For Tomorrow Might Not Comes [2]

For Tomorrow

 

Title : For Tomorrow Might Never Come

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Family, Sad.

Cast :

–          EXO’s Park Chanyeol

–          EXO’s Byun Baekhyun

–          EXO’s Oh Sehun

–          SNSD’s Kim Taeyeon

–          Super Junior’s Leeteuk

–          Kim Yoo Jung

–          Others (Find By Yourself)

-***-

Dan tiba-tiba musim berubah, tidak ada orang yang tau bagiamana tapi setelah mendung dan awan kelabu hilang, matahari yang bersinar cerah tersenyum untuk kita semua

-***-

A/N:

Ini FF sebenarnya Author ambil dari film, dan oleh karena itu Author bikin kuis, bagi yang tau apa nama film yang Author bikin FF ini berhak mendapatkan pulsa sebesar Rp. 10.000,- dari Author, syaratnya gampang, siapapun yang komen pertama dan nyebutin judul filmnya itu yang akan menjadi pemenang, jangan lupa sertakan uname twitter, karena nanti Author akan follow , setelah itu kirim nomer hape kalian lewat DM ^^

Part 1

Be aware with typo(s)

-***-

Hari ini hari Minggu, hari di mana seluruh penduduk komplek rumah ini bermain di jalan perumahan kami, basket, sepak bola, futsal, bahkan ada juga yang bermain air, dan seperti biasa, di hari Minggu pagi Sehun akan menonton sepak bola jalanan antar pemuda kompleks ini, dan seperti biasa juga, Yoo Jung akan menemani Sehun, untuk menjaganya tentunya.

“Hei… itu pelanggaran!! Itu tidak boleh dilakukan!!!” Teriak Sehun heboh, Sehun memang selalu heboh ketika berhadapan dengan permainan satu ini.

“Heeii.. apa yang kau lakukan, kau menyebabkannya terjatuh!!” Teriak Sehun dengan bibir mengerucut.

“Hei kau anak cacat! Tidak bisakah kau diam?!!” Teriak salah seorang dari mereka, Sehun hanya menjulurkan lidah membalas perkataan orang itu, bagi Sehun, tidak masalah dia di paanggil orang cacat karena dia memang memiliki kekurangan, hal lain yang membuatnya kuat menghadapi hinaan orang-orang adalah karena masalah keluarganya seribu kali lebih menyakitkan dari pada hinaan orang-orang yang hanya melihatnya dengan sebelah mata.

“Seandainya aku bisa berjalan, aku pasti akan mengalahkanmu!!” Ucap Sehun kemudian sambil menjulurkan lidahnya lagi, orang itu hanya mendengus kesal kepada Sehun kemudian melanjutkan permainannya.

“Hai boy, hai girl, hai boneka….” Tiba-tiba seseorang yang tidak Sehun dan Yoo Jung kenal duduk di antara mereka, untuk sesaat mereka menganggap orang ini aneh karena dia juga menyapa boneka Yoo Jung.

“Kau siapa? Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Sehun ketus.

“Haha, mian- mian, perkenalkan, namaku Baekhyun, Byun Baekhyun, anneyeong!!” Ucap seseorang yang ternyata bernama Baekhyun itu, dia mengajak Sehun bersalaman namun di tolak olehnya, Baekhyun akhirnya beralih kepada Yoo Jung, namun Yoo Jung juga tidak menerima jabatan tangan dari Baekhyun.

“Eomma bilang, kita tidak boleh berbicara kepada orang asing..” Ucap Yoo Jung polos.

“Dia bukan hanya orang asing, tapi orang asing yang bodoh” Ucap Sehun lagi-lagi dengan nada yang sangat ketus.

“Hei.. aku bukan orang asing, aku tinggal tepat di depan rumah kalian”

“Tidak bodoh, yang tinggal disitu adalah si bodoh Baekho ahjussi” Jawab Sehun.

“Aku tau.. dan ngomong-ngomong dia pamanku” Ujar Baekhyun. Sehun langsung menutup mulutnya.

“Hahahaha, oppa ceroboh!” Tawa Yoo Jung meledak melihat Sehun menutup mulutnya.

“Hahaha, oppamu memang ceroboh, tapi tidak apa-apa, pamanku memang sedikit bodoh” Ujar Baekhyun yang menuai tawa dari  Yoo Jung dan Sehun. “Dan aku dengar kalau dia jatuh cinta pada nenek tua yang tinggal disini” lanjut Baekhyun sambil menunjuk rumah Chanyeol, Sehun menepuk bahu Baekhyun, dia menoleh kepada Sehun.

“Dia adalah nenek kami”

“Ups, aku ceroboh.. hahaha, ngomong-ngomong siapa nama nenekmu?” Tanya Baekhyun.

“Halmoni!!” Jawab Sehun dan Yoo Jung bersamaan, tiba-tiba terdengar suara musik tradisional yang memekikkan telinga mereka, Sehun, Baekhyun dan Yoo Jung langsung menutup telinga mereka.

“Ya ampun… apa-apaan ini, bagaimana bisa seorang pengemis berada disini?” Ujar baekhyun ceplas-ceplos.

“Itu bukan pengemis, itu nenek kami!!!” Jawab Sehun.

“Ah, aku minta maaf, lebih baik aku melakukan sesuatu” Ucap Baekhyun kemudian pergi.

“Semoga beruntung!!!” Sehun memberi semangat kepada Baekhyun.

“HALMONI!!!! HALMONI!!!!” Teriak Baekhyun dari bawah, nenek mereka pun muncul melalui jendela rumah mereka.

“Ada apa? Aku sedang menyanyi dan memainkan lagu tradisional!!!”

“Nyanyianmu merusak pendengaran semua orang yang ada di sini!!!” Ujar Baekhyun yang hanya di balas dengan mulut menganga oleh nenek Chanyeol.

“Apa kau bilang?”

“Apa maksud halmoni dengan ‘apa kau bilang’? halmoni lihat orang-orang di sini? Nyanyian halmoni telah memberikan dampak buruk kepada mereka!!” Ucap Baekhyun sambil menarik orang Afrika yang kebetulan lewat.

“Berani-beraninya kau bicara seperti itu kepadaku!! Memang kau pikir kau siapa?”

“Ah benar, aku lupa memperkenalkan diri, Annyeonghaseyo, Byun Baekhyun imnida, aku tetangga barumu dan keponakan dari Baekho ahjussi..” Ucap Baekhyun sembari memberi wink kepada nenek Chanyeol.

“Keponakan Baekho?”

“Sunmi-ah, abaikan dia, keponakanku ini memang sangat nakal” Ucap Baekho ahjussi tiba-tiba muncul.

“Hmm… Baekho-Sunmi Love Story..” Goda Baekhyun kepada pamannya.

“Ssssttt…. jangan lakukan itu!” hardik Baekho ahjussi.

“Ahjussi, dia masih cukup seksi loh..” Lagi-lagi Baekhyun menggoda pamannya, dia menaikkan sebelah alisnya, Baekho tersenyum mengiyakan.

“Baekho!!!” Nenek Chanyeol meneriaki Baekhyun dan pamannya, membuat paman Baekhyun bersembunyi di belakang Baekhyun.

“Halmoni… jangan berteriak keras-keras pada usiamu, jika kau melakukannya, maka kau akan cepat mati, hahahaha!!!” Ujar Baekhyun yang hanya di balas pelototan oleh nenek Chanyeol. “Jika halmoni ingin menyanyi, aku akan mengajarkanmu” Ujar Baekhyun kemudian berlari mengambil gitar di rumahnya.

Baekhyun kembali ke tempat di mana dia dan nenek Chanyeol saling berteriak kemudian duduk dan menyanyikan lagu dari Kim Dongryul – Old Song, suara merdu Baekhyun membuat semua orang yang ada di situ terpesona, termasuk nenek Chanyeol sendiri, namja nakal itu telah menyebarkan pesonanya di tempat ini, tidak cukup sampai di situ, Baekhyun melanjutkan nyanyiannya dengan lagi milik Nam Jin – With You, lagu yang cukup bersemangat dan ceria, Baekhyun tidak menyanyi sendiri, dia juga mengajak orang-orang yang ada di sekitarnya untuk ikut bernyanyi bersamanya, termasuk Sehun dan Yoo Jung, Minggu pagi ini tidak seperti Minggu pagi yang biasanya, Minggu pagi ini di penuhi kebahagiaan yang di bawah oleh orang yang baru mereka kenal beberapa saat lalu, orang itu adalah Byun Baekhyun.

Setelah selesai menyanyi, Baekhyun melihat jendela lain rumah Sehun, dia melihat seorang namja tinggi yang terus saja mengamatinya, Baekhyun melambaikan tangannya pada namja itu, namja itu tidak memberikan reaksi apapun, dia hanya masuk kembali ke dalam kamarnya, dan menutup jendelanya dengan curtain.

Tidak berapa lama namja itu keluar dari pintu bersama ibunya.

“Yoo Jung-ah!!” Panggil namja itu kepada Yoo Jung yang saat ini berada di gendongan Baekhyun.

“Anneyonghaeseyo.. Baekhyun imnida” Baekhyun memperkenalkan diri pada ibu namja tinggi itu.

“Aku tau, semua orang mendengarnya pagi ini, aku tidak tau kalau Baekho ahjussi punya keponakan”

“Aku juga tidak tau kalau pamanku mempunyai tetangga yang cantik seperti ahjumma dan Yoo Jungie, nama ahjumma Byulhee ‘kan?”

“Mm, Senang bertemu denganmu Baekhyunie”

“Aku juga Byulhee ahjumma sayang, ahjumma bolehkah aku menikahi Yoo Jung saat dia dewasa nanti?” Tanya Baekhyun, Yoo Jung hanya tertawa.

“Jangan macam-macam dengan adikku!” Ancam namja tinggi itu.

“Aku tidak akan macam-macam dengan adikmu Chanyeol-ah..”

“Bagai-..”

“Bagaimana aku bisa tau namamu? Tentu saja dari pamanku, aku juga tau kalau kau seumuran denganku, ngomong-ngomong aku akan ke rumah kalian sekitar jam 7 atau 8 malam”

“Untuk apa?” tanya Chanyeol.

“Tentu saja untuk makan malam, sebagai tetangga baru, bukankah itu sudah kewajiban kalian untuk mengundangku makan malam? Ok???” Ny. Park hanya tersenyum.

“Baiklah..” Ucap Ny. Park sambil mengangguk.

-***-

“Eomma!! Kenapa eomma mengundang namja kurang ajar itu ke rumah kita?!!” Teriak Chanyeol kepada ibunya.

“Iya, kenapa kau mengundangnya?” kini nenek Chanyeol ikut serta memprotes ibu Chanyeol.

“Siapa yang mengundangnya? Bukankah kau dengar sendiri kalau dia yang mengundang dirinya sendiri ke rumah kita?!!” Balas Ny. Park.

“Ahhh!!! Michigetta!!” Teriak Chanyeol sambil mengacak-acak rambutnya.

-***-

Tidak seperti perkataannya tadi, ternyata Baekhyun sudah berada di rumah Chanyeol mulai dari jam 3 sore, dia ikut membantu menyiapkan makan malam di rumah Chanyeol. Chanyeol yang baru datang dari berbelanja masuk rumah dengan langkah lebar-lebar.

“Dari mana saja kau? Kenapa lama sekali?” Tanya Baekhyun saat melihat Chanyeol masuk.

“Apa matamu buta? Tentu saja aku pulang dari supermarket!!” Ujar Chanyeol sambil bersunggut-sunggu kemudian meletakkan belanjaannya di dapur.

“Ahjumma.. jangan terlalu banyak gula” Ujar Baekhyun.

“Benarkah?”

“Ne”

“Kau rupanya juga berbakat memasak” Puji Ny. Park.

“Aniyo, aku hanya mencoba membuat calon ibu mertuaku terkesan, iya kan Yoo Jung-ah..” Jawab Baekhyun sambil memberikan wink kepada Yoo Jung, Yoo Jung tersipu malu.

“Aigoo… kyeowo..” Ujar Ny. Park kemudian mencubit pipi Baekhyun, Baekhyun tersenyum cerah.

“Hyung!! I’ve got new T-Shirt!!” Teriak Sehun.

“oe? Dari mana kau mendapatkannya?”

“Dari Baekhyun hyung” Jawab Sehun dengan wajah berseri-seri.

“Kau memberi adikku kaus baru?” Tanya Chanyeol.

“Tentu saja, sebagai tetangga baru setidaknya aku harus memberikan sesuatu kepadanya” Jawab Baekhyun kemudian meneruskan acara memasaknya bersama Ny. Park, sedangkan Chanyeol menyiapkan meja untuk makan malam mereka.

“Masakan Korea? Dari mana Byulhee bisa memasak ini?” Tanya nenek Chanyeol setelah melihat makanan yang berada di atas meja makan.

“Baekhyun banyak membantuku” Jawab Ny. Park singkat.

“Heuh, tentu saja, mana mungkin dia bisa memasak makanan Korea, dari kecil dia kan hidup di Amerika” Lanjut nenek Chanyeol, Chanyeol membuang nafas berat, bahkan neneknya tidak malu bertengkar dengan ibunya saat ada tamu di rumah mereka.

Sebelum makan malam di mulai, Baekhyun terus saja bermain dengan Yoo Jung, tapi tatapan Yoo Jung tiba-tiba tidak kepada Baekhyun, Baekhyun menoleh mengikuti arah pandangan Yoo Jung, Yoo Jung ternyata melihat Sehun yang saat ini sedang di suapi oleh neneknya, Baekhyun melihat Yoo Jung lagi, dia bisa melihat air mata Yoo Jung menggenang di salah satu sudut matanya, Baekhyun menjahili Yoo Jung berharap perhatian Yoo Jung teralihkan dan berhasil, kini Yoo Jung tersenyum lagi.

Setelah makan malam selesai Ny. Park menyuruh Chanyeol untuk mengantarkan Baekhyun sampai ke depan rumah.

“Lain kali jangan kurang ajar lagi di rumah kami” Ujar Chanyeol.

“Hei. Siapa yang kurang ajar?”

“Tentu saja kau!” Teriak Chanyeol.

“Aku tidak kurang ajar… aku hanya ingin meringankan masalah keluarga kalian”

“Meringankan katamu? Apa dengan tiba-tiba kau mengundang dirimu sendiri makan malam di rumah kami itu namanya meringankan? Itu sangat amat menyusahkan, kau tau!!!!”

“Rupanya masalahmu lebih banyak dari yang ku kira” Ujar Baekhyun sambil mengangguk-anggukkan kepala.

“Mwo?”

“Apa manfaat berdoa kepada Tuhan jika kau tidak tau betapa berharganya hidup yang telah Dia berikan?”

“Mwo? Memangnya apa yang kau tau tentang hidupku!!!”

“Tidak banyak, tapi cukup untuk mengatakan bahwa mungkin di matamu kau mungkin merasa hidup ini tidak adil, tapi jika hidupmu di lihat dari mata orang lain kau akan tau berapa banyak yang kau dapatkan selama ini”

“Apa aku sedang mendengarkan petuah sekarang? Heuh” kata Chanyeol kemudian berbalik menuju rumahnya namun di tahan oleh Bekhyun.

“Dengarkan aku Chanyeol-ah… selagi hidup… berbahagialah, tersenyumlah.. siap tau hari esok mungkin tidak datang?” Chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Baekhyun. “Ngomong-ngomong aku akan mengajarimu bagaimana cara tersenyum” lanjut Baekhyun.

“Mwo??!!”

“Dengarkan aku, one… two…. three… then smile!!!” Ujar Baekhyun sambil tersenyum cerah, Chanyeol hanya memandang Baekhyun dengan kening mengkerut.

“Ahh.. ayolah… cobalah tersenyum!!” Ujar Baekhyun sambil menarik kedua unjung bibir Chanyeol.

“Ya!!! Jangan menentuhku!!”

“Ah wae??? Kita sama-sama namja!! Sekali lagi, one.. two.. three.. smile!!!” Baekhyun masih tidak menyerah.

“Jangan sentuh aku ku bilang!!” Chanyeol berteriak.

“Ya Tuhan… kasihan sekali…. dia sudah lupa bagaimana caranya tersenyum” Ucap Baekhyun sambil menatap langit “Teruslah berlatih maka senyummu akan kembali, oke?” Lanjutnya kemudian pulang ke rumah pamannya.

Saat akan tidur Chanyeol menggosok giginya, dia melihat ke kaca masih dengan kening mengkerut.

“Apa benar aku sudah lupa bagaimana caranya tersenyum?” Tanya Chanyeol pada dirinya sendiri, Chanyeol mencoba tersenyum dan terlonjak kaget ketika melihat wajahnya jadi aneh ketika tersenyum, Chanyeol bahkan tidak ingat kapan terakhir kali dia tersenyum, yang dia ingat hanyalah dia akan tersenyum jika bersama ayahnya.

-***-

“Senyum yang sangat indah…” Ucap seorang wanita paruh baya yang sedang memandangi sebuah foto.

“Senyum siapa?” Tanya Baekhyun.

“Tentu saja Taeyeon” Jawab wanita paruh baya yang ternyata ibu Baekhyun, sambil menunjukkan foto itu kepada anaknya.

“Di mana eomma menemukannya?”

“Foto itu tergeletak di situ, oh iya, tadi pagi eomma bicara dengan Taeyeon, Taeyeon bilang kau akan menemuinya hari ini”

“Mm, aku akan menemuinya hari ini”

“Haruskah eomma ikut denganmu?”

“Untuk apa eomma ikut? Apa yang akan eomma lakukan di sana? Aku ingin berbicara dengannya secara pribadi”

“Apa kau tidak takut?” Tanya ibu Baekhyun.

“Aku tidak takut eomma..” Jawab Baekhyun, ibunya memeluk Baekhyun, namun ibu Baekhyun tidak mengetahui bahwa di belakang punggung Baekhyun jari telunjuk dan jari tengah Baekhyun sedang bersilang, itu adalah kebiasaan Baekhyun saat berbohong.

“Eomma terus saja khawatir pada hal-hal yang tidak penting, tenang saja eomma… semuanya akan baik-baik saja, semua akan baik-baik saja..” Lanjut Baekhyun sambil mengeratkan pelukannya kepada ibunya.

-***-

“Chanyeol-ah!! Mau ke club malam ini?!” Tanya Baekhyun saat melihat Chanyeol keluar rumahnya.

“Shirreo!”

“Ayolah… mari bersenang-senang sejenak!!” Baekhyun masih tidak menyerah.

“Aku bilang aku tidak mau!!”

“Ayolah…” Kali ini Baekhyun merengek kepada Chanyeol.

“Aissshhh… baiklah!” Jawab Chanyeol singkat.

“Assa!! Mari berangkat sekarang!!” Kata Baekhyun kemudian menarik Chanyeol.

“YA!!!”

-***-

Hingar bingar music club membuat Chanyeol merasa risih, dia terus saja mengajak Baekhyun pulang.

“Baekhyun-ah, ayo pulang!”

“Shirreo, nikmati saja musiknya!!”

“Musik keras seperti ini apanya yang di nikmati? Ini hanya merusak telinga!!” Teriak Chanyeol, Baekhyun kemudian merangkul Chanyeol.

“Chanyeol-ah, aku mengajakmu ke club untuk mengembalikan senyumanmu..”

“Mwo?”

“Di club kau bisa menari, menyanyi bahkan meminum bir sepuasnya, setidaknya itu bisa membantu melupakan masalahmu sejenak dan membuatmu tersenyum..”

“Kau gila!” Desis Chanyeol.

“Aku tidak gila! Coba saja” Tukas Baekhyun sambil memberikan segelas wine kepada Chanyeol, Chanyeol mengambil gelas itu meminum isinya dan menghabiskannya dalam satu tegukan, wajah Chanyeol berubah sedikit merah, dia terlihat mulai kehilangan kesadarannya, dia berjalan ke tengah lantai dansa dan menari, Chanyeol tersenyum dan tertawa lebar, Baekhyun yang melihatnya dari meja bartender pun ikut tersenyum.

“Dia sangat tampan jika tersenyum, aku harap senyumnya tidak akan pernah hilang….” Guman Baekhyun.

-***-

“Baekhyun-aaahhhh…” Panggil Chanyeol kepada Baekhyun, Chanyeol saat ini masih mabuk, dia berjalan dengan bertumpu pada Baekhyun.

“Mm??”

“Gomawo.. kau telah mengembalikan senyumku, hehe..” Baekhyun hanya tersenyum

“Baekhyun-ah.. kau tau.. berjalan seperti ini denganmu membuatku merindukkan appa, dulu aku sering sekali berjalan dengan bergelayut di lengan appa, tapi appaku kenyataannya sudah tidak ada, dia sudah pergi… dan kau tau, aku menyerah dengan basket karena appaku pergi, hehe.. padahal aku bermimpi menjadi pemain basket terhebat di dunia, tapi aku tidak bisa karena appa tidak ada..” Chanyeol bercerita kepda Baekhyun tentang impiannya yang pupus.

“Kenapa kau tidak mulai berlatih basket lagi?”

“Tidak ada lagi appa yang menyemangatiku..”

“Kalau begitu aku akan menggantikan posisi appamu”

“Eung? Neo? “ Ujar Chanyeol heran sambil menegapkan tubuhnya walaupun masih sempoyongan.

“Mungkin kalau menggantikan posisi appamu memang tidak mungkin karena aku belum tua, bagaimana jika lebih baik kau menganggapku saudaramu?”

“Geurae.. kalau begitu kau hyungku.. kau kan lebih dulu lahir dari pada aku heheh…” Ujar Chanyeol masih mabuk.

“Geurae..” Jawab Baekhyun sambil tersenyum.

“Baekhyun hyung.. hehehe.. Baekhyun hyung.. Byunbaek.. Baekbom..” omongan Chanyeol mulai melantur, Baekhyun segera membawanya pulang kembali ke rumahnya.

-***-

Pagi hari saat Chenyol, ibunya dan dua adiknya selesai berdoa di gereja Baekhyun mengunjungi mereka, Chanyeol yang melihat Baekhyun datang hanya mendengus.

“Chanyeol-ah!!!!” Panggil Baekhyun.

“Mwo?” Jawab Chanyeol dingin.

“Eung? Kenapa kau sudah berubah 180 derajat? Apa kau lupa semalam kau memanggilku Baekhyun hyung?”

“Mwo? Kapan aku me-“

“Sudahah, lagi pula itu tidak penting” Potong Baekhyun, Baekhyun kemudian mengenggam tangan Chanyeol.

“Apa yang kau lakukan? Aku masih menyukai yeoja!!”

PLETAK

Satu pukulan sukses mengenai kepala Chanyeol.

“Aku hanya ingin mengatakan, di manapun ayahmu berada, dia selalu melihatmu, kemarahanmu, penderitaanmu, dia melihat semuanya, dan bahkan dia mungkin juga ikut menangis denganmu, kau tidak bisa menghapus air matanya dari sini, tapi kau bisa menghentikannya dengan tersenyum dan tertawa, dan satu lagi… kejarlah impianmu..” Ucap Baekhyun kemudian meninggalkan Chanyeol, perkataan Baekhyun barusan memberikan getaran di hati Chanyeol.

-***-

Sihir Byun Baekhyun menyebar ke seluruh arah, nenek bahkan bisa sedikit mengontrol emosinya sekarang walaupun sedikit, ibu Chanyeol bisa memasak masakan Korea, Sehun bisa bermain sepak bola dengan bantuan Baekhyun, dan Yoo Jung, dia sepertinya benar-benar terpesona dengan namja imut berusara merdu ini.

Dan bagi Chanyeol, dia tertawa, dia telah belajar bagaimana cara tersenyum, dia telah mendapatkan sosok sahabat sekaligus saudara dalam hidupnya, saudara yang mengajarinya untuk menyayangi dirinya sendiri juga orang lain, berkat Baekhyun juga, kini Chanyeol kembali masuk ke dalam team basket dan menjadi salah satu pemain andalan di kampusnya, tapi terkadang Chanyeol masih merasa takut, dia takut dengan kebahagiaan yang terlalu banyak, bagaimana jika di antara begitu banyak kebahagiaan itu ada kepedihan yang tersembunyi?

-***-

Baekhyun sedang berada di cafe bersama seorang wanita.

“Apa yang terjadi? Kenapa noona begitu diam? Apa ada orang yang meninggal?”

“Diamlah Baekhyunie.. aku membutuhkan sedikit waktu”

“Cafe akan tutup sebentar lagi”

“Aku tidak sedang membicaakan cafe, saat ini bukan saatnya untuk bercanda, ini masalah serius!”

“Baiklah..”

“Sudah ku bilang, jika kau datang ke Seoul..”

“Apa noona mau bilang aku tidak boleh datang?”

“Ani, bukan maksudku, aku hanya butuh sedikit waktu, Baekhyunie..”

“Aku mengerti Taeyeon noona, aku datang ke Seoul ini karenamu, apapun yang kau perintahkan aku kan melakukannya dan untuk waktu… seluruh waktuku adalah milik noona..”

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

5 thoughts on “For Tomorrow Might Not Comes [2]

  1. Ping-balik: For Tomorrow Might Not Comes [3] | Acha's Blog

  2. Ping-balik: For Tomorrow Might Not Comes [4-END] | Acha's Blog

  3. Ini mirip kal ho na hoo #kalau gak salah judul, ituloh movie boliwood ^^
    Author terinspirasi kah?

    Saya suka hubungan hangat Chanyeol sama Baekhyun, walaupun awalnya Chanyeol agak ogah ^^

  4. hoho beneran kal ho na ho,meskipun ada perbedaan karakter (yeol cewek kan harusnya?terus dia punya temen cowok. eh gak yakin juga sih,agak lupa ceritanya)
    tapi aku suka cerita versi ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s