History of MAMA Chapter 4

MAMA 1

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Four-

Summary :

“Sehun tersenyum, pecahan jiwa Aiden dan dua MAMA saat ini sudah dekat”

-***-

A/N:

Betapa bodohnya Author yang ga ngeliat apa nama sekolah Chanyeol di part sebelumnya, -___-”

Anggep aja di part sebelumnya sekolahnya Chanyeol di Paran High ya…

Hhahaha

Part Sebelumnya  :

Character Profile -> Chanyeol, Kris, Suho, Kai, D.o, Luhan, Sehun, Xiumin, Chen, Tao, Baekhyun, Lay,

Story Line -> Chapter 1, Chapter 2, Chapter 3

Typo(s) everywhere

Happy Reading ^^

-***-

“Bagaimana kita mencarinya?” Tanya Luhan kepada Yoona di pagi buta.

“Kita bisa memanfaatkan peralatan Sehun, kita bisa menemukan seluruh MAMA dan pecahan jiwa Aiden dengan menggunakan ini” Kata Yoona sambil menunjuk tablet PC Sehun, setelah mengatakan itu Yoona tiba-tiba menghilang.

“Kemana Yoona noona pergi?” Kata Luhan sambil melihat sekeliling kamar Sehun, Sehun hanya mengangkat bahunya.

“Baiklah kalau begitu, lebih baik kita langsung mencarinya sekarang juga” Ajak Sehun.

“Sekarang? Tapi Sehun-ah…”

“Tapi kenapa hyung?”

“Ani, lupakan saja”

“Dasar aneh..” Sehun mencibir Luhan.

“Yakkk!!!!” Luhan berteriak kepada Sehun.

Sehun tidak perduli, dia berjalan menuju wardrobe enam pintu di kamarnya dan membuka salah satunya, dia mengambil beberapa baju tebal dan melemparkannya ke ranjang, dia kemudian membuka pintu lainnya untuk mengambil penutup kepala ala musim dingin dan sepatu, dia kemudian berjalan ke arah Luhan dan memakaikan penutup kepala dari bulu di kepala Luhan, Sehun melipat kedua tangannya dan memandangi Luhan sejenak.

“Kyeopta..” Kata Sehun sambil tersenyum

“Mwo?”

“Luhan hyung kyeowo” Ucap Sehun kemudian pergi meninggalkan Luhan yang masih termangu.

Sehun pergi menuju garasi, dia mengeluarkan van putih pikniknya yang sudah ia rubah menjadi van untuk penelitian tapi tetap tidak membuang tujuan aslinya, van itu tetaplah van untuk piknik, Sehun mengayunkan tangannya sekilas dan menciptakan anginnya untuk membersihkan debu yang menutupi van itu, Sehun tersenyum ketika sudah tidak ada lagi debu yang menempel di van tersebut.

‘Luhan hyung.. turunlah ke garasi’ Sehun mengirimkan telepathy-nya untuk Luhan.

Tidak lama kemudian Luhan sampai di garasi dengan masih memakai penutup kepala berbulu yang di pakaikan Sehun tadi, Luhan memandang van itu heran.

“Ige Mwoya?” Tanya Luhan.

“Kita akan mencari pecahan jiwa guardian Aiden menggunakan ini” Kata Sehun sambil menepuk bagian depan vannya.

“Jinjja? Uwahhhh~~ daebak!!” Mata Luhan melebar, dia mengelilingi van putih milik Sehun.

“otte? Kita bisa berangkat sekarang ‘kan?” Tanya Sehun, Luhan menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Sehun.

“Bagaimana dengan perlengkapan kita?”

“Hyung pindahkan saja ke dalam mobil” Jawab Sehun santai.

“Na?? Kau menyuruhku untuk memindahkan peralatan kita sendirian?”

“Emm”

“Ya!! Oh Sehun!! Kau ini..”

“Hyung pindahkan dengan kekuatan teleknis hyung..” Ucap Sehun memotong perkataan Luhan.

“Teleknis? Ah benar.. aku lupa kalau aku mempunyai kekuatan itu” Luhan menepuk dahinya.

“Dasar pelupa..” Kata Sehun lirih.

“Ya!!!!” Teriak Luhan, Sehun hanya meniup poninya.

“Hyung pindahkan barang-barang yang sudah aku taruh di atas ranjang tadi, untuk makanan dan yang lain semuanya sudah ada di dalam van…”

Luhan mendengus kesal, dia tidak pernah bisa melawan namja cute berwajah datar ini, Luhan kemudian memejamkan matanya berkonsentrasi, dalam sekejap seluruh peralatan yang ada di atas ranjang Sehun tadi berpindah ke dalam van, Sehun membuka bagian belakang vannya, senyumnya mengembang, semuanya sudah ada, dia mengambil jaket putih tebal serta jaket hitam yang juga tebal, dia memakaikan jaket hitam itu kepada Luhan, setelah itu dia sendiri memakai jaket putih yang tadi di ambilnya.

“Hyung bisa menyetir ‘kan?” Tanya Sehun.

“Emm, aku bisa menyetir, wae?” Jawab Luhan, mendengar itu Sehun kemudian melemparkan sebuah kunci kepada Luhan yang di tangkapnya dengan sigap.

“Kalau begitu hyung yang menyetir” Kata Sehun kemudian berniat masuk ke dalam van kalau seandainya Yoona tidak muncul.

“Ada apa, Ma?” Tanya Sehun begitu melihat kemunculan Yoona.

“Sehunie, bisa Mama lihat lagi alatmu tadi?” Pinta Yoona, Sehun tidak menjawab, dia hanya memberikan tablet PC-nya kepada Yoona.

“Yang pertama harus kau cari adalah yang ini” Kata Yoona sambil menunjuk bulatan biru dengan dua bulatan abu-abu di sampingnya.

“Yang ini? Tapi bukankah kita lebih dekat dengan yang ini? Kenapa yang itu harus di dahulukan?” Tanya Luhan yang tiba-tiba sudah ada di samping Sehun, Luhan menunjuk bulatan biru yang di kelilingi dengan 5 bulatan abu-abu.

“Karena dia adalah pecahan jiwa Aiden yang terluka” Jawab Yoona. “dan juga Sehunie, maafkan Mama karena Mama tidak bisa menemanimu untuk beberapa saat”

“Memangnya kenapa, Ma?”

“Ada sesuatu yang harus Mama lakukan, Mama tidak bisa memberitahumu sekarang, Mama harap kau bisa menemukan pecahan jiwa Aiden dan seluruh MAMA yang lain, sekali lagi mama minta maaf” Kata Yoona sambil mengusap puncak kepala Sehun, Yoona lalu mencium kening Sehun sekilas kemudian menghilang, Sehun mendengus kemudian masuk ke dalam van putihnya.

“Luhan hyung!! Kau tidak  masuk?” Tanya Sehun dari dalam van.

Luhan tidak menjawab, dia hanya berjalan dan masuk ke dalamnya, Luhan duduk di belakang kemudi, Luhan menjalankan van putih itu, sedangkan Sehun memberi pengarahan kepada Luhan arah mana yang harus di tuju, sekitar hampir sembilan jam mereka melakukan perjalanan, mereka akhirnya sampai di daerah yang seperti tidak berpenghuni, hari pun mulai sore, Sehun dan Luhan memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Mereka memarkirkan vannya ke tanah lapang dan membuka sisi kiri van yang bisa di gunakan untuk tenda, Sehun dan Luhan juga mempersiapkan api unggun dan peralatan masak mereka walaupun hari masih sore, Luhan melihat isi bagian belakan van dan dia menemukan teropong, Luhan lalu mengambilnya dan mencoba untuk melihat dengan menggunakan teropong, siapa tau dia bisa menemukan rumah atau yang lain, sedangkan Sehun, dia berdiri di tengah tanah yang di kelilingi oleh ilalang kering, dia terus saja memonitor tablet PC-nya, sesekali dia melihat sekeliling untuk menyesuaikan arah, Sehun tersenyum, pecahan jiwa Aiden dan dua MAMA saat ini sudah dekat, tapi dia tidak mau melanjutkan perjalanan karena takut Luhan kelelahan.

Sehun dan Luhan kemudian duduk di bawah tenda mereka, dan saling berbicara, sesekali canda tawa mengiringi obrolan mereka, bulan tiba-tiba muncul dan sontak itu membuat mereka kaget, hari belum terlalu gelap tapi bulan sudah muncul, Sehun dan Luhan kemudian berdiri, tidak lama kemudian bayangan hitam perlahan menutupi bulan yang terlihat lebih besar dari biasanya itu.

“Happy Birthday Droplet..” Kata Sehun lirih, Luhan menoleh.

“Kau benar, selamat ulang tahun Droplet..” Sahut Luhan.

Ketika bayangan hitam sudah menutupi bulan seluruhnya dada mereka sedikit sakit, tapi tidak sesakit saat gehana matahari, gerhana itu berhenti seiring langit yang mulai gelap, Sehun dan Luhan mengganti bajunya menjadi yang lebih tebal, mereka menyalakan api unggun dan membakar mashmellow berdua.

“Sehun-ah, bisa kau ceritakan kepadaku bagaimana orang tuamu dulu?” Tanya Luhan.

“orang tuaku? Kenapa hyung tiba-tiba menanyakan itu?” Tanya Sehun.

“Aku hanya penasaran” Jawab Luhan sambil tetap saja membakar mashmellownya.

“Mmm….Mamaku… Mamaku seperti Yoona Mama, mereka sangat mirip, bahkan kebiasaan mereka juga sama, karena begitu mirip aku bahkan sering menganggap kalau Yoona Mama adalah Mamaku sendiri, padahal Yoona Mama bukan Mamaku yang sebenarnya” Luhan mengehembuskan nafas berat mendengar cerita Sehun.

‘Seandainya kau tau kalau Yoona noona adalah Mamamu Sehunie….’ Batin Luhan.

“Kalau Papamu?”

“Papa…. dia orang yang sangat baik, banyak orang bilang bahwa walaupun wajahku mirip dengan Mama tapi aku memiliki mata Papa, sayu dan teduh, dia adalah Papa yang sangat menyayangi keluarganya, dia bahkan rela menemaniku bermain game di tengah malam walau sebenarnya dia sudah sangat lelah mengurusi perusahaannya, aaiishh.. aku jadi sangat merindukannya, Hyung!! Kau harus bertanggung jawab jika aku menangis!!” Ancam Sehun.

“Arrasseo, aku akan bertanggung jawab dengan membelikanmu bubble tea” Kata Luhan sambil tersenyum, Sehun juga tersenyum mendengar perkataan Luhan.

Tiba-tiba dada Sehun dan Luhan terasa sakit, Sehun langsung mengecek tablet PC-nya, dia melihat ada bulatan abu-abu yang saat ini tidak jauh dari tempatnya, dia segera memakai penutup kepalanya, tidak lupa dia mengambil penutup kepala Luhan dan memakaikannya, dia menarik tangan Luhan dan mengajak Luhan berlari, Sehun berlari sembari terus saja mengamati tablet PC-nya, beberapa saat kemudian Sehun dan Luhan melihat seorang namja yang sedang memandangi bulan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, Sehun dan Luhan mendekati namja itu, dada mereka makin terasa sakit.

“Chogiyo…” Panggil Luhan.

Namja itu menoleh, terlihat oleh Sehun dan Luhan tanda hexagon di leher namja tersebut, namja itu tidak menjawab, dia malah berjalan mendekati Luhan dan Sehun kemudian menepuk pundak mereka, seketika rasa sakit di dada Sehun dan Luhan menghilang.

“Kim Jongin Imnida… Teleporter” Kata namja itu sambil mengulurkan tangannya, Luhan dan Sehun menyalaminya bergantian.

“Kau sudah tau identitasmu?” Tanya Sehun.

“Ne, aku mengetahui identitasku dari Onew, salah satu pecahan jiwa guardian Aiden” Jelas Jongin, Sehun dan Luhan saling menatap, Sehun kemudian menatap Jongin lagi.

“Bisa kau bawa kami kepadanya?” Pinta Sehun.

“Tentu saja”

“Baiklah, kalau begitu mari ke van kami” Ajak Luhan.

“Tidak perlu, aku Teleporter, aku bisa langsung membawa kalian berteleportasi kesana”

“Tapi van kami..” Luhan masih ragu.

“Van urusan nanti hyung, saat ini kita harus menemui pecahan jiwa guardian Aiden itu” Jawab Sehun.

“Baiklah” Luhan akhirnya mengalah.

Jongin akhirnya menggenggam tangan Sehun dan Luhan, dalam sekejap mereka sudah ada di sebuah rumah yang tidak terurus, dada Sehun dan Luhan terasa sakit lagi, Sehun dan Luhan kemudian melihat seorang namja dengan pipi chubby berdiri mendekati mereka dan menjabat tangan Sehun dan Luhan, lagi, rasa sakit itu langsung hilang.

“Kim Minseok imnida, Frost” Ucap namja berpipi chubby itu ramah.

“Kalau begitu dia…” Sehun menunjuk seorang namja lagi yang sedang terbaring, terlihat bahwa namja itu sedang terluka.

“Dia adalah Onew, salah satu pecahan jiwa guardian Aiden” Sahut Jongin, Onew kemudian membuka matanya dan berusaha duduk, dia melihat Sehun dan Luhan yang saat ini sedang berdiri dan menatapnya, Onew menyipitkan matanya agar pengelihatannya menajam.

“Kau anak Aiden dan Roxanne!” Teriak Onew sambil menunjuk Sehun.

“Maksudmu?” Sehun memandang Onew dengan tatapan penuh tanda tanya.

-***-

Baekhyun, Yixing dan Tao sedang berjalan menuju sekolah mereka, hari ini mereka akan bersekolah di Paran High, mereka terpaksa meninggalkan King sendiri di rumah walaupun sedikit ada rasa ketidak relaan di hati mereka.

Mereka tidak langsung masuk ke kelas mereka, mereka masih harus mengurusi registrasi mereka dulu di kantor guru, setelah menyelesaikan registrasi mereka, Baekhyun, Yixing, dan Tao akhirnya menuju kelas masing-masing, mereka bertiga memang berada di tingkat yang berbeda, Tao masih berada di tingkat pertama, Baekhyun tingkat kedua, dan Yixing berada di tingkat ketiga.

Baekhyun berjalan menuju kelasnya dengan senyum yang mengembang, tapi begitu sampai di depan kelasnya dadanya terasa sakit, dia mengambil kotak pemberian kakek neneknya kemudian memegangnya, rasa sakit di dadanya perlahan berkurang, Baekhyun yakin pasti ada seorang MAMA di kelas ini.

Baekhyun di persilahkan masuk oleh gurunya, dia tersenyum dengan ceria, dia kemudian membungkuk dan memperkenalkan dirinya di depan teman-teman sekelasnya.

“Anneyeonghaseyo! Byun Baekhyun imnida, bangapseumida!” Kata Baekhyun dan lagi-lagi dengan senyum yang ceria.

“Baiklah, Byun Baekhyun haksaeng, anda bisa duduk di sebelah Park Chanyeol haksaeng” Kata guru itu kemudian menunjuk Chanyeol, tapi Chanyeol terlihat tidak baik, dia terus saja memegangi dadanya.

“Park Chanyeol haksaeng?” Panggil guru tersebut.

“Ahh.. Yee??” Jawab Chanyeol sambi terus memegangi dadanya, saat Chanyeol menjawab gurunya, Baekhyun tidak sengaja melihat tanda hexagon di leher Chanyeol, Baekhyun tersenyum.

‘Ternyata dia’ Batin Baekhyun.

“Apa kau sakit?” Tanya guru itu kepada Chanyeol.

“Animida” Jawab Chanyeol sambil menggeleng, walaupun pada kenyataannya saat ini dia sedang menahan sakit di dadanya yang semakin bertubi-tubi.

“Kalau begitu… Byun Baekhyun haksaeng, kau bisa di duduk di sebelahnya” Perintah guru tersebut.

“Ne.. kamsahabnida seosangnim” Kata Baekhyun sambil membungkuk.

Segera saja Baekhyun duduk di sebelah Chanyeol sambil menepuk bahu namja tinggi itu, rasa sakit di dada Chanyeol menghilang seketika.

“Gomawo..” Kata Chanyeol.

“Sepertinya kau sudah tau kau siapa” Kata Baekhyun.

“Kau juga sepertinya sudah tau” Balas Chanyeol, Baekhyun hanya tersenyum lebar.

“Aku Light, kalau kau?”

Phoenix” Jawab Chanyeol singkat.

“Jinjja?” Tanya Baekhyun memastikan.

“Emm, selain aku di sekolah ini juga ada Thunder dan Beast, mereka juga berada di tingkat dua tapi kelas mereka berbeda dengan kita, mereka juga baru pindah hari ini” Jawab Chanyeol.

Thunder dan Beast? Aku membawa Time Controller dan Healer ke sekolah ini, Time Controller berada di tingkat satu, Healer di tingkat tiga”

“Jinjja???!!!” Kata Chanyeol sambil berteriak, membuat seluruh penghuni kelas menoleh ke arahnya.

“Park Chanyeol haksaeng? Kenapa anda tiba-tiba menjadi sangat ribut, tidak bisakah anda diam selama pelajaran?” Tegur gurunya, Chanyeol hanya tersenyum terpaksa, sedangkan Baekhyun tertawa tertahan.

“Pssstt… nanti saat istirahat kita pertemukan mereka saja” Bisik Baekhyun kepada Chanyeol.

“Geurae” Chanyeol membisiki Baekhyun balik.

Istirahatpun tiba, Chanyeol dan Baekhyun mempertemukan seluruh MAMA yang ada di sekolah itu, mereka juga saling menyentuh agar sakit di dada mereka menghilang, mereka kemudian saling bercerita satu sama lain, sesekali canda tawa menghiasi percakapan mereka, Chanyeol yang di kenal misterius di sekolahnya kini berubah menjadi siswa yang berisik, seluruh siswa heran dengan perubahan drastis seorang Park Chanyeol.

“Keundae, apa kau yakin kau adalah Beast? Bahumu bahkan sangat kecil” Tanya Baekhyun kepada Kyungsoo, Kyungsoo menatap Baekhyun sinis.

“Mau ku tunjukkan?” Tantang Kyungsoo

“Geurae” Baekhyun menerima tantangan Kyungsoo

Kyungsoo mencengkeram tangan Baekhyun sedikit keras, reaksi Baekhyun tidak jauh berbeda dari Chanyeol, dia berteriak kesakitan, Kyungsoo  melepaskan cengkramannya kemudian menyeringai, sedangkan Baekhyun mengibas-kibaskan tangannya kesakitan, Yixing mengambil tangan Baekhyun kemudian menyembuhkannya, Baekhyun menatap Yixing terharu kemudian memeluknya.

Melihat tingkah Baekhyun yang kekanakan, Chanyeol, Kyungsoo, Jongdae dan Tao tertawa terbahak-bahak, bahkan tanpa sengaja Jongdae membuat petir di area sekolah yang sukses membuat para murid ketakutan, terutama para yeoja, mereka berteriak dengan sangat kencang, Yixing, Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo dan Tao kemudian menatap Jongdae dengan pandangan serius.

“Kim Jongdae!!!!” Teriak mereka bersamaan, Jongdae hanya tersenyum terpaksa.

“Mian…..” Kata Jongdae lirih.

“Ahhhhh….” Tiba-tiba Chanyeol berteriak.

“Hyung mengagetkanku!!!” Teriak Tao yang berada di sebelah Chanyeol.

“Mianhae, keundae.. apakah kalian sudah melakukan penggabungan lambang?” Tanya Chanyeol pada Baekhyun, Yixing dan Tao.

“Belum” Jawab mereka bertiga kompak.

“Kalau begitu pulang sekolah nanti kalian ikut kami saja, kami akan mempertemukan kalian dengan Dragon dan Droplet agar bisa melakukan penggabungan lambang”

Dragon dan Droplet? Duo leader itu?” Tanya Baekhyun.

“Emm” Jawab Chanyeol sambil menganggukkan kepalanya. “Ah matta, bukankah hari ini akan terjadi gerhana droplet? Berarti hari ini Suho hyung ulang tahun” Lanjut Chanyeol.

“Apa kita membeli hadiah dulu?” Tanya Kyungsoo.

“Bukan ide yang buruk, aku akan menelpon Kris hyung kalau begitu” Tukas Chanyeol, dia mengambil handphonnya mencari nama Kris dan menelponnya.

“oh iya, aku belum memberitahu kalian bertiga, nama dari Droplet adalah Kim Suho, sedangkan Dragon adalah Kris Wu” Jelas Chanyeol.

“Yoboseyo?” Terdengar suara dari handphone Chanyeol, dia memang mengaktifkan loudspeaker handphonenya.

“Yoboseyo, hyung!!” Jawab Chanyeol.

oe, Chanyeol-ah, wae?”

“Aku saat ini sudah bertemu dengan Light, Time Controller dan Healer

“Geurae? Di mana kau menemukan mereka?”

“Mereka pindah ke sekolahku hari ini, saat ini aku sedang bersama mereka, juga dengan Kyungsoo dan Jongdae”

“Baguslah kalau begitu, ngomong-ngomong apa kau tidak mengajak mereka ke rumahku untuk melakukan penggabungan lambang?”

“Aku baru mau mengatakan itu kepada hyung, bisakah hyung menjemput kami agar lebih mudah? Dan juga.. hari ini gerhana Droplet akan terjadi, itu artinya Suho hyung ulang tahun, kami berencana untuk membeli hadiah untuknya”

“Baiklah, aku akan menjemput kalian”

“Assa!!! Gomawoyo hyung… aku matikan ya…”

“Mmmm”

TUUUTTTT

Sambungan telepon terputus, mereka berenam kemudian saling pandang dan tersenyum, Kris benar-benar menjemput mereka saat pulang sekolah, dia menjemput mereka dengan van karena yakin kalau seandainya dengan mobil biasa pasti tidak akan cukup.

Kris melihat Chanyeol, Kyungsoo dan Jongdae keluar dari gerbang diikuti dengan tiga orang lain yang Kris yakin mereka juga para MAMA, dada Kris terasa sakit, dia memegangnya sebentar dan melepaskannya, mereka akhirnya menghampiri Kris dan ketiga orang baru itu menyalami Kris.

“Anneyeonghaseyo.. Byun Baekhyun imnida, Light” Kris hanya tersenyum dan menerima jabatan tangan Baekhyun.

“Anneyeonghaseyo.. Huang Zi Tao imnida, Time Controller

“Kau orang China?” Tanya Kris.

“Ne”

“Aku juga berdarah China” Lanjut Kris.

“Shi ma? ( benarkah?)”

“Shi” Kata Kris kemudian menerima jabatan tangan Tao.

“Anneyonghaseyo… Zhang Yixing Imnida, Healer, uwaaahh kau tampan sekali” Puji Yixing kepada Kris.

“Kau bisa saja, kau orang China juga?” Tanya Kris.

“Shi”

“Senang bertemu denganmu” Kata Kris sambil menerima jabatan tangan Yixing.

“Kalian semua masuklah” perintah Kris pada ke enam MAMA itu, mereka pun masuk satu per satu.

Kris mengemudikan vannya menuju apartemen, sesampainya di apartement Kris, Baekhyun, Yixing dan Tao langsung melakukan penggabungan lambang, kebetulan Ryeowook sedang ada di apartement Kris, jadi sekalian mereka mendapatkan penjelasan tentang MAMA mulai awal sampai akhir, mereka kemudian menyusun rencana surprise party untuk Suho, mereka berencana melakukannya setelah gerhana Droplet terjadi.

Kris kemudian memanggil Black Scales, naga bersisik hitam kesayangannya untuk mengantar ke enam MAMA lain ke rumah Suho untuk menyiapkan pesta, beberapa dari mereka terlihat takut karena tidak pernah menaiki naga, terutama Kyungsoo, dia terus saja mencengkeram tangan Jongdae, sedangkan Kris akan mengajak Suho jalan-jalan karena hari ini gerhana Droplet terjadi, Kris beralasan kepada Suho bahwa dia harus menjaganya agar tidak terjadi sesuatu yang aneh ketika Suho mendapatkan kekuatan penuhnya, Suho menyetujuinya karena Suho takut tidak sengaja membunuh lagi.

Semua persiapan sudah siap, tinggal menunggu Suho dan Kris pulang, Baekhyun menjentikkan jarinya sehingga membuat lampu padam, di sisi lain, Kris sedang membaringkan Suho yang baru saja pingsan karena gerhana Droplet telah terjadi, perlahan-lahan Suho sadar, dia memandang Kris.

“Kajja, kita pulang ke rumahmu” Kata Kris kemudian membantu Suho untuk bangun.

Kris mengemudikan mobilnya ke rumah Suho, dia mendapatkan pesan dari Chanyeol kalau semuanya sudah siap, Kris tersenyum, dia menambah sedikit kecepatan mobilnya, setelah sampai di rumah Suho, Kris memarkirkan mobilnya dulu kemudian menemani Suho masuk ke dalam rumahnya.

Suho merasa sedikit aneh, lampu di rumahnya tetap padam walaupun dia telah menekan saklarnya berkali-kali, dadanya juga terasa sangat sakit, tanpa sengaja Suho melihat ke arah Jendela.

“AAAAHHHHHH!!!!!!!” Suho berteriak ketakutan kemudian bersembunyi di balik Kris.

“Suho-ah.. wae geurae?” Tanya Kris, Suho tidak menjawab, dia masih gemetar di belakang tubuh Kris.

MAMA lain akhirnya keluar, Baekhyun menjentikkan jarinya, lampu rumah Suho akhirnya menyala lagi, kejutan yang mereka persiapkan untuk Suho nyatanya gagal karena teriakan tiba-tiba Suho, Suho memegangi dadanya, dan dengan segera Baekhyun, Yixing dan Tao memegang Suho agar dadanya tidak sakit, Kyungsoo kemudian memberikan minum kepada Suho, setelah Suho agak tenang, Kris menanyai Suho lagi.

“Suho-ah… wae geurae?” Tanya Kris sambil mengelus punggung Suho, Suho menatap Kris, Kris bisa melihat masih ada ketakutan di sudut mata Suho.

“Mata merah….”

-TBC-

Iklan

19 thoughts on “History of MAMA Chapter 4

  1. Wahh.. ud pada ketemu tuh..
    Gak sbar nnti gmna mreka ketika semua ud kumpul.. yey..
    Oke.. cepet dilanjut ya chingu.. fighting..

  2. Ih ih ih kamu salah update nih inikan birthdaynya kris masa jadi Suho hehe tapi gak papa juga sih ya LoL
    kamu emang terinspirasi bgt ya ama teaser dan chanyeol. Chanyeol punya 2 skolah enggalah becanda dan suho dimana skolahnya suho aku lupa

  3. Ping-balik: Acha's Blog

  4. Ping-balik: History of MAMA Chapter 6 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 7 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  8. Woooaaa~~
    Sehun anaknya Yoona eonni to? 😀
    Pasti papanya Donghae oppa ya kan thor? *readersoktau.-.*
    Next next next 😉

    Let’s Share Happy Virus Of Yoona! ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s