The Covenant Chapter 10

The Covenant

 

The Covenant

Title : The Covenant

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • All EXO Member
  • L Infinite
  • Other (find by yourself)

-The Covenant Chapter Ten-

Summary :

Aku tidak akan pernah mau menjadi Royal Family jika kalian tidak menganggap Minho hyung sebagai anak kalian!!!

-***-

Part Sebelumnya -> 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/ 9/

Be aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Luhan Graham… mulai saat ini.. waktumu untuk hidup hanya tinggal dua puluh hari lagi..” Ujar Lucifer dingin, Luhan hanya menghela nafas berat kemudian mengangguk, Lucifer tersenyum tipis sebelum akhirnya menghilang seiring dengan asap hitam yang mengiringi kepergiannya.

“Luhan hyung…” Panggil D.O kepada Luhan, Luhan menoleh.

“Em?”

“Hyung gwenchana?” Tanya D.O dengan mata yang berkaca-kaca, Luhan tersenyum tipis setelah mendengar pertanyaan D.O, Luhan mengangguk lemah.

“Aku baik-baik saja…. jangan khawatir..” Jawab Luhan sambil tersenyum.

Luhan memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan menatap langit-langit ruang bawah tanah, Luhan berusaha menahan air mata yang ingin jatuh, tidak dapat Luhan pungkiri bahwa saat ini dan dua puluh hari kedepan dia tidak akan baik-baik saja, bagaimana mungkin orang yang hanya mempunyai sisa waktu hidup selama dua puluh hari akan merasa baik-baik saja? Tapi Luhan sama sekali tidak menyesali keputusannya, dia malah bahagia, bahagia karena dia bisa memberikan hidup untuk adik yang disayanginya, namun Luhan juga takut, bukan takut akan kematian, namun takut akan sebuah perpisahan.

Luhan menghela nafas berat dan menatap kesepuluh saudaranya, memandangi mereka satu persatu dengan mata rusa yang menghangatkan miliknya, seulas senyum tipis juga menghiasi wajah tampannya membuat semua yang melihatnya merasa terenyuh dan iba.

“Maukah kalian mengabulkan permintaanku?” Tanya Luhan tiba-tiba, matanya memancarkan kesedihan walaupun dia tidak mengatakannya secara langsung.

“Permintaan? Memangnya kau ingin apa?” Tanya Kris balik.

“Jangan beritahu Sehun akan hal ini.. kalian mau kan?” Jawab Luhan dengan mata rusanya yang sinarnya semakin memudar, keturunan Ipswich hanya diam, beberapa dari mereka menundukkan kepalanya dan menangis dalam keterdiaman, hati mereka menolak untuk menuruti permintaan hyung mereka ini.

“Aniya! Bagaimanapun Sehun harus tau!!!” Ujar Xiumin setelah beberapa saat dengan sedikit membentak.

“Xiumin-ah…..” Luhan memelas, kesedihan di matanya makin terlihat jelas, bibirnya mulai bergetar.

“Aku tidak mau mendengar permintaanmu! Bagaimanapun juga aku akan memberitahu Sehun tentang hal ini!! Sehun harus tau!!!! Aku akan memberitahunya besok!” Xiumin masih bersikeras menolak permintaan Luhan.

“Xiumin-ah… ini permintaan terakhirku… apa kau tidak mau menurutinya? Aku mohon… aku tidak ingin membebani Sehun yang saat ini sedang menolong Minho….” Luhan masih tidak lelah memohon kepada Xiumin, kali ini dia memegang tangan Xiumin dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya, suaranya bergetar. Xiumin menepis tangan Luhan dan membelakanginya.

“Jangan memohon lagi padaku karena aku tidak akan menurutimu!!!” Desis Xiumin dingin, Luhan mengepalkan kedua tangannya dengan air mata yang makin membasahi pipi putihnya.

“Apa kau ingin melihat Sehun gila???!!! Apa kau ingin melihat dia makin menderita??!!! Sehun sudah sangat menderita dengan statusnya sebagai pangeran vampire yang menjadi buruan seluruh klannya!!! Dia juga sudah sangat terbebani karena harus menolong Minho yang bisa saja melukainya setiap saat!! Apa kau ingin menambah penderitaannya dengan memberitahukan kepadanya bahwa aku akan segera mati?? Apa kau ingin melihatnya menangis???!!!” Luhan berteriak kepada Xiumin, suaranya makin bergetar, kepalan di kedua tangannya makin mengerat seiring dengan kian derasnya air mata yang mengalir, sama seperti Luhan, Xiumin juga mengepalkan kedua tangannya, dia berbalik menghadap Luhan dan menatapnya tajam.

“Minho tidak akan menyakitinya!!!” Bentak Xiumin balik.

“Apa kau bisa menjaminnya???!! Bukankah saat kita masih kecil kau sendiri yang mengatakan bahwa klan vampire sama sekali tidak di percaya?? Kau bilang mereka adalah makhluk berhati dingin!! Mereka makhluk tanpa kasih sayang!!!” Teriak Luhan lagi, dan kini sebulir air mata juga turun dari ujung mata Xiumin.

“Bagaimana mungkin aku menambah beban Sehun yang sangat ini sudah sangat berat dengan proses kematianku? Kalian semua sangat tau betapa tulus, polos dan naifnya Sehun… Apa kalian semua bisa membayangkan bagaimana Sehun nanti ketika mengetahui hal ini? Aku sama sekali tidak bisa membayangkannya… aku tidak sanggup melihat dia menangis… aku terlalu menyayanginya… sangat menyayanginya…” Kini Luhan berkata dengan pelan, kesedihan dan kekhawatiran yang dirasakannya tersirat lewat suaranya yang bergetar, membuat siapa saja yang mendengarnya akan terenyuh dan meneteskan air mata mereka juga. Luhan menundukkan wajahnya yang memerah, menyembunyikan air mata yang kian deras mengalir dari sudut-sudut matanya.

“Lu… Jika kita tidak memberi tahu Sehun, dia pasti akan sangat terpukul jika tiba-tiba kau meninggalkannya…” Ujar Kris di sela-sela tangisnya.

“Dia akan dua kali lebih terpukul jika dia mengetahui alasan kematianku!! dia pasti akan merasa bersalah seumur hidupnya!! Apa kau tidak mengerti bagaimana Sehun?!! Dia adik kandungmu!! Apa kau masih tidak mengerti bagaimana dia??!!!” Lagi-lagi Luhan berteriak dengan tangisan yang mengeringi setiap ucapannya.

“Tapi Lu… Bagaimanapun Sehun harus tau!!!” Kris balas membentak Luhan.

“Baiklah!! Seminggu sebelum kepergianku aku akan memberitahunya sendiri!!” Teriak Luhan lagi. “Setelah aku membuat keputusan seperti itu, apakah kalian masih tidak bisa menyimpan rahasia ini dari Sehun?” Pinta Luhan sekali lagi kepada seluruh keturunan Ipswich, kali ini dia berkata dengan lirih. Luhan menginginkan sebuah jawaban namun yang di dapatkannya hanya sebuah kediaman.

“Apa kalian tidak mendengarkanku? Aku akan memberitahu Sehun secara langsung dengan mulutku sendiri! Aku yang akan memberitahu Sehun tentang kematianku! Tidak bisakah kalian menurutinya dan membiarkan Sehun menolong Minho tanpa sebuah beban??!! Aku mohon kepada kalian… hiks..” Luhan menangis lagi, dia terduduk kemudian menundukkan kepalanya.

Tanpa diduga, L memeluk Luhan dengan air mata yang juga mengalir, namja tanpa ekspresi itu ternyata juga bisa menangis.

“Stephani pasti sangat bangga mempunyai keturunan sepertimu…. keturunan yang rela mengorbarkan nyawanya demi saudara yang di sayanginya…” Ujar L sambil mengelus-elus rambut Luhan, Luhan balik memeluk L, dia menyembunyikan wajah dan tangisan tanpa suaranya di dada L.

Xiumin dan keturunan Ipswich yang lain akhirnya juga memeluk Luhan, mereka semua menangis dalam keterdiaman.

“Kita semua akan menuruti permintaanmu….” Ujar Kris kemudian mengeratkan pelukannya.

Hari ini seluruh keturunan Ipswich –tanpa Sehun- termasuk L menangis, menangisi salah satu dari mereka yang akan pergi, menangisi ketidak mampuan mereka untuk memberitahu Sehun sebuah kenyataan yang tidak mungkin bisa diterimanya, dan menangisi Sehun yang saat ini menolong Minho dan berjuang sendiri menghadapi seluruh klan vampire yang mencoba membunuhnya.

-***-

Sehun, Minho dan L.Joe sampai di istana vampire milik keluarga Minho, berbeda dengan apa yang di bayangkan Sehun, kediaman vampire milik keluarga Minho sangat modern walaupun arsitektur khas Eropa mendominansi istana ini, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi nilai modernnya.

“Kita langsung ke ruang raja dan ratu… ikuti aku” Ujar Minho, Sehun dan L.Joe hanya menurut, mereka mengikuti langkah kaki Minho sambil melihat-lihat isi istana Minho, bagi Sehun ini adalah pertama kalinya, sedangkan L.Joe, walaupun ini bukan pertama kalinya dia berada dalam istana ini, namun ini adalah pertama kalinya dia berjalan di istana ini dengan bebas, tidak terikat seperti sebelum-sebelumnya.

Mereka sampai di depan sebuah pintu besar dengan ukiran-ukiran yang menghiasi pintu bergagang berlian itu, Minho memutar gagangnya dan di bukanya pintu besar tersebut, membuat semua orang yang berada di balik pintu bergagang berlian itu mengalihkan fokus mereka kepada si pembuka pintu, Minho menoleh kepada L.Joe dan Sehun kemudian memberi isyarat mereka untuk masuk dengan menggunakan kepalanya, tanpa banyak bicara, L.Joe dan Sehun hanya mengikuti perintah Minho.

Mereka berjalan dan berhenti di depan singasana King Siwon dan Queen Tiffany, Queen Tiffany langsung berdiri dan turun satu langkah dari tangga tempat kursi kekuasaannya saat ketiga orang itu berhenti di depan kursi kekuasaannya, dia memegang sebuah gelas berisi cairan merah yang bisa di pastikan isinya adalah darah.

“Mom, Dad…. aku menemukan orang yang di dalam tubuhnya mengalir darah Minhyuk…” Ujar Minho, Queen Tiffany meminum darah di gelas yang di pegangnya sebentar kemudian menatap Sehun dengan senyum anggunnya.

“Tidak ku sangka pengganti Minhyuk ternyata sangat tampan…” Ujarnya dingin, namun terdengar seperti nyanyian yang sangat merdu bagi orang yang mendengarnya.

“Siapa namamu?” Kali ini King Siwon yang berbicara.

“Sehun Tvez” Jawab Sehun singkat.

“Baiklah tuan Sehun Tvez, welcome to Royal Family of Vampires…” Ujar King Siwon sambil berdiri, dia turun dari kursi kekuasaannya dan memeluk Sehun dengan erat, kening Sehun mengerenyit, Queen Tiffany juga melakukan hal yang sama seperti King Siwon, dia memeluk Sehun setelah menyuruh pelayannya untuk meletakkan gelas berisi darah yang diminumnya tadi di samping kursinya, Queen Tiffany bahkan menyingkirkan Minho tanpa sedikitpun melihat kepadanya demi memeluk Sehun.

“Mom…” Ujar Minho lirih sambil menatap perlakuan kedua orang tuanya kepada Sehun, matanya mulai berkaca-kaca. “I know it would be like this…” Gumannya.

Sehun yang melihat mata Minho berkaca-kaca bisa mengerti apa yang dirasakan Minho, dia segera melepas pelukan King Siwon dan Queen Tiffany kasar, Sehun menatap kedua orang itu bergantian dengan tatapan dingin.

“Jangan hanya memelukku, aku ini bukan anak kandung kalian!! Seharusnya yang kalian peluk terlebih dahulu adalah Minho hyung!!!” Ujar Sehun marah.

“Untuk apa kami memeluk anak memalukan itu?” Ujar Tiffany dingin, namun lagi-lagi terdegar seperti sebuah nyanyian yang merdu.

“Apa kau bilang? Apa hanya karena dia tidak mempunyai kekuatan istimewa kalian menganggap dia anak yang memalukan??!! Bagaimanapun juga Minho hyung adalah anak kandung kalian!!” Sehun berteriak marah lagi.

“Kami tidak pernah menganggap dia bagian dari keluarga ini…” Ujar Siwon dingin. “Namanya bahkan tidak tercantum dalam pohon keluarga” Lanjutnya sambil menatap Minho dengan tatapan meremehkan.

“Kalian benar-benar makhluk tidak berperasaan!!!”

BUGGGH

Sebuah tonjokan dari Sehun mendarat dengan mulus di perut Siwon, tonjokkan yang cukup kuat sehingga membuat Siwon memuntahkan darah hitam berbau mint dari mulutnya, Siwon mengusap darah yang membekas di bibirnya dengan tangan pucatnya, dia menyeringai.

“Memang begitulah klan vampire, Mr. Tvez… Kami adalah makhluk yang tidak berperasaan… Dan harus kau ingat, kami tidak akan pernah menganggap mereka yang terlahir tanpa kekuatan istimewa untuk menjadi bagian keluarga kami… sekalipun mereka adalah mereka yang sedarah..” Ujar Siwon masih dengan seringaiannya, Sehun mengepalkan tangannya geram.

“Dan kalian juga harus ingat…. aku tidak akan pernah mau menjadi Royal Family jika kalian tidak menganggap Minho hyung sebagai anak kalian!!!” Desis Sehun kemudian menarik tangan Minho dan L.Joe dan menyeret mereka berdua keluar dari ruangan itu, setelah keluar, Sehun langsung melepaskan genggaman tangannya kepada dua orang tersebut, dia menatap Minho dengan bibir mengerucut dan kening mengekerut.

“Kenapa kau seperti itu?” Tanya L.Joe.

“Minho hyung, dimana kamarmu?” Sehun tidak menjawab pertanyaan L.Joe dia malah bertanya kepada Minho.

“Di lantai dua” Jawab Minho singkat, Sehun menggandeng tangan Minho dan L.Joe lagi.

“Ayo kita ke kamarmu!”Ajak Sehun, Minho hanya menurut.

Saat sampai di kamar Minho, Sehun langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang milik Minho, dia mengambil guling Minho dan memeluknya. Kebiasaan Sehun saat sedang marah adalah dia akan tidur.

“Minho hyung, aku tidur dulu, aku sangat lelah dan marah, lagi pula aku besok harus sekolah, bangunkan aku jika sudah pagi..” Ujar Sehun kemudian memejamkan matanya.

“Kau tidur? Bukankah vampire tidak butuh tidur?” Tanya L.Joe heran.

“Aku bukan vampire seutuhnya… dalam tubuhku masih ada jiwa penyihir dan manusia serigala…” Jawab Sehun malas masih dengan mata yang terpejam.

“Ah… benar juga, eh tapi… apa kita masih musuh atau kita saat ini berteman?” Tanya L.Joe lagi, tidak ada jawaban dari Sehun, L.Joe mengecek keadaan Sehun yang nyatanya sudah masuk kedalam dunia mimpinya, L.Joe menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Mudah sekali dia tertidur…” Ujar L.Joe sambil melipat kedua tangannya. “Kalau dia sedang tidur seperti ini dia benar-benar terlihat seperti malaikat…” Lanjutnya.

“Kau benar…” Minho menanggapi perkataan L.Joe barusan. “Dan aku yakin dia adalah malaikat yang akan menolongku untuk mendapatkan kembali kasih sayang kedua orang tuaku…” Lanjut Minho sambil mengelus-elus rambut Sehun kemudian menyelimutinya.

-***-

Sehun sedang berada di kantin sekolahnya yang masih belum buka karena hari masih sangat pagi, dia meminum darah yang ia kemas dalam gelas bubble tea sehingga terlihat seperti bubble tea biasa, dia meminum ‘bubble tea’-nya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, dia menunggu kedatangan keturunan Ipswich yang lain.

Tidak lama yang ia tunggu akhirnya datang, namun kedatangan mereka tidak seperti biasanya, mereka yang bisanya tersenyum cerah kini terlihat seperti memaksakan senyum mereka ketika bertemu Sehun, Sehun mengerutkan keningnya.

“Kenapa kalian terlihat seperti terpaksa tersenyum?” Tanya Sehun sesaat setelah keturunan Ipswich duduk.

“Siapa yang memaksakan senyum? Mungkin hanya perasaanmu saja” Elak Chanyeol.

“Benarkah?”

“Em, padahal kau hanya berpisah dari kami selama satu hari kau sudah menganggap kami berubah, adik macam apa kau ini…” Baekhyun berusaha bercanda, dia tertawa, namun terlihat sekali bahwa tawanya saat ini tawa yang di buat-buat, Sehun makin mengerutkan keningnya.

“Kalian tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku ‘kan?” Tanya Sehun tiba-tiba, pertanyaan yang Sehun lontarkan barusan langsung menohok hati seluruh keturunan Ipswich yang ada di situ.

“M..Mwo? Menyembunyikan sesuatu katamu?!! Itu hal yang sangat tidak mungkin!! Benarkan??” Ujar Chen tergagap dan menatap keturunan Ipswich yang lain seakan memberi isyarat untuk menanggapi ucapannya barusan.

“Te..Tentu saja… mana mungkin kami menyembunyikan sesuatu darimu” Ujar Suho yang bisa menangkap isyarat dari Chen, Sehun menganggukkan kepala kemudian menyeruput ‘bubble tea’-nya lagi.

“Tck, kebiasaanmu masih belum berubah, selalu meminum bubble tea..” Ujar Tao sambil berdecak.

“Ini bukan bubble tea, ini darah.. hanya saja aku memakai kemasan bubble tea agar orang-orang tidak curiga..” Jelas Sehun.

“Da.. Darah??” Ulang Lay tergagap, Sehun hanya mengangguk sambil menyeruput ‘bubble tea’-nya.

“Sehun-ah…” Panggil Chen.

“Mwoeyo?”

“Kau tidak berencana meminum darah kami ‘kan?” Tanyanya, Sehun langsung tertawa mendengar pertanyaan Chen, setelah tawanya mereda, Sehun menjawab pertanyaan Chen.

“Aku tidak mungkin melakukannya hyung…hahaha, kau ini berpikir terlalu jauh, persediaan darah di istana Minho hyung masih sangat banyak, lagi pula jika aku meminum satu kantong darah aku bisa bertahan selama seminggu untuk tidak meminum darah, aku ‘kan bukan vampire murni…” Jelas Sehun sambil tersenyum.

“Hhh.. Lega mendengarnya..” Ujar Chen sambil tersenyum kikuk.

“Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana keadaan Luhan hyung? Aiisshhh… aku sangat merindukannya…” Ucap Sehun yang seketika membuat Tao tersedak padahal saat ini dia tidak sedang makan atau meminum apapun.

“Kau kenapa Tao? Kenapa kau tiba-tiba tersedak?” Tanya Sehun khawatir.

“Aku hanya sedang batuk, aku ke toilet dulu.. tenggorokanku terasa sangat sakit..” Ucap Tao, tapi sebulir air mata lolos dari ujung mata Tao, Tao segera mengusapnya dan bergegas meninggalkan keturunan Ipswich menuju toilet.

“Kenapa Tao menangis?” Sehun makin heran.

“Mungkin saja karena tenggorokannya terlalu sakit…” Ujar Lay.

“Aneh, Tao bukan orang yang akan menangis hanya karena sakit tenggorokan…. oh iya, kalian belum menjawab pertanyaanku, bagaimana keadaan Luhan hyung??” lagi-lagi Sehun menanyakan keadaan Luhan, keturunan Ipswich hanya diam dan saling menatap satu sama lain, D.O yang rupanya sudah tidak mampu membendung air matanya langsung berdiri.

“Aku rasa aku juga harus ke toilet” Ujarnya kemudian berlari.

“Hyung! Tunggu!!!” Kai berlari mengikuti D.O.

“Kenapa tingkah laku kalian hari ini sangat aneh? Jangan-jangan kalian memang sedang menyembunyikan sesuatu dariku!!!” Ujar Sehun marah.

“Aniya… kami sama sekali tidak menyembunyikan apapun darimu, Luhan hyung baik-baik saja, dia tidak apa-apa… benarkan??” Ujar Suho sambil memberi isyarat kepada yang lain, yang lain hanya memberikan anggukan sebagai jawaban dari isyarat yang di berikan oleh Suho.

“Baguslah kalau begitu, ahhh… aku harap Siwon dan Tiffany segera menyayangi Minho hyung agar aku bisa bermanja-manja lagi dengan Luhan hyung….” Ujar Sehun yang hanya membuat keturunan Ipswich yang ada di situ terdiam seribu bahasa.

-***-

“Hyung… berhentilah menangis… dari pagi hingga saat ini istirahat kau masih saja menangis, apa kau tidak lelah?” Ujar Kai yang saat ini tengah menenangkan D.O, mereka tengah berada di pinggir lapangan.

“Aku tidak bisa Kai… aku tidak bisa membohongi Sehun dengan bertingkah seakan-akan tidak terjadi apa-apa, aku tidak bisa berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja… hiks..” Ujar D.O yang saat ini menangis dalam dekapan Kai.

“Kita tidak punya pilihan lain hyung… kita terpaksa membohongi Sehun… kita terpaksa menyembunyikan ini darinya…”

“Apa yang kalian sembunyikan dariku?”

Suara dari seseorang yang tengah mereka bicarakan langsung membuat D.O dan Kai menoleh.

“Se..Sehunie??”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

16 thoughts on “The Covenant Chapter 10

  1. Aduh pengen nangis bacanya.
    Kenapa part ini sedih bgt sih ,MAMA jahat nih maen rahasia-rahasian sama sehun wkwk
    next part pokoknya dtnggu cha.

  2. waaaahhh…. si l.joe udah insyaf yaah ???
    syukur deh kalau udah insyaf. haha.
    eeh cha yang jadi ratu vampire itu tiffany snsd kan ???
    kayak nya jessica snsd lebih bagus jadi deh. karena ratu vampire itu pasti jahat. kalau tiffany kan wajah nya rada lucu kalau si jessica wajah nya judes kayak orang jahat haha.

    • Iya, tiffany SNSD, aku milih tiffany soalnya wajah cantik nan lembutnya *apa ini?* sesuai dengan karakter ratu vampire yang terlihat lembut di luar tapi sebenernya…….

  3. Mian baru sempet comment 😀
    omo! Luhan sebegitu sayang’a sama Sehun ampe dya rela mati demi Sehunnie 😥
    unnie chap 9 sama 10 dpt banget feel’a , tanggung jawab loh aku jadi nangis T.T huhuhu
    next chap di tunggu unnie! Luhan jangan mati ya , pkok’a keluarga Ipswich harus tetep 12! :’D *maksa* xD
    fighting unnie! (9′-‘)9

  4. heran dh !!
    yng kka kndung siapa yng sdara siapa
    #lriKris
    luhan-ge syng bgt uri sehunnie
    mreka bner” gk bsa boongin uri maknae ye
    tph cpat atop ambat sehun pasti thu
    ntah dri sika sdra”.a ato dg cara.a sndir
    next 🙂

  5. Ping-balik: The Covenant Chapter 11 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s