History of MAMA Chapter 6

HoM copy

 

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Six-

Summary :

“Ini demi kelangsungan seluruh jagad raya Jonginie… tidak ada waktu lagi.. perang yang menentukan nasib seluruh jagad raya akan segera di mulai….”

-***-

A/N :

Hahaha..

Author cepet update, yayyy!!!! *bahagia sendiri*, ini karena Authornya sibuk jadi salah satu panitia dan pengisi acara Student Day di sekolah Author tanggal 30 November depan, makanya Author publish hari ini, *modus biar readers ga protes karena nunggu kelamaan*

Intinya, mungkin Author akan publish FF atau info-info antara 3-4 hari sekali, gapapa ‘kan? *Mohon mengerti kesibukan Author ya Readersdeul~~ Saranghae :* *cium readers atu-atu*

Part Sebelumnya -> 1, 2, 3, 4, 5

Character Profile bisa di lihat di library ^^

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Donghae….???”

Kening Yoona berkerut, tidak mungkin Donghae ada di sini, dia tidak mungkin ada sebelum di bangkitkan, Yoona masih menatap orang itu dengan penuh keraguan, sebuah angin berhembus dan membuat orang yang di depan Yoona perlahan menghilang mengikuti angin yang menerpanya, Yoona menundukkan kepalanya, air matanya menetes, yang di lihatnya tadi hanya bayangan orang yang di rindukannya, bukan wujud yang sebenarnya.

“Aku hanya terlalu merindukanmu, Donghae….” Ucap Yoona sambil menyembunyikan wajahnya di antara kedua kaki.

-***-

@Seoul International High School.

Kantin Seoul International High lebih padat daripada biasanya, bahkan di bilang saat ini adalah suasana kantin terpadat sepanjang sejarah sekolah ini berdiri, penyebab kepadatan itu adalah tiga orang namja yang saat ini duduk di tengah kantin, tiga namja itu telah menyedot perhatian seluruh siswa sekolah, mereka berbondong-bondong pergi ke kantin hanya untuk melihat tiga namja tampan itu walau sekilas, sedangkan yang dilihat hanya bersikap acuh.

“Bagaimana kau tau nama kami?” Tanya Sehun.

“Karena nama kalian tertulis di atas kepala kalian….” Jawab Kris.

“Ye?” Jongin melihat keatas, keningnya berkerut. “Tidak ada apa-apa di atas kepalaku” Ucap Jongin.

“Mungkin hanya aku yang bisa melihatnya, dan tidak hanya kalian yang bisa ku lihat namanya, aku juga bisa melihat nama semua orang yang ada disini”

“Mungkin?” Tanya Sehun.

“Mm, mungkin, karena aku juga belum tau pasti, lebih baik nanti aku tanyakan kepada Ryeowook hyung, karena hal itu baru terjadi padaku hari ini”

“Ryeowook? Apakah dia seorang MAMA juga?” kali ini Jongin yang bertanya.

“Bukan, dia  jiwa guardian Aiden”

Sehun dan Jongin saling menatap, mereka kemudian menatap Kris.

“Kami juga di dampingi salah satu pecahan jiwa guardian Aiden” Ucap Jongin dan Sehun bersamaan.

“Mwo? Bukankah jiwa Aiden hanya ada satu?” Tanya Kris heran.

“Aniyo, ada lagi, namanya Onew, dan dia saat ini sedang terluka” Jawab Jongin.

“Benarkah?”

“Tentu saja, mana mungkin kami berbohong kepadamu” Jawab Sehun yakin.

“Apa perlu kami membawamu ke rumah Sehun?” Tawar Jongin.

“Bukan ide yang buruk, aku juga akan mengajak MAMA lain ke sana, sekalian kita berdua belas berkumpul”

“Berdua belas? Apa hyung sudah menemukan MAMA yang lain?” Tanya Jongin.

“Mmm, dan aku tau kalian bersama dengan Teleknis dan Frost” Jawab Kris.

“Bagaimana kau tau kami bersama mereka?” Sehun makin heran dengan Kris, Kris terkisap, dia juga heran bagaimana bisa dia mengetahuinya.

“Aku sendiri juga tidak tau…” Jawab Kris sambil menatap Sehun dan Jongin.

-***-

Kyuhyun sedang berada di salah satu ruangan di kastilnya, dia menatap dua kalung perak berbandul rusa betina dan ikan, serta dua belas kalung lainnya yang berbandul masing-masing lambang dari para MAMA.

Heechul yang tidak mengerti apa yang sedang di lakukan Kyuhyun hanya berdiri di sebelahnya dan mengikuti arah pandangan Kyuhyun, matanya melebar.

“Yang mulia… bukankah itu…” Heechul tidak melanjutkan ucapannya.

“Memang..” Jawab Kyuhyun yang seakan mengerti apa yang akan di ucapkan Heechul.

“Kenapa kalung-kalung itu bisa berada di sini?” Tanya Heechul heran.

“Ayahku dulu yang mengambilnya saat peperangan..” Jawab Kyuhyun dingin. “Dan akan makin berbahaya jika salah satu dari mereka menemukan kalungnya..”

“Kenapa bisa berbahaya?”

“Sebuah rahasia besar akan terungkap….” Jawab Kyuhyun yang masih tidak bisa di mengerti oleh Heechul. “Rahasia yang hanya di ketahui oleh aku, ayahku, Aiden dan Roxanne… Rahasia yang hanya bisa terungkap jika salah satu dari mereka atau para MAMA menemukannya..”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kepada sebuah lukisan wanita yang tengah memakan apel, tatapan Kyuhyun yang tajam dan dingin kini berubah menjadi sendu.

“Yang mulia, maafkan saya jika lancang, tapi saya sangat ingin bertanya tentang hal ini, bolehkah saya bertanya?” Ucap Heechul.

“Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Kyuhyun kepada Heechul tanpa mengalihkan pandangannya dari lukisan tadi.

“Apakah Yang Mulia benar-benar mencintai dia?” Tanya Heechul hati-hati sambil menunjuk lukisan yang kini tengah di pandang Kyuhyun, Kyuhyun menutup matanya sejenak setelah mendengar pertanyaan dari Heechul kemudian membukanya lagi.

“Roxanne maksudmu?” Tanya Kyuhyun lagi.

“Ne…” Jawab Heechul.

“Aku memang mencintainya.. sangat mencintainya…. dan aku marah karena aku tidak pernah bisa memilikinya…” Ujar Kyuhyun dengan mata yang berkilat merah.

-***-

Baekhyun, Chanyeol, Jongdae, Kyungsoo, Yixing dan Tao saat ini tengah berada di lapangan basket, mereka membagi tim mereka menjadi tiga orang masing-masing di setiap tim, tim yang pertama adalah tim Chanyeol, Jongdae dan Baekhyun, sedang di tim kedua adalah Kyungsoo, Yixing dan Tao.

Jongdae yang awalnya menolak mentah-mentah untuk bertanding basket akhirnya setuju setelah di letakkan satu tim dengan Baekhyun karena tinggi mereka hampir sama, pertandingan basket mereka menarik karena penggunaan kekuatan di perbolehkan, tapi Tao protes karena kekuatannya tidak ada pengaruhnya kepada mereka, dan pada akhirnya mereka memperbolehkan Tao untuk menggunakan jurus wushunya sebagai pengganti.

Pertandingan di mulai dengan penguasaan bola oleh tim Chanyeol, Tao berusaha sangat keras untuk merebut bola basket dari Chanyeol, tapi karena Chanyeol terlalu gesit dan sesekali mengeluarkan api dari tubuhnya membuat Tao kesulitan, Yixing berusaha menghadang Baekhyun, sedang Jongdae dan Kyungsoo hanya saling melihat, saat Chanyeol hampir memasukkan bola ke dalam ring, Kyungsoo langsung berlari ke Chanyeol dan menarik Chanyeol dengan kekuatannya yang sukses membuat Chanyeol langsung jatuh terjembab dan bolanya tidak masuk.

“YAAA!!!!!!” Chanyeol berteriak kepada Kyungsoo, Kyungsoo hanya mengerucutkan bibirnya sambil menatap Chanyeol dengan mata bulatnya.

“Yaayyyy!!!!! Kyungsoo hyung daebak!!!!” Di sisi lain Tao merayakan keberhasilan Kyungsoo menghalangi Chanyeol untuk mencetak skor.

Chanyeol duduk, lututnya berdarah, dia menatap Kyungsoo dengan tatapan membunuh, matanya sampai berkilat biru sebentar, tak mau kalah, Kyungsoo menatap Chanyeol dengan tatapan yang sama, matanya juga berkilat biru sebentar, nyali Chanyeol menciut.

Yixing menghampiri Chanyeol dan duduk sebelahnya, dia mengusap luka Chanyeol, dalam sekejap luka-luka itu perlahan tertutup dan kembali seperti semula seakan tidak pernah ada luka yang tergores, Yixing memandang Chanyeol dengan senyuman yang cerah, lesung pipinya terbentuk.

“Gomawoyo, hyung..” Chanyeol berterima kasih dengan tersenyum, dia kemudian menatap Kyungsoo lagi dengan tatapan sinis, Kyungsoo hanya membalasnya dengan menjulurkan lidah.

“Yixing ge!! Kenapa kau menolong musuh??!! Seharusnya kau biarkan saja dia terluka !!!! Aissshhh!!!!” Tao tiba-tiba berteriak karena baru sadar bahwa Chanyeol saat ini adalah lawannya.

Yixing hanya mengerjap-kerjapkan mata setelah mendapat teriakan dari Tao.

“Bukankah kalian bilang boleh menggunakan kekuatan? Sekarang aku menggunakan kekuatanku” Ujar Yixing polos.

“Aigoo….. Yixing hyung, penggunaan kekuatan itu untuk menjatuhkan lawan, bukan menolong lawan” jelas Baekhyun.

“eung?? Tapi aku tidak ingin menyakiti orang lain, terlebih dia saudaraku, aku tidak mau melihatnya terluka..” Ungkap Yixing sambil menepuk punggung Chanyeol.

Baekhyun, Tao, Kyungsoo, Jongdae dan Chanyeol langsung menepuk dahi mereka bersamaan setelah mendengar perkataan Yixing, hyung mereka satu ini terlalu baik dan polos, Yixing menatap mereka heran.

“Kalau begini tidak ada gunanya kita meneruskan pertandingan basket kita” Ujar Jongdae.

“Kau benar..” Kyungsoo menanggapi perkataan Jongdae barusan.

“Wae? Kenapa tidak ada gunanya?” Lagi-lagi Yixing bertanya dengan wajah yang sangat polos dan membuat semua yang ada disitu mengehembuskan nafas berat, Baekhyun dan Tao hanya berjabat tangan tanpa di ketahui apa maksud mereka melakukannya.

“Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaanku?!” Yixing protes karena tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaannya, dia mengerucutkan bibirnya.

“Yixing hyung, apa hyung tidak lapar?” Tanya Jongdae mengalihkan pembicaraan.

“Mm, aku lapar”

“Kalau begitu kita ke kantin saja” Ajak Baekhyun.

“Baiklah” Chanyeol menyetujui usulan Baekhyun, mereka lalu pergi ke kantin, dan rupanya Yixing juga sudah melupakan kejadian barusan.

Mereka duduk di tempat mereka biasanya kemudian memesan ramen instant sekalian dengan minumannya, tidak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka menyantapnya dengan lahap, di tengah-tengah acara makan mereka ponsel Chanyeol berdering, dia kemudian melihat ponselnya, ternyata ibunya yang menelpon.

“Yoboseyo?”

“….”

“Jinjja? Sampai kapan?”

“….”

“Ahhh.. baiklah, aku mengerti, saranghaeyo..” Ucap Chanyeol kemudian memutus sambungan teleponnya.

“Pacarmu?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Ani, ibuku” Jawab Chanyeol kemudian menyantap ramennya lagi.

“oh, kenapa dia menelponmu?” Tanya Baekhyun lagi.

“Ibuku bilang dia dan ayah akan pergi ke China, tapi mereka belum tau sampai kapan mereka ada di sana”

“Jadi kau sekarang tinggal sendiri di rumahmu?” Kali ini Jongdae yang bertanya, Chanyeol menggelengkan kepala.

“Aku tinggal dengan ahjummonim yang bekerja di rumahku, tapi sepertinya aku akan menyuruhnya untuk beristirahat dulu saja tanpa memotong gajinya”

“Eung?? Kenapa?”

“Karena aku ingin tinggal bersama Kris hyung!” Ucap Chanyeol dengan senyuman yang lebar, bersamaan dengan itu ponsel Chanyeol berdering lagi, ternyata orang yang baru saja di bicarakannya yang menelpon.

“Yoboseyo?”

“……..”

“Jinjja??? Kapan kita ke sana?”

“…..”

“Arrasseo, aku akan memberitahu yang lain” Ujar Chanyeol kemudian menutup telponnya.

“Siapa?” Yixing bertanya kepada Chanyeol.

“Kris hyung”

“Dia bilang apa?” Kali ini Tao yang bertanya.

“Dia bilang dia sudah bertemu MAMA yang lain, semuanya, jadi nanti kita akan ke rumah Wind

Wind?

“Mm, Kris Hyung bilang mereka semua tinggal di rumah Wind, dia nanti menjemput kita sepulang sekolah dengan Suho hyung”

“Ahh…” Mereka semua hanya ber ‘ah’ ria.

-***-

Pulang sekolah Kris dan Suho menjemput MAMA lain yang ada di Paran High, mereka langsung menuju ke rumah Sehun, mereka berhenti di depan gerbang rumah mewah bercat putih, Kris membunyikan klakson vannya, pintu gerbang pun terbuka, saat pintu gerbang terbuka semua yang ada di dalam van hanya mengangakan mulutnya, kecuali Kris yang bersikap biasa saja.

“Hyung… ini.. apa ini benar-benar rumah Wind? Apa hyung tidak salah?” Tanya Baekhyun memastikan.

“Ini memang rumahnya” Jawab Kris singkat.

“Uwaaahhh…..” Mereka semua berdecak kagum dengan kemewahan rumah Sehun.

“Akkhh..” Satu per satu dari mereka merasakan dada mereka yang mulai sakit, di depan pintu rumah terlihat empat orang namja, satu orang bertubuh mungil dan berpipi chubby, dua orang yang wajahnya hampir mirip hanya saja yang satu terlihat dewasa sedangkan yang satu terlihat imut, dan satu orang lagi dengan kulit yang paling gelap di antara mereka berempat.

Kris mengehentikan vannya di depan empat orang tersebut, dia turun dan kemudian menyalami Luhan dan Minseok yang belum di temuinya, sedangkan yang lain saling bersalaman untuk menghilangkan rasa sakit di dada mereka.

“Jadi siapa yang Wind?” Tanya Jongdae langsung setelah selesai bersalaman, Kris, beserta Luhan, Minseok dan Jongin langsung menunjuk Sehun.

“oh…” Jongdae mengangguk mengerti.

“Dia adalah yang termuda di antara kita berdua belas” Ujar Kris.

“Jinjja???!!!” Chanyeol, Baekhyun, dan Jongdae berteriak bersamaan.

“Mm” Jawab Kris sambil mengangguk.

“Mm.. baiklah, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam” Ujar Sehun selaku pemilik rumah.

Kedua belas MAMA akhirnya masuk ke dalam rumah Sehun, mereka berkumpul diruang tengah, Kris mulai mengeluarkan kotak silvernya dan mulai melakukan penggabungan lambang dengan Sehun, Jongin, Luhan dan Minseok, setelah itu, masing-masing dari ke empat orang tersebut menyentuh jantung Tree of Life agar bisa melihat Ryeowook.

“Mwoya??!!!!” Luhan terlonjak kaget saat tau-tau Ryeowook ada di sebelahnya.

“Wae? Kenapa kau kaget?” Tanya Ryeowook dengan wajah polos.

“A..An..Aniyo” Jawab Luhan tergagap sambil menggelengkan kepala.

“Sehun-ah, kau bilang ada jiwa guardian Aiden yang lain disini?” Tanya Kris.

“oe? Bukannya jiwa guardian Aiden hanya Ryeowook hyung?” Tanya Kyungsoo tidak mengerti.

“Ada satu lagi, dan dia ada di kamarnya” Jawab Jongin sambil menunjuk sebuah kamar yang ada di lantai dua.

“Ryeowook hyung, apa hyung tau masalah ini?” Tanya Yixing.

“Ani, nado molla, sebenarnya aku juga kaget saat mendengar Kris mengatakan hal itu padaku tadi” Jawab Ryeowook.

“Bagaimana kalau saat ini kita melihatnya saja?” Usul Tao.

“Ide bagus” Jawab Suho di sertai dengan anggukan yang lain.

Mereka semua langsung menuju kamar yang tadi di tunjuk oleh Jongin, Sehun membuka pintunya, terlihat oleh mereka seorang namja dengan wajah pucat sedang terbaring lemah di ranjang, Yixing berjalan mendekati namja itu, dia memangkunya, setelah itu Yixing mencoba menyembuhkan luka namja itu dengan kekuatannya, cukup lama sampai akhirnya namja itu bangun dan tersenyum kepada Yixing.

“Gomawo, healer…” Ucap namja itu kemudian berusaha duduk, Yixing membantunya. “Kalian semua sudah berkumpul, perkenalkan namaku Onew, salah satu pecahan jiwa guardian Aiden selain Ryeowook” Namja itu memperkenalkan dirinya.

Ryeowook berjalan mendekati Onew dan menyentuh kening Onew dengan jari telunjuknya, Onew seperti mendapat sengatan listrik untuk sesaat, Ryeowook kemudian memandang Onew dengan tersenyum.

“Ternyata kau White Pearl” Ucap Ryeowook kemudian memeluk Onew.

“White Pearl?” Kris mengulang perkataan Ryeowook dengan nada tanya.

Ryeowook melepaskan pelukannya kepada Onew dan berbalik menatap Kris.

“Di Sanguinets, para guardian di ciptakan dari Black Pearl, dan guardian Aiden adalah satu-satunya guardian yang di ciptakan dari Black Pearl dan White Pearl, kalau seandainya guardian Aiden di bangitkan dengan hanya menggunakan Black Pearl saja, maka dia tidak akan sempurna, aku baru mengingat hal ini saat menyentuh kening Onew tadi”

Para MAMA hanya mengangguk mengerti setelah mendengar penjelasan Ryeowook.

“Ryewook hyung..” Panggil Kris.

“Mm?”

“Ada yang aku ingin tanyakan kepadamu”

“Kau ingin tanya apa?”

“Aku bisa melihat nama orang-orang di atas kepala mereka dan mendengar telepati yang dilakukan antar MAMA, kenapa bisa begitu?” Kening Ryeowook mengerenyit mendengar pertanyaan Kris.

“Aku tidak tau” Jawab Ryeowook. “Apa kau tau?” Ryeowook malah bertanya kepada Onew.

“Aku juga tidak tau” Jawab Onew sambil mengangkat bahunya.

“Itu karena kau memiliki mata Dragon” Suara seseorang terdengar dari pintu kamar dan membuat semua orang yang ada di dalam kamar Onew mengalihkan perhatian mereka ke arah sumber suara.

“Mama?” Kening Sehun mengerenyit, “Mama sudah kembali?” Lanjutnya.

“Siapa dia?” Tao bertanya kepada Sehun.

“Perkenalkan namaku Roxanne, Fove guardian Aiden dan..”

“Dia adalah Mamaku” Sahut Sehun sambil berjalan ke arah Yoona dan memeluknya dari belakang.

“Ibumu? Tapi kenapa dia terlihat begitu muda?” Tanya Minseok tidak percaya.

“Tapi dia tetap Mamaku!!!!” Teriak Sehun masih dengan posisi memeluk Yoona.

“Sehunie, jangan berteriak” Hardik Yoona. “Kalian bisa memanggilku Yoona noona” Lanjut Yoona sambil melihat mereka semua.

“Roxanne…” Panggil Onew dan Ryeowook bersamaan, Yoona menatap mereka dan tersenyum kepada mereka berdua.

“Kapan kami di rubah?” Onew bertanya kepada Yoona.

“Setelah matahari terbenam” Jawab Yoona singkat, Yoona melepaskan pelukan Sehun dan berjalan ke arah Kris kemudian memberinya kotak yang di ambilnya di Sanguinets.

“Ini apa?”

“Itu Arose Cube untuk membangkitkan Aiden, kau yang harus melakukannya, kau yang harus mengubah mereka berdua menjadi mutiara Aiden dan membangkitkannya” Ucap Yoona sambil menatap Onew dan Ryeowook.

“Kalian berdua.. apakah kalian mau dan siap?” Tanya Yoona kepada Ryeowook dan Onew.

“Itu sudah tugas kami” Jawab mereka kompak.

“Baiklah, dan untukmu Kris, kau memiliki mata Dragon, oleh karena itu kau bisa melihat nama orang di atas kepala mereka, ketika kau sudah mendapatkan mata Dragon, maka kau mempunyai kemampuan untuk mempercepat atau memperlambat gerhana, tidak hanya mata, tapi telingamu saat ini juga merupakan telinga Dragon, maka dari itu kau bisa mendengar telepati antar para MAMA”

“Tunggu, maksudmu Onew hyung akan di ubah langsung hari ini?” Tanya Jongin mengiterupsi penjelasan Yoona, Yoona menoleh dan menatap Jongin.

“Ya, dia akan di rubah saat matahari terbenam sebentar lagi” Jawab Yoona.

“Bagaimana bisa kau melakukan hal itu?! Dia baru saja sembuh beberapa saat lalu!!!” Jongin membentak Yoona.

“Jongin-ah! Jangan membentak Mamaku!!” Sehun tidak terima Yoona di bentak.

“Bagaimana mungkin aku tidak membentak wanita ini? Apa dia tidak punya hati? Bagaimana mungkin dia tega merubah Onew hyung yang baru saja di sembuhkan oleh Healer??” Ucap Jongin meledak-ledak.

“Ini demi kelangsungan seluruh jagad raya Jonginie… tidak ada waktu lagi.. perang yang menentukan nasib seluruh jagad raya akan segera di mulai….” Jelas Yoona pelan, dia memandang Jongin dengan penuh kelembutan, kelembutan yang mampu mendinginkan hati dan pikiran Jongin yang saat ini sedang panas.

“Ta..Tapi…..” Jongin tergagap, matanya memerah menahan air mata yang rupanya mendesak untuk segera keluar dan mengalir di pipi Jongin.

“Jongin-ah….” Onew berpindah tempat ke sebelah Jongin, dia menepuk pundak Jongin dan menatap Jongin lembut. “Ini sudah tugasku….” Lanjutnya.

“Tapi hyung…” Mata Jongin berkaca-kaca.

“Gwenchana… kalau masih ada kesempatan kita mungkin bisa bertemu lagi” Ujar Onew sambil menepuk-nepuk pundak Jongin lagi, Jongin tidak berkata apapun, dia hanya memeluk Onew, kali ini air mata yang susah payah dia tahan akhirnya keluar.

“Aigoo… jangan menangis” Ucap Onew lembut.

Ryeowook yang melihat itu membuang nafas berat, dia kemudian memeluk para MAMA satu persatu, dia meletakkan Kyungsoo yang paling akhir karena yang paling dia sayangi adalah Kyungsoo, Ryeowook sangat mengerti bagaimana Kyungsoo karena setiap malam Kyungsoo selalu bercerita tentang kehidupannya kepada Ryeowook, sesekali mereka bahkan memasak bersama, dalam waktu yang singkat kenangan yang tercipta di antara mereka terlalu banyak dan terlalu berharga untuk di lupakan, baik Ryeowook maupun Kyungsoo sama-sama menangis, Yoona menatap langit-langit untuk mencegah air matanya jatuh, Sehun yang melihat Yoona seperti itu berjalan ke arahnya dan memeluknya.

“Uljima… Mama tidak boleh menangis….” Ucap Sehun lembut kepada Yoona, Yoona hanya menyembunyikan wajahnya di dada Sehun, Yoona akui, sekalipun dia adalah seorang guardian, dia tetap hanyalah seorang wanita yang berhati lembut.

Tanpa terasa matahari mulai terbenam, Onew melepaskan pelukan Jongin dan tersenyum lembut kepadanya.

“Terima kasih telah melindungiku selama ini hyung…” Ucap Jongin terisak, Onew memeluk Jongin lagi, dia menengadahkan wajahnya ke atas untuk menahan bulir air mata yang ingin jatuh sama seperti yang di lakukan Yoona tadi, sedangkan Ryeowook, sepertinya dia akan membuat banjir rumah Sehun karena masih saja menangis.

Onew melepaskan pelukannya lagi, dia berjalan ke arah Kris dan meletakkan tangannya di atas Arose Cube, dia menolehkan wajahnya melihat Jongin yang kini menangis di pelukan Minseok.

“Jongin-ah… ingatlah.. hyung akan selalu melindungimu” Ucap Onew sebelum akhirnya keluar cahaya biru terang dari Arose Cube dan mengubahnya menjadi White Pearl.

Kali ini giliran Ryeowook, dia sepertinya masih sangat berat untuk meninggalkan Kyungsoo dan MAMA lain, dia meletakkan tangannya di atas Arose Cube sama seperti yang di lakukan Onew, dia menatap Kris.

“Kris… aku mohon jagalah mereka dengan baik”

“Pasti hyung, aku akan selalu menjaga mereka”

Ryeowook tersenyum mendengar jawaban Kris, cahaya biru terang keluar lagi dari Arose Cube dan mengubah Ryeowook menjadi Black Pearl, kini baik White Pearl maupun Black Pearl telah berada di dalam Arose Cube, kedua mutiara itu kemudian melayang dan bergabung menjadi satu, mengubah diri mereka menjadi Grey Pearl.

“Kris, letakkan tanganmu di atas tanda hexagon Arose Cube” Perintah Yoona, Kris menurut, dari tangan Kris berpendar cahaya putih menyilaukan yang kemudian seperti membentuk sebuah tubuh, dua mutiara tadi itu masuk ke dalam cahaya putih yang berpendar dari tangan Kris. Perlahan, cahaya itu mulai memudar dan berganti menjadi sesosok namja bermata teduh yang kini tengah tersenyum kepada semua yang ada di situ, namja itu berjalan ke arah Yoona yang masih berada di pelukan Sehun, mereka saling tersenyum, namja itu mencium kening Yoona sekilas kemudian ganti menatap Sehun lembut, Sehun mengerenyitkan keningnya.

“Sehunie…” Namja itu memanggil nama Sehun.

“Papa..???”

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

56 thoughts on “History of MAMA Chapter 6

  1. U’u ciee yg lagi sibuk
    malah sekarang udah diteror reader aja udc terkenal aja nih
    yeay Donghae is come Wkwk rahasia apa ni yg ada di kyuhyun? Penasaran.

  2. wahh.. sehun oppa udah ketemu sma papanya…
    dan pastinya itu donghae oppa..
    yey.. akhirnya yoonhae kumpul..
    rahasia apa itu yang diketahui kyuhyun oppa?

  3. Ping-balik: History of MAMA Chapter 7 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  6. Huwaaa >,<
    Keluarga bahagia bakal ngumpul nih :3. Anaknya kurang Luhan dan Suho thor! *lol*
    NEXT !

    Let's Share Happy Virus of Yoona! ❤

  7. Akhirnya donghae sudah dibangkitkan lagi..
    Tp kayak gk rela deh kehilangan onew sama ryeowook..
    Bisa gk mereka juga dibangkitkan lagi?
    Supaya para mama tdk sedih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s