The Covenant Chapter 5

The Covenant

The Covenant

Title : The Covenant

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Five-

Summary :

“kenapa rasanya sekarang kulit putih susuku berubah menjadi kulit putih pucat?’’

-***-

A/N:

Ga nyangka udah nyampek Chap 5 :3

Part Sebelumnya -> Chap 1, Chap 2, Chap 3, Chap 4.

Typo(s) Everywhere :3

Happy Reading ^^

-***-

“SEHUN-AAHHHH!!!!!” Luhan berteriak dengan keras ketika melihat adik kesayangannya tergigit oleh vampire, Sehun pingsan di pelukan Luhan.

Melihat adiknya seperti itu membuat Luhan benar-benar marah, dia menidurkan Sehun kemudian menatap vampire yang tadi menggigitnya dengan mata yang penuh amarah, mata Luhan berubah menjadi merah, perlahan dia berubah menjadi serigala berbulu emas yang buas, vampire itu terlihat sedikit ketakutan, dia mencoba berlari tapi Luhan lebih gesit, dia menggigit bahu vampire itu kemudian mengoyak-koyak tubuhnya hingga tidak lagi berbentuk, melihat musuhnya sudah tidak berbentuk sedikit demi sedikit Luhan mulai kembali ke wujud asalnya, Luhan terduduk kemudian memangku adiknya yang masih belum sadar, gigitan vampire masih terlihat jelas di leher Sehun.

Bau darah dari vampire yang di bunuh Luhan menyeruak, aneh, bau darah vampire itu tidak berbau anyir seperti pada umumnya, melainkan berbau mint, L yang mencium bau darah vampire itu langsung membelalakkan mata, dia berjalan ke arah vampire itu dan mengambil darahnya sedikit kemudian menciumnya.

“Oh no… This vampire isn’t Hawks, He is a pure vampire, a pure Royal Blood vampire” Ucap L lirih sambil memandangi tubuh vampire yang sudah tidak terbentuk itu.

“Royal Blood?” Tanya Kris kaget.

“Yes, He is” Jawab L singkat, L berdiri dan berjalan ke arah Luhan dan Sehun, dia memegang bekas gigitan vampire di leher Sehun sambil memejamkan matanya, beberapa saat kemudian dia membelalakkan matanya.

“Gosh… This is too horrible”

“Apanya?” Tanya Luhan khawatir.

“Vampire itu tanpa segaja membagi darahnya dengan Sehun, dan itu artinya saat ini di tubuh Sehun mengalir tiga darah kerajaan, Wizard, Werewolf dan Vampire” Ucap L sembari menatap Luhan lekat.

“What??!!” Seluruh keturunan Ipswich kaget mendengar perkataan L.

“Apa itu berbahaya?” Tanya Tao yang kini juga mulai khawatir dengan Sehun, L menolehkan wajahnya kepada Tao.

“Jika seandainya yang berbagi darah dengannya adalah vampire murni biasa kita masih bisa menghilangkannya, tapi yang kini mengalir di tubuhnya adalah Royal Blood, Royal Blood tidak akan pernah bisa di rubah, darah mereka terlalu kuat, itu artinya saat ini Sehun adalah pangeran Wizard, pangeran Werewolf dan juga pangeran Vampire” L menatap Sehun dengan wajah datarnya.

“Apa katamu?” Xiumin sepertinya sangat shock mendengar perkataan L, L berdiri kemudian menatap seluruh keturunan Ipswich.

“Kalian berdua belas awalnya hanyalah pangeran kerajaan Grandeur dan pangeran kerajaan Ulterior, itu artinya di dalam tubuh kalian mengalir darah penyihir atau yang biasa kita sebut Wizard blood dan darah manusia serigala atau dengan kata lain Werewolf blood, tapi hal yang tidak terduga terjadi pada Sehun, dan di dalam tubuhnya kini mengalir Royal Blood Vampire, hal ini bisa menjadi hal buruk atau bisa juga menjadi hal baik”

“oe? Maksudmu?” Suho masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang dikatakan L, sejujurnya bukan hanya Suho, tapi keturunan Ipswich yang lain  juga masih belum mengerti.

“Bisa menjadi hal buruk karena jika Royal Family of  Vampires mengetahui hal ini mereka tidak akan tinggal diam, mereka akan berusaha mengambil Sehun ke sisi mereka karena itu akan menguntungkan kerajaan vampire, mereka akan mempunyai seorang vampire yang tidak dapat terkalahkan karena percampuran tiga darah kerajaan ini akan membuat Sehun menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan, bisa menjadi hal yang baik karena kalian bisa mengalahkan keturunan Julius Hawk hanya dengan tatapan mata Sehun” Kali ini Henry yang menjelaskan.

“Hanya dengan tatapan mata?” Tanya Chanyeol tidak percaya.

“Mmm, karena vampire yang tadi membagi darahnya dengan Sehun adalah vampire yang mempunyai kekuatan langka dan banyak diburu oleh klan vampire lain, The Killer Eyes”

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Luhan hampir menangis.

“Saat ini yang terpenting adalah menjaga Sehun, jangan sampai ada klan vampire yang tau tentang hal ini karena itu akan membahayakan kalian, dan aku bisa melihat dua hari lagi keturunan Hawk akan kesini untuk menikmati kekalahan mereka, Sehun yang akan menghabisinya” Ucap L datar sambil melihat Sehun yang sampai saat ini belum juga membuka matanya, begitu pula Henry dan keturunan Ipswich yang lain, mereka melihat wajah polos Sehun yang kini tengah tertidur di pangkuan Luhan, mereka iba dan takut, sangat takut.

“Tapi aku belum tau tentang satu hal” Ucap L lagi.

“Apa yang belum kau ketahui?” Tanya Lay penasaran.

“Aku belum tau Sehun akan membutuhkan darah atau tidak untuk hidup” Ujar L yang di sertai membesarnya mata seluruh keturunan Ipswich.

-***-

Kai dan D.O berada di balkon Ulterior saat ini, mereka berdua sama-sama bingung bagaimana kelanjutan keluarga mereka nanti, mereka tidak khawatir tentang bagaimana mereka melawan keturunan Julius Hawk, yang mereka khawatirkan saat ini adalah bagaimana nasib Sehun nanti.

“Hyung… Bagaimana nasib Sehun nanti?”

“Aku juga tidak tau…”

“Bukankah dia masih terlalu polos untuk menerima takdir seperti ini?”

“Kau benar, Kai.. adik kecilku harus menerima takdir seperti ini rasanya sungguh tidak adil”

“Apa aku bukan adik kecilmu, hyung?” Tanya Kai sambil mengerucutkan bibirnya, D.O langsung tersenyum mendengar pertanyaan kekanakan Kai.

“Apa aku perlu menjawabnya? Tentu saja kau adik kecilku… aku bahkan lebih menyayangimu dari pada Sehunie” Ucap D.O sambil mengelus-elus rambut Kai, Kai menatap D.O masih dengan bibir mengerucut.

“Jangan coba-coba berpaling dariku” Ancam Kai manja kepada D.O.

“Arrasseo, aku tidak akan pernah berpaling darimu” Ucap D.O masih dengan tersenyum lebar.

-***-

Baekhyun, Chanyeol dan Chen berada di taman sebelah kanan Ulterior sambil berbaring, mereka memandang langit bersama-sama.

“Ya! Kalau seandainya Sehunie tau saat ini dia adalah pangeran dari klan vampire ottokhe?” Ucap Baekhyun memecahkan kediaman di antara mereka bertiga.

“Molla, itu terlalu memusingkan, yang aku khawatirkan saat ini adalah bagaimana jika klan vampire tau kalau Sehunie adalah pangeran mereka?” Jawab Chanyeol.

“Chanyeol benar, jika klan vampire tau kalau Sehunie adalah pangeran mereka maka kita akan terancam, mereka pasti akan melakukan apapun agar Sehunie berada di pihak mereka, bisa-bisa kita di bunuh” Imbuh Chen.

“Apa kita beritahu saja hal ini pada Sehun?” Usul Baekhyun.

“Jangan, hyungdeul  pasti akan melarang, biar mereka saja yang memberitahu Sehun, mereka yang lebih berhak” Cegah Chen.

“Tapi kalau kita tidak memberitahu Sehun tentang hal ini sesegera mungkin akan berbahaya” Sanggah Chanyeol.

“Berbahaya?” Tanya Chen tidak mengerti.

“Iya, berbahaya, Sehunie.. Sehunie itu masih terlalu kekanakan dan ceroboh, dia juga suka melihat orang dengan tatapan tajam, apa kau tidak ingat perkataan Henry tadi? Dia mempunyai Killer Eyes, bisa saja dia tanpa sengaja membunuh kita dengan tatapannya” Jelas Chanyeol.

“Kau benar..” Chen menyetujui perkataan Chanyeol. “Apa kita akan memberitahunya sekarang?” Lanjut Chen.

“Aku rasa tidak perlu” Ucap Baekhyun.

“oe? Bukankah kau yang pertama mengusulkan untuk memberitahu Sehun?”

“Tadinya, tapi sekarang tidak perlu”

“Wae?” Tanya Chanyeol dan Chen bersamaan.

“Karena hyungdeul yang akan memberitahunya, aku mendengar percakapan mereka barusan” Jawab Baekhyun.

“Ahhh…..” Chanyeol dan Chen hanya ber ‘ah’ ria.

-***-

Xiumin, Luhan, Kris, Suho dan Lay berada di ruang tengah bersama L dan Henry, mereka tengah membicarakan cara menyembunyikan Sehun dari klan vampire, terutama Royal Blood Vampire.

“Apa sebaiknya kita langsung kembali ke Korea setelah menghabisi keturunan Hawk?” Kris memberi usulan.

“Aku rasa itu bukan ide yang baik” Jawab L.

“Kenapa? Bukankah lebih aman berada di Korea dari pada di sini?” Tanya Suho.

“Tidak, bisa jadi lebih berbahaya di Korea dari pada berada di sini” Jawab Henry.

“oe? Bagaimana bisa?” Kali ini Luhan yang bertanya, dia heran bagaimana mungkin Korea lebih berbahaya? Padahal jelas-jelas populasi klan vampire lebih banyak di Eropa dari pada di Korea.

“Karena Korea adalah tempat Royal Blood Vampire mengadakan pertemuan setiap bulan purnama” Jawab L sambil melihat Luhan masih dengan wajah datar.

“Tapi kita masih harus sekolah.. kita tidak mungkin pindah sekolah ke sini karena disini banyak vampire berkeliaran” Ucap Lay lirih.

“Lay benar yang mulia… Menempatkan mereka disini juga sangat berbahaya” Henry menyutujui perkataan Lay, L hanya mengehela nafas berat.

“Bagaimana kalau kita tetap kembali Korea dan jika bulan purnama muncul kita akan menyembunyikan Sehun dari dunia luar?” Lagi-lagi Kris memberi usulan.

“Biar aku pikirkan lagi usulanmu” Ucap L sambil sedikit memijat kepalanya yang mulai terasa pening. “Tapi pertama, kita harus memberitahu Sehun siapa dia saat ini dan melatihnya mengontrol emosinya” Lanjut L.

“Baiklah..”

-***-

Sehun mengerjapkan matanya, dia terduduk dan menyadari bahawa saat ini dia berada di kamarnya di Ulterior, dia kemudian mendapati Tao yang tengah tertidur dengan memeluk boneka panda kesayangannya, perut Sehun berbunyi, dia memegangi perutnya.

“Aku lapar…” Ucap Sehun dengan bibir yang mengerucut.

Sehun berjalan ke ranjang Luhan dan memetik apel dari tanaman rambat ranjang Luhan, dia memakan apel yang baru di petiknya dengan lahap, Sehun berjalan ke ranjang Tao dan duduk di atasnya, Sehun berniat membangunkan Tao, saat tangan Sehun hampir menyentuh lengan Tao dia berhenti, keningnya mengerenyit, dia mengangkat tangannya kemudian mengamatinya dengan intens.

“Apa aku sakit? Kenapa tanganku begitu pucat?” Sehun bertanya pada dirinya sendiri.

“Aku tau aku mempunya kulit seputih susu tapi kenapa rasanya sekarang kulit putih susuku berubah menjadi kulit putih pucat?” Sehun masih bertanya dengan dirinya sendiri, dia mengerenyitkan keningnya dan mengerucutkan bibirnya.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka, Sehun menolehkan wajahnya ke pintu, ternyata L, Henry, Kris, Luhan, Xiumin, Suho dan Lay.

“oe? Sehunie kau sudah sadar???!!” Teriak Luhan sambil langsung menghambur kepada adik kesayangannya dan memeluknya, Sehun melepaskan pelukan Luhan dan menatap Luhan heran.

“Hyung aneh…” Ucap Sehun datar, Luhan tidak menanggapi perkataan Sehun tapi dia malah memeluk Sehun lagi.

“Hyung.. kenapa hyung bersikap seperti ini? Apa ada yang salah denganku?” Luhan melepaskan pelukannya kemudian berjongkok di depan Sehun sambil memegang kedua tangan Sehun.

“oe? Kau makan apel?” Tanya Luhan saat menyadari bahwa di tangan Sehun ada apel.

“Mm, aku lapar jadi aku mengambil apel dari ranjangmu” Jawab Sehun kemudian mengunyah apelnya lagi.

“Sepertinya makanannya tidak terpengaruhi” Ucap L dari pintu, mendengar ucapan L mata Luhan lansung berbinar, dia menatap Sehun bahagia, sedangkan Sehun membalas tatapan Luhan dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Hyung, ada apa sebenarnya?” Tanya Sehun.

“Sebenarnya…”

“Biar aku yang menjelaskan” Potong L.

L mulai menjelaskan hal yang terjadi pada Sehun, Sehun yang mendengar penjelasan L hanya mengangakan mulutnya tidak percaya.

“Mulai sekarang jangan melihat orang lain dengan tatapan tajam dan kendalikan emosimu” Ucap L mengakhiri penjelasan panjangnya, Sehun hanya mengangguk kaku.

“Sehun-ah, apa kau tidak ada rasa haus darah atau semacamnya?” Tanya Suho.

“Apa hyung gila? Aku sama sekali tidak mau meminum darah” Jawab Sehun sambil mendengus.

“Setidaknya itu membuatku lega” Ucap Kris setelah mendengar jawaban Sehun.

“Sehun-ah.. mulai hari ini kau akan berlatih mengendalikan emosimu dengan Luhan, dia adalah pengontrol emosi” Ujar L.

“Apakah aku saja yang berlatih?”

“Tentu saja tidak, kita semua berlatih karena dua hari lagi tidak hanya keturunan Hawk yang asli yang datang ke sini, mereka akan membawa pasukan mereka juga”

“Baiklah kalau begitu” Jawab Sehun kemudian mengunyah apelnya lagi.

-***-

Selama dua hari seluruh keturunan Ipswich berlatih sangat keras untuk menghadapi keturunan Julius Hawk, mereka berlatih siang dan malam, tidak hanya berlatih mantra penciptaan, mereka juga melatih sihir mereka, dan untuk Sehun, dia mendapat tambahan untuk melatih Killer Eyes-nya.

Dia berlatih dengan Luhan, Kai, dan D.O, Kai yang akan menciptakan sesuatu yang hidup dengan tangan yang tidak pernah lepas dari genggaman D.O dan Sehun akan membunuhnya dengan tatapan mata dinginnya, sesekali Kai dan D.O membuat Sehun kesal dengan sengaja untuk melatih emosi Sehun, dan sepertinya pelatihan agar Sehun bisa mengontrol emosinya berjalan cukup baik.

-***-

Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba, sama seperti saat pertama menghadapi vampire Hawk, keturunan Ipswich, L dan Henry berdiri segaris sambil menatap gerbang menunggu kedatangan musuh mereka.

“Aku mencium bau vampire” Ucap Sehun.

“Apa baunya sama denganmu?” Baekhyun mencoba bercanda, Sehun hanya menoleh sambil tersenyum, senyum yang di buat-buat.

“Baekhyun-ah… bukan saatnya” Hardik Kris.

“Mianhaeyo hyung..”

Tidak lama kemudian pintu gerbang Ulterior terbuka, terdapat sekitar seratus lebih vampire dengan empat orang laki-laki di depan vampire-vampire tersebut.

“Itu mereka, empat orang laki-laki yang berada di depan para vampire itu adalah keturunan Julius Hawk, yang berambut pirang bernama L.Joe, yang berambut hitam bernama C.A.P, yang berambut ungu adalah Ricky, dan yang terakhir berambut cokelat adalah Niel” Jelas Henry.

“Lihat siapa di sana… ternyata penjaga istana Mandivez seorang penghianat ternyata” Ucap C.A.P, mendengar itu Henry hanya menyeringai.

“Apa kau takut?” Tanya Kris

“Tidak, untuk apa aku takut? Pasukanku bahkan lebih banyak darimu” Ujar C.A.P meyombongkan diri.

Mendengar itu Sehun hanya menyeringai, dia kemudian menatap tajam salah satu vampire Hawk, dan dalam sekejap vampire itu sudah terbunuh, tubuhnya kering kemudian retak, keturunan Julius Hawk menoleh kebelakang melihat salah satu pasukannya yang terbunuh bahkan sebelum perang di mulai, mereka menatap keturunan Ipswich lagi dengan perasaan geram.

“Mari kita mulai peperangan ini….”

 

-TBC-

Iklan

33 thoughts on “The Covenant Chapter 5

  1. Baru sempet komen padahal udah baca dari kemaren hehe aaaa~ sehun oppa maruk bgt gelar pangerannya ampe 3 gitu ckck next part dtnggu cha. HOM nya juga dtnggu cha.

  2. Ping-balik: The Covenant Chapter 6 | Acha's Blog

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 7 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 8 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s