History of MAMA : Character Profile : Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

Sehun

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brothership, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA-

Character Profile:

Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

Summary :

“Sehun segera ke kamar mandi dan membasuh tangannya berharap tanda itu hilang tapi sia-sia, tanda itu malah berkilat biru sebentar, Sehun akhirnya pasrah dan membasuh mukanya, saat dia melihat kaca di lihatnya lagi satu tanda aneh di leher kanannya”

-***-

A/N:

Uwaaahhh~~~ author seneng banget yang komen nambah semangat ngetik jadi 200% #author lebay

Sekali lagi author ga maksa komen kok, tapi ga munafik juga kalo author seneng banget kalau misalnya ada yang komen 😀

typo(s) everywhere

Part sebelumnya -> Chanyeol, Kris, Suho, Kai, D.O, Luhan

-***-

“Tuan Muda Oh, sudah pagi, apa anda tidak ke sekolah?” Seorang wanita tua membangunkan pemuda yang di panggilnya Tuan muda Oh itu. Pemuda yang di bangunkan hanya menggeliat malas.

“Tuan muda….” Panggil wanita tua itu lagi.

“Sebentar lagi euughh..” Kata pemuda itu sambil menutup dirinya dengan selimut.

“Tidak boleh tuan muda… sekarang sudah hampir pukul tujuh”

Pemuda itu akhirnya menyerah, dengan malas dia bangun dan turun dari ranjangnya, seulas senyum terukir di wajah wanita tua yang membangunkannya tadi.

“Ini handuk anda, sarapan anda sudah siap di meja makan” kata wanita tua itu lagi.

“Arrasseo..” Kata pemuda itu kemudian mengambil handuk dan pergi mandi.

-***-

@Seoul Internasional High School

Aula Seoul Internasional High School itu di padati para siswa, mereka menunggu hasil ujian yang akan segera di tampilkan di LCD ruangan aula tersebut, para siswa saling bercakap-cakap dengan temannya ataupun bermain dengan gadget mereka selagi menunggu hasil ujian keluar, namun tidak dengan namja berambut coklat yang duduk di bangku paling depan, dia hanya diam dan menatap lurus ke depan, bukan karena dia duduk sendiri ataupun tidak punya gadget, dia hanya malas memainkan hal seperti itu dalam suasana seperti ini, dan karena wajah tanpa ekspresinyalah membuat siswa lain sedikit canggung untuk sekedar menyapa apalagi mengajaknya bicara, namja itu bernama Oh Sehun.

“Hasil ujian akan segera di umumkan!” Suara seseorang dari pengeras suara di aula itu terdengar, membuat para murid langsung menghentikan aktivitas mereka dan melihat ke layar LCD di depan aula. Nilai mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah akhirnya di tampilkan ke layar LCD besar tersebut, para siswa menahan nafas dan mencari nama mereka masing-masing.

“Seperti semester lalu, nilai tertinggi di raih oleh Oh Sehun haksaeng dari kelas X1 dengan nilai sempurna 500 point, chukkahamida” Kepala Sekolah mengumumkannya lewat pengeras suara, kali ini suara tepukan tangan dan  jeritan riuh rendah terdengar dari para murid, sedangkan yang namanya di sebut, Oh Sehun, hanya berdiri kemudian meninggalkan aula diiringi dengan tatapan bingung dari siswa lain.

Sehun berjalan melewati koridor sekolah dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana, setiap murid yang dilewatinya pasti akan menunduk atau minggir untuk memberikan dia jalan, padahal Sehun hanyalah murid junior tahun pertama di sekolah ini, seharusnya tahun ini dia masih berada di tingkat akhir middle School, tapi karena kemampuannya itulah membuatnya di akselerasi oleh guru-gurunya, baik teman sebaya atau sunbaenya di sekolah ini seakan-akan takut pada Sehun.

Sehun duduk di bangku taman dan mengeluarkan sebuah buku kecil dari saku celananya, dia menopang kepalanya dengan tangan kanannya membentuk sudut 45 derajat dan memegang buku kecil itu dengan tangan yang lain, murid-murid yeoja yang melihat itu hanya menjerit tertahan, Sehun memang selain terkenal akan kecerdasannya juga terkenal akan wajahnya yang sangat tampan, bahkan beberapa murid yeoja yang tadi menjerit secara sembunyi-sembunyi mengambil foto Sehun, ada juga yang secara terang-terangan, mereka tidak mau membuang kesempatan emas itu, mereka mengira Sehun tidak mengetahuinya, tapi pada kenyataannya Sehun sangat tau dan sadar dengan apa yang para yeoja itu lakukan, Sehun hanya tidak perduli, dia hanya fokus dengan buku yang sedang di bacanya.

“Hei, apa kau tau? Murid junior bernama Oh Sehun itu mendapat poin sempurna lagi saat ujian” Suara seorang namja terdengar oleh Sehun.

“Cih, Oh Sehun katamu? Murid yang saat ini ramai dibicarakan para yeoja itu? Hey, dari yang ku dengar dia bahkan sama sekali tidak mendengarkan apa yang guru terangkan, di kelas dia lebih suka membaca buku lain, bukan buku pelajaran, bahkan terkadang dia tidur” Kini suara namja lain yang terdengar.

“Mwo? Kalau begitu dia jenius, kau tau dari mana kalau dia seperti itu?”

“Tetanggaku ada yang teman sekelasnya, mwo? Jenius katamu? Aku rasa dia hanya menyuap guru-guru dengan uangnya agar dia mendapat poin yang sempurna, karena sepanjang yang kudengar dia adalah putra dari salah satu pemilik perusahaan terbesar di Korea yang sudah mendunia”

“Jinjja?? Uwah.. sempurna sekali anak bernama Oh Sehun itu”

“Sempurna karena uang ku rasa, aku yakin semua yang dia dapat saat ini adalah karena uangnya” Sehun yang dari tadi mendengar percakapan dua namja itu akhirnya geram juga, dia meremas bukunya kemudian berjalan ke arah namja yang membicarakannya tadi.

“O… Oh Sehun” namja pertama tergagap melihat Sehun ada di hadapannya, tatapan Sehun kemudian beralih kepada namja di samping namja pertama tadi.

“Apa maumu, heuh?” Namja kedua menantang Sehun, tanpa banyak bicara Sehun langsung menonjok namja kedua itu hingga tersungkur.

“Yundong-ah!!!” Namja pertama tadi menolong temannya yang tersungkur itu, namja yang tersungkur itu kemudian menatap Sehun dan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.

“Kau…” panggil Sehun datar sambil menunjuk namja yang tersungkur itu, “jangan berkata macam-macam kalau kau tidak tau apapun tentang diriku” Ucap Sehun dengan nada yang sangat dingin, sedingin ekspresi dan tatapan matanya saat ini, Sehun kemudian membalikkan badannya dan berjalan pergi.

“Ya!!! Oh Sehun!!! Tunggu pembalasanku!!!” Teriak namja yang tersungkur itu, Sehun lagi-lagi tidak peduli, dia terus berjalan meninggalkan dua namja tersebut.

Hanya dalam beberapa jam, berita tentang Sehun yang menonjok murid senior langsung menyebar seantero sekolah dan menjadi topik terhangat di sekolah saat ini, tidak ada murid yang menyangka seorang Oh Sehun akan melakukan tindakan seperti itu, berita itu juga sampai ke dewan sekolah hingga membuat kepala sekolah memanggil murid yang bersangkutan, Oh Sehun dan Song Yundong.

-at Pricipal Office-

Sehun dan Yundong berdiri di depan meja kepala sekolah, sedangkan sang kepala sekolah masih melihat lapangan sekolah lewat jendela kantornya itu.

“Oh Sehun haksaeng…” akhirnya sang kepala sekolah berbicara, “apa benar kau memukul sunbaemu yang bernama Yundong ini?” Tanya kepala sekolah sambil menatap Sehun.

“ne” jawab Sehun singkat.

“Kenapa kau melakukannya, bukankah dia sunbaemu?” tanya sang kepala sekolah lagi.

“Dia tidak mengetahui apapun tentang saya” jawab Sehun datar. Kepala sekolah hanya mengerenyitkan keningnya tidak mengerti.

“Bisa kau jelaskan lebih detail kepadaku Oh Sehun haksaeng?” Sang kepala sekolah kali ini meminta penjelasan dari Sehun, Sehun hanya tersenyum kecut.

“Salah satu murid anda yang ada di sebelah saya ini mengatakan bahwa semua yang saya raih dan dapatkan saat ini semata-mata karena uang, dia bahkan tidak mengenal saya, kenapa dia begitu berani mengatakan hal yang tidak diketahuinya dengan baik? Bukankah itu namanya memfitnah, benar begitu pak Kepala Sekolah? Dan bukankah di negara kita seorang pemfitnah harus dihukum setidaknya dua bulan penjara?” Sehun menyampaikannya dengan begitu datar dan tenang, namun menusuk, membuat Yundong tidak bisa berkutik sedikitpun. “Saya memberinya satu kali pukulan sebagai ganti atas hukumannya dua bulan di penjara, bukankah saya sudah sangat baik pak kepala sekolah?” tambah Sehun, kali ini kepala sekolahnya yang ia buat terbungkam.

Kepala sekolah tidak menyangka Sehun bahkan mengetahui peraturan yang hampir di lupakan oleh warga negara, serta susunan kata dan cara penyampaiannya yang begitu tenang dan datar, membuat sang kepala sekolah benar-benar bungkam, akhirnya sang kepala sekolah menatap Yundong.

“Song Yundong haksaeng, apa yang dikatakan Oh Sehun haksaeng itu benar?”

“N…N..Ne..” Kata Yundong tergagap, kepala sekolah akhirnya menghembuskan nafas berat.

“Song Yundong haksaeng, Oh Sehun haksaeng tidak pernah sekalipun menyuap guru agar mendapat nilai sempurna, walaupun perusahaan miliknya adalah donatur tetap dan terbesar di sekolah ini, tapi itu tidak membuat saya ataupun guru lain memberinya perlakuan spesial, dia diperlakukan sama dengan murid lain, dan tentang nilai Oh Sehun haksaeng,  itu memang murni dari kemampuan Oh Sehun haksaeng sendiri, apakah anda mengerti sekarang Song Yundong haksaeng?”

“Ne.. Algeussimida” Jawab Yundong sambil menunduk.

“Sekarang lebih baik Song Yundong haksaeng meminta maaf kepada Oh Sehun haksaeng” Perintah kepala sekolah. Yundong menurut, dia menghadap Sehun dan mengulurkan tangannya.

“mianhae…” kata Yundong kemudian, Sehun hanya menerima uluran tangan Yundong tanpa mengatakan apapun.

Setelah masalah antara Sehun dan Yundong selesai, kepala sekolah kemudian menyuruh mereka kembali ke kelas masing-masing. Tapi baru saja pintu kantor kepala sekolah tertutup Yundong sudah memulai lagi api permusuhannya dengan Sehun.

“Ya!! Oh Sehun, ini belum berakhir, tadi kau menonjokku dan sekarang kau mempermalukanku di depan kepala sekolah, kau pasti akan menerima balasanku!!” Ucap Yundong sambil menunjuk Sehun, Sehun hanya menatap Yundong dingin dan meninggalkannya tanpa menggubris ancaman Yundong sama sekali, sikap Sehun yang seperti itu makin membuat Yundong geram.

“Lihat saja pembalasanku nanti, Oh Sehun…” Ucap Yundong tertahan.

-***-

Sehun duduk sendiri di bangku di bawah pohon pinggir sungai Han, sesekali ia terlihat meminum bubble tea yang sedari tadi di pegangnya, angin semilir di sungai Han juga sesekali menerpa wajahnya dan mengibaskan rambut coklat Sehun.

Dilihatnya sekumpulan mahasiswa sedang bermain-main di sekitar tempat duduknya saat ini, mereka terlihat begitu bahagia, Sehun melihat mereka dengan tersenyum, seakan ikut masuk ke dalam dunia para mahasiswa itu tanpa perlu mengenal mereka, tiba-tiba tanpa sengaja seorang mahasiswa tersandung  mengenai Sehun dan tanpa sengaja membuat bubble tea Sehun tumpah.

“Ah…. bubble tea ku tumpah…” Kata Sehun dengan memasang wajah sedih.

“oe?? Mianhae.. aku tidak sengaja” Kata mahasiswa itu menyesal.

“Dongwoo-ah!!!” Panggil seseorang kepada mahasiswa yang menumpahkan bubble tea Sehun itu, yang di panggil hanya menoleh sehingga membuat si pemanggil berjalan ke arah Dongwoo dan Sehun.

“Dongwoo-ah.. ppali kita pulang, kita harus mempersiapkan keperluan kita untuk ke gunung Jeondo besok” kata si pemanggil.

“Luhan-ah…” kata Dongwoo kemudian menunjuk ke arah bubble tea Sehun yang tumpah. Pandangan Luhan mengikuti arah yang di tunjuk oleh Dongwoo.

“oe? Bubble tea siapa yang di buang itu? Sayang sekali” kata Luhan kemudian.

“Bubble tea itu tidak di buang, aku yang tidak sengaja menumpahkan bubble tea milik adik ini..” kali ini Dongwoo menunjuk Sehun yang hanya menatap bubble tea nya yang tumpah,

“Ah…” kata Luhan baru mengerti “Tunggu sebentar, aku rasa aku punya bubble tea di tasku” Luhan menggeledah tasnya, dan benar, ada bubble tea di dalamnya, Luhan mengambilnya, dia berniat memberikannya kepada Sehun.

“Chogi…” Panggil Luhan pada Sehun, Sehun menoleh kepada Luhan, terlihat oleh Luhan bahwa mata Sehun saat ini sedang berkaca-kaca.

DEG

Luhan merasa dia sangat mengenal wajah dan mata ini, tapi dimana? Luhan akhirnya menyingkirkan perasaannya itu dan tersenyum kepada seseorang yang ada di depannya ini.

“Aigoo… Dongwoo-ah.. kau membuatnya hampir menangis!” Kata Luhan kemudian memukul kepala Dongwoo, Dongwoo hanya diam saja karena dia memang merasa bersalah.

“Jangan menangis, ini untuk ganti bubble tea mu, ini taro bubble tea, tidak apa-apa ‘kan?” Tanya Luhan pada Sehun. Sehun yang melihat bubble tea di depannya langsung tersenyum lebar.

“Bubble tea!!!!” Teriak Sehun dengan gembira, Luhan akhirnya memberikan bubble tea itu kepada Sehun, Sehun menerimanya dengan senang hati dan langsung meminumnya, Sehun kemudian menatap Luhan dengan senyum yang lebar, eyes smile Sehun terukir di wajah tampannya membuat namja dingin ini terlihat sangat cute. Luhan yang tidak tahan dengan keimutan Sehun ini akhirnya mencubit pipi Sehun.

“Aigoo kyeowo….”

“Appo…” Kata Sehun kemudian mengusap-usap pipinya yang telah di cubit Luhan, melihat itu Dongwoo menjadi lega,

“Siapa namamu?” Tanya Luhan kemudian.

“Namaku…..”

“Luhan-ah!!! Dongwoo-ah!!!” Baru saja Sehun ingin menjawab pertanyaan Luhan tapi sebuah teriakan menginterupsinya, Luhan mengalihkan perhatiannya dari Sehun kepada seseorang yang memanggil namanya.

“Waeyo hyung?” tanya Luhan kepada orang yang memanggilnya.

“Ayo pulang!! Kita harus siap-siap!!!”

“Ne hyung!!!” Jawab Luhan kemudian mengalihkan perhatiannya lagi kepada Sehun. “Semoga kita bisa bertemu lagi, lain kali aku akan membelikan bubble tea untukmu, anneyeong!!” Luhan mengusap kepala Sehun kemudian menarik tangan Dongwoo untuk di ajak pulang.

Sehun hanya memandang Luhan dan Dongwoo yang telah jauh, dia menyeruput bubble teanya, Sehun kemudian duduk kembali di bangku bawah pohon itu, Sehun merasa aneh dengan dirinya sendiri, kenapa dia bisa bersikap kekanakan di depan mahasiswa tadi? Padahal selama ini sifat kekanakannya hanya ia tujukan kepada pembantu kepercayaannya yang telah merawat dirinya semenjak kecil. Tapi bagaimana bisa? Dan juga…. kenapa Sehun rasanya sangat mengenal mahasiswa tadi? Dia bahkan merasa rasa rindu dalam hatinya selama ini seakan telah terlampiaskan dengan hanya melihat mahasiswa yang memberinya bubble tea itu, dan perlakuan mahasiswa itu padanya… kenapa dia merasa bahwa ia sudah sering menerima perlakuan itu darinya? Padahal selama ini dia hanya mendapatkan perlakuan seperti itu dari mama dan papanya saat mereka masih hidup dulu.

Banyak pertanyaan berputar di kepala Sehun, membuat kepala Sehun terasa pening, Sehun pun memutuskan untuk pulang dan  beristirahat.

-***-

@Sehun’s Home

Sehun masih tertidur ketika jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul lima sore, pintu kamar Sehun terbuka, seorang pembantu yang paling dekat dengan Sehun masuk ke dalam kamar Sehun dan berusaha untuk membangunkan tuan mudanya itu.

“Tuan muda, ayo bangun, sudah pukul lima sore” Kata si pembantu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Sehun.

Sehun membuka matanya sedikit demi sedikit kemudian duduk dan menguap

“Hooaammmm” Sehun menatap sekitarnya kemudian menggaruk-nggaruk kepalanya yang tidak gatal, rupanya ia belum sepenuhnya sadar.

“Tuan muda, air hangat sudah saya siapkan, tuan muda silahkan mandi, ini handuk tuan muda” Sehun hanya mengangguk dengan mata setengah tertutup dan mengambil handuk dari pembantunya, dengan malas dan kesadaran yang hanya setengah Sehun turun dari ranjangnya kemudian berjalan menuju kamar mandi.

Setelah mandi Sehun duduk di meja belajarnya, dia membuka laptopnya dan login ke dalam situs NASA, Sehun memang salah satu member dari badan antariksa internasional itu, dia adalah member termuda di sana, namun tidak ada yang berani meremehkan kemampuan Sehun, Sehun juga telah menemukan empat planet baru di luar galaksi bimasakti, dan salah satu penemuannya telah menggemparkan seluruh anggota NASA, yaitu penemuan atas planet yang ia beri nama planet EXO, planet EXO saat ini sedang dalam penelitian karena dianggap  mempunyai kontur yang hampir mirip dengan bumi namun lebih sempurna, dan di planet EXO terdeteksi sumber energi yang menjadi pusat seluruh energi di jagad raya, karena penemuannya ini Sehun mendapat kehormatan dengan diangkat sebagai salah satu anggota tingkat A, tentu saja orang lain tidak ada yang tau, yang tau tentang ini hanya dirinya sendiri dan orang-orang NASA.

Sehun melihat proses penelitian planet temuannya itu dan sedikit memberi koreksi jika ada yang tidak sesuai, setelah mengecek penelitian tersebut Sehun kemudian melihat pergerakan bulan, entah kenapa Sehun merasa tiba-tiba ingin melihatnya, mata Sehun melebar ketika melihat pergerakan bulan saat ini, aneh, kenapa bulan tiba-tiba berotasi lebih cepat? lintasan rotasinya juga sedikit lebih rendah dari yang seharusnya, segera saja Sehun mengirim pesan ke NASA menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan bulan itu, tapi jawaban dari anggota NASA sama sekali tidak memuaskan Sehun, mereka menjawab mereka tidak tau apa-apa tentang ketidak normalan siklus bulan ini.

Sehun mengamati pergerakan bulan lagi, dan lagi-lagi matanya membesar, segera saja diambilnya kertas dan bolpoint yang ada di mejanya, Sehun menghitung jarak lintasan bulan beserta kecepatan rotasinya, kemudian di jumlahkannya dengan rotasi bumi dan revolusinya terhadap matahari, Sehun memandang hasil hitungannya dengan tatapan tidak percaya, segera saja dia menyambungkan video call ke kantor pusat NASA.

“Yes, Mr. Oh, may I help you?” jawab salah satu staff disana.

“I know the reason why the moon rotation is abnormal this time, I’ve calculated it” Kata Sehun sambil menunjukkan hasil hitungannya ke layar.

“Solar eclipse? The longest ever solar eclipse?” Jawab staff  itu tidak percaya. Mendengar itu staff  NASA yang lain kemudian mengalihkan pandangan mereka ke arah layar besar di tengah ruangan penelitian yang menampilkan Sehun dan hasil hitungannya. Reaksi mereka juga sama seperti staff yang menjawab panggilan Sehun tadi.

“Yes, it was, solar eclipse will happen within two days, the longest ever solar eclipse, it would be better if you announce it to the world now” Kata Sehun dengan nada yang tetap dingin.

Of course Mr. Oh, thanks a lot” Jawab staff itu kemudian segera menghubungi pusat penyiaran di NASA, sedangkan Sehun akhirnya menutup panggilannya.

Sehun menatap hasil hitungannya lagi, dua hari lagi akan terjadi gerhana matahari terlama sepanjang masa, Sehun kemudian mengambil kalendar di mejanya, ternyata gerhana matahari itu akan terjadi pada hari Minggu, di kembalikannya kalendar itu ke tempat semula, di samping kalendar itu terdapat foto sepasang suami istri dengan anaknya yang masih berusia lima tahun di antara mereka, itu adalah foto Sehun dan kedua orang tuanya. Sehun mengambil foto itu dan menatapnya sendu, matanya mulai berkaca-kaca.

“Papa… Papa dulu mengatakan kalau seandainya terjadi gerhana Papa ingin melihatnya bersama denganku? Papa jahat, Papa telah meninggalkanku lebih dulu, Mama… dulu saat Mama  masih hidup Mama belum sempat membuatkan bubble tea untukku, kita hanya sempat membelinya kemudian menikmatinya, waktu yang kita lewati bersama sangat sebentar Pa, Ma, apa kalian saat ini sedang melihatku dari sana? Apa kalian saat ini sedang merindukanku? Seberapa besar kerinduan kalian kepadaku? Apakah sebesar kerinduanku kepada kalian? Pa…. Ma… Aku sangat merindukan kalian…” beberapa bulir air mata bening keluar dari mata Sehun, Sehun memeluk fotonya dengan begitu erat, sungai kecil yang terbentuk itu seakan tidak mau berhenti mengalir, hingga akhirnya suara ketukan pintu membuat Sehun mengehentikan tangisnya dan mengusap air mata yang baru saja di keluarkannya.

Sehun membuka pintu kamarnya, ternyata ahjumma Jung, pembantu terdekat Sehun.

“Ada apa?” Tanya Sehun, Ahjumma Jung tidak menjawab, dia malah menatap Sehun aneh kemudian balik bertanya kepada Sehun.

“Tuan muda menangis?”

“Aniyo… aku tidak menangis, aku hanya tidak kuat makan keripik pedas barusan sehingga mataku berair” Elak Sehun.

“Jinjjayo?” Tanya Ahjumma Jung lagi.

“Jinjja…. ahjumma tidak percaya kepadaku?” Kata Sehun kemudian.

“Baiklah kalau begitu,” kata Ahjumma Jung pada akhirnya, padahal Ahjumma Jung masih tidak percaya dengan ucapan Sehun barusan.

“Ada apa Ahjumma kesini?” Tanya Sehun.

“Ah… Ahjumma tadi hanya mau mengatakan pada tuan muda bahwa makan malam sudah siap” Sehun melihat jam dinding di kamarnya, sudah setengah tujuh malam ternyata. “Tuan muda mau makan di ruang makan atau di kamar saja?” Tanya Ahjumma Jung.

“Aku akan makan di ruang makan saja” Kata Sehun kemudian turun ke lantai dasar untuk makan malam.

Setelah makan malam Sehun kembali ke kamarnya kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang, dia mengambil miniatur  batman yang ada di meja si samping ranjang dan memainkannya sebentar, tiba-tiba Sehun teringat dengan mahasiswa yang tadi siang di temuinya, kepala Sehun mulai pening lagi, karena terlalu pening akhirnya Sehun meletakkan kembali miniatur batmannya itu dan tidur.

-***-

@Seoul Internasional High School.

Sehun berjalan seperti biasa di koridor sekolah dan seperti biasa pula orang-orang yang dilewatinya mengalihkan pandangan mereka hanya untuk sekedar melihat wajahnya, saat dia melewati koridor kelas senior beberapa orang menghadangnya, Sehun hanya melihat mereka sekilas kemudian sedikit minggir untuk meneruskan jalannya, tapi jalan itu di blok oleh orang-orang yang menghadangnya, sehingga membuat Sehun tidak bisa meneruskan jalannya. Tiba-tiba keluar seseorang di balik orang-orang yang menghadangnya. Orang itu lagi.

“Oh Sehun…. pemilik salah satu perusahaan terbesar di Korea yang sudah mendunia, seorang donatur tetap dan terbesar di Seoul Internasional High School dan yang lebih menakjubkan lagi dia adalah orang jenius, apakah kali ini aku sudah cukup mengenalmu, Oh Sehun-ssi?” Ucap Yundong dengan keras, murid-murid yang berada di sekitar tempat kejadian menghentikan aktivitas mereka untuk melihat pertarungan antara Sehun dan Yundong.

“Aku sudah tidak punya urusan denganmu” Jawab Sehun dingin.

“Tentu kau masih punya urusan denganku tuan Oh, apa kau sudah lupa kau telah mempermalukanku di depan kepala sekolah kemarin? Tapi mana mungkin Tuan Oh yang jenius ini lupa, bukankah begitu?” Sehun hanya menanggapi Yundong dengan tatapan dingin, Sehun meletakkan kedua tangannya ke saku celana, kemudian berjalan menerobos orang-orang Yundong, tapi di tahan oleh Yundong.

“Mau kemana kau Tuan Oh? Apa kau sudah merasa kalah kali ini?” Sehun hanya tersenyum meremehkan mendengar perkataan Yunndong.

“Aku tidak akan pernah kalah oleh orang sepertimu, Yundong-ah” Kata Sehun dingin sambil menatap Yundong, semua orang di tempat itu terbelalak kaget, Sehun menggunakan panggilan informal kepada sunbaenya, Yundong juga tak kalah kaget dengan orang-orang di sekitarnya.

“Ya!!! Oh Sehun!! Kau jangan sombong-sombong, rasakan ini!!!” Yundong melayangkan sebuah tonjokkan kepada Sehun namun oleh Sehun serangan Yundong itu dapat dielaknya dengan sangat halus dan baik, Sehun bahkan tidak perlu mengeluarkan dua tangannya yang ada disaku celana untuk menghindari serangan Yundong, sedangkan Yundong, dia terhuyung karena pukulannnya tidak tepat sasaran, dia hanya memukul udara kosong.

“Kau…” Yundong menunjuk Sehun, dia semakin geram, lagi-lagi Yundong melayangkan sebuah pukulan ke arah Sehun namun lagi-lagi Sehun dapat menghindarinya, tapi kali ini pukulan Yundong mengenai salah satu teman Yundong sendiri dan membuat temannya itu tersungkur, teman Yundong tidak terima dan akhirnya memukul Yundong balik, kebetulan teman Yundong kali ini adalah orang yang kekar, teman Yundong itu memukul Yundong berkali-kali, Sehun hanya melihat itu dengan wajah dinginnya.

“Hentikan!” Kata Sehun kemudian, semua orang kaget, mereka semua melihat ke arah Sehun, begitu pula Yundong dan temannya yang sudah siap untuk memukul Yundong lagi.

“Kau… kalau temanmu tidak sengaja memukulmu apa kau harus membalasnya dengan pukulan yang bertubi-tubi? Tidak bisakah kau menganggap itu hanya sekedar ketidak sengajaan yang suatu saat nanti kau bisa melakukannya juga? Apa kau ingin dihukum atas suatu ketidak sengajaan? Apa kau mau di pukul berkali-kali karena sesuatu yang secara tidak sengaja kau lakukan? Kalau kau menginginkannya katakan saja! Aku akan memberikannya kepadamu sekarang juga!  Kau benar-benar kekanakan” Semua orang diam mendengar perkataan Sehun.

Sehun mengeluarkan tangan kanannya dari saku celana kemudian mengulurkannya kepada Yundong, semua orang tersentak melihat apa yang di lakukan Sehun, dengan ragu Yundong akhirnya menerima uluran tangan Sehun, Sehun kemudian menarik tubuh Yundong dan memegangi tubuhnya agar tidak jatuh. Sehun mengambil smartphone dengan tangan kirinya di carinya sebuah nama di phonebooknya kemudian dia menekan call.

“Come to school, Right now!” Ucap Sehun singkat kemudian menutup panggilan teleponnya, Sehun kemudian menatap Yundong yang babak belur.

“Aku bahkan bisa mengalahkanmu tanpa menyentuhmu sedikitpun” kali ini Yundong diam, dia tidak melawan Sehun.

“Tuan muda!” Panggil seorang laki-laki paruh baya, semua mata akhirnya mengalihkan perhatiannya ke lelaki paruh baya itu, lelaki paruh baya itu sedikit kikuk di tatap seperti itu oleh murid-murid di sekolah ini.

“Ahjussi disini!” Panggil Sehun. Laki-laki yang dipanggil Ahjussi oleh Sehun itu akhirnya berlari kecil ke arah Sehun.

“Kenapa Ahjussi yang kesini? Bukankah tadi Mark yang aku telpon? Dan ahjussi, sudah ku bilang berapa kali kau jangan berlari, kau harus memperhatikan kesehatanmu, dan sudah ku bilang kalau lebih baik kau istirahat saja dirumahku, jangan bekerja terlalu berat!” Semua orang melongo mendengar rentetan kata yang keluar dari mulut Sehun, seorang Oh Sehun yang dingin itu ternyata….

“Maafkan saya tuan muda, Markeu sedang sakit perut, jadi saya yang menggantikannya ke sini” Sehun sebenarnya ingin tertawa karena salah satu pembantunya ini tidak pernah bisa memanggil Mark sesuai pengucapan yang benar.

“Aissshh.. jinjja, mana kunci mobilnya” kata Sehun kemudian.

“Ne? Untuk apa tuan muda?”

“Aku yang akan menyetir, Ahjussi pegangi dia saja” Kata Sehun kemudian membopong Yundong dan memasukannya ke dalam mobil mewah Sehun.

“Ahjussi kunci mobilnya mana?” minta Sehun lagi.

“Tuan muda, tuan muda masih di bawah umur”

“Lalu kenapa kalau aku masih di bawah umur? Ahjussi kan tau aku bisa menyetir mobil dengan baik!! Ppali berikan aku kunci mobilnya!!” Kata Sehun sambil mengulurkan tangannya, laki-laki paruh baya itu masih sedikit ragu “Ah ppalli!!!!…” Kata Sehun lagi, kali ini Sehun merengek, dia bahkan mengehentak-hentakkan kakinya, membuat para yeoja yang sedari tadi melihatnya menjerit tertahan, Sehun sangat cute. Akhirnya lelaki paruh baya itu memberikan kunci mobilnya kepada Sehun, Sehun pun tersenyum lebar, membuat hati para yeoja di sekolah ini langsung meleleh seketika.

Sehun masih di luar mobil, Yundong yang sudah berada di dalam mobil Sehun mengeluarkan kepalanya dan bertanya kepada Sehun.

“Kau mau membawaku kemana?” Sehun menoleh.

“Tentu saja ke rumah sakit, lukamu butuh perawatan!” Sehun akhirnya masuk kedalam mobil dan mengantarkan Yundong ke rumah sakit.

-***-

Esok harinya.

Hari ini hari Minggu, jadi pembantu Sehun membiarkan Sehun untuk tidur lebih lama, tapi ternyata Sehun sudah terbangun mulai dari pukul lima, dia terus mengamati pegerakan bulan hari ini, yah… hari ini memang gerhana matahari akan terjadi, tiba-tiba sebuah video call masuk melalui akun NASA Sehun,

“Hello, Mr. Oh” Karl Lamberg, salah satu anggota A sama seperti dirinya yang menghubungi.

“Oh hello Mr. Lamberg, why you call me suddenly? Is there any problem?

“Oh no, Mr. Oh, there is no problem here, but, we have found an interesting thing on EXO Planet Mr. Oh, and this is related with solar eclipse this afternoon, we will send you the explanation through e-mail”

“Ok then, I will check it right away, thank you Mr. Lamberg”

“Anytime” sambungan video call terputus.

Sehun langsung mengecek e-mailnya, mata Sehun terbelalak membaca e-mail dari NASA itu, isinya adalah saat matahari terjadi, pusat energi yang ada di planet EXO akan mengeluarkan sebagian energinya dan membelahnya menjadi dua belas bagian, tapi para peneliti tidak tau apa hubungan antara pusat energi di planet EXO dengan gerhana yang akan terjadi nanti, dan tentang terbelahnya energi menjadi dua belas itu mereka juga tidak ada yang tau, yang mereka tau hanyalah bahwa pusat energi di planet EXO sekarang telah bersiap-siap untuk membelah.

Sehun langsung membuka komputer yang ia gunakan untuk mengawasi planet-planet yang di temukannya dan  benar saja, Sehun juga melihat pergerakan energi di planet EXO tersebut, Sehun mencoba segala sesuatu agar menemukan jawaban tentang apa sebenarnya hubungan antara EXO planet dengan gerhana matahari tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya, Sehun merasa frustasi, tiba-tiba pintu kamar Sehun di ketuk.

“Masuk” Kata Sehun.

“Tuan muda, ini sarapan anda”

“Taruh saja di meja” Kata Sehun tanpa menoleh, saat ini dia hanya fokus dengan planet temuannya ini, berjam-jam Sehun mencari kemungkinan hubungan antara gerhana matahari dengan planet EXO tapi Sehun sama sekali tidak mendapatkan titik terang, dia bahkan sampai melupakan sarapannya, susunya juga sudah dingin dari tadi, sampai akhirnya langit mulai gelap, Sehun melihat monitor laptopnya kemudian melihat monitor komputernya, semakin bulan menutupi matahari maka pembelahan energi di planet EXO semakin terlihat, sampai akhirnya bulan menutupi matahari dan 12 energi di planet EXO itu akhirnya terbelah dengan sempurna dan bersamaan dengan itu dada Sehun terasa sangat sakit, dia mencengkram dadanya dengan sangat kuat, Sehun terjatuh dari kursi.

“AAKKKKHHHHH!!!!” Teriak Sehun dan akhirnya dia pingsan.

-***-

Sehun membuka matanya perlahan, dia di atas ranjang, dilihatnya monitor komputer dan laptopnya masih menyala, dia menoleh ke sebelah kanan ranjang, sarapannya masih utuh, segelas susu dan roti selai, Sehun mengambil roti itu kemudian memakannya, Sehun berjalan ke arah meja belajarnya dan mengamati planet EXO lagi, semuanya terlihat normal, dia mencoba untuk melihat kembali kejadian saat terjadi pembelahan energi di planet itu, setelah 12 energi terbagi semuanya terlihat normal kembali seperti tak terjadi apa-apa, hal ini membuat Sehun lebih frustasi.

Sehun menggerakkan mouse komputernya namun dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan punggung tangan kanannya, dia melihat tangannya dan terlonjak kaget.

“mwoya???!!!” Sehun mengira itu adalah cicak dan mengibaskan tangannya, tiba-tiba saja dari kibasan tangannya itu keluar angin yang cukup untuk menerbangkan seluruh kertas di ruangan kamar Sehun.

“Mwoya??!!! Apa-apaan ini?” Sehun mencoba mengibaskan tangannya lagi, namun lebih pelan, dan lagi, keluar angin dari kibasan tangannya. Sehun segera ke kamar mandi dan membasuh tangannya berharap tanda itu hilang tapi sia-sia, tanda itu malah berkilat biru sebentar, Sehun akhirnya pasrah dan membasuh mukanya, saat dia melihat kaca di lihatnya lagi satu tanda aneh di leher kanannya, Sehun langsung memiringkan kepalanya untuk melihat tanda itu. Tanda yang dilehernya lebih berbentuk dari pada yang ada di tangannya, Sehun mengacak rambutnya frustasi, akhirnya dia memutuskan untuk tidur lagi.

-***-

Pulang sekolah Sehun lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di pinggir sungai Han sambil meminum bubble tea, sekali-kali ia menciptakan angin untuk menggoda kupu-kupu yang terbang agar menjauh darinya, rupanya sekarang Sehun mulai menikmati ‘kekuatan’ aneh miliknya itu, tanpa di sadari Sehun dari tadi ada orang yang mengawasinya, dengan ragu orang yang dari tadi mengawasi Sehun itu akhirnya menghampiri Sehun.

“Chogi…” Kata orang itu. Sehun menoleh, mata mereka berdua sama-sama terbelalak.

“Kau??!!!” Kata mereka bersamaan dan saling menunjuk satu sama lain.

“Aku tidak menyangka kau adalah Wind” Kata orang tersebut pada akhirnya.

“Maksudmu?” tanya Sehun tidak mengerti.

“Perkenalkan namaku Luhan, tapi aku rasa kau sudah tau namaku setelah pertemuan tak sengaja kita berdua 5 hari lalu, aku akan menjelaskan dari mana kekuatan dan tandamu berasal, aku juga akan menjelaskan siapa sebenarnya dirimu” Luhan kemudian menjelaskan semuanya kepada Sehun, Sehun mendengarkannya dengan seksama tanpa menginterupsi Luhan sedikitpun, Luhan juga menunjukkan kemampuan teleknisnya kepada Sehun dengan melayangkan beberapa batu tanpa perlu menyentuhnya. Sehun hanya terkagum-kagum, Sehun kini mengerti tentang hubungan gerhana matahari dengan pembelahan energi di planet EXO, hal seperti ini tidak bisa di jelaskan secara ilmiah , tapi ia tidak mengatakan tentang itu kepada Luhan, Sehun berpikir saat ini bukanlah saat yang tepat.

“Namamu siapa?” Tanya Luhan.

“Sehun, Oh Sehun” Jawab Sehun sambil tersenyum, eyes smile-nya terbentuk, selalu begini, jika Sehun disamping Luhan, dia hanyalah anak kecil yang manja, Sehun terkadang heran dengan dirinya sendiri, kenapa dia selalu bersikap seperti ini jika di hadapan Luhan.

“Aigoo kyeowo….” kata Luhan sambil mencubit pipi Sehun. Kali ini Sehun menerima cubitan Luhan dipipinya, tidak seperti saat mereka pertama kali bertemu.

“Keundae hyung, bisakah aku melihat Yoona noona? Aku penasaran dengannya” Pinta Sehun kepada Luhan.

“Baiklah, jika kau penasaran aku akan memanggilnya untukmu” Kata Luhan kemudian, Luhan memejamkan matanya dan memanggil Yoona

‘Roxanne, datanglah’ panggil Luhan dengan telepathy-nya.

Seorang yeoja kemudian muncul di hadapan Sehun dan Luhan, Sehun terbelalak kaget melihat yeoja yang ada di depannya ini.

Yoona tersenyum hangat kepada Sehun dan Luhan, dia berjalan menghampiri Sehun dan berjongkok di depannya, Yoona mengelus rambut Sehun dengan sangat lembut, Sehun kemudian memegang pipi Yoona dengan kedua tangannya, mata Sehun berkaca-kaca, melihat Sehun seperti itu Luhan menjadi bingung, keningnya mengerenyit.

“Mama…..” Ucap Sehun lirih, sebulir air mata jatuh dari matanya.

-TBC-

Iklan

22 thoughts on “History of MAMA : Character Profile : Oh Sehun : “Truth Behind His Poker Face”

  1. Aaaaa sehun oppa kyeopta wkwk
    itu kenapa yoong eonni dipanggil mama ? Penasaran sama lanjutannya,
    next part dtnggu thor.
    FIGHTING FIGHTING hehe

  2. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Minseok : “Her Betrayal, His Revenge”

  3. Ttehunnie cutenya kamu aduh aduh kamu lebih jenius dr ensteine nak ckck dia manggil yoong apa? Mama? Ok stlh ini aku mau ke sblh dl minseokie oppa iam coming

  4. Waaaa Sehun imutnyaaa :33
    Eh thor, jadi ceritanya si Sehun ini muda gitu di sekolahnya gara2 dia terlalu jenius?
    Aku baru baca yang Sehun nih soalnya kebetulan nemu di mbah google 😀

  5. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Kim Jongdae : “Mother Loves Remain Forever”

  6. Ping-balik: Acha's Blog | History Of MAMA : Character Profile : Huang Zi Tao : “Runaway, Burdened Rules”

  7. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

  8. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Zhang Yixing : “A Kind Healer”

  9. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA Chapter 1

  10. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  11. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  12. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s