[One Shoot] Bloody Pictures

Bld pic

Bloody Pictures

Title : Bloody Pictures

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre :Horror, Fantasy

Lenght : One-shoot

Cast :

–          Kai EXO

–          D.O EXO

–          Leeteuk Super Junior

-***-

A/N:

Entah dapet wangsit dari mana author tiba-tiba kepikiran bikin FF one-shoot yang ber-genre horor, tapi ya maap kalo misalnya nih FF kagak serem, ._.v

Happy Reading aja ya ^^

-***-

Siang itu seorang namja sedang tertidur di kelasnya, dia sama sekali tidak menengarkan penjelasan guru di depan, mungkin karena pelajaran kali ini adalah pelajaran yang kurang disukainya sehingga membuat dia malas untuk memperhatikan.

“Do Kyungsoo!!!” Teriak guru tersebut pada akhirnya, Kyungsoo yang kaget mendengar teriakan gurunya pun bangun dan langsung duduk tegap, teman-teman sekelasnya pun sontak mentertawainya.

“Yang lain diam!!” Perintah guru tersebut, sedetik kemudian kelas pun diam.

“Do Kyungsoo.. kau maju ke depan!” perintah guru itu lagi.

Dengan berat hati Kyungsoo meninggalkan tempat duduknya dan maju ke depan, setelah sampai di depan Kyungsoo hanya bisa menunduk.

“Do Kyungsoo….”

“Ne seosangnim” jawab Kyungsoo masih sambil menunduk.

“Berdiri di depan kelas sampai jam ku berakhir”

“N..Ne..” Kyungsoo dengan terpaksa berdiri di depan kelas, sesekali teman sekelasnya menggoda tanpa mengeluarkan suara, membuat Kyungsoo semakin jengkel. Untuk mengalihkan rasa jengkelnya Kyungsoo melihat keluar kelas lewat jendela, terlihat olehnya rumah tua yang sudah lama tidak berpenghuni, mulai dari dia pertama kali memasuki SMA sampai sekarang dia hampir lulus rumah itu masih saja kosong, Kyungsoo heran, sebenarnya rumah itu sangat megah jika saja ada yang mau merawatnya, tapi kondisi rumah itu sekarang…. bahkan tidak ada kata yang mampu menggambarkan betapa tidak terawatnya rumah itu.

Sekolah di pinggiran kota terkadang memang tidak mudah, sering kali terjadi kejahatan, transportasi sulit, banyak terdapat rumah tua, ataupun hal-hal aneh lain, apalagi sekolah yang Kyungsoo saat ini mempunyai rumor bahwa sekolah ini berhantu, memang Kyungsoo akui bangunan sekolah ini memang sudah tua, tapi rumor tentang hantu….. Kyungsoo rasa itu hanya bualan belaka, karena selama sekolah disini tidak sekalipun Kyungsoo mendengar atau mengalami sendiri kejadian aneh.

Bel berbunyi, menandakan pergantian pelajaran, Kyungsoo tersenyum cerah, hukumannya sudah berakhir. Kyungsoo kembali duduk ke tempatnya setelah sebelumnya meminta maaf kepada gurunya karena tidur, Kyungsoo menyandarkan punggungnya sambil bermain bolpoint, beberapa saat kemudian seorang guru masuk ke dalam kelas Kyungsoo, Kyungsoo mengerenyit, ini bukan guru sejarah yang biasanya mengajarnya.

“Anneyeonghaseyo…” Sapa guru itu

“Anneyeonghaseyo…” jawab murid-murid kompak.

“Kalian pasti belum mengenalku ‘kan? Perkenalkan namaku Park Jungsoo, tapi biasa di panggil Leeteuk, aku menggantikan Kim Youngman ssi mengajar sejarah karena Kim Yongman ssi pindah ke luar kota, ada yang ingin kalian tanyakan?”

“Saya!” Seorang murid yeoja mengangkat tangannya.

“Ya silahkan…”

“Saem… berapa umur anda? Lalu, apaah saem sudah menikah?”

“hhuuuuuu!!!!” murid murid kelas mengolok-olok pertanyaan yeoja itu.

“Sudah-sudah, tidak ada salahnya bertanya seperti itu” Kata Leeteuk kemudian. Murid-murid pun diam. “Umurku baru menginjak 30 tahun dan belum menikah” Jawab Leeteuk kemudian sambil tersenyum.

Terdengar jeritan kecil dan tetahan dari beberapa yeoja di kelas itu, sebagian dari mereka juga berbisik-bisik setelah mendengar jawaban Leeteuk.

“Uwwahhh… masih muda, tampan, pintar lagi, aku harap dia juga kaya” bisik seorang yeoja kepada temannya, bisikan itu terdengar oleh Kyungsoo, Kyungsoo hanya mengalihkan pandangannya, dia sama sekali tidak tertarik.

“Baiklah…. untuk pertemuan kita kali ini apa yang harus aku berikan kepada kalian? Kita langsung ke materi atau mau mendengar sedikit cerita dariku?” Tawar Leeteuk.

“Cerita saja saem!! Kita bosan kalau pelajaran terus!!” Kata salah seorang murid

“Iya saem cerita saja!!” Tambah murid lain, murid-murid pun mulai gaduh menyuruh Leeteuk untuk bercerita.

“Baiklah baiklah… saya akan bercerita, tapi saya mohon jangan gaduh” murid-murid menurut, mereka diam. “Saya akan bercerita tentang sekolah ini rumah kosong disebelah sekolah kalian, apakah kalian mau?” Kata Leeteuk sambil menunjuk ke arah rumah kosong yang sedari tadi di pandangi oleh Kyungsoo, mendengar itu Kyungsoo akhirnya mengalihkan perhatiannya kepada guru barunya itu.

“Ne!!!!!” Jawab murid-murid kompak.

“Baiklah kalau begitu, dulu di sekolah ini terdapat seorang murid yang sangat tampan, karena ketampanannya itulah banyak sunbae yang tidak suka dengan dirinya, banyak sunbae yang membullynya dan mengatakan bahwa dia hitam, sebenarnya murid itu tidak hitam, hanya saja kulitnya sedikit lebih gelap dari orang Korea pada umumnya, dan karena itulah sunbae-sunbaenya menyiksa dia, dengan alasan murid dengan kulit gelap di larang bersekolah disini.

Untungnya murid itu tangguh, dia tidak perduli sekasar apapun siksaan yang dia terima dia tetap saja bersekolah, dia sangat gigih karena dia sangat menghargai kerja keras kakaknya yang membanting tulang demi menyekolahkannya, yahh… dia dan kakaknya memang yatim piatu, oleh karena itu dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk sekolah, dia memang seseorang yang sangat menghargai kerja keras orang lain, dia juga sangat menyayangi kakaknya.

Suatu hari ada salah satu murid senior yang sangat benci kepadanya karena pacarnya menyukai murid itu, dia berencana untuk membunuhnya, murid senior yang ingin membunuh itu rumahnya ya di rumah kosong itu, setelah menyusun semua rencana dengan matang, si murid senior mengajak beberapa temannya untuk menjalankan rencananya.

Murid berkulit gelap itu akhirnya di bawa ke sebuah ruang di salah satu sudut sekolah ini, si murid senior dan teman-temannya mulai mengeksekusi namja berkulit gelap itu, murid itu d tendang, di tojok, di pukul bahkan di sayat-sayat dan di tusuk dengan pisau hingga meninggal, dengan rasa puas si murid senior yang merencanakan pembunuhan itu mengambil foto murid yang sudah meninggal itu dan mengoleskan darah murid yang meninggal itu ke foto tersebut.

Semenjak saat itu sekolah ini mulai berubah menjadi sedikit menyeramkan, seperti tiba-tiba terdengar suara seorang namja meminta tolong, kadang juga terdengar derap langkah kaki di sekitar ruangan yang di jadikan tempat pembunuhan itu, dan si pembunuh dan teman-temannya mulai di hantui oleh murid itu, satu per satu dari mereka meninggal dengan cara yang mengenaskan, dan setiap mayat mereka di temukan maka foto berdarah itu pasti ada di samping jasad mereka, tapi rumornya bukan hanya para pembunuhnya yang di hantui oleh murid itu, tapi bagi siapapun yang pernah menyentuh foto berdarah itu.

Rumor dan segala kejadian yang mengerikan itu akhirnya berhenti ketika seorang Pastor memerintahkan kepala sekolah untuk membongkar tempat pembunuhan itu dan menyama ratakannya dengan tanah, dan membakar foto berdarah itu, tapi kejadian aneh terjadi lagi, foto berdarah itu menghilang dan Pastor yang memerintahkan untuk membakar foto itu di temukan meninggal dengan mengenaskan di gereja dengan pesan berdarah di sebelahnya, pesan berdarah itu berbunyi ‘aku akan berhenti menghantui orang lain karena dendamku sudah terbalas, tapi jika seseorang menemukan foto berdarahku maka aku akan bangkit lagi’ kira-kira seperti itu ceritanya” Cerita Leeteuk panjang lebar,

Para murid yeoja mulai merinding, mereka saling menggenggam tangan satu sama lain.

“Saem, lalu kenapa rumah itu tidak di tempati? Bukankah arwah murid itu hanya membunuh murid senior yang membunuhnya?” Tanya salah satu murid.

“Arwah murid itu tidak hanya membunuh murid senior yang membunuhnya, tapi juga membunuh seluruh keluarganya, dan dari yang ku dengar arwah dari keluarga itu masih berdiam di rumah itu, bahkan sesekali ada yang melihat arwah dari keluarga itu melakukan aktivitas seperti biasa”

“Siapa nama murid yang dibunuh itu Saem? Dan apakah saem tau di mana kira-kira foto berdarah itu berada?”

“Namanya Kim Jongin, tapi dia biasa di panggil Kai, mungkin saja foto itu ada di dalam rumah tua itu, atau mungkin di salah satu sudut sekolah ini, kalau hal itu aku kurang tau, karena kalau aku tau dan menemukannya aku khawatir arwah Kai akan bangkit lagi”

Kalimat terakhir Leeteuk bertepatan saat bel pulang berbunyi, para murid pun bersiap-siap untuk pulang, namun sebelum pulang Leeteuk mengatakan sesuatu.

“Kau.. yang ada di pojok belakang di sebelah jendela, siapa namamu?” Pertanyaan yang terlontar dari Leeteuk membuat semua mata tertuju pada seorang pria mungil di pojok kelas.

“J..j.jeoneun Do Kyungsoo imnida” Kata Kyungsoo tergagap.

“Ah.. Do Kyungsoo ssi… bisa aku berbicara denganmu sebentar? Yang lain silahkan pulang” Perintah Leeteuk. Setelah murid-murid lain pulang Leeteuk berjalan ke arah Kyungsoo.

“Kyungsoo-ssi, boleh aku meminta bantuanmu?”

“Ne? Mwoeyo?”

“Bisa kau ke halaman belakang sekolah dan mengambil buku bersampul biru yang ada di sana?”

“Ye??? Oh.. ne.. algeusimida” Kata Kyungsoo kemudian melakukan perintah Leeteuk.

Kyungsoo PoV

‘Apa-apaan guru itu, bisa-bisanya dia menyuruhku untuk hal remeh seperti itu’ runtukku dalam hati.

Dengan malas aku melangkahkan kakiku ke halaman belakang sekolah yang beberapa bulan ini menjadi tempat favoritku untuk menghabiskan waktu, aku melihat sebuah buku bersampul biru seperti yang dikatakan guru baru itu, aku mengambilnya, karena penasaran apa isinya aku membukanya, ada sesuatu yang jatuh dari buku itu tapi aku belum berniat untuk mengambilnya, aku duduk di bangku dan membolak-balikkan isi buku, hanya buku kelulusan dan aku rasa buku ini sudah cukup tua karena dari foto yang di tampilkan para murid masih menggunakan style jaman dulu.

Kyungsoo PoV end

Setelah puas melihat isi buku Kyungsoo teringat dengan sesuatu yang tejatuh tadi, matanya mencari-cari benda yang mungkin jatuh dari sebuah buku, dilihatnya sebuah kertas seperti foto terletak tidak jauh dari tempatnya saat ini, dia mengambil ketas itu dan melihatnya, matanya terbelalak melihat foto yang ada di tangannya, tangannya bergetar hebat, tiba-tiba sebuah bayangan muncul di bawah pohon di halaman belakang itu, seorang namja tampan berkulit agak gelap muncul di hadapan Kyungsoo.

“Aku bangkit kembali…” Kata namja itu rilih sambil menunduk.

“K..K..Kau…..” Kyungsoo tegagap, mulutnya seakan sangat susah untuk mengeluarkan sebuah kata. Jongin menatap Kyungsoo.

“Benar…. aku Kim Jongin, pria dalam foto berdarah itu” kata Jongin kemudian.

“Jongin-ah…. lama tidak bertemu….” Sebuah suara membuat Kyungsoo menoleh, ternyata itu Leeteuk.

“Saem…”

“Kau pasti kaget kan Kyungsoo-ssi? Terima kasih karena telah membangkitkan arwah Jongin-ku, dia adalah dongsaengku…”

“Hyung… berhenti mempermainkannya” kata arwah Jongin kemudian.

“Aku tidak mempermainkannya Jongin-ah… tenang saja, Kyungsoo-shi, mungkin kau bingung kenapa nama keluargaku dengan Jongin berbeda, karena kami memang mempunyai ayah yang berbeda namun satu ibu, dan kau tau kami mempunyai waktu yang sangat sulit setelah ibu kami meninggalkan kami demi pria lain, apa kau tidak ingin mengetahui nama ibu kami?”

“Untuk apa aku mengetahuinya?” Tanya Kyungsoo.

“Ayolah Kyungsoo-ssi.. aku yakin kau pasti akan tertarik setelah mendengar nama ibu kami, nama ibu kami adalah pada awalnya adalah Park Ryemi, kemudian berubah menjadi Kim Ryemi dan aku yakin sekarang sudah berubah menjadi Do Ryemi”

“Mwo?? Apa maksud saem?”

“Kyungsoo-ssi, kau sebenarnya adalah adik kami berdua, ibu meninggalkan kami karena tergiur dengan harta milik ayahmu, ibu bahkan tidak memikikan nasib kami yang pada waktu masih kecil, aku masih berusia 10 tahun dan Jongin masih berusia 6 tahun, dan ayahmu si bajingan itu yang menyuruh ibumu untuk tidak mebawa kami karena menurutnya kami hanya akan menjadi parasit, apa kau tau betapa sakitnya hati kami saat medengar kalimat itu? Aku yakin membayangkannya saja kau tidak bisa, sampai akhirnya kami harus bekeja keras untuk menghidupi hidup kami sendiri dan agar kami bisa bersekolah, dan Jongin, dia bahkan menjadi kuli angkut di pasar yang akhirnya membuat kulitnya berwarna gelap, karena kau juga akhirnya Jongin mendapat pembullyan dari sunbae-nya dan harus meninggal dengan cara mengenaskan dan aku sendiri…. karena aku tidak bisa kehilangan adikku akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri, bohong jika aku tidak mengetahui siapa dirimu, Kyungsoo ssi, hahahaha!!!” Leeteuk tertawa dengan keras, tawa yang begitu menyeramkan.

“Jadi kau sudah…..” Kyungsoo tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Aku memang sudah meninggal Kyungsoo-ssi” Kata Leeteuk, “Dan sekarang saatnya kau lah yang merasakan manisnya kematian… nae dongsaeng…” Kata Leeteuk sambil menyeringai.

Dalam hitungan detik tiba-tiba tubuh Kyungsoo sudah terikat di pohon, Leeteuk akhirnya menusuk dada Kyungsoo dengan belati, darah segar muncrat dari dada Kyungsoo, kepala Kyungsoo terkulai, Kyungsoo sudah meninggal, Leeteuk menyeringai dengan puas sedangkan dari tadi Jongin hanya melihat proses pembalasan dendam kakaknya terhadap adiknya itu.

“Jongin-ah… akhirnya dendam yang kita impikan selama ini terbalaskan juga, hahahahaha!!!” Tawa Leeteuk puas. “Sekarang kita hanya tinggal menunggu kegilaan dan ibu setelah mngetahui anak kesayangannya telah tebunuh tanpa tahu siapa pembunuhnya” Kata Leeteuk sambil menyeringai.

Jongin hanya memandangi tubuh tak bernyawa adiknya yang lebih muda 5 tahun darinya itu yang kini sedang terikat di pohon, Jongin mengelus luka tusuk di dada adiknya yang masih mengeluarkan darah, aneh, luka itu tertutup dan bekas darah itu menghilang, Jongin melepaskan ikatan Kyungsoo dan membaringkannya di bangku, air mata Jongin menetes.

“Kyungsoo-ah… mianhae aku tidak bisa menjadi hyung yang baik untukmu, mungkin ini hal pertama dan terakhir yang bisa ku lakukan untukmu” Jongin kemudian membalikkan badannya,

“Hyung…” Panggil Jongin kepada Leeteuk

“Lebih baik kau musnah!!!” Kata Jongin sambil menebaskan pedang perak ke kepala Leeteuk, membuat kepala itu terlepas dari badannya, potongan tubuh itu akhirnya berubah menjadi debu dan menghilang.

“Seharusnya kau yang dari dulu musnah hyung, tidak sepatutnya kau memenjarakan arwahku di dalam foto itu dan mengatakan seluruh pembunuhan yang kau lakukan itu adalah tindakanku, dan sekarang kau malah membunuh adik kita, adik yang bahkan belum pernah kita lihat seperti apa rupanya, dia bahkan tidak mengetahui apapun tapi harus berakhir seperti ini, kau memanfaatkan jiwaku yang kau penjarakan agar bisa menjalankan balas dendammu itu, kau sungguh jahat hyung, Kyungsoo-ah.. mianhae karena aku tidak sempat menjaga dan menyelamatkanmu” Kata Jongin pada dirinya sendiri.

“Jongin hyung…” Jongin mendengar seseorang memanggilnya, dia menoleh, dilihatnya Kyungsoo dengan pakaian serba putih dengan dua sayap yang bertengger di punggungnya.

“Gwencana hyung, lagi pula kau baru saja memusnahkan Leeteuk saem, sekarang… maukah kau ke langit bersamaku?” Ajak Kyungsoo sambil mengulurkan tangannya.

“Tentu saja…” Kata Jongin sambil tersenyum kemudian menerima uluran tangan Kyungsoo.

-END-

Iklan

6 thoughts on “[One Shoot] Bloody Pictures

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s