[One-Shoot] It’s Too Late (Minho Ver.)

ITL

Title : It’s Too Late ( Minho Ver. )

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : One-Shoot

Cast :

-F(x)’s Krystal

-Infinite’s L

-SHINee’s Minho

-Miss A’s Suzy

-F(x)’s Sulli

-SHINee’s Key

-SHINee’s Taemin

-SHINee’s Onew

Summary :

“Detik itu juga.. aku telah kehilangan semangatku untuk hidup, hari ini aku kehilangan semangatku, juga telah kehilangan hatiku”

-***-

All Minho PoV

Perkenalkan namaku Choi Minho, seorang murid yang di kenal mudah menyukai yeoja, memang hal itu benar, tapi sejujurnya sampai saat ini belum ada satupun yeoja yang benar-benar meluluhkan hatiku sepenuhnya, ketika aku menyukai seorang yeoja, hal itu hanya bertahan sejenak, tidak ada yeoja yang benar-benar membuatku menyerahkan seluruh hatiku untuk mereka.

Aku terkenal, memang, selain karena tahun ini aku menjabat sebagai wakil dewan sekolah, aku juga menjabat sebagai ketua umum tim basket sekolah, banyak yeoja yang mengejarku, tapi lagi-lagi tidak ada yang benar-benar membuat hatiku berpaling.

Sampai suatu saat ku dengar salah satu anggota dewan sekolah baru berpacaran dengan Key, sulit di percaya memang ada seorang yang mampu meluluhkan hati Key yang seperti es abadi gunung Himalaya, aku penasaran dengan yeoja itu dan akhirnya aku menanyakannya kepada Onew, ketua dewan sekolah, Onew memberitahuku satu nama, satu nama yang nantinya tanpa aku sadari akan menjadi nama paling indah yang pernah ku dengar dalam hidupku, Krystal Jung.

Krystal, yeoja itu…. cantik, pintar dan berbakat dalam menyanyi, tapi sayang, dia tidak terlalu mempunyai attitude, dia sangat cuek pada namja yang tidak di kenalnya, dia suka menghabiskan waktunya di taman belakang sekolah untuk membaca buku atau bermain tablet PC, aku tidak tau sejak kapan aku mulai mengamatinya yang jelas dia adalah orang pertama yang mampu meluluhkan hatiku sepenuhnya.

Terkadang aku melihatnya dengan Key bercengkrama di taman belakang sekolah, aku iri, tentu saja, tapi aku tidak berbuat apa-apa, aku tidak mungkin merebut Krystal dari Key, aku bukan namja jahat, aku bukan tipe orang yang menghianati temannya hanya demi seorang wanita, yang ku lakukan saat ini hanya menunggu dan mengamatinya dari jauh.

Beberapa bulan aku melakukan hal yang sama, hanya menunggu dan mengamatinya, tapi aku tidak pernah lelah, melihat dia tersenyum ataupun tertawa saat rapat dewan memberiku kekuatan sendiri, aku tidak tau dari mana hal itu berasal yang jelas dia perlahan-lahan telah menjadi krystal yang membiaskan cahaya ke dalam hidupku.

Suatu hari ku dengar dia putus dengan Key, jujur aku bahagia, dan aku berniat untuk mulai mendekatinya, aku mulai mendekatinya perlahan-lahan, aku juga selalu meletakannya agar satu team denganku saat ada event di sekolah, tapi untuk mengungkapkan cintaku padanya aku masih takut, sangat takut, aku tidak tau kenapa, mungkin kalau orang-orang tau aku tidak mampu menyatakan cintaku padanya mereka akan mengatakan padaku bahwa aku pengecut, tapi memang seperti itu kenyataannya, aku masih takut dan ragu, di tambah dengan sikapnya yang berubah drastis terhadap namja, dia seperti menjaga jarak dengan mereka,walaupun sikapnya masih sama kepadaku, tetap cute dan manja, tapi tetap saja, aku ragu.

Setahun aku memendam cintaku padanya, akhirnya aku berniat untuk mengungkapkannya ketika aku naik ke tingkat akhir sekolah ini, saat setelah masa peralihan jabatan anggota dewan sekolah lama kepada dewan sekolah yang baru.

Aku melihat Krystal membaca bukunya di taman belakang sekolah, di tempat yang sama di mana dia selalu berada, aku mengambil kamera digitalku dan memotretnya, aku tersenyum melihat hasil jepretanku, dia sangat cantik dan selalu cantik, entah kenapa kepalaku tiba-tiba terasa begitu pusing, aku memegangi kepalaku dan memijatnya ringan untuk mengurangi rasa pusingnya, tapi sepertinya tidak berpengaruh, pangelihatanku sedikit demi sedikit kabur, dan tiba-tiba semuanya gelap.

-***-

Aku mengerjapkan mataku dan melihat sekeliling, dan aku sadar, aku sekarang ada di rumah sakit, aku melihat orang tuaku sedang berbicara dengan dokter di depan ruangan, dan ibuku… kenapa dia menangis? Apakah ada yang salah denganku? Aku merubah posisiku menjadi duduk saat orang tua serta dokter masuk ke dalam ruangan di mana aku di rawat, air mata ibuku masih jelas mengalir di pipi putihnya.

“Eomma wae geurae?” Tanyaku pada ibu, ibu tidak menjawab, dia malah memelukku dengan sangat erat.

“Eomma…..” sekali lagi aku memanggil ibuku, ibuku melepaskan pelukannya dariku, dia menatapku sebentar, air matanya mengalir lagi, ibuku kemudian menagis dalam pelukan ayah.

“Dokter, ada apa sebenarnya?” tanyaku pada dokter, dokter itu hanya menghembuskan nafas beratnya, dia melihat kedua orang tuaku sebentar kemudian menatapku lagi, dia seperti ragu untuk mengatakan sesuatu padaku.

“Pasien Choi Minho… anda mengidap penyakit aneurisma” Kata dokter itu, aku mengerenyitkan keningku tidak mengerti.

“Aneurisma?” Ulangku, dokter itu hanya mengangguk.

“Aneurisma adalah penyumbatan saluran pembuluh darah, dan pada kasus anda aneurisma ini terjadi di lengan dan dada sebelah kiri, aneurisma adalah penyakit yang langka, dan ahli kodvaskuler yang menangani aneurisma di Seoul hanya ada dua orang, saya dan satu lagi di Medical Central Hospital, penyakit ini tidak bisa di sembuhkan kecuali dengan operasi, tapi melihat letak penyumbatan pembuluh darah anda, melakukan operasi bisa jadi keputusan yang salah karena kemungkinan berhasil hanya 10%, tapi kalau tidak melakukan operasi, kemungkinan anda hanya bisa bertahan hidup sekitar satu tahun lagi karena penyumbatan itu akan merambat ke otak anda”

Dokter memberikan penjelasan kepadaku dengan sangat jelas dan lugas, aku hanya terpaku mendengar penjelasannya, sedangkan ibuku, dia makin menangis di dalam pelukan ayah, aku tidak tau bagaimana harus bersikap, jika aku menangis maka orang tuaku akan semakin bersedih, jika aku bersikap seolah semuanya baik-baik saja itu tidak mungkin karena pada kenyataannya semuanya tidak baik-baik saja, semuanya tidak akan baik-baik saja.

Seminggu sudah aku di rawat di rumah sakit, dan selama seminggu ini aku selalu memikirkan Krystal, aku merindukannya, sangat merindukannya, aku merindukan senyumnya dan sikap manjanya kepadaku saat bercerita dia sedang di landa masalah, aku juga rindu untuk melihat dia di taman belakang sekolah membaca buku kemudian aku akan mengambil fotonya diam-diam. Aku bahkan selalu membayangkan betapa bahagianya aku jika dia menjengukku, tapi rasanya itu tidak mungkin.

“Minho oppa!!!” Sebuah suara membuatku keluar dari dunia imajinasiku, suara itu.. suara itu adalah suara seseorang yang sangat aku rindukan, suara itu suara Krystal, aku menolehkan wajah ke pintu masuk dan benar saja, itu memang Krystal dengan anggota dewan sekolah yang lain, dia membawa buket bunga yang sangat besar.

“Minho oppa! Bagaimana keadaanmu? Kau tau? Aku tidak bisa bercerita kepadamu gara-gara kau sakit, dan itu sangat menyebakan! Cepatlah sembuh agar aku bisa bercerita padamu!!” Ucap Krystal manja sembari memberikan buket bunganya kepadaku, aku menerimanya dengan senang hati dan senyum yang mengembang, tapi dia malah duduk di sebelahku melipat tangannya dan mengerucutkan bibirnya, sangat cute, aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak mencubit pipinya.

“Aigoo… kyeowo..”

“Aiisshhh!!! Oppa menyebalkan!!!” Katanya kemudian berdiri, dia kemudian memberikan tatapan membunuhnya padaku, tapi kenapa aku malah suka dia menatapku dengan cara seperti itu? Aku akan segera sembuh Krystal, aku akan segera sembuh untukmu, aku berjanji pada diriku sendiri.

-***-

Setelah mendapat kunjungan dari Krystal aku mendapatkan motivasi dalam hidupku, saat ini aku sudah keluar dari rumah sakit dan sudah menjalani kehidupan normalku yang biasanya, tapi setiap empat hari sekali aku harus ke rumah sakit untuk menjalani terapiku.

Beberapa hari ini aku melihat ekspresi Krystal selalu murung, aku ingin bertanya kenapa tapi masih belum menemukan waktu yang tepat, dia juga mengabaikan pesan dan panggilanku, membuatku semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengannya, aku memutuskan untuk bertanya kepada salah satu sahabat Krystal, Sulli, yeoja yang over-confidence itu, jujur aku sedikt tidak suka dengan yeoja ini.

“Sulli-ah..” Panggilku kepada Sulli saat tidak sengaja bertemu dengannya di jalan.

“oe? Minho sunbae anneyonghaseyo…” jawab Sulli sambil sedikit membungkuk kepadaku.

“Sulli-ah.. aku ingin bertanya sesuatu kepadamu”

“Mwoeyo?”

“Aku hanya ingin bertanya kenapa ekspresi Krystal akhir-akhir ini terlihat tidak baik, apa dia ada masalah?”

“Ahh… Krystal? Dia sedang patah hati karena cintanya hanya bertepuk sebelah tangan”

“Krystal patah hati? Kepada siapa?”

“Kim Myungsoo, atau yang biasa di panggil L, dia teman satu kelas kami” Jelas Sulli.

“oh geurae? Gomawo…”

“Ne..” Jawab Sulli kemudian meninggalkanku, saat ini aku merasa hatiku telah runtuh, hatiku benar-benar patah, bukan hanya hatiku, tapi sayap yang aku gunakan untuk terbang agar aku bisa terus hidup kini juga patah, detik itu juga.. aku telah kehilangan semangatku untuk hidup, hari ini aku kehilangan semangatku, juga telah kehilangan hatiku.

-***-

Meskipun aku sudah mengetahui bahwa Krystal tidak pernah sekalipun mencintaiku, aku tetap mencintainya, aku masih sering melihatnya di taman belakang sekolah membaca buku, dia masih tetap cantik walaupun senyuman tak lagi menghiasi wajahnya.

Hari ini aku berniat melihat Krystal di taman belakang sekolah seperti biasa, kali ini dia menangis, dia menutupi wajah cantiknya itu dengan kedua tangannya, ingin rasanya aku menangis juga.

“Krys.. apa kau tau jika hatiku sangat sakit jika kau menangis? Apa kau tau kalau aku yang akan merasa lebih sakit saat kau tersakiti?” gumanku pada diriku sendiri, aku kemudian mengusap air mata yang tanpa ku sadari juga mengali di pipi kiriku.

Aku mengambil kamera digitalku dan mengambil foto Krystal yang sedang menangis, tetap cantik walaupun air mata sedang membasahi pipinya, kau tetap cantik Krys.. selalu cantik, aku akhirnya berjalan ke samping Krystal, aku mengambil tissue di sakuku dan memberikannya kepada Krystal, Krystal menoleh, saat dia menoleh seperti ini aku bisa dengan jelas melihat wajahnya yang di penuhi air mata, hatiku seribu kali lebih sakit melihat ini, aku benar-benar tidak sanggup melihat wanita yang ku cintai menangis.

“Kenapa kau menagis?” Tanyaku.

“Aku tidak apa-apa, oppa”

“Cerita saja kalau kau ada masalah”

“Aniyo.. eobseoyo…” Kata Krystal sambil tersenyum cerah kepadaku, aku tau Krys, itu hanya senyum palsumu

“Baiklah kalau begitu” Kataku sambil mengelus rambut Krystal.

Ahhh… Tuhan… seandainya waktu bisa dihentikan aku ingin waktu berhenti saat ini saja, aku ingin terus seperti ini bersama dia yang ku cinta, aku ingin terus seperti ini, Tuhan… tidak bisakah kau menuruti permintaanku kali ini saja? Kau bahkan sudah sangat jahat padaku dngan memberi hidup yang sebentar, tidak bisakah kali ini Kau menuruti keinginan tidak masuk akalku ini? Aku hanya ingin sebentar saja bersamanya Tuhan… yang ku inginkan hanya bersama Krystal.

-***-

Semenjak aku melihat Krystal menangis aku telah kehilangan seluruh semangat hidupku, aku bahkan mengehentikan terapiku, aku tidak perduli bahkan jika aku akan mati saat ini, aku… benar-benar menyerah, dan aku pun masih tetap sama, masih saja melihat Krystal di taman belakang sekolah dan mengambil fotonya diam-diam.

Hari ini aku mendengar dari Taemin kalau L menjalin hubungan dengan Bae Suzy, aku menjadi khawatir kepada Krystal, apakah dia sudah tau tentang hal ini? Aku membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Krystal kalau dia sampai tau, dan aku tidak ingin Krystal merasakan hal itu, aku tidak mau…… Krystal merasakan hal yang sama sepertiku.

Tapi aku rasa aku sudah terlambat, Krystal sepertinya sudah mengetahui tentang hubungan L dan Suzy, aku melihatnya menangis lagi di taman belakang sekolah, dan kali ini… tangisnya bahkan lebih menyedihkan dari pada saat pertama kali dia menangis karena namja bernama L itu, lagi-lagi aku mengambil foto Krystal, aku melihat hasil jepretanku, hatiku sangat sakit, aku sangat benci melihat Krystal menangis, Krys… apa kau tau aku juga pernah merasakan hal yang sama denganmu saat ini? Aku bahkan masih mengalaminya saat ini, dan masih akan terus mengalaminya.

Aku tidak bisa menahan diriku, aku berjalan ke arah Krystal, ku tarik tangannya dan ku masukkan ke dalam pelukanku, dia mendongakkan kepalanya, aku hanya menatapnya dengan tatapan lembut walau sebenarnya hatiku saat ini sedang tersayat-sayat.

“Menangislah… menangis bisa meringankan masalahmu..” Aku kemudian memeluknya makin erat, dia menenggelamkan wajahnya di dadaku, dia menangis lagi.

-***-

Aku akhirnya lulus dari Gyeosang High School dan saat ini aku berkuliah di Paran University, kesehatanku makin memburuk tapi aku tidak pernah mempedulikannya, aku hanya memeriksanya saat aku ada waktu, dan Krystal… setiap minggu aku masih mengunjunginya, aku selalu mengajaknya ke tempat yang berbeda setiap minggu, selain untuk menghibur dia, setidaknya aku bisa mempunyai memori yang indah dengannya sebelum aku tidak ada.

Hari ini aku di larikan ke rumah sakit karena tiba-tiba pingsan dan darah terus saja keluar dari hidungku, padahal dua hari lagi hari minggu, hari di mana aku akan mengunjungi Krystal, dan pada saat hari Minggu tiba aku memutuskan untuk keluar dan mengajak Krystal jalan-jalan.

“Minho-ah!! Kau mau kemana?” Teriak ibuku saat aku akan keluar.

“Mengajak Krystal jalan-jalan” Jawabku singkat.

“Apa kau sudah gila? Kau ini sedang sakit….”

“Aku tau…”

“Lalu kenapa kau mengajak wanita itu jalan-jalan?? Apa dia lebih penting dari kesehatanmu? Apa dia lebih penting dari hidupmu?”

“Wanita itu namanya Krystal eomma, dia memang lebih penting dari kesehatanku dan hidupku, lagi pula sebentar lagi aku juga akan mati..”

“CHOI MINHO!!! Jangan sekali-kali kau mengatakan hal itu!!!” ibu membentakku.

“Wae? Kenapa aku tidak boleh mengatakannya? Memang itu lah kenyataannya eomma! Sebentar lagi aku akan mati… aku akan mati eomma!!!”

“CHOI MINHO!!!!” Ibu berteriak lagi, suaranya bergetar, bulir-bulir bening air mata mengalir dari pipinya.

Aku berjalan ke arah ibuku, ku pegang kedua pipinya dan ku usap air matanya.

“Eomma… tidak bisakah eomma membiarkanku menghabiskan satu hari terakhir bersama wanita yang aku cintai? Aku sangat mencintainya eomma….” Kataku memohon, air mataku keluar, aku tau ini akan menjadi permintaan terakhirku pada ibuku, ibu memelukku erat, dia menangis.

“Pergilah…” Kata ibu kemudian melepaskan pelukannya.

“Eomma gomawo…” ibuku tidak menjawab, dia malah membelakangiku, aku tau dia saat ini menangis, mianhae eomma, aku hanya terlalu mencintainya.

Aku mengajak Krystal ke taman bermain, dia terlihat sangat senang, kami bermain seharian, saat hari mulai gelap aku dan Krystal menaiki biang lala, saat biang lala berhenti, aku berniat ingin menyatakaan perasaanku padanya, aku ingin menyatakannya sebelum semuanya terlambat, aku ingin menyatakannya sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini.

“Krys…” Panggilku kepadanya.

“Ne?” Dia melihat ke arahku, mata beningnya sekali lagi mempesonaku, aku tidak dapat menahan diriku, akhirnya aku menciumnya dan Krystal hanya diam saja.

‘Tuhan… terima kasih Kau telah sangat baik kepadaku, aku rela jika besok Kau ambil Tuhan… saat ini aku sudah bahagia’ Kataku dalam hati.

Aku mengantarkan Krystal pulang, suasana sedikit menjadi canggung antara aku dan Krystal, tapi aku mencoba bersikap biasa saja, aku tidak langsung menuju rumah sakit saat pulang, aku harus menyelesaikan satu hal lagi, aku harus memberitahu L bahwa Krystal begitu mencintainya. Aku akhirnya sampai di rumah L dan kebetulan Taemin ada disana, aku menarik L keluar dan menghajarnya, L memegangi pipinya yang agak memar.

“Sunbae, kenapa sunbae mengahajarku?” Tanya L.

“Karena kau telah mengabaikan wanita yang benar-benar mencintaimu dengan seluruh hatinya demi wanita murahan seperti Suzy..” Kataku dingin.

“Ne?? Maksud sunbae??” L tidak mengerti, aku hanya menarik tangannya dan mengajaknya ke suatu tempat, Taemin mengikuti kami dari belakang.

Aku mengajak L ke sebuah club, aku menunjukkan kepadanya bahwa selama ini Suzy tidak se-innocence wajahnya, Suzy saat ini bahkan berpakaian sangat minim dan berciuman dengan seorang pria yang terlihat bahwa usianya jauh lebih tua dari Suzy, L sepertinya sangat marah melihat itu, dia berjalan ke arah Suzy, menarik tangan yeoja itu kemudian menamparnya hingga Suzy tersungkur.

“Mulai sekarang hubungan kita berakhir!!” Bentak L, L kemudian berjalan ke arahku dan mengajakku keluar, bisa ku dengar suara Suzy memanggil-manggil nama L di tengah hingar bingar musik club, aku yakin L mendengarnya juga, tapi aku rasa dia lebih memlih untuk tidak memperdulikannya.

L mengajakku ke taman kota, dia duduk di bangku taman sambil menunduk, bisa ku lihat wajahnya begitu merah, dia sepertinya benar-benar marah, Taemin hanya melihat L sama sepertiku.

“L…” Panggilku pada akhirnya, dia mendongakkan kepalanya.

“Igo…” Aku memberikan foto Krystal yang selama ini telah aku ambil.

“Ige mwoeyo???” Tanya L kepadaku.

“Ini adalah foto yeoja yang benar-benar mencintaimu, dan apa kau lihat foto yang ini?” aku menunjuk foto Krystal yang sedang menangis. “Dia menangis karena dia tidak bisa mengungkapkan cintanya kepadamu, L… dia… dia hanya bisa menyimpannya dalam hati..” Lanjutku, tiba-tiba kepalaku terasa pening.

“Lalu apa yang harus ku lakukan?” tanya L lagi.

“Cobalah untuk belajar mencintainya” kataku, setelah mengatakan itu tiba-tiba pandanganku mulai kabur, dan semuanya gelap.

-***-

Aku bangun dan sadar saat ini aku sedang berada di rumah sakit, selang oksigen mengelilingi tubuhku, aku mencoba untuk menggerakkan tanganku tapi tidak bisa, aku terus mencobanya tapi tetap saja hasilnya nihil, aku mulai menangis, aku melihat jam menunjukkan pukul lima pagi, aku tau kalau penyumbatan di otakku sudah pecah, sekarang aku lumpuh, tapi sebelum aku pergi setidaknya aku ingin menuliskan sebuah surat untuk Krystal.

Aku terus mencoba bergerak tapi tetap saja tidak bisa, sampai akhirnya ibuku masuk dan melihatku sadar, dia menangis kemudian memelukku.

“Eomma….” Panggilku lirih.

“Wae?”

“Eomma… aku sudah tidak bisa menggerakkan badanku, aku sudah lumpuh, bisakah eomma memenuhi satu lagi permintaan terakhirku?” Tanya ku pada ibu.

“Apa yang kau inginkan, Nak?” Tanya ibu sambil mengelus rambutku.

“Bantu aku menulis sebuah surat untuk Krystal….” Pintaku, Ibuku hanya mengangguk, dia sama sekali tidak menolak, dia kemudian mengambil kertas dan bolpoint, aku mendikte ibuku, ibuku hanya menangis mendengar setiap kata yang terlontar dari mulutku, setelah semua yang ingin aku sampaikan tertulis, aku merasa ringan, hatiku sangat lega, bisa ku lihat cahaya putih berada di depan mataku dan sebuah tangan terulur kepadaku.

‘Terima kasih Tuhan… kau masih memberiku kesempatan walau mungkin ini sudah sangat terlambat, setidaknya Kau tidak membiarkanku pergi dengan penyesalan’ Kataku dalam hati, aku menerima uluran tangan itu dan meninggalkan semua hal yang ada di dunia ini, aku masih sempat melihat jasadku yang di peluk oleh ibuku yang menangis, aku kemudian mendongakkan kepalaku dan mengikuti tangan yang menarikku, kali ini aku benar-benar pergi.

“Krys… berbahagialah kau dengan L….”

-***-

Minho’s Letter

‘Anneyeong!

Mungkin saat ini kau sedang bahagia karena pada akhirnya L membalas cintamu, kekeke~ Krys.. mianhae, kemarin aku menciummu sembarangan, keundae gomawo kau tidak menolak itu, Krys.. sebenarnya selama ini aku punya penyakit aneurisma di otak, dan kemarin saat bermain denganmu adalah hari terakhir sebelum pembengkakan pembuluh darah di otakku pecah, jadi.. aku memutuskan untuk menghabiskan satu hari kemarin denganmu dari pada di rawat di rumah sakit, kekeke, dan juga… aku yakin kau pasti bingung kenapa L tiba-tiba seperti itu kepadamu, itu karena kemarin setelah kita pulang aku menjemput L ke rumahnya dan menunjukkan bagaimana yeoja bernama Suzy itu sebenarnya, L shock, aku kemudian menceritakan bagaimana rasa cintamu untuknya, aku juga menunjukkan foto ketika kau menangis karenanya, mianhae aku mengambil fotomu tanpa izin, dan juga Krys… mungkin ini sudah terlambat, bahkan sangaaaatttt terlambat, tapi aku hanya ingin mengatakan aku mencintaimu, saranghae…’

-END-

Iklan

2 thoughts on “[One-Shoot] It’s Too Late (Minho Ver.)

  1. Aaaaa~ ver.minho oppa sedih bgt, kasihan minho oppa bertepuk sebelah tangan *pelukminhooppa* kkkk~
    acha mianhaeeeeeee
    waktu itu sempet komentar minta kyu oppa dipasangin sama yoong eonni di ff MAMA,
    baru tau kalau acha tuh YoonHae shipper, jadi ga enak nih sama acha 😦
    pokoknya mianhaeeee mianatta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s