History of MAMA Chapter 9

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Nine-

Summary :

“Dia terkena racun yang mematikan, racun itu menyerang tepat di jantungnya, detak jantungnya kini semakin melemah… Jongin… dia… dia sekarat….”

-***-

A/N :

Mungkin Author bakalan jarang ngepost, tapi Author usahakan untuk FF Author bakal sesuai jadwal(?) kok, Authornya lagi ujian solanya ^^

Part Sebelumnya -> 1/ 2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ 8/

Character Profile bisa di lihat di library ^^

Be Aware with typo(s)

Happy Reading :*

-***-

Kyungsoo terdiam di kamar Jongin sambil memegangi tangannya erat, dia sama sekali belum tidur walaupun jam telah menunjukkan pukul dua pagi, dia ingin menunggu Jongin sadar, dia merasa dialah yang harus bertanggung jawab atas keadaan Jongin sekarang. Yixing yang tanpa sengaja terbangun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Jongin untuk mengecek keadaan Jongin, dia mendapati Kyungsoo yang masih terjaga dan masih setia berada di samping Jongin, Yixing menghela nafas berat.

“Kyungsoo-ah.. kau juga harus istirahat.. biarkan sekarang aku yang menjaganya….” Ujar Yixing.

“Aniyo hyung, aku akan tetap menunggu Jongin sadar…” Tolak Kyungsoo halus.

“Dia akan segera sadar… kau tenang saja, istirahatlah, aku yang akan menjaganya…”

“Aniyo…. biarkan aku saja yang menjaga dia….” Kyungsoo masih saja keras kepala.

Yixing menghela nafas berat lagi dan duduk di ranjang Jongin, dia mengusap dada Jongin dan menggunakan kekuatan penyembuhnya agar Jongin segera sadar. Setelah cukup lama dia menggunakan kekuatannya keadaan Jongin tetap sama sekali tidak berubah, Jongin tetap saja menutup matanya, Yixing berusaha lebih keras lagi hingga setetes peluh mengalir di kening Yixing yang menandakan bahwa namja berlesung pipi ini sedang benar-benar berusaha untuk menyelamatkan saudaranya, kening Yixing berkerut.

“Kenapa dia tetap tidak sadar juga?” Tanya Yixing heran, dia mengerucutkan bibirnya kemudian menggunakan kekuatannya untuk mendeteksi organ dalam Jongin.

“Ini sangat buruk….” Ucap Yixing lirih.

“Maksud hyung?” Tanya Kyungsoo khawatir, Yixing menatap Kyungsoo dengan tatapan yang nanar.

“Dia terkena racun yang mematikan, racun itu menyerang tepat di jantungnya, detak jantungnya kini semakin melemah… Jongin… dia… dia sekarat….” Jawab Yixing kemudian menatap Jongin yang masih belum juga membuka matanya dengan tatapan penuh penyesalan, dia sungguh menyesal karena tidak bisa menyembuhkan Jongin.

“ANDWEEEEE!!!!!!!!!!” Kyungsoo berteriak keras, dia langsung menepuk-nepuk pipi Jongin dengan kedua tangannya berharap Jongin akan sadar dan membuka mata.

“Jongin-ahhhhh… sadarlah…. jebal…. Jongin-ahh!!!!!!!” Kyungsoo berteriak memanggil nama Jongin berkali-kali namun tetap saja kedua mata Jongin tidak mau terbuka. “Ya!!!! Kim Jongin!!!! Bukalah matamu!!!!” Kali ini teriakan Kyungsoo di iringi air mata yang mengalir di kedua pipinya.

Yixing hanya menatap Kyungsoo pilu, saat ini Yixing sama sekali merasa tidak berguna, dia tidak bisa menyembuhkan Jongin dan hanya bisa diam melihat Kyungsoo yang terus saja menangis dan berusaha membangunkan Jongin hingga membuat Kyungsoo lebih terlihat seperti orang yang hampir gila karena depresi, Yixing tidak tau bagaimana caranya untuk menenangkan dan menghentikan butiran air bening yang terus saja mengalir di pipi namja bermata bulat itu, bulir air mata Yixing juga seakan mendesak keluar mengiringi tangisan Kyungsoo, namun Yixing berusaha menahannya dengan segenap kekuatan hatinya.

Teriakan Kyungsoo membuat para MAMA lain terbangun dari tidur mereka, mereka segera menuju kamar Jongin untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Kyungsoo yang biasanya diam bisa berteriak seperti itu.

“Kyungsoo-ah… ada apa?” Tanya Kris sesaat setelah sampai di kamar Jongin, Kyungsoo menatap Kris dengan pipi yang basah dan bibir yang bergetar.

“Jonginie… Jonginie sekarat hyung… Jonginie sekarat!!!” Teriak Kyungsoo, kali ini dia terduduk dan menundukkan kepalanya, Kyungsoo mengacak rambutnya frustasi.

“Yixing-ah, apa kau tidak bisa menyembuhkannya?” Tanya Kris kepada Yixing, Yixing menggeleng dengan wajah merahnya yang menahan air mata.

“Sepertinya ini sudah di luar kemampuanku hyung…” Ujar Yixing dengan nada penuh penyesalan, dan kali ini setetes air mata lolos dari benteng pertahanan Yixing, namun Yixing segera menghapusnya, dia tidak ingin menambah air mata yang mengalir di malam ini. Kris menghela nafas berat dan berjalan ke arah Kyungsoo kemudian memeluk Kyungsoo erat.

“Berhentilah menangis, mungkin Yixing belum mampu menyembuhkannya karena gerhananya belum terjadi sehingga dia belum mendapatkan kekuatan penuhnya, tapi aku yakin Donghae hyung dan Yoona noona pasti bisa menyelamatkan Jonginie…. Jangan menangis lagi Kyungsoo-ah, hatiku akan terasa sangat sakit jika aku melihat satu saja dari kalian mengeluarkan air mata…” Ujar Kris menenangkan Kyungsoo, Kyungsoo menatap Kris masih dengan wajah yang di penuhi air mata, Kris membalas tatapan Kyungsoo dengan tatapan penuh kehangatan dan kasih sayang dari seorang kakak, Kris memeluk Kyungsoo lebih erat lagi, menyembunyikan wajah Kyungsoo di dalam dekapannya, berharap namja mungil itu akan merasa sedikit lebih tenang.

“Dimana Donghae hyung dan Yoona noona saat ini?” Tanya Suho memecah kediaman diantara mereka, Suho merasa heran akan tidak adanya Yoona dan Donghae karena biasanya mereka yang akan pertama kali ada jika terjadi sesuatu kepada para MAMA.

“Kami ada di sini…” Suara Yoona terdengar dari pintu masuk kamar Jongin, para MAMA menoleh, dapat mereka lihat bahwa saat ini di tangan Yoona terdapat sebuah daun berwarna keemasan.

“Maafkan keterlambatan kami, kami baru kembali dari Sanguinets untuk mengambil penawar racun yang tadi di tembakkan Jino kepada Jongin…” Jelas Donghae sekaligus meminta maaf.

“Jadi kalian tau kalau Jongin sekarat?” Tanya Chanyeol yang di jawab sebuah anggukan oleh keduanya, tanpa banyak bicara Yoona kemudian memberikan daun berwarna keemasan yang ada di tangannya kepada Yixing, Yixing menerimanya kemudian menatap Yoona tidak mengerti.

“Letakkan ini di dadanya kemudian sembuhkanlah dia….” Perintah Yoona lembut.

“Ne, noona…” Jawab Yixing yang dengan segera menjalankan apa yang di perintahkan Yoona.

Yixing meletakkan daun berwarna keemasan itu ke dada Jongin dan mencoba untuk menyembuhkan Jongin sekali lagi dengan kekuatannya. Daun yang berwarna keemasan tadi kini berubah warna menjadi hitam, hitam yang sangat pekat, seiring dengan menghitamnya daun berwarna keemasan tadi,  perlahan Jongin menggerakkan jari-jarinya sedikit demi sedikit, mata Kyungsoo melebar, dia segera melepaskan pelukan Kris dan menggenggam tangan Jongin erat. Saat seluruh bagian daun sudah berubah warna menjadi warna hitam pekat, Donghae memerintahkan Yixing untuk menghentikan penyembuhannya.

“Yixing… sudah cukup, seluruh racunnya sudah terserap…” Ujar Donghae, Yixing menghentikan kegiatannya mengobati Jongin, dia mengusap peluh yang terus saja mengalir di keningnya kemudian menatap Jongin haru, Yixing bahagia, dia akhirnya bisa menyelamatkan Jongin.

Tubuh Jongin mulai bergerak, Kyungsoo makin mengeratkan genggaman tangannya, perlahan Jongin membuka matanya, bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri, dia menatap sekelilingnya dan menghentikan tatapannya tepat kepada Kyungsoo, Jongin tersenyum tipis.

“Kyungsoo hyung… apa hyung baik-baik saja?” Tanya Jongin lemah.

“Babo, seharusnya aku yang bertanya apa kau baik-baik saja atau tidak…” Jawab Kyungsoo sambil terisak, dia memeluk Jongin erat. “Lain kali jangan melindungiku lagi, aku yang akan melindungimu…” Lanjut Kyungsoo sambil mengeratkan dekapannya.

-***-

“Yang mulia… keadaan makin gawat.. Kris… dia… dia telah mendapatkan kekuatan tak terbatasnya” Lapor Heechul kepada Kyuhyun.

“Itu artinya dia telah mempunyai kekuatan untuk mempercepat gerhana… Siapkan seluruh Ryuk dan latih mereka tanpa memberi waktu istirahat sedikitpun!!!” Perintah Kyuhyun yang lebih terdengar sebagai sebuah bentakan. Heechul segera pergi melaksanakan tugas yang di perintahkan Kyuhyun kepadanya.

Kyuhyun turun dari singganasanya kemudian berjalan menuju jendela besar yang memungkinkannya untuk melihat seluruh Dark Kingdom dan rumah rakyatnya dari tempatnya berdiri, Kyuhyun menggenggam tongkat emasnya kuat-kuat.

“Beberapa hari lagi peperangan yang akan menentukan nasib seluruh jagad raya akan segera di mulai….” Gumannya pada dirinya sendiri.

Kyuhyun kemudian berjalan menuju sangkar Taeyeon dan membuka tirai peraknya, masih seperti sebelum-sebelumnya, Taeyeon masih meringkuk lemah.

“Taeyeon-ssi, apa kau tau aku sangat membenci adikmu yang bernama Do Kyungsoo itu? Dia adalah penyebab terbunuhnya Jino, salah satu tangan kananku, dan akan ku beritahukan padamu bahwa aku pasti akan membuat perhitungan dengannya atas kemusnahan Jino….” Ucap Kyuhyun dengan mata yang berkilat merah beberapa kali, Taeyeon hanya bisa menatap Kyuhyun dengan penuh ketakutan tanpa bisa menyanggah apalagi melawan pangeran kegelapan berjubah hitam ini.

-***-

Kris, Suho dan Donghae sedang duduk di kursi yang terdapat di balkon lantai dua rumah Sehun, walaupun jam sudah menunjukkan pukul empat pagi, sama sekali tidak terlintas dipikiran kedua leader itu untuk beristirahat ataupun menutup kedua mata mereka barang sejenak, mereka khawatir sesuatu yang sama sekali tidak mereka inginkan akan terjadi lagi.

“Kris…” Panggil Donghae kepada Kris yang memecah kebisuan di antara mereka bertiga.

“Ne?”

“Apa tidak terlintas dipikiranmu untuk mempercepat gerhana?” Tanya Donghae.

“Tentang hal itu…. sebenarnya aku memikirkannya setiap hari dan berniat melakukannya, tapi saat ini keadaan Jongin masih sangat lemah, jika aku mempercepat gerhana aku takut ketika berperang dia akan terluka lebih parah lagi…” Jawab Kris.

“Yang kau katakan memang benar, tapi kalau kita tidak segera mempercepat gerhana, bagaimana jika kita makin mendapat serangan yang bertubi-tubi dari Dark Kingdom? Aku yakin saat ini Prince Marcus sedang memikirkan bagaimana caranya memusnahkan kita bahkan saat peperangan belum di mulai” Ujar Suho mengemukakan pendapatnya, Donghae menghela nafas berat dan melipat kedua tangannya di dada, Donghae menatap kedua leader itu bergantian.

“Kalian berdua sama benarnya, kita tidak mungkin mempercepat gerhana karena Jongin masih lemah, tapi jika kita tidak mempercepatnya bisa saja kita mendapat serangan yang lebih mematikan lagi dari Dark Kingdom…..”

“Lalu apa yang harus kita lakukan, hyung?” Tanya Suho.

“Aku rasa lebih baik jika dua belas dari kalian berkumpul untuk membicarakan tentang hal ini bersama-sama….” Jawab Donghae  kemudian mengalihkan pandangannya ke bulan.

-***-

“Ma….” Panggil Sehun kepada Yoona, Sehun dan Luhan saat ini sedang tidur di pangkuan Yoona di kamar Sehun.

“Mm?” jawab Yoona sambil mengelus-elus rambut Sehun dan Luhan.

“Aku tidak bisa tidur lagi…” Ujar Sehun.

“Aku juga…” Luhan mengatakan hal yang sama.

“Kenapa kalian berdua tidak bisa tidur?”

“Molla” Jawab Sehun dan Luhan bersamaan.

“Ma…” Panggil Sehun lagi.

“Ada apa lagi Sehunie?” Tanya Yoona.

“Beberapa hari ini aku bermimpi Mama menggunakan tiara dengan permata berwarna biru di tengahnya, di dalam mimpiku Mama memberikanku sebuah kalung perak dengan lambangku sebagai bandulnya, aku tidak tau kenapa tapi aku merasa seperti pernah mengalaminya, apakah aku memang pernah mengalaminya, Ma?” Tanya Sehun masih berada di pangkuan Yoona.

“Sehunie… sebenarnya kau adalah akkhh…..” Yoona tiba-tiba berteriak seperti orang yang kesakitan, membuat Sehun dan Luhan langsung duduk untuk melihat apa yang terjadi kepada Yoona.

“Noona, apa noona tidak apa-apa?” Tanya Luhan khawatir, apalagi saat ini wajah Yoona terlihat begitu pucat dengan nafas yang terengah-engah. Yoona tidak menjawab, dia hanya menangis tanpa suara.

“Kenapa Mama menangis?” Tanya Sehun sambil mengusap air mata Yoona dengan jari-jarinya. “Apa ucapanku tadi ada yang salah?” Tanya Sehun lagi, Yoona menggeleng.

“Lalu kenapa noona tiba-tiba seperti ini?” Tanya Luhan yang juga sangat khawatir dengan keadaan Yoona.

Yoona memandangi Luhan dan Sehun bergantian, dia menyentuh pipi kedua namja itu dengan masing-masing satu tangannya, air mata Yoona mengalir lagi, Yoona menundukkan wajahnya sejenak kemudian membawa mereka ke dalam dekapannya, Yoona terisak.

“Ma…”

“Aku tidak bisa mengatakannya Sehunie… aku tidak bisa…. aku tidak bisa mengatakannya sampai kalung itu di temukan….”

-***-

@Seoul International High.

“Sehun-ah, hari ini aku duduk denganmu ya? Jongin ‘kan tidak masuk…” Rayu Tao kepada Sehun yang kini tengah membaca buku di tempat duduknya.

“Shirreo…” Tolak Sehun pelan namun dingin.

“Jeballl….. eung eung eung” Pinta Tao sekali lagi, kali ini dia menggenggam tangan Sehun dan menjejak-jejakkan kakinya kekanakan, Sehun memandang Tao dengan kening mengkerut.

“Shirreo!!!!” Sekali lagi Sehun menolak permintaan Tao, kali ini dia membentak Tao dan mengibaskan tangannya yang menyebabkan sebuah angin yang cukup untuk menerbangkan seluruh kertas yang ada di kelasnya muncul.

“Ah wae?????!!!!!” Teriak Tao.

“Mungkin karena Sehun-ssi ingin aku yang duduk dengannya” Ujar Daeun yang tau-tau sudah duduk di bangku sebelah Sehun.

“Ya! Siapa yang menyuruhmu duduk di situ? Pergi!!!” Bantak Sehun pada wanita berambut coklat itu, Daeun hanya menanggapi Sehun dengan sebuah senyuman tipis.

“Apa kau tidak pernah merasa kesepian jika kau duduk sendiri, Sehun-ssi?” Tanya Daeun dengan nada yang di buat-buat, Sehun mendengus kesal kemudian mengambil tasnya dan meletakannya di bangku Tao, dia sangat malas untuk berusan dengan yeoja yang ia sebut sebagai wanita penggoda itu.

“Tao-ah, aku duduk denganmu saja!” Desis Sehun kesal, dia melihat Daeun dengan tatapan tajam hingga tanpa dia sadari matanya berkilat biru sebentar, dan tanpa dia duga, Daeun tiba-tiba membelalakkan matanya kemudian mencekik leher Sehun kuat dan mendorong tubuh Sehun hingga tubuh Sehun menabrak tembok dan menimbulkan suara debaman yang cukup keras, Sehun berusaha melepaskan cekikan Daeun dengan seluruh kekuatan yang di milikinya, namun entah kenapa yeoja di depannya ini terasa begitu kuat. Tao berusaha membantu Sehun dengan cara menghentikan waktu, ketika waktu berhenti, Sehun segera melepaskan cekikan tangan Daeun dan berlari keluar, tak lupa dia menggandeng tangan Tao dan mengajaknya berlari juga, mereka terus berlari dan akhirnya memutuskan untuk berhenti ketika mereka berada di samping lapangan, nafas mereka tersengal, bersamaan dengan itu waktu mulai berjalan lagi.

“Hampir saja aku terbunuh lagi….” Ujar Sehun masih dengan nafas yang terengah-engah.

“Siapa sebenarnya yeoja itu?” Tanya Tao yang kini sedang memegangi kedua lututnya sambil menatap Sehun.

“Aku tidak tau….” Jawab Sehun. “Tapi satu hal yang aku yakini, yeoja penggoda itu pasti di kirimkan untuk memusnahkan kita….” Lanjutnya.

-***-

“Kyungsoo-ah… jangan memikirkan Jongin lagi, dia pasti aman di rumah, Donghae hyung dan Yoona noona pasti akan menjaga dan melindunginya…” Ujar Jongdae sambil menepuk-nepuk punggung Kyungsoo.

“Bukan Jongin yang saat ini sedang aku pikirkan….” Kata Kyungsoo sambil menatap Jongdae dengan tatapan sendu.

“Lalu apa yang membuatmu dari tadi hanya diam saja?” Tanya Baekhyun dari belakang bangku Kyungsoo dan Jongdae.

“Memang dia biasanya hanya diam..” Celetuk Chanyeol yang langsung mendapatkan jitakan di kepalanya dari Baekhyun.

“Bukan saatnya bercanda!” Tukas Baekhyun.

“Arrasseo, mian…” Ujar Chanyeol meminta maaf, namja tinggi itu mengerucutkan bibirnya.

“Kyungsoo-ah, kau belum menjawab pertanyaan Baekhyun..” Ujar Jongdae mengingatkan, Kyungsoo menghela nafas berat.

“Jino… aku memikirkan Jino…” Jawab Kyungsoo.

“Jino? Kenapa kau memikirkan dia? Bukankah Kris hyung sudah memusnahkannya kemarin malam?” Ujar Chanyeol yang tidak mengerti.

“Justru itu, jika Jino musnah apakah dia juga musnah di sekolah ini? Atau… apakah dia masih ada namun dengan wujud yang berbeda?” Jelas Kyungsoo mengungkapkan pikirannya.

“Kau benar” Jongdae membenarkan perkataan Kyungsoo barusan “Aku juga sempat memikirkan hal itu ketika Jino telah di musnahkan kemarin” Lanjutnya.

“Myungsoo-ah!!! Apa kau melihat Jino?” Tanya Chanyeol pada teman satu kelasnya.

“Jino? Jino siapa?” Teman Chanyeol malah menanyainya balik.

“Choi Jino, murid yang baru pindah kemarin…” Jelas Baekhyun.

“Eung? Yang pindah kemarin ‘kan hanya kalian berempat dan seorang yeoja yang bernama Kim Hyemi itu.. tidak ada yang bernama Choi Jino di kelas ini…”

“Mwo?!” Ucap Jongdae, Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo bersamaan.

“Tapi dia kemarin benar-benar pindah kemari!!” Tutur Jongdae.

“Mwo?! Apa kalian berempat mimpikan hal yang sama? Apa kalian masih belum bangun dari mimpi kalian?” Ucap Myungsoo heran dengan sikap ke empat orang teman sekelasnya. Para MAMA saling menatap.

“Jangan-jangan ingatan mereka tentang Jino telah dihilangkan bersamaan dengan musnahnya Jino kemarin…” Ujar Chanyeol menyimpulkan.

“Bisa jadi, tapi….” Jongdae tidak meneruskan kalimatnya.

“Tapi apa?” Tanya Baekhyun kepada Jongdae.

“Apakah jika kita memusnahkan Hyemi hal itu akan terjadi juga?” Tanya Jongdae kepada ketiga MAMA lain.

“Mungkin saja….”

-***-

“Apa kau sudah memutuskan?” Tanya seseorang kepada seseorang berbaju ungu yang kini tengah berada di atas atap gedung Seoul International High.

“Mm…. Aku telah memutuskannya” Ucap seseorang berbaju ungu tersebut.

“Apa keputusanmu?” Tanya seseorang itu lagi.

“Aku akan bergabung dengan kalian tapi dengan satu syarat…” Jawab seseorang berbaju ungu tersebut. “Aku akan bergabung jika kalian memberikanku sayap seperti Leeteuk dan kekuatan seperti Jino, namun tiga kali lebih kuat…” Ujarnya.

“Itu masalah mudah…” Jawab seseorang itu kemudian meletakkan satu jarinya di kening seseorang berbaju ungu tersebut, seseorang berbaju ungu tersebut menjerit kesakitan, namun perlahan dari punggungnya muncul sepasang sayap hitam yang sangat kokoh dan dari tubuhnya berpendar cahaya yang berwarna merah, seseorang itu akhirnya melepaskan jarinya di kening seseorang berbaju ungu tersebut, seseorang berbaju ungu tersebut terhuyung sebentar.

“Bagaimana?” Tanya seseorang itu kepada seseorang yang berbaju ungu “Apakah kau akan bergabung sekarang?” Lanjutnya, seseorang berbaju ungu itu tersenyum menyeringai.

“Tentu saja…”

-***-

Suho terlihat tidak nyaman di bangkunya, berkali-kali dia membenarkan posisi duduknya namun masih saja dia tidak bisa menemukan posisi yang tepat.

“Suho-ah, kau kenapa?” Tanya Lay yang tidak mengerti dengan keanehan Suho.

“Molla, aku hanya merasa tidak nyaman….. entah kenapa tiba-tiba aku mempunyai firasat yang buruk” Jawab Suho.

“Firasat buruk?”

“Mm, aku merasa sesuatu yang buruk akan terjadi”

“Mungkin itu hanya perasaanmu saja, saat ini semuanya baik-baik saja, tenanglah…” Ujar Lay sambil menepuk-nepuk bahu Suho.

“Aku harap begitu…” Jawab Suho kemudian berusaha fokus kembali kepada materi pelajaran yang tengah di ajarkan, Suho tidak menyadari bahwa saat ini ada sepasang mata merah yang terus mengawasi pergerakannya tanpa membiarkan dia lolos sedetikpun.

-***-

@Yonsei University.

Kris sedang meminum kopi Americano miliknya selagi menunggu Luhan dan Minseok keluar dari kelas mereka, sesekali dia melihat ponselnya dan memainkan aplikasi di dalamnya hanya sebagai penghilang rasa bosan.

“Kris!!” Suara lembut Luhan terdengar dari kejauhan, Kris langsung mengedarkan pandangannya mencari sang pemilik suara, saat dia berhasil menemukan sang pemilik suara, sang pemilik suara tersenyum cerah kepadanya sambil melambaikan kedua tangannya kekanankan, sedangkan Minseok yang berada di sebelahnya hanya menggelengkan kepala.

Luhan dan Minseok segera bergabung di meja Kris, Minseok memesan Americano sama seperti Kris, sedangkan Luhan memesan bubble tea.

“Ya! Sudah umur berapa kau masih meminum bubble tea, heuh?” Tanya Minseok.

“Memangnya ada batasan umur untuk meminum bubble tea?” Tanya Luhan balik, dia melipat kedua tangannya dan mengerucutkan bibir.

“Minseok-ah, sudahlah… setiap orang memiliki kesukaan yang berbeda…” Ujar Kris.

“Bukan begitu, aku hanya heran kenapa dia tiba-tiba sangat menyukai bubble tea, saat aku pertama kali bertemu dengannya dia biasa saja dengan minuman itu..” Jelas Minseok.

“Itu pasti karena dia terpengaruh Sehun, kau tau sendiri ‘kan betapa Sehun menyukai bubble tea dan betapa dekatnya Sehun dengan dia..” Ujar Kris sambil meunjuk Luhan.

“Ya!!!” Teriak Luhan tidak terima.

“Kenapa kau berteriak? Bukankah itu kenyataan?” Goda Minseok, Luhan makin kesal, dia mengalihkan pandangannya ke taman kampus.

Tidak lama pesanan Minseok dan Luhan pun datang, Luhan segera mengambil bubble tea miliknya dan menyeruputnya hingga tinggal setengah, Minseok dan Kris hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah kekanakan Luhan, tiba-tiba bubble tea Luhan jatuh dan tumpah, membuat Minseok dan Kris langsung menatap Luhan, pandangan Luhan kosong, mulutnya sedikit terbuka, beberapa saat kemudian Luhan mengerjap-kerjapkan matanya dan menggeleng, Luhan kemudian menatap Minseok dan Kris bergantian dengan tatapan ketakutan.

“Kris, Minseok-ah, kita harus segera ke sekolah Sehun!!!” Ucap Luhan tiba-tiba, dia terlihat seperti sangat teburu-buru.

“Kenapa kita harus kesana?” Tanya Minseok tidak mengerti.

“Suho dalam bahaya!!!” Jawab Luhan singkat, mendengar itu Minseok dan Kris langsung berdiri dan mengambil tas masing-masing kemudian segera berlari menuju mobil Kris.

Dalam perjalanan, Luhan sama sekali tidak bisa diam, dia terlihat begitu khawatir, berkali-kali dia menyuruh Kris untuk menambah kecepatan mobilnya, Luhan menyuruh Kris untuk mengemudi dengan kecepatan maksimum, dia bahkan mengatakan bahwa dia tidak peduli jika seandainya mereka menabrak seseorang dalam perjalanan mereka menuju sekolah Sehun.

“Sebenarnya ada apa dengan Suho? Kenapa kau terlihat begitu ketakutan dan terburu-buru?” Tanya Kris yang heran dengan sikap Luhan.

“Dia akan di serang oleh seseorang yang mempunyai sepasang sayap hitam dengan tubuh yang berpendar cahaya merah!!” Jawab Luhan masih panik dan makin panik saja.

“Kris, aku rasa kau memang harus menambah kecepatan mobilmu sebelum kita terlambat!!!” Ujar Minseok dari kursi belakang

“Baiklah” Jawab Kris singkat.

Kris, Minseok dan Luhan sampai di Seoul International High tepat saat bel istiahat berbunyi, mereka langsung menuju kantin mencari Suho beserta para MAMA lain, kedatangan ketiga orang yang tidak berseragam seperti murid SMA itu mengundang keheranan seluruh warga sekolah, tapi mereka tidak peduli, fokus mereka saat ini hanyalah menyelamatkan Suho dan MAMA lain.

Saat mereka bertiga menemukan para MAMA, ketiga orang itu langsung memanggil mereka dan mengajak mereka menuju lapangan sekolah.

“Kenapa kalian kesini?” Tanya Sehun heran dengan kedatangan ketiga hyungnya.

“Menyelamatkan kalian” Jawab Kris. “Terutama kau… Suho…” Lanjutnya.

“Aku? Memangnya aku kenapa?” Tanya Suho tidak mengerti.

“Karena hari ini aku akan menghabisimu…” Suara seseorang yang tidak mereka kenal terdengar, para MAMA mengalihkan perhatian mereka menuju sumber suara, mereka bisa melihat dengan jelas seorang bertubuh tinggi dengan sepasang sayap hitam kokoh dan tubuh yang berpendar cahaya merah sedang berada tepat di hadapan mereka.

“Jin… Jinwoon???”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

30 thoughts on “History of MAMA Chapter 9

  1. Aaaaa~ kaisoo sama hunhan momen nya bikin aku senyum-senyum sendiri wkwk *gilamendadak*
    acha emang paling bisa bikin penasaran wkwk
    next part dtnggu cha.

  2. Next chapter selanjut’a eon?!! 😀
    wahh makin seru aja! Keep writing ^^
    MAMA, semoga kalian smua dlm keadaan baik dan selamat selalu! ‘-‘)b

  3. Ping-balik: History of MAMA Chapter 10 | Acha's Blog

  4. Aku sdh menduga kalau itu jinwoo..
    Dia pasti dendam karena suho pernah menenggelamkannya..
    Semoga mereka gk ada yang terluka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s