The Covenant Chapter 9

The Covenant

 

The Covenant

Title : The Covenant

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • All EXO Member
  • L Infinite
  • Other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Nine-

Summary :

“Aku tidak bisa menyelamatkan keduanya, aku hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka dengan syarat salah satu dari mereka rela membiarkan hanya jiwanya yang hilang secara perlahan dan itu akan membuatnya meninggal lebih cepat dari waktu yang telah di tentukan…”

-***-

A/N :

Anneyeong readersdeul~~~ *krik krik*

Mian yah, lama… Author sempet sakit kemarin *hikseu

Part Sebelumnya -> 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Sehun sedang berada di dalam mobil Minho dengan L. Joe yang berada di kursi belakang dalam keadaan terikat. Sehun sesekali melihat keadaan L.Joe yang menurutnya sangat menyedihkan dengan tatapan kasihan.

“Ya! Kenapa kita tidak melepaskan ikatannya saja?” Tanya Sehun kepada Minho yang saat ini tengah mengemudi.

“Shirreo!” Jawab Minho singkat tanpa menolehkan wajahnya kepada Sehun.

“Ya! Apa kau tidak kasihan kepadanya? Lihatlah betapa menyedihkannya namja pirang itu!!!!” Sehun berteriak, Minho hanya melihat L.Joe sekilas dari kaca.

“Ya!!!!” Sehun berteriak lagi, kali ini dia memukul-mukul Minho kekakanakan, Minho menepikan mobilnya dan berhenti.

“Kenapa kau memukulku???!!!” Tanya Minho sambil berteriak.

“Karena hyung tidak memperdulikanku!!!” jawab Sehun juga berteriak.

“Hy.. hyung?”

“Tentu saja, apa hyung mau aku panggil noona?” Minho hanya diam, dia menatap mata Sehun dengan mata besar miliknya, Minho bisa melihat bahwa Sehun benar-benar orang yang tulus, tanpa mengatakan apapun Minho langsung memeluk Sehun.

“Oe? kenapa hyung memelukku?” Tanya Sehun tidak mengerti, Minho tidak menjawab, dia hanya mengeratkan pelukannya sejenak kemudian melepaskannya.

“Aku akan melepaskan ikatannya..” Ujar Minho kemudian membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam kursi penumpang di belakang kemudi, dia melepaskan ikatan L.Joe dengan sangat berhati-hati, setelah ikatannya terlepas, L.Joe langsung melakukan perenggangan ringan dan bernafas lega.

“Ahhhh…. Finally…” Tukas L.Joe kemudian menatap Minho dengan bibir yang mengerucut. “Seharusnya kau langsung menuruti apa kata adikmu tadi….” Ucapnya, namun tanpa di duga Minho langsung mencekik leher L.Joe dengan mata merah yang menatap L.Joe tajam.

“Hey!!!! Let go off  me!!!” Teriak L.Joe sambil terus berusaha melepaskan cekikan Minho.

Sehun segera keluar dari mobil untuk membantu L.Joe, dia menarik Minho dengan tenaganya yang begitu kuat dan berhasil melepaskannya dari L.Joe, Minho menatap Sehun dengan mata merahnya yang di penuhi kemarahan kemudian terduduk di tanah dan mengacak-acak rambutnya seperti orang yang terkena depresi berat, masih dalam posisi terduduk Minho tiba-tiba meringkuk dan menangis pilu. Sehun mendekati Minho dan menyentuh pundaknya lembut.

“Hyung….” Panggil Sehun lembut, Minho menatap Sehun dengan mata yang di penuhi air mata, dia terlihat begitu ketakutan, Minho lagi-lagi mengacak rambutnya dan menangis seperti orang depresi.

“Aku benci seorang adik, aku benci!!! AKU BENCI ADIK!!!!!!!!!” Minho menjerit, dia meringkuk dan menyandarkan tubuhnya di samping mobil sambil menggigiti jari-jarinya.

Tanpa Sehun sadari air matanya mengalir, bukan hanya Sehun, L.Joe juga meneteskan air bening yang hanya mengalir lewat kedua sudut mata itu, Sehun mendekati Minho kemudian memeluknya erat dan ikut menangis bersama Minho yang tubuhnya bergetar ketakutan.

“Aku berjanji akan mengembalikan kasih sayang di dalam keluargamu….” Ujar Sehun lirih.

-***-

“Lu…” Panggil Kris kepada Luhan, namun Luhan seperti orang tuli, dia tidak menjawab panggilan yang di tujukan kepadanya, Luhan hanya terus menerawang kedepan dengan tatapan kosong tanpa sedikitpun bergerak dari tempatnya saat ini. Kris menghela nafas berat.

“Oe? Sehunie kau sudah pulang?” Ucap Kris tiba-tiba.

“Sehunie??!!” Mendengar nama Sehun di sebut membuat Luhan langsung bangkit berdiri dan melihat pintu dengan senyuman, tapi senyuman itu hanya bertahan kurang dari lima detik karena dalam waktu kurang dari lima detik itu wajah tersenyum penuh kebahagiaan telah berubah menjadi wajah murung yang tanpa harapan.

“Lu… sudahlah… jangan seperti ini lagi, Sehun sedang menolong seseorang dan hanya akan jauh dari kita untuk sementara, tidak bisakah kau merelakannya?” Tanya Kris, Luhan tidak menjawab, dia kembali menjadi Luhan yang tuli dan bisu yang tidak mampu mendengar dan berbicara dengan orang sekitarnya.

“Lu!!!! Sadarlah!!! Dia tidak  meninggalkan kita selamanya!!! Dia akan kembali!!!!” Teriak Kris sambil mengguncang-guncangkan tubuh Luhan, Luhan hanya menatap Kris dengan setitik air bening yang berada di sudut mata kirinya.

“Aku tidak bisa….” Ujar Luhan beriringan dengan tetes air mata yang kini melucur di pipinya, Kris memeluk Luhan erat dan menyembunyikan wajah Luhan dalam dekapannya, Kris menengadahkan wajahnya menatap langit-langit untuk menahan air mata yang mendesak keluar, namun gagal, air mata itu berhasil membobol pertahanan Kris, dan untuk pertama kalinya dalam hidup Kris dia menangis, namja dingin itu kini menangis.

-***-

“Lu… Lucifer..” Ucap Xiumin tergagap.

“Tentu saja keturunan Ipswich akan langsung mengenaliku, mereka tidak mungkin melupakan siapa yang telah memberikan mereka kekuatan sihir ‘kan?” Ujar Lucifer sambil menyeringai, bibir ungunya lagi-lagi membuat tubuh Xiumin bergetar ketakutan.

“Why your body is trembling, Mr. Xiumin George Stovkz Ipswich?” Tanya Lucifer kepada Xiumin yang hanya membuat Xiumin melangkah mundur, langkahnya terhenti ketika punggungnya menabrak tembok.

“oh c’mon…. Aku hanya datang untuk berkunjung.. kenapa kau begitu ketakutan?”

“Xiumin hyung!!! Kau di cari-..” Chen tidak melanjutkan kalimatnya ketika melihat sosok berjubah hitam dengan tudung kepala berada di tengah ruang bawah tanah dengan Xiumin yang ketakutan di salah satu sudutnya, mata Chen melebar. Lucifer mengangkat kepalanya dan memperlihatkan seringaian khasnya kepada Chen.

“Ooohh…. Look at there… Hello, Mr. Chen Stovkz… You must know me already, right?” Sapa Lucifer yang entah kenapa lebih terdengar sebagai sebuah ancaman, Chen hanya mengangguk kikuk.

“Who I am?” Tanyanya lagi.

“Lu.. Lucifer..” Jawab Chen sama tergagapnya seperti Xiumin tadi.

“Such a clever boy…” Puji Lucifer tak lupa dengan seringaian khasnya. “Membuatku tidak sabar untuk melihat yang lainnya…” Lanjutnya sambil mengarahkan tatapan matanya tepat ke arah Xiumin.

-***-

“Ini sebagai permintaan maafku kepadamu..” Ujar D.O sambil meletakkan sepiring makanan yang baru dimasaknya di depan Kai.

“Ini apa?” Tanya Kai yang tidak tau apa nama masakan yang di masak D.O.

“Ini namanya gamjatang..” Jawab D.O.

“Gamjatang? Kenapa namanya aneh?”

“Ya!! Kau mau makan atau tidak? Kalau kau tidak mau akan ku makan sendiri!!!” Teriak D.O kemudian mengambil gamjatang yang dibuatkannya untuk Kai.

“Aniyo…. tentu saja aku ingin memakannya, sangat ingin, aku hanya heran saja dengan nama anehnya, mianhaeyo hyung…” Ujar Kai sambil bergelayut di tangan D.O manja, dia menatap D.O dengan mata yang lebih menyedihkan dari pada kucing yang muncul di film Shrek, membuat D.O akhirnya tersenyum dan meyerahkan makanan itu lagi kepada Kai.

“Makanlah yang banyak..” Ujar D.O .

“Ne!” Jawab Kai bersemangat, dia memakan gamjatang buatan D.O dengan lahap, sedangkan D.O, dia hanya melihat Kai memakan masakannya dengan senyum berbentuk hati yang selalu tersungging di wajahnya, dia tidak mengerti kenapa, tapi setiap melihat namja yang berkulit sedikit gelap ini hantinya selalu tenang dan nyaman, ada perasaan dalam hatinya yang menyuruhnya untuk selalu menjaga dia.

“Uhuk..” Kai tersedak, dia langsung mengambil air minum dan meminumnya dengan segera.

“Kai-ah, gwenchana? Apa ada yang salah dengan makananku?” Tanya D.O khawatir, Kai menggeleng kemudian menatap D.O.

“Kalau tidak ada yang salah dengan makananku kenapa kau tiba-tiba tersedak? Jujurlah!!!” Ujar D.O yang saat ini terlihat sedikit marah.

“Aku benar-benar tidak tersedak karena makanan Hyung…” Ujar Kai sambil memegang kedua tangan D.O.

“Lalu kau kenapa?”

“Aku tersedak karena aku merasakan kehadiran Lucifer di rumah ini….” Jawab Kai.

“Lu.. Lucifer katamu?” Kai hanya mengangguk.

-***-

“Tao-ah, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Baekhyun sambil melempari Tao dengan handuk, Tao menangkap handuk yang dilemparkan Baekhyun dengan tepat kemudian ia gunakan untuk menutupi tubuh bagian atasnya.

“Tidak ada” Jawab Tao singkat kemudian memainkan air kolam renang dengan kakinya, Baekhyun dan Chanyeol saling menatap kemudian saling mengangkat bahu tidak mengerti, mereka mengikuti Tao untuk duduk di samping kolam renang dan mencelupkan kedua kaki mereka ke dalam air.

“Aku merindukan Sehun….” Ujar Baekhyun lirih.

“Ya! belum sehari kau tidak bertemu dengannya kau sudah merindukannya?” Tanya Chanyeol.

“Tentu saja, apa kau tidak merindukannya? Bukankah kau tadi mengatakan kau merindukan adik kecilmu?” Tanya Baekhyun balik yang lebih terdengar seperti mengejek.

“Aku memang merindukan dia!” Jawab Chanyeol ketus. “Ya! Tao-ah kenapa kau dari tadi diam saja? Apa kau tidak merindukan Sehun?” Tanya Chanyeol kepada Tao yang dari tadi lebih memilih untuk merasakan cahaya matahari yang menghangatkan tubuhnya daripada berdebat dengan kedua hyungnya yang selalu berisik ketika bersama ini.

“Aku tidak merindukannya… aku membutuhkannya…” Jawab Tao tanpa menolehkan wajahnya kepada sang pemberi pertanyaan.

“Kenapa kau membutuhkan Sehun? Biasanya kau kan yang paling benci ketika Sehun menjahilimu..” Ujar Baekhyun heran.

“Aku membutuhkannya untuk Luhan….” Ujar Tao singkat kemudian berdiri dan meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol yang saat ini masih termenung dengan ucapan Tao barusan.

“Ya!! Tao-ah!! Odiga???!!” Teriak Baekhyun saat posisi Tao sudah lumayan jauh.

“Mandi!!” Jawab Tao yang juga berteriak.

“Apa mau aku temani?” Tawar Chanyeol.

“Tidak perlu!” jawab Tao sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh sebagai tanda penolakan terhadap tawaran Chanyeol.

“Apa aku tidak salah dengar? Bukankah dia tidak pernah berani mandi sendiri?” Ujar Baekhyun.

“Mungkin sekarang dia mau belajar dewaakkhh..” Chanyeol tiba-tiba berteriak sambil memegang dadanya, bola matanya berubah menjadi hitam seluruhnya sehitam kolam di malam hari.

“Chanyeol-ah, kau kenapa?” Tanya Baekhyun khawatir.

“Lucifer ada di rumah ini…”

-***-

“L hyung, apa tidak ada cara untuk menghentikan proses kematian Sehun dan Luhan hyung?” Tanya Suho kepada L. Dia, L dan Lay saat ini tengah berada di perpustakaan keluarga Ipswich di salah satu sudut rumah mereka.

“Ada” Jawab L singkat sambil membalik-balik buku yang tadi di ambilnya.

“Benarkah? Bagaimana caranya?” Tanya Lay bersemangat.

“Minta saja pada Lucifer” L lagi-lagi menjawab dengan jawaban yang sangat singkat, dia kemudian berkeliling perpustakaan untuk melihat-lihat, barangkali ada buku yang menurutnya menarik untuk dibaca.

“Hyung… kami serius!!!!” Teriak Lay.

“Aku juga serius” Jawab L dingin dan masih saja berkeliling sambil sekali-kali menarik buku dari tempatnya, membukanya sekilas kemudian mengembalikannya lagi ke tempat semula.

“L hyung!! Lihatlah kami!!!” Teriak Suho dan Lay bersamaan, L hanya menoleh dan menatap mereka dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

“What?”

“Bagaimana cara menghentikan proses kematian Luhan hyung dan Sehunie?” Tanya Suho sekali lagi.

“Sudah ku bilang minta saja pada Lucifer..” Jawab L masih dengan ekspresi dinginnya.

“Bagaimana kami meminta kepadanya? Bertemu saja kami tidak pernah!!” Ujar Lay yang kini mulai kesal.

“Kalian akan bertemu dengannya sebentar lagi, dia ada di rumah ini…”

“Ne..????” Teriak Suho dan Lay bersamaan.

-***-

Seluruh keturunan Ipswich –minus Sehun- kini sedang berada di ruang bawah tanah rumah mereka, mereka berkumpul karena kedatangan Lucifer yang tiba-tiba ke rumah mereka. Mereka duduk melingkar dengan Lucifer sebagai pusatnya, sedangkan L berada di salah satu sudut ruangan, dia berdiri dan menyandarkan punggungnya ke tembok.

“Apa maksud kedatanganmu kemari?” Tanya Kris,

“Karena dua orang di antara kalian berdua belas yang akan segera meninggal…” Jawab Lucifer. “Menurut perjanjianku dengan kakek moyang kalian, aku harus selalu melindungi dan menyelamatkan kalian, dan kedatanganku kali ini adalah untuk mengatakan… aku tidak bisa menyelamatkan keduanya, aku hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka dengan syarat salah satu dari mereka rela membiarkan hanya jiwanya yang hilang secara perlahan dan itu akan membuatnya meninggal lebih cepat dari waktu yang telah di tentukan…” Lanjut Lucifer.

“Apa katamu? Kenapa kau tidak bisa menyelamatkan keduanya? Bukankah kau adalah Lucifer??!!! Iblis terkuat dan terhebat yang tercatat dalam sejarah, kenapa kau tidak mampu menyelamatkan keduanya???!!!!” Teriak Kai emosi.

“Itu sudah ketentuannya Mr. Kai Hill… Jika aku menyelamatkan keduanya maka seluruh keturunan Ipswich akan meninggal secara berurutan mulai dari yang tertua..” Ujar Lucifer sambil mengarahkan tatapannya kepada Xiumin yang kini membelalakkan matanya kaget.

“Aku akan merelakan jiwaku menghilang demi kehidupan Sehun…” Ujar Luhan yang mengundang tatapan kaget dari seluruh keturunan Ipswich, Luhan yang dari tadi terlihat seperti manusia tanpa jiwa yang bisu dan tuli kini angkat bicara, tapi tentu saja, dia hanya akan bicara jika hal yang dibicarakan menyangkut Sehun.

“Apa kau yakin, Mr. Luhan George Graham?” Tanya Lucifer, Luhan mengangguk.

“Lu!! Apa yang kau pikir kau lakukan saat ini??!” Teriak Kris, hari ini Kris banyak berteriak dan banyak marah, namja dingin itu kini telah berubah semenjak kepergian Sehun.

“Aku sudah hidup cukup lama, dan aku sudah bahagia, aku bahagia karena kedua belas saudaraku yang selalu menyayangiku dan berada di sampingku ketika aku senang bersedih, aku sangat bahagia karena semua itu, sekarang izinkanlah aku untuk melakukan ini…” Ujar Luhan.

“You don’t have to do that, Lu… There must be another way to save you both…” Kali ini Kris berkata dengan lembut kepada Luhan, Luhan hanya tersenyum tipis.

“Kris… aku tau kau sangat menyayangi kita semua, tapi bukankah sudah jelas di katakan bahwa tidak ada jalan lain selain membiarkan satu hidup dan satu mati?”

“Tapi….”

“Kris, masih teringat jelas di pikiranku ketika Sehun merelakan dirinya tergigit oleh vampire demi menyelamatkanku, dan kini dia harus menanggung resikonya dengan menjadi salah satu pangeran yang hidupnya terancam karena dua kekuatan istimewa yang dimilikinya, saat ini dia juga tengah berusaha menolong seseorang yang bahkan tidak di kenalnya,  melihat perjuangan dan hati Sehun yang begitu lembut dan penyayang bagaimana mungkin aku tega untuk membiarkannya meninggal bersamaku? Aku menyanyanginya… sangat menyayanginya.. aku melakukan ini karena rasa sayangku kepadanya lebih besar dari pada kepada diriku sendiri…. aku merelakan jiwaku musnah agar jiwanya tetap utuh… aku tidak apa-apa selama Sehun bisa terus hidup dan tersenyum, aku baik-baik saja… aku akan baik-baik saja…” Jelas Luhan dengan air mata yang memenuhi pelupuk matanya.

“Semuanya tidak akan baik-baik saja, Lu… Tidak akan…”

D.O memeluk Kai dan menangis tanpa suara, Kai menepuk-nepuk punggung D.O untuk menenangkannya, Lay dan Suho saling berpandangan dengan mata yang bekaca-kaca, Chanyeol dan Baekhyun hanya saling berpegangan tangan dengan wajah yang menunduk, Chen menyandarkan kepalanya di bahu Xiumin dengan air mata yang mengalir, sedangkan Tao, dia memainkan sebuah kayu kecil yang sedari tadi di putarnya dengan air mata yang tiada berhenti menetes.

“Luhan Graham..” Panggil Lucifer, Luhan menoleh. “Apa kau benar-benar merelakan jiwamu?” Tanya Lucifer.

“Aku merelakannya…” Jawab Luhan kurang dari satu detik, menandakan bahwa namja itu memang benar-benar berniat melakukannya..

“Kalau begitu….” Lucifer menjentikkan jari-jarinya, sebuah buku hitam muncul di depan Luhan. “Tanda tangani The Covenant of Death itu..” Perintah Lucifer, tanpa banyak bicara Luhan langsung meletakkan tangannya di atas buku hitam itu, tanda tangan Luhan terukir sendiri di dalamnya, setelah selesai penandatanganan, buku itu langsung menghilang, Luhan menatap Lucifer dengan tatapan nanar.

“Luhan Graham… mulai saat ini… waktumu untuk hidup hanya tinggal dua puluh hari lagi….”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

59 thoughts on “The Covenant Chapter 9

  1. astaga… luhan meninggal setelah 20 hri kedepan? begitu sayang.nya luhan oppa sma sehun oppa smpai2 rela meninggal demi sehun oppa? #terharu…
    tpi.. jgn smpai luhan oppa meninggal ya chingu…please #puppy eyes

  2. beneran luhan mau mati ??? padahal kayak nya nih ff masih panjang, eehh luhan nya main tinggal gitu aja. sayang banget kan. hahahaha *di tunggu yah, chapter selanjut nya*

  3. knph l.joe bisa sma minho ???
    aduu sehunnie tulus bgt sma minho
    pdhal mngkin minho pnya niat jhat 😦
    mungkin kkk

    lulu jg mati
    nnti siapa yng nemenin sehunni beli bubble tea ??
    yahh jgn bikin mati lulu donk 😥
    stuju ma kta kai masa buat pthanin nyawa 2 orng ipswich ajh dy gk bisa (lcfr)???
    udd ah kpanjangan kkk

    next 🙂

  4. Ping-balik: The Covenant Chapter 10 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s