The Covenant Chapter 6

The Covenant

The Covenant

Title : The Covenant

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Six-

Summary :

“Pasukan Vampire yang menyerang kita pertama kali masih bisa menyerang dan menyentuh kita, tapi kenapa pasukan vampire kedua tidak bisa menyerang kita sama sekali? Mereka bahkan sama sekali tidak bisa menyentuh kita…..”

-***-

A/N :

Anneyeong Readers-deul~~~~ *krik krik~

Hahaha, mian kemaren belum sempet update apapun di karenakan Author sibuk *sok sibuk*

Dan kebetulan juga hari ini Ultahnya Duizhang zKris!!! yayyy!!! Happy Birthday ge!! Terimakasih telah menjadi leader yang baik buat ke-11 membermu :*

Author juga mau ngucapin Happy Anniversary buat Super Junior yang ke-8, Saranghaeyo oppadeul :’)

Part Sebelumnya -> 1, 2, 3, 4, 5

Typo(s) Everywhere

Happy Reading ^^

-***-

“SERANG!!!!!!”

Teriak C.A.P kepada pasukannya, para vampire mulai bergerak gesit dan menyerang keturunan Ipswich dari segala arah, tapi hal yang aneh terjadi, para vampire maupun keturunan Hawk tidak ada yang bisa menyentuh keturunan Ipswich, termasuk L dan Henry, mereka malah terpental ke belakang dan terjembab.

Disisi lain, Sehun memandangi vampire yang menyerang mereka satu persatu dengan tatapan matanya yang tajam, membuat para vampire yang di tatap Sehun perlahan mengering kemudian retak dan musnah, dia hanya menyisakan ke empat keturunan Hawk.

“Apa-apaan ini?!!!” Teriak Ricky frustasi, serangan yang di lontarkan baik oleh mereka maupun pasukan mereka sama sekali tidak berpengaruh pada keturunan Ipswich, keturunan Ipswich bahkan belum bergerak sedikitpun.

Keadaan kini terbalik, keturunan Ipswich yang di dampingi Henry dan L masih utuh, sedangkan pasukan Hawk sudah musnah seluruhnya. L menatap keturunan Hawk dengan menyeringai.

“Apa kalian tidak pernah mendengar jika keturunan Ipswich berada di Ulterior maka mereka akan mempunyai perisai untuk menghindari serangan Hawk dan pasukannya?” Ucap L dingin.

Seluruh mata keturunan Hawk membulat lebar, bukan hanya keturunan Hawk sebenarnya, keturunan Ipswich juga melakukan hal yang sama, mereka semua –kecuali Sehun- menatap L dengan penuh tanda tanya di kepala mereka.

“Kekuatan kalian tidak berlaku disini” Ucap L lagi sambil menyeringai. “Sehun, sekarang!” Lanjut L.

Sehun hanya mengangguk tanpa menatap L, dia menatap keturunan Hawk dengan Killler Eyes-nya, dia menyerang mereka satu per satu, di mulai dari Niel yang tiba-tiba terjatuh dan berteriak memilukan, teriakan yang cukup keras hingga bisa membuat telinga orang yang mendengarnya berdengung, baik keturunan Ipswich maupun keturunan Hawk sendiri menutup telinga mereka, perlahan tubuh Niel mengering, kemudian retak dan musnah.

Kali ini Sehun menyerang Ricky, berbeda dengan Niel, Ricky terlihat seperti orang yang kehilangan akalnya, dia hanya menatap kosong ke sekelilingnya dengan memegang kepala, Ricky berjalan tak tentu arah, C.A.P dan L.Joe berusaha memegang Ricky dan menolongnya, namun yang di dapat mereka hanya perlawanan dari Ricky yang entah mendapatkan kekuatan dari mana untuk menumbangkan mereka berdua, Ricky membentur-benturkan kepalanya sendiri ke batu besar di Ulterior, darah dari kepalanya mengucur tanpa henti, dia akhirnya terhuyung lemas kemudian terjatuh, perlahan tubuhnya mengering, kemudian retak dan musnah.

Melihat dua saudaranya telah musnah C.A.P berusaha kabur dengan berlari, namun di tengah-tengah pelariannya dadanya tiba-tiba terasa sakit, dia mendapatkan serangan jantung, dia berbalik dan menatap keturunan Ipswich dengan wajah yang mencerminkan kesakitan yang mendalam, sedikit demi sedikit tubuhnya juga mengering kemudian retak dan musnah, kini hanya tersisa L.Joe, keturunan terakhir Hawk, L. Joe hanya diam mematung, dia ingin berlari kabur namun kakinya menolak untuk bergerak, otot kakinya serasa hilang.

“Hmmm… dengan cara apa aku akan memusnahkanmu?” Ujar Sehun dingin, mata L. Joe melebar, dia tidak menjawab pertanyaan Sehun, kakinya melangkah mundur satu persatu, untuk kali ini kakinya mau menuruti pikiran L.Joe.

“Apa kau takut?” Tanya Sehun lagi, L.Joe masih tidak menjawab, dia hanya semakin melangkahkan kakinya ke belakang karena rasa takut yang kini menyelimuti hatinya.

Tiba-tiba seseorang dengan kecepatan luar biasa membawa L.Joe pergi, dalam sekejap L.Joe sudah menghilang, membuat seluruh keturunan Ipswich, termasuk L dan Henry membelalakkan mata mereka kaget.

“Itu tadi siapa?” Tanya Kris bingung.

“Aku tidak tau” Jawab L singkat.

-***-

Baekhyun, Tao, Chen dan Chanyeol sedang berada di kamar mereka, mereka berada di ranjang mereka masing-masing sambil sekali-kali memakan buah dari tanaman rambat ranjang mereka.

“Menyebalkan…” Ujar Baekhyun.

“Apanya?” Tanya Tao.

“Kenapa kita harus berlatih jika kita di lindungi perisai?” Ujar Baekhyun dengan bibir mengerucut, dia menelungkupkan tubuhnya.

“Kau benar, untuk apa kita berlatih jika kita sudah di lindungi oleh perisai?” Chen membenarkan ucapan Baekhyun.

“Tapi apakah kalian tidak merasa aneh?” Kali ini Chanyeol yang bicara.

“Apanya yang aneh?” Lagi-lagi Tao bertanya.

“Pasukan Vampire yang menyerang kita pertama kali masih bisa menyerang dan menyentuh kita, tapi kenapa pasukan vampire kedua tidak bisa menyerang kita sama sekali? Mereka bahkan sama sekali tidak bisa menyentuh kita” Jelas Chanyeol

“oe? Benar juga, kenapa aku sama sekali tidak terpikirkan hal itu?” Tanya Chen pada dirinya sendiri.

“Ada dua alasan…” Jawab Henry yang tiba-tiba sudah ada di pintu kamar mereka.

“Ada dua alasan?” Ulang Tao dengan nada bertanya.

“Mmm” Jawab Henry singkat.

“Apa alasannya?” Tanya Baekhyun yang kini mengubah posisinya menjadi duduk, dia penasaran.

“Alasan yang pertama adalah perisai kalian hanya akan muncul jika keturunan Hawk yang asli berada di sekitar kalian, dan alasan yang kedua adalah pasukan vampire Hawk tidak bisa menyerang kalian karena Royal Blood yang mengalir di tubuh Sehun, para vampire tidak akan pernah bisa menyerang Royal Blood dan orang-orang yang berada di sampingnya” Henry menjelaskan kepada mereka.

“Jadi kita akan terlindung dari para vampire selama kita berada di samping Sehun, begitu ‘kan maksudmu?” Tanya Chen.

“Yap, kau pintar!”

“Tapi….” Baekhyun menghentikan ucapannya.

“Tapi apa?” Tanya Chanyeol.

“Apakah sesama Royal Blood bisa menyerang Sehun?” Tanya Baekhyun.

“Mmm, yang bisa menyerang Sehun hanya mereka yang ‘sedarah’ dengannya, dan itu sangat berbahaya….”

-***-

D.O, Kai, Suho, Lay dan Sehun sedang berada di balkon Ulterior, mereka sedang menikmati cahaya matahari yang tidak begitu terik siang ini.

“Kalian tau, aku rasa tadi bukanlah perang…” Ucap Suho.

“Mm, aku bahkan tidak melakukan apapun tadi” Imbuh Kai.

“Bagaimana perasaanmu setelah mengalahkan keturunan Hawk dan keturunannya tadi?” Tanya Lay yang penasaran kepada Sehun.

“Aku tidak tau…” Jawab Sehun singkat.

“Eung? Kenapa kau tidak tau?” Tanya D.O.

“Ah Molla….ah..” Sehun beringsut sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kau aneh…” Ujar D.O.

Sehun hanya diam, dia hanya memandang pepohonan yang terhampar dari atas balkon Ulterior, sampai akhirnya hidungnya bergerak-gerak seperti mencium sesuatu.

“Eung?” Ucap Sehun tiba-tiba, membuat Suho, Lay, D.O dan Kai menolehkan tatapan mereka kepada Sehun.

“Ada apa Sehunie?” Tanya Suho.

“Aku mencium bau manusia…” Jawab Sehun.

“Dimana?”

“Disana..” Ujar Sehun sambil menunjuk arah datangnya sumber bau.

“Sekarang kau bahkan bisa mencium bau manusia dari jauh..” Ujar Kai sambil menepuk punggung Sehun, Sehun hanya diam, dia terus saja memandang ke arah yang di tunjuknya tadi.

“Sehunie…” Kai menepuk punggung Sehun lagi, Sehun masih tetap saja tak bergeming.

“Sehunie…” Kini D.O ikut menggoyang-goyangkan tubuh Sehun, Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian mengerjapkan matanya berkali-kali.

“Andwe.. andwe… tidak boleh.. itu tidak boleh terjadi, andwe…” Ucap Sehun pada dirinya sendiri.

“Apanya yang tidak boleh?” Tanya Lay, Sehun memandang kakak-kakaknya sejenak, matanya memancarkan keraguan.

“Sehunie…. katakan saja kepada kami, ada apa denganmu?” Kali ini Suho yang bertanya, dia mengelus-elus pundak Sehun.

“Apa aku boleh mengatakan hal ini?” Tanya Sehun memastikan.

“Tentu saja, kau kan dongsaeng kami…” Ujar Suho meyakinkan Sehun, Sehun membuang nafas berat kemudian menatap kakak-kakaknya lagi, dia memainkan jari tangannya sebentar.

“Hyung…. Sepertinya aku mulai haus darah….”

DEG

Perkataan Sehun seketika membuat mata keturunan Ipswich yang ada disitu melebar, mereka tidak bisa mengatakan apapun, mulut mereka seakan terkunci, mereka bingung bagaimana harus bersikap, mereka tidak tau, apakah mereka harus menolong Sehun atau malah menjauhinya.

-***-

L kini berada di ruang tengah Ulterior bersama dengan Kris, Luhan dan Xiumin, mereka sedang membicarakan kepulangan mereka ke Korea.

“Bagaimana nanti kita melindungi Sehun?” Tanya Luhan.

“Kita akan melarangnya untuk keluar rumah ketika bulan purnama terjadi” Jawab Xiumin.

“Apakah hanya itu? Sehun itu anak yang ceroboh dan tidak suka di atur, bisa saja dia kabur” Ujar Luhan.

“Memang, tapi setidaknya kita bisa memberi dia pengertian” Timpal Kris.

“Yang kalian katakan memang benar, salah satu cara menjaga Sehun adalah dengan melarangnya pergi keluar rumah dan memberinya pengertian, aku juga sangat mengerti kalau Sehun adalah anak yang ceroboh, tapi  aku juga berpikir kalau hal itu tidak akan cukup” Ucap L.

“Lalu?” Kris bertanya kepada L, L diam sejenak, dia terlihat berpikir.

“Aku rasa tidak ada pilihan lain, aku akan menemani kalian di Korea sampai Sehun benar-benar aman” Jawab L sambil membenarkan posisi duduknya.

“Kau serius?” Tanya Luhan memastikan.

“Tentu saja, aku sudah berjanji pada kakakku untuk menjaga keturunannya”

“Lalu siapa yang menjaga kerajaan ini?” Tanya Xiumin.

“Aku akan menyuruh Henry untuk menjaganya, lagi pula L.Joe tidak akan pernah kembali lagi ke sini..” Jawab L dingin.

“Apa kau yakin L.Joe tidak akan kembali ke kerajaan ini?” Tanya Kris.

“Sangat yakin” Jawab L singkat.

“Apa yang membuatmu begitu yakin?” Luhan bertanya kepada L.

“Karena L.Joe hanya akan pergi ke tempat dimana keturunan Ipswich berada…” Jawab L dingin yang sontak membuat mata Luhan, Kris dan Xiumin melebar.

-***-

Sebuah ruangan dengan nuansa Eropa yang sangat kental kini terasa begitu mengerikan, dua orang duduk di atas kursi di tengah ruangan itu dengan tatapan tajam, tatapan tajam yang mereka tujukan kepada seseorang berambut pirang yang kini tengah menuduk di depan kedua orang itu, bukan hanya dua orang itu sebenarnya yang menatapnya dengan tatapan tajam, tapi semua orang bermata merah dan berjubah hitam yang berada di dalam ruangan itu juga memandangnya dengan tatapan yang sama.

“Kau telah membuat pangeran terbunuh….” Ucap salah seorang yang duduk di kursi kepada seseorang berambut pirang tersebut, seseorang berambut pirang itu hanya diam, dia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya walaupun satu centi, hatinya di penuhi ketakutan dan kekhawatiran.

“Kenapa kau diam saja?” Seseorang itu berkata lagi, untuk beberapa saat seseorang yang berambut pirang itu masih tetap saja diam, hingga akhirnya seseorang berambut pirang itu memberanikan diri untuk sedikit mengangangkat kepala dan menatap lawan bicaranya.

Mata cokelat  seseorang berambut pirang itu bertemu dengan mata lawan bicaranya yang berwarna merah, seseorang berambut pirang itu bisa melihat tatapan tajam penuh kebencian yang di berikan kepadanya.

“Darah pangeran masih mengalir…” Ucap seseorang berambut pirang itu pada akhirnya setelah tediam cukup lama.

“Maksudmu?” Tanya lawan bicaranya dengan kening yang mengerenyit.

“Darah pangeran masih mengalir di dalam tubuhnya, dia yang musuh kini telah menjadi dia yang sedarah…”

-TBC-

Iklan

13 thoughts on “The Covenant Chapter 6

  1. Ping-balik: The Covenant Chapter 7 | Acha's Blog

  2. Ping-balik: The Covenant Chapter 8 | Acha's Blog

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s