[One Shoot] Spring Tears

Spring Tears

Title : Spring Tears

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : One-Shoot

Cast :

–          EXO’s D.O

–          EXO’s Kai

–          SHINee’s Taemin

Summary :

“Maafkan hyung yang telah membuatmu membenci hyung…”

-***-

A/N:

Buat yang nunggu History of MAMA, mungkin kalau ga nanti, besok atau ga hari senin Author publish, hahahaha 😀

Typo(s) everywhere

Happy Reading ^^

Recommended Song Super Junior – Memories

-***-

“Hyung!!! Tangkap ini!!” Seorang namja melempar sebuah bola basket kepada seseorang yang dia panggil hyung, seseorang itu menangkapnya dengan tepat kemudian tersenyum.

“Kai-ah… sudahlah.. cukup mainnya, kita harus pulang karena eomma sudah menunggu kita” ucap orang itu kepada namja yang melempar bola kepadanya tadi, ternyata namanya Kai.

“Ahhh… D. O hyung… aku masih ingin bermain…” Ucap Kai sambil menjejak-jejakkan kakinya ke tanah.

“Aigoo… baiklah, aku akan memberimu waktu 10 menit lagi” Ucap D. O.

“10 menit??? Itu sangat tidak cukup hyung.. bagaimana kalau 30 menit?” Tawar Kai.

“Andwe, aku hanya memberimu waktu 10 menit, tidak lebih” Jawab D. O tegas.

“Ahh hyung….” Kai memelas kepada D. O sambil menarik-narik tangannya.

“Andwe Kai-ah… kalau kau bermain 30 menit kita akan telat pulang ke rumah dan eomma pasti akan memarahi kita…” Kali ini D. O berkata dengan lembut kepada Kai, bibir Kai mengerucut.

“Kalau begitu kita pulang sekarang saja!” Ucap Kai kesal.

“Kau marah?” Tanya D. O

“Ani” Jawab Kai sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aigoo… mianhae, lain kali kita main dari pagi sampai sore” Hibur D. O sambil mengacak-acak rambut Kai.

“Jinjja??” Seketika mata Kai berbinar-binar mendengar penuturan D. O, D. O mengangguk.

“Kajja kita pulang!” Ajak D. O kemudian menggandeng tangan Kai.

-***-

“Eomma, appa belum pulang?” Tanya Kai yang saat ini sedang duduk di meja makan, sedangkan ibunya dan D. O berada di dapur menyiapkan makan malam keluarga mereka.

“Belum, wae?” Tanya ibunya dari dapur.

“Aku ingin mengajak appa dan D. O hyung jalan-jalan ke festival musim semi nanti” jawab Kai.

“Tumben, tapi kenapa kau tiba-tiba ingin ke acara semacam itu? Biasanya kau yang paling tidak mau” Tanya D. O sambil menyiapkan makan malam di atas meja.

“Itu karena hyung sangat menyukai musim semi, aku hanya ingin tau alasan kenapa hyung begitu menyukainya”

“Geurae?” Tanya D. O sambil duduk di kursi.

“Mmm” Jawab Kai singkat.

“Appa pulang!!!” Sebuah suara yang sangat di kenal di keluarga itu terdengar, mereka menoleh dan terlihat oleh mereka seorang pria paruh baya yang sedang tersenyum cerah sambil membawa sebuket bunga berbagai jenis di tangannya.

“Appa!!” Kai langsung menghampiri ayahnya dan memeluknya.

“Aigoo.. uri Kai~~” Ayah Kai juga memeluk Kai balik, tak mau kalah D. O juga menghampiri ayahnya.

“Appa..” Panggil D. O, ayahnya menoleh kemudian tersenyum kepada D. O.

“Untukmu dan eomma” Kata ayahnya sambil memberikan buket bunga tadi kepada D. O.

“Hyung… hyung seperti yeoja saja menyukai bunga” Jawab Kai masih bergelayutan di tangan ayahnya, mata D. O melebar.

“Kai-ah, bukan hanya yeoja yang menyukai bunga, namja juga sangat banyak yang menyukai bunga, bunga itu adalah salah satu hal terindah di dunia” Tutur ayah mereka.

“Dan itu juga yang membuatku sangat menyukai musim semi” Jawab D. O dengan mata berbinar karena merasa telah di bela oleh ayahnya.

“Ah benar, apa appa mau aku ajak ke festival musim semi dengan D. O hyung?” Tanya Kai yang tiba-tiba teringat tentang rencananya tadi.

“Geurae? Memangnya kapan festival itu di adakan?” Tanya ayah mereka.

“Besok malam” Jawab D. O.

“Baiklah, appa akan menemani kalian ke sana” Jawab ayah mereka sambil memeluk kedua anaknya.

“Yeobo!! Adeul!! Apa kalian tidak ingin makan?” Ibu mereka meneriaki mereka dari dalam.

“Sebentar lagi kami ke sana!!” Jawab ayah mereka. “Adeul, ayo kita makan!” lanjutnya.

-***-

“Kai-ah!!!!” Panggil seseorang kepada Kai di koridor sekolah.

“oe.. Taemin-ah!!” Kata Kai sambil melambaikan tangannya.

Namja yang ia panggil Taemin tadi berlari ke arahnya kemudian merangkulnya.

“Mau ke kantin?”

“Mmm, wae?”

“Ayo ke kantin bersama” ajak Taemin.

“Geurae” Kai menyetujui ajakan Taemin.

Sampai di kantin mereka memesan makanan yang biasa mereka konsumsi di sekolah, ddokbukki,  dan untuk minumannya mereka berdua memesan orange juice.

“Kai-ah… sebenarnya ada yang tidak aku mengerti dengan keluargamu”

“Mworago? Memangnya ada apa dengan keluargaku?”

“Kau dan hyungmu….. kau dan hyungmu sungguh berbeda, apa mungkin..”

“Apa yang kau katakan? Aku dan hyungku adalah saudara kandung!” Ucap Kai memotong perkataan Taemin.

“Ya! Ya! Ya! Jangan marah… aku hanya menyampaikan pendapatku saja, kulitmu sedikit gelap sedangkan hyungmu putih, kau tinggi hyungmu tidak terlalu dan matamu sipit tapi mata hyungmu begitu lebar, walaupun kalian sama-sama tampan, apa aku salah jika aku berpikir sedikit aneh?”

Kai terdiam mendengar perkataan Taemin, ucapan Taemin tidak salah, malah perkataannya sangat benar, Kai mulai berpikir.

“Ya! Jangan di pikirkan, itu hanya pikiran anehku saja, aku tau kau pasti keluar dari rahim yang sama dengan kakakmu” Ucap Taemin sambil menepuk pundak Kai, tapi Kai tidak bereaksi apa-apa.

-***-

Kai pulang ke rumah dengan masih tetap memikirkan perkataan Taemin kepadanya tadi saat di sekolah, dia pulang ke rumah dengan muka yang kusut.

“Kau sudah pulang?” Tanya D. O yang kebetulan sedang ada di ruang tamu saat Kai pulang.

“Mm.. hyung sendiri apa baru pulang dari les vocal?” Tanya Kai balik.

“Aku tidak masuk les vocal hari ini” Jawab D. O.

“Wae? Kepalaku tadi pagi sangat pusing, jadi aku memutuskan untuk tidak masuk”

“oh..” Ucap Kai mengerti, dia kemudian berjalan ke arah D. O dan memegang kedua pipi hyungnya, dia melihat hyungnya dengan tatapan aneh.

“Aneh..” Ucap Kai.

“Apanya yang aneh?” Tanya D. O.

“Kenapa aku sama sekali tidak mirip dengan hyung?” Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Kai untuk sesaat D. O seperti terkejut namun dia mengubah ekspresinya seperti biasa saja.

“Apa yang kau katakan? Tentu saja kau ada miripnya denganku..” Kata D. O sambil menepuk bahu Kai. “Ahh.. kepalaku pusing lagi, aku istirahat dulu” Ucap D. O sambil tersenyum, dia meninggalkan Kai menunju kamarnya, sedangkan Kai memandang kepergian D. O dengan tatapan yang masih tidak mengerti.

-***-

Malam harinya, D. O, Kai dan ayah mereka benar-benar pergi ke festival musim semi, mereka bertiga terlihat begitu bahagia, terutama D. O karena diantara mereka bertiga yang paling menyukai musim semi adalah dirinya, D. O juga tidak dapat menahan dirinya untuk tidak melihat bunga-bunga musim semi yang terpajang di sepanjang area festival, sesekali D. O juga mencium aroma bunga-bunga tersebut.

“Hyung… apa kau akan terus menciumi bunga yang kau lewati?” Tanya Kai yang tidak mengerti dengan tingkah laku D. O, D. O menoleh dengan bibir cemberut.

“Wae? Apa aku tidak boleh melakukannya?” Tanya D. O ketus.

“Tentu saja kau boleh, tapi..”

“Kalau begitu biarkan aku melakukannya” Potong D. O dan kembali menciumi bunga-bunga yang bermekaran, Kai hanya menggelengkan kepalanya.

“D. O-ah..” Kali ini ayah mereka yang memanggil, D. O menoleh kepada ayahnya.

“Waeyo appa?”

“Kau dan Kai pergilah ke sana” Kata ayah mereka sambil menunjuk sebuah kursi panjang di sebelah penjual ikan. “Appa akan membelikan kalian ramen instan, jadi tunggulah appa di sana” Ayah mereka memberi perintah.

“Arraseo appa” Jawab D. O yang kemudian menggandeng tangan Kai dan mengajaknya duduk di kursi panjang yang tadi di tunjuk oleh ayah mereka.

“Kai-ah.. apa kau tidak ingin menjadi artis?” Tanya D. O memulai percakapan.

“Ani, aku tidak pernah ingin menjadi artis, wae?”

“Aku hanya selalu membayangkan kalau seandainya aku sudah menjadi penyanyi adikku akan mengikutiku menjadi artis tapi dengan jalur berbeda, aku ingin dia menjadi aktor” Ucap D. O sambil menatap Kai dengan mata berbinar-binar.

“Aktor? Kenapa hyung ingin aku menjadi aktor?”

“Karena adikku ini sangat tampan” Ucap D. O sambil tersenyum.

“Tck, aku tau kalau aku sangat tampan hyung!!” Jawab Kai menyombongkan diri.

“Kalau begitu jadilah aktor, itu salah satu keinginan terbesarku Kai” Ucap D. O sambil menggenggam tangan Kai erat.

“Aku akan memikirkannya, hyung!” Kai mengatakannya dengan senyum yang sangat lebar, tapi untuk sepersekian detik senyumnya menghilang dan berganti dengan wajah penuh kekhawatiran.

“D. O hyung, hidungmu….berdarah…” D. O langsung mengusap hidungnya, dia kemudian melihat tangannya yang kini terlumuri darah, mata D. O hanya makin melebar.

“Hyung, apa kau sakit?” Tanya Kai khawatir.

“Aniya… mungkin karena aku terlalu lelah hari ini makanya hidungku berdarah” Ucap D. O meredam kekhawatiran Kai.

“Jeongmal? Hyung tidak bohong kepadaku ‘kan?” Tanya Kai.

“Untuk apa aku berbohong kepada adik kesayanganku?” Ucap D. O sambil mengelus-elus rambut Kai.

“D. O-ah.. kau kenapa?” Ayah mereka yang baru datang dari membeli ramen kaget ketika melihat sisa darah yang masih membekas di hidung D. O.

“Gwenchana ap….” Belum sempat D. O mengucapkan kata-katanya dia pingsan, ramen yang di beli ayah mereka pun terjatuh dan tumpah, baik Kai maupun ayahnya langsung menolong D. O yang kini tidak sadarkan diri.

-***-

Kini rutinitas Kai berubah, sepulang sekolah dia tidak langsung pulang ke rumah, tapi ke rumah sakit terlebih dahulu, semenjak peristiwa pingsannya D. O saat festival musim semi beberapa hari lalu D. O  memang di rawat di rumah sakit, dan Kai tidak tau apa alasan D. O di rawat inap karena saat Kai bertanya kepada dokter ataupun orang tuanya mereka hanya akan menjawab kalau D. O kelelahan.

Kai berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang rawat inap D. O, tapi belum masuk ruang di mana D. O di rawat Kai sudah mendengar ibunya menangis.

“Yeobo… aku tidak mau kehilangan D. O kita.. aku tidak mau… aku sudah begitu menyayanginya seperti anak kandung kita sendiri, aku bahkan sudah lupa kalau dia bukan anak kandungku, aku tidak mau kehilangan dia yeobo.. aku tidak mau hiks hiks..”

DEG

Seketika kaki Kai langsung terasa lemas, dadanya terasa kaget, yang baru saja di dengarnya.. apakah itu kenyataan? Dengan perlahan Kai membuka pintu ruang rawat inap D. O, dia melihat ibunya memeluk D. O erat sambil menangis, ayanhnya juga melakukan hal yang sama, sedangkan D. O hanya memejamkan mata dengan wajah yang begitu merah, Kai yakin kalau saat ini D. O sedang sangat berusaha menahan bulir bening dari matanya jatuh.

“Eomma.. apa yang baru saja eomma katakan?” Tanya Kai gemetar, baik orang tuanya maupun D. O kaget melihat kedatangan Kai yang tiba-tiba.

“Kai-ah…” Ucap ibu mereka lirih.

“Eomma… bisa eomma jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi?” Sekali lagi Kai bertanya, ibu mereka menatap D. O, D. O mengangguk kepada ibunya.

“Eomma… katakan saja, sudah saatnya dia tau” Ucap D. O, ibu mereka kemudian menatap Kai dengan pandangan yang tidak bisa di artikan oleh Kai.

“Mungkin sekarang memang sudah saatnya kau tau Kai….., dulu… setelah 5 tahun appa dan eomma menikah kami belum mempunyai seorang anak, dan itu membuat kami sungguh sedih dan menderita, sampai suatu malam kami mendengar suara tangis bayi dari luar rumah, kami membuka pintu dan melihat seorang bayi laki-laki yang mungil dan tampan terletak di depan rumah kami tanpa seorangpun yang mendampinginya, bayi mungil itu adalah D. O, hyungmu… appa dan eomma begitu bahagia saat itu, dan semenjak itu… tangis dan tawa D. O menghiasi hidup appa dan eomma dan membuat hidup kami menjadi begitu berwarna, langkah kecilnya yang menggemaskan, rengekannya yang lucu….hiks…” Eomma mereka tidak mampu melanjutkan ceritanya, dia malah memeluk D. O erat sambil menangis, kali ini D. O pun mengeluarkan air mata juga.

“Keceriaan dan kebahagiaan yang D. O bawa di keluarga kita tidak sampai di situ saja Kai-ah…” Kini ayah mereka yang bercerita. “Kami selalu menganggap bahwa D. O adalah pembawa keberuntungan bagi keluarga kita karena beberapa saat setelah kami memliliki D. O akhirnya eommamu bisa mengandung, eomma mengandungmu yang membuat kebahagiaan keluarga kita semakin lengkap, malaikat kecil kami telah memberi kami satu malaikat kecil yang menjadi lentera hidup kami, D. O tetaplah anakku, baik dulu, sekarang, ataupun nanti, tidak ada yang bisa merubah itu…” Mata ayah mereka pun tak luput mengeluarkan butiran bening yang mengalir di pipinya.

“Hyung… apa hyung tau semua ini?” Tanya Kai dengan air mata yang juga mengalir, suaranya bergetar, D. O hanya mengangguk.

“Kenapa kalian semua menyembunyikan ini dariku?” Tanya Kai lagi-lagi dengan suara yang bergetar.

“Karena kami ingin kau menganggap D. O adalah hyung kandungmu Kai-ah… tapi apa yang harus kita lakukan sekarang? D. O kecil eomma saat ini sedang berjuang untuk hidup, eomma tidak mau kehilangan dia Kai-ah… eomma tidak mau.. hiks hiks” Pelukan ibu mereka sepertinya makin erat kepada D. O.

“Berjuang untuk hidup? Maksud eomma?”

“Hyungmu saat ini sedang mengidap kanker stadium akhir Kai-ah.. Eomma dan appa juga baru mengetahuinya kemarin.. hiks hiks”

“Mwo? Kanker? Stadium akhir? Jangan bercanda!!!!” Teriak Kai.

“Apa kau pikir ini adalah saat yang tepat untuk bercanda, Kai?” Ucap ayah mereka sambil menatap Kai dengan pandangan kesedihan.

“Hyung, apa hyung tau kalau hyung mempunyai penyakit ini?” Tanya Kai pada D. O.

“Ara… aku tau sejak awal” Jawab D. O lirih.

“Kalau kau sejak awal kenapa kau tidak memberitahu kami hyung? Apa hyung tidak menganggap kami keluarga? Apa hyung tidak menganggapku sebagai adik??!!” Teriak Kai sambil bercucuran air mata.

“Aku hanya tidak ingin merepotkan kalian, aku terlalu menyayangi kalian” Ucap D. O juga dengan air mata yang bercucuran.

“Mwo? Jadi begini caramu menyayangi kami? Dengan membohongi kami???!!!” Lagi-lagi Kai berteriak.

“Kai-ah… buka begitu.. aku hanya…”

“KAU MEMBOHNGIKU HYUNG!!! APA KAU TIDAK MENGANGGAPKU ADIKMU?? APA KAU TIDAK MENYAYANGIKU??? AKU BENCI KEPADAMU HYUNG!!! AKU BENCI HYUNG!!!” Teriak Kai kemudian membanting pintu rawat inap D. O dengan keras kemudian pergi.

Kai pergi ke taman rumah sakit masih dengan air mata yang bercucuran, Kai duduk di salah satu bangkunya dengan menundukkan kepala, dia merasa sangat tersakiti saat ini.

“Kai-ah…” Seseorang memanggil Kai, Kai menoleh, ternyata yang memanggilnya adalah D. O yang kini duduk di kursi roda yang di dorong oleh ayah mereka dengan air mata yang masih berlinang.

“Kai-ah… hyung tidak pernah sekalipun tidak menyayangimu… hyung selalu menyayangimu bahkan lebih dari hidup hyung sendiri… apa kau tidak mau memaafkan hyung yang telah menyembunyikan sebuah rahasia darimu? Ini hyung Kai-ah… D. O hyung… D. O hyung adalah hyung dari Kai yang sangat menyayangi dan sangat di sayangi oleh Kai, tidak akan ada yang bisa merubah itu Kai-ah.. ini adalah hyung….” Ucap D. O sambil menangis, Kai makin menangis mendengar setiap kata yang D. O ucapkan, Kai kemudian berdiri dan berjalan kepada hyungnya dan memeluk hyungnya erat.

“Aku benci D. O hyung.. aku benci…” Ucap Kai, D. O membalas pelukan Kai dengan pelukan yang tak kalah erat, dia mengelus elus rambut Kai.

“Maafkan hyung yang telah membuatmu membenci hyung…”

-***-

Sudah empat minggu D. O di rawat tapi keadaan D. O tak juga membaik, keadaanya malah bertambah buruk, rambutnya bahkan mulai rontok dan sekarang hampir tidak ada sehelai rambut yang tumbuh di kepala D. O, membuat D. O selalu memakai penutup kepala, Kai juga selalu datang setiap hari dan menceritakan apa saja yang ia lakukan pada hari itu, Kai juga mengatakan bahwa Kai saat ini telah bergabung dengan salah satu perusahaan ternama yang mentrainingnya untuk menjadi aktor, seperti hari ini, Kai bercerita bahwa trainingnya sangat melelahkan.

“Hyung.. apa hyung tidak ingin makan sesuatu?” Tanya Kai.

“Aku tidak ingin makan sesuatu, tapi aku ingin melakukan sesuatu” Jawab D. O.

“Apa yang ingin hyung lakukan?”

“Aku ingin ke festival musim semi lagi”

“Baiklah, kalau begitu malam ini kita akan ke festival musim semi dengan appa dan eomma yang kebetulan sedang di adakan di dekat rumah kita”

“Apa tidak apa-apa?”

“Tentu saja” Jawab Kai sambil tersenyum lebar, begitu pula D. O yang kini matanya menjadi berbinar-binar.

Malam itu, seperti kata Kai tadi siang, keluarga mereka pergi ke festival musim semi bersama-sama, D. O terlihat begitu bahagia, apalagi ketika kembang api di nyalakan, menambah keindahan festival musim semi malam itu, D. O menarik tangan Kai membuat Kai berjongkok di depan D. O yang saat ini memang memakai kursi roda.

“Kai-ah… gomawo.. ini akan menjadi salah satu malam yang paling berharga dalam hidupku” Kata D. O kemudian memeluk Kai, Kai membalas pelukan D. O.

“Aku ingin kau selalu ingat bahwa D. O  hyung adalah orang sangat menyayangimu dan orang tua kita…” Ucap D. O lagi.

“Arrasseo, aku akan selalu mengingat itu” Kata Kai sambil menepuk-nepuk punggung D. O.

Setelah beberapa saat mereka berpelukan, D. O tidak juga melepaskan pelukannya dari Kai, membuat Kai heran.

“D. O hyung.. apa karena kau begitu menyayangiku kau tidak mau melepaskan pelukanmu?” Tanya Kai, tidak ada jawaban dari D. O.

“D. O hyung..” Panggil Kai lagi, kali ini dia sedikit menggerakkan tubuh hyungnya, tetap tidak ada jawaban, Kai akhirnya melepaskan pelukannya, matanya melebar karena dia mendapati D. O yang ternyata sudah memejamkan matanya.

“D. O hyung!!! D. O hyung irona!!!” Kata Kai sambil menepuk-nepuk pipi D. O.

“D. O hyung irona!!!! Irona!!!!” Kali ini air mata mulai mengalir deras di pipi Kai, dia masih tidak menyerah membangunkan hyungnya dengan menepuki pipinya.

“Hyung irona!!! Jebal!!! Eomma!!! Appa!!!!! D. O hyung… Eomma!! Appa!! Jebal tolong aku!!! Hyung!!! Hyung irona!!!” Kai berteriak memanggi orang tuanya masih dengan air mata yang makin mengalir deras, orang tua mereka langsung menghampiri anaknya, ibu mereka langsung menjerit dan menangis melihat salah seorang dari anaknya telah menutup mata dengan wajah yang kian memucat, sedangkan ayah mereka dengan segera mencari bantuan dengan air mata yang terus mengalir.

D. O langsung dilarikan ke rumah sakit, tapi terlambat.. D. O sudah pergi meniggalkan keluarganya semenjak di festival musim semi tadi, meninggalkan keluarga yang begitu menyayangi dan di sayanginya.

-***-

5 years later.

Kai telah menjadi aktor sesuai dengan keinginan hyungnya, dia adalah aktor yang sangat terkenal dan di puji akan kemampuannya mendalami karakter, dia juga telah menuai banyak penghargaan, malam ini Kai sedang berada di acara Talk Show yang mengundangnya sebagai bintang tamu.

“Anneyeonghaseyo aktor Kim Kai-ssi” Sapa MC.

“Anneyeonghaseyo.. Kim Kai imnida..” Kai memperkenalkan dirinya.

“Mm.. Kai-ssi, ada salah satu fakta anda yang membuat saya tertarik, kenapa anda membenci musim semi? Bukankah semua orang begitu menyukai musim semi?” Tanya MC.

“Sebenarnya… ada alasan khusus kenapa saya membenci musim semi dan kebetulan saat ini sedang musim semi, saya akan mengungkapkan alasannya, pada musim semi 5 tahun lalu, saya telah kehilangan orang yang begitu berharga dalam hidup saya, dia adalah orang yang membuat saya memutuskan untuk menjadi aktor, dia mengatakan kalau itu salah satu impian terbesarnya”

“orang yang berharga? Apakah mantan pacar anda?”

“Aniyo.. bukan mantan pacar, tapi hyung saya, hyung yang sangat saya sayangi dan menyayangi saya, dia meninggal lima tahun lalu karena kanker otak” Jelas Kai, dapat terlihat bahwa saat ini matanya sedang berkaca-kaca.

“Ahh… sangat menyedihkan sekali, maafkan saya Kai-ssi”

“Tidak apa-apa, dan kebetulan hari ini tepat lima tahun hyung saya pergi, oleh karena itu saya mempersiapkan penampilan khusus yang saya dedikasikan untuk hyung saya, saya akan menyanyikan sebuah lagu, apakah saya boleh melakukannya?” Tanya Kai.

“Tentu saja, mari kita beri tepuk tangan yang meriah untuk Kim Kai!!!” MC menyuruh setiap orang yang ada di studio untuk memberikan tepuk tangan untuk Kai, Kai memegang mic-nya, dia mengumpulkan seluruh emosinya, mengingat semua kenangan yang ia punyai dengan hyungnya dan mulai menyanyi.

We were in love, weren’t we?
All those days we spent together
We shared our pain, didn’t we?
Even when we didn’t know what was wrong

Where are you now?
Don’t you hear my voice?
My aching heart searches for you
It calls out for you, it’s going crazy

My heart, my tears, again the memory of you
Drop by drop they fall onto my chest
I cry and cry, and with these memories that won’t be erased
Today my empty heart is drenched again

We liked each other, didn’t we?
I used to make you laugh just by smiling
We cried together, didn’t we?
You would hurt too when you saw my tears

Where are you now?
Don’t you see how exhausted I am?
My aching heart searches for you
It calls out for you, it’s going crazy

My heart, my tears, again the memory of you
Drop by drop they fall onto my chest
I cry and cry, and with these memories that won’t be erased
Today my empty heart is drenched again

Won’t you come back to me?
Every day I call out your name
As I wait, exhausted, I wander and look for you

My love, my tears, my memories with you
Drop by drop they fall onto my chest
I cry and cry, and with these memories that won’t be erased
Today my empty heart is drenched again – [Super Junior – Memories]

Kai menyanyikan lagu itu dengan air mata yang mengalir, membuat semua orang yang ada di studio mau tidak mau meneteskan air matanya juga, ikut merasakan kesedihan dan kehilangan orang yang sangat di sayangi oleh Kai, malam itu lagi-lagi air mata jatuh di musim semi yang seharusnya di penuhi oleh tawa dan harum bunga yang menghiasi, Kai mengakhiri penampilannya dengan menundukkan wajah, menyembunyikan air matanya yang tidak mau berhenti keluar dari tempatnya, saat ini pikiran dan hatinya kembali mengingat semua kenangan yang ia miliki dengan hyungnya.

‘Hyung… bogoshipta….’

 

-END-

Iklan

12 thoughts on “[One Shoot] Spring Tears

  1. Sad ending.
    Demi apa ya ini sedih bgt cha.
    Aaaaa KAISOO JJANG, suka banget sama kaisoo couple wkwk
    ditnggu cha History of MAMA nya. Daebaaak

  2. Yaampun… Gue baca ni ff sampe nangis – nangis gaje u,u
    Hiks… Hiks.. Coba kalo tu kejadian terjadi beneran.. Gimana coba? Hiks, hiks…

    Yagapapa sih, ttp bagus! Nice FF! Keep writing ya, thor, hwaiting! ^^

  3. Kyaaa… Thor sad bgt ffnya 😥
    Feelnya dpt bgt thor sampe aku jg ikut sedih bacanya
    Keep writing and hwaiting thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s