For Tomorrow Might Not Comes [3]

For Tomorrow

Title : For Tomorrow Might Never Come

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Brotherhood, Family, Sad.

Cast :

–          EXO’s Park Chanyeol

–          EXO’s Byun Baekhyun

–          EXO’s Oh Sehun

–          SNSD’s Kim Taeyeon

–          Super Junior’s Leeteuk

–          Kim Yoo Jung

–          Others (Find By Yourself)

-***-

A/N:

Sekali lagi ini film yang Author bikin FF, tapi internal konfliknya karangan Author sendiri :3

Part sebelumnya -> 1, 2

Be aware with typo(s)

-***-

“Dua bulan… kita harus meninggalkan tempat ini dalam dua bulan” Ujar Ny. Park dengan tatapan kosong, saat ini Ny. Park dan keluarganya juga Baekhyun sedang berada di restoran milik mereka.

Baekhyun mengamati pembukuan tentang restoran milik ibu Chanyeol, keningnya mengkerut, sekali-kali dia menggeleng, pengeluaran restoran milik ibu Chanyeol jauh lebih besar dari pendapatan restoran.

“Itu pasti karena kau tidak mau berdoa kepada dewa makanya bisnismu jelek, kasihan sekali” Ujar nenek Chanyeol.

“Dan kapan omoni membantuku jika omoni merasa kasihan kepadaku?” Tanya ibu Chanyeol menanggapi perkataan mertuanya.

“Eomma tolong… kalian berdua jangan mulai berdebat lagi” Ujar Chanyeol menengahi. “Ini adalah masalah serius” Lanjutnya.

“Dengan solusi yang simple” Ujar Baekhyun.

“Baekhyun-ah, diamlah! Ini masalah keluargaku!”

“That’s what I’m saying…”

“Tapi kita bu-“

“Ssssttt…” Baekhyun menyuruh Chanyeol diam. “Ahjumma, apa kau tau kenapa restoranmu tidak berjalan dengan baik?” Tanya Baekhyun pada Ny. Park, Ny. Park menggeleng, Baekhyun memegang kedua tangan Ny. Park.

“Itu karena yang kalian jual di restoran ini sudah ada di restoran lain disini… kita harus membuat ciri khas di restoran ini, bagaimana menurut halmoni?” Kali ini Baekhyun bertanya pada nenek Chanyeol.

“Aku rasa kau benar…”

“Aku memang selalu benar! Kalau begitu.. mari kita mencari ide apa makanan utama di restoran ini yang tidak ada di restoran lain!” Baekhyun mengajak semua orang yang ada di situ untuk berpikir.

“Bagaimana kalau Ramyuntang?” Usul Sehun.

“Ramyuntang? Apa itu?” Tanya Baekhyun tidak mengerti.

“Itu adalah makanan yang biasa di masak Chanyeolie hyung, dan itu sangat enak!!” Jawab Yoo Jung.

“Jinjja???”

“Mm” Jawab Yoo Jung dan Sehun bersamaan.

“Baiklah, mari kita pakai ramyuntang sebagai menu utama di restoran ini, Chanyeol-ah, ajarkan Bongsun noona dan ibumu resepnya!” Perintah Baekhyun seenaknya.

“Mwo? Tap-..”

“Tidak ada tapi-tapian” Ujar Baekhyun sambil menepuk bahu Chanyeol. “Dan aku rasa kita harus sedikit memberi warna pada restoran ini” lanjutnya.

“Maksudmu?” Tanya Chanyeol tidak mengerti.

“Mari merenovasi restoran!!!!” Teriak Baekhyun gembira.

“MWO???!!!!” Seluruh orang yang ada di situ kaget, Baekhyun hanya tersenyum.

-***-

Pagi ini seluruh keluarga Chanyeol, Shin Bongsun, dan beberapa teman Chanyeol –tentunya Baekhyun datang ke restoran Chanyeol untuk ikut merenovasi restoran milik keluarga Chanyeol, mereka semua bekerja dengan gembira dan kompak, di tambah dengan candaan Baekhyun yang seakan tidak ada habisnya membuat suasana makin ceria.

Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka saat jam menunjukkan pukul sepeuluh siang, kini restoran milik ibu Chanyeol terlihat lebih hidup dan ceria, setelah memakan sedikit camilan dari ibu Chanyeol mereka pulang ke rumah masing-masing untuk sekedar mandi dan ganti baju, mereka kembali ke restoran saat pukul satu siang.

Dengan hati yang penuh ketegangan keluarga Chanyeol dan Baekhyun menunggu pelanggan pertama mereka, lama menunggu tapi tidak ada satu orang pun yang masuk, tapi banyak orang yang melihat mereka dari luar, senyum yang dari tadi terukir di wajah Ny. Park perlahan memudar, dia sepertinya menyerah, dia berbalik, namun bersamaan dengan itu, suara bel restoran berbunyi, membuatnya membalikkan badan lagi.

“Apa restoran ini buka?” Tanya orang yang di pintu.

“Tentu saja!!” Jawab semua orang yang ada di situ bersamaan, dan setelah kedatangan orang itu, perlahan mulai banyak orang yang masuk dan makan di restoran milik ibu Chanyeol, restoran pun penuh, membuat senyum milik keluarga Chanyeol kali ini terus terukir di wajah mereka. Baekhyun dan Ny. Park saling memandang kemudian tersenyum dan saling berpelukan, Chanyeol yang melihat itu dapat merasakan kebahagiaan yang terpancar dari ibunya, dia juga sangat bahagia, Chanyeol tersenyum, terima kasih untuk seorang yang bernama Byun Baekhyun.

-***-

“Kenapa kau begitu?” Tanya Chanyeol pada Baekhyun, mereka berdua saat ini berada di ruang tamu rumah Baekhyun.

“Apa maksudmu?” Tanya Baekhyun balik.

“Hanya Tuhan yang tau dari mana kau berasal, kau datang dan merubah segalanya.. maksudku… kau bahkan tidak mengenal kami.. tapi.. ahh.. aku hanya tidak mengerti kenapa..” Ujar Chanyeol sambil mengacak rambutnya.

“Aku melakukan semua itu karenamu” Jawab Baekhyun.

“Eung?”

“Hahaha.. aku hanya bercanda” Ucap Baekhyun sambil memukul punggung Chanyeol. “Mata..” Ucap Baekhyun kemudian, Chanyeol menoleh.

“Mata?”

“Apa kau pernah melihat ke dalam mata ibumu? Ada begitu banyak penderitaan di sana.. apapun yang ku lakukan hanyalah untuk sepasang mata itu, kau tau? Aku mempunyai masalah, aku tidak bisa melihat seorang ibu menderita atau kesusahan, siapapun itu, karena menururutku seorang ibu itu aneh” Chanyeol tersenyum mendengarnya “Saat Tuhan menciptakan mereka, Dia memberikan segalanya, tapi mereka melakukan segala hal dengan hati, mereka berfikir, mengerti, melihat dan mencintai dengan hati mereka, dan aku rasa sorang ibu mempunyai masalah juga, mereka suka menguping pembicaraan orang lain dan mulai menangis karena hal kecil, ibuku pasti sedang menangis sekarang” Ujar Baekhyun sambil menunjuk ibunya yang ternyata sedari tadi mendengar percakapannya dengan Chanyeol.

Ibu Baekhyun memang menangis, Chanyeol pun berdiri kemudian membungkuk menyapa ibu Baekhyun, Ibu Baekhyun tersenyum dan mengusap air matanya.

“Dasar anak nakal…” Ujar ibu Baekhyun kemudian pergi ke dalam.

-***-

Baekhyun tengah berjalan dengan Taeyeon ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi, Baekhyun melihat nama pemanggilnya, ternyata Chanyeol.

“Baekhyun-ah…” Suara berat Chanyeol terdengar dari sebrang.

“Ada apa?”

“Aku tidak lulus seleksi pemain basket nasional..”

“Mwo?”

“Tidak bisakah kau dengar? Aku tidak lulus seleksi pemain basket nasional!!!”

“Dimana kau sekarang?”

“Di tempat seleksi”

“Aku akan ke sana sekarang juga” Ujar Baekhyun kemudian menutup teleponnya.

“Noona, aku harus pergi..” Kata Baekhyun kepada Taeyeon.

“Kau akan pergi kemana?” Tanya Taeyeon.

“Ada sesuatu yang penting yang harus ku lakukan..” Jawab Baekhyun.

“Apa yang lebih penting dari pada apa yang akan kita lakukan?!!”

“Aku akan memberitahumu nanti, mianhae.. aku mencintaimu noona, bye!!” Ujar Baekhyun kemudian pergi meninggalkan Taeyeon sendiri.

-***-

Chanyeol duduk sendiri di sebuah bangku penonton di arena basket tempat latihanya tadi, kepalanya menunduk, dia merasa terpuruk, Baekhyun pun sampai di tempat itu, matanya menyisir seluruh arena hingga akhirnya menemukan sosok tinggi Chanyeol.

“Chanyeol-ah!!!” Panggil Baekhyun, Chanyeol mendongakkan kepala dan menatap Baekhyun, Baekhyun berlari ke arah Chanyeol.

“Hei… jangan menyerah! Ikut aku sekarang!” Ujar Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol, Chanyeol hanya menuruti Baekhyun tanpa bertanya akan kemana mereka.

Ternyata Baekhyun mengajak Chanyeol untuk bertanding basket bersama dengan orang-orang yang lulus seleksi tadi, Chanyeol menatap Baekhyun tajam.

“Apa maksudmu melakukan ini?!” Desis Chanyeol.

“Aku ingin kau meraih impianmu”

“Mwo?”

“Jangan bertanya lagi, bertandinglah!!!” Perintah Baekhyun sambil mendorong Chanyeol ke tengah lapangan.

Mau tidak mau Chanyeol akhirnya menuruti perkataan Baekhyun, selama bertanding Chanyeol terus saja memikirkan ayahnya, dan itu membuatnya bermain dengan sangat apik dan meraih kemenangan.

“Chanyeol-ah!!! Kau yang terbaik!!!” Teriak Baekhyun saat Chanyeol menyelesaikan pertandingannya, Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun sambil mendengus, dia merebut botol minuman yang berada di tangan Baekhyun dan meminum isinya hingga habis.

“Park Chanyeol-ssi?” Seseorang tiba-tiba menghampiri Baekhyun dan Chanyeol.

“Pelatih?” Ujar Chanyeol kaget kemudian langsung membungkukkan badannya memberi hormat.

“Ahjussi, sudah ku bilang ‘kan kalau dia yang yang terbaik??” Kata Baekhyun tiba-tiba, Chanyeol menyikut Baekhyun.

“Sopanlah sedikit..” Bisik Chanyeol, Baekhyun hanya menjawabnya dengan menjulurkan lidah.

“Ne, anda benar Baekhyun-ssi” Jawab pelatih.

“Eung? Pelatih kenal dengan Baekhyunie?” Tanya Chanyeol heran.

“Ne, dia memaksa saya untuk melihat permainan anda barusan, dan tujuan saya datang ke sini adalah ingin memberitahukan kepada anda kalau anda di terima di tim basket nasional, bukan melalui jalur seleksi melainkan jalur undangan, selamat Park Chanyeol-ssi..” Ucap sang pelatih sambil tersenyum.

“NE????!!!” Chanyeol berteriak kaget.

“Mulai sekarang anda adalah pemain basket nasional, Chanyeol-ssi..”

“Pelatih serius??!!” Chanyeol masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Ne, saya serius, ya sudah kalau begitu Chanyeol-ssi, saya pergi dulu karena saya sibuk, sekali lagi selamat datang di tim bola basket nasional” Jawab sang pelatih kemudian menepuk bahu Chanyeol dan pergi.

Chanyeol masih terpaku untuk beberapa saat, dia kemudian menoleh kepada Baekhyun yang hanya memberinya wink, Chanyeol kemudian tersenyum lebar.

“BAEKHYUN-AH GOMAWOOOO!!!!” Teriak Chanyeol kemudian memeluk Baekhyun. “Kau sahabat yang terbaik!!!” Lanjutnya.

“Aku sudah tau itu..” Jawab Baekhyun sambil balas memeluk Chanyeol, Chanyeol melepaskan pelukannya.

“Tck, Baekhyun-ah.. bolehkah aku meminta dan mengatakan sesuatu kepadamu?” Tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Tentu saja” Jawab Baekhyun.

“Aku ingin dalam setiap pertandinganku kau akan selalu hadir untuk menyemangatiku dan itu adalah sebuah kewajiban sekaligus janji bagimu! Dan aku ingin mengatakan kalau aku menyayangimu! Sangat menyayangimu!!!!” Teriak Chanyeol kemudian memeluk Baekhyun lagi.

“Aku juga sangat menyayangimu Chanyeol-ah.. bahkan aku menganggapmu saudaraku” Ucap Baekhyun sambil mengeratkan pelukannya kepada Chanyeol.

-***-

Pertandingan pertama Chanyeol akhirnya di mulai, tapi Chanyeol terlihat tidak tenang, dari tadi matanya seperti mencari-cari sesuatu.

“Sehun-ah, apa Baekhyun tidak menelpon?” Tanya Chanyeol pada Sehun yang berada di kursi penonton.

“Aniyo”

“Aishhh.. kemana bocah itu? Kemarin ‘kan aku sudah mengingatkannya!!” Runtuk Chanyeol.

“Chanyeol-ah!! 10 menit lagi pertandingan di mulai!!” Teriak pelatih kepada Chanyeol.

“Ye!!!” Jawab Chanyeol kemudian bergegas menuju timnya.

-***-

Chanyeol mengetuk rumah Baekhyun berkali-kali, pintu rumah Baekhyun akhirnya terbuka.

“Chanyeolie?” Ujar Baekhyun kaget ketika mengetahui siapa yang mengetuk pintu rumahnya. “Ada apa kau kemari?” Lanjutnya.

“Kemana kau saat pertandingan pertamaku kemarin?”

“Ya ampun, aku lupa kalau kemarin adalah pertandinganmu, mianhe..” jawab Baekhyun sambil menepuk keningnya.

“Apa kau benar-benar lupa?”

“Mm, mianhae..” Baekhyun meminta maaf kepada Chanyeol.

“Baiklah kalau kau memang lupa, boleh aku masuk ke rumahmu?” tanya Chanyeol kemudian.

“Tentu saja, masuklah..” Baekhyun mempersilahkan Chanyeol untuk masuk kedalam rumahnya.

“Eung? Siapa yeoja itu?” Tanya Chanyeol ketika melihat sebuah foto Baekhyun sedang bersama seorang yeoja, di dalam foto tersebut Baekhyun dan yeoja itu saling memeluk dan tersenyum.

“Itu Taeyeon noona” Jawab Baekhyun.

“Kau punya kakak perempuan?”

“Ani, dia yeojachinguku, sebenarnya kemarin aku tidak ke pertandinganmu karena bersama dia, bersamanya aku jadi lupa segala hal”

“Mwo?! Jadi kau melupakanku karena yeojachingumu?!! Apa kau lupa kalau kau sendiri yang mengatakan bahwa kau menganggapku saudara?! Apa yeojachingu lebih penting dari pada seorang saudara??!!” Chanyeol marah, dia berdiri kemudian keluar dari rumah Baekhyun.

“Chanyeol-ah!!” Baekhyun memanggil Chanyeol namun Chanyeol tidak mengindahkan panggilan Baekhyun.

“Kau tidak pernah melupakan pertandingannya ‘kan?” Tanya ibu Baekhyun ketika Chanyeol telah pergi.

“Aniyo, aku benar-benar lupa” Jawab Baekhyun tanpa menoleh kepada ibunya.

“Kau berbohong..”

“Aniyo..” Baekhyun masih mengelak, ibu Baekhyun berjalan ke arah anaknya kemudian mengangkat tangan kanan Baekhyun, jari tengah dan telunjuk Baekhyun bersilang.

“Kau tidak bisa membohongi ibumu, Baekhyunie..”

“Aku tidak bohong eomma..” Kali ini Baekhyun menatap mata ibunya, ibu Baekhyun bisa melihat saat ini di salah satu sudut mata Baekhyun ada setitik air bening.

“Eomma tau kau sangat menyayangi Chanyeol dan menganggap dia seperti saudara kandungmu, nak… eomma sangat tau itu” Ujar ibu Baekhyun.

“Lalu apa yang eomma ingin aku lakukan? Mengatakan kepada Chanyeol tentang yang sebenarnya?!! Chanyeol tidak mungkin bisa menerima kenyataan eomma!! Aku sangat mengenalnya!! Jika saja memang harus aku mengatakan kebenaran, apa yang harus aku katakan? Apa aku harus mengatakan bahwa inilah pertama kalinya aku merasakan sebuah persaudaraan yang sangat erat? Ini adalah pertama kalinya seorang Byun Baekhyun ingin selalu menyemangati saudaranya dengan seluruh hatinya? Tapi bagaimana aku bisa menyemangatinya dengan hatiku yang lemah eomma? Apa aku harus mengatakan kepadanya bahwa Taeyeon noona bukanlah pacarku melainkan dokterku… yang berusaha setiap pagi dan malam agar aku bisa terus hidup untuk beberapa hari lagi? Apa aku juga harus mengatakan kepadanya kalau di hari pertandingan pertamanya itu adalah hari dimana aku menjalani perawatan? Aku tidak mungkin selalu ada di samping Chanyeol dan menyemangatinya…. aku sekarat eomma…”

“Itu tidak benar, sangat tidak benar..” Ujar ibu Baekhyun sambil menangis. “Taeyeon mengatakan kau masih bisa melakukan transplantasi hati Baekhyunie.. semuanya akan baik-baik saja, nak… semuanya akan baik-baik saja…” Lanjutnya terisak.

Baekhyun memegang kedua pipi ibunya dan mengusap air mata yang mengalir di pipi ibunya walaupun saat ini air matanya juga tidak berhenti mengalir, Baekhyun menatap ke dalam mata ibunya.

“Aku anak eomma… eomma tidak bisa berbohong kepadaku..” Baekhyun mencium kening ibunya yang hanya membuat Ny. Byun makin menangis. “Eomma uljima… jika eomma lemah, siapa lagi yang akan memberiku kekuatan? Uljima eomma…”

“Eomma akan menyembunyikan seluruh air mata dan kepedihan eomma, tapi apakah kau mampu menyembunyikan kasih sayangmu terhadap Chanyeol?”

Baekhyun hanya diam, tidak mampu menjawab pertanyaan ibunya.

-***-

“Noona, aku ingin bertanya kepadamu” Ujar Baekhyun.

“Apa?” Jawab Taeyeon.

“Katakan yang jujur padaku! Apakah aku hanya punya sangat sedikit waktu? Tolong…” Untuk sesaat Taeyeon kaget mendengar pertanyaan Baekhyun, tapi dia segera merubah ekspresinya menjadi normal.

“Emm, Baekhyunie.. segera setelah kau mendapatkan donor, kau akan..” Taeyeon menjawab pertanyaan Baekhyun dengan tergagap.

“Kau masih saja orang yang tidak bisa berbohong noona..” Ujar Baekhyun.

“Mwo? Aku tidak berbohong!! Aku-..”

“Sudahlah, lupakan saja.. noona.. maukah kau memberiku pelukan?” Pinta Baekhyun dengan menunjukkan aegyo-nya.

“Baekhyun-ah, itu tidak lucu!!”

“Memang ini bukan hal yang lucu, ayolah noona… berikan aku pelukan..” Pinta Baekhyun lagi, Taeyeon akhirnya menyerah, dia memberikan pelukan kepada Baekhyun.

Dari jauh seorang namja tinggi memandangi hal itu dengan tangan mengepal, matanya mengeluarkan setetes air bening.

“Baekhyun-ah…. bagaimana bisa kau melupakan janji kepada sudaramu demi seorang wanita?” Guman namja itu pada dirinya sendiri.

-TBC-

Iklan

2 thoughts on “For Tomorrow Might Not Comes [3]

  1. Ping-balik: For Tomorrow Might Not Comes [4-END] | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s