History of MAMA Chapter 1

MAMA 1

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter One-

Summary :

“Dia hanya orang yang dulu sempat mengisi hatiku…”

-***-

A/N:

Yahah~~~

Akhirnya setelah pengenalan karakter yang lama, akhirnya chapter 1 dari History of MAMA keluar!!!! Yaayyyy!!!!!

Author mau berterima kasih kepada seluruh readers yang udah mau baca FF ini, buat yang komen dan like Author double(?) gomawoyo, dan untuk siders, terimakasih juga karena udah meningkatkan views di blog ini, dan sekarang viewsnya udah nyampek 3000+ loohhhh!! Uye~~~

Untuk Character Profile -> Chanyeol, Kris, Suho, Kai, D.o, Luhan, Sehun, Xiumin, Chen, Tao, Baekhyun, Lay

Typo(s) everywhere

Happy Reading ^^

-***-

Saat gerhana Dragon terjadi para MAMA telah mendapatkan sebagian kekuatan mereka walaupun gerhana mereka masing-masing belum terjadi, sebagian dari mereka juga sudah bertemu satu sama lain dan menyadari siapa identitas mereka sebenarnya, Phoenix telah bertemu Dragon, Droplet dan Thunder, Teleknis telah bertemu dengan Wind, Teleporter dan Frost juga sudah saling bertemu, begitupun Light, Time Control dan Healer, hanya Beast yang belum bertemu dengan salah satu dari mereka.

-***-

Tao dan Baekhyun saling pandang satu sama lain, mereka kemudian memandangi orang pingsan yang saat ini tengah berada dihadapan mereka, siang ini mereka menemukan orang yang pingsan di depan rumah Baekhyun, dan di leher kanan orang yang pingsan itu terdapat tanda yang sama dengan yang ada di leher kanan Tao dan Baekhyun.

“Tao-ah…  kenapa orang ini belum sadar juga?” Tanya Baekhyun sambil terus menatap namja yang pingsan itu.

“Aku juga tidak tau hyung… bagaimana kalau kita membaui dia dengan kaus kaki agar cepat sadar?” Usul Tao.

PLETAK

Sebuah pukulan di terima Tao di kepalanya.

“Aaahhh.. hyung.. Appo…” Kata Tao sambil mengusap-usap kepalanya.

“Makanya kalau memberi usul yang serius sedikit!” Sergah Baekhyun

“Aku serius!” Tao menyanggah Baekhyun dengan nada yang tidak terima.

Tiba-tiba namja yang pingsan tadi mulai bergerak, matanya mengerjap, Baekhyun dan Tao yang melihat itu kemudian menghentikan perdebatan mereka dan fokus dengan namja tersebut, namja itu membuka mata kemudian melihat sekeliling, dia terlonjak ketika melihat wajah Tao dan Baekhyun yang tiba-tiba berada begitu dekat dengan wajahnya.

“Kau sudah sadar?” Tanya Baekhyun.

PLETAK

Kali ini Tao yang memukul Baekhyun

“Sudah jelas-jelas dia bangun kenapa hyung masih bertanya? Hyung babo..”

“Ya!!! Huang Zi Tao!!! Neo…” Kata Baekhyun emosi sambil menunjuk Tao, lampu di rumah Baekhyun menjadi berkedip-kedip.

“Huang Zi Tao?” Kata namja yang pingsan tadi, Baekhyun dan Tao langsung menolehkan wajah mereka kepada namja itu, lampu rumah Baekhyun pun menjadi normal kembali.

“Apa kau tau aku?” Tanya Tao sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Apa kau tidak ingat aku Tao Er? Ini aku… Zhang Yixing”

“Zhang Yixing?” Ulang Tao, saat ini dia seperti sedang mengingat-ingat sesuatu.

“Apa kau mengenalnya?” Tanya Baekhyun.

“Aisshh… hyung!! Tidak bisakah kau diam sebentar? Aku sedang berusaha mengingat!!!” Teriak Tao emosi.

“ARASSEO!!!” Baekhyun membentak Tao, Tao hanya menganga mendapatkan bentakan dari Baekhyun.

“Biar ku beri sedikit petunjuk Tao Er… petunjuknya adalah bunga melati” Kata Yixing sambil membenarkan posisinya menjadi duduk.

“Bunga melati? Kalau bunga melati berarti….” Mata Tao melebar, dia memadang Yixing tidak percaya.

“Kau…. Kau adalah…”

“Benar, Tao Er, ini aku”

-***-

Jongdae hanya melamun dan menatap kosong keluar jendela, kesedihan atas kematian ibunya kemarin masih sangat membekas di hati Jongdae, Kris yang melihat Jongdae seperti itu kemudian menghampiri Jongdae, saat ini Jongdae memang sudah tinggal bersama Kris.

“Jongdae-ah…” Panggil Kris lembut dengan suara manly-nya.

“Waeyo hyung?” Jawab Jongdae tanpa menoleh.

“Jangan terus-terusan bersedih, apa kau mau bertemu Chanyeol di sekolahnya?” Tawar Kris.

“Aniyo, aku tidak ingin kemana-mana” Jawab Jongdae sambil menggeleng.

“Ayolah.. kau butuh sedikit penyegaran, lagi pula aku harus segera mengurusi kepindahanmu ke sekolah Chanyeol, sekalian kau melihat-lihat sekolahnya agar kau bisa langsung beradaptasi di sana”

Jongdae menghembuskan nafas beratnya kemudian berdiri, apa yang dikatakan Kris memang benar, saat ini dia mungkin butuh penyegaran.

“Aku ganti baju dulu, hyung” Kata Jongdae kemudian berjalan gontai menuju kamarnya, Kris tersenyum, dia pun bersiap-siap untuk mendaftarkan Jongdae ke Paran High School, sekolah Chanyeol saat ini.

Kris menunggu Jongdae di pintu apartment, beberapa saat kemudian Jongdae keluar dengan pakaian yang rapi, Kris tersenyum kemudian merangkul bahu Jongdae, mereka menuju tempat parkir mobil penghuni apartement. Kris mengemudikan mobilnya dengan pelan, dia berniat menghibur Jongdae dengan memperlihatkan sedikit pemandangan kota Seoul agar Jongdae bisa sejenak melupakan kesedihannya, tapi rasanya hal itu tidak memberi efek apapun bagi Jongdae, Jongdae tetap diam.

Kris dan Jongdae sampai di sekolah Chanyeol, Kris memarkirkan mobilnya kemudian berjalan menuju kantor guru, beberapa pasang mata melihat Kris dan Jongdae yang melewati koridor sekolah dengan pandangan yang bertanya-tanya, mungkin karena mereka tidak pernah melihat mereka sebelumnya.

Chanyeol baru saja keluar dari perpustakaan saat Kris dan Jongdae akan masuk ke kantor guru, dia menyipitkan matanya agar yakin kalau yang dilihatnya memang Kris dan Jongdae, setelah yakin senyum Chanyeol pun melebar.

“Kris hyung!! Jongdae-ah!!” Panggil Chanyeol kepada kedua orang itu, yang di panggil menoleh, Kris tersenyum dan melambaikan tangannya, sedangkan Jongdae hanya menatap Chanyeol dengan pandangan lesu, Chanyeol berlari dan menghampiri mereka.

“Hyung, jadi Jongdae benar-benar pindah ke sini?” Tanya Chanyeol yang hanya di jawab sebuah anggukan oleh Kris.

“Uwwaaahh~ rasanya pasti akan sangat menyenangkan!!” Kata Chanyeol sambil tersenyum lebar.

“Chanyeol-ah, bisa kau ajak Jongdae melihat-lihat sekolah ini? Aku harus mengurus surat-surat kepindahannya” Pinta Kris.

“Tentu saja!” Jawab Chanyeol bersemangat kemudian menarik tangan Jongdae untuk mengajaknya berkeliling selagi Kris mengurusi surat kepindahannya.

Chanyeol mengajak Jongdae berkeliling ke setiap sudut sekolahnya, tak lupa juga dia menerangkan berbagai macam fasilitas yang tersedia serta jadwal ekstrakurikuler di sekolah itu dengan sangat lengkap, Jongdae sampai berpikir kalau Chanyeol lebih cocok disebut promotor dari pada siswa, saat mereka sampai di lapangan basket Chanyeol mengajak Jongdae untuk sedikit bermain.

“Jongdae-ah, ayo kita main basket sebentar” Ajak Chanyeol.

“Shirreo!” Tolak Jongdae mentah-mentah.

“Wae?” Tanya Chanyeol yang tidak mengerti kenapa tiba-tiba Jongdae menolaknya dengan nada tinggi.

“Kau mau menghina tinggi badanku, heuh?” Ucap Jongdae emosi.

“Aigoo Jongdae-ah… aku tidak bermaksud begitu.. aku hanya berniat menghiburmu karena dari tadi ekspresi wajahmu terlihat sangat lesu, mianhae” Chanyeol yang akhirnya mengerti kenapa Jongdae bersikap seperti itu kemudian meminta maaf kepada Jongdae.

“Chanyeol oppa!!!” Teriakan seorang yeoja terdengar dari kejauhan, Chanyeol dan Jongdae menoleh, keduanya melihat seorang yeoja sedang berlari ke arah mereka.

“Tck… dia lagi, kenapa dia tidak pernah lelah mengejarku?” Runtuk Chanyeol sambil mengacak rambutnya, sedangkan Jongdae hanya menyipitkan matanya melihat yeoja yang berlari ke arah mereka, dia merasa seperti mengenal yeoja itu. Yeoja itu akhirnya sampai di depan Chanyeol dan Jongdae.

“Chanyeol oppa, aku mencari kau ke seluruh sekolah tadi ternyata kau disini, apa kau tidak tau betapa susah dan lelahnya aku mencarimu? Kau mungkin bahkan tidak bisa membayangkannya, bla… bla… bla…” Yeoja itu terus saja mengoceh yang hanya di tanggapi senyuman terpaksa dari Chanyeol, sedangkan Jongdae, tubuhnya membeku melihat yeoja yang ada di hadapannya.

“oh iya, oppa aku lihat kau tadi berbicara di dapan kantor guru dengan dua orang namja yang satunya tinggi dan berambut blonde dan yang satu rambutnya hitam dan tidak terlalu… emm…. tinggi, siapa mereka? Apakah mereka saudara oppa? Apakah namja yang satu tadi itu adalah yang….” omongan yeoja itu terputus ketika dia melihat Jongdae, yeoja itu langsung terpaku.

“Hyemi-ah… lama tidak bertemu..” Ucap Jongdae, Chanyeol tersentak ketika mendengar Jongdae menyebut nama yeoja yang ada di hadapan mereka ini.

“Kau mengenalnya?” Tanya Chanyeol kepada Jongdae, Jongdae tidak menjawab, Jongdae hanya bertukar pandang dengan Hyemi, Chanyeol kemudian menatap dua orang itu bergantian dengan rasa penasaran yang muncul di pikirannya, mereka bertiga diam membeku selama beberapa saat.

“Kalian ada disini rupanya” Akhirnya suara manly Kris membuyarkan kediaman antara tiga orang yang ada di lapangan basket itu, Kris merasa suasana di lapangan basket itu menjadi sedikit aneh.

“Mianhae Jongdae-ah..” Kata Hyemi kemudian berlari meninggalkan tiga orang namja tersebut, meninggalkan Jongdae yang masih membeku dan meninggalkan Kris dan Chanyeol yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Jongdae-ah.. kau mengenal Hyemi?” Tanya Chanyeol, Jongdae mengangguk kemudian menatap Chanyeol.

“Dia hanya orang yang dulu sempat mengisi hatiku…”

-***-

@Seoul High School.

Suho memasukkan bukunya ke dalam tas karena pelajaran selanjutnya adalah olah raga, saat dia mau berjalan keluar tiba-tiba Jinwoon menghadangnya kemudian menyeringai kepada Suho.

“Minggir” Ucap Suho datar dan dingin.

“oho~ kau sekarang mulai berani yah, Kim Suho”

“Sudahlah, aku sedang tidak ingin berusan denganmu, minggir!” Bentak Suho.

“Arrasseo, kali ini aku akan mengalah, tapi lihat saja nanti saat pelajaran berenang” Kata Jinwoon kemudian memberikan jalan untuk Suho lewat.

Saat diruang ganti Jinwoon dan genknya menggoda Suho dengan membasahi loker dan seragam olah raga Suho, mereka juga memberi bangkai cicak di loker Suho, Suho tidak ambil pusing karena dia bisa mengendalikan air, jadi saat seluruh murid tidak ada dia menggunakan kekuatannya untuk membuang air dari lokernya dan mengeringkan seragamnya.

Suho pun berjalan dengan santai menuju kolam renang dengan baju olah raga yang kering, Jinwoon dan genknya kaget melihat hal tersebut, bagaimana mungkin seragam olah raga yang tebal itu bisa kering dalam beberapa saat? Suho hanya tersenyum menyeringai kepada Jinwoon dan genknya kemudian duduk di pinggir kolam.

Pelajaran olah raga dimulai, kali ini materinya adalah berenang, para siswa disuruh mendemonstrasikan gerakan renang yang mereka bisa, saat tiba giliran Suho, Jinwoon dan genknya berencana untuk menarik celana Suho agar terlepas, diam-diam Jinwoon berjalan ke belakang Suho dan menariknya tepat sebelum Suho melompat, otomatis celana Suho terlepas walaupun Suho menggunakan celana ketat di dalamnya, Jinwoon dan genknya tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Suho, Suho yang saat ini sangat marah dan malu kemudian berjalan ke arah Jinwoon dan genknya, dia menatap Jinwoon dengan tatapan membunuh.

“oho~ lihat siapa ini? Seorang pria mungil yang sedang marah karena celananya baru saja di lepas, Aigoo… aku takutt…” Goda Jinwoon dengan ekspresi takut yang di buat-buat, Suho makin mempertajam tatapannya, mata Suho berkilat biru sebentar begitu pula dengan tanda yang ada di tangan dan lehernya, melihat mata Suho yang berkilat nyali Jinwoon menjadi ciut.

“S..Su..Suho-ah” Panggil Jinwoon tergagap karena takut dengan tatapan Suho, tapi Suho seperti tuli, saat ini dia hanya menatap Jinwoon dengan tajam, tiba-tiba air kolam renang bergejolak, murid – murid kaget dan berlari, begitu pula Jinwoon dan genknya, tapi belum sempat Jinwoon berlari ternyata kaki Jinwoon sudah terikat oleh air yang berasal dari kolam renang yang kemudian menariknya ke dalam kolam renang.

“TOLONG!!! TOLONG AKU!! GLUPP.. TO..GLUPP..” Jinwoon ditarik masuk ke dasar kolam renang hingga tubuhnya tidak terlihat lagi.

Saat tubuh Jinwoon sudah tidak terlihat Suho baru sadar apa yang telah dilakukannya, segera saja dia melompat ke dalam kolam untuk menyelamatkan Jinwoon selagi dia bisa, Suho menarik tubuh besar Jinwoon dan mengangkatnya ke permukaan, Suho langsung melakukan CPR terhadap Jinwoon dan beruntung Jinwoon masih bisa diselamatkan, Suho langsung lega melihat Jinwoon yang saat ini masih bernafas, Suho tidak ingin mengulangi kesalahannya lagi, dia tidak ingin membunuh lagi walaupun dia tidak sengaja dan tidak berniat melakukannya. Segera saja Jinwoon di larikan ke rumah sakit setelah tadi mendapatkan CPR dari Suho.

Bel pulang sekolah berbunyi dan Suho bergegas pulang, sampai di rumah dia langsung mengganti seragamnya menjadi pakaian serba hitam musim dinginnya, Suho kemudian mengambil kunci mobil berniat untuk keluar.

“Tuan muda mau ke mana?” Tanya Shin Ahjussi yang heran melihat Suho yang terburu-buru.

“Ke belakang Inha University” Kata Suho singkat kemudian meluncurkan mobilnya.

Sampai di bukit belakang Inha University, Suho langsung menuju tempatnya kemudian membuka buku yang memuat segala sesuatu tentang MAMA, dia berharap bisa menemukan cara untuk mengontrol emosinya agar tidak membunuh orang secara tidak sengaja lagi, walaupun untuk kasus Jinwoon, Suho bisa dibilang tidak sampai membunuh.

Saat Suho sedang fokus mencari cara untuk mengendalikan emosinya, di sisi lain di bukit yang sama terdapat seorang namja mungil yang sedang menerbangkan layang-layang dengan tanda hexagon di tengahnya, tanda yang sama dengan yang terpatri di leher kanan namja itu.

Namja itu kemudian memutuskan untuk berjalan mengelilingi bukit sambil menenteng layang-layangnya, dari kejauhan dia melihat namja berpakaian serba hitam yang sedang mebaca buku, namja itu kemudian berdiri dan berjalan menuju ke arahnya, tiba – tiba sedikit demi sedikit dadanya terasa sakit, sakit yang sama seperti saat gerhana matahari terjadi, namja berpakaian serba hitam itu berjalan melewatinya, ketika namja itu lewat, dada namja yang memegang layang-layang itu makin terasa sakit, dia berhenti dan menoleh pada namja yang berpakaian serba hitam, begitu pula dengan namja itu, mereka saling pandang untuk beberapa saat sampai akhirnya namja tadi berjalan mendekati namja yang membawa layang-layang sambil mengulurkan tangannya.

“Kim Suho, Droplet” namja itu memperkenalkan diri, dengan ragu namja yang membawa layang-layang itu menerima uluran tangan dari Suho, namja itu kaget, rasa sakit di dadanya langsung menghilang.

“Do Kyungsoo…” Kata namja yang membawa layang-layang, Suho tersenyum kemudian membalikkan tangan Kyungsoo sehingga terlihat sebuah tanda yang berpendar biru di punggung tangan Kyungsoo.

Beast….” Ucap Suho kemudian menatap Kyungsoo dalam.

-***-

Jongin dan Minseok masuk ke dalam daftar pencarian orang karena di curigai telah merencanakan pembunuhan terhadap Kangta dan Dahye, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke pinggiran kota Seoul untuk bersembunyi sementara waktu, dan untuk memenuhi kebutuhan mereka, Jongin selalu berteleportasi untuk belanja atau mencari hal-hal lain yang hanya bisa di cari di luar, sedangkan Minseok yang mengurusi di dalam rumah, Jongin dan Minseok sedang menonton acara televisi saat Onew tiba-tiba muncul.

“Sampai kapan kalian akan tetap bersembunyi?” mendengar suara Onew, Jongin dan Minseok langsung menoleh.

“Onew hyung…” Kata mereka bersamaan.

“Kalau kalian terus bersembunyi seperti ini kalian tidak bisa menemukan MAMA lain dan malah membuat jagad raya makin berada di ambang kehancuran” Kata Onew sambil menatap Jongin dan Minseok dengan tatapan yang serius.

“Keundae hyung… bagaimana kalau kita di tangkap?” Tanya Jongin.

“Jongin-ah… apa kau lupa kalau selama ini aku selalu melindungimu? Kau bahkan tidak ketahuan membawa senjata kemanapun kau pergi, apa kau lupa itu semua?”

“Aniyo….” Jawab Jongin lirih sambil menunduk.

“Kalau begitu kalian keluar, jangan terus bersembunyi dan segera cari MAMA lain, nasib jagad raya ini berada di tangan kalian, kalian mengerti?”

“Kami mengerti” Hanya Jongin yang menjawab pertanyaan Onew, sedangkan Minseok hanya menunduk sambil mengelus-elus tangannya seperti tidak yakin.

“Minseok-ah… kenapa kau terlihat tidak yakin?”

“N..Ne?” Minseok tergagap, Onew menghembuskan nafas panjang.

“Jongin-ah… Minseok-ah… kalian berdua dengarkan aku baik-baik, aku akan selalu melindungi kalian, jadi kalian tenang saja, arrachi??”

“Ne..” Jawab Minseok-Jongin bersamaan.

BRAAKKKK

Pintu rumah tiba-tiba di dobrak, Minseok dan Jongin otomatis langsung menoleh, dari balik dobrakan pintu terlihat banyak pria berseragam kepolisian dan seorang pria yang berwajah cantik di antara pria lain yang berseragam.

“Itu mereka…” Kata namja berwajah cantik sambil menunjuk Minseok dan Jongin.

-***-

Tiga hari setelah gerhana Dragon terjadi Luhan memutuskan untuk tidak lagi tinggal di apartment melainkan tinggal di rumah Sehun, Luhan memutuskan untuk tinggal di rumah Sehun karena Sehun hanya hidup dengan pembantunya, dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Sehun membantu Luhan untuk mengangkut barang-barang Luhan untuk dipindahkan ke rumahnya.

Saat Luhan sampai di rumah Sehun, Luhan hanya menganga melihat betapa mewahnya rumah Sehun, Luhan yang notabene orang kaya saja menganga, bagaimana yang lain? Sehun meminta Luhan agar sekamar saja dengan dirinya, Luhan hanya menurut. Luhan memasuki kamar Sehun dan melihat-lihat, Luhan kemudian berjalan ke meja belajar Sehun dan melihat sebuah foto pasangan suami-istri dengan anak kecil di tengahnya, Luhan melebarkan matanya melihat foto kedua orang tua Sehun.

“Bukannya ini…..” Guman Luhan, tiba-tiba Sehun masuk kemudian melihat Luhan yang sedang melihat foto keluarganya, Sehun berjalan ke arah Luhan dan mrangkul pundak Luhan, Luhan terlonjak kaget karena tiba-tiba Sehun sudah ada di sebelahnya.

“oe.. oh.. Sehunie” Ucap Luhan tergagap.

“Hyung sedang melihat foto orang tuaku?” Tanya Sehun.

“Emm.. aku sedang melihat foto orang tuamu, keundae Sehun-ah..”

“Mamaku sangat mirip dengan Yoona noona, itu ‘kan yang ingin Luhan hyung katakan?”

“Kau benar…” Jawab Luhan, Sehun menghembuskan nafas berat.

“Melihat Yoona noona rasanya aku seperti melihat Mama lagi hyung.. itu sebabnya aku langsung menangis dan memeluk Yoona noona saat aku pertama kali bertemu dengannya, aku bahkan sempat menganggap Yoona noona itu adalah Mamaku yang di hidupkan lagi, aishh.. gara-gara melihat Yoona noona aku jadi semakin merindukan Mama” Kata Sehun kemudian mendongak keatas untuk menahan air matanya yang ingin keluar.

“Kalau begitu anggaplah aku Mamamu, Sehunie…” Kata Yoona yang entah sejak kapan berada di kamar Sehun, Sehun menoleh, Yoona berjalan ke arah Sehun dan merentangkan kedua tangannya.

“Kemarilah, Mama akan memberikan pelukan hangat untukmu”

“Ma..Ma..,Mama???” Ucap Sehun lirih, mata Sehun memerah, rasanya akan ada  air mata yang akan keluar.

“Benar.. mulai sekarang aku akan menjadi Mamamu Sehunie, kemarilah, Mama akan memelukmu” Kata Yoona sambil makin merentangkan kedua tangannya.

“Ma..Mama…”

Air mata Sehun jatuh satu per satu, melihat Sehun menangis Yoona hanya tersenyum sambil menggerakkan tangannya agar Sehun masuk kedalam pelukannya, Sehun melangkah sedikit demi sedikit dan akhirnya masuk ke dalam pelukan Yoona, Sehun memeluk Yoona erat sedangkan Yoona hanya menepuk-nepuk punggung Sehun.

“Aigoo….Sehunie~ sudahlah jangan menangis, mulai sekarang aku adalah Mamamu” Sehun kemudian melepaskan pelukannya, Yoona mengusap air mata Sehun yang masih mengalir.

“Aku boleh memanggil Yoona noona Mama? Aku boleh menganggap Yoona noona Mamaku?” Tanya Sehun memastikan.

“Sudah ku bilang sekarang aku ini adalah Mamamu, jangan panggil aku noona lagi, panggil aku Mama, Arrachi?” Sehun mengangguk dan memeluk Yoona lagi.

Luhan yang melihat itu matanya juga berkaca-kaca, Luhan bahagia, setidaknya Sehun mempunyai sosok seorang Mama lagi saat ini, Luhan mengirimkan telepathy-nya kepada Yoona.

‘Noona gomawo… kau membuat Sehunie bisa merasakan rasanya punya mama lagi’ Yoona tersenyum mendapat telepathy dari Luhan dan membalasnya

‘Dia memang anakku Luhan-ah’

‘Ye? Maksud noona?’ Luhan kaget mendengar balasan dari Yoona.

‘Nanti aku akan menceritakannya padamu….’

 

 

 

-TBC-

Iklan

39 thoughts on “History of MAMA Chapter 1

  1. lgi jalan” liat ada yng bru
    hehe
    chapter 1
    kita mulai dri LayBaekTao, yixing anggota krajaan jga kh ??
    KrisChenYeol, hyemi mntn.a chen kh?? xD
    SuhoLang kya ktemu D.O hehe
    KaiUmin degdeg”an(?)
    HunHan, aiguu Sehunnie, u found ur Mama, u must be happy than b4, rite?
    hehe
    next chapter d tunggu yy
    hehehe 🙂

  2. Seru seru chapter 1 nya.
    D.O oppa part disini dikit ye, entar banyakin ya cha wkwk
    yang lain gimana kabarnya tuh ?
    Aaaa yoona eonni mama nya sehun ? Wkwk lucu pas bacanya apalagi pas part baekhyun sama tao. Lucu lucu haha
    next chapter dtnggu cha . FIGHTING

  3. Anyeong~#bow
    q reader bru nih
    slam kenal ya~
    huwaaa
    ff.mue bgus bgt
    smpai2 q brcucuran air mata~#lebay*emg ada apa coba?
    Pkok.ny q suka bgian yoonhunhan
    thu sweet bgt~
    thehun bsa ktmu ma mama y00ng lg
    ff slnjt.ny bnyak.in yoonhunhan.ny ya thor! >_<

  4. Huwa.. suka bnget sma partnya hunhan..
    Apalagi ada yoona eonnie.nya..
    Kekekeke.. aku fangirlnya mereka ber3 soalnya..
    Lanjut ya chingu.. yang part 2.nya.. jgn lma2.. fighting…!!!!!!

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 2 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 3 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

  8. Ping-balik: Acha's Blog

  9. Ping-balik: History of MAMA Chapter 6 | Acha's Blog

  10. Ping-balik: History of MAMA Chapter 7 | Acha's Blog

  11. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  12. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  13. Halo author aku readers baru disini
    Aku suka thor ama jalan ceritanya
    Apa lagi ada yoona eonni disini
    Tambah semangat deh bacanya
    Kalo gitu boleh aku lanjut baca
    Cerita selanjutnya..
    Gomawo

  14. Astaga jadi bnr sehun itu anaknya yoona..
    Terus gmna ceritanya sehun mengaggap yoona sudah meninggal
    Padahal jelas2 dia masih hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s