[One Shoot] It’s Too Late

ITL

Title : It’s Too Late

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : One-Shoot

Cast :

-F(x)’s Krystal

-Infinite’s L

-SHINee’s Minho

-Miss A’s Suzy

-F(x)’s Sulli

-SHINee’s Key

-SHINee’s Taemin

-SHINee’s Onew

-***-

ok, Author mau men-chalenge(?) FF romance, tapi kayaknya gagal deh

bwahahaha

Happy Reading ^^

Typo(s) everywhere

-***-

All Krystal PoV

Perkenalkan, namaku Krystal Jung, aku adalah salah satu murid di Gyeosang High School, dulu saat aku pertama kali masuk,  di hari pertama aku sudah mencuri banyak perhatian karena aku bisa di bilang sebagai murid cantik yang pandai dan mempunyai bakat menyanyi, bahkan saat pentas seni penyambutan murid baru, senior-senior yang terdaftar sebagai anggota dewan sekolah menyuruhku untuk menampilkan bakatku, Great.

Sejujurnya mulai dari awal aku di orientasi oleh kakak senior aku tertarik kepada salah seorang dari mereka, namanya Kim Kibum, nama yang cukup kampungan memang, nama panggilannya adalah ‘Key’, awalnya aku ingin tertawa, tapi setelah aku pikir-pikir boleh juga dan aku rasa aku mulai menyukainya, entah apa yang aku sukai dari namja bermata kucing itu, yang jelas dia berhasil membuatku mendaftar sebagai salah satu calon anggota dewan sekolah.

Tes untuk menjadi anggota dewan menurutku sangat mudah, hanya butuh kemampuan bicara, dan itu adalah keahlianku, aku pun lulus tes dengan nilai terbaik dan terpilih sebagai anggota inti di jajaran pengurus dewan sekolah, so cool, right?

Tapi ada juga efek negatif yang timbul akibat prestasiku, seorang senior di dewan sekolah  bernama Jonghyun mengejarku, dia bahkan berani menyatakan cinta padaku secara terang-terangan, tapi bukan aku namanya jika aku menerima namja yang membuatku risih ini, setiap kali dia menyatakan cinta padaku aku hanya melihatnya dengan tatapan meremehkan.

Pengangkatan pengurus anggota baru akhirnya di lakukan, ketua baru untuk pengurus baru juga sudah terpilih, dia adalah Onew sunbae, seorang namja yang tidak terlalu banyak bicara, tapi aku rasa dia cukup pantas untuk menjadi leader karena ketegasannya.

Hari-hari aku lalui dengan cukup menyenangkan disini, hanya sekedar informasi, aku masuk kelas unggulan di sekolah ini, membuat para senior makin memberikan perhatian mereka kepadaku, dan si Jonghyun, ahh.. dia makin tidak pernah lelah mengejarku.

Aku masih berada di taman belakang sekolah padahal jam sekolah sudah berakhir sekitar dua puluh menit lalu, aku hanya masih malas pulang, tiba-tiba ada seseorang yang duduk di sampingku, aku sempat kaget, ternyata Key sunbae, namja yang aku sukai.

“Sendirian?” Tanyanya.

“Ne..” Jawabku malu-malu. Oh C’mon Krys… that’s not yourself, jika saja Jonghyun yang bertanya seperti itu padaku mungkin sudah ku damprat dia dan akan ku tanyai apa matanya sudah buta.

“Kenapa kau belum pulang, Krys??” Tanya Key lagi, Oh My God!!! He call my name, kya!!!!!! Calm down Krys, hold your self.

“Hanya bosan saja di rumah”

“Geurae? Emm.. Krys.. aku ingin menanyakan sesuatu padamu”

Apa aku tidak salah dengar, Key sunbae ingin menanyakan sesuatu padaku? Apa dia mau menanyakan apakah aku menyukainya atau … jangan – jangan dia mau menanyakan apakah aku mau menerima cintanya?

“Mwoeyo?” Tanyaku padanya malu – malu.

“Kenapa akhir-akhir ini kau kelihatan tidak bersemangat ketika rapat anggota? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?”

Ok, baru ku sadari betapa bodohnya imajinasiku tadi, yang jelas tidak mungkin Key sunbae menyatakan cintanya kepadaku, dia terkenal sangat cuek terhadap yeoja dan tidak pernah punya pacar, seharusnya aku mengingat hal itu lebih dulu sebelum imajinasi aneh muncul dan saling bertebaran di otakku.

“Emm… itu.. Sunbae tau kan kalau aku ada sedikit masalah dengan Jonghyun sunbae?”

“Ahh.. masalah itu, kenapa kau tidak menolaknya saja?”

“Aku selalu menolaknya sunbae, tapi dia tetap saja mengejarku, mengkin dia akan berhenti mengejarku kalau aku punya pacar, Ups..” Sekali lagi aku meruntuki kebodohanku, bagaimana bisa kata-kata memalukan itu keluar dari seorang Krystal Jung ? C’mon Krys.. You’ve to back to your original self, aku hanya menunduk malu, aku tidak tau bagaimana raut wajah Key sunbae saat mendengar perkataanku tadi, dan aku tidak mau tau, yang jelas saat ini aku sangat malu.

“Geurae? Kalau begitu aku mau menjadi pacar pura-puramu”

Tunggu, apa aku tidak salah dengar, yang di katakan Key sunbae barusan… apa dia serius?

“Ne???” Aku langsung mengangkat wajahku dan melihat Key sunbae.

“Aku mau jadi pacar pura-puramu, tapi hanya satu bulan, setelah itu kita putus, jangan berfikir macam-macam, aku hanya ingin membantumu”

Aku tidak bisa membohongi hatiku bahwa saat ini aku sangat senang, yeah.. walaupun hanya sebagai pacar pura-pura, tapi setidaknya aku menyandang gelar sebagai pacar pertama Key sunbae, dan aku bangga akan hal itu.

“Sunbae serius?”  Tanyaku hanya untuk pemerah bibir.

“Emm, baiklah, sekarang kau adalah pacarku dan jangan panggil aku sunbae lagi, panggi aku oppa” Ucap Key sunbae sambil mengulurkan tangannya padaku, dengan senang hati aku terima uluran tangannya.

“kamsahaeyo sunbae.. ups, oppa.. hehe” Key kemudian melepaskan jabatan tangan kami dan berdiri.

“Mulai sekarang bicaralah informal kepadaku, aku akan menjemputmu besok pagi” Kata Key sebelum pergi.

Aku tidak bisa menahan rasa bahagiaku, aku berjingkrak-jingkrak di taman belakang sekolah, namun aku segera menghentikannya sebelum ada yang menyadari tingkah ‘gila’ ku.

-***-

Esok paginya Key benar-benar menjemputku, dia menjemputku dengan motor sport-nya, great, ini keren, aku pun langsung naik dan aku tidak tau bagaimana harus bersikap.

“Pegangan yang erat” Kata Key, aku pun langsung memeluknya dengan erat.

“Aku bilang pegangan, bukan peluk aku” Kata Key, wajahku merah, aku merasa sangat malu, aku kemudian melepaskan pelukanku tapi Key mencegahnya.

“Gwenchana, aku rasa akan terlihat lebih natural jika kau memelukku” Key kemudian mengemudikan motornya dengan kecapatan tinggi, ok, aku memang suka kecepatan, tapi sekarang aku khawatir dengan rambutku yang sudah susah payah aku tata pagi tadi.

Saat aku dan Key masuk ke lingkungan sekolah semua orang melihat kami, tentu saja, sebagai pacar pertama seorang Key aku sangat bangga akan hal itu, Key menyuruhku turun dan aku menurutinya, dia melepaskan helmnya kemudian menggandeng tanganku dan mengantarku ke depan kelas, lagi, semua pasang mata melihat kami, ah… bangganya menjadi seorang Krystal Jung.

Aku dan Key masih bercakap-cakap di depan kelas ketika Jonghyun menemui kami berdua.

“Ya!!! Kibum-ah!! Berani-beraninya kau merebut Krystal dariku!” Teriaknya, Key hanya menatap Jonghyun tajam, Key kemudian mencengkram kerah baju Jonghyun dan memberinya tatapan mengancam.

“Jangan ganggu Krystal lagi, dia milikku sekarang, sekali kau ganggu dia kau akan merasakan bagaimana rasanya kepalan tanganku!” Jonghyun rupanya langsung menciut, dia melepaskan tangan Key dari kerah seragamnya perlahan dan memberikan senyum terpaksa kepada Key, Jonghyun langsung berlari meninggalkan kami berdua.

“otte? Apa kau bahagia sekarang?” Tanya Key padaku, aku hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyuman.

“Kalau begitu aku ke kelas dulu” kata Key sambil mengelus kepalaku kemudian meninggalkanku.

-***-

Tidak terasa ‘hubungan’ ku dan Key sudah berjalan tepat satu bulan, itu artinya kita akan segera mengakhiri ‘hubungan’ ini, aku dan Key bertemu di taman belakang sekolah di mana semuanya di mulai.

“Apa kau benar-benar tidak apa-apa?” Tanya Key, aku hanya mengangguk walau sebenarnya tidak rela, aku ingin menangis karena mengingat satu bulan kemarin Key memperlakukanku dengan sangat baik.

“Baiklah, semoga kau mendapatkan laki-laki yang baik” Katanya kemudian meninggalkanku, saat Key sudah pergi aku mendudukkan diriku di bangku taman sambil menutupi wajahku, aku ingin menutupi kenyataan bahwa saat ini aku sedang menangis, karena bagiku, sangat pantang bagi seorang Krystal Jung menangis di depan orang lain.

-***-

Berita ‘putus’nya Key denganku menyebar begitu cepat, tapi aku bersikap biasa saja, aku juga masih berhubungan dengan Key lewat telepon maupun sms, tidak ada yang berubah, yang berubah hanyalah hatiku menjadi sakit saat menerima pesan darinya.

Dua minggu berlalu semenjak ‘putus’nya aku dan Key, Key tiba-tiba mengajakku bertemu, dan aku pun mengiyakannya, kami bertemu di taman belakang sekolah lagi, hah… tempat itu, tempat yang membawa banyak kenangan antara aku dan Key.

“Krys… aku mengajakmu ke sini hanya untuk mengatakan sesuatu, aku baru menyadari kalau sekarang aku mencintaimu” Kata Key sambil menggenggam tanganku erat.

“Jinjja? Oppa tidak bohong?” Tanya ku tidak percaya.

“Jinjja… aku benar-benar mencintaimu, Krys… maukah kau saat ini benar-benar menjadi yeojachinguku?”

“Tidak pura-pura?” Tanyaku, Key menggeleng, aku tersenyum lebar kemudian mengangguk mengiyakan, Key terlihat begitu bahagia, dia langsung memelukku, beberapa saat kemudian dia melepaskan pelukannya dan menatapku lembut.

“Saranghae…” Kata Key, Key kemudian menutup mata, aku tau apa yang akan terjadi selanjutnya dan mengikuti Key untuk menutup mata, aku merasakan sebuah benda lembut yang menyentuh bibirku, benda lembut itu melumat bibirku dengan lembut, kami berciuman cukup lama.

-***-

Sekali lagi berita kembalinya Key denganku menyebabkan sekolah heboh, aku hanya menganggapnya sebagai efek popularitas.

Tidak terasa hubunganku dengan Key hampir memasuki tiga bulan, dan jujur, saat ini aku mulai jenuh dengan Key, aku tidak tau kenapa tapi rasanya hanya jenuh, aku bosan dengannya, dan lagi, ketika kami berciuman dia seakan ingin menyantapku hidup-hidup, dia sangat kasar, terkadang bibirku sampai berdarah, aku benci hal itu, tapi aku masih bersikap seperti biasa kepadanya.

Saat hubungan kami sudah empat bulan aku mulai menemukan bagian lain yang tersembunyi dari Key, saat dia berkunjung ke rumahku tanpa malu-malu dia makan dengan rakus, dia bahkan menambah porsi makannya berkali-kali, aku sungguh sangat malu, dan biar ku beri tahu kalian aku paling benci dengan lelaki yang porsi makannya banyak.

Rasa jenuh dan malu yang Key berikan kepadaku perlahan-lahan akhirnya berubah menjadi benci, dan aku sudah memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengannya, esoknya saat pulang sekolah aku mengajak Key untuk bertemu di taman belakang sekolah.

“oppa, aku ingin kita putus” Kataku datar.

“Wae?”

“Aku jenuh denganmu oppa”

“Apa kau sudah tidak mencintaiku?” Tanyanya dengan wajah memelas.

“Emm” Jawabku spontan sambil melipat kedua tanganku. Key tiba-tiba memegang kedua pipiku dan berusaha menciumku, aku melawannya.

PLAAKKK

Sebuah tamparan aku daratkan mulus di pipi Key.

“Semuanya sudah berakhir” Kataku kemudian meninggalkan Key yang saat ini sedang memegang pipinya.

-***-

Setelah aku putus dengan Key, aku seperti kehilangan hasrat kepada namja, entah, mungkin karena aku masih mengingat bagaimana cara Key makan dan menciumku, menjijikkan, ketika mengingat itu aku merasa ingin muntah, tapi itu tidak berarti aku menjaga jarak dari laki-laki, aku masih bergaul dengan mereka, tapi aku tidak pernah merasakan apa yang di namakan cinta itu lagi.

Semenjak saat itu ada seorang senior dari anggota dewan yang dekat kepadaku, namanya Choi Minho, tinggi, tampan, kaya dan pintar, sebuah kombinasi semurna untuk membuat wanita jatuh cinta, tapi sayangnya aku sama sekali tidak mempunyai ketertarikan dengannya. Minho benci ketika aku memanggilnya sunbae, dia lebih suka jika aku memanggilnya oppa jadi aku turuti saja, toh, tidak ada bedanya, intinya dia lebih tua.

Hubunganku dengan Minho memang sangat dekat, tapi aku tidak pernah memiliki perasaan padanya, aku hanya menganggap dia sebagai kakak, tapi aku tidak tau begaimana anggapan dia terhadapku, dan aku tidak peduli, banyak orang bertanya apakah kami berpacaran, tentu saja kami jawab tidak karena memang seperti itu kenyataannya.

Tahun pertamaku di sekolah ini berakhir dengan  cukup sukses dengan segudang cerita dan prestasi yang aku dapatkan di tahun pertama, namun peraturan sekolah tiba-tiba berubah, tidak ada lagi kelas unggulan dan aku sangat kesal dengan hal itu.

Aku akhirnya di masukkan ke dalam kelas 2-1, meskipun menyandang title ‘1’ tapi tetap saja itu tidak sedikitpun membuat hatiku bahagia, aku tidak suka di sini, aku merindukan teman-teman yang dulu satu kelas denganku, tapi ketidak sukaanku pada kelas ini hanya bertahan sebentar, karena di kelas inilah aku mengenalnya, namja yang mampu meruntuhkan bekunya hatiku akibat Key tahun lalu, dia adalah Kim Myungsoo, namja tampan yang biasa di panggil L itu, dia adalah namja yang menjadi incaran seluruh wanita di sekolah.

Awalnya aku kira L begitu dingin, tapi nyatanya tidak, dia sangat baik dan bersahabat dengan siapapun, bahkan dengan teman sekelas kami yang mempunyai penyakit epilepsi, bahkan melihat anak epilepsi itu saja aku tidak mau, bagiku itu hal yang menjijikkan, tapi melihat L yang begitu baik kepada anak itu membuatku akhirnya bisa menerima kehadiran anak itu di kelas kami.

L adalah anak yang sangat jahil, dia sering sekali menggoda yeoja dengan merusak tatanan rambut mereka, aku hanya tersenyum melihat kelakuannya yang sangat kekananak-kanakan, dia juga sering kali menggodaku dengan mengusap-usap rambutku, dan dia tidak tau, hatiku akan selalu bergetar jika ada lelaki yang mengusap rambutku, dan hal itu yang membuatku semakin jatuh cinta padanya.

Semakin lama rasa cintaku kepada L makin tidak terbendung, akhirnya aku menceritakannya pada salah satu sahabatku, Sulli, Sulli… bisa di bilang anak yang selalu kepedean dengan setiap perlakuan namja yang ia terima, dia akan mengira bahwa namja itu menyukainya, bahkan dulu Sulli pernah mengira namja yang membawakan bukunya itu suka kepadanya, padahal itu hanya kebetulan karena Sulli baru jatuh karena tertabrak namja itu, sungguh aneh pemikiran yeoja satu ini.

Awalnya semuanya berjalan seperti biasa sebelum aku bercerita kepada Sulli, L masih menggodaku, tapi kenapa setelah aku bercerita pada Sulli, L tiba-tiba seakan….. menjauhiku?

Semuanya tiba-tiba menjadi aneh, saat aku dan L satu kelompok L selalu menghindariku, bahkan L dengan terang-terangan menolak di patnerkan denganku untuk presentasi, aku bingung, kenapa tiba-tiba seperti ini? Sekarang semuanya berubah, kalau dulu aku akan masuk kelas ini dengan senyum ceria maka sekarang aku akan masuk kelas ini dengan mata berkaca-kaca, aku mulai menarik diriku dari kehidupan sosial di kelas ini, hatiku sakit, aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku hanya bisa mencintainya dari jauh, hatiku sakit saat melihat L dengan tersenyum bahagia bercanda dengan yeoja lain, kenapa mereka bisa sedangkan aku tidak? Kenapa L?

Aku berada di taman belakang sekolah, aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku, sekali lagi aku menangis  di tempat ini, kali ini aku menangis karena orang yang aku cintai bahkan tidak melihatku, tiba-tiba seseorang duduk di sebelahku sambil memberiku tissue, aku menoleh, ternyata Minho. Aku menerima tissue darinya kemudian mengusap air mataku.

“Kenapa kau menagis?” Tanya Minho.

“Aku tidak apa-apa, oppa”

“Cerita saja kalau kau ada masalah”

“Aniyo.. eobseoyo…” Kataku sambil tersenyum cerah kepada Minho, senyum yang terpaksa tentunya.

“Baiklah kalau begitu” Kata Minho kemudian mengelus rambutku.

-***-

Berbulan-bulan aku mengalami waktu yang sulit karena cintaku yang semakin hari semakin besar kepada L tapi aku di hadapkan dengan kenyataan bahwa aku tidak bisa memilikinya, dan selama itu Minho selalu ada di sampingku, tapi aku tidak pernah merasakan adanya desiran hatiku untuk Minho, hatiku hanya untuk L, hanya L seorang.

Aku duduk di ruang musik sambil memainan tablet PC-ku sambil menunggu Taemin selesai ekstra, Taemin adalah salah satu sahabat terbaikku, dia selalu ada ketika aku ingin menangis dan butuh tempat bersandar.

“Krys!!!” Panggil Taemin, akupun menoleh dan melambaikan tanganku padanya.

“Kau sedang apa?”

“Cuma main-main saja dengan ini” Kataku sambil menunjukkan tabletku.

“Emm.. Krys… L sepertinya….” Taemin tidak melanjutkan kata-katanya, membuatku gemas.

“Kenapa L?”

“L sepertinya…. dia sudah punya yeojachingu” Kata Taemin sambil menunduk.

“Mwo?” Kataku lirih, setetes air bening terjatuh dari mataku.

“Uljima~ mianhae….” Taemin meminta maaf kepadaku, aku tidak mengerti kenapa dia meminta maaf, yang jelas saat ini aku ingin tau siapa pacar L.

“Dari mana kau tau? Dan.. siapa pacar L?”

“Apa kau akan baik-baik saja jika aku menceritakannya?” Aku hanya mengangguk.

“Tadi saat di ruang musik aku dan L berbicara banyak hal, kemudian L mengatakan bahwa saat ini teman sekelasnya ada yang menyukainya, tapi L bilang dia tidak suka dengan teman sekelasnya itu dan sekarang L sudah mempunyai yeojachingu, dia adalah Bae Suzy dari 2-4, kau tau dia kan?” Jelas Taemin, tablet PC yang tadi aku mainkan terjatuh, aku tidak peduli jika tablet itu rusak, aku kemudian berlari meninggalkan Taemin sambil menangis.

“Krystal Jung!!!!” Teriak Taemin sambil memanggil namaku, aku tidak peduli, aku hanya terus berlari, aku berlari ke taman belakang sekolah dan terduduk di tanah, aku menyembunyikan wajah penuh air mata di balik ke dua tangan yang kini bergetar, kali ini aku menangis lagi, di tempat yang sama di mana aku pertama kali menangis karenamu.

Sebuah tangan tiba-tiba menarikku dan membuatku terjatuh dalam dekapan seseorang, aku menengadahkan wajahku, Minho, namja itu lagi.

“Menangislah… menangis bisa meringankan masalahmu” Katanya sambil memelukku dengan sangat erat, aku menangis lagi.

-***-

Sejak hari itu kerap kali aku melihat L dan Suzy bermesraan, mereka bahkan tidak malu-malu berciuman di kelas, membuat dadaku semakin sesak dan sakit, ingin rasanya aku menangis, tapi tidak bisa, rasanya air mataku sudah habis di hari itu, di hari aku mengetahui kenyataan bahwa L tidak pernah menyukaiku.

Tahun kedua di sekolah ini aku lalui dengan penuh air mata, aku akhirnya memasuki tahun akhir sekolah disini, aku bahkan berdo’a setiap hari agar aku tidak satu kelas dengan L, hatiku masih sangat amat sakit, dan ternyata Tuhan begitu baik, Dia mengabulkan do’aku, aku masuk di kelas 3-1 sedangkan L berada di kelas 3-2, walaupun aku masih akan sering melihat wajahnya setidaknya tidak berada di kelas yang sama dengannya akan sedikit memberiku ruang untuk bernafas.

Di tahun ketiga ini aku kehilangan sosok Minho yang sekarang sudah lulus, aku seperti kehilangan seorang sosok kakak yang selalu melindungiku dan mengusap air mataku ketika menangis, tapi aku tidak benar-benar kehilangannya, setiap minggu dia akan mengunjungiku dan mengajaku bermain, sama seperti minggu ini.

Minggu ini Minho mengajakku ke taman bermain, bermain di tempat ini membuatku bisa melepas segala kepedihan dan stress yang aku dapatkan beberapa bulan ini, kami bermain hingga malam tiba, saat malam tiba, aku dan Minho memutuskan untuk menaiki biang lala, saat berada di puncak, biang lala itu berhenti sejenak, membuatku bisa melihat seluruh pemandangan kota Seoul dari sini.

“Krys…” Panggil Minho memecahakan keheningan di antara kami.

“Ne?”

Minho kemudian langsung menciumku, pikiranku menolak untuk menerima ciuman dari Minho, tapi nyatanya tubuhku tidak mau bergerak, aku hanya diam.

-***-

Esok harinya L tiba-tiba ke kelasku dan memelukku sambil menangis, aku bingung, kenapa dia tiba-tiba seperti ini kepadaku?

“Ya…. neo wae geurae?” Tanyaku sambil berusaha melepaskan pelukan L, tapi dia malah memelukku makin erat. L kemudian melepaskan pelukannya, dia menatapku dengan mata yang penuh air mata.

“Mianhae… Mianhae telah membuatmu sakit hati selama ini, mianhae telah membuatmu menangis, sekarang aku baru menyadari bahwa yang selama ini tulus mencintaiku adalah dirimu, Krys… kau bahkan masih mencintaiku ketika aku sudah memiliki yeojachingu, mianhae”

“Apa yang kau bicarakan?” Kataku yang masih tidak mengerti.

“Suzy selama ini hanya memanfaatkanku, dan sekarang baru aku sadari kalau yang mencintaiku adalah kau… aku akan belajar mencintaimu Krys… aku akan mencintaimu” dan tanpa aku duga L menciumku, dia menciumku dengan sangat lembut, aku kemudian memejamkan mataku dan membalas ciuman L, tapi saat ini hatiku berperang, ada bagian dari hatiku yang mengatakan ini salah, tapi bagian lain dari hatiku mengatakan bahwa ini memang yang seharusnya terjadi.

“Krys!!!” Teriakan Taemin membuat ciumanku dengan L terlepas, aku dan L melihat ke arah Taemin, tanganku berada di dada L sedangkan tangan L berada di pinggangku.

“Ada apa Taemin-ah?” Tanyaku.

“Minho hyung… dia… dia sekarat….” Ucap Taemin lirih, mataku melebar dan segera mengambil tasku, aku berlari dengan menggandeng tangan L dan Taemin, kami bertiga menuju rumah sakit.

Sampai di rumah sakit kami harus menerima kenyataan bahwa ternyata Minho sudah meninggal, aku terduduk lemas di lantai, seorang dokter kemudian menemuiku.

“Apa anda yang bernama Krystal Jung?”

“Ye.. waeyo?” Kataku sambil menatap dokter itu dengan mata berkaca-kaca.

“Ini surat dari pasien Choi Minho untuk anda” Aku menerima secarik kertas dari dokter itu, aku kemudian duduk di kursi dan mulai membaca surat dari Minho.

‘Anneyeong!

Mungkin saat ini kau sedang bahagia karena pada akhirnya L membalas cintamu, kekeke~ Krys.. mianhae, kemarin aku menciummu sembarangan, keundae gomawo kau tidak menolak itu, Krys.. sebenarnya selama ini aku punya penyakit aneurisma di otak, dan kemarin saat bermain denganmu adalah hari terakhir sebelum pembengkakan pembuluh darah di otakku pecah, jadi.. aku memutuskan untuk menghabiskan satu hari kemarin denganmu dari pada di rawat di rumah sakit, kekeke, dan juga… aku yakin kau pasti bingung kenapa L tiba-tiba seperti itu kepadamu, itu karena kemarin setelah kita pulang aku menjemput L ke rumahnya dan menunjukkan bagaimana yeoja bernama Suzy itu sebenarnya, L shock, aku kemudian menceritakan bagaimana rasa cintamu untuknya, aku juga menunjukkan foto ketika kau menangis karenanya, mianhae aku mengambil fotomu tanpa izin, dan juga Krys… mungkin ini sudah terlambat, bahkan sangaaaatttt terlambat, tapi aku hanya ingin mengatakan aku mencintaimu, saranghae…’

Air mataku mengalir deras membaca surat dari Minho, aku memeluk surat itu kuat-kuat.

“Kau sangat terlambat, oppa… sangat….” Kataku lirih sambil menangis.

L kemudian duduk di sampingku dan memelukku erat, dia mengusap-usap kepalaku.

“Sudahlah Krys… sekarang aku yang akan menjagamu sampai akhir hayatku” L menegapkan tubuhku kemudian memandangku dengan pandangan lembutnya, dia mendekatkan wajahnya kepadaku dan menciumku lagi.

Krystal PoV end

-***-

Epilog

Ten years later.

“Chagiya~…. kemana anak kita?” Tanya L pada Krystal, L dari tadi tidak melihat di mana anak lelakinya.

“Sedang bermain bola!!” Teriak Krystal dari dapur.

L kemudia berjalan ke lapangan dekat rumah mereka dan mendapati anaknya sedang bermain bola bersama teman-teman sebayanya. L berkacak pinggang melihat anak satu-satunya itu, anak L kemudian melihat ayahnya yang sedang berdiri di samping lapangan kemudian tersenyum kepada ayahnya, senyum dan wajahnya sama seperti L, tapi matanya sama seperti Krystal.

“Kim Minho!! Ayo pulang!! Eomma sudah menyiapkan makan malam untuk kita!” Teriak L.

“Ne Appa!!” Jawab Minho kemudian berlari menuju ayahnya, Minho kemudian menggandeng tangan ayahnya dan mengajaknya pulang besama.

-END-

Iklan

2 thoughts on “[One Shoot] It’s Too Late

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s