The Covenant Chapter 1

The Covenant

The Covenant

Title : The Covenant

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant-

A/N :

Ini Author terinspirasi dari film The Covenant, tapi jalan ceritanya beda, cuma beberapa bagian aja yang sama, intinya terinsprasi dari film itu lah.

Tapi Author kagak yakin bisa update FF ini cepet-cepet, hehe piss ._.v

Happy Reading ^^

-***-

Prologue :

“Dahulu kala saat dunia masih terdapat para penyihir dan tergantung pada hal yang di namakan sihir seorang penyihir bernama George Ipswich dari benua Amerika  melakukan perjanjian dengan iblis agar mendapatkan kekuatan dan ilmu sihir yang tidak terkalahkan, dia melakukan perjanjian di atas buku hitam yang di namakan The Covenant, siapa saja yang melakukan perjanjian yang tertulis di buku itu maka perjanjian itu akan mengikat seluruh hidup orang yang melakukan perjanjian serta seluruh keturunannya, dan George Ipswich menyetujuinya.

Akhirnya George Ipswich mendapatkan kekuatan yang di inginkannya dan mulai membentuk kerajaan yang ia sebut sebagai ‘Grandeur’, George Ipswich memperluas daerah kekuasaannya hingga menuju benua Eropa yang pada saat itu terdapat kerajaan besar bernama ‘Mandivez’ dengan ratunya yang bernama Rosalie Hawk, George  mengira dia akan bisa mengalahkan Rosalie dengan mudah dengan kekuatan sihirnya, tapi ternyata George salah, George tidak mengetahui bahwa Rosalie adalah salah satu keturunan dari Julius Hawk, orang yang pertama kali melakukan perjanjian dengan iblis, perang besar pun tidak dapat di hindari, peperangan terjadi selama berbulan-bulan yang pada akhirnya membuahkan kekalahan bagi George Ipswich, pembantaian penyihir di kerajaan Grandeur akhirnya di lakukan oleh kerajaan Mandivez.

Selama pembantaian penyihir terjadi, empat anak kandung dari George Ipswich di sembunyikan di benua Asia untuk melindungi mereka dari pembantaian, pasukan kerajaan Mandivez mencari empat anak kandung itu ke seluruh penjuru benua Amerika tapi tidak menemukan mereka, akhirnya ratu Rosalie memberi perintah untuk menghentikan pencarian.

Ratu Rosalie kemudian menghadap iblis dan bertanya dimana ke empat anak kandung George, tapi Iblis tidak mau meberitahunya karena salah satu isi perjanjian iblis dengan George adalah melindungi seluruh keturunan George, iblis hanya mengatakan kalau masing – masing dari anak kandung itu akan mempunyai tiga anak laki-laki yang suatu saat keturunan mereka nanti akan membersihkan keturunan Julius Hawk di muka bumi.

Rosalie yang mendengar itu kemudian marah besar, dia berniat menghancurkan iblis, tapi Rosalie lupa dari mana kekuatannya berasal, dalam sekali tebas Iblis berhasil menebas kepala Rosalie dan memisahkan kepala Rosalie dari tubuhnya, walaupun kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya Rosalie masih bisa bersumpah bahwa anak turun dari Julius Hawk akan terus mencari keturunan Ipswich sebelum keturunan Ipswich membersihkan garis keturunannya. Iblis yang mendengar itu hanya tertawa dan berkata.

‘Kau tidak bisa mengubah takdir, Rosalie….’

Semenjak saat itu keturunan Julius Hawk mulai mencari keturunan Ipswich sampai saat ini”

-***-

Seoul, 2013

Sebuah rumah mewah yang tampak normal dari depan namun di dalamnya seperti sebuah kastil berdiri kokoh di pinggiran kota Seoul, di dalam rumah itu terdapat dua belas orang pemuda yang sedang melakukan aktivitas masing-masing, ke dua belas itu merupakan keturunan dari Mark Tvez, John Graham, Andrew Stovkz, dan Steve Hill yang merupakan anak kandung dari George Ipswich, seorang penyihir yang mendirikan kerajaan Grandeur namun di kalahkan oleh ratu kerajaan Mandivez berabad-abad silam, ke empat anak kandung itu mengubah nama belakang mereka untuk melindungi anak turunnya dari perburuan keturunan Julius Hawk.

Anak pertama dari George Ipswich adalah Mark Tvez yang kini mempunyai tiga orang keturunan yang bernama Kris Tvez, Chanyeol Tvez dan Sehun Tvez, anak ke dua George, John Graham mempunyai tiga orang keturunan yang kini bernama Luhan Graham, Lay Graham dan D. O Graham, anak ketiga dari George, Andrew Stovkz mempunyai tiga orang keturunan yang bernama Xiumin Stovkz, Baekhyun Stovkz dan Chen Stovkz, sedangkan anak terakhir dari George, Steve Hill mempunyai tiga keturunan yang bernama Suho Hill, Tao Hill dan Kai Hill, kedua belas keturunan Ipswich tinggal dalam satu rumah di pinggiran Seoul, sedangkan orang tua mereka berdua belas lebih memilih untuk tinggal di Australia.

Mereka sudah hidup bersama sejak kecil, mereka juga sudah mengerti kebiasaan dan sifat satu sama lain dengan baik, mereka bahkan mengerti apa yang dan disukai dan tidak di sukai masing-masing dari mereka, dan mereka juga tau bagaimana sejarah keluarga mereka, mereka hanya memilih tetap diam agar identitas mereka tetap aman, mereka juga mempunyai kemampuan sihir, dan ketika mereka melakukan sihir mata mereka akan berubah warna menjadi hitam sehitam kolam saat malam hari.

Keturunan Ipswich ini mempunyai perbedaan umur yang dekat, yang tertua adalah Xiumin, Luhan dan Kris yang lahir pada tahun yang sama, diikuti oleh Suho dan Lay yang satu tahun lebih muda dari yang tertua, kemudian diikuti oleh Baekhyun, Chanyeol dan Chen yang dua tahun lebih muda, kemudian D. O dan Tao yang tiga tahun lebih muda, dan yang terakhir adalah Kai dan Sehun yang empat tahun lebih muda sekaligus yang termuda di antara seluruh keturunan Ipswich.

“Hyung…” Panggil Sehun yang saat ini tidur di pangkuan Luhan.

“Hmm?” Jawab Luhan sambil tetap membaca buku yang ada di tangannya.

“Apa kita benar-benar tidak bisa ke Amerika atau ke Eropa?” Kata Sehun menatap Luhan masih sambil berbaring dipangkuan Luhan, Luhan meletakkan bukunya kemudian mengelus-elus rambut Sehun.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Kau tau kan kalau…”

“Aku tau” Kata Sehun memotong ucapan Luhan.

“Lalu kenapa kau masih bertanya?” tanya Luhan.

“Sekolahku mengadakan pariwisata ke London, aku ingin ikut hyung…” Kata Sehun kemudian memiringkan badannya.

“Sekolahmu? Berarti Suho, lay, Baekhyun, Chanyeol, Chen, D. O, Tao dan Kai juga?” Tanya Luhan, Sehun hanya memangguk sambil masih berada di pangkuan Luhan, Luhan mengembuskan nafas berat.

“Baiklah, nanti malam kita ke ruang bawah tanah untuk merapatkannya” Jawab Luhan, Sehun langsung bangkit.

“Jinjja??? Ah… Hyung memang yang terbaik!!!!” Kata Sehun kemudian memeluk Luhan, Luhan hanya menepuk-nepuk punggung adiknya.

-***-

“Jadi Sekolah kalian mengadakan pariwisata ke London?” Tanya Kris.

“Ne…” Jawab Suho sambil di ikuti oleh anggukan yang lain.

“Xiumin-ah… menurutmu bagaimana?” Tanya Kris kepada Xiumin.

“Sejujurnya aku takut melepaskan mereka, aku takut kalau keturunan Julius Hawk bisa menemukan mereka di London, tapi aku juga tidak mau membuat dongsaeng-dongasaengku sedih karena tidak bisa ikut”

“Aku juga begitu, kalau menurutmu Kris?” Luhan menyetujui perkataan Xiumin barusan.

“Aku sebenarnya juga mempunyai pikiran yang sama seperti kalian berdua, Suho-ah, kapan pariwisatanya?” Tanya Kris kepada Suho.

“Seminggu lagi hyung” Jawab Suho.

“Kalau begitu aku akan memikirkannya dulu bersama Xiumin dan Luhan, kalau kita sudah mencapai kesepakatan kita akan rapat lagi, sekarang kalian tidur saja, besok kalian harus sekolah” Kata Kris.

“Ne hyung” Jawab ke sembilan keturunan Ipswich itu dengan kompak, mereka ber-sembilan kemudian keluar dari ruang bawah tanah satu persatu.

Akhirnya di ruang bawah tanah hanya tinggal Xiumin, Luhan dan Kris, mata Kris berubah menjadi hitam seluruhnya dan sebuah buku tiba-tiba muncul di depan mereka bertiga, buku itu membuka halaman yang menjelaskan tentang perseteruan antara George Ipswich dan Rosalie Hawk, di situ juga dimuat bahwa kebanyakan keturunan Julius Hawk berada di Inggris, bekas kerajaan Mandivez juga berada di Inggris, tentu saja daerah ini menjadi daerah yang sangat berbahaya bagi seluruh keturunan Ipswich, Kris memijat kepalanya yang pening, dia kemudian menatap Xiumin dan Luhan.

“Kita harus bagaimana?” Tanya Kris kepada Luhan dan Xiumin.

“Apa kita larang saja mereka? London terlalu berbahaya” Usul Xiumin.

“Tapi apa mereka nanti tidak kecewa dan sedih?” Tanya Luhan, dia sangat memikirkan perasaan adik-adiknya.

“Hmm… ini hal yang sangat sulit, bagaimana kalau kita bicarakan lagi besok?”

“Aku setuju, kepalaku sudah terasa sangat pening kali ini” Xiumin menyutujui usul Kris.

“Baiklah, kita bicarakan lagi besok” Luhan juga menyetujui usul Kris.

“Baiklah, mari kita kembali ke kamar kita masing-masing” Kata Kris kemudian.

-***-

@Seoul High School.

“Sehun haksaeng, kau dan saudara-saudaramu ikut trip ke London atau tidak?” tanya wali kelas Sehun.

“Kami masih belum tau saem, kakak tertua kami masih belum memberi keputusan”

“Bilang kepada kakak tertuamu suruh cepat-cepat memutuskan, pihak sekolah juga harus segera mengumpulkan data siswa yang ikut untuk reservasi di sana, kalau keluargamu seperti ini sama saja keluargamu menghambat pariwisata murid satu sekolah ini”

“Ne Saem…” Jawab Sehun sambil menunduk.

Bel istrahat berbunyi, Sehun berjalan gontai menuju kantin untuk menemui kakak-kakaknya, mukanya terlihat sangat kusut, Sehun kemudian bersandar kepada Tao sambil memeluknya.

“Kau kenapa?” Tanya Tao, Sehun kemudian melepaskan pelukannya dan duduk tegap dengan bibir yang mengerucut.

“Kau kenapa Sehunie?” Kali ini Chanyeol yang bertanya.

“Wali kelasku memaksa keluarga kita agar cepat memberi keputusan, aku tadi di marahi di kelas, katanya keluarga kita menghambat pariwisata murid satu sekolah” Jelas Sehun, dia kemudian menundukkan kepalanya, Tao mengusap-usap punggung Sehun untuk menenangkannya.

“Aigoo… untung saja wali kelasmu tidak tau siapa kita, kalau dia tahu pasti sudah ku ubah menjadi kambing!” Kata Baekhyun emosi, dia tidak terima adiknya di perlakukan seperti itu.

“Jangan di ubah jadi kambing, ubah saja menjadi semut agar terinjak oleh orang-orang” Kali ini Chen yang bicara, mendengar perkataan Chen, Lay tiba-tiba tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul Chen.

“Aisshhh!!! Lay hyung!!! Apanya yang lucu sih?” Kata Chen emosi karena Lay memukulinya.

“Aku hanya tiba-tiba terbayang kalau wali kelas Sehun kita rubah badannya menjadi semut tapi wajahnya kita biarkan tidak berubah” Kata Lay kemudian terpingkal-pingkal, keturunan Ipswich yang lain hanya saling pandang, mereka tidak tau apa yang ada di pikiran Lay sehingga membuat dia tertawa seperti itu.

“Suho hyung… bicaralah kepada Kris hyung nanti” Usul Kai.

“Na?” Tanya Suho sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Iya… Suho George Hill….” Kata Kai kesal.

“Kenapa aku?” Tanya Suho.

“Tentu saja karena kau adalah yang tertua di antara kita bersembilan” Jawab Chanyeol di sertai anggukan yang lain.

“Aisshh… tidak ada pilihan lain, baiklah, aku akan bicara kepada Kris hyung nanti” Kata Suho pada akhirnya.

“Memang begitulah seharusnya seorang hyung” Kata Tao yang sampai saat ini masih mengusap-usap punggung Sehun.

Bel masuk berbunyi, ke sembilan keturunan Ipswich pun masuk ke kelas masing-masing, hanya Suho dan Lay yang satu kelas, sedang yang lain kelasnya berbeda-beda walau satu angkatan. Suho hanya memain-mainkan bolpointnya dari tadi, dia berfikir bagaimana cara dia bicara kepada Kris nanti, Lay yang memang teman sebangkunya kemudian menepuk bahu Suho.

“Bicaralah seperti biasanya, Kris hyung itu adalah orang yang hangat” Kata Lay berusaha menenangkan Suho.

“Tapi aku takut”

“Kenapa kau takut? Apa kau pernah membuat Kris hyun marah atau berbuat salah kepadanya?” Tanya Lay, Suho menggeleng.

“Lalu apa yang kau takutkan?” Tanya Lay lagi.

“Aku juga tidak tau, mungkin karena aku takut membuat Kris hyung makin merasa terbebani”

“Sudahlah… coba saja dulu”

“Baiklah…” Ucap Suho kemudian menyandarkan tubuhnya.

Bel pulang sekolah berbunyi, Sehun menunggu kedelapan keturunan Ipswich lainnya di depan gerbang, mereka akan di jemput oleh salah satu dari ketiga kakak tertua mereka dengan van, Sehun kemudian mendengar dua orang yeoja sedang membicarakan keluarganya dari halaman belakang sekolah, keturunan Ipswich memang mempunyai indra yang super.

‘Hei, apa kau tau keluarga yang nama keluarganya tidak berasal dari Korea itu?’

oh.. yang nama belakangnya Tvez, Graham, Stovkz dan Hill itu? Kenapa memangnya?’

‘aku pikir mereka orang kaya, ternyata dari yang ku dengar mereka tidak ikut pariwisata ke London’

‘Jinjja? Sayang sekali, padahal aku berharap mereka ikut, mereka kan sangat tampan sekali, siapa tau aku memperoleh kesempatan untuk foto dengan mereka di London’

‘Aku juga, tidak ku sangka ternyata kehidupan mereka menyedihkan, padahal pariwasata ke London di sekolah kita kan bisa dibilang sangat murah’

Mendengar itu air mata Sehun rasanya ingin keluar, dia tidak terima keluarganya dibilang menyedihkan, kedelapan keturunan Ipswich yang lain akhirnya sampai di depan gerbang dan menghampiri Sehun, kening mereka mengerenyit melihat mata Sehun berkaca-kaca, saat mereka ingin bertanya ternyata Kris sudah sampai untuk menjemput mereka, mereka masuk van satu per satu, di dalam van Sehun yang biasanya ramai hanya diam, keturunan Ipswich lain juga tidak berani bertanya kalau Sehun sudah seperti ini, yang bisa menenangkan dan menanyai Sehun hanya Luhan.

Sampai di rumah Sehun langsung menangis dengan kencang membuat seluruh keturunan Ipswich bingung dan heran pada saat yang bersamaan, Sehun bahkan membanting bantal sofa dan membuat seluruh isinya keluar.

“Sehunie!” Teriak Luhan. Sehun menoleh kemudian berlari dan memeluk Luhan.

“Kau kenapa?” Tanya Luhan lembut.

“Keluarga kita di bilang menyedihkan karena tidak ikut pariwisata ke London… aku tidak terima hyung! Mereka tidak mengerti!” Kata Sehun sambil terus menangis dan mengeratkan pelukannya kepada Luhan, Luhan menepuk-nepuk punggung Sehun.

“Kris… aku rasa kau tau apa yang harus kau lakukan” Kata Xiumin, Kris mengehembuskan nafas berat.

“Baiklah, keluarga kita akan ikut pariwisata ke London” Kata Kris yang membuat seluruh keturunan Ipswich kecuali Xiumin dan Luhan membelalak tidak percaya, Sehun bahkan langsung melepaskan pelukannya dari Luhan, Sehun berbalik dan menatap Kris.

“Hyung serius?” Tanya Sehun sambil terisak.

“Aku serius, tapi ada satu syarat” Kata Kris lagi.

“Syarat? Apa syaratnya?” Tanya Chanyeol.

“Aku, Xiumin dan Luhan akan ikut juga untuk menjaga kalian”

“Yaaaayyyy!!!!!” Teriak Sehun sambil melompat – lompat gembira, sepertinya dia sudah lupa kalau dia baru saja selesai menangis hingga membuat kekacauan besar di rumah.

“Sehun Tvez….”’ Panggil Kris, Sehun mengehentikan lompatannya kemudian menatap Kris.

“Waeyo hyung?”

“Bersihkan kekacauan yang kau buat!” Perintah Kris kemudian menunjuk ruang tamu yang sangat berantakan.

“Arraseo…” Kata Sehun sambil mengerucutkan bibirnya, mata Sehun berubah menjadi hitam seluruhnya, perlahan-lahan seluruh kekacauan itu kembali seperti awal seperti tidak terjadi apa-apa, setelah semuanya sudah bersih Sehun berjalan ke arah Kris.

“Sudah bersihkan, hyung?” Ucap Sehun sambil memicingkan matanya kepada Kris.

“Geurae..” Kata Kris kemudian menepuk bahu Sehun.

-***-

Penerbangan menuju London sebentar lagi akan berangkat, seluruh siswa Seoul High School sudah bersiap-siap, termasuk ke dua belas keluarga Ipswich yang saat ini sedang mengantri untuk memperlihatkan paspor mereka, sebenarnya ke ikut sertaan tiga keluarga Ipswich yang lain yang merupakan alumni sekolah tersebut sudah menggemparkan siswa Seoul High School, bahkan ada beberapa yeoja yang hampir pingsan karena sangat bahagia bisa melihat ketiga namja tampan itu lagi.

Perjalanan menuju London memakan waktu 14 jam, saat sampai mereka langsung menuju tempat penginapan mereka di daerah St. Munchen, dari awal keluarga Ipswich sampai Kris sebenarnya sudah merasakan sesuatu yang tidak enak, begitu juga dengan Luhan dan Xiumin, mereka hanya tidak mau mengatakan kepada adik – adik mereka karena tidak ingin mengganggu kesenangan adik-adik mereka.

Hari pertama pariwisata berjalan lancar karena mereka hanya mengunjungi beberapa pusat keramaian di London, hari kedua keluarga Ipswich di London mereka mulai merasakan sesuatu yang aneh, mereka merasa bahwa mereka sedang di ikuti, dan bukan hanya Kris, Xiumin dan Luhan saja yang merasakan, kini seluruh keluarga Ipswich merasakan kalau mereka seperti sedang diawasi dan diikuti.

Sampai akhirnya hari ketiga mereka berkunjung ke bekas kerajaan Mandivez yang terletak tidak jauh dari kerajaan Inggris raya, keluarga Ipswich makin merasa tidak aman, sampai akhirnya ketika mereka sampai di depan pintu gerbang bekas kerajaan Mandivez, tiba- tiba seorang penjaga berjalan ke arah keduabelas keturunan Ipswich sambil menatap mereka satu persatu dengan pandangan yang sulit diartikan, keturunan Ipswich hanya menunduk kecuali Kris dan Sehun, mereka malah balik menatap penjaga itu dengan tatapan tajam, penjaga itu kemudian menyeringai.

“Tidak ku sangka keturunan Ipswich berani menginjakkan kakinya disini…”

-TBC-

Iklan

18 thoughts on “The Covenant Chapter 1

  1. Baru baca baru baca …
    Aaaaa ini seru bgt ceritanya, entahlah sejak mampir di blog acha jadi suka baca cerita-cerita supranatural wkwk
    next part dtnggu cha.
    Fighting.

  2. Ping-balik: Acha's Blog | The Covenant Chapter 2

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 3 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 4 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: The Covenant Chapter 5 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: The Covenant Chapter 6 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: The Covenant Chapter 7 | Acha's Blog

  8. Ping-balik: The Covenant Chapter 8 | Acha's Blog

  9. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  10. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s