History of MAMA Chapter 8

HoM copy

History of M1AMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Eight-

Summary :

“Kyungsoo-ah… Sepertinya sahabatmu sedang merindukanmu”

-***-

A/N:

Author mau kasih pengumuman, Author punya dua ff baru, yang satu judulnya Rain ( Main Cast BaekYeol [not Yaoi of Course]), sama Angle (Main Cast KaiSoo [ini juga bukan Yaoi]) dan mungkin salah satu dari ff tersebut bakal Author publish minggu depan (setelah publish the covenant Chapter 10 pokoknya), tapi Author ga tau yang mana yang duluan, hihi._.v

Chap Sebelumnya -> 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/

Character Profile bisa di lihat di library ^^

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Para MAMA berkumpul di kamar Sehun menunggu Sehun sadar dari pingsannya, Luhan terus saja memegang tangan Sehun sambil berdoa, perlahan Sehun menggerakkan tangannya dan membuka mata sedikit demi sedikit.

“Eugghh…”

“Sehunie, kau sudah sadar?” Tanya Luhan begitu Sehun membuka matanya.

Sehun tidak menjawab pertanyaan Luhan, dia melihat sekeliling dan menatap para MAMA satu persatu.

“Mana mama?” Tanya Sehun.

“Yoona sedang beristirahat di kamarnya” Jawab Donghae yang tiba-tiba muncul. “Dia sudah tidak apa-apa” lanjutnya.

Sehun hanya diam.

“Sehunie, apa ada yang sakit?” Tanya Luhan lagi, Sehun menggeleng.

“Kalian semua sebaiknya istiahat saja, kita besok sekolah” Ujar Sehun.

“Apa kau besok mau sekolah dengan kondisi yang seperti ini?” Tanya Suho khawatir.

“Mmm, aku tidak apa-apa, kalian tenang saja, tidak ada yang sakit” Sehun menenangkan hyung-hyungnya. “Luhan hyung, kau juga istirahatlah…” Lanjutnya.

“Apa kau benar-benar tidak apa-apa?” Luhan memastikan.

“Sudah ku bilang aku tidak apa-apa”

“Lalu siapa yang akan menjagamu?”

“Aku yang akan menjaganya” Jawab Donghae, setelah mendengar jawaban Donghae, para MAMA akhirnya keluar dari kamar Sehun satu per satu dan beristirahat di kamar mereka masing-masing. Donghae duduk di kursi di sebelah ranjang Sehun sambil mengelus-elus rambut Sehun lembut, mereka saling diam.

“Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?” Tanya Sehun memecah kebisuan di antara mereka.

“Apa?”

“Apa maksudmu tadi dengan ‘Lepaskan anakku’??” Donghae tersenyum.

“Jika tiba waktunya sebuah rahasia besar terungkap, di saat itulah kau akan tau…” Jawab Donghae sambil masih mengelus-elus rambut Sehun.

-***-

Pagi hari di rumah Sehun yang biasanya begitu sepi kini di penuhi keributan oleh para MAMA yang saat ini tengah saling mencoba seragam Seoul International High, mereka menilai penampilan satu sama lain.

“Apakah aku harus memakai kacamata agar menyempurnakan penampilanku?” Chanyeol bertanya pada dirinya sendiri di depan kaca.

Dia mengambil salah satu kacamata tak berlensa yang dimilikinya dan memakainya, dia mengamati wajahnya dan penampilannya dari atas sampai bawah kemudian tersenyum.

“Kau memang tampan, Park Chanyeol!” Pujinya pada dirinya sendiri.

Chanyeol mengambil tas sekolahnya kemudian keluar kamar, di dapatinya para MAMA lain yang saat ini tengah berjajar dan saling mengobrol tentang seragam dan sekolah yang akan mereka masuki nanti, Chanyeol tersenyum dan ikut bergabung dengan para MAMA, Chanyeol bahkan menilai penampilan mereka satu persatu.

“Suho hyung… kau terlihat seperti anak pintar” Ujar Chanyeol yang hanya di tanggapi senyuman oleh Suho.

“ Yixing hyung.. em??? Kau terlihat polos” Yixing hanya menanggapi komentar Chanyeol dengan tatapan polos.

“Baekhyunie… kau terlihat seperti orang desa”

“Mwo??? Yaakkk!!!!” Baekhyun tidak terima dengan penilaian Chanyeol.

“Jongdae… kau terlihat babo seperti biasanya…” Ucap Chanyeol datar.

“Yaaa!!!!!!” Sama seperti Baekhyun, Jongdae tidak terima dengan penilaian yang di berikan Chanyeol.

“Kyungsoo… kau terlihat cute” Ujar Chanyeol yang hanya di tanggapi Kyungsoo dengan blank facenya.

“Tao dan Jonginie… kalian berdua terlihat begitu keren!!” Ujar Chanyeol bersemangat kemudian ber-high five ria dengan Tao dan Jongin.

“Kalau aku?” Tanya Sehun yang saat ini sedang turun dari lantai tiga.

“Kau? Emm… sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini karena aku yakin akulah yang tertampan, tapi…. kau terlihat tampan” Ujar Chanyeol sambil mengacungkan jempolnya. Sehun hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Chanyeol.

Kris, Luhan dan Minseok keluar dari kamar mereka masing-masing dengan menenteng tas punggung mereka, para MAMA yang melihat ketiga hyungnya keluar hanya menatap mereka dengan mulut menganga.

“Kalau kalian ingin mengatakan siapa yang paling tampan di antara kita aku rasa jawabannya adalah mereka” Ujar Suho sembari menunjuk Kris, Luhan dan Minseok.

“Kau benar..” Yixing menyetujui perkataan Suho.

“Sejak kapan kalian membicarakan siapa yang paling tampan di antara kita berdua belas?” Tanya Kris.

“Sejak Chanyeol mengomentari penampilan kami” Jawab Jongdae dan Baekhyun bersamaan, Kris hanya tersenyum tipis dan berjalan ke arah Chanyeol kemudian menepuk pundaknya.

“Berhentilah membicarakan hal tidak penting seperti itu, bukankah masih sangat banyak hal penting yang bisa kita bicarakan?”

“Arraseo hyung” Jawab Chanyeol sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu mari kita semua sarapan…” Ujar Kris kemudian.

Kedua belas MAMA ke lantai satu dan berkumpul di meja makan, Donghae dan Yoona juga ikut bergabung dengan mereka, para MAMA mulai memakan hidangan yang tersedia di meja makan, sedangkan Yoona dan Donghae hanya menatap mereka dengan senyuman yang tidak pernah terlepas dari bibir mereka.

“Kenapa hyung dan noona tidak makan?” Tanya Luhan.

“Kami tidak butuh makan” Jawab Donghae singkat.

“oe? Tapi bukankah waktu itu Yoona noona pernah memasakkan makanan untukku dan Sehun?” Tanya Luhan lagi.

“Ryeowook hyung juga sering memasak denganku” Imbuh Kyungsoo.

“Kami memang bisa melakukan semua pekerjaan manusia termasuk memasak, tapi kami tidak butuh hal seperti makan ataupun minum” Jelas Yoona.

“oh…”

“Lalu bagaimana kalian hidup?” Tanya Kris penasaran.

“Kami hidup dari energi Tree of Life, itu sebabnya jika Tree of Life hancur maka kita akan benar-benar musnah, tidak hanya kita, tapi seluruh jagad raya” Jawab Donghae.

“Apa itu artinya kita juga tidak butuh makan?” Tanya Yixing lagi-lagi dengan wajah polosnya.

“Kalian masih butuh makan karena masih ada energi manusia bumi dalam diri kalian, energi manusia kalian akan hilang jika kalian berada di Sanguinets”

“Apakah akan hilang secara permanen?” Tanya Baekhyun.

“Tidak juga, jika kalian memutuskan untuk kembali ke bumi setelah perang di Sanguinets berakhir kalian akan mendapatkan energi manusia bumi kalian lagi”

Para MAMA mengangguk mengerti, mereka melanjutkan kembali sarapan mereka, setelah menyelesaikan sarapan mereka para MAMA berdiri dan bersiap untuk sekolah maupun kuliah.

“Tunggu dulu!” Ucapan Yoona menghentikan langkah kaki para MAMA yang bersiap masuk ke dalam van.

“Ada apa, Ma?” Tanya Sehun.

“Tidak ada apa-apa Sehunie, hanya saja aku lupa untuk mengucapkan selamat ulang tahun untuk Baekhyun…. Baekhyunie.. hari ini gerhanamu akan terjadi, saengil chukkae…” Ujar Yoona sembari tersenyum, para MAMA menoleh ke arah Baekhyun, mereka semua saling diam untuk sejenak.

“Uwaaahhh!!! Baekhyun-ah!! Selamat ulang tahun!!!” Teriak Chanyeol tiba-tiba kemudian memeluk Baekhyun sambil melompat-lompat.

Para MAMA lain juga memberikan selamat untuk Baekhyun, mendapat ucapan selamat ulang tahun dari para MAMA tidak membuat Baekhyun tersenyum ataupun terharu, dia hanya diam, tatapannya seperti kosong.

“Kenapa kau tidak senang atau terharu?” Tanya Tao yang heran melihat tanggapan dari Baekhyun, Baekhyun menatap Tao sejenak kemudian memandangi para MAMA bergantian.

“Karena ini pertama kalinya aku mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang lain, aku tidak tau bagaimana harus bersikap…” Jawab Baekhyun, mendengar jawaban dari Baekhyun membuat para MAMA tersentak kaget, untuk sepersekian detik mereka hanya diam.

“Yang harus kau lakukan adalah bahagia dan tersenyum!!!” Ujar Chanyeol kemudian memeluk Baekhyun lagi.

MAMA lain yang melihat hal itu juga mulai memeluk Baekhyun bergantian, Baekhyun akhirnya tersenyum, membuat mata kecilnya membentuk bulan sabit. Mereka akhirnya masuk ke dalam van setelah berpamitan kepada Donghae dan Yoona untuk berangkat sekolah.

“Kalian tau… ini pertama kalinya aku benar-benar merasakan sebuah keluarga” Ujar Baekhyun saat berada di dalam van.

-***-

“Yang mulia… Leeteuk telah musnah..” Lapor Heechul kepada Kyuhyun.

Kyuhyun mencengkeram kursinya kuat, dia berdiri dan menghentakkan tongkat emasnya, membuat percikan api muncul dari hentakannya itu.

“Siapa yang memusnahkannya?!” Tanya Kyuhyun dengan nada membentak.

“Luhan..”

“Apa katamu?! Luhan??? Sang teleknis??!!”

“Benar yang mulia….” Jawab Heechul sambil menunduk, dia takut akan kemarahan Kyuhyun.

“AAARRRGGGGHHHHHH!!!!” Kyuhyun berteriak dengan keras, teriakan yang mampu membuat burung gagak yang bertengger di kastilnya terbang ketakutan.

Heechul makin menunduk, dia makin tidak berani mengangkat kepalanya, tiba-tiba bola kristal yang ada di ruangan itu mengeluarkan cahaya merah, Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah bola kristal tersebut, mata Kyuhyun melebar setelah melihat apa yang di tunjukkan oleh bola kristal, dia menggenggam tongkatnya kuat-kuat.

“Heechul-ah… kita harus menyerang mereka mulai dari sekarang!”

“Baik, yang mulia…” Jawab Heechul singkat kemudian menghilang.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju sangkar Taeyeon, membuka tirai perak yang menutupinya dan masuk ke dalamnya, Kyuhyun membuat Taeyeon berdiri, Kyuhyun menatap Taeyeon tajam dengan mata yang berkilat merah, Taeyeon hanya membalas tatapan tajam Kyuhyun dengan tatapan memelas ketakutan.

Kyuhyun mengelus wajah Taeyeon dengan jari telunjuknya yang dingin sehingga membuat Taeyeon menutup matanya karena begitu ketakutan, Taeyeon menggigit bibirnya yang bergetar, setetes air mata bening mengalir dari mata kiri Taeyeon, melihat air mata Taeyeon yang mengalir membuat Kyuhyun menyunggingkan bibirnya menyeringai.

“Taeyeon-ssi, apa kau ingin melihat kematian adikmu secara langsung?” Ujar Kyuhyun dingin dan penuh penekanan, Taeyeon langsung membuka matanya kaget, mata hazel miliknya yang dipenuhi ketakutan kini bertemu dengan mata merah milik Kyuhyun, Kyuhyun menyeringai lagi.

-***-

Para MAMA masuk ke dalam area Seoul International High dengan gugup, kecuali Sehun dan Jongin yang sudah berada di sekolah ini lebih dulu, seperti dalam kasus Jongin, Sehun mendaftarkan para MAMA terlebih dahulu dan khususnya menempatkan Tao agar satu kelas dengannya dan Jongin, dia juga mengatur agar para MAMA berada dalam kelas yang sama sesuai dengan tingkat mereka, setelah semua urusan selesai, Sehun menunjukkan di mana kelas para MAMA kemudian berjalan sendiri bersama Jongin dan Tao ke kelas mereka.

Kepindahan para MAMA di Seoul International High lagi-lagi membuat kehebohan, artikel tentang mereka pun di muat di majalah dinding sekolah satu jam setelah kepindahan mereka di sekolah ini, yang membuat para murid di sana makin tertarik adalah, bagaimana mereka bisa kenal dengan seorang Oh Sehun dan dekat dengannya.

-***-

Baekhyun, Jongdae, Chanyeol dan Kyungsoo menempati kelas XI-3, Baekhyun duduk dengan Chanyeol, sedangkan Kyungsoo dengan Jongdae, mereka rupanya sangat serius di hari pertama mereka sekolah disini.

Di tengah-tengah penjelasan guru, seorang guru lain masuk ke kelas mereka dan mengatakan bahwa ada dua murid pindahan lain di kelas ini, satu namja dan satu yeoja, guru itu pun mempersilahkan murid pindahan itu untuk masuk, mata Jongdae, Chanyeol dan Kyungsoo melebar melihat siapa yang masuk, sedangkan Baekhyun hanya menatap murid pindahan baru itu sekilas dan melanjutkan kegiatannya mencoret-coret buku.

Kedua murid baru itu membungkuk memberi hormat, mereka kemudian memperkenalkan diri mereka masing-masing.

“Hai, namaku Kim Hyemi, kalian bisa memanggilku Hyemi” Ucap si yeoja.

“Dan namaku Jino, Choi Jino” Kini si namja yang memperkenalkan diri, baik Hyemi dan Jino mengarahkan pandangan mereka ke tempat duduk para MAMA, mata mereka berkilat merah sebentar , mereka menyeringai, membuat para MAMA membelalakkan mata mereka kaget, terutama Chanyeol dan Jongdae yang kaget dengan kilatan merah di mata Hyemi. Kyungsoo dan Jongdae menoleh ke belakang ke bangku Chanyeol dan Baekhyun.

“Mereka….” Ucap mereka berempat bersamaan.

-***-

Di kelas Sehun, Jongin dan Tao berebut untuk duduk sebangku dengan Sehun, Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan dari kedua temannya ini.

“Aku yang duduk dengan Sehun!!” Teriak Tao kepada Jongin.

“Tidak! Aku yang duduk dengannya!!” Balas Jongin tidak mau kalah.

“Kau sudah duduk dengannya kemarin dan aku yakin kau sudah pasti mengenal seluruh murid di kelas ini, kenapa kau tidak duduk dengan yang lain saja?” Ujar Tao masih berteriak.

“Aku tidak mau! Aku hanya ingin duduk dengan Sehun!!!” Jongin masih bersikeras untuk duduk dengan Sehun.

“Kalian duduklah berdua, aku akan duduk sendiri..” Ujar Sehun melerai perdebatan antara Tao dan Jongin.

Jongin dan Tao sama-sama mengalihkan pandangan mereka kepada Sehun, mereka kemudian saling menatap lagi.

“Baiklah kalau begitu..” Ucap mereka bersamaan kemudian bersalaman.

“Tck, choding..” Ujar Sehun sambil menggelengkan kepalanya tidak mengerti, Tao dan Jongin tidak menanggapi perkataan Sehun barusan, mereka hanya duduk di bangku mereka masing-masing dan mengeluarkan buku untuk di baca.

Beberapa saat kemudian seorang guru masuk ke dalam kelas mereka dengan membawa seorang murid yang rupanya seorang murid baru, guru itu menyuruh murid itu untuk memperkenalkan dirinya.

“Anneyeong! Namaku Daeun, Jung Daeun, aku harap aku bisa berteman dengan baik dengan kalian” Ucap murid baru itu dengan tersenyum cerah, baik Tao, Jongin dan Sehun sama sekali tidak memperdulikan murid baru itu.

“Jung Daeun haksaeng, anda bisa duduk di sebelah Kim Hyunjo haksaeng”

“Saem, tidak bisakah aku duduk di sebelah Oh Sehun?” Tanya Daeun kepada gurunya, mendengar namanya disebut Sehun langsung mengalihkan perhatiannya kepada Daeun dan gurunya, Daeun yang melihat Sehun yang kini menatapnya langsung memberikan wink kepada Sehun, membuat Sehun benar-benar risih dengan murid baru ini.

“Tentu saja, kebetulan Oh Sehun haksaeng tidak mempunyai teman satu bangku” Jawab gurunya.

“Aku tidak akan pernah mau duduk satu bangku dengan yeoja!” Ujar Sehun dingin dan penuh penekanan, angin kecil berhembus di kelas itu.

Mendengar kalimat dingin Sehun dan adanya angin yang berhembus tanpa mereka ketahui asalnya –kecuali Tao, Jongin dan Sehun tentunya- sontak membuat teman satu kelas termasuk gurunya takut, kecuali Daeun yang masih tersenyum santai.

“Kenapa kau tidak mau duduk denganku, Sehun-ssi?” Tanya Daeun dengan nada yang di buat-buat.

“Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?” Tanya Sehun balik, kalimatnya terdengar makin dingin.

“Hmm.. baiklah, aku akan mengalah kali ini” Jawab Daeun santai kemudian duduk di sebelah Hyunjo seperti yang di perintahkan gurunya tadi, semua murid memandang aneh kepada Daeun, termasuk Tao dan Jongin yang hanya bisa melongo. Jongin menepuk punggung Sehun dari belakang, Sehun menoleh.

“Ya! Kau tidak apa-apa?”

“Apa maksudmu bertanya seperti itu? Yeoja itu hanya yeoja penggoda, tidak usah terlalu di pikirkan” Jawab Sehun santai dan fokus lagi kepada buku yang tadi di bacanya.

Tao dan Jongin saling bertatapan dan saling mengangkat bahu mereka tidak mengerti.

-***-

Saat bel istirahat para MAMA berkumpul di samping lapangan sepak bola di Seoul International High, mereka duduk tempat penonton.

“Bagimana hari pertama kalian?” Tanya Suho.

“Hari pertamaku aneh” Jawab Tao.

“Apanya yang aneh?” Tanya Yixing.

“Ada yeoja aneh yang juga pindah ke kelasku hari ini, dan dia menggoda Sehun di hari pertamanya memasuki sekolah ini”

“Sehunie, apa itu benar?” Tanya Yixing kepada Sehun yang saat ini tengah meminum air dari botol mineral yang di pegangnya, Sehun melihat Yixing.

“Memang, tapi aku tidak peduli”

“Aneh..” Ucap Jongdae tiba-tiba.

“Apanya?”

“Di kelasku juga ada dua murid pindahan, dia Hyemi dan Jino, Hyemi punya sedikit cerita denganku dan Chanyeol, sedangkan Jino..” Jongdae tidak meneruskan kalimatnya.

“Jino? Maksudmu Jino yang tempo hari aku lihat matanya berwarna merah? Jino yang sahabatnya Kyungsoo?” Tanya Suho.

“Emm-mm” Jawab Kyungsoo sambil menunduk, Chanyeol menepuk bahu Kyungsoo dan merangkulnya.

“Aku rasa mereka bertiga berhubungan…” Ujar Sehun lirih yang membuat para MAMA menoleh ke arah Sehun dengan tatapan penuh tanda tanya.

-***-

Seseorang berdiri di atap sekolah menatap ke sembilan MAMA yang saat ini tengah berada di samping lapangan, tangannya mengepal.

“Percuma saja kau memandangi mereka, mereka tidak akan musnah jika kau tidak melakukan apapun” Suara seseorang membuat seseorang yang tadi menatap para MAMA menoleh.

“Ternyata kau..” Ujarnya dingin.

Seseorang tadi berjalan ke samping seseorang yang memandangi para MAMA dan menepuk pundaknya.

“Aku tau kau mempunyai dendam pribadi ke salah satu dari mereka, salah satu dari mereka hampir membunuhmu, kenapa kau tidak bergabung saja?” Ujar seseorang tadi. “Selama ini kau selalu mencoba menumbangkannya sendiri namun kau selalu gagal, kau tau, jika kau terus seperti itu bukan kau yang akan menumbangkannya malah kau yang akan di tumbangkan olehnya” Lanjutnya.

Seseorang yang memandangi para MAMA hanya diam.

“Aku tidak memaksamu, aku hanya memberimu pilihan” Lanjut seseorang itu lagi.

“Aku akan memikirkannya” Ujar seseorang yang memandangi para MAMA itu pada akhirnya.

“Baiklah, aku pergi dulu…” Ujar seseorang tadi, dia meninggalkan seseorang yang memandangi para MAMA itu sendiri, tangannnya masih mengepal dan kali ini kepalannya makin kuat.

“Aku pasti akan mengalahkanmu….”

-***-

Jam menunjukkan pukul 6 sore ketika bel pulang sekolah berbunyi, para MAMA berkumpul lagi di tempat mereka berkumpul saat istirahat tadi karena ingin merayakan ulang tahun Baekhyun di sana, mereka juga menunggu kedatangan Luhan, Minseok dan Kris.

Tidak lama Kris, Minseok dan Luhan akhirnya datang dengan membawakan kue ulang tahun untuk Baekhyun, Baekhyun benar-benar terharu karena itu, dia bahkan sampai menangis, tepat setelah Baekhyun meniup lilin, gerhana bulan terjadi dan membuat Baekhyun berteriak kesakitan dan pingsan.

Yixing segera menggunakan kekuatannya untuk membuat Baekhyun cepat sadar, setelah beberapa saat Baekhyun akhirnya sadar, dia mencoba berdiri walaupun kepalanya masih sedikit terasa pening.

Yoona yang baru datang dengan Donghae langsung mengusap kepala Baekhyun dengan cahaya biru yang berpendar dari tangannya agar pening di kepala Baekhyun hilang.

“Noona, gomawoyo…” Baekhyun berterimakasih kepada Yoona yang hanya di balas sebuah senyuman.

Saat Baekhyun akan memotong kue yang tadi di bawakan oleh Kris, Luhan dan Minseok, tiba-tiba Kyungsoo berteriak.

“Aaarrgg!!”

“Kau kenapa Kyungsoo-ah?” Tanya Kris khawatir.

“Mollayo hyung, tiba-tiba punggungku seperti di hantam benda keras” Ujar Kyungsoo tidak mengerti.

Kris langsung menyisir daerah sekitar sekolah dengan mata tajamnya, pandangannya berhenti pada gawang lapangan sepak bola.

“Kyungsoo-ah… Sepertinya sahabatmu sedang merindukanmu” Ujar Kris dingin.

Semua mata langsung mengikuti arah pandangan Kris, mereka semua melihat seseorang bermata merah berada di bawah gawang lapangan sepak bola.

“Jino?”

Jino hanya menyeringai, dia berjalan dengan santai ke tengah lapangan masih dengan mata merahnya. Para MAMA begitu pula Yoona dan Donghae langsung mengambil ancang-ancang untuk menghindari serangan tiba-tiba yang mungkin Jino keluarkan, Jino makin menyeringai, dia menjentikkan jarinya dan seorang wanita bermata hazel mucul di sampingnya dalam kondisi terikat, wanita itu memandang Kyungsoo memelas, Kyungsoo menyipitkan mata untuk melihat siapa yang saat ini berada di samping Jino, mata Kyungsoo melebar saat menyadari siapa wanita itu.

“Taeyeon noona? Noona!!!!!!!” Teriak Kyungsoo kemudian berlari tapi di tahan oleh Jongin.

“Lepaskan aku!!! Aku harus menyelamatkan Taeyeon noona!!!” Teriak Kyungsoo sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Jongin.

“Dia hanya memancing emosimu, hyung!! Tenanglah!!!” Jongin balas meneriaki Kyungsoo, Kyungsoo diam, tidak lagi berusaha melepaskan tangannya dari cengkaraman Jongin, dia kembali menatap Jino. Jino menyeringai kemudian menjentikkan jarinya, Taeyeon langsung menghilang, mata Kyungsoo melebar lagi.

“Kau kemanakan noonaku???!!!” Teriak Kyungsoo.

“Kenapa kau berteriak kepadaku Kyungsoo-ah? Bukankah kau seharusnya mengucapkan kalimat kerinduan setelah lama tidak bertemu denganku?”

“Mwo???!!!!”

“Ayolah… bukankah kita adalah sahabat dekat?” Ucap Jino sambil menyeringai, telapak tangan kanannya bergerak, Jongin yang mengamati pergerakan Jino merasa ada sesuatu yang aneh, insting pembunuhnya mulai bekerja.

“Kyungsoo hyung, awas!!!!!”

Insting pembunuh Jongin ternyata benar, saat Jino menembakkan cahaya merah kepada Kyungsoo, Jongin langsung sigap menutupi tubuh Kyungsoo dengan tubuhnya untuk melindungi Kyungsoo, Jongin pingsan seketika dan terjatuh dalam dekapan Kyungsoo.

“Jongin-ah!!!” Teriak Kyungsoo kaget.

“Kyungsoo-ah, bawa Jongin kesini, aku akan menyembuhkannya!” Teriak Yixing. Dengan segera Kyungsoo mengangkat tubuh Jongin dan menyerahkannya kepada Yixing agar disembuhkan.

Melihat satu lagi keluarganya terluka Kris langsung terbang dan menyerang Jino dengan api dinginnya yang membunuh, pertarungan sengit antara Kris dan Jino terjadi, Donghae yang melihatnya hanya tersenyum, sedangkan Yoona maupun MAMA lain terlihat begitu khawatir.

“Hyung!! Kita harus menolong, Kris!!!” Ujar Minseok, Donghae menatap Minseok dan tersenyum.

“Tidak perlu” Jawab Donghae singkat.

“Apa Papa ingin membiarkan Kris hyung terbunuh??!!” Teriak Sehun, tanpa sadar dia memanggil Donghae dengan sebutan ‘papa’.

“Akhirnya kau memanggilku dengan sebutan Papa, Sehunie…. saat ini biarkan Kris melawan Jino sendiri” Ujar Donghae.

“Waeyo?” Tanya Luhan heran dengan sikap Donghae, Donghae hanya menunjuk ke arah Kris dan Jino yang saat ini tengah berduel.

Dari punggung Kris keluar sayap dengan bulu perak namun berpendar cahaya biru, bola mata Kris juga berubah menjadi biru, Kris terus saja menembaki Jino dengan api biru dan merahnya, Jino mencoba melawan tapi Jino sama sekali tidak mampu membalas serangan dari Kris, perlahan cahaya merah yang keluar dari tubuh Jino makin meredup, saat cahaya merah itu hampir benar-benar hilang, Kris menebas kepala Jino tanpa ampun dengan jari-jarinya yang kini telah berubah menjadi sebuah pedang perak yang berkilau membuat kepala itu terpisah dari tubuhnya, menggelinding bebas kemudian berubah menjadi butiran debu, tidak hanya sampai di situ, Kris menembakkan api biru miliknya ke tubuh tanpa kepala milik Jino yang seketika itu musnah dan hilang tak berbekas.

Kris turun ke tanah, nafasnya menderu, Donghae menghampiri Kris dan menepuk bahunya, membuat sayap dan tangan pedang Kris menghilang, Kris menoleh dan menatap Donghae yang kini tersenyum kepadanya. Donghae mengambil Arose Cube yang ada di sakunya kemudian meletakkan tangan Kris di atasnya, cahaya putih berpendar, sama seperti saat Kris membangkitkan Donghae, namun kini cahaya itu tidak membentuk sebuah tubuh, melainkan masuk tepat ke dalam dada Kris dan Suho, Suho terhuyung sejenak namun segera di pegangi oleh Tao yang ada di sebelahnya, berbeda dengan Suho yang hanya di rasuki cahaya putih, satu cahaya lagi berwarna biru masuk ke dalam tubuh Kris dan hampir membuat Kris terjatuh seandainya dia tidak segera di pegangi Donghae.

“Kau telah mendapatkan kekuatan tak terbatasmu, sebaiknya kau percepat saja gerhana bulan para MAMA, jagad raya sudah sangat menanti para MAMA untuk mengembalikan keseimbangan alam, aku yakin kau dan para MAMA lain bisa mengalahkan Price Marcus beserta pasukannya, aku percaya kepadamu, Leader…..”

-***-

“Satu lagi musnah…” Ujar seseorang dari atap bangunan Seoul International High yang sedari tadi mengamati pertarungan antara Jino dan Kris.

“Lalu kenapa jika ada satu orang lagi yang musnah?” Suara seseorang terdengar.

“Itu hanya membuatku berfikir apakah aku mampu melawan mereka, Jino yang sudah sangat terkenal akan kekuatannya dan merupakan salah satu tangan kanan Prince Marcus saja bisa di musnahkan oleh mereka” Ucap seseorang itu dengan masih mengawasi para MAMA

“Kau hanya mempunyai dendam kepada salah satu dari mereka, kau hanya perlu melawan dia…”

Seseorang yang mengawasi para MAMA itu hanya tersenyum kecut.

“Salah satu dari mereka yang terkuat, salah satu dari dua leader itu….”

-TBC-

Iklan

32 thoughts on “History of MAMA Chapter 8

  1. Hai aku reader baru.
    Oh iya aku boleh nanya ga ? Gimana sih cara mau publish ff di wp ? Aku bingung. Apa harus copy paste dari ms office ke wp ya ? Tolong di jawab ya.
    Makasih.

  2. Baru baaaaacaaaa saking sibuknya belajar *ehganyambung* wkwk
    acha publish yang kaisoo dulu ajh ya *puppyeyes* wkwk
    ditnggu ditnggu *ngerusuhajahnihsaya*

  3. Eonni!!! Lagi seru” baca malah TBC -,-
    Next chap di tunggu yaa!! 😀 jebal di percepat ne 😉 *puppy eyes* (?)
    hihihi aku suka banget sama ff ini eon , wah daebak! xD
    kenalin aku readers baru , yg maap baru bs comment di chap ini :’) tp aku sempet comment jg di library 😀 hehehe
    keep writing eon!!! ^^

  4. Hihihihi okedeh eonni :*
    jujur aku suka ff unnie yg berbau (?) exo semua’a 😉 kece” ff nya eon 😀 suka sama ff ini sama The Covenant juga
    mian sbelum’a manggil eonni ‘chingu’ soal’a blm tau line eon sbelum’a ‘-‘ hoho
    bangapta eonni Acha ^^
    sesering mungkin aku bakal mampir trus di wp eon 🙂

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 9 | Acha's Blog

  6. Kira2 siapa yang dimaksud pria misterius itu?
    Suho kah?
    Kan katanya diantara 2 leader..?
    Itu tandanya antara kris dan suho.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s