya adalah kepala polisi Seoul, jenazah orang tua anda saat ini sudah ada di rumah sakit Seoul, apakah anda bisa kesini?”

DEG

Untuk sesaat jantung Suho sepert berhenti sesaat, ternyata memang benar kedua orang itu adalah orang tuanya.

“Saya akan kesana sekarang juga”

-***-

Suho hanya mematung melihat dua tubuh yang terbujur kaku itu, disampingnya Shin Ahjussi hanya bisa mengelus-ngelus punggung Suho berharap itu dapat sedikit memberikannya rasa nyaman.

Tidak lama kemudian handphone Shin Ahjussi berdering, Shin ajhjussi telihat bercakap-cakap sebentar dengan orang yang ada diseberang telepon, setelah telepon ditutup Shin ahjussi menepuk pundak Suho, Suho hanya menoleh dan memasang wajah ‘ada apa’.
Shin Ahjussi menghela nafas kemudian berkata kepada Suho

“Pemakaman sudah siap tuan muda”

Suho tidak menjawab, dia kemudian kembali melihat dua jasad yang sudah kaku didepannya.

-***-

Suho hanya diam dipemakaman, dia tidak perduli orang-orang yang berbela sungkawa untuknya, dia juga tidak sedikitpun mengeluarkan air mata, nampaknya baju serba hitam yang dipakainya saat ini hanyalah sekedar penutup tubuh dari hawa dingin awal musim gugur, dia hanya diam, sehingga membuat orang-orang menebak bagaimana perasaannya saat ini.
Setelah pemakaman selesai, Suho masih diam mematung disamping dua pusara yang ada di depannnya.

“Tuan Muda…”

Tidak ada jawaban.

“Tuan muda….” Panggil Shin Ahjussi kali ini dengan menepuk pundak Suho, Suho hanya menoleh.

“Meri kita pulang” Ajak Shin Ahjussi.

“Berikan aku kunci mobilnya”

“Ye????”

“Berikan aku kunci mobilnya, apa ahjussi tidak dengar?” Kata Suho sedikit membentak.

“Untuk apa tuan muda?”

“Aku ingin keatas bukit di belakang Inha University, aku ingin melihat gerhana”

“Tapi tuan…”

“Aku tidak akan macam-macam, bukankah ahjussi tau kalau aku adalah anak baik-baik?” kata Suho sambil menyeringai, Shin Ahjussi kaget, lagi-lagi sisi Suho yang berbeda muncul, sisi yang sangat bertolak belakang dengan Suho biasanya, kali ini Suho bahkan menyeringai, seringaian yang dalam sedetik bisa membuat kaki seperti tidak berpijak pada tanah, sangat menyeramkan.

Shin Ahjussi pun memberikan kunci mobil kepada Suho, Suho menerimanya dengan tersenyum, senyum malaikatnya, bukan seringaian seperti tadi, dia segera berjalan menuju mobil yang diparkir tidak jauh dari pemakaman dan kemudian pergi meninggalkan Shin Ahjussi yang masih shock melihat dua kepribadian Suho yang berbeda dalam waktu singkat.

-***-

Suho PoV

Aku memarkirkan mobilku di parkiran Inha University, banyak yang dosen yang mengenalku karena appaku adalah salah satu profesor disini, mereka melihatku kaget, mungkin mereka berpikir kenapa bisa-bisanya aku disini sedangkan orang tuaku baru saja dimakamkan tadi pagi? Aku tidak peduli dengan tatapan mereka, sekarang aku hanya fokus untuk melangkahkan kaki ku ke tempatku biasanya, tempat ilalang dengan kubangan air ditengahnya, bahkan aku telah menaruh meja dan kursi disana khusus untuk tempatku menenangkan pikiran sekaligus menambah pengetahuan.

Setelah beberapa saat berjalan akhirnya aku sampai ke tempat itu, aku melihat ada beberapa buku disana, buku yang sengaja aku tinggalkan, aku pun mulai duduk dan mengambil salah satu buku dan mulai membacanya. Setidaknya mengisi waktu sambil menunggu fenomena paling hebat abad ini. Baru membaca empat lembar buku tiba-tiba langit mulai gelap, aku baru saja akan menoleh ke arah langit saat aku menyadari bahwa aku tidak membawa kaca mata hitam, aku meruntuki kebodohanku, bagaimana mungkin aku bisa lupa membawa kacamata untuk fenomena yang sangat jarang terjadi ini.

‘Lihatlah saja gerhana itu dengan mata telanjang, gerhana itu tidak akan membutakan matamu, sebaliknya kau akan mendapatkan kekuatan dari gerhana tersebut’

Aku mendengar sebuah bisikan asing ditelingaku, membuatku mendapatkan goosebump, tapi apa salahnya aku mencoba untuk melihat gerhana itu dengan mata telanjang? Toh jika aku buta, aku akan mudah mendapatkan donor mata karena orang tuaku yang kaya.
Aku menengadahkan wajahku melihat langit yang mulai gelap, aku melihat pergerakan bayangan hitam yang perlahan mulai menutupi matahari, dan benar saja, aku sama sekali tidak merasakan keanehan pada mataku, everything seems normal.

“Gosh, this is amazing” ucapku sambil terus saja melihat ke arah gerhana.

Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku, bukan mata, tapi dadaku, apalagi saat bayangan hitam itu hampir menutupi seluruh bagian matahari, dadaku terasa sakit, membuatku hampir susah untuk mendapatkan asupan oksigen, aku memegangi dadaku yang makin terasa sakit ketika seluruh bagian matahari sudah tetutupi dengan sempurna. Ini sangat sakit, aku tidak yakin mampu menahannya.

“AAKKKHHHH!!!!!”

Suho PoV end

Pria bertubuh mungil itu terjatuh, matanya terpejam, dia pingsan, tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari leher sebelah kanan leher dan punggung tangannya, beberapa saat kemudian cahaya itu hilang namun meninggalkan sebuah tanda di tempat yang bersinar tadi, tanda berbentuk hexagon di lehernya dan tanda seperti tetesan air dipunggung tangan kanannya.

Bayangan hitam yang menutupi bagian matahari mulai menghilang, bersamaan dengan kejadian tersebut, mata pria mungil itu perlahan-lahan terbuka sedikit demi sedikit, dia menutupi matanya karena cahaya matahari terlalu kuat dengan tangan kanannya, namun dia malah kaget karena ada tanda asing ditangannya, seketika ia terduduk dan memandangi tanda tersebut.

‘Apa ini?’ Pikirnya, ditatapnya tanda itu dengan dahi mengkerut, menandakan bahwa saat ini dia kebingungan.

“MAMA…. kali ini Tree of Life menghendaki bahwa kalian akan mendapat sebagian kekuatan kalian ketika gerhana sang Dragon terjadi, hanya sebagian karena tujuannya hanyalah agar kalian dapat melindungi diri dari Ryuk, kekuatan penuh kalian akan kalian dapatkan ketika gerhana kalian terjadi”

Lagi-lagi Suho mendengar suara-suara aneh namun dapat didengarkan dan dimengerti dengan jelas. Jujur saja saat ini dirinya sangat merasa takut, sangat amat sangat takut, apa itu MAMA? Kekuatan apa? Apa itu Tree of Life? Siapa itu Ryuk? Berbagai macam pertanyaan kini terlintas dipikirannya, tapi sepertinya dia pernah mengetahui istilah MAMA dan Tree of Life, Suho mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah melihat atau mendengar istilah tersebut.

“Aaahh!!! Buku yang baru aku baca tadi!!!!”

Suho langsung bangkit dan berdiri, dia sedikit merasa tidak nyaman karena saat pingsan tadi dia terjatuh tepat dikubangan air sehingga sebagian pakaiannya basah sekarang. Dia duduk di kursi kecil yang ada disitu, dia mulai membuka lembar demi lembar buku yang terakhir dibacanya itu, di dalamnya memang ada tanda-tanda aneh beserta penjelasannya, sampai akhirnya dia membuka halaman dengan lambang yang sama seperti di punggung tangannya.

Droplet… MAMA dengan kekuatan mengontrol air, bahkan dapat membuat air dari udara kosong, mama yang membawa setengah jantung Tree of Life, setengah lainnya di bawa oleh sang leader, Dragon, Droplet adalah leader kedua selain Dragon, mempunyai kepribadian yang bisa

sangat berbeda dari kelakuan biasanya jika sedang kecewa atau marah…”

Suho berhenti membaca, dia tercekat.

‘…mempunyai keprbadian yang bisa sangat berbeda dari kelakuan biasanya jika sedang kecewa atau marah’

Kalimat itu Suho kembali mengingat kejadian kemarin malam saat dia sangat kecewa kepada kedua orang tuanya, tepatnya adalah kejadian tertariknya pesawat oleh ombak laut, sangat aneh, bagaimana mungkin ombak laut bisa meraih pesawat yang terbangnya bahkan bisa mencapai puncak gunung tanpa menimbulkan tsunami? Jangan-jangan….

“Memang kau yang membunuh orang tuamu walau tanpa kau sengaja” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Suho, Suho melihat sekeliling namun tidak melihat siapapun, Suho mulai merasa takut lagi.

“Kau tidak akan bisa melihatku, Droplet... kau hanya bisa mendengar suaraku”

Suho makin takut, dia ingin pergi tapi sepertinya kakinya tak lagi punya kekuatan, dia hanya diam di tempatnya sambil melihat sekeliling.

“Nu… Nuguseyo?” Akhirnya Suho membuka mulutnya walaupun sangat ketakutan.

Aku Rye, salah satu bagian jiwa Guardian Aiden, kau bisa melihatku kalau kau sudah menyentuh jantung Tree of Life”“Jantung Tree of Life?”

Tanya Suho sambil melihat sekeliling, karena dia tidak tau dimana posisi Rye, bahkan sebenarnya hatinya tidak yakin kalau saat ini dia sedang berbicara dengan seseorang.

“Buka halaman terakhir buku itu, setelah kau lihat tanda hexagon dibelakangnya letakkan tanganmu diatasnya dan pejamkanlah matamu”
Suho tidak menjawab apapun, dia hanya menuruti perintah Rye, tiba-tiba sebuah cahaya keluar dari buku itu kemudian muncul sebuah kalung dengan lambang hexagon dari dalamnya.

“Buka matamu, Droplet”

Suho membuka matanya, dia mengeritkan keningnya, dia heran kenapa ditangannya tiba-tiba ada kalung dengan bandul berbentuk aneh seperti itu.

“Pakailah kalung itu” Perintah Rye.

Suho pun memakainya, kemudian dilihatnya seorang pria mungil sama seperti dirinya memakai baju serba putih, rambutnya berwarna blonde namun bercahaya, dia tersenyum kepada Suho.

“Kau bisa melihatku sekarang?” Tanya Rye.

“Ne,”

“Baguslah, kau bisa memanggilku Ryeowook kalau Rye terlalu sulit untukmu, oh iya, panggil aku hyung, karena kudengar Korea sangat terkenal dengan manner-nya. Kau pasti taukan aku lebih tua darimu? Bahkan sebenarnya aku sudah sangat tua, aku sudah berumur 371 abad”

“Ne??? 371 abad?”

“Hmm.. wae?”
“Anda terlihat sangat muda, anda masih seperti berusia sekitar 25 tahun”

“Yaaahh.. tampan dan awet muda memang keistimewaan para penjaga Tree of Life, itu keistimewaanmu juga, kau tau? Aku sudah sangat lama menunggumu dan 11 The chosen one yang lain, Phoenix dan Dragon aku rasa sudah bisa mengatur dirinya sendiri karena saat aku mengawasi mereka, mereka terlihat baik-baik saja, aku muncul kepadamu karena kemarin kau membunuh orang tuamu walau tanpa sengaja, maka dari itu aku merasa perlu disampingmu, untuk mengontrol emosimu tentunya”

Cerwet sekali pria ini’ Batin Suho.

“Hey… aku bisa membaca pikiranmu, biarkan saja aku cerewet, cerewet itu perlu, karena selama lebih dari 300 abad aku tidak berbicara pada siapapun”

“Ne?? Tidak bicara dengan siapapun selama 300 abad? Bagaimana mungkin?”

“Begini… dulu aku ini tidak ada, kemudian saat terjadi perang antara Dark Lord dan para guardian Tree of Life, guardian Aiden akan tau bahwa para guardian tidak akan menang, oleh karena itu dia menciptakan kalian para MAMA untuk menggantikan para guardian untuk menjaga Tree of Life, kalian diciptakan dari 12 buah Tree of Life dengan lambang yang berbeda, oleh karena itu kalian mempunyai kekuatan yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, sedangkan aku , aku diciptakan sebelum kalian, aku diciptakan dari sebagian jiwa guardian Aiden, tujuan penciptaanku adalah agar guardian Aiden tidak musnah seluruhnya, dia memberikan seluruh pengetahuan dan kekutannya kepadaku dihari dia dibunuh oleh Dark Lord, jadi sebenarnya guardian Aiden belum mati, dia masih ada, namun dia harus dibangkitkan kembali, caranya adalah dengan meneteskan sedikit darah dari 12 MAMA yang diteteskan kepadaku, namun aku harus berubah dulu menjadi Black Pearl, dan kau tau? Aku sudah menunggu kalian selama 300 tahun lebih agar guardian Aiden dapat dibangkitkan kembali.”

“Setelah itu?”

“Setelah itu aku tidak akan ada lagi, kecuali jika guardian Aiden menciptakanku kembali”

“Jwesonghaeyo..”

“Tidak apa-apa, itu memang sudah takdirku, oh iya, ngomong-ngomong kau mengerti apa yang aku katakan panjang lebar tadi?”

“Hehe.. ada yang masih belum kumengerti, siapa guardian Aiden itu? Lalu apa hubunganku dengan semua itu?”Ryeowook menepuk keningnya.

“Aigoo, Droplet…. kau itu salah satu MAMA yang ditugaskan untuk mengembalikan jantung Tree of Life ke tempat asalnya beserta 11 The Chosen one yang lain, guardian Aiden itu adalah guardian yang terkuat dan tercerdas, satu-satunya guardian yang tersisa saat peperangan melawan Dark Lord namun akhirnya dia ikut terbunuh juga, namun dia tidak sebodoh itu, dia menciptakanku agar dia tidak sepenuhnya musnah, dengan kata lain aku adalah investasi jiwanya, arrachi?”

“Ah…. ne, tapi hyung, sebaiknya hyung memanggilku Suho saja, memanggilku Droplet terdengar sangat aneh”

“Geure… keunde, Suho-ya, apa kau tidak risih dengan pakaian basahmu itu?”

“Ah… matta, eottokajyo?”

“Hilangkan saja airnya”

“Ne? Dikeringkan maksudnya?”

“Ani, kau itu pengendali air, tarik saja airnya keluar dari bajumu, maka bajumu akan kering”

“Apakah aku bisa?”

“Geurom, kau sangat penakut, tapi kau sangat menyeramkan ketika marah, cepat lakukan, palli!!!”

“Ne.. Algeusimida”

Suho membuang nafas beratnya, dia memejamkan mata mencoba berkonsentrasi, dia membuka matanya lagi dan kemudian mulai menggerakkan tangannya, matanya terbelalak ketika melihat air keluar dari bajunya, air itu mengumpul di depannya membentuk sebuah bola air.

“Hyung, setelah ini bagaimana?”

“Buang saja air itu ke kubangan kecil itu” Kata Ryewook sambil menunjuk kubangan air kecil didepan Suho, Suho menurutinya, dia membuang air itu ke kubangan.

“Daebak” Suho berguman kagum pada dirinya sendiri.

“Ini masih belum seberapa, kalau gerhanamu sudah muncul kekuatanmu akan penuh, ini baru sebagian saja, dan juga, sebenarnya kekuatanmu ini termasuk golongan yang biasa saja, kau belum melihat kekuatan the chosen one yang lain”

“Geureyo? Keunde, apa maksudnya gerhanaku?”

“setiap MAMA punya gerhana sendiri-sendiri, yang tadi gerhana matahari adalah gerhana Dragon, gerhana terkuat, dia juga MAMA terkuat, dia pemimpinmu, kalau gerhana Droplet aku rasa seminggu lagi akan terjadi, tapi gerhana bulan, bukan matahari, MAMA lain mendapatkan kekuatannya saat gerhana bulan, hanya Dragon yang mendapakannya saat gerhana matahari terjadi, oleh karena itu Tree of Life memutuskan untuk memberikan sebagian kekuatan para MAMA yang belum terjadi gerhananya ketika terjadi gerhana Dragon, karena ketika gerhana Dragon terjadi Prince Marcus akan sadar bahwa para MAMA akan kembali dan menyuruh Ryuk untuk membunuh kalian sebelum kalian bersatu”

“Prince Marcus? Ryuk? Siapa mereka? Lalu bagaimana mereka bisa tau kalau tadi adalah gerhana Dragon? Bukankan semua gerhana matahari itu sama saja?”

“Prince Marcus adalah pengganti Dark Lord, dia sepuluh kali lebih kuat dari Dark Lord itu sendiri, Ryuk adalah pasukan Prince Marcus, ada yang membedakan gerhana Dragon, gerhana itu lebih gelap, lebih lama, dan memberikan efek buruk bagi Dark Kingdom, sebagian dari rakyat Dark Kingdom akan mati tanpa alasan yang jelas, oleh karena itu Prince Marcus akan segera memerintahkan para Ryuk untuk mencari dan membunuh kalian ketika menyadari yang barusan terjadi adalah gerhana Dragon

“Seburuk itukah?”

“Hm, oleh karena itu mulai sekarang aku akan terus menemanimu dan berusaha secepatnya mencari MAMA lain, tapi sebaiknya aku mempertemukanmu dengan Dragon terlebih dahulu, karena dialah yang bertugas menyatukan para MAMA dengan lambangnya, oh iya, ngomong-ngomong jika aku sedang tidak denganmu dan kau menemukan orang yang mempunyai tanda hexagon di leher kanannya seperti punyamu itu maka dia adalah seorang MAMA, kau mengerti?”

“NE???? AKU PUNYA TATTOO DI LEHER????”

“YA!!!! Jangan berteriak-teriak, bukan tattoo, tapi lambang, lambang kebesaran seorang MAMA, palli, kita harus bertemu Dragon sebelum dia pergi”

“Hyung tau dimana Dragon?”

“Tentu saja, aku sudah mengawasinya sejak Phoenix bertemu dengannya pertama kali, dia sekarang ada dibukit ini, dengan si Phoenix, mereka ada dirumah tua, ppalli dtarawa”

Ryewook menarik lengan Suho kemudian menyeretnya untuk mengikutinya.

-***-

@Rumah Tua

“Chanyeol-ah irona….”

Kris menepuk-nepuk wajah Chanyeol, dia tidak mengerti kenapa Chanyeol bisa pingsan didalam rumah tua, yang dia takutkan adalah Chanyeol tidak sengaja terkena kutukan di rumah tua itu saat dia tidak ada tadi.
Perlahan Chanyeol membuka matanya, dia sesekali mengerjap, dia kaget saat menyadari dia ada dipangkuan Kris didalam rumah tua. Dia segera bangun dan menatap hyungnya itu.

“Kris hyung…”

“Ya neo gwenchana? Apa ada yang sakit? Kenapa kau tiba-tiba pingsan? Apa kau terkena kutukan?”

“Hyung!!! Kalau tanya satu-satu!!!”

“Mian.. mian.. tapi kau benar-benar tidak apa-apakan?”

“Nan gwenchana, jangan khawatir, dan aku tidak terkena kutukan”

“Lalu kenapa kau tiba-tiba pingsan?”

“Molla… saat tadi aku masuk aku baik-baik saja, malahan aku menemukan beberapa potongan Badge Stone, beberapa saat kemudian gerhana matahari terjadi, aku melihatnya dari lubang genteng itu” Kata Chanyeol sambil menunjuk sebuah lubang besar di atap.

“Lalu saat matahari hampir tertupi seluruhnya aku merasakan dadaku sakit, aku memeganginya sebentar lalu aku tidak tau lagi apa yang terjadi, bangun-bangun aku sudah ada dipangkuan hyung, tapi aku benar-benar tidak apa-apa, malah sekarang aku merasa lebih kuat.”

“Jinjja?”

“Hmm.. keunde hyung, apa sebaiknya kita keluar saja? Aku butuh udara segar, lagi pula sekarang kan kutukannya sudah hilang, jadi kita bisa kesini kapan saja”

“Geure geureom”

Kris mebantu Chanyeol berdiri, kemudian membersihkan kotoran yang menempel dipakaian dongsaengnya itu.

“Hyung,”

“Hmm???” Sahut Kris sambil terus membersihkan kotoran dipakaian Chanyeol.

“Tidak salah lagi, kau memang seorang Leader

Kris mengehentikan aktivitasnya kemudian menatap Chanyeol, menegakkan tubuhnya kemudian tersenyum.

“Ini bukan karena aku adalah seorang leader, ini hanyalah rasa tanggung jawab seorang kakak terhadap adiknya”

“Hyung….” Panggil Chanyeol dengan mata berkaca-kaca.

“Wae? Kenapa matamu berkaca-kaca? Apa matamu kemasukan debu?”

“Aniyo, aku hanya terharu, gomawo hyung!!! Saranghae…” Kata Chanyeol kemudian memeluk Kris.

“Sudahlah, lebih baik sekarang kita keluar” Kata Kris sambil melepaskan pelukan Chanyeol.

“ok!!”

Kris dan Chanyeol keluar dari rumah tua, mereka menghirup udara segar khas musim gugur, dada mereka rasanya sangat lapang, namun hanya sesaat, entah kenapa dada mereka tiba-tiba terasa sakit.

“Hyung…”

“Hm?”

“Apa dadamu terasa sakit juga?”

“Hmm-mm, sepertinya salah seorang MAMA lain ada disini”

“Anneyeonghaseyo…” tiba-tiba suara yang tidak mereka kenal terdengar, otomatis mereka berdua menoleh ke arah sumber suara.

“oe? Ah ne, anneyeong haseyo” Jawab Chanyeol kikuk.

Pria yang menyapa Chanyeol dan Kris itu mengulurkan tangannya, Kris dan Chanyeol pun menerima jabatan tangan dari pria asing didepan mereka, seketika rasa sakit didada mereka hilang, Kris dan Chanyeol pun saling berpandangan.

“Kau…” kata Kris terputus.

“Ne, aku adalah seorang MAMA, namaku Kim Suho, aku adalah Droplet

“MWO???? DROPLET????” Teriak Chanyeol.

“Chanyeol-ah, jangan berteriak,” Hardik Kris.

“Mianhe hyung, keunde, apakah kau benar-benar Droplet?

“Ne, mau kutunjukkan?” Suho kemudian menunjukan tanda hexagon di lehernya dan tanda droplet dipunggung tangannya, dia bahkan menunjukkan kemampuannya membuat air dari udara.Kris dan hanya melongo melihatnya.

“It’s impossible, Droplet’s eclipse has not happened yet, tapi kenapa kau sudah mendapatkan kekuatanmu?”

“Aku rasa aku bukan orang yang tepat untuk menjelaskankannya, Ryewook hyung!” Suho memanggil sebuah nama yang Kris dan Chanyeol tidak kenal, tiba-tiba seseorang muncul dihadapan mereka bertiga. Chanyeol yang sangat kaget hampir saja menginjak kaki Kris.

“Nuguseyo?” Tanya Kris.

“Namaku Rye, tapi agar lebih mudah panggil saja aku Ryeowook hyung”

Ryewook kemudian menjelaskan semuanya kepada Kris dan Chanyeol seperti yang dijelaskannya kepada Suho tadi, dia juga menjelaskan bahwa pencarian MAMA lain saat ini mungkin akan lebih mudah karena munculnya tanda hexagon di leher kanan para MAMA setelah gerhana matahari terjadi, juga tanda kekuatan mereka di punggung tangan kanan mereka walau gerhana mereka belum terjadi dan belum disatukan dengan lambangnya.

“Sekarang satukanlah Suho dengan lambangnya, kau membawanya kan, Kris?”

“Ne, saya selalu membawanya”

“Bagus, kalau begitu cepat lakukan!” perintah Ryewook.

Kris pun menyatukan Suho dengan lambangnya, sama seperti yang lain, suho merasa sesak didadanya namun menghilang saat lambang itu sudah menyatu dengan dirinya.

“Baiklah, mulai sekarang kita akan mencari MAMA lain bersama-sama, dan ingat juga, mereka harus menyentuh salah satu jantung Tree of Life yang ada pada kalian berdua” Ryeowook menunjuk Suho dan Kris.

“Waeyo? Bukankan yang penting adalah penyatuan lambang mereka?” Tanya Suho.

“Tapi kehadiranku juga penting kan? Aku tidak mau mereka tidak melihatku karena belum menyentuh jantung Tree of Life itu” kata Ryeowook sambil mempoutkan bibirnya.

“Aigoo…” kata Suho dan Chanyeol kompak.

“Childish” Tambah Kris. Disertai dengan anggukan Chanyeol dan Suho.

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “History of MAMA : Character Profile : Kim Suho : “Two Sides, Flows”

  1. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Kim Jongin : “Dark Side, Hidden Angel”

  2. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Do Kyungsoo : “Fear of Beast, Incridible”

  3. Kya!! Apa jinwoon yg dmksd td itu adl jung jinwoon. Abang JJW kapan terakhir aku baca ff yg ada nama kamu. Aduh aku gak nyangka ada yg satu ide ama aku .gmn jadinya kalo suho tiba2 nyasar ke 91lines. Walaupun dsn cm ada abang jjw doank buat perbandingan tinggi bdan lagi. Aduh. Ok keep write

  4. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : “Xi Luhan : A Perfect Flower Boy”

  5. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

  6. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Minseok : “Her Betrayal, His Revenge”

  7. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Jongdae : “Mother Loves Remain Forever”

  8. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Huang Zi Tao : “Runaway, Burdened Rules”

  9. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

  10. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Zhang Yixing : “A Kind Healer”

  11. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA Chapter 1

  12. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  13. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  14. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

  15. Ya ampun suho… Bisa2nya dia ga nyesel sm apa yg dilakukannya hehe
    Aku takutnya nanti suho yg jadi jahat lg, dia kn klo marah gawat bgt.. Jgn2 dia yg bisa bunuh orang hny melalui tatapan mata?
    Ahhh penasarannnn 😀
    Menakjubkan thor ceritanya ini aja baru depannya ya, aplg lgsung ke history nya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s