History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

Baekhyunie

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA-

Character Profile:

Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person

Summary :

“Baekhyunie, sekarang saatnya kau mengetahui siapa sebenarnya dirimu, kau adalah MAMA, MAMA dengan kekuatan cahaya, kepribadianmu yang bersinar menunjukkan apa kekuatanmu”

-***-

A/N :

Buat part ini Author mau kasih special Thanks buat best friend Author Sinyoe *nama di samarkan*, karena Sinyoe yang udah ngasih ide gimana konsepnya Baekhyunie, Sinyoe ini juga fansnya EXO loh…. dia fanboy-nya Luhan. *kenapa jadi promosi Sinyoe? Yesungdah lah, anggep aja angin lewat.

Part Sebelumnya -> Chanyeol, Kris, Suho, Kai, D.o, Luhan, Sehun, Xiumin, Chen, Tao.

Happy Reading ^^

-***-

“Haraboji, biar aku saja yang membawanya!” Teriak seorang namja kepada kakeknya, dia berlari menuju kakeknya itu.

“Aigoo… kau memang cucu yang berbakti, geurae geurae, bawa ini” Kata sang kakek sambil menyerahkan barang bawaannya kepada sang namja.

“Haraboji pasti sangat lelah, sudah aku bilang haraboji jangan ikut ke kota, biar aku sendiri saja, di tambah jalan ke rumah kita kan sedikit jauh dan terjal, tidak ada bus umum yang lewat di sana”

PLETAK

Sebuah pukulan mengenai kepala pemuda itu.

“Kenapa kau begitu bodoh, tentu saja tidak akan ada bus yang lewat, ini kan di lereng pegunungan”

“Aissh… Haraboji!!! Kenapa haraboji sangat hobi memukulku? Apa haraboji tidak pernah tau rasanya di pukul? Apa haraboji mau merasakan pukulanku?” Kata pemuda itu sambil mengelus-elus kepalanya.

“Ya!! Dasar anak nakal ini!!,” Kata kakek pemuda itu dengan pose akan memukul, tapi pemuda itu langsung menunduk dan melindungi kepalanya dengan kedua tangannya, pemuda itu menutup matanya.

Pemuda itu tidak merasakan adanya pukulan di kepalanya atau bagian tubuhnya yang lain setelah dia menutup mata cukup lama, dia membuka matanya sedikit demi sedikit, dilihatnya sang kakek sudah berjalan cukup jauh.

“Aisshh… Jinjja, kenapa haraboji selalu besikap seperti itu kepadaku? Ani, wae…. Apa aku bukan cucunya?” pemuda itu mengerutuki dirinya sendiri sambil duduk di jalan, tiba-tiba sebuah seringaian muncul di wajahnya, satu alisnya terangkat, dia kemudian memegang kakinya dan memasang wajah menyedihkan.

“Haraboji!!!!! Tolong aku!!!!!” Teriak pemuda itu, sang kakek menoleh kemudian berlari menuju cucunya.

“Ya!! Anak nakal, kau baik-baik saja?” Tanya kakeknya khawatir.

“Aniyo… kakiku terasa sangat sakit, aku rasa aku terkilir…” Katanya dengan wajah memelas.

“Apa kau bisa berjalan?” Tanya sang kakek lagi.

“Mollaseoyo…”

“Akan ku papah sampai ke rumah” Kata sang kakek kemudian membantu pemuda itu berdiri.

Baru saja pemuda itu berdiri dia kemudian berlari meninggalkan kakeknya, dia kemudian menoleh kebelakang dengan tetap berlari.

“Haraboji!!! Tangkap aku kalau haraboji bisa!!! Hahahaha!!” Kata pemuda itu kemudian berbalik dan berlari meninggalkan kakeknya.

“Yaa!!! Byun Baekhyun!!! Kau benar-benar nakal!!!!” Teriak sang kakek. Pemuda yang ternyata bernama Byun Baekhyun, Baekhyun hanya menoleh kemudian menjulurkan lidahnya, dia berbalik lagi dan berlari.

“Aigoo… dasar anak nakal, meskipun dia begitu nakal tapi dia adalah cucuku yang lucu” Kata sang kakek sambil tersenyum, sang kakek akhirnya berjalan pulang ke rumahnya.

-***-

“Halmoni!! Na wasseoyo….” Teriak Baekhyun kemudian masuk kedalam rumah, dia melihat neneknya sedang menjahit pakaian yang sobek, hati Baekhyun terenyuh melihat itu, memang, selama ini Baekhyun tinggal dengan kakek neneknya dalam keadaan yang kurang, tapi Baekhyun tidak pernah mengeluh, tentang orang tua Baekhyun, Baekhyun sendiri tidak mengetahui siapa orang tuanya, setiap dia bertanya kepada kakek neneknya tentang siapa dan bagaimana orang tuanya mereka selalu menghindar sehingga membuat Baekhyun lelah dan tidak pernah bertanya lagi.

“oe? Wasseo?” Kata neneknya sambil menatap Baekhyun sambil membetulkan kaca matanya. “Dimana haraboji?” Lanjut nenek Baekhyun.

“Haraboji? Haraboji masih ada di belakang, aku meninggalkan haraboji tadi” Kata Baekhyun kemudian duduk di sebelah neneknya.

“Aigoo… berhentilah bermain-main dengan kakekmu, kau ini kan sudah besar” Kata nenek sambil mengelus-elus kepala Baekhyun.

“Salah haraboji sendiri kenapa memukulku kemudian meninggalkanku dulu, jadi aku mengerjainya, hehehe” Kata Baekhyun dengan memasang wajah tanpa dosa.

“Aigoo… kau ini tidak pernah berubah, ngomong-ngomong apa kau mendapatkan semua barang belanjaannya?” Tanya nenek Baekhyun.

“Ne, aku mendapatkan semuanya, keundae halmoni, kubis sangat mahal jika membelinya di pasar kota,  jadi tadi aku pergi ke kebun kubis Hong ahjussi untuk membelinya, di sana jauh lebih murah”

“Hong ahjussi? Bukankah itu sangat jauh dari rumah? Kau naik apa kesana?”

“Aku berjalan, jadi tadi yang belanja di pasar kota adalah kakek sedangkan aku pergi ke kebun Hong ahjussi untuk membeli kubis”

“Kau melakukannya dengan baik, Baekhyunie, halmoni sangat bangga kepadamu” Kata neneknya sambil mengelus-elus kepala Baekhyun.

“Haraboji kemana ya? Kenapa haraboji belum sampai juga?” Kata Baekhyun kemudian sambil menatap neneknya.

“Aku sudah di depan teras, Byun Baekhyun” Kata kakek Baekhyun dari depan, Baekhyun menoleh kemudian berlari menuju kakeknya.

“Haraboji…. jwesonghaeyo…” Kata Baekhyun merengek pada kakeknya.

PLETAK

Sebuah pukulan mendarat dengan mulus di kepala Baekhyun, Baekhyun mengelus kepalanya yang terkena pukulan kakeknya.

“Ya! Kau itu nakal sekali Byun Baekhyun, kenapa kau tega meninggalkan kakekmu yang sudah tua ini di belakang? Kau anak kurang ajar!” Kata kakek kemudian bersiap memukul Baekhyun lagi tapi tidak jadi.

“Itu salah haraboji sendiri! Haraboji duluan yang meninggalkanku!” Baekhyun tidak mau mengalah.

“Neo!! Kau benar-benar anak kurang ajar!!” Kata kakek sambil menunjuk Baekhyun.

“Mehrong!!!” Kata Bekhyun sambil menjulurkan lidahnya, dia kemudian berlari dan bersembunyi di belakang neneknya, neneknya hanya tertawa kecil.

“Ya!! Baekhyunie, Neo!!”

“Aigoo… sudahlah, kalian berdua sangat kekanakan, yeobo, sudahlah, lagi pula Baekhyunie juga sudah meminta maaf, Baekhyunie, kau juga, jangan terlalu suka mengerjai orang lain, sekarang, lebih baik kau bersihkan semua sayuran yang sudah kau beli tadi setelah itu bantu halmoni mempersiapkan makanan”

“Ye halmoni!” Kata Baekhyun dengan memasang pose hormat, Baekhyun kemudian mengambil seluruh belanjaan mereka.

“Haraboji!” Panggil Baekhyun kepada kakeknya yang saat ini sedang duduk di teras.

“Mwo?” Jawab kakeknya sambil menoleh kepada Baekhyun.

“Mehrong!!” Kata Baekhyun sambil menjulurkan lidahnya dan menggoyangkan pantatnya.

“Ya!! Kau anak nakal!!” Jawab kakek Baekhyun marah.

Melihat kakeknya marah, Baekhyun segera berlari ke dapur untuk mempersiapkan makanan, tidak berapa lama kemudian nenek Baekhyun yang sudah selesai menjahit pakaian yang sobek datang membantu Baekhyun untuk memasak, sekali-kali Baekhyun juga mengerjai neneknya, tapi neneknya hanya tersenyum, dia mengerti kalau kepribadian Baekhyun memang sangat ceria dan bersinar, setelah makanan sudah jadi Baekhyun mempersiapkan tempat makan mereka dan membawa makanan yang sudah matang kesana.

“Selamat makan!!!” Kata Baekhyun saat semuanya sudah siap, dia memakan makanannya dengan sangat lahap, dia juga menambah porsi makannya, mungkin saat ini Baekhyun memang benar-benar lapar, melihat cucunya makan dengan sangat lahap kedua pasangan suami-istri itu saling menatap kemudian tersenyum, mereka bahagia.

“Baekhyunie, pelan-pelan makannya, kau bisa tersedak” Kata nenek Baekhyun, baru saja neneknya mengatakan hal itu Baekhyun langsung tersedak.

“Aigoo… sudah ku bilang pelan-pelan saja” Lanjut nenek Baekhyun sambil mengambilkan air untuk cucunya, sedangkan kakek Baekhyun menepuk-nepuk punggung Baekhyun, Baekhyun kemudian meminum air dari neneknya.

“Halmoni!! Kalau seandainya halmoni tidak mengatakan itu aku pasti tidak akan tersedak..” Kata Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya kemudian memasukkan sesendok besar nasi ke dalam mulutnya.

“Dasar kau anak nakal!” Kata kakek Baekhyun kemudian memukul punggung Baekhyun keras, nasi yang di kunyah Baekhyun keluar semua dan menyebabkan tempat makan mereka sedikit kotor.

“Aiisssh…. Haraboji!!!!! Aku tidak bisa makan dengan tenang kalau makan ada haraboji…” kata Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya lagi.

“Ya!! Neo….”

“Aigoo… sudahlah… Baekhyunie, teruskan saja makanmu, halmoni akan membersihkannya”

“Aniyo… haraboji saja yang membersihkannya, haraboji kan penyebab kekacauan ini” Kata Baekhyun sambil menatap kakeknya dengan Death Glare-nya.

“Hei anak kurang ajar, berani-beraninya kau menyuruhku, dan siapa dirimu berani-beraninya menatapku seperti itu” Kata kakek Baekhyun tidak terima, melihat itu nenek Baekhyun hanya membuang nafas berat kemudian berdiri dan pergi.

“Halmoni odigaseoyo?” Tanya Baekhyun yang melihat neneknya pergi, nenek Baekhyun menoleh.

“Aku akan menyirami bunga di belakang, aku sedang malas melihat pertengkaran kalian, lebih baik kalian bersihkan saja itu nanti bersama-sama” Kata nenek Baekhyun sambil menunjuk meja makan yang kotor akibat ulah Baekhyun dan kakeknya kemudian melangkah pergi.

“Halmoni!!!!!” Teriak Baekhyun tidak terima.

“Yeobo!!!” Kakek Baekhyun juga tidak terima dengan keputusan istrinya, Baekhyun dan kakeknya kemudian saling menatap, mereka kemudian membuang nafas berat mereka dan melihat meja makan yang berantakan.

“Tidak ada pilihan lain…” Kata Baekhyun lirih.

Baekhyun dan kakeknya akhirnya membersihkan meja itu dengan hati yang berat, setelah membersihkan meja makan dan mencuci seluruh peralatan makan, Baekhyun kemudian ke belakang rumah untuk membantu neneknya menyirami bunga, sesekali Baekhyun menciumi bunga yang mekar dengan dengan indah walaupun ini adalah awal musim gugur.

“Halmoni…. aku ingin meminta izin halmoni,” Kata Baekhyun tiba-tiba.

“Meminta izin untuk apa?”

“Aku ingin bekerja di kebun milik Hong ahjussi setelah membantu haraboji di ladang”

“Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?”

“Aku hanya tidak tega melihat keadaan haraboji dan halmoni, aku juga ingin membelikan haraboji dan halmoni baju baru, selama ini haraboji dan halmoni selalu membiayaiku tanpa mengeluh walaupun sebenarnya hidup kita memang sangat sulit, tapi haraboji dan halmoni selalu berusaha mencukupi semua kebutuhanku, mungkin ini saatnya aku membalas haraboji dan halmoni”

“Kau tidak perlu melakukan itu” Kata kakek Baekhyun yang tau-tau ada di belakangnya, Baekhyun menoleh.

“Haraboji…..”

“Kau tidak perlu melakukannya, cukup bantu haraboji saja di ladang, lagi pula kau masih sekolah, tugasmu adalah belajar, bukan bekerja” Kata kakek Baekhyun, nenek Baekhyun hanya mengangguk menyetujui.

“Tapi aku bisa bekerja pada hari Minggu” Baekhyun berkeras ingin bekerja.

“Hari Minggu adalah hari dimana kau mengerjakan pekerjaan rumah dan membantu nenekmu, kau tidak perlu bekerja Baekhyunie….” Kata kakek Baekhyun sambil menepuk-nepuk bahu Baekhyun.

Baekhyun diam, sebenarnya dia masih tidak terima dengan keputusan kakeknya, tapi dia juga tidak mau mengecewakan orang yang telah merawatnya dari kecil.

“Arrasseoyo, aku tidak akan bekerja” Jawab Baekhyun kemudian, mendengar itu neneknya kemudian mengelus-elus Baekhyun

-***-

Malam hari di awal musim gugur, apalagi di daerah pegunungan, bagi orang yang tinggal di pegunungan seperti Baekhyun dan kakek neneknya, mereka harus mempunyai pakaian super tebal dan selimut yang berlapis-lapis, apalagi kalau sudah memasuki musim salju, maka tungku tidak akan pernah di matikan untuk sekedar memberikan rasa hangat bagi tubuh mereka yang kedinginan.

Tidak seperti malam-malam biasanya, Baekhyun duduk di depan teras sambil melihat bulan yang bersinar di balik pepohonan, tubuhnya terbungkus oleh jaket tebal berwarna biru, sekali-kali dia menggesek-gesekkan kedua tangannya agar merasa hangat, mungkin saat ini Baekhyun masih kecewa karena keinginannya untuk bekerja di tolak oleh kakek dan neneknya, kakek Baekhyun yang melihat cucunya seperti itu akhirnya memutuskan untuk duduk di sebelah Baekhyun. Baekhyun menoleh ketika kakeknya duduk di sebelahnya kemudian melihat bulan lagi.

“Kau masih kecewa?” Tanya kakek Baekhyun

“Mmm-mm” Jawab Baekhyun jujur.

“Mianhae Baekhyunie, bukannya haraboji tidak mau menuruti keinginanmu, tapi haraboji menginginkan agar kau fokus saja pada sekolahmu, lagi pula kau sudah bekerja membantu haraboji di ladang setiap kau pulang sekolah” Jelas kakek Baekyun, Baekhyun hanya diam. Kakek Baekhyun mengehembuskan nafas berat kemudian mulai bicara lagi.

“Baekhyunie, apa kau tau legenda tentang MAMA?”

“Aku tau, kakek dan nenek selalu menceritakannya saat aku masih kecil, bahkan sampai sekarang” Jawab Baekhyun, akhirnya Baekhyun mau menanggapi kakeknya.

“Apa pendapatmu tentang mereka?”

“Molla, bagiku mungkin aku akan bahagia jika aku di karuniai salah satu dari dua belas kekuatan mereka”

“Mm… geurae?”

“Mmm-mm” Jawab Baekhyun singkat.

“Baekhyunie, pemilihan MAMA sudah dimulai” Kata kakek Baekhyun kemudian.

“Maksud haraboji?”

“Sang Phoenix sudah terpilih saat gerhana bulan beberapa hari lalu, dan hari Minggu besok adalah hari terpilihnya Dragon, besok akan ada gerhana matahari” Baekhyun kaget mendengar perkataan kakeknya, dia menatap kakeknya intens.

“Dari mana kakek tau?”

“Baekhyunie, aku dan nenekmu adalah Myul, Myul adalah mereka yang di beri kemampuan untuk melihat siapa saja para MAMA bahkan sebelum mereka terpilih, kami juga mempunyai kelebihan untuk mengetahui kapan waktu MAMA itu terpilih, kami tinggal menyendiri di gunung bukan tanpa alasan Baekhyunie, kami tinggal di pegunungan karena gunung merupakan tempat yang tinggi dan di tempat yang tinggi ini orang seperti aku dan nenekmu bisa merasakan energi yang terpancar dari para MAMA, kami bisa merasakan kalau beberapa hari lalu Phoenix sudah terpilih, dan besok adalah hari terpilihnya Dragon dan yang lain”

“Dan yang lain? Bukannya hanya Dragon yang mendapatkan kekuatannya saat gehana matahari?”

“Hmm-mm, memang hanya Dragon yang mendapatkannya saat gerhana matahari, tapi gerhana matahari Dragon membahayakan kehidupan bangsa Dark Kingdom, oleh karena itu besok pohon kehidupan akan membagi 12 energinya kepada mereka yang terpilih, untuk melawan bangsa Dark Kingdom sebagai pertahanan sebelum semua dari mereka berkumpul, energi itu hanya memberikan sebagian kekuatan mereka saja, belum sepenuhnya, kekuatan mereka akan penuh saat gerhana mereka terjadi, untuk Phoenix karena gerhananya adalah gerhana yang terjadi pertama kali, maka energi dari pohon kehidupan itu adalah sebagai penyempurna, dan bagi Dragon, itu adalah kekuatan dan energi yang tak terkalahkan”

“Ahh… begitu, keundae haraboji, apakah aku Myul juga? Lalu, apakah ada Myul lain selain haraboji dan halmoni?”

“Ani, kau bukan Myul, sepanjang yang aku tau ada satu lagi Myul di dunia ini tapi sudah lama haraboji tidak mendengar kabarnya”

“Waeyo? Kenapa aku bukan Myul seperti haraboji dan halmoni?”

“Kau akan tau siapa dirimu besok Baekhyunie, sudahlah, udara semakin dingin, cepat masuk dan tidur” Perintah kakek Baekhyun.

“Baiklah kalau begitu” Kata Baekhyun sambil berdiri, baru beberapa langkah dia berbalik lagi kepada kakeknya yang sedang memandangi bulan.

“Haraboji…” Panggil Baekhyun, kakeknya menoleh. “Untuk hari ini…. jeongmal jwesonghaeyo” Lanjutnya, kakeknya hanya tersenyum dan mengangguk, Baekhyun tersenyum cerah, dia kemudian menuju kamarnya dan tidur.

-***-

Pagi-pagi  sekali Baekhyun sudah bangun, karena ini hari Minggu maka jadwalnya adalah membersihkan seluruh rumah kemudian membantu kakeknya di ladang, Baekhyun berjalan keluar kamar, dia kaget melihat semuanya sudah sangat bersih, bahkan lebih bersih dari pada dia yang membersihkan.

“Siapa yang membersihkan? Apa halmoni?” Baekhyun bertanya kepada dirinya sendiri. Baekhyun berjalan menuju kamar kakek-neneknya dan membuka pintu kamar mereka, kosong, tidak ada siapa-siapa, Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

‘Kemana mereka pergi?’ Batin Baekhyun.

“Haraboji!!!! Halmoni!!!!” Baekhyun memanggil kakek dan neneknya dengan berteriak, dia kemudian diam beberapa saat menunggu jawaban, tapi tetap tidak ada jawaban dari dua orang yang di panggilnya.

“Haraboji!!!! Halmoni!!!” Panggil Baekhyun sekali lagi sambil mengitari rumah, tapi kedua orang yang di panggilnya tetap tidak ada. Baekhyun memutuskan untuk duduk di ruang tengah, disana ia menemukan secarik kertas dan sebuah benda kecil berbentuk persegi di sebelahnya, dia mengambil kertas itu dan membacanya.

‘Baekhyunie, maafkan halmoni dan haraboji tidak memberitahumu lebih dulu, tapi haraboji dan halmoni memang sangat terburu-buru, haraboji dan halmoni akan pergi kota dan mungkin baru akan pulang nanti sore, makanan sudah halmoni siapkan di tempat biasa, rumah sudah dibersihkan, jadi kau istirahat saja, oh iya, jika nanti terjadi gerhana peganglah kotak itu agar dadamu tidak terasa sakit, jangan keluar rumah, halmoni dan haraboji lebih senang kau tidur di rumah dari pada keluar’

Baekhyun mengehembuskan nafas berat setelah membaca surat neneknya, dia kemudian mengambil kotak kecil itu dan mengamatinya, tidak ada yang istimewa dengan kotak itu, hanya saja ada lambang berbentuk hexagon di bagian atasnya, Baekhyun berdiri dan bejalan gontai menuju dapur, dia mengambil nasi dan beberapa lauk untuk dimakan, setelah makan Baekhyun berjalan ke depan dan duduk di teras, menikmati udara gunung yang masih alami dan bersih, di tangan kanannya terdapat kotak kecil tadi yang sama sekali tidak ia lepaskan, karena hawa gunung yang sejuk Baekhyun tidak tahan untuk tidak membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata, dia tertidur di teras dengan tangan yang masih memegang kotak kecil itu.

Setelah beberapa saat tertidur Baekhyun akhirnya terbangun, dia kemudian duduk dan mengumpulkan nyawanya sejenak, dia melihat jam di dalam rumah, hampir jam sepuluh siang, berarti dia tertidur kurang lebih sekitar tiga jam, Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya dan tanpa sengaja menjatuhkan kotak kecil itu kebawah, Baekhyun yang menyadari ada benda terjatuh dengan malas turun untuk mencari benda itu.

Karena nyawa yang masih belum sepenuhnya terkumpul Baekhyun tidak dapat menemukan kotak itu, tiba-tiba langit mulai gelap, Baekhyun melihat ke langit dan menyipitkan matanya yang memang sudah sangat sipit untuk melihat apa yang terjadi, ternyata gerhana, dia kemudian duduk di tanah sambil menyandarkan punggungnya ke teras rumah untuk melihat gerhana, perlahan tapi pasti bayangan bulan menutupi hampir seluruh bagian matahari.

“Hoammm… Akkhhhh!!!” Baekhyun menguap tapi kemudian merasakan dadanya mulai sakit dan berteriak, dia langsung tersadar sepenuhnya dan berusaha mencari kotak itu, dia mencari-cari di sekitar tempatnya tidur tadi dengan satu tangan yang memegangi dadanya, sakit di dadanya semakin menjadi-jadi, Baekhyun akhirnya melihat kotak itu dan mengambilnya, saat Baekhyun memegang kotak itu sedikit demi sedikit rasa sakit di dadanya mulai menghilang, tapi ketika matahari telah tertutupi dengan sempurna Baekhyun pelahan kehilangan kesadarannya.

-***-

Baekhyun mengerjapkan matanya dan menyadari bahwa saat ini dia sedang berada di kamarnya, Baekhyun kemudian duduk dan melihat sekeliling, dia mencium bau harum teh melati yang biasa di buat oleh neneknya, Baekhyun berdiri dan berjalan ke dapur. Baekhyun melihat neneknya sedang menyeduh teh.

“Halmoni wasseoyo?” Tanya Baekhyun kemudian. Neneknya menoleh dengan tersenyum dan mengangguk, perlahan nenek Baekhyun berjalan menuju cucunya dan mengambil tangan kanan Baekhyun.

“Kepribadianmu menggambarkan kekuatanmu” Kata nenek Baekhyun sambil menepuk-nepuk tangan Baekhyun.

“Maksud halmoni?” Tanya Baekhyun tidak mengerti.

“Lihat ini…” Perintah nenek Baekhyun dan memperlihatkan tangan kanan cucunya yang kini mempunyai sebuah lambang.

“Ige mwoeyo?” Tanya Baekhyun yang masih saja tidak mengerti.

“Ini lambang Light” Jawab nenek Baekhyun.

Light? Light… maksud halmoni MAMA yang mempunyai kekuatan cahaya?”

“Benar Baekhyunie..”

“Keundae, kenapa ada tanda itu muncul di tanganku?”

“Karena kau adalah MAMA”

“Ne??? A… Aku? Waeyo?”

“Karena kau Byun Baekhyun” Jawab kakek Baekhyun yang tau-tau muncul. “Baekhyunie, sekarang saatnya kau mengetahui siapa sebenarnya dirimu, kau adalah MAMA, MAMA dengan kekuatan cahaya, kepribadianmu yang bersinar menunjukkan apa kekuatanmu, dan sekarang…. adalah saatnya kau untuk pergi mencari MAMA lain ke Seoul, dan pagi tadi halmoni dan haraboji pergi untuk mengambil semua uang yang selama ini haraboji dan halmoni simpan untuk biaya hidup dan sekolahmu di Seoul saat mencari MAMA lain”

“Haraboji…. Haraboji tau semua ini dari awal?”

“Tentu saja, kemarin kan sudah aku ceritakan kepadamu kalau haraboji dan halmoni ini adalah seorang Myul, sekarang siapkan barang-barangmu, haraboji dan halmoni akan mengantarkanmu ke bandara, nanti kau akan turun di bandara incheon, setelah itu naiklah taksi atau bus ke Seoul, ini nama sekolahmu dan ini alamat tempat tinggalmu, haraboji dan halmoni sudah membelikan rumah untukmu tinggal disana” Kata Kakek Baekhyun sambil memberikan secarik kertas dan sebuah kunci.

“Haraboji….” Baekhyun merengek.

“Wae? Kenapa kau merengek seperti anak anjing?”

“Aku tidak mau meninggalkan haraboji dan halmoni… shirreo! Aku tidak akan pergi ke Seoul, aku akan merawat dan menjaga haraboji dan halmoni di sini”

“Dasar kau anak nakal, kau sekarang adalah MAMA, setelah mengantarmu haraboji dan halmoni akan menghilang.”

“Menghilang? Waeyo?” Tanya Baekhyun kaget.

“Karena haraboji dan halmoni akan menunggumu di Sanguinets, pergilah, sekarang siapkan barang-barangmu dan jangan melawan”

“Ahhh… Haraboji….” Baekhyun merengek lagi dan bergelayut di lengan kakeknya.

“Sudah ku bilang jangan melawan! Cepat siapkan barang-barangmu, kita akan berangkat besok pagi”

“Arraseo…” Baekhyun akhirnya menyerah, dia pergi sambil mengerucutkan bibirnya.

-***-

“Baekhyunie, jaga dirimu, halmoni dan haraboji akan pergi ke suatu tempat sambil menunggu kapan Sanguinets di mulai” Nenek Baekhyun memberi pesan.

“Halmoni dan haraboji pergi kemana?”

“Ke tempat yang tidak bisa di temukan, tenang saja, halmoni dan haraboji akan baik-baik saja, jangan khawatir” Kakek Baekhyun menenangkan cucunya.

“Sebentar lagi pesawatmu akan lepas landas, kau pergilah” Lanjut kakek Baekhyun, Baekhyun hanya mengangguk, Baekhyun memeluk kakek neneknya satu per satu dengan mata yang berkaca-kaca.

“Haraboji… halmoni.. jaga diri kalian baik baik, aku pergi….” Kata Baekhyun dengan melambaikan tangannya, dia kemudian berbalik dan pergi menuju ke dalam pesawat.

Di dalam Baekhyun hanya diam dan melihat orang-orang di sekelilingnya, terkadang dia melebarkan matanya menatap kagum, karena ini adalah yang pertama baginya, lagi pula selama ini dia tinggal di desa, jadi dia tidak terlalu familiar dengan keadaan hal-hal yang seperti ini. Penerbangan dari daerah Baekhyun menuju Seoul hanya memakan waktu satu jam, Baekhyun akhirnya sampai di bandara Incheon dengan selamat.

Baekhyun berjalan menuju ke tempat koper, setelah mengambil kopernya Baekhyun masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan, dia melihat kekanan dan kekiri dengan pandangan bingung, tiba-tiba dadanya terasa sakit dan semakin sakit, dan tiba-tiba seseorang menepuk bahu Baekhyun dari belakang, aneh, rasa sakit itu tiba-tiba hilang. Baekhyun menoleh dan memiringkan kepalanya, bibirnya mengerucut, Baekhyun kemudian melihat lambang hexagon di leher kanan orang yang menepuknya, mata Baekhyun melebar, dia kemudian tersenyum cerah.

“Kau MAMA?” Tanya Baekhyun kepada namja itu dengan mata bersinar-sinar, namja itu mengangguk.

“Kau juga?” Tanya namja itu kepada Baekhyun.

“Mmm-mm, seperti yang kau lihat, aku punya tanda yang sama sepertimu, oh iya, namamu siapa?” Tanya Baekhyun lagi.

“Namaku Huang Zi Tao, Kalau kau?”

“Namaku Byun Baekhyun, dari aksen dan wajahmu kau bukan orang Korea ya?”

“Mmm-mm, aku orang China”

“Ahh…. lalu kenapa kau bisa ada disini?”

“Aku kabur dari rumah”

“Mwo?” Tanya Baekhyun kaget.

“Akan aku ceritakan alasannya nanti, sekarang, bisakah kau menolongku?”

“Kau mau minta tolong apa?”

“Aku tidak mengenal siapapun dan tidak punya apapun, bisakah aku tinggal denganmu?”

“Ahhh…. begitu, sejujurnya aku juga baru pertama kali di sini, tapi kakek dan nenekku sudah memberiku fasilitas, kau bisa tinggal denganku, kebetulan aku tinggal sendiri, lagi pula kita berdua ini adalah MAMA ‘kan?” Kata Baekhyun menyetujui permintaan Tao

“Ne, kamsahamida” Kata Tao sambil membungkuk kepada Baekhyun.

“Emm, kalau begitu ayo ikut aku menunggu bus, kau bisa menceritakan semuanya nanti ketika di perjalanan atau di rumah” Kata Baekhyun kemudian sambil menarik tangan Tao.

Tao mengikuti Baekhyun dengan mengekor di belakangnya, sambil menunggu bus Tao bercerita tentang asal muasalnya kenapa dia bisa ada di sini, setelah beberapa beberapa saat menunggu sebuah bus berhenti di depan mereka, Baekhyun dan Tao pun masuk, saat masuk Tao membelalakkan matanya kaget, seseorang kemudian menghampiri Tao.

“Huang Wángzǐ, kenapa anda ada disini?”

Tao gugup, dia kemudian menghentikan waktu dan menarik Baekhyun dan mengajaknya berlari.

“Tao-ah… wae geurae?” Tanya Baekhyun, Tao tidak menjawab, dia hanya terus berlari sambil menggandeng Baekhyun, mereka sampai di halte bus lainnya ketika waktu mulai berjalan, Tao langsung duduk dengan nafas yang memburu, begitu pula Baekhyun yang sepertinya sangat lelah.

“Tao-ahh..ahh..ahh, sebenarnyahh tadihh itu siapahhh?” Tanya Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah.

“Dia… dia adalah orang yang hampir membunuh seluruh keluargaku dulu di China…”

“Jinjja?” Tao hanya mengangguk.

Tidak lama kemudian sebuah bus berhenti di depan mereka, dengan segera mereka naik dan menyandarkan badan mereka yang lelah, tidak lama kemudian mereka sampai ke pemberhentian bus di daerah Daegu.

“Hyung… apakah masih jauh?”

“Molla…”

“Mwo???!!!” Tao berteriak kepada Baekhyun.

“Yaakk!!!!!” Baekhyun menutup telinganya kemudian menatap Tao dengan death glare-nya.

“Hyung!! Kenapa kau tidak meminta alamat yang jelas pada kakek nenekmu?”

“Haraboji hanya memberiku ini, rumah nomer 34 di daerah Daegu!!!”

“Kalian mencari rumah nomer 34? Rumah itu ada di atas bukit sana” Tiba-tiba seorang yang tak di kenal menunjukkan letak rumah Baekhyun berada.

“Ne??” Kata Tao dan Baekhyun bersamaan

“Rumah kalian ada di sebelah sana” Kata orang asing tersebut sambil menunjuk ke arah bukit.

“Ah.. ye.. kamsahamida” Baekhyun langsung membungkuk 90 derajat kepada orang itu, orang itu hanya menepuk punggung Baekhyun kemudian pergi.

“Tao-ah… kajja!!!” Kata Baekhyun sambil menarik tangan Tao.

Mereka ke atas bukit sambil berjalan kaki, Baekhyun yang sudah terbiasa hanya menjalaninya dengan santai, sesekali dia bernyanyi-nyanyi ceria, membuat udara kian cerah dengan senyuman yang mengembang di wajahnya, berbeda dengan Tao, dia begitu lelah sampai-sampai lingkaran hitam di matanya makin terlihat hitam.

Akhirnya mereka sampai ke rumah Baekhyun, rumah Baekhyun di dominasi oleh kaca sehingga terlihat seperti terbangun dari kaca, mata Baekhyun berbinar-binar melihat rumah itu, membuat cuaca yang tadinya dingin berubah menjadi sedikit terik.

“Uwwwaaahhhh!!! Haraboji-Halmoni jwegu!!!! Jjang jjang jjang!!” Teriak Baekhyun sambil melompat-lompat, sedangkan Tao hanya berjalan malas ke arah pintu dan mencoba membukanya. pintu itu tidak terbuka, rupanya masih terkunci.

“Hyung…. buka pintunya… aku lelah…” rengek Tao. Baekhyun segera berlari dan membuka kunci pintu rumah tersebut.

“Selamat datang di rumah Byun Baekhyun-nim” Kata Baekhyun sambil berpose layaknya pelayan hotel, Tao hanya melirik Baekhyun sekilas kemudian merebahkan dirinya di sofa, tidak lama kemudian dia tertidur, sedangkan Baekhyun masih berkeliling rumah dulu sebelum akhirnya tidur di samping Tao.

-***-

Esok harinya, Tao mengerjapkan matanya ketika dia mendengar suara tangisan dari luar rumah, dia kemudian duduk dan membangunkan Baekhyun yang ada di sampingnya.

“Hyung… ironayo.. ada orang menangis di luar…” Kata Tao sambil menepuk-nepuk pantat Baekhyun, Baekhyun menggeliat sebentar kemudian duduk sambil berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih belum utuh.

“Wae?” Tanya Baekhyun sambil mengucek-ucek matanya.

“Ada suara orang menangis dari luar” Kata Tao.

“geurae?” Tanya Baekhyun kemudian berdiri dan melihat ke luar melalui jendela, mata Baekhyun melebar.

“Jinjjane… Tao-ah.. lihat itu!” Kata Baekhyun sambil menunjuk orang yang menangis, Tao berjalan ke samping Baekhyun.

“Nuguji? Siapa namja yang menangis itu? Apa hyung kenal?” Tanya Tao, Baekhyun menggeleng, tiba-tiba namja itu pingsan.

“Ya ya ya!!! Dia pingsan!! Kita harus menolongnya!!” Teriak Baekhyun kemudian segera berlari keluar dan diikuti oleh Tao.

Mereka berjalan ke tempat namja yang pingsan itu, tiba-tiba dada mereka terasa sakit dan semakin terasa sakit ketika mereka makin dekat, Baekhyun dan Tao kemudian memegangi tubuh namja itu, di lihatnya lambang MAMA di leher kanan serta di punggung tangan si namja, Baekhyun dan Tao tersenyum.

“Dia salah satu dari kita…” Ucap Baekhyun.

-TBC-

Iklan

15 thoughts on “History of MAMA : Character Profile : Byun Baekhyun : “Shining Power, Shining Person”

  1. Jiah baekhyun oppa ku tercinta wkwk
    makin seru ayoayo next next next
    penasaran tingkat dewa ini mah wkwk
    oh iya acha itu yang part sehun kan ada yoona eonni ya ? Pasangan yoona eonni siapa ? Semoga kyuhyun oppa ajh ya wkwk aku ngeFans bgt sama tuh couple, jadi sempilin mereka ya wkwk *maksa*

  2. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA : Character Profile : Zhang Yixing : “A Kind Healer”

  3. Ping-balik: Acha's Blog | History of MAMA Chapter 1

  4. Bebek udah ya. Aduh aku salah tebak kukira itu lay.soalnya kukira tao naik pesawatnya dr china. Ya udc dc aku mau pndh ke sblah dulu.

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s