The Covenant Chapter 3

The Covenant

The Covenant

Title : The Covenant

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Three-

Summary :

“Seluruh tubuh keturunan Ipswich tiba-tiba terasa seperti terbakar terutama di pergelangan tangan mereka, mereka berteriak memilukan”

-***-

A/N :

Sebenarnya ga niat ngepost hari ini, tapi berhubung beberapa hari kedepan Authornya sedikit sibuk dan kemungkinan baru bisa ngepost lagi hari sabtu atau minggu jadinya Author ngepost hari ini aja mumpung libur, hahaha 😀

Part sebelumnya -> Chapter 1, Chapter 2

Typo(s) Everywhere

Happy Reading ^^

-***-

“Sepertinya keturunan Hawk sudah ada yang mengetahui keberadaan kalian di sini…” Ucap Henry.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanya Chen, dia sepertinya mulai takut.

“Tenangkan diri kalian dulu, kita akan sampai di Ulterior sebentar lagi, kita akan menemukan jawabannya di sana” Tukas Henry, dia kemudian menjalankan van berkapasitas 15 orang miliknya.

Selama perjalanan mereka hanya diam, tapi mereka tidak tidur, mereka berjaga-jaga jika seandainya mereka mendapat kiriman ‘yang mulai gelap’ lagi.

“Henry…” Suara Kris memecah keheningan yang menyelimuti mobil van itu.

“What?” Jawab Henry tanpa menoleh, dia hanya fokus dengan mengemudinya.

“Bisa kau ceritakan kepada kami tentang keturunan Hawk itu?” Kris meminta kepada Henry, Henry menghembuskan nafas berat.

“Keturunan asli dari Julius Hawk hanya tinggal empat orang, mereka adalah C.A.P Hawk, L.Joe Hawk, Ricky Hawk dan Niel Hawk, tapi beberapa tahun lalu mereka menandatangani The Covenant of Vampires agar bisa membentuk pasukan melawan kalian, para keturunan Ipswich, itulah sebabnya mereka hijrah ke Amerika dan aku tidak tau berapa pasukan mereka saat ini”

“The Covenant of Vampires?” Tanya D. O dari kursi belakang.

“Ya, jadi mereka bisa mengubah orang biasa menjadi Vampire dengan darah keturunan Hawk, jadi para Vampire buatan mereka memiliki darah Hawk yang artinya mereka juga keturunan Hawk walaupun tidak asli”

“Semuanya menjadi semakin sulit” Guman Suho.

Beberapa saat kemudian van Henry memasuki kawasan hutan yang amat gelap, dan dari kejauhan terlihat sebuah cahaya yang keluar dari sebuah bangunan tua yang seperti kastil, Henry menghentikan vannya di depan gerbang kastil itu dan menyuruh seluruh keturunan Ipswich untuk keluar, Henry kemudian mendekati penjaga pintu gerbang dan membungkuk kepada penjaga itu dan kemudian berdiri lagi.

“Apakah Aurex ada di dalam?” Tanya Henry, penjaga itu hanya mengangguk dan membukakan pintu gerbang untuk Henry dan seluruh keturunan Ipswich, seluruh keturunan Ipswich membungkukkan badan mereka sebentar ketika melewati penjaga tersebut, kecuali Sehun, dia hanya memandang malas kepada penjaga gerbang itu.

Mereka memasuki kastil dan menuju ruang tengah, di ruang tengah mereka melihat seekor serigala raksasa dengan bulu putih keperak-perakan sedang tidur dengan ekor yang bergoyang kanan-kiri, lagi-lagi D. O menggenggam tangan Kai, dia takut lagi, sedangkan Ipswich beagle-line, Chanyeol, Chen dan Baekhyun hanya mengangakan mulut mereka takjub.

“Aurex…” Panggil Henry, telinga Serigala itu terangkat satu kemudian menolehkan kepalanya menatap Henry dan keturunan Ipswich, bola mata Serigala itu berwarna abu-abu keperak-perakan, serigala itu kemudian berdiri dan merubah wujudnya menjadi sesosok manusia tampan yang berwajah datar.

“Aku yakin kau pasti sudah tau hari ini akan datang ‘kan?” Tanya Henry, Aurex hanya mengangguk dan tetap memasang wajah datarnya.

“Welcome, The Heirs of Wolves..” Kata Aurex tetap dengan wajah datar.

“Heirs?” Tanya Luhan.

“Kalian adalah pewaris dari klan Werewolf, mungkin kalian tidak mengetahui tentang ini, tapi ini adalah takdir kalian sejak kalian di lahirkan, dan itu adalah permintaan dari kakek moyang kalian, George Ipswich..”

“Tunggu… apa maksudmu?” Tanya Kai tidak mengerti.

“Ya.. apa maksudmu? Kami tidak pernah mendengar atau mengetahui apapun tentang ini, kakek juga tidak menuliskan apapun di bukunya” Sahut Luhan, Aurex hanya melipat tangannya.

“Apakah kalian tidak penasaran siapa sebenarnya Stephani Ipswich itu?”

“Stephani Ipswich? Maksudmu istri George? Memangnya ada apa dengan dia?” Sahut Baekhyun.

“Apa kalian tidak penasaran kenapa dia menghilang saat kerajaan milik suaminya, Grandeur di serang oleh kerajaan Mandivez?” Lagi-lagi Aurex bertanya kepada keturunan Ipswich.

“Tidak bisakah kau langsung ke intinya saja tanpa berbelit-belit seperti ini?” Tukas Sehun kesal, dia menatap tajam Aurex.

“Kau memang benar-benar duplikat Tvez” Sahut Aurex.

Bola mata Aurex berubah menjadi abu-abu seluruhnya, di tengah ruangan tiba-tiba muncul sebuah kursi yang terbuat dari emas, Aurex duduk di atas kursi itu, bola mata Aurex masih berwarna abu-abu, dan sebuah meja panjang dengan kursi di setiap sisinya muncul di depan Aurex.

“Kalian duduklah…” Perintah Aurex dengan mata yang sudah normal kembali, keturunan Ipswich dan Henry akhirnya mengambil tempat duduk masing-masing, setelah semuanya duduk, Aurex menatap mereka satu per satu, bola matanya berubah menjadi abu-abu seluruhnya lagi dan di tengah meja panjang itu muncul sebuah mahkota dengan hiasan Blue Shappire Diamond di tengahnya.

“Itu adalah mahkota Stephani Ipswich,  ratu dari para Werewolf” Seluruh mata keturunan Ipswich melebar mendengar perkataan Aurex, Aurex menatap keturunan Ipswic satu per satu.

“Dia jatuh cinta kepada George Ipswich dan memutuskan untuk menikah hidup dengannya, tentu saja George tau siapa sebenarnya Stephani itu dan dia tidak mempermasalahkannya, dan ketika Grandeur di serang George meminta Stephani untuk melindungi keturunan mereka dengan merubah mereka menjadi Werewolf seperti Stephani, itu sebabnya Stephani membawa ke empat anak kandungnya ke benua Asia sedang dia kembali ke tempat asalnya, Ulterior, Stephani kemudian membuat The Covenant of Wolves, dia juga yang membuat segel Wolf agar bau sihir Ipswich tidak tercium, karena dia terlalu banyak menggunakan kekuatannya dia akhirnya meninggal dan menyerahkan pemerintahan kepadaku, adiknya, dan memintaku untuk menjaga pewaris asli kerajaan ini, aku harus menjaga kalian” Aurex bercerita panjang lebar sambil masih memandangi satu per satu wajah keturunan Ipswich yang sepertinya masih terlalu kaget mendengar kenyataan ini.

“Kris Tvez..” Panggil Aurex sambil menunjuk Kris.

“Kau tau namaku?” Tanya Kris.

“Aku bisa mengetahui nama kalian hanya dengan melihat wajah kalian” Jawab Aurex, “Kris, kau ikut aku, kau yang harus menandatangani The Covenant of Wolves” Ucap Aurex kemudian turun dari kursinya, dia berjalan ke depan sebuah lukisan yang bergambar serigala betina berbulu kuning kemerah-merahan, Kris mengikutinya dari belakang.

Mata Aurex berubah menjadi abu-abu seluruhnya,lukisan itu membelah kemudian dari dalam lukisan itu keluar sebuah buku tebal berwarna hitam dengan ukiran emas di setiap sisinya, buku itu membuka sendiri dan berhenti di halaman yang mengharuskan Kris untuk tanda tangan, Kris meletakkan tangannya di atas buku hitam itu, dan perlahan-lahan buku itu mengukir sendiri tanda tangan dari Kris, setelah selesai buku itu memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan, cahaya itu membuat seluruh mahluk yang ada di ruang tengah itu menutup mata.

Seluruh tubuh keturunan Ipswich tiba-tiba terasa seperti terbakar terutama di pergelangan tangan mereka, mereka berteriak memilukan, perlahan tapi pasti di pergelangan tangan mereka terukir lambang berbentuk serigala dan ketika lambang itu sudah terukir sempurna rasa terbakar yang menyiksa mereka tadi akhirnya menghilang.

“Sempurna…” Kata Aurex sambil tersenyum, baru kali ini laki-laki berwajah datar itu menunjukkan senyumnya.

“Bau Ipswich kalian telah sepenuhnya hilang, tapi tidak dengan sihir kalian, sihir kalian masih tetap sama, hanya saja saat ini sihir kalian akan menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya apa lagi saat bulan purnama, dan bola mata kalian… bola mata kalian tidak akan berubah menjadi abu-abu sepertiku atau Henry, bola mata kalian masih akan tetap hitam sehitam kolam renang saat malam hari, dan juga… mulai sekarang panggil aku L, itu adalah panggilan keluarga kerajaan Ulterior kepadaku, kalian mengerti?”

“Kami mengerti” Jawab seluruh keturunan Ipswich.

“Baiklah kalau begitu, dan untuk sementara kalian tinggal disini saja, Henry, antarkan mereka ke kamarnya, kau tau ‘kan di mana kamar mereka?”

“Ya, yang mulia..” Jawab Henry sambil membungkuk.

“Yang mulia?” Tanya Xiumin heran.

“Tentu saja, yang mulia L ‘kan yang saat ini menjadi raja kerajaan ini” Jawab Henry.

“Kalau begitu kau harus memanggil kami yang mulia juga” Tukas Chanyeol sambil melipat kedua tangannya.

“Aku tidak mau” Jawab Henry ketus.

“Heyy!!!!” Lagi-lagi Sehun dan Chanyeol meneriaki Henry.

“Tck, dasar Tvez..” Cibir Henry.

“Sabar hyung, Tvez memang begitu” Kata Lay sambil menepuk-nepuk pundak Henry.

“Hyung? Apa itu?” Tanya Henry tidak mengerti.

“Itu panggilan dari seorang laki-laki kepada laki-laki yang lebih tua” Jelas Suho.

“Ada-ada saja, ya sudah, ikuti aku!” Perintah Henry.

Henry dan keturunan Ipswich menaiki anak tangga kerajaan Ulterior, mereka kemudian sampai di depan pintu yang bergagang emas dan berlian.

“Ini kamar kalian…” Kata Henry sambil membuka pintu tersebut, cahaya yang menyilaukan keluar dari pintu  membuat seluruh keturunan Ipswich melebarkan mata mereka dan menebak-nebak bagaimana isi kamar mereka, tapi beberapa saat kemudian mereka mengerenyitkan alis mereka.

“Bukannya ini…” Kata Baekhyun.

“Kamar kita di Mandivez..” Lanjut Tao, semua mata langsung tertuju pada Henry, merasa di tatap Henry kemudian memandangi seluruh keturunan Ipswich.

“What?” Tanya Henry.

“Kenapa kamar kami yang ada di Mandivez bisa berada di sini?” Tanya Tao.

“Sebenarnya kamar kalian di Mandivez hanyalah tempat peralatan mengepel, aku memindahkan kamar ini ke sana saat kalian tiba dan sekarang aku sudah mengembalikannya ke tempat aslinya” Kata Henry sambil tersenyum lebar.

Seluruh keturunan Ipswich hanya menggeleng tidak percaya kemudian masuk ke dalam kamar mereka, kali ini mereka tidak berebut karena sudah mendapatkan ranjang masing-masing ketika berada di Mandivez tadi, Henry kemudian menutup pintu kamar mereka dan pergi meninggalkan mereka.

Di dalam kamar para keturunan Ipswich berbaring di ranjang masing-masing, kecuali Sehun yang berbaring di pangkuan Luhan sambil memakan Apple dari tanaman rambat ranjang Luhan, tiba-tiba seekor serigala muncul di kamar mereka yang entah dari mana datangnya, serigala itu merubah wujudnya menjadi manusia, ternyata L.

“Ada apa kau ke sini, L?” Tanya Kris.

“Apakah Henry sudah mengatakan kepada kalian kalau keturunan Hawk melakukan perjanjian dengan klan Vampire?” Tanya L balik.

“Mm, dia mengatakannya tadi saat masih di perjalanan, memangnya kenapa?” Kali ini Xiumin yang bertanya.

“Aku lupa memberitahu kalian kalau klan Vampire adalah musuh abadi klan Werewolf, dan aku peringatkan kalian, saat ini di London banyak Vampire yang berkeliaran, dan aku tidak tau itu Vampire Hawk atau bukan, yang jelas aku harap kalian lebih berhati-hati mulai dari sekarang” Jelas L masih dengan wajah datarnya.

“Apa kau tidak tau perbedaan antara Vampire Hawk dengan Vampire asli?” Sehun kali ini yang bertanya, posisinya masih tetap berada di pangkuan Luhan, L menggeleng.

“Tapi satu yang pasti, keturunan Hawk beserta Vampire buatan mereka takut kepada laba-laba, karena laba-laba bisa memusnahkan mereka”

“Laba-laba? Bagaimana mungkin serangga kecil itu bisa memusnahkan mereka” Tanya D. O

“Itu karena isi perjanjian antara Julius Hawk dengan iblis dulu, Julius Hawk menulis bahwa keturunannya akan musnah jika laba-laba mengerubungi mereka”

“Kita bisa menggunakan laba-laba sebagai senjata kita!” Teriak Kai.

“Memang, dan oleh karena itu besok pagi aku akan mengajari kalian mantra penciptaan, kalian bisa menciptakan laba-laba beracun hanya dengan mengucapkan mantra itu dalam hati”

Lay mendengarkan penjelasan L sembari melihat jendela luar, dan dia tidak sengaja melihat orang berlari dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari pada mobil balap dengan kecepatan penuh.  Lay menyipitkan matanya, tiba-tiba ada sebuah wajah pucat dan menjijikkan yang muncul di jendela kamar mereka.

“OH MY GOD!!!!” Teriak Lay sambil meloncat, dia terjatuh di pangkuan Suho.

“Ada apa Lay?” Tanya Suho.

“Aku… aku juga melihat ‘yang mulai gelap’…..” Ucap Lay gemetar.

Mendengar itu L langsung melihat keluar melalui jendela kamar keturunan Ipswich, L kemudian berbalik dan memandang keturunan Ipswich.

“Kita terlambat…. Vampire Hawk sudah mengetahui kalian juga perubahan kalian, aku bisa merasakan sebentar lagi keturunan asli Hawk akan menuju ke sini, aku mencium bau mereka…”

-TBC-

Iklan

17 thoughts on “The Covenant Chapter 3

  1. Ping-balik: The Covenant Chapter 4 | Acha's Blog

  2. Ping-balik: The Covenant Chapter 5 | Acha's Blog

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 6 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 7 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: The Covenant Chapter 8 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

  8. What? Yg jd Aurex itu L Infinite? Astaga,gk nyangka. Tp cocok sic. Mukanya mang rada2 datar lah wlm senyum ny semanis madu. Hahaha. Wlwpun crtny brotherhood tp ttp unsur coupleny ada,ky sehun yg selalu tidur d pangkuan luhan, trz D.O yg selalu megang tangn Kai, dan skrg Lay yg melompat dan jatuh ke pangkuan Suho. Next? Siapa lg? Tptptp mksud dr beagle ipswich y td apa ya?

    • beagle itu kan anjing yang ga bisa diem, di eqso yang ga bisa diem itu si BaekChenYeol, mereka itu kaya beagle, mereka juga di juluki beagle-line di EXO soalnya merekla kelahirannya ’92 syemua 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s