History of MAMA Chapter 3

MAMA 1

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : lee_acha96 a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Three-

Summary :

“Planet EXO itu adalah Sanguinets, Sehunie…”

-***-

A/N :

Yahah~

Author kembali lagi membawa History of MAMA Third Chapter!!!! Yayyy!!! *krik krik*

Author sengaja publish hari ini karena besok Author sibuk karena ada pemilihan kepala desa, sama saudara Author punya hajatan 😀 Author nyoblos lohhhh (Readers : kagak nanya!), intinya Author besok sibuk jadi Author publish aja hari ini, oh iya, untuk readersdeul yang mencari FF  NC atau yadong di sini, maaf ye~ di sini kagak ada yang namanya FF ensiihhh~ 😛

Character Profile : Chanyeol, Kris, Suho, Kai, D.O, Luhan, Sehun, Xiumin, Chen, Tao, Baekhyun, Lay

Story Line : Chapter 1, Chapter 2

Typo(s) everywhere

Happy Reading ^^

-***-

“Dia siapa? Apa dia juga MAMA?” Tanya Kyungsoo sambil menunjuk Ryeowook yang saat ini tengah pingsan.

“Dia bukan MAMA” Jawab Chanyeol.

“Lalu dia siapa?” Tanya Kyungsoo lagi.

“Dia adalah investasi nyawa guardian Aiden”

“Guardian Aiden itu siapa?” Lagi-lagi Kyungsoo bertanya, Kyungsoo memang belum mengerti sepenuhnya.

“Yaakk!!! Bisa tidak kau tidak bertanya? Kalau Ryeowook hyung sadar dia akan menjelaskan semuanya kepadamu!!” Chanyeol berteriak kepada Kyungsoo, mata Kyungsoo makin melebar setelah mendapat teriakan dari Chanyeol, dia kemudian bersembunyi di balik tubuh mungil Suho.

“Chanyeol-ah.. jangan berteriak kepadanya, wajar kalau dia banyak bertanya, dia masih belum mengerti” Ucap Kris meredam emosi Chanyeol.

“Mianhae hyung…” Chanyeol meminta maaf kepada Kris.

“Jangan minta maaf kepadaku, kau seharusnya meminta maaf kepada Kyungsoo..” Ujar Kris sambil menepuk punggung Chanyeol.

“Mianhae Kyungsoo-ah…” Kata Chanyeol sambil mengulurkan tangannya, Kyungsoo menerima uluran tangan Chanyeol ragu, dia masih bersembunyi di balik tubuh mungil Suho.

“Ya… kenapa orang penakut sepertimu yang terpilih sebagai Beast?” Tanya Chanyeol heran, Kyungsoo melebarkan matanya lagi, dia kemudian mencengkram tangan Chanyeol sedikit lebih kuat.

“AAAHHHH!! YA YA YA!! APPO APPO!!! KYUNGSOO-AAAHH!!!” Chanyeol berteriak kesakitan.

Kyungsoo hanya tersenyum penuh kemenangan kemudian melepaskan cengkraman tangannya, sedangkan Chanyeol hanya meniup-niup tangannya yang sakit akibat cengkraman Kyungsoo, Chanyeol berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan macam-macam kepada Kyungsoo.

Jongdae baru saja kembali dari dapur setelah membuatkan Ryeowook bubur, dia masuk ke dalam kamar Suho dan mendapati Chanyeol yang kini bersembunyi di balik Kris sambil meniupi tangannya, Chanyeol memiringkan kepalanya dan menatap orang-orang yang berada di kamar Suho dengan tatapan heran, sebelumnya dia juga mendengar Chanyeol berteriak.

“oe? ada apa sebenarnya? Kenapa kalian seperti ini?” Tanya Jongdae sambil membawa nampan yang berisi bubur.

Chanyeol tidak mengatakan apapun, dia hanya menunjuk Kyungsoo, Kyungsoo dan Suho hanya terkikik geli melihat Chanyeol bertingkah seperti itu.

“Kyungsoo-ah… ada apa sebenarnya?” Tanya Jongdae kepada Kyungsoo.

Kyungsoo menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada Jongdae, Jongdae tertawa terbahak-bahak setelah mendengar cerita dari Kyungsoo.

“Kyungsoo-ah… sejujurnya aku juga mempunyai pikiran yang sama seperti Chanyeol, tapi sekarang aku tidak akan meremehkanmu, hahaha” Kata Jongdae yang hanya di sambut death glare dari Kyungsoo, nyali Jongdae menciut.

Akhirnya untuk menghindari death glare Kyungsoo, Jongdae memutuskan untuk duduk di ranjang Suho dan mencoba membangunkan Ryeowook, belum sempat Jongdae membangunkan Ryeowook, tubuh Ryeowook perlahan-lahan bergerak.

“Roxanne…” Ucap Ryeowook lirih namun dapat terdengar oleh ke empat namja yang berada di situ.

Kris bertukar pandang dengan Suho.

“Apa kau mengerti maksudnya?” Tanya Kris kepada Suho, Suho hanya menggeleng.

-***-

Jongin, Minseok dan Onew berteleportasi ke sebuah rumah tidak berpenghuni, dan sepertinya rumah itu hanya satu-satunya rumah yang ada, karena di sekitar mereka saat ini hanya terhampar tanah luas dengan sedikit-banyak ilalang yang tumbuh di antara retakan tanah.

“Jongin-ah… kita di mana?” Tanya Minseok sambil menatap Jongin, Jongin menggeleng tidak mengerti.

Minseok menghembuskan nafasnya, dia kemudian menatap Onew yang masih tidak sadarkan diri dengan luka bakar yang cukup serius di punggungnya, Minseok mengelus – elus punggung Onew dan sedikit mendinginkannya dengan kekuatannya.

“AKKHHH!!!” Onew berteriak saat lukanya di dinginkan oleh Minseok, Minseok langsung menjauhkan tangannya dari punggung Onew, perlahan-lahan Onew tersadar, dia kemudian menatap Minseok lembut.

“Gomawo….”

Onew berusaha untuk duduk, Minseok dan Jongin membantunya, Onew memegangi dadanya yang masih terasa sakit, dia kemudian bersandar di tembok kemudian mengatur nafasnya, Onew menatap sekeliling kemudian membelalakkan matanya lebar.

“Jongin-ah! Apa yang kau pikirkan saat berteleportasi tadi?” Tanya Onew tiba-tiba.

“N..Ne?” Jongin tergagap karena pertanyaan tiba-tiba Onew.

“Apa yang kau pikirkan saat berteleportasi tadi??” Ulang Onew.

“Aku hanya berpikir untuk membawamu ke tempat yang aman hyung, waeyo? Apa ada yang salah dengan tempat ini?” Tanya Jongin, Onew menggeleng.

“Lalu kenapa hyung sepertinya sangat kaget?” Kali ini Minseok yang bertanya.

“Rumah ini….. adalah rumah milik Yesung Myul yang sudah lama tidak terdengar kabarnya”

“Yesung Myul? Siapa itu?” Tanya Minseok.

“Dia adalah salah satu Myul, Myul adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengetahui MAMA bahkan sebelum para MAMA terpilih, tapi sudah lama kabarnya tidak terdengar sejak….” Onew tidak melanjutkan kata-katanya, dia malah berdiri namun dia terjatuh lagi karena lukanya yang parah, Jongin dan Minseok segera memegangi tubuh Onew yang terjatuh.

“Ada apa sebenarnya hyung? Ceritakan dulu pada kami…” pinta Jongin sambil mendudukkan Onew dan menyandarkan tubuh Onew ke tembok.

“Yesung Myul… dia tidak pernah terdengar lagi kabarnya semenjak dia bertarung dengan Leeteuk, malaikat tanpa sayap yang kini menjadi half-Ryuk, aku takut Yesung Myul di sekap di dalam rumah Leeteuk..”

“Apa aku harus berteleportasi ke rumah Leeteuk itu dan menyelamatkan Yesung Myul?” Tanya Jongin pada Onew, Onew menatap Jongin dengan tatapan serius.

“Jangan, Leeteuk adalah makhluk yang sangat berbahaya, akan sangat beresiko jika kau ke sana sendiri, lagi pula belum tentu jika Yesung Myul benar-benar di sekap di sana”

Jongin dan Minseok mengehembuskan nafas berat mereka mendengar jawaban Onew, segalanya bertambah rumit.

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, hyung?” Tanya Minseok.

“Kita sekarang harus mencari Roxanne dan Rye agar guardian Aiden di bangkitkan lagi, Roxanne… dia…… dia adalah Fove guardian Aiden”

Jongin dan Minseok saling bertukar pandang, dalam benak mereka saat ini mereka sama-sama bertanya, siapa lagi Roxanne itu?

-***-

Sehun saat ini duduk sambil termenung di ranjangnya, saat ini dia sedang memikirkan cara untuk menemukan pecahan jiwa guardian Aiden, Yoona bilang guardian Aiden harus segera di bangkitkan mengingat besok gerhana droplet akan terjadi, dan setelah gerhana droplet terjadi, malam-malam selanjutnya setiap dua hari akan terjadi gerhana bulan yang berurutan sesuai tanggal lahir para MAMA, dan setelah kedua belas kekuatan sudah sempurna maka pertempuran di Sanguinets akan segera di mulai.

“Sehun-ah…” Panggil Luhan dari balik pintu.

“Masuk saja hyung, tidak di kunci” Jawab Sehun dari dalam kamar.

Luhan membuka pintu kamar dan tersenyum melihat dongsaengnya yang sedang termenung, Luhan kemudian berjalan mendekati Sehun dan duduk di sampingnya.

“Sedang memikirkan cara mencari pecahan jiwa guardian Aiden?” Tanya Luhan, Sehun mengangguk.

“Kalau begitu mari kita cari bersama”

“otteyo?” Tanya Sehun sambil memandang Luhan, Luhan mengangkat bahunya.

“Molla, tapi aku yakin si jenius Oh Sehun ini akan menemukan caranya” Kata Luhan sambil mengacak-acak rambut Sehun.

Sehun tidak menanggapi perlakuan Luhan, dia malah membuang pandangannya ke tempat tablet PC yang biasa dia gunakan untuk mengamati energi planet EXO, Sehun melebarkan matanya kemudian segera mengambil tablet PC-nya, Luhan hanya melihat Sehun tidak mengerti, tapi dia terus mengamati pergerakan Sehun, Sehun mengutak-atik tablet PC-nya sebentar kemudian berbalik menghadap Luhan.

“Hyung!! Aku tau caranya!!” Teriak Sehun. Luhan langsung berdiri mendengar perkataan Sehun.

“Jinjja????”

“Emm” Jawab Sehun sambil mengangguk-anggukan kepalanya kemudian tersenyum, eyes smile-nya terbentuk.

“eottokke?” Tanya Luhan sambil menghampiri Sehun.

“Igo..” Kata Sehun sambil menunjuk tablet PC-nya, di layar tablet itu terdapat bulatan-bulatan berwarna abu-abu sejumlah dua belas, bulatan berwarna kuning satu dan bulatan berwarna biru dua. Luhan tidak mengerti apa maksud dari bulatan-bulatan itu kemudian menatap Sehun dengan pandangan bingung.

“Apa maksudnya ini?” Tanya Luhan polos, Sehun menepuk keningnya setelah mendengar pertanyaan Luhan.

“Aigoo… hyung benar – benar tidak mengerti?” Tanya Sehun, Luhan hanya tersenyum sambil menggeleng.

“Sepertinya aku memang harus menjelaskan semuanya, Luhan hyung…. Luhan hyung lihat 12 bulatan abu-abu ini?” Tanya Sehun, Luhan mengangguk.

“Itu adalah pembagian 12 energi dari planet EXO yang ada di bumi, dan aku yakin 12 energi itu adalah para MAMA, buktinya titik koordinat dua bulatan ini tepat berada di rumahku, dan memang benar kalau di rumahku memang hanya ada dua MAMA, hyung dan aku, apa hyung mengerti?” Tanya Sehun lagi.

“Emm, berarti bulatan abu-abu itu adalah MAMA, lalu yang kuning ini?” Tanya Luhan sambil menunjuk bulatan yang kuning.

“Itu Yoona Mama” Jawab Sehun langsung.

“Yoona noona?” Tanya Luhan memastikan.

“Emm, dia memiliki energi dari planet EXO, dan energinya berwarna kuning” Jelas Sehun.

“Tapi Yoona noona tubuhnya berpendar biru, jadi warna energinya biru, bukan kuning!!!” Protes Luhan.

“Tapi energinya kuning!!!!” Balas Sehun tidak terima.

“Biru!!”

“Kuning!!!”

“Biru, biru, biru!!!”

“Kuning, kuning, kuniiiiiinngggggg!!!!!!” Teriak Sehun kencang dan membuat Yoona langsung muncul di hadapan Sehun dan Luhan.

“Apa yang kalian perdebatkan?” tanya Yoona, Sehun dan Luhan langsung menoleh.

“Warna energi noona!” Jawab Luhan kemudian menatap Sehun ketus.

“Warna energiku?” Tanya Yoona.

“Ne, warna energi Mama, energi Mama berwarna kuning ‘kan, Ma?” Tanya Sehun sambil merengek manja.

“Cih, Sudah ku bilang warna energi Yoona noona itu biru! Dari tubuhnya selalu berpendar warna biru, bola matanya saja biru!!” Sanggah Luhan tidak terima, dia kemudian melipat kedua tangannya dan membuang tatapannya dari Sehun.

“Sehunie, bagaimana kau tau kalau warna energi Mama berwarna kuning?” tanya Yoona kepada Sehun, mendengar pertanyaan Yoona mata Sehun melebar di sertai dengan senyuman yang mengembang di wajah tampannya, Sehun kemudian melihat Luhan dan menjulurkan lidahnya, sedang Luhan mengalihkan pandangannya kepada Yoona sambil mengangakan mulutnya.

“Yaayyyy!!! Aku benar, Luhan hyung salah, ye ye ye!!!” Teriak Sehun sambil melompat – lompat kemudian berlari ke arah Yoona dan memeluk Yoona dari belakang.

“YAAA!!!!” Luhan berteriak, Sehun hanya menjulurkan lidahnya sambil terus memeluk Yoona.

“Noona, bagaimana bisa energimu berwarna kuning? Dari tubuhmu selalu berpendar cahaya biru!!” Luhan rupanya masih belum bisa menerima kekalahannya dari Sehun.

“Semua orang dari Sanguinets akan mengeluarkan cahaya biru Luhanie, tapi warna energi mereka berbeda-beda, kalau kalian para MAMA memiliki warna energi yang sama, yaitu abu-abu, namun berbeda dengan para guardian, mereka memiliki warna energi masing-masing, aku memiliki warna energi kuning, sedang Aiden memiliki warna energi biru..” Jelas Yoona, mendengar penjelasan Yoona barusan Sehun langsung melepaskan pelukannya kemudian mengambil tablet PC-nya tadi.

“Ma… aku rasa aku tau di mana pecahan jiwa guardian Aiden” Kata Sehun sambil menunjukkan bulatan – bulatan di tabletnya. Yoona mengerenyitkan keningnya dan menatap Sehun dengan tatapan tidak mengerti sama seperti Luhan tadi, Sehun mengerti arti dari tatapan Yoona kemudian menjelaskannya.

“ini adalah energi dari planet EXO yang aku amati, dua belas bulatan abu-abu itu adalah energi para MAMA, bulatan warna kuning itu adalah warna energi Yoona Mama, sedangkan dua bulatan warna biru itu aku yakin adalah warna energi pecahan jiwa guardian Aiden” Jelas Sehun, Yoona membelalakkan matanya tidak percaya.

“Planet EXO?” Ulang Yoona.

“Aku menamainya begitu” Jawab Sehun.

“Planet EXO itu adalah Sanguinets, Sehunie…” Kata Yoona lirih, “Kita harus segera mencari mereka” Lanjut Yoona.

-***-

Yixing sedang berlatih dance di salah satu sudut rumah Baekhyun saat Baekhyun dan Tao sedang berbelanja bahan makanan untuk makan malam mereka, tidak lama kemudian Baekhyun dan Tao kembali dari kegiatan belanja mereka dan mereka tidak hanya berdua, namun bertiga, mereka membawa seekor anjing berbulu putih bersama mereka.

Yixing menghentikan latihan dance-nya dan membantu Baekhyun dan Tao membawakan barang belanjaan mereka dan meletakkannya di dapur, setelah meletakkannya di dapur Yixing kembali ke ruang tengah dan melihat anggota ‘baru’ keluarga mereka.

“Siapa namanya?” Tanya Yixing.

“Namanya King” Jawab Baekhyun.

“oohh.. di mana kalian menemukannya?” Tanya Yixing lagi.

“Tadi saat kita berbelanja dia tiba-tiba mengkuti kami dan sepertinya meminta kami untuk membawanya, jadi aku bawa saja” Jawab Baekhyun sambil bermain-main dengan King.

“Dia sepertinya anjing yang sangat penurut” Ucap Yixing.

“Dan sangat pintar” Tambah Tao. “Dia bahkan mengerti saat kami suruh mengembalikan dompet seseorang yang jatuh saat di pasar tadi” Lanjutnya.

“Jinjja?? Uwaahh… Daebak” Yixing terkagum-kagum dengan anjing bernama King itu.

Yixing kemudian berjalan mendekati King, dan mencoba menganjak King untuk ber-high five dan ternyata King mengerti, dia membalas high five dari Yixing, membuat Yixing makin terpesona dengan anjing berbulu putih ini, Baekhyun yang melihat King cepat akrab bahkan bermain dengan Yixing pun tersenyum cerah.

“Yixing hyung… sepertinya kau sangat menyukai King” Kata Baekhyun.

“Emm, aku sangat menyukainya” Kata Yixing tanpa menoleh kepada Baekhyun, dia masih saja asyik bermain dengan King.

“Tao-ah.. kau yang masak hari ini!” Perintah Baekhyun, Tao yang sedari tadi membaca buku sambil tiduran dan sesekali melirik ke arah King langsung bangkit.

“Mwo??!!” Tao berteriak.

“Ya!!! Apa kau tidak bisa tidak berteriak???!!!” Protes Baekhyun sambil berteriak juga, membuat King bersembunyi di balik Yixing, sedangkan Yixing langsung menutupi kedua telinganya.

“Tapi aku tidak bisa memasak, hyung….” Kata Tao memelas.

“Aku tidak peduli, yang jelas hari ini kau yang masak!” Baekyun tetap kukuh pada perkataan yang ia lontarkan sebelumnya.

“Aahh.. Hyung…..” Tao makin memelas, Yixing tiba-tiba berdiri dan berjalan ke belakang.

“Yixing hyung! Kau mau kemana?” Tanya Baekhyun.

“Aku yang akan memasak!” jawab Yixing yang sepertinya saat ini sudah berada di dapur, mendengar jawaban Yixing, mata Tao langsung berbinar-binar.

“Yixing ge, xiexie!!!” Teriak Tao.

“Mei guan xi (gwenchana)!!” Jawab Yixing, Tao kemudian menatap Baekhyun dengan tatapan sinis, begitu pula sebaliknya, kedua orang itu akhirnya melanjutkan aktivitasnya masing-masing, Tao meneruskan membaca buku, sedangkan Baekhyun kembali bermain-main dengan King yang dirasa semakin menggemaskan.

Beberapa saat kemudian makan malam pun siap, Yixing, Baekhyun, Tao dan King berkumpul di ruang makan, King duduk di lantai dengan sekotak sereal anjing yang sudah terpampang di depannya, sedangkan Yixing, Baekhyun dan Tao masih berdoa dulu sebelum makan, Yixing yang memimpin doa karena dialah yang tertua. Setelah berdoa mereka pun mulai menyantap hidangan yang dimasak Yixing.

“Hyung… ini enak sekali, kau sepertinya sangat berbakat dalam memasak” Puji Baekhyun sambil memberikan jempolnya kepada Yixing.

“Gomawo” Jawab Yixing sambil tersenyum, membuat lesung pipinya terlihat.

Beberapa saat kemudian mereka telah menyelesaikan makan malam mereka, saat Yixing dan Tao akan membereskan peralatan makan mereka, Baekhyun menyuruh mereka untuk duduk, Baekhyun mengatakan bahwa dia ingin membicarakan sesuatu.

“Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Yixing.

“Emm.. itu, apa hyung dan Tao tidak meneruskan sekolah?” Tanya Baekhyun hati-hati. Yixing dan Tao saling bertukar pandang.

“Aku sebenarnya masih bersekolah di Korea, tapi aku rasa sekolahku terlalu jauh dari sini” Jawab Yixing.

“Aku bahkan tidak bersekolah disini” Sahut Tao.

“Ahhhh….” Jawab Baekhyun sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kenapa memangnya?” Tanya Yixing.

“Emm.. itu, aku hanya ingin bertanya, apa hyung dan Tao mau meneruskan sekolah ke sekolah yang aku masuki besok?” Tanya Baekhyun, lagi – lagi Yixing dan Tao saling bertukar pandangan.

“Kami tidak punya biaya” Jawab Yixing akhirnya.

“Kalau masalah biaya tenang saja hyung, harabojiku sudah mempersiapkan semuanya, dia bahkan memberiku biaya hidup MAMA lain jika mereka dalam keadaan kesusahan” Jelas Baekhyun.

“Keundae Baekhyun-ah..” Yixing masih tidak setuju dengan usul Baekhyun.

“Ahhh hyung… jeballl… ikutilah kata-kataku kali ini” Pinta Baekhyun dengan menunjukkan puppy eyes-nya.

“Tapi biaya hidup tiga orang tidak sedikit” Sela Tao.

“Kalau masalah itu kita bisa bekerja paruh waktu bersama-sama, yang penting kalian sekolah, ne?” Baekhyun sangat keras kepala, Yixing menatap Tao yang kemudian menatap Yixing juga, Yixing menghembuskan nafas berat.

“Baiklah, kami akan meneruskan sekolah kami bersamamu” Jawab Yixing akhirnya.

“Yaaayyy!!!!!” Baekhyun bersorak gembira mendengar jawaban Yixing.

“Keundae Baekhyun-ah.. apa nama sekolahmu?” Tanya Yixing lagi.

“Paran High School..”

 

 

 

-TBC-

Iklan

24 thoughts on “History of MAMA Chapter 3

  1. Oow baru dateng ge’ ni itu HunHan ada2 aja deh ya segala ngedebatin warnanya yoong ckckck yg satu org dewasa tampang anak kecil dan yg satu anak kecil tampang sok dewasa trnyata sama aja LoL

  2. Hahaha hunhan couple lucu bgt sih itu *cubitpipihunhan* kkkke~
    aaaa~ kyungsoo oppa jahat bgt nih sama chanyeol oppa haha
    penasaran sama lanjutannya cha.
    Dtnggu next partnya cha.

  3. Eh… hunhan oppa.childish bnget ya…
    Pasti seru ngeliat mreka berdebat kayak gitu..
    Yoona eonnie disini terlihat keibuan bnget .. hehe…
    Tao oppa manja bnget deh.. haha..
    Oke2.. cepet dilanjut ya chingu..
    Fighting.. mkin seru critanya…

  4. Ping-balik: History of MAMA Chapter 4 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: Acha's Blog

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 6 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: History of MAMA Chapter 7 | Acha's Blog

  8. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  9. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  10. Daebakk (y) .
    Meskipun radak gak paham *purapurablo’on* o_O
    Pecahan bola aiden terperangkap (?) di tubuh onew dan siapa lagi ya kira2? *kepo*
    Next next next !!

    Let’s Share Happy Virus Of Yoona ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s