The Covenant Chapter 8

The Covenant

 

The Covenant

Title : The Covenant

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast : EXO Member and other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Eight-

Summary :

“Sangat salah!!! Sama saja kau telah meninggalkan keluarga yang telah bersamamu lebih dari 16 tahun demi seseorang yang baru kau temui!! Sama saja kau tidak menyayangi dan menghargai kami!!!”

-***-

Author balik lagi dengan membawa The Covenant Chap 8!!! Yaaayyy!!! *heboh sendiri*

And happy 6000+ viewers for this blog!!! thanks to all readers, I love you all!!!! :*

Chap sebelumnya -> 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,

Be aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Terutama anda… Pangeran…” Ucap Minho sambil tersenyum –lebih tepatnya menyeringai- dan menatap tepat ke arah Sehun.

“Pangeran? Siapa yang kau maksud?” Tanya Chen tidak mengerti.

“Tentu saja dia…” Jawab Minho sambil menunjuk Sehun.

“Kau tidak tau namanya ‘kan?” Tanya Baekhyun yang hanya di jawab sebuah seringaian oleh Minho, Baekhyun mendengus kesal. “Kau bahkan tidak tau namanya kenapa kau tiba-tiba memanggilnya pangeran??!!” Lanjut Baekhyun, kali ini dia sedikit berteriak.

“Aku memang belum mengetahui namanya, tapi aku akan segera mengetahuinya, yang ku tau hanyalah di dalam tubuhnya saat ini mengalir darah dari pangeran Choi Minhyuk, anak dari King Choi Siwon dan Queen Tiffany Choi, dan aku….. adalah kakak dari Choi Minhyuk… pangeran Choi Minho….” Ucapnya menyombongkan diri.

“Kau hanyalah pangeran yang tak dianggap…” Ujar L dingin.

“Apa katamu?!!” Desis Minho sambil menatap L tajam.

“Kau hanyalah Royal Blood yang sama sekali tidak mempunyai kekuatan istimewa, kekuatanmu hanyalah kekuatan vampire pada umumnya, kau sangat berbeda dengan adikmu yang begitu special, dia di karunai dua kekuatan istimewa yang sangat di incar seluruh vampire, Killer Eyes dan Deadly Wind yang sangat di inginkan karena kekuatan itu sangat membunuh, orang tuamu bahkan hanya menganggapmu aib, dan sekarang kau di tugaskan oleh mereka untuk mencari seseorang yang di dalam tubuhnya mengalir darah Minhyuk agar mereka mengakuimu bahwa kau juga seorang pangeran dan berkedudukan tinggi sama seperti dia ‘kan?” Cerca L masih dengan ekspresi dinginnya, ucapan L yang bagai belati tajam itu menusuk hati Minho dengan sempurna dan membuat pangeran yang tak dianggap itu terdiam seribu bahasa.

“L, apa semua perkataanmu itu benar?” Tanya Sehun.

“Tentu saja, aku bisa melihat masa lalunya dengan jelas” Jawab L tanpa melihat Sehun.

Sehun menggenggam tangan Luhat erat dan mentup matanya, Luhan menolehkan wajahnya dan melihat Sehun dengan tatapan tidak mengerti. Sehun kemudian membuka matanya dan melepaskan genggaman tangannya kepada Luhan, dia mengehembuskan nafas dari mulutnya.

“Hyungdeul… mianhaeyo…” Ujar Sehun lirih, seluruh keturunan Ipswich juga L menatap Sehun setelah mendengar ucapannya, mereka sama sekali tidak mengerti mengapa Sehun tiba-tiba meminta maaf kepada mereka. Sehun mulai berjalan ke arah Minho kemudian menepuk bahunya, Minho menatap Sehun dengan pandangan nanar.

“Aku akan ikut denganmu…” Ujar Sehun.

“What???!!! What are you doing?!! Are you out of your mind???!!!” Teriak Kris yang membuat seluruh keturunan Ipswich –kecuali Sehun- kaget, selama hidup mereka ini pertama kali mereka mendengar Kris berteriak, Sehun menoleh.

“What do you think what I’m doing?” Jawab Sehun dingin.

“Sehun-ah, apa kau gila? Kenapa kau harus ikut bersamanya?!! Kau adalah keturunan Ipswich dan itu artinya kau harus bersama kami, bukan bersama dia!!!” Xiumin membentak Sehun.

“Dalam tubuhku juga mengalir darah mereka, apa salahnya jika aku ikut dengannya?” Jawab Sehun masih tetap dingin.

“Sangat salah!!! Sama saja kau telah meninggalkan keluarga yang telah bersamamu lebih dari 16 tahun demi seseorang yang baru kau temui!! sama saja kau tidak menyayangi dan menghargai kami!!!” Kris berteriak lagi, dan kali ini di sertai bulu serigala muncul di tangannya.

Sehun tidak menjawab ataupun membantah perkataan Kris barusan, matanya saat ini memerah, dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada kakak yang paling ia sayangi, Luhan. Mata mereka bertemu, Sehun bisa melihat dengan jelas saat ini wajah putih Luhan sedikit memerah menahan air mata, mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak mampu di lakukannya, hati Sehun terenyuh.

“Sehun-ah… Apa ini semua karenaku??… Please… Don’t be like that….” Ucap Luhan akhirnya, air mata menggenangi pelupuk matanya, Sehun yang melihat Luhan seperti itu akhirnya luluh kemudian berjalan menuju Luhan dan memegang pipi Luhan dengan kedua tangannya, jari-jarinya mengusap air mata Luhan yang mengalir. D.O menyembunyikan wajahnya di dada Kai untuk menghindari adegan menyedihkan itu, Kai menepuk punggung D.O pelan.

“Uljima hyung… hyung tau ‘kan aku paling benci air mata mengalir dari matamu….” Ujar Sehun bergetar, Luhan menyembunyikan wajahnya di dalam kedua tangan Sehun, dia menatap Sehun lagi.

“Kalau kau tidak ingin melihatku menangis kenapa kau meninggalkanku?” Tanya Luhan terisak.

“Karena aku harus membantu dia terlebih dahulu…” Jawab Sehun sambil menunjuk Minho.

“Maksudmu?”

“Dia pasti mempunyai waktu yang sulit karena selalu hidup di bawah bayang-bayang adiknya yang sempurna sedangkan dia tidak, aku yakin dia pasti sangat tertekan akan hal itu, aku harus membuka mata kedua orang tuanya dulu dan membuat mereka melihat bahwa dia juga punya keistimewaan, biarkan aku melakukannya dulu hyung…. setelah semuanya selesai aku akan kembali kepada kalian semua…” Jelas Sehun, mendengar penjelasan Sehun hati Luhan terasa sedikit tenang, bukan hanya Luhan, tapi seluruh keturunan Ipswich.

“Jadi itu alasanmu untuk ikut bersamanya?” Tanya Suho.

“Tentu saja, apa kalian pikir aku akan benar-benar meninggalkan kalian?” Jawab Sehun.

“Sehun-ah, kau berbakat membuat orang khawatir…” Ujar Lay.

“Mianhaeyo hyung…” Sehun meminta maaf.

“Gwenchana, kau sama sekali tidak bersalah, aku malah bangga mempunyai adik sepertimu….” Ucap Chanyeol bangga.

Kris menepuk bahu Sehun, mereka hanya diam dan saling menatap untuk sejenak, Kris menghembuskan nafas berat dan tersenyum.

“Maafkan aku… aku telah salah menilaimu.. dan maafkan aku karena telah membentakmu tadi” Ujar Kris, bulu serigalanya di tangannya juga sudah hilang.

“Tidak apa-apa..” Jawab Sehun singkat. “Aku yang seharusnya minta maaf padamu” Lanjutnya, Kris hanya menjawab dengan sebuah anggukan.

“Setelah urusanku selesai aku akan kembali kepada kalian, kalian percaya padaku ‘kan?” Tanya Sehun kepada kakak-kakaknya.

“Kami percaya padamu, lagi pula kami masih bisa menemuimu di sekolah.. berhati-hatilah…” Jawab Tao.

“Mm” Jawab Sehun singkat, dia memeluk satu persatu hyungnya, dia menyisakan Luhan di akhir, Luhan masih menangis saat Sehun akan memeluknya.

“Kenapa hyung masih saja menangis?” Tanya Sehun heran.

“Aku masih belum siap jika aku harus berpisah darimu…” Jawab Luhan dengan mata yang berkaca-kaca.

“Hyung tidak benar-benar berpisah denganku… aku akan kembali…” Ujar Sehun menenangkan Luhan, dia memeluk Luhan erat. “Aigoo… rusa kecilku masih belum mau berhenti menangis rupanya…” Ucap Sehun menggoda Luhan, Luhan hanya diam. Sehun melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Luhan sekali lagi.

“Jangan menangis lagi, oke? Bye bye…” Ucap Sehun sambil melambaikan tangannya dan mulai pergi meninggalkan keluarganya demi menolong seorang Choi Minho.

-***-

Keturunan Ipswich telah sampai di rumah mereka, Chanyeol, Baekhyun dan Chen langsung menghempaskan tubuh mereka ke sofa karena sangat merindukan rumah bergaya abad pertengahan yang modern ini.

“Senang sekali rasanya bisa di rumah ini lagi” Ujar Baekhyun.

“Dan sangat nyaman..” Imbuh Chen.

“Tapi kurang lengkap tanpa adanya Sehun…” Ujar Chanyeol sambil membaringkan tubuhnya.

“Kau benar, sekarang tidak ada lagi dongsaeng super jahil di rumah….” Baekhyun membenarkan perkataan Chanyeol barusan.

“Kalian tau, terkadang kita akan sangat marah jika dia menjahili kita, tapi kalau dia tidak ada… kita akan sangat merindukannya…” Ujar Chen sambil memeluk bantal sofa.

“Kau benar, Chen… aku merindukannya… aku merindukan adik kecilku…” Ujar Chanyeol.

“Aku juga….” Baekhyun juga mengatakan hal yang sama seperti Chanyeol.

-***-

“Hyung, hyung sudah menata seluruh pakaian hyung dalam lemari?” Tanya Kai kepada D.O yang kini tengah duduk termenung di ranjangnya, dia menatap Kai dan mengangguk lemah.

Kai duduk di sebelah D.O kemudian mengamati wajah hyungnya itu dengan tatapan tidak mengerti.

“Kenapa wajah hyung terlihat sama sekali tidak bersemangat? Apa hyung sakit?” Tanya Kai yang khawatir dengan ekspresi D.O.

“Aniya..” Jawab D.O singkat sambil menggeleng.

“Lalu hyung kenapa?” Tanya Kai lagi.

“Aku hanya merindukan Sehunie…. biasanya dia akan selalu menjahiliku ketika aku merapikan baju… tapi sekarang dia tidak ada di sini…” Jawab D.O dengan pandangan yang menerawang kedepan.

“Tck, aku kira hyung kenapa!” Ujar Kai sambil mendengus. “Kalau hyung butuh orang untuk menjahilimu aku yang akan melakukannya!!” Ujar Kai kemudian berjalan dengan langkah lebar menuju lemari D.O dan mengeluarkan isinya hingga membuat ruangan itu kini berantakan.

“Ya!! Apa yang kau lakukan???!!!”

“Menjahilimu” jawab Kai singkat.

“YAAA!!!” Teriak D.O keras.

“Ah wae???!!! Aku akan menggantikan Sehun sebagai orang yang akan selalu menjahili hyung!!! Berhentilah memikirkan Sehun dan pikirkan aku!!! Apa hyung tau kalau hatiku sakit ketika hyung begitu perhatian kepadanya? Aku tidak melarang hyung menyayanginya karena dia memang keluarga kita, tapi sayangilah aku lebih banyak dari dia!!!” Kai berteriak sambil menjejak-jejakkan kakinya kekanakan.

“Aku juga merindukan Sehun…. tidak ada lagi yang aku ajak bermain sekarang, jika semua orang di rumah ini merindukan Sehun, lalu siapa yang akan merindukanku??!!” Kai masih berteriak kepada D.O, D.O mengerjap-kerjapkan matanya kaget ketika mendapat teriakan dari Kai.

“Kai-ah…” Panggil D.O pelan.

“Mwo?” Jawab Kai ketus.

D.O tidak mengatakan apapun, dia hanya memeluk Kai tiba-tiba, Kai yang kaget hanya diam, dia tidak membalas pelukan D.O.

“Kalau kau ingin tau seberapa besar hyung menyayangimu… ini adalah salah satu cara membuktikannya…” Ujar D.O sambil mengeratkan pelukannya, Kai tersenyum, dia membalas pelukan hyungnya.

“Saranghaeyo hyung…”

-***-

Luhan berada di dalam kamarnya dan Sehun, dia hanya menatap ranjang Sehun dengan tatapan kosong, dia tidak menyadari jika Lay dan Suho saat ini telah masuk ke dalam kamarnya.

“Luhan hyung…” Panggil Suho, Luhan tidak menjawab.

“Hyung…” Panggil Suho lagi, masih tidak ada jawaban dari Luhan.

Akhirnya Lay memutuskan untuk duduk di samping Luhan kemudian memeluknya, Luhan masih diam di pelukan Lay dengan tatapan yang kosong.

“Kita semua merindukannya hyung… bukan hanya hyung saja…” Ujar Lay, Luhan masih tetap sama seperti tadi.

“Hyung… hyung jangan seperti ini, dongsaengmu bukan hanya Sehun, kami juga dongsaengmu…. kami sangat khawatir melihat keadaanmu seperti ini, kau bahkan tidak memakan makan siangmu… jangan seperti ini hyung… jebal…” Ucap Suho sambil menggenggam tangan Luhan erat, dan sama seperti tadi, Luhan masih tetap saja diam dengan tatapan kosongnya.

-***-

Tao sedang berenang di kolam belakang rumahnya, dia berenang tanpa henti tanpa sedikitpun merasa lelah, dia bahkan tidak peduli walaupun Kris telah berkali-kali menyuruhnya untuk naik ke permukaan, sampai akhirnya Kris menggunakan kekuatan sihirnya untuk mengangkat Tao dari air.

“Tao Hill, what’s wrong with you?” Tanya Kris.

“Nothing” Jawab Tao singkat.

“You’re lying… tell me what happenned with you?” Tanya Kris sekali lagi.

“Nothing happened to me, but something happened to Luhan” Jawab Tao.

“Luhan? What happened to him?”

“He seems really depressed, his gaze was empty….” Jawab Tao sambil mengacak rambutnya yang basah.

Tanpa mengatakan apapun Kris langsung berlari ke kamar Luhan dan mendapati Luhan yang kini tengah di peluk oleh Lay dengan tangan yang di genggam oleh Suho, dan seperti apa yang di katakan Tao tadi, tatapan Luhan kosong.

“Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Kris, Lay dan Suho hanya menggeleng tidak mengerti.

“Setengah jiwanya hanya sedang jauh” Jawab L yang tiba-tiba muncul.

“Maksudmu?”

“Keturunan Ipswich adalah manusia dengan setengah jiwa, apakah kalian pernah mendengar itu?” L malah bertanya balik.

“Kami sering mendengarnya tapi kami sama sekali tidak mengerti artinya” Jawab Suho.

“Dalam diri kalian jiwa asli kalian hanya terdapat setengah, setengah yang lain terdapat di dalam tubuh saudara kalian, itu sebabnya masing-masing dari kalian mempunyai orang yang bisa di katakan lebih kalian sayangi dari pada yang lain” Jelas L.

“Seperti aku dengan Lay?” Tanya Suho.

“Yap, seperti itu,  jika kalian saling jauh maka yang terjadi adalah seperti yang Luhan alami sekarang… dan jika dibiarkan jauh terlalu lama, maka yang akan terjadi adalah Luhan akan benar-benar kehilangan setengah jiwanya yang ada di dalam tubuh Sehun, begitu pula sebaliknya, dan itu bisa menyebabkan kematian bagi keduanya……”

“Ke…Kematian??” Ulang Lay tergagap.

“Kalau begitu Sehun sekarang…..” Kris tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya menatap L dengan pandangan khawatir.

“Tenang saja, Sehun akan baik-baik saja..” Ucap L yang mengerti apa arti pandangan Kris yang di arahkan kepadanya.

“Eung? Kenapa bisa begitu? Kau tadi mengatakan kalau mereka yang jiwanya sedang jauh akan mengalami hal yang sama seperti Luhan hyung…” Tanya Lay tidak mengerti.

“Itu karena Sehun mempunyai sebuah tujuan untuk menolong seseorang, jadi dia tidak akan mengalami hal seperti Luhan, tapi walaupun begitu, hal itu tetap tidak mengurangi berkurangnya jiwa Sehun di tubuh Luhan maupun sebaliknya” Jelas L.

“Jadi proses kematian itu tetap berjalan?” Tanya Kris yang masih khawatir, L hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan. “Berapa lama hal itu terjadi?” Tanya Kris lagi.

“40 hari….”

-***-

Xiumin sedang membaca buku tentang sejarah keluarganya di ruang bawah tanah, dia sendiri, sesekali keningnya mengerenyit pertanda ada sesuatu yang tidak dimengertinya, Xiumin menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.

Cukup lama dia membaca buku akhirnya dia menutup buku sejarah keluarganya dan memandangi api unggun abadi yang berada di tengah ruangan, alis Xiumin bertemu, tidak seperti biasanya, api yang tidak pernah padam itu kini berwarna hijau, Xiumin berdiri dan mendekati api tersebut, namun ketika dia makin dekat kobaran api itu membesar dan membuatnya terpental, punggung Xiumin menghantam tembok, Xiumin meringis kesakitan.

Kobaran api itu kembali normal ke ukurannya semula, tapi warnanya masih tetap berwarna hijau, perlahan, sebuah asap hitam muncul kemudian menghilang dan berganti menjadi sosok seseorang berjubah hitam dengan tudung kepala yang menutupi wajahnya, seseorang itu mengangkat sedikit kepalanya, memperlihatkan wajah pucat dan bibir ungu yang dimilikinya, dia menatap Xiumin dengan senyum tipis di bibirnya yang ungu. Kemunculan seseorang berwajah pucat dan berbibir ungu itu membuat mata Xiumin melebar.

“Aku datang untuk berkunjung….” Ucap seseorang berwajah pucat itu, suara bagaikan seekor endorpin yang memekikkan telinga serta ucapannya yang dingin membuat tubuh Xiumin bergetar. “Tapi sangat di sayangkan karena aku tidak bisa melihat kalian semua dengan lengkap karena salah satu dari kalian sedang berada di kandang para penghisap darah…..” Lanjutnya, bulu kuduk Xiumin kini berdiri.

“Kenapa kau hanya diam saja? Kau tau siapa aku ‘kan?” Tanya orang berwajah pucat itu kepada Xiumin. Xiumin mengangguk kikuk, orang berwajah pucat itu tersenyum tipis. “Siapa aku?” Tanyanya lagi.

“Lu… Lucifer…..”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

37 thoughts on “The Covenant Chapter 8

  1. Aaaaa~ momen kaisoo nya bikin gemes. Dasar kai manja bgt ckck
    apadah tuh ada lucifer ? Penasaran
    kasihan luhan oppa *pelukluhan* wkwk
    sehun gatau apa ya kalo luhannie nya lagi sedih wkwk
    next next cha penasaran.

  2. wahhh
    knph minho.a dbuat poor ?
    hikseuu
    sehun.a gk akn knph” kn ?
    minho.a jga bkalan gk pnya niat jhat ma sehun dan kluarga ipswich lain.a kn ??
    eotteohke !!!
    #panikmodeon
    LUCIFER !!!!!
    OMO !!!
    NEXT !!!

  3. Ping-balik: The Covenant Chapter 9 | Acha's Blog

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

  5. Siapa lagi itu? Lucifer. Jahat atau baik kah? Atw netral? Astaga makin byk az dah perasaan musuh nya. Kasian y Luhan d tggl Sehun, tp skrg kykny kasian Sehun yg d tinggal Luhan. Atau mgkn ke 2 ny sama2 kasian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s