History of MAMA Chapter 5

MAMA 1

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Five-

Summary :

“apa aku harus membunuh Sehun agar kau mau menerimaku?”

-***-

A/N:

Yayy!! Nyampek Chap 5, fuih~~

Di Part ini Author akan fokus sama Luhan-Sehun-Xiumin-Kai, soalnya di yang kemaren-kemaren part XiKai cuma dikit :3

Part Sebelumnya -> /1/2/3/4/

Untuk Yang Character Profile liatnya lewat library aja ya ^^

Be Aware with Typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Mata merah……” Ucap Suho, Kyungsoo terkisap mendengar perkataan Suho, dia langsung melihat keluar melalui jendela apartement, mata Kyungsoo yang sudah bulat makin bulat ketika melihat keluar.

“Jino…” Ucap Kyungsoo lirih namun masih mampu terdengar oleh yang lain.

“Mworago?” Tanya Suho, Kyungsoo menoleh dan menatap para MAMA.

“orang bermata merah yang hyung lihat tadi adalah Jino, dia sahabatku”

“Dan dia adalah tangan kanan Prince Marcus selain Heechul..” Sahut Ryeowook yang entah muncul dari mana.

“Mwo?” Teriak Chanyeol kaget kemudian menatap Kyungsoo. “Kyungsoo-ah… bagaimana kau bisa bersahabat dengan dia?” Lanjutnya.

“Dia sahabatku sedari kecil, semuanya biasa saja sebelum aku di pilih menjadi MAMA, tapi setelah aku terpilih, semuanya berubah dan aku tidak tau kalau takdir ku dengannya akan seperti ini, menjadi musuh dan berusaha menumbangkan satu sama lain…” Ucap Kyungsoo dengan mata yang berkaca-kaca.

Dalam hati kecil Kyungsoo, Kyungsoo masih sangat menyayangi sahabatnya, sahabat yang selalu berusaha membuatnya lupa akan kesulitan yang di alaminya, sahabat yang selalu berusaha membuat dia tersenyum dan sahabat yang selalu mau di jadikan tempatnya bersandar ketika waktu yang sulit menghampiri, Kyungsoo menatap keluar jendela lagi, pemilik mata merah itu sudah tidak ada.

‘Jino-ah…. apa dalam hatimu aku masih sahabatmu?’ Batin Kyungsoo dalam hati.

Ryeowook menghampiri Kyungsoo dan menepuk bahunya, Kyungsoo menoleh, bisa terlihat oleh Ryeowook saat ini mata bulat Kyungsoo sedang berusaha membendung air mata yang mendesak keluar, Ryeowook tersenyum lembut dan memeluk Kyungsoo.

“Sahabatmu bukan hanya dia Kyungsoo-ah… mereka juga sahabatmu, dan saudaramu..”Ucap Ryeowook sambil menunjuk Kris, Suho, Yixing, Baekhyun, Chanyeol, Jongdae dan Tao, dan sama dengan Ryeowook, mereka tersenyum lembut kepada Kyungsoo.

-***-

Yoona saat ini sedang berada di Sanguinets, dia memandangi Tree of Life yang jantungnya masih di bawa oleh Dragon dan Droplet dari kejauhan, keadaan pohon yang menjaga keseimbangan seluruh jagad raya itu kini sangat memprihatinkan, batang dan rantingnya mengering sedikit demi sedikit, daunnya yang dulu berwarna emas menyilaukan kini hanya seperti warna daun yang akan gugur tanpa sedikitpun cahaya yang terpancar.

Yoona berjalan mendekati pohon itu, memorinya kembali memutar saat dimana semuanya masih aman dan seimbang, para guardian yang menjaga pohon ini saling bercengkrama dengan Fove mereka masing-masing, bercengkrama di atas rerumputan hijau yang selembut bludru yang terbentang di sekitar pohon ini, hamparan bludru yang kini hanya tinggal tanah kering yang retak.

Yoona terpaku sejenak di depan pohon itu, air matanya mengalir, kakinya seperti mulai kehilangan otot-otot yang menopangnya untuk berdiri, dia terduduk dan masih menangis.

“Aku merindukanmu Aiden, sangat merindukanmu….” Ucap Yoona dalam keheningan.

“Guardian Roxanne..” Seseorang memanggil Yoona, mata Yoona melebar, suara ini… suara yang sama sekali tidak ingin dia dengar, Yoona menolehkan wajahnya dan ternyata pendengarannya tidak membohongi dirinya.

“Marcus…”

“Apa yang kau lakukan disini Roxanne?”

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan di sini? Tempatmu bukan di Sanguinets Marcus!” bentak Yoona.

“Ah.. aku tau apa yang kau lakukan disini, kau pasti sedang mengingat kenanganmu dengan si bodoh Aiden itu” Marcus tidak menjawab, dia malah menebak apa yang sedang di lakukan Yoona.

“Tutup mulutmu!!!” Lagi-lagi Yoona membentak Marcus.

“Rupanya guardian tercantik kita sedang marah, tapi sepertinya kalau aku menyebut Aiden bodoh dengan nama guardiannya terdengar tidak pantas, apa sebaiknya aku memanggilnya dengan nama manusianya? Si bodoh Donghae, aww.. sangat cocok sekali kedengarannya”

“Hentikan ucapanmu, Kyuhyun!!!” Yoona berteriak lagi.

“Oho~ Ternyata kau berani memanggilku dengan nama itu, baiklah, aku memperbolehkanmu memanggilku seperti itu karena aku mencintaimu, sebenarnya kedatanganku kesini karena aku melihat kau datang, dan aku ingin memberikan penawaran padamu, jika kau mau menjadi permaisuriku di Dark Kingdom aku tidak akan menyerang para MAMA dan membiarkan mereka mengembalikan jantung Tree of Life dengan aman dan tenang, tapi jika kau tidak mau, ya… kau tau sendiri, peperangan antara Ryuk dan MAMA tidak akan bisa di hindari, apa kau mau Yoona-ssi?” Tawar Kyuhyun dengan seringaian khasnya, pangeran berjubah hitam ini memang benar-benar licik.

“Kau sudah tau jawabannya tapi kenapa kau masih bertanya?” Jawab Yoona ketus.

“oh… jadi kau masih tetap tidak mau, apa aku harus membunuh Sehun agar kau mau menerimaku?”

“Apa katamu??!” Yoona berteriak kaget, dia menatap Kyuhyun dengan tatapan paling membunuh yang dimilikinya. “Kalau kau berani menyentuhnya walaupun sehelai rambut, aku tidak akan tinggal diam!!!” Ancam Yoona, bola mata Yoona berubah menjadi biru, begitu pula tubuhnya, tubuhnya mengeluarkan cahaya biru terang menandakan saat ini dia benar-benar marah.

“Hahaha…. rasanya senang sekali bisa membuatmu marah, apa kau tau kau akan semakin cantik jika kau marah? Aku tidak akan membunuh Sehun, Yoona… kau tenang saja, kekuatannya tidak sebanding denganku, yang pantas bertarung denganku hanya Kris, sang Dragon…” Kata Kyuhyun menyombongkan diri sambil lagi-lagi menyeringai.

“Kau tidak sebanding dengan Kris, kekuatanmu tidak ada apa-apanya di banding dia..” Ujar Yoona tenang, kali ini Yoona sudah bisa menguasai amarahnya.

“Kita lihat saja..” Ucap Kyuhyun kemudian menghilang.

Sebenarnya Yoona masih sangat geram, tapi dia teringat kembali tujuannya ke Sanguinets, dia berjalan ke bawah pohon kehidupan dan mengambil sebuah kotak yang tekubur di situ, Yoona meniup debu yang melapisi kotak berwarna perak itu dan membukanya.

“Yoona…..” Sebuah suara memanggil Yoona terdengar dari belakang, Yoona menoleh.

“Donghae..???”

-***-

“Apa maksudmu?” Tanya Sehun tidak mengerti, melihat itu dengan segera Luhan mengirimkan telepatinya kepada Onew.

‘Maafkan saya kalau saya lancang, tapi Yoona noona menyuruh saya agar hal ini dirahasiakan karena Yoona noona sendiri yang akan menyampaikannya’

‘Aku mengerti’ Balas Onew, Luhan akhirnya bernafas lega.

“Kenapa kau tidak menjawabku? Apa maksudmu tadi?” Lagi-lagi Sehun bertanya.

“Ahh.. tidak, tadi aku hanya bermimpi aneh dan aku rasa aku masih belum sepenuhnya keluar dari dunia mimpiku” Ujar Onew mengelak.

“ohh… memangnya seorang guardian bisa bermimpi juga?” Tanya Sehun polos.

“Tentu saja” Jawab Onew dengan tersenyum.

“Sebaiknya kalian duduk dulu” Kata Minseok, Luhan dan Sehun menuruti perkataan Minseok.

Jongin kemudian berteleportasi entah kemana dan dalam sekejap kembali dengan membawa dua kaleng minuman bersoda, dia memberikannya kepada Luhan dan Sehun, Luhan tersenyum cerah ketika menerima minuman dari Jongin, berbeda dengan Sehun, dia mengerucutkan bibirnya dan menghembuskan nafas berat.

“Kau kenapa, Sehunie?” Tanya Luhan.

“Aku ingin bubble tea….” Rengek Sehun manja masih dengan bibirnya yang mengerucut dan semakin mengerucut.

“Aigoo….” Kata Luhan, Minseok dan Jongin bersamaan, melihat sisi imut Sehun keluar mau tidak mau Jongin akhirnya berdiri.

“Kau mau bubble tea rasa apa?” Tanya Jongin, mendengar pertanyaan Jongin mata Sehun langsung berbinar-binar.

“Choco bubble tea!!!!!” Teriak Sehun ceria.

“Arrasseo..” Jawab Jongin singkat kemudian menghilang dan dalam sekejap dia sudah kembali lagi dengan menenteng segelas bubble tea di tangan kanannya.

“Untukmu..” Jongin memberikan bubble tea yang baru di belinya kepada Sehun.

“Gomawo!!” Sehun langsung mengambil bubble teanya dan menyeruputnya, senyum di wajahnya mengembang, membuat eyes smile-nya terbentuk.

“Mwo? Gomawo? Memangnya kau kelas berapa berani berbicara informal seperti itu kepadaku?” Jongin bersunggut sunggut.

“1 SMA” Jawab Sehun singkat lalu meneruskan acara meminum bubble teanya.

“Ah..” Jongin hanya ber’ah’ ria.

“Kenapa kau tidak marah?” Tanya Minseok.

“Aku juga kelas 1 SMA” Jawab Jongin, Sehun yang mendengar ucapan Jongin langsung menatap Jongin dengan mata yang berkedip-kedip.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Jongin yang tidak mengerti maksud dari tatapan Sehun.

“Wajah tua sepertimu kelas 1 SMA? Daebak!” Ucap Sehun ceplas-ceplos.

“Mwo?? Yakk!!!!” Jongin berdiri dan bersiap memukul Sehun, Sehun hanya mengibaskan tangannya sekilas menciptakan angin yang sukses membuat Jongin kembali terduduk, Jongin geram, dia berdiri lagi tapi di tahan Minseok.

“Sudahlah… jangan bertingkah kekanakan” Jongin menatap Minseok sambil mendengus dan mau tidak mau Jongin pun menuruti ucapan hyungnya, Sehun kemudian berjalan menuju Onew yang sedari tadi hanya melihat tingkah mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Kenapa kau tidak mengatakan apapun?” Tanya Sehun kemudian duduk di sebelah ranjang yang Onew tiduri.

“Aku tidak perlu mengatakan apapun karena aku yakin kau sudah mengetahui semuanya dari Roxanne”

“Sebenarnya bukan Yoona Mama yang memberitahuku, yang memberitahuku tentang semuanya adalah dia” Ucap Sehun sambil menunjuk Luhan yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan Minseok dan Jongin.

“Apa Yoona tidak pernah memberitahumu sesuatu?” Tanya Onew yang kini meniru Sehun memanggil Roxanne dengan Yoona.

“Banyak, tapi yang paling aku suka adalah ketika dia menyuruhku memanggilnya dengan Mama” Ucap Sehun manja, saat ini dia benar-benar seperti anak yang bercengkrama dengan ayahnya.

“Mama? Apa dia tidak memberitahumu alasan kenapa dia menyuruhmu untuk memanggilnya seperti itu”

“Mama hanya menyuruhku menganggap dia seperti Mamaku yang sebenarnya” Jawab Sehun.

Tapi otak jenius Sehun sebenarnya telah menangkap sesuatu yang aneh semenjak Onew tadi menyebutkan bahwa dia adalah anak Aiden dan Roxanne, dan Sehun yakin pasti ada sesuatu yang di sembunyikan darinya, tapi Sehun berpura-pura tidak mengerti, dia hanya berfikir positif bahwa saat ini belum saatnya dia tau.

“Jadi begitu…” Ucap Onew, Onew kemudian mencoba merubah posisinya menjadi duduk dan di bantu Sehun, saat Sehun membantu Onew untuk duduk, Sehun mendengar suara kayu ranjang ini berdenyit, dia kemudian melihat kondisi ranjang yang benar-benar tidak layak di tiduri, hati Sehun miris.

“Luhan hyung!” Panggil Sehun tiba-tiba.

“Wae?” Jawab Luhan.

“Apa hyung yakin bisa menyetir malam ini?”

“Molla, memangnya kenapa?” Tanya Luhan yang kini sudah ada di sebelah Sehun.

“Kita ajak Minseok hyung, Onew hyung dan Jongin tinggal di rumahku” Jawab Sehun.

“Ahh…. kalau begitu aku akan mencobanya!” Ujar Luhan.

“Tunggu, apa katamu barusan?” Tanya Minseok yang tau tau juga ada di sebelah Sehun dan di ikuti oleh Jongin.

“Kalian bertiga akan tinggal di rumahku mulai saat ini”

“Aku tidak mau” Tolak Jongin.

“Ah Wae?????” Kata Sehun dengan nada tinggi, dia juga langsung berdiri.

“Kami akan merepotkanmu nantinya” Jawab Jongin.

“Kalian tidak akan merepotkanku, lagi pula sebelum Luhan hyung tinggal di rumahku aku hanya tinggal dengan pembantuku dan itu membosankan, ayolah……” Kata Sehun sambil memegang tangan Minseok dan Jongin, dia juga menjejak-jejakkan kakinya kekanakan.

“Turuti saja apa maunya, kalian benar-benar tidak akan merepotkannya” Ucap Luhan meyakinkan.

“Kalian dengar apa kata Luhan hyung ‘kan? Ayolah….. kalau kita tinggal bersama kita bisa mencari MAMA lain dengan lebih mudah.. ayolah…” Sekali lagi Sehun merengek dengan tingkah kekanak-kanakannya.

Melihat keimutan Sehun dan mendengar perkataan Luhan membuat Jongin dan Minseok sama-sama mengehembuskan nafas berat, mereka tidak bisa menolak, terutama karena tingkah Sehun yang begitu cute yang membuat pertahanan(?) mereka runtuh.

“Arrasseo, kami akan tinggal di rumahmu” Jawab Minseok.

“Assaa!!!!” Sehun meloncat-loncat kegirangan. “Kalau begitu mari kita siapkan barang-barang kalian” Lanjut Sehun sambil terus melompat.

“Kami tidak mempunyai apapun” Jawab Jongin, jawaban Jongin membuat Sehun seketika berhenti meloncat dan merasa bersalah, dia menatap Jongin penuh penyesalan.

“Mianhae….” Sehun meminta maaf kemudian menunduk.

“Gwenchana, lagi pula kau ‘kan memang tidak tau” Jawab Jongin sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.

“Jongin-ah, lebih baik kita berteleportasi sekarang” Usul Onew.

“Baiklah” Semua yang ada disitu memegang Jongin, Onew juga memegang Jongin dengan bantuan Sehun.

Dalam sekejap mereka sampai di van putih milik Sehun, mereka membaringkan Onew dulu di tempat tidur belakang, Jongin dan Minseok kemudian menbantu Luhan dan Sehun merapikan sisa ‘piknik’ mereka, setelah semuanya selesai mereka semua masuk ke dalam van, Luhan juga sudah bersiap di kursi pengemudi.

“Jongin-ah, bisakah kau menteleportasi van ini beserta isinya ke rumah Sehun?” Usul Minseok tiba-tiba.

“Benar juga, bisa tidak kau melakukannya?’ kini Luhan yang bertanya.

“Mollaseoyo.. tapi aku akan mencobanya” Ucap Jongin.

Jongin pun memejamkan matanya mencoba berkonsentrasi, Jongin mengerahkan seluruh kekuatannya, dan saat dia membuka mata dia melihat rumah yang sangat mewah berada di depan matanya.

“Kau berhasil Jongin-ah! Ini rumahku!!” Puji Sehun, Jongin hanya tersenyum sekilas kemudian pingsan.

“JONGIN-AH!!!!” Teriak Minseok, dia langsung memegangi Jongin, wajah Jongin memucat.

Sehun dan Luhan juga langsung menuju Jongin, Minseok menepuk-nepuk pipi Jongin berharap Jongin akan segera sadar.

“Jongin-ah… irona… irona..” Ucap Minseok berkali-kali, bisa terdengar bahwa saat ini Minseok sangat khawatir kepada dongsaengnya ini.

“Dia tidak apa-apa..” Suara Onew terdengar. “Dia hanya kelelahan karena menggunakan kekuatannya terlalu banyak tadi, dia hanya perlu istirahat” Lanjut Onew, baik Luhan, Minseok maupun Sehun kini bernafas lega.

Sehun kemudian menyuruh pembantunya untuk menggotong Jongin ke salah satu kamar di rumahnya, Minseok menemani Jongin, sedangkan Luhan dan Sehun membopong Onew, karena tidak mungkin para pembantu Sehun bisa melihat Onew kecuali kalau mereka bukan manusia seperti majikannya.

-***-

Pagi hari Sehun dan Luhan bangun bersamaan, dengan malas dan dengan mata yang masih setengah terbuka Sehun turun ke lantai dua untuk mengecek kamar Onew, ternyata Onew masih tertidur pulas, dia  kemudian beralih ke kamar sebelahnya untuk mengecek Minseok dan Jongin di kamar mereka, Jongin masih tidur sedangkan Minseok sedang melakukan skiping rope di kamarnya.

“Minseok hyung sudah bangun?” Tanya Sehun sambil mengucek-ucek matanya, Minseok menghentikan aktivitasnya kemudian menoleh kepada Sehun.

“Kau juga sudah bangun, apa kau mau sekolah?”

“Mm-mm, sudah dua hari aku tidak masuk”

“Kalau begitu kau mandilah” Perintah Minseok.

“Arrasseo” Jawab Sehun, Sehun kembali ke kamarnya kemudian mandi dan bersiap-siap sekolah.

Saat sarapan Jongin sudah terlihat seperti semula, dia sepertinya sudah baik-baik saja.

“Jongin-ah, Minseok hyung, apa kalian tidak bosan menunggu aku dan Luhan hyung pulang?” Tanya Sehun.

“Molla” Jawab Minseok singkat.

“Mmm.. bagaimana kalau Minseok hyung ikut kuliah Luhan hyung dan Jongin ikut aku sekolah? Itu pasti akan menyenangkan!!” Pinta Sehun sambil mengeluarkan aegyo-nya, kalau sudah seperti ini tidak akan ada yang bisa menolak permintaannya.

“Baiklah” Jawab Jongin Singkat.

“Assa!!”

Sehun memerintahkan salah satu pembantunya untuk mengambilkan seragamnya yang lain dan memberikannya pada Jongin, Jongin pun mengganti bajunya dengan seragam Sehun, kalau biasanya Sehun di antar oleh pembantunya, kini Sehun di antar oleh Luhan, Luhan yang menyetir, Minseok, Jongin dan Sehun duduk di kursi penumpang.

Tidak lama kemudian mereka sampai di sekolah Sehun, Sehun dan Jongin kemudian turun, setelah melambaikan tangan kepada kedua hyungnya, Jongin dan Sehun masuk ke dalam sekolah, kedatangan Sehun dan Jongin langsung di sambut kehebohan para yeoja di Seoul International High, kini idola mereka bertambah satu, walaupun mereka belum mengetahui namanya.

Sehun mendaftarkan Jongin dulu dan mengaturnya agar bisa sekelas dengannya, tidak sulit bagi seorang Oh Sehun untuk melakukannya, Sehun dan Jongin berjalan bersebelahan dan saling merangkul pundak satu sama lain sambil bercanda, dan lagi, para murid yeoja tidak malu-malu memotret dua pangeran di sekolah mereka, Sehun dan Jongin akhirnya sampai di kelas mereka, Jongin duduk sebangku dengan Sehun.

“Sehun-ah, apa kau selalu populer?” Tanya Jongin.

“Molla” Jawab Sehun sambil menaikkan pundaknya.

“Karena kau aku mempunyai waktu yang sulit di hari pertamaku disini”

“Waktu yang sulit?”

“Sebentar lagi pasti akan banyak yeoja yang mengejarku” Ucap Jongin percaya diri.

“Jangan pedulikan mereka akhh..” Tiba-tiba dada Sehun terasa sakit, bukan hanya Sehun, tapi Jongin juga merasakannya.

“Apa ada MAMA lain di sekolah ini?” Tanya Jongin, Sehun menggeleng.

Seorang guru masuk ke dalam kelas mereka dan seluruh murid pun membenahi posisi duduk mereka, tapi itu sedikit sulit bagi Jongin dan Sehun yang dadanya makin terasa sakit.

“Selamat pagi haksaengdeul, hari ini bapak tidak mengajar kelas kalian karena hari ini bapak akan menyuruh salah satu asisten bapak di Inha University untuk menunjukkan kebolehannya dalam mengajar, silahkan masuk” Panggil guru itu kepada seseorang yang ada di luar.

Seorang namja tampan dan tinggi berambut blonde masuk, membuat para yeoja di kelas itu menjerit, namun masuknya namja itu ke kelas mereka hanya membuat Sehun dan Jongin makin tersiksa karena rasa sakit di dada mereka, namja itu membungkuk sebentar, dia kemudian berjalan ke bangku Sehun dan Jongin dan memegang pundak kedua namja tersebut dan tersenyum -lebih tepatnya menyeringai- kepada mereka.

Orang-orang yang berada disitu menatap namja itu heran, masih di depan bangku Sehun dan Jongin, namja berambut blonde itu memperkenalkan diri.

“Anneyeonghaseyo.. Kris Wu imnida, salah satu mahasiswa di Inha University dan pindahan dari Kanada, dan mungkin kalian heran dengan sikapku kepada dua orang di depanku ini, Oh Sehun dan Kim Jongin, mereka berdua adalah dongsaengku” kata Kris kemudian memberikan wink kepada Sehun dan Jongin, Sehun dan Jongin hanya menganga kemudian saling menatap.

‘Dari mana dia tau nama kita?’ Sehun dan Jongin saling mengirim telepati yang sama.

‘Selama pelajaranku jangan saling bertelepati, kalau kalian saling bertelepati aku akan menghukum kalian, hehehe, oh iya, ngomong-ngomong aku Dragon’ Kris menginterupsi telepathy keduanya.

Mata Sehun dan Jongin membesar, mereka berdua langsung berdiri dan menunjuk Kris.

“DRAGON????!!!!!”

-TBC-

Iklan

33 thoughts on “History of MAMA Chapter 5

  1. Aaaa~ senangnya ada kyu oppa walaupun perannya jahat sih. Tapi tetep suka wkwk
    donghae oppa kapan muncul ? Kenapa yoona eon cuma manggil namanya tpi orangnya kaga muncul haha
    pokoknya part yang ini yg paling aku suka cha hehe
    next part dtnggu.

  2. Yey Marcus is kyuhyun Haha akhirnya tu anak muncul juga emang susah ya kalo awalnya emang elf di ff exo pun mereka gak bisa ketinggalan hehe u’u tu anak dua emang ya disuruh diam malah teriak ckckck

  3. Ping-balik: History of MAMA Chapter 6 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: History of MAMA Chapter 7 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  7. Perlahan tp pasti sedikit demi sedikit
    Para mama dipertemukan..
    Sepertinya ceritanya semakin seru nih..
    Udh gk sabar kapan guardian aiden dibangkitkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s