The Covenant Chapter 2

The Covenant

The Covenant

Title : The Covenant

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Two-

Summary :

“Wajah dan sikapnya sangat mirip dengan leluhurnya, tampan, tinggi dan…. sangat tidak mudah di atur”

-***-

A/N :

Yayyy!! Akhirnya The Covenant comeback(?)

Yesungdah~ tanpa banyak bicara silahkan di nikmati(?)

Part sebelumnya -> Chapter 1

-***-

“Tidak ku sangka keturunan Ipswich berani menginjakkan kakinya disini…” Kata penjaga itu sambil menyeringai.

Semua keturunan Ipswich membelalakkan matanya kaget kecuali Kris dan Sehun yang hanya menatap penjaga itu tajam, melihat ada hal yang tidak biasa seorang guru mendekati keturunan Ipswich dan penjaga kerajaan Mandivez itu.

“Sorry, Sir…. what happen here?” Tanya guru itu.

“Nothing, I just need to take this twelve peoples to Royal downstairs, can I?” Penjaga itu meminta izin pada guru tersebut.

“Of course, but… why you need to take them there?” Guru itu masih curiga dengan penjaga tersebut.

“Just personal matter, they are royal family in this Kingdom” mendengar perkataan penjaga kerajaan seluruh keturunan Ipswich membelalakkan mata.

“Oh really? Wow, I didn’t know my students was royal family, ok then, take them with you, Sir” Guru itu rupanya sangat senang ketika penjaga itu mengatakan bahwa keturunan Ipswich merupakan keluarga kerajaan Mandivez, padahal kenyataannya keturunan Ipswich adalah musuh keturunan Julius Hawk, pendiri kerajaan Mandivez.

“Of course, Thank you, Sir” Kata penjaga itu sambil menyalami guru tersebut.

Dengan sangat terpaksa kedua belas keturunan Ipswich mengikuti penjaga kerajaan Mandivez untuk ke ruang bawah tanah, sampai di ruang bawah tanah mereka di suguhi dengan lukisan-lukisan yang menceritakan tentang perjanjian Julius Hawk dengan iblis, keturunan Ipswich kemudian di persilahkan duduk oleh penjaga yang membawa mereka ke sini, selama beberapa saat, baik penjaga maupun keluarga Ipswich saling diam.

“Kalian beruntung…” Ucap sang penjaga memecah keheningan di antara mereka.

“Maksudmu?” Kris angkat bicara.

“Keturunan Julius Hawk sudah lama meninggalkan kerajaan ini, mereka hijrah ke Amerika untuk mencari kalian” Jelas sang penjaga.

“Lalu kenapa kau membawa kami kemari?” Tanya Xiumin.

“Karena aku harus menyegel kalian dari keturunan Hawk” Jawab penjaga itu dingin.

“Menyegel kami?” Tanya Suho.

“Ya, aku harus menyegel kalian agar tidak mudah di lacak oleh keturunan Hawk, karena bau Ipswich kalian bisa tercium oleh kalangan penyihir sejauh 2 kilometer”

“Itu artinya…. apa kau melindungi kami?” Chanyeol kali ini yang angkat bicara.

“Ya, aku melindungi kalian dari keturunan Hawk”

“Tapi kenapa kau melindungi kami?” Lagi-lagi Kris yang bicara.

“Karena Ipswich yang dulu memberikanku hidup”

“Memberimu hidup? Kalau begitu… kau adalah…..” Luhan tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya memandang orang di depannya ini tidak percaya.

“Henry Lau…” Kata D. O lirih.

“Benar, aku adalah Henry Lau”

“Lalu kenapa kau malah menjadi penjaga bekas kerajaan Mandivez? Seharusnya kan kau menjaga kami!!” Protes Sehun.

“Kau pasti keturunan Tvez…” Henry tidak menjawab pertanyaan Sehun, dia malah menebak Sehun itu keturunan dari siapa.

“Bagaimana kau tau?” Tanya Baekhyun.

“Wajah dan sikapnya sangat mirip dengan leluhurnya, tampan, tinggi dan…. sangat tidak mudah di atur”

“Heyyyy!!!!!” Teriak Sehun dan Chanyeol bersamaan, mereka berdua tidak terima mendapatkan komentar seperti itu dari Henry, walau pada kenyataannya memang begitu.

“Tapi Kris Hyung sangat pendiam dan calm, dia tidak pernah macam-macam” Tukas Chen heran.

“Itu karena Kris mewarisi sikap calm dan cool neneknya, Sarah Tvez…”Jawab Henry.

“Uwwaahh… kau bahkan mengetahui nenek mereka” Ucap Lay yang kagum kepada Henry.

“Kalau kau sangat mengenal keluarga kami……. berarti umurmu sekarang….” Tao mencoba menghitung umur Henry.

“334 tahun” Jawab Henry.

“Are you serious?” Tanya Luhan.

Of course, aku di lahirkan pada tahun 1679, dan sempat mati 2 minggu pada saat aku berumur 17 tahun pada tahun 1696 sebelum Ipswich memberikanku hidup lagi, hidup yang abadi, itu sebabnya aku tidak akan pernah menua”

“Lalu bagaimana kau bisa menjadi penjaga kerajaan Mandivez? Apa mereka tidak curiga padamu?” Tanya Kris.

“Mereka tidak akan curiga karena aku telah menyegel diriku sendiri, sehingga bau sihir Ipswich tidak akan tercium oleh mereka, ini segelnya, mereka hanya tau kalau aku ini penyihir yang sudah berumur lebih dari tiga abad” Kata Henry sambil menunjukkan lambang bergambar Srigala di pergelangan tangannya.

“Itu apa?” Tanya Kai yang sedari tadi diam saja.

“Ini adalah Wolf, segel srigala untuk menutupi bau Ipswich kalian, untuk mendapatkan ini, kalian harus menandatangani perjanjian di buku The Covenant of Wolves milik Aurex, raja dari semua srigala di dunia ini di Ulterior saat bulan purnama, apakah kalian mau? Kebetulan hari ini dan dua hari kedepan adalah bulan purnama, aku sendiri yang akan mengantarkan kalian ke sana” Tawar Henry, kedua belas keturunan Ipswich hanya saling menatap satu sama lain.

“Apakah ada resikonya jika kita menandatangani The Covenant of Wolves?” Tanya Kris.

“Kalian akan berubah menjadi Werewolf, tapi kekuatan sihir kalian tidak akan hilang, perubahan kalian menjadi Werewolf hanya akan terjadi saat kalian marah, dan juga, kalian masih bisa makan dengan normal, jadi sebenarnya hal ini tidak terlalu berpengaruh”

“Lalu… apakah ada syarat untuk menandatangani The Covenant of Wolves?” Kali ini Luhan yang bertanya.

“Tidak ada” Jawab Henry singkat.

“Kami akan merundingkannya dulu” Putus Kris.

“Baiklah, aku akan menunggu keputusan kalian, kalau begitu aku mau memandu tour mengelilingi kerajaan ini dulu” Jawab Henry kemudian meninggalkan kedua belas keturunan Ipswich tersebut.

Sepeninggal Henry, Kris kemudian mengajak seluruh keluarganya untuk merapatkan hal yang di tawarkan oleh Henry.

“Bagaimana menurut kalian?” Tanya Kris.

“Aku rasa tidak apa-apa hyung kalau kita menyegel diri kita, lagi pula menjadi Werewolf aku rasa bukan hal yang buruk” Sehun memberikan pendapatnya.

“Apa kau yakin Sehunie?” Tanya Kris.

“Emm, aku sangat yakin, lagi pula ini adalah salah satu jalan untuk melindungi kita dari keturunan Hawk” Jawab Sehun.

“Aku setuju dengan Sehun” Xiumin menyetujui perkataan Sehun yang di sertai dengan anggukan keturunan Ipswich yang lain.

“Apa kalian benar-benar yakin?” Sekali lagi Kris menanyakan kepada keluarganya apakah mereka benar-benar yakin dengan hal tersebut.

“Kami yakin” Jawab Suho yang mewakili keturunan Ipswich yang lain.

“Baiklah, aku akan mengatakannya kepada Henry” Kris kemudian berdiri dan berniat menemui Henry, tapi Henry lebih dulu masuk ke dalam ruang bawah tanah kerajaan Mandivez, tempat di mana seluruh keturunan Ipswich berkumpul untuk saat ini.

“Bagaimana? Apa keputusan kalian?” Tanya Henry.

“Kami setuju untuk menandatangani The Covenant of Wolves” Jawab Kris.

“Baiklah, kalau begitu malam ini kalian berdua belas ikut aku ke Ulterior malam ini”

“Di mana Ulterior itu?” Tanya Luhan.

“Kalian akan mengetahuinya nanti, sekarang lebih baik kalian istirahat, aku telah menyediakan ruang untuk kalian tinggal disini selama tiga hari”

What did you say??!! Bagaimana dengan rombongan sekolah kami?” Protes Sehun.

“Aku sudah mengurusnya, aku sudah meminta izin kepada guru kalian agar kalian bisa tinggal disini selama tiga hari, aku mengatakan kepada mereka bahwa Royal Family akan mengadakan rapat keluarga di sini dan kalian harus hadir, That’s so easy, isn’t it?” Ucap Henry sambil melipat kedua tangannya.

“That’s so crazy…” Ucap Kai lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Henry.

“Excuse me??!!!!!” Teriak Henry kepada Kai, ekor serigala Henry keluar, Kai hanya menanggapinya dengan tatapan malas.

“Calm down…” Ucap Kris sambil menepuk-nepuk punggung Henry, aneh, ekor Henry langsung menghilang.

Henry kemudian berdehem dan menatap seluruh keturunan Ipswich satu per satu, mata Henry kemudian berubah abu-abu seluruhnya dan dalam sekejap barang bawaan seluruh keturunan Ipswich ada di hadapan mereka, mata Henry kemudian berubah menjadi normal kembali.

“Itu barang-barang kalian, kamar kalian ada di sebelah sana” Kata Henry sambil menunjuk sebuah pintu kayu yang sepertinya sudah sangat tua yang berada di pojok ruang bawah tanah.

“Are you kidding us? Aku tidak mau tidur di tempat seperti itu” Protes Chanyeol, Baekhyun dan Chen bersamaan.

“Hey hey hey… apa kalian tidak pernah mendengar pepatah yang mengatakan ‘Don’t Judge a book by its cover?’ kalian kan belum melihat seperti apa di dalamnya” Sanggah Henry, tanpa banyak bicara Luhan dan Sehun berjalan dan membuka pintu kayu tua itu, mereka berdua hanya bisa mengangakan mulut mereka saat melihat apa yang ada di balik pintu tua nan rapuh itu, mereka takjub.

“Hey… Look at this!!! This is really amazing!!” Teriak Sehun kepada kesembilan keturunan Ipswich yang masih berada di depan Henry, mereka kemudian berjalan ke arah Sehun dan Luhan, ekspresi ke sembilan keturunan Ipswich itu tidak jauh berbeda dari Luhan dan Sehun saat pertama kali melihat ruangan ini.

Ruangan itu berisi dua belas ranjang yang seperti terbuat dari awan yang melayang dengan tanaman rambat yang menghiasi ranjang tersebut, tanaman rambat itu berbuah dan masing-masing tanaman rambat mempunyai buah yang berbeda, ruangan itu berwarna putih bersih, memberi kesan yang nyaman jika memasuki ruangan tersebut.

“Sudah ku bilang kan jangan menilai buku dari sampulnya” Kata Henry menyombongkan diri.

Tapi rupanya keturunan Ipswich tidak memperdulikan kata-kata Henry, mereka malah berebut ranjang dengan buah kesukaan mereka, Luhan apple, Kris grape, Suho cherry, Xiumin blueberry, Lay avocado, Chanyeol peach, Baekhyun pear, Chen mango, D. O mulberry, Tao strawberry, Kai pomegranate, dan Sehun mendapatkan ranjang dengan orange fruit.

“Gosh… ya sudahlah kalau begitu, kalian istirahat saja” Kata Henry sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah keturunan Ipswich yang kekanakan, dia kemudian meninggalkan keturunan Ipswich dan menutup pintu tua yang menyembunyikan pesona kamar kedua belas keturunan Ipswich.

-***-

Malam harinya kedua belas keturuna Ipswich bersama Henry melakukan perjalanan menuju Ulterior, mereka menggunakan van berkapasitas 15 orang milik Henry, selama perjalanan kedua belas keturunan Ipswich hanya diam, mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, bahkan Ipswich beagle-line, Chanyeol, Chen, dan Baekhyun sangat diam kali ini.

Mereka kemudian memasuki kawasan hutan, jalanan di daerah itu sangat sepi dan gelap, penerangan sangat minim, Kris merasakan hawa aneh tiba-tiba menggerayai tubuhnya, dia menatap Henry yang ada di sebelahnya yang saat ini sedang mengemudi, tidak ada yang aneh, Kris kemudian melihat ke belakang untuk melihat keluarganya, juga tidak ada yang aneh, sebagian dari mereka malah tidur.

Kris melihat keluar jendela, tiba-tiba Kris melihat wajah dan tubuh seseorang yang sangat pucat dengan mata yang putih seluruhnya mengangakan mulutnya dan keluar darah dari mulutnya yang menganga kemudian hilang.

“OH MY GOD!!!!” Teriak Kris sambil terlonjak, Henry langsung mengerem mobilnya mendadak, teriakan Kris di tambah dengan Henry yang mendadak berhenti membuat seluruh keturunan Ipswich  dan melebarkan mata mereka.

“Ada apa Kris?” Tanya Henry.

“Sepertinya seseorang telah mengirimi kita ‘yang mulai gelap’…” Jawab Kris lirih, mendengar perkataan Kris D. O langsung menggenggam tangan Kai erat, dia takut.

“Sepertinya keturunan Hawk sudah ada yang mengetahui keberadaan kalian di sini…”

-TBC-

Iklan

20 thoughts on “The Covenant Chapter 2

  1. Aaaa akhirnya yang dinanti-nanti di publish juga.
    Makin seru bgt, ah acha emang jago nya bikin cerita kaya gini.
    Next next part dtnggu cha .
    FIGHTING FIGHTING ACHA wkwk

  2. Ping-balik: The Covenant Chapter 3 | Acha's Blog

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 4 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 5 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: The Covenant Chapter 6 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: The Covenant Chapter 7 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: The Covenant Chapter 8 | Acha's Blog

  8. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  9. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s