[One Shoot] Only You ( 너만 없다 )

Only You

Title : Only You ( 너만 없다 )

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : One Shoot

Cast :

–          EXO’s Xiumin

–          Kim Yoo Jung

Summary :

“Semenjak hari itu Yoo Jung dan Xiumin menjadi dekat, setiap hari Xiumin akan mengunjungi Yoo Jung di teras belakang rumahnya, bercengkrama dan tertawa bersama”

-***-

A/N :

Ini terinspirasi dari Teasernya Jin, artis baru Woolim Ent dengan judul yang sama, terlepas ceritanya sama atau enggak dengan MV-nya nanti yang jelas ini adalah murni imajinasi Author, untuk yang belum tau teasernya silahkan klik disini.

Typo(s) Everywhere

Happy Reading ^^

-***-

Xiumin, namja yang sudah tiga bulan ini belajar piano di kediaman Kim Yoo Han, seorang pianis terkenal yang juga merupakan teman dekat ayahnya kali ini sedang memainkan tuts tuts piano sambil melihat lembaran kertas nada yang terpajang di piano tersebut.

Sesekali Yoo Han mengetuk piano menandakan nada yang di tekan Xiumin salah dan itu artinya ia harus memainkan lagu tersebut dari awal, gurunya ini memang terkenal sangat ketat dan tegas, sama sekali tidak bisa di ajak bercanda, Xiumin kembali memainkan lagu itu dari awal dngan konsentrasi penuh, dia tidak peduli ada suara mobil yang berhenti di depan rumah gurunya, dia terus saja memainkan pianonya.

-***-

Seorang gadis berwajah cantik turun dari mobil dengan pengawasan seorang bodyguard, dia berjalan terus dengan tatapan kosong, dia tidak peduli ketika salah satu pelayannya menyambutnya dengan membungkuk, dia hanya meneruskan jalannya masih dengan tatapan kosong, di tengah perjalanannya telinganya menangkap alunan indah suara piano dari dalam rumahnya tapi dia tetap saja berjalan lurus walau nada yang di dengarnya saat ini adalah salah satu instrument favoritnya, Yiruma – Kiss The Rain.

-***-

Xiumin masih memainkan piano yang ada di depannya dengan konsentrasi penuh, tapi konsentrasinya buyar ketika dia melihat dari jendela, seorang gadis cantik ber-coat cokelat berjalan dengan tatapan kosong, dia melirik gadis cantik tersebut hingga tanpa sengaja menekan tuts yang salah.

Yoo Han yang melihat muridnya tidak berkonsentasi langsung memukulkan rotan yang sedari tadi berada di tangannya ke piano, membuat Xiumin terhenyak kaget dan menatap Yoo Han dengan pandangan memelas.

“Jwesonghamida Saem…”

“Kau hanya bisa menghasilkan music yang indah jika kau memainkannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi, sudah berapa kali kau membuat kesalahan hari ini?” Yoo Han memarahi Xiumin.

Xiumin membungkuk 90 derajat dan meminta maaf lagi.

“Jwesonghamida Saem.. saya akan lebih berkonsentrasi lagi”

“Ulangi dari awal!!” Perintah Yoo Han kepada Xiumin.

“Ne” Jawab Ximin singkat kemudian mulai menekan tuts-tuts pianonya lagi, kali ini Xiumin memainkannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi penuh agar tidak membuat kesalahan dan membuat marah gurunya lagi.

Beberapa saat kemudian instrument yang di mainkan Xiumin berakhir dengan sempurna, Xiumin menatap Yoo Han dengan tatapan meminta pendapat, Yoo Han hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia meloloskan permainan Xiumin barusan, Xiumin tersenyum kemudian membungkuk berterima kasih.

“Kau bisa pulang sekarang” Ujar Yoo Han dingin.

“Ne” Jawab Xiumin singkat kemudian mengambil tasnya dan berpamitan pulang kepada Yoo Han.

Saat Xiumin melewati ruang tamu dia melihat gadis yang di lihatnya lewat jendela tadi, gadis itu tidak lagi memakai coat cokelat seperti tadi, melainkan memakai sweater putih yang memberikan kesan santai bagi gadis berwajah imut itu, Xiumin berniat membungkuk menyapa gadis itu tapi Xiumin malah di buat mengerenyit heran karena tatapan kosong gadis cantik itu, gadis cantik itu berjalan melewati Xiumin seakan tidak melihat siapapun, dia hanya terus berjalan, Xiumin membalikkan badannya melihat kepergian gadis itu, Xiumin hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti, dia berbalik lagi kemudian memutuskan untuk pulang.

-***-

Semenjak hari itu Xiumin selalu memikirkan gadis imut bertatapan kosong itu, dia sangat penasaran dengan gadis cantik itu, dia juga penasaran apa hubungan gadis itu dengan gurunya, kenapa gadis itu ada di rumah Yoo Han? Apa dia adalah salah satu murid Yoo Han juga, sama seperti dirinya? Xiumin masih belum tau, yang jelas saat ini pikirannya benar-benar di penuhi oleh gadis itu, bayangan gadis itu seakan tidak mau terlepas dari pikirannya.

-***-

Hari ini Xiumin ke rumah Yoo Han lagi untuk belajar Piano, Xiumin heran karena rumah Yoo Han begitu sepi, dia memencet bel rumah dan memanggil nama gurunya bekali-kali namun tetap saja tidak ada jawaban, Xiumin mengerucutkan bibirnya dan berniat pulang, saat Xiumin baru akan melangkah menuju mobilnya pintu rumah Yoo Han terbuka, Xiumin berbalik lagi, ternyata salah satu pelayan Yoo Han, Hong ahjussi yang membuka pintu.

“Tuan Xiumin.. maaf telah membuat anda menunggu lama karena saya tidak segera membukakan pintu rumah” Ucap pelayan itu sambil membungkukkan badannya.

“Aniyo… gwenchanayo..” Jawab Xiumin juga sambil membungkuk.

“Silahkan masuk, Tuan..” Ujar Hong ahjussi mempersilahkan Xiumin untuk masuk.

“Gamsahamida” Xiumin berterimakasih kemudian masuk dan segera duduk di depan grand piano milik gurunya.

“Ahjussi, Yoo Han Saem kemana?” Tanya Xiumin sesaat setelah duduk.

“Tuan Yoo Han sedang keluar dan beliau bilang akan pulang malam, beliau juga mengatakan jika tuan Xiumin datang saya harus mengatakan kepada tuan kalau hari ini tuan harus berlatih sendiri dan saya yang akan mengawasi tuan Xiumin” Jelas Hong ahjussi.

“oh… begitu, baiklah, aku akan berlatih sendiri” Ujar Xiumin.

Xiumin membenarkan posisi duduknya dan mulai memankan tuts demi tuts piano yang menghasilkan untaian nada yang indah, saat di tengah permainan jari Xiumin berhenti menekan tuts piano sehingga music yang di mainkannya berhenti, Hong ahjussi menatap Xiumin heran.

“Kenapa tuan Xiumin berhenti?”

“Aku hanya tiba-tiba teringat sesuatu”

“Mwoeyo?”

“Aku teringat seorang gadis yang beberapa hari lalu aku lihat sedang berjalan disitu dengan tatapan kosong” Ujar Xiumin sambil menunjuk jendela.

“Mungkin yang anda lihat adalah putri tuan Yoo Han, nona Kim Yoo Jung” Ujar Hong  ahjussi.

“Ne?? Yoo Han saem punya seorang putri?” Tanya Xiumin kaget.

“Sssstttt….” Ujar Hong ahjussi sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. “Tuan Xiumin jangan berteriak, nanti anda bisa saja membangunkan nona Yoo Jung yang saat ini sedang tidur” Lanjutnya.

“Jwesonghamida..” Ujar Xiumin pelan hampir seperti berbisik.

“Gwenchanayo”

“Keundae ahjussi, bisa anda ceritakan kepadaku tentang Yoo Jung?” Pinta Xiumin.

“Tentu saja” Jawab Hong ahjussi sambil tersenyum.

“Nona Yoo Jung dulu adalah pribadi yang begitu ceria, dia sangat suka tersenyum dan juga sangat baik hati, tapi senyum yang dulu selalu menghiasi wajahnya hilang ketika dia mengalami kecelakaan yang merenggut pengelihatannya”

“Merenggut pengelihatannya? Berarti dia…..” Xiumin tidak meneruskan kalimatnya, dia hanya menatap Hong ahjussi dengan tatapan yang meminta penjelasan, Hong ahjussi mengangguk.

“Nona Yoo Jung…. Dia… dia buta”

Perkataan Hong ahjussi barusan bagaikan ujung belati yang tepat menohok hati Xiumin, dia tidak percaya, atau mungkin dia merasa kasihan terhadap Yoo Jung?

“Semenjak itu nona Yoo Jung mengurung dirinya dari dunia luar, dia tidak mau berinteraksi dengan orang lain dan hanya hidup dalam dunianya sendiri saja, tuan Yoo Han sendiri juga sepertinya juga menjauhkan putrinya dari dunia luar karena berpikir bahwa dunia luar terlalu berbahaya bagi anaknya, pengawasan nona Yoo Jung di perketat, membuat nona Yoo Jung sama sekali tidak mempunyai teman”

Mendengar cerita dari Hong Ahjussi, entah kenapa rasanya membuat hati Xiumin tergerak untuk mendekati gadis imut ini, dia ingin membuat gadis ini kembali ceria, dia ingin gadis ini bisa merasakan dunia walaupun dia tidak dapat melihatnya dengan indra pengelihatannya, Xiumin ingin mengajarkan gadis ini bagaimana melihat dunia dengan mata hatinya.

-***-

Hari ini Xiumin tidak mempunyai jadwal untuk belajar piano, namun dia memutuskan untuk ke rumah gurunya untuk mencari tau lebih jauh tentang Yoo Jung, sampai di rumah gurunya Xiumin tidak melewati pintu depan seperti biasanya, dia lewat samping rumah dan sesekali mengintip belakang rumah lewat samping diding, siapa tau Yoo Jung berada di teras belakang rumahnya.

Ternyata feeling Xiumin benar, dia melihat Yoo Jung memakai sweater bau-abu khas musim dingin tengah duduk di kursi teras belakang rumahnya masih dengan tatapan kosong, Xiumin mengumpulkan keberaniannya dan berjalan kemudian duduk di samping Yoo Jung yang tampaknya sama sekali tidak menyadari keberadaan Xiumin walaupun jelas-jelas tadi Xiumin lewat di depannya, Xiumin membuang nafas berat. Mendengar seseorang membuang nafas berat membuat Yoo Jung tersentak kaget dan segera berdiri namun di tahan oleh Xiumin.

“Aku bukan orang jahat atau asing, aku murid ayahmu, Xiumin” Ujar Xiumin masih dengan memegang tangan Yoo Jung.

Yoo Jung duduk setelah mendengar Xiumin mengenalkan dirinya, ia menolehkan wajahnya ke sumber suara Xiumin tapi tetap saja, tatapan matanya kosong.

“Kau tau aku?” Tanya Yoo Jung.

“Tentu saja, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui bahwa ada gadis yang sangat cantik di depanku?”

“Apa kau berniat menggodaku?”

“Tentu saja tidak, aku hanya berniat menjadi temanmu, apakah boleh?”

“Teman??”

“Mmm, teman, kau mau menerimaku sebagai temanmu tidak?”

“Tapi aku tidak bisa melihatmu..” Ujar Yoo Jung lirih. “Apakah aku masih bisa menjadi temanmu walaupun aku tidak tau bagaimana rupamu?” Lanjutnya.

“Tentu saja, tidak ada batasan dalam berteman walau kematian sekalipun… kalau kau ingin tau seperti apa rupaku kenapa kau tidak mencoba meraba wajahku saja?”

“Apakah aku boleh melakukan itu?” Tanya Yoo Jung ragu.

“Mmm” jawab Xiumin singkat.

Perlahan Yoo Jung mulai mengangkat tangannya dan mulai meraba wajah Xiumin, Xiumin menggembungkan pipinya dan hal itu berhasil membuat Yoo Jung tersenyum.

“Kau tersenyum..” Ujar Xiumin yang berhasil membuat pipi Yoo Jung memerah dan melepaskan tangannya dar wajah Xiumin.

“Kenapa kau melepaskan tanganmu?” Tanya Xiumin.

“Aniya.. tidak apa-apa” Jawab Yoo Jung sambil menggelengkan kepalanya.

“Mmm… baiklah, menurutmu aku tampan tidak?”

“Eh??” Yoo Jung kaget mendengar pertanyaan yang di lontarkan Xiumin.

“Menurutmu aku tampan tidak??” Ulang Xiumin.

“oh..em… kau tampan, pipimu juga chubby” Ujar Yoo Jung malu-malu.

“Tapi menggemaskan ‘kan?” Uajr Xiumin yang hanya di sambut dengan senyuman dari seorang Yoo Jung.

“Yoo Jung-ah… aku ingin kau tau satu hal”

“Apa?”

“Kau sangat cantik ketika tersenyum, mulai saat ini teruslah tersenyum”

Yoo Jung hanya diam mendengar perkataan Xiumin.

-***-

Semenjak hari itu Yoo Jung dan Xiumin menjadi dekat, setiap hari Xiumin akan mengunjungi Yoo Jung di teras belakang rumahnya, bercengkrama dan tertawa bersama, ketika Xiumin berlatih piano maka Yoo Jung akan mendengarkannya dari dalam kamarnya.

Kini Yoo Jung yang menutup diri telah menjadi sedikit lebih terbuka, dia juga banyak tersenyum, hal ini membuat ayahnya, Yoo Han, bingung dengan perubahan sikap putrinya, dia akhirnya menyuruh salah satu bodyguardnya untuk mencari tau alasan kenapa putrinya bisa berubah dalam waktu yang singkat.

Akhirnya Yoo Han mengetahui alasan putrinya berubah adalah Xiumin, Yoo Han geram, dia menganggap Xiumin kurang ajar karena telah berani mendekati anaknya.

-***-

Hari ini adalah hari dimana Xiumin akan berlatih piano, dia pergi ke rumah gurunya seperti biasa, dia mengucapkan salam kepada Yoo Han juga seperti biasa, tapi sambutan Yoo Han kali ini lebih dingin dari biasanya, membuat Xiumin ragu apa dia harus duduk di depan piano atau tetap berdiri di depan Yoo Han.

“Xiumin-ah..” Panggil Yoo Han dingin.

“Ne saem?”

“Mulai sekarang berhentilah ke rumahku, jangan lagi kau berlatih piano disini” Ujar Yoo Han masih tetap dingin.

“Waeyo?” Tanya Xiumin kaget, dia tidak mengerti kenapa gurunya tiba-tiba menyuruhnya berhenti.

“Karena kau telah berani mendekati anakku, Yoo Jung!”

“Ne? Apa saya salah jika saya mendekati anak anda saem?”

“Sangat salah, kau hanya membuatnya iri padamu yang bisa melihat dunia dengan jelas sedangkan dia tidak!”

“Aniyo! Anda salah saem, saya mengajarkan Yoo Jung untuk melihat dunia dengan hatinya dan membuatnya ceria lagi, apa saem tidak sadar tindakan saem yang mengurungnya selama ini hanya membuatnya tertekan? Dia membutuhkan teman saem!” Xiumin beradu mulut dengan Yoo Han.

“Tidak, Yoo Jung tidak perlu teman, yang dia perlukan hanya perlindungan agar dia aman! Dia anakku, aku mengetahui apa yang di butuhkannya lebih baik darimu!”

“Apa dengan mengurungnya anda menyebut itu melindunginya? Anda tidak melindunginya saem! Anda malah membuat semangatnya sedikit demi sedikit terkubur dan mati!”

“DIAM!!!!!” Yoo Han berteriak. “Bodyguard!!!!” Panggil Yoo Han kepada anak buahnya.

Anak buah yang dia panggil langsung mengahadap.

“Seret anak kurang ajar ini keluar!! Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!!” perintah Yoo Han.

“Siap!!” Ucap para Bodyguard itu kompak kemudian menyeret Xiumin keluar, Xiumin memberontak, tapi apa daya, kekuatannya jauh lebih kecil dari pada para bodyguard terlatih itu.

“Saem!!! Yang Yoo Jung butuhkan bukan perlindungan!! Yang dia butuhkan adalah teman!! Dan perlu anda ingat saem, saya mencintai Yoo Jung!!! Saya sangat mencintainya!!!” Teriak Xiumin masih dengan posisi di seret oleh para bodyguard Yoo Han.

Yoo Han berpura-pura tidak mendengar teriakan Xiumin, dia hanya memandang Xiumin yang di seret lewat jendela rumahnya, setelah Xiumin tidak terlihat, dia berjalan menuju kamar anaknya dan membuka pintunya, dia mendapati putrinya sedang meneteskan air mata.

“Yoo Jung-ah… kenapa kau menangis?” Tanya Yoo Han.

“Xiumin oppa benar, yang aku butuhkan adalah teman, bukan perlindungan…” Ujar Yoo Jung sambil terisak.

“Apa yang dia ajarkan kepadamu sehingga kau berani melawan ayahmu, Yoo Jung-ah?!” Tanya Yoo Han dengan nada sedikit meninggi.

“Dia mengajarkanku melihat dunia dengan hati, dengan begitu aku tidak lagi melihat dunia ini dalam gelap, tidak seperti appa lakukan padaku… appa hanya membuat duniaku yang sudah gelap makin gelap, dan sekarang saat aku kembali menemukan cahayaku, appa kembali membuangnya dan memupuskan harapanku menjadi butiran debu!!” Yoo Jung berteriak kepada ayahnya sambil menangis.

“Yoo Jung-ah…” Nada Yoo Han kali ini sedikit melembut. “Appa hanya ingin melindungimu..”

“Apa ini yang namanya melindungi? Dengan mengurungku di dalam ruang kamarku tanpa sedikitpun membiarkanku menghirup udara segar dunia luar? Apa itu yang namanya melindungi???!!! Itu sama sekali tidak melindungiku appa… itu hanya membuatku makin merasa kecil dan tak berguna… appa tau, di saat aku benar-benar kehilangan harapan untuk terus hidup, Xiumin oppa datang kepadaku dan mengajariku bagaimana melihat dari hati, hanya dia yang mengembalikan senyumanku appa!!! Hanya dia!!!!”

“Yoo Jung-ah..”

“Dan appa harus tau kalau aku mencintai Xiumin oppa!!” Potong Yoo Jung sebelum ayahnya belum sempat melanjutkan kata-katanya, mata Yoo Han melebar, dia tidak menyangka kalimat seperti itu keluar dari mulut anaknya.

-***-

Two weeks later.

Seorang pria sedang duduk di kursi taman dengan membawa setangkai bunga mawar merah yang segar, sesekali dia menciumi bunga mawar yang di bawanya, pria itu tiba-tiba berdiri dan tersenyum ketika melihat seseorang yang di tunggunya telah datang.

“Xiumin oppa…” Panggil seorang wanita kepada pria tadi masih dengan tatapan kosongnya.

“Yoo Jung-ah.. ini untukmu” Ujar Xiumin sambil menarik salah satu tangan Yoo Jung dan meletakkan mawar yang di bawanya tadi di tangan Yoo Jung.

“Gomawo…”

“Baiklah, aku rasa aku akan memberi kalian waktu berdua, aku pulang dulu, dan Xiumin… jangan membawa pulang Yoo Jung larut malam”

“Algeussimida, saem..” Ucap Xiumin sambil membungkuk.

“Appa bye bye!!” Ucap Yoo Jung kemudian melambaikan tangannya kepada ayahnya masih dengan tatapan kosongnya, Yoon Han hanya tersenyum bahagia melihat putrinya saat ini, keceriaannya telah kembali berkat Xiumin, semuanya berkat Xiumin.

 

 

-END-

Iklan

4 thoughts on “[One Shoot] Only You ( 너만 없다 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s