History of MAMA Chapter 7

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Seven-

Summary :

“Titik kelemahan mereka semua adalah Wind, mereka semua terlalu menyayangi bocah itu, dasar para makhluk bodoh, mereka terlalu mengagungkan kasih sayang, padahal kasih sayang hanya akan membuat mereka lemah dan kalah…..”

-***-

A/N:

Wohoh~

Author nyuri waktu buat publish ni chapter *elap keringet*

Part Sebelumnya -> 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/

Untuk Character Profile bisa di lihat di library ^^

Be aware with typo(s)

Happy Reading :*

-***-

“Papa…??” Sehun melihat Aiden dengan kening berkerut.

Aiden hanya tersenyum, dia melihat semua orang yang ada di ruangan itu dan memperkenalkan diri.

“Aku guardian Aiden, guardian yang akan mengarahkan kalian selama di Sanguinets, kalian bisa memanggilku Donghae, aku lebih suka di panggil seperti itu dari pada di panggil dengan nama guardianku” Donghae berjalan ke arah Jongin dan memegang pundaknya “Dan untuk kau Jonginie, aku berjanji akan membangkitkan Onew setelah semua berakhir, percayalah padaku” Ucap Donghae lembut, mata teduhnya memberikan kehangatan di hati Jongin.

Jongin tidak mengatakan apapun, dia masih sesenggukan akibat tangisannya tadi, sedangkan Sehun, dia masih menatap pergerakan Donghae dengan kening yang masih saja berkerut.

“Jangan menatapku seperti itu, Sehunie… aku bukanlah seorang kriminal” Ucap Donghae tanpa menoleh kepada Sehun.

Melihat itu Yoona hanya tersenyum, dia memeluk Sehun.

“Kau bisa memanggilnya Papa kalau kau mau, sama seperti kau memanggilku Mama” Ucap Yoona sambil tersenyum lembut, Sehun hanya menatap Yoona tidak mengerti.

Donghae tiba-tiba sudah ada di sebelah Sehun, dia memberikan senyum yang sama seperti Yoona, senyuman yang sungguh lembut.

“Kau sudah besar sekarang, tinggimu bahkan melebihiku” Ujar Donghae kemudian memeluk Sehun, Sehun hanya diam tidak mengerti.

Di sisi lain Luhan yang melihat itu hanya menyeka air matanya haru, dia sedikit terisak, Sehun yang mendengar Luhan terisak menolehkan pandangannya kepada Luhan.

“Luhan hyung, kenapa hyung menangis?” Tanya Sehun masih di pelukan Donghae dan Yoona.

“Aniya, mataku hanya kemasukan debu..” Jawab Luhan sambil menggelengkan kepalanya.

Sehun melepaskan pelukan Donghae dan Yoona, dia menatap Donghae dengan bibir mengerucut.

“Kenapa kau masih melihatku dengan tatapan seperti itu?”

“Aku hanya heran, kenapa wajah papaku sangat mirip denganmu?”

“Kalau begitu panggil saja aku Papa” Jawab Donghae singkat, Donghae menoleh kemudian berjalan ke arah Kris.

“Senang bisa bertemu denganmu lagi, Kris..” Ucap Donghae kemudian menyentuh kening Kris dengan jari telunjuknya.

Kris seperti mendapat sengatan listrik untuk sejenak, dalam pikirannya Kris melihat Arose Cube yang di pegang oleh kedua belas MAMA, Arose Cube mengeluarkan cahaya yang begitu menyilaukan, untuk sesaat pengelihatan itu kabur berganti dengan pengelihatan tentang seorang pria berjubah hitam sedang duduk di singasana kerajaan dengan lambang lingkaran dengan bintang di tengahnya.

Donghae melepaskan sentuhan jarinya, Kris terhuyung sejenak, dia kemudian menatap Donghae dengan tatapan penuh tanda tanya, Donghae tersenyum.

“Arose Cube adalah kunci kekuatan tak terbatasmu, dan pria berjubah hitam yang kau lihat tadi adalah lawanmu, Prince Marcus”

“Itu tadi Prince Marcus?” Tanya Kris.

“Mm-mm, sekarang aku tanya kepadamu, saat ini kau telah memiliki mata Dragon, kau bisa mempercepat gerhana atau memperlambatnya, apa kau ingin mempercepatnya?”

Kris tidak menjawab, dia menoleh kepada para MAMA, menatap mereka satu persatu kemudian menatap Donghae lagi.

“Aku rasa kami masih butuh persiapan” Jawab Kris, Donghae tersenyum kemudian mengangguk setelah mendengar jawaban Kris.

“Baiklah, dan aku rasa kalian juga butuh membicarakan hal ini bersama, aku akan pergi sejenak agar kalian bisa berunding, jika kalian telah selesai berunding kirimi aku telepati” Kata Donghae kemudian berpindah tempat ke sebelah Yoona, dia menggandeng tangan Yoona kemudian tersenyum.

“Kita beri mereka waktu untuk berunding” Ujar Donghae kemudian dalam sekejap sudah menghilang bersama Yoona.

-***-

“Yang mulia… Aiden sudah di bangkitkan” Ucap Heechul yang saat ini tengah menghadap Kyuhyun.

“Aku tau” Jawab Kyuhyun singkat, dia memainkan sebuah batang kayu yang berlapis emas yang kini ada di tangannya.

“Lalu apa tindakan anda?”

“Biarkan saja…” Ujar Kyuhyun.

“Membiarkan mereka? Bukankah itu akan sangat membahayakan anda?”

“Memang, tapi aku tau di mana letak kelemahan mereka”

“Titik kelemahan mereka? Memangnya apa titik kelemahan mereka?” Tanya Heechul penasaran.

“Titik kelemahan mereka semua adalah Wind, mereka semua terlalu menyayangi bocah itu, dasar para makhluk bodoh, mereka terlalu mengagungkan kasih sayang, padahal kasih sayang hanya akan membuat mereka lemah dan kalah” Ujar Kyuhyun sambil terkekeh.

Kyuhyun berdiri dan berjalan ke sebuah sangkar yang ia tutupi tirai perak, dia membuka tirai itu dan terlihat olehnya seorang wanita yang kini tengah meringkuk dan menatapnya ketakutan, Kyuhyun membuka pintu sangkar dan masuk ke dalamnya, dia mendekati wanita itu dan membuat wanita itu berdiri, wanita itu hanya menatap Kyuhyun dengan mata hazelnya yang saat ini di penuhi ketakutan.

“Dan dia adalah kunci lain untuk menghancurkan Beast” Ujar Kyuhyun sambil menyeringai, dia mengecup bibir wanita itu sekilas dan mendudukannya lagi, wanita itu kembali meringkuk.

Kyuhyun keluar dari sangkar wanita itu, menutup pintunya dan menutupinya dengan tirai perak, dia menatap Heechul.

“Heechul-ah, apa kau pikir aku perlu sedikit membuat mereka tau seberapa besar kekuatan dan kekuasaanku?”

“Terserah yang mulia saja” Jawab Heechul.

“Hmm.. mungkin sedikit bermain-main akan menyenangkan, kalau begitu… suruh Leeteuk untuk menyerang Wind”

“Ne” Jawab Heechul singkat kemudian menghilang.

Kyuhyun membuka tirai perak sangkar itu lagi, wanita itu masih meringkuk lemah, dan lagi-lagi wanita itu menatap Kyuhyun dengan mata hazelnya yang indah tapi di selimuti ketakutan.

“Kau tau, kau terlalu cantik untuk aku jadikan umpan…… Taeyeon-ssi” Ucapnya kemudian kembali menutup tirai tersebut.

-***-

“Oppa…” Panggi Yoona kepada Donghae, mereka saat ini tengah berada di air terjun Yeosa, dia bersandar di bahu Donghae.

“Hmm?”

“Kapan kita akan memberitahu Sehun?”

“Setelah semuanya berakhir, Yoong…”

“Tapi aku ingin segera memberitahunya….”

“Bersabarlah sedikit, saat ini kelangsungan jagad raya lebih penting”

“Arraseo..”

“Yoong…” Panggil Donghae sambil menatap Yoona, Yoona membalas tatapan Donghae.

“Aku sangat merindukanmu..” Ujar Donghae kemudian mencium kening Yoona.

“Tapi…” Ucap Yoona tiba-tiba, membuat ciuman Donghae di keningnya terlepas.

“Tapi apa?”

“Bukankah kita hanya bisa mengungkapkannya kalau salah satu dari kita atau para MAMA menemukan salah satu dari kalung itu?” Ujar Yoona.

“Kau benar… kita tidak bisa mengungkapkannya tanpa kalung itu….”

-***-

Saat ini kedua belas MAMA berada di ruang tengah rumah Sehun, untuk beberapa saat mereka saling diam karena bingung mana dulu yang harus di bicarakan, Suho mengedarkan pandangannya, mata Suho membesar sejenak kemudian menyipit.

“Sehun-ah… bukannya itu Donghae hyung dan Yoona noona?” Tanya Suho sambil menunjuk foto berukuran besar yang terpajang di tengah ruang itu.

“oe? Benar juga” Kyungsoo menanggapi perkataan Suho.

“Mereka orang tuaku, nama mereka Oh Seungji dan Oh Rachel” Jawab Sehun.

“Tapi kenapa wajah mereka begitu mirip dengan Donghae hyung dan Yoona noona? Matamu kalau dilihat-lihat juga sangat mirip dengan Donghae hyung..” Tanya Chanyeol heran.

“Itulah yang sama sekali tidak aku mengerti” Jawab Sehun sambil menatap foto kedua orang tuanya, raut wajah kebingungan terpancar dari wajah Sehun.

Luhan yang melihat wajah kebingungan Sehun merasa bersalah, ingin dia memberitahu Sehun, tapi Luhan masih mengingat dengan jelas bagaimana Yoona memintanya untuk menyembunyikan hal ini dari Sehun, yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah menepuk-nepuk punggung Sehun untuk menenangkannya.

“Baiklah… dari mana kita mulai?” Tanya Kris tiba-tiba.

“Bagaimana dengan tempat tinggal?” Usul Jongdae.

“Tempat tinggal? Bukankah kita sudah mempunyai tempat tinggal masing-masing?” Tanya Chanyeol heran.

“Ani.. maksudku, bukankah lebih baik jika kita tinggal bersama agar bisa berlatih bersama-sama?” Jawab Jongdae.

“Jongdae benar, akan lebih baik jika kita selalu bersama” Kris menyetujui.

“Lalu dimana kita akan tinggal?” Kali ini Yixing yang bertanya.

“Bagaimana kalau di rumahku?” Usul Baekhyun.

“Rumahmu terlalu jauh dari jangkauan kota” Ucap Chanyeol.

“Ya!!!!” Baekhyun berteriak.

“Wae? Kenapa kau berteriak? Bukankah memang seperti itu kenyataannya?” Chanyeol mulai beradu mulut dengan Baekhyun.

“Meskipun jauh setidaknya rumahku besar dan nyaman!!!” Baekhyun masih tidak terima.

“Dasar kekanakan” Ujar Tao.

“YAAAA!!!!!” Chanyeol dan Baekhyun berteriak bersamaan kepada Tao, mata Tao melebar, dia berdiri kemudian menunjuk Baekhyun dan Chanyeol bergantian.

“Kalian…. apa kalian mau merasakan jurus wushuku???!!!!” Kali ini Tao yang berteriak.

Kris membuang nafas berat sambil menutup mata dan menggeleng, dia kemudian berdiri dan memegang pundak Tao dan menatap Tao lembut.

“Duduklah….” Perintah Kris halus, Tao menurut, dia duduk sambil mendengus, sedangkan Baekhyun dan Chanyeol saling membelakangi satu sama lain.

“Lebih baik kalian semua tinggal di rumahku” Kata Sehun tiba-tiba. “Rumahku besar, nyaman, dan berada di kota, di tambah dengan guardian Aiden dan Yoona Mama yang pasti akan tinggal disini akan mempermudah kita untuk berlatih, kamar kosong di rumahku juga sangat banyak, kalian bisa memliki kamar masing-masing kalau kalian mau, semuanya bersih dan terawat” Lanjutnya.

Kris tersenyum mendengar perkataan dewasa Sehun, mungkin bukan perkataan dewasa, lebih tepatnya solusi dari Sehun, dia melihat MAMA lain yang hanya diam setelah mendengar usulan Sehun.

“Apakah ada yang menolak usulan Sehun?” Tanya Kris.

“Apa yang di katakan Sehun memang benar hyung, tapi bagaimana dengan rumah kami? Siapa yang akan merawat dan membersihkannya?” Tanya Suho.

“Kenapa kau tidak menyuruh pembantumu tinggal di sana untuk menjaganya?” Kris bertanya balik kepada Suho.

“Ahh.. benar juga” Suho mengangguk.

“oe? Lalu bagaimana dengan rumahku? Aku tidak mempunyai pembantu” Tanya Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku akan menyuruh salah satu pembantuku dan keluarganya untuk tinggal disana dan merawatnya” Jawab Sehun, Baekhyun menatap Sehun.

“Jinjja???”

“Mm”

“Lalu siapa yang menggaji?” Tanya Baekhyun lagi.

“Tentu saja aku, aku kan majikannya!” Jawab Sehun sedikit emosi.

“Hahahaha… gomawo..” Baekhyun tertawa melihat Sehun sedikit emosi.

“Baiklah, apa ada masalah lagi dengan masalah tempat tinggal?” Tanya Kris.

“KING!!!!!!” Teriak Yixing tiba-tiba, membuat semua yang ada di situ memegang dadanya kerena kaget.

“Yixing hyung!!! Jangan membuat kami kaget!!!” Protes Jongdae.

“Ada apa sebenarnya? Kenapa kau tiba-tiba berteriak?” Tanya Kris.

“Di rumah Baekhyun masih ada anjing kami, namanya King”

“Ah matta, King masih di rumah” Ujar Baekhyun membenarkan ucapan Yixing.

“Sehun-ah… bolehkah kami membawa King untuk tinggal disini?” Yixing meminta izin kepada Sehun.

“Tentu saja”

“Aku akan mengambilnya” Ucap Jongin tiba-tiba, dia berdiri kemudian melangkahkan kakinya satu langkah dan menghilang, melihat Jongin seperti itu membuat Minseok menghembuskan nafas berat.

“Minseok-ah… Jongin kenapa?” Tanya Luhan kepada Minseok.

“Dia masih belum bisa menerima Onew hyung telah di rubah”

“Dia pasti sangat menyayangi Onew hyung..”

“Aku memang sangat menyayanginya” Ucap jongin yang tau-tau sudah ada di rumah Sehun dengan membawa anjing putih yang bernama King, anjing itu langsung berlari ke arah Kyungsoo.

“oe? Kenapa dia berlari ke arah Kyungsoo?” Tanya Baekhyun heran.

“Mungkin dia menyukaiku” Ujar Kyungsoo yang saat ini sudah mulai terpesona oleh King.

Jongin berbaring di pangkuan Minseok, Minseok hanya mengelus-elus rambut adiknya, Kris yang melihat itu mengusap-usap kaki Jongin.

“Jongin-ah… sudahlah, kau dengar kan apa kata Donghae hyung tadi? Dia pasti akan membangkitkan Onew hyung lagi..” Jongin tidak menjawab, dia hanya menatap Kris dengan mata ‘aku harap begitu’.

“Apa ada lagi yang saat ini harus kita bicarakan?” Tanya Kris kepada para MAMA.

“Sekolah kita, sekolah kita berbeda-beda, akan sulit untuk kita melindungi satu sama lain” Ujar Kyungsoo.

“Ya!… siapa yang akan kau lindungi? Kau malah yang harus di lindungi, bahumu saja kecil” Ujar Chanyeol yang hanya di sambut tatapan tajam dari Kyungsoo yang sampai saat ini masih menggendong King.

MAMA lain terkikik geli mendengar perkataan Chanyeol barusan, tapi mereka tidak berani tertawa dengan keras karena takut dengan kekuatan Kyungsoo.

“Mmm…. kalau begitu besok kalian semua yang masih sekolah akan pindah ke sekolahku, dan untuk yang sudah kuliah akan pindah ke kampus Luhan hyung, bagaimana?” Usul Sehun.

“Mwo??? Aku saja baru dua hari bersekolah di Paran High!!” Ujar Tao.

“Aku juga!!!” Ujar Baekyun-Kyungsoo-Yixing-Jongdae bersamaan.

“Tidak masalah” Ujar Sehun.

“Tidak masalah katamu? Apa kau pikir biaya pindah sekolah itu sedikit?” Ujar Jongdae bersunggut-sunggut.

“Aku akan mengurusnya” Ujar Sehun santai. “Yang jelas kalian semua akan aku pindahkan ke sekolahku dan kampus Luhan hyung”

“Ya!! Kau jangan seenaknya saja!!!” Baekhyun masih tidak terima. “Memangnya apa nama sekolahmu??!!!” Lanjutnya.

“Seoul International High School, dan kampus Luhan hyung adalah Yonsei University, bagaimana?” Ujar Sehun sambil menaikkan satu alisnya.

“Se..Seoul In..International High..??”

-***-

“Permainkan mereka…” Suara seorang namja terdengar lirih di sebuah rumah bergaya abad pertengahan.

“Apa aku harus membunuhnya?”

“Tidak, cukup permainkan saja mereka, kau hanya perlu memberi mereka sedikit cuplikan bagaimana kuatnya bangsa Ryuk” Ucap namja itu sambil menyeringai.

“Aku mengerti”

“Bagus, apa ada yang kau butuhkan saat ini?”

“Tidak ada”

“Baiklah, aku percaya padamu, Leeteuk…”

“Kau memang harus percaya padaku, Heechul…” Ucap Leeteuk sambil menyeringai yang di balas seringaian juga oleh Heechul.

“Aku pergi dulu..” Ucap Heechul kemudian, sepasang sayap hitam muncul di punggung Heechul, sayap Heechul mengepak, dia terbang sejenak kemudian menghilang seiring dengan asap hitam yang tiba-tiba muncul.

-***-

Para MAMA sudah memindahkan barang-barang mereka ke kamar masing-masing, mulai malam ini mereka sudah tinggal di rumah Sehun, mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam, Kyungsoo dan Yixing yang memasak, sedangkan Chanyeol membuat snack untuk camilan mereka nanti malam. Mereka makan dengan sangat lahap, terutama Tao, dia sudah seperti orang yang tidak makan selama tiga hari.

“Kyungsoo hyung, aku rasa kalau kau tidak terpilih menjadi MAMA kau bisa saja menjadi koki di restoran berbintang” Puji Sehun.

“Gomawo”

“Bagaimana denganku?” Tanya Yixing.

“Tentu saja Yixing hyung juga” Jawab Sehun sambil tersenyum, eye smile-nye terbentuk.

“Kalian sedang makan?” Sebuah suara terdengar dari pintu, para MAMA menoleh, ternyata Donghae dan Yoona.

“Guardian Aiden… Mama…” Panggil Sehun.

“Sudah ku bilang panggil saja aku Papa, Sehunie” Ujar Donghae sambil mengacak rambut Sehun.

Sehun hanya diam, dia masih ragu untuk memanggil Donghae dengan sebutan Papa, dia berpikir apakah memanggil Donghae dengan Papa adalah hal yang benar? Pikirannya masih menolak hal itu, tapi hati kecilnya menyuruhnya untuk memanggi Papa.

“Aku tau kau masih ragu, aku akan memberikanmu waktu” Ujar Donghae sambil tersenyum, Sehun hanya tersenyum kikuk.

BRAKKK!!!!

Suara hantaman benda keras terdengar dari luar, para MAMA menghentikan makan malam mereka dan berlari keluar, terlihat oleh mereka sebuah mobil besar tak jauh dari rumah Sehun menabrak sebuah tiang, aneh, mobil itu mengeluarkan cahaya merah, para MAMA mendekati mobil dan mencoba melihat di dalamnya.

Seseorang keluar dari mobil itu dengan sepasang sayap kokoh berwarna hitam, dia terbang, orang itu menatap para MAMA dengan mata merahnya, dia menyeringai menunjukkan taring tajamnya.

“Lama tidak bertemu, Yixing…”

Yixing bergetar, dia ketakutan dan bersembunyi di balik Kris.

“Dia siapa, Yixing?” Tanya Kris.

“Dia Leeteuk.. dia..”

“Malaikat tak bersayap yang kini menjadi half-Ryuk” Jawab Jongin, Yixing menatap Jongin kaget.

“Bagaimana kau bisa tau?”

“Onew hyung pernah menceritakannya kepadaku” Jawab Jongin singkat.

Kris memegang tangan Yixing kemudian menyuruh Luhan untuk menjaganya, Kris terbang, mensejajarkan posisinya dengan Leeteuk.

“Apa maumu?” Tanya Kris dingin.

“Lihat.. saat ini di depanku adalah sang Dragon, suatu kehormatan bisa bertemu denganmu Dragon, tapi sayangnya saat ini aku tidak ingin bermain denganmu, aku hanya ingin bermain dengan Wind, hahaha..” Jawab Leeteuk sambil menatap Sehun tajam, Leeteuk menjentikkan jarinya membuat Sehun terangkat keatas dan merasa seperti tercekik.

“Akkkkhhhh!!!!” Sehun berteriak kesakitan.

“Sehun-ah!!!” Kris mencoba terbang ke arah Sehun, tapi kakinya di tahan oleh ekor Leeteuk, Kris marah, dia mengeluarkan apinya dan membuat Leeteuk langsung melepaskan ikatan ekornya, Leeteuk marah mendapat perlawanan dari Kris, dia mengangkat Sehun lebih tinggi lagi. Sehun berusaha melawan dengan mencoba menciptakan angin, tapi rupanya hal itu sama sekali tidak berpengaruh kepada Leeteuk.

Chanyeol mulai menembakkan bola apinya kepada Leeteuk, Minseok dan Suho bergabung untuk menciptakan gelombang air dan es untuk menggulung Leeteuk di dalamnya, Kyungsoo melemparkan bebatuan yang di ciptakannya, sedangkan Baekhyun, Tao dan Jongin hanya melihat kejadian itu tanpa mengerti apa yang harus mereka lakukan, serangan dari para MAMA masih bisa di atasi Leeteuk walaupun membuatnya sangat kualahan.

“Lepaskan anakku!!!!” Teriak Donghae yang tiba-tiba muncul dan marah, begitu pula Yoona, dari tubuh mereka berdua berpendar cahaya biru terang yang menyilaukan.

“Ternyata kau yang namanya guardian Aiden..” Ujar Leeteuk sambil menyeringai, dia menjentikkan jarinya membuat Sehun terlempar jauh ke atas, mata Donghae melebar, dia dan Kris segera terbang untuk menolong Sehun.

Yoona menembakkan cahaya biru yang berhasil membuat Leeteuk tersungkur namun dalam sekejap dia bangkit lagi dan menembakkan cahaya merah yang tepat mengenai dada Yoona, Yoona terhuyung dan di tangkap oleh Luhan dan Yixing, Yixing mencoba menyembuhkan Yoona, sedangkan Luhan berjalan mendekati Leeteuk dan menatap Leeteuk tajam, Leeteuk hanya membalas tatapan Luhan dengan seringaian.

“Kau telah membuat adik dan kakakku terluka!!!” Teriak Luhan.

“Hahaakkkkhhkh!!!!!!” Tawa Leeteuk berganti menjadi jeritan kesakitan, tiba-tiba dari mata, mulut dan telinga Leeteuk keluar darah hitam, Leeteuk terus menjerit dan mendongak keatas, Luhan masih menatapnya dengan tatapan yang makin menajam, bola mata Luhan berubah menjadi biru, seluruh isi tubuh Leeteuk keluar melalui mulutnya, setelah seluruh isinya keluar tubuh Leeteuk pun terhempas jatuh ke bawah dan menghantam tanah dengan keras, membuat tanah sekitar menjadi sedikit retak, tubuh Leeteuk hancur dan dalam sekejap berubah menjadi butiran debu yang menghilang tertiup angin, menyisakan bekas darah hitam yang masih tercacar dan tanah yang kini sedikit retak.

Seseorang menepuk bahu Luhan dari belakang, menyadarkan Luhan dari pikirannya, Luhan menoleh, ternyata Donghae, dia tersenyum lembut kepada Luhan, bola mata Luhan yang tadi berubah warna menjadi warna biru telah kembali normal.

“Sehunie dan Yoona sudah tidak apa-apa, Yixing sudah menyembuhkan mereka” Ujar Donghae sambil menunjuk Yoona dan Sehun yang kini berada di pangkuan para MAMA dengan kondisi lemah.

“Hyung…” Panggil Luhan.

“Mm??”

“Apakah aku… apakah aku yang telah membunuh Leeteuk?” Donghae tersenyum mendengar pertanyaan Luhan, Donghae mengangguk, Luhan melebarkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukannya.

“Apakah itu artinya… aku adalah seorang pembunuh??” Tanya Luhan lagi, tersirat raut wajah khawatir di wajahnya.

“Kau bukan seorang pembunuh… kau melakukan itu untuk hal yang benar dan itu memang sudah kewajibanmu, dan aku rasa aku harus berterima kasih untuk itu” Ujar Donghae kemudian menepuk pundak Luhan, Donghae berbalik dan berjalan menuju Yoona dan Sehun yang sampai saat ini masih terkulai lemas.

“Aku juga harus berterima kasih karena kau telah menggantikan posisiku untuk menghabisinya selagi aku menolong Sehun” Kali ini Kris yang berterimakasih kepada Luhan, Luhan hanya memandang Kris dengan mata berkaca-kaca, Kris tersenyum kemudian memeluk Luhan.

“Jangan menangis, kau seharusnya bangga karena kau telah meyelamatkan salah satu dari kita…”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

26 thoughts on “History of MAMA Chapter 7

  1. aaaaaa~ mau protes kenapa kyu oppa nyium tae eon. GA TERIMA *abaikan*
    beast sapa cha ?
    Ayolah makin greget sama nih epep wkwk
    next part dtnggu cha.
    Jangan bikin adegan kyu oppa nyium org lagi ya hahaha *gategabacanya* wkwk

  2. Ya!
    Ya!
    Ya!
    Npa coba Si evilkyu thu maen nyium2 tae un
    #g terima#asah golok
    sehun ma mama yg lain dah tau dong kalo’ yoonhae ortu kndung sehun?
    Aku g tega liat luhan mti’in(?) leeteuk kyak gtu
    smpai brdarah2 lg#hi…
    Moment.ny yoonhaehun kurang bnyak!!!

  3. omo!!
    heart atack d pagi harii
    kyu vs kris ??????
    leeteuk oppa, tega.a kau !!
    sehunnie, gwaenchana ??
    yoong eonni ??
    luhan ge, u’re no a killer but u’re a saviour
    hikseu hikseuu

  4. hua., daebak!!
    makin keren aja ceritanya..
    kasihan sehun oppa dijadiin mainan…
    yea, luhan oppa hbat bisa bnuh orang pke tatapan tajamnya…
    lanjut chingu., ^^

  5. Q baru nemu ini ge’ stlh sibuk gak buka2 google n Ok akhirnya si Tae eon muncul juga stlah skian lama menghilang dgn scene dicium Kyu gue gak cmburu sumpah deh lagian q Juga gak mau dicium Kyu maunya Ryeong za /apasih/ Dan ntk Luhan yg sudah membunuhcoret membuat leeteuk menjadi butiran debu ? Ehm Ya Leeteuk q tetap mencintaimu Walau bagaimanapun /digaplok/

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 8 | Acha's Blog

  7. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  8. Sepertinya tambahan masalah mereka adanya cinta segitiga antara yoona,donghae,dan kyuhyun..
    Kyuhyun mungkin marah sama yoona karena yoona lebih milih donghae daripada dia..
    Oia luhan keren…
    Hanya karena tatapannya sudah dapat membunuh musuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s