History of MAMA Chapter 11

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Eleven-

Summary :

“ini bukan tentang menyelamatkan satu dua orang, namun seluruh kelangsungan jagad raya beserta isinya”

-***-

A/N :

Entahlah, ini Part rasanya Absurd, Authornya juga masih capek banget abis Study Tour dan belom sempet negcek sama sekali, kekeke~

part sebelumnya -> Chapter 10

yang lain bisa dilihat di library ^^

-***-

Sehun membuka matanya perlahan dan melihat sekeliling, beberapa saat kemudian dia membelalakkan matanya kemudian duduk, dia kaget saat menyadari saat ini dia berada di atas kasur putih lembut dengan selimut putih yang menutupi tubuhnya.

“Aku dimana?” Tanyanya pada dirinya sendiri, dia menyibakkan selimutnya kemudian berjalan ke arah jendela dan melihat keluar, hamparan tanah kering retak terbentang terlihat didepannya, dia mengerenyitkan keningnya tidak mengerti.

“Kau sudah bangun?” Sebuah suara membuat Sehun menolehkan wajahnya, seulas senyumterukir di wajah tampannya, ternyata Luhan, Luhan pun masuk ke dalam dan mendekati Sehun.

“Kepalamu sudah tidak sakit?” Tanya Luhan, kening Sehun mengerenyit, dia memegang kepalanya.

“Untuk apa kepalaku sakit?” Tanya Sehun balik.

“Saat kita pertama kali menginjakkan kaki di Sanguinets kemarin tanpa sengaja kepalamu terbentur batu dan pingsan..” Jelas Luhan.

“Benarkah?”

“Mm”

“Aku rasa aku tidak mengingatnya…” Ujar Sehun sambil mengelus-elus kepalanya. “Tapi hyung… kita sekarang ada di Sanguinets?” Tanya Sehun lagi, Luhan menganggukkan kepalanya.

“Lebih tepatnya di istana milik papamu…” Ujar Luhan sambil menepuk bahu Sehun.

“Papaku?”

“Mm… Istana ini milik Guardian Aiden yang ternyata adalah raja di Sanguinets…”

“Mwo? Maksud hyung?”

“Aku rasa aku bukan orang yang tepat untuk menjelaskan tentang hal ini, biarlah Yoona noona dan Donghae hyung sendiri yang menjelaskannya…” Ujarnya kemudian meninggalkan Sehun yang masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang tadi di katakan Luhan, dia melihat lagi keluar jendela, menerawang jauh pemandangan tanah kering yang terhampar di Sanguinets, entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat keadaan Sanguinets yang memprihatinkan, dia seakan merasa telah gagal.

-***-

Kris dan Suho, dua leader MAMA itu kini sedang menghadap Donghae dan Yoona di ruangan mereka, entah kenapa hati kedua leader itu terasa begitu berdebar, mungkin karena gugup, atau mungkin juga karena takut.

“Kris, Suho… kalian berdua adalah leader yang bukan hanya berkewajiban mengembalikan jantung Tree of Life, namun juga berkewajiban mengembalikan keseimbangan di seluruh jagad raya, kelangsungan seluruh makhluk di jagad raya ini berada di tangan kalian juga para MAMA lain, bukan hanya itu, kalian juga harus mengalahkan seluruh pasukan Dark Kingdom beserta raja mereka dan itu tidak akan mudah, terutama untukmu Kris, karena kau yang harus mengalahkan Prince Marcus….” Ujar Donghae yang hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Kris dan Suho.

“Saat matahari tenggelam nanti…. kalian para MAMA harus berkumpul di aula istana… ada yang harus kami berikan kepada kalian semua….” Lanjut Yoona yang lagi-lagi hanya ditanggapi anggukan oleh kedua leader itu.

-***-

Kyuhyun berdiri di balkon istana dengan memegang tongkat emas kekuasaannya, dia memandangi seluruh Ryuk yang berkumpul di depan istananya dan bersiap untuk berperang, sebuah seringaian muncul di wajahnya, tidak lama kemudian Taeyeon keluar dan berdiri di samping Kyuhyun dengan memakai gaun hitam yang mempesona dengan tiara putih yang berhias mutiara hitam di tengahnya, Kyuhyun yang melihat Taeyeon yang kini telah berdiri di sampingnya tersenyum kepada wanita cantik itu dan memegang tangannya kemudian menciumnya lembut.

“Kita akan berperang… Ratuku….” Ujarnya kemudian menyeringai lagi, sedangkan Taeyeon hanya memberikan sebuah senyuman lembut kepada Kyuhyun.

-***-

Matahari terbenam di Sanguinets sangatlah indah walaupun keadaan planet itu begitu memprihatinkan, kedua belas MAMA berkumpul di aula istana sesuai dengan apa yang di perintahkan Yoona tadi, mereka duduk melingkar mengelilingi sebuah meja bundar yang berada di tengah aula sambil menunggu kedatangan Donghae dan Yoona.

“Oe, Sehun-ah, lukisan bayi kecil itu mirip denganmu!” Seru Baekhyun yang membuat seluruh MAMA mengalihkan perhatiannya kepada lukisan yang di tunjuk Baekhyun, dan benar saja, lukisan bayi laki-laki berjubah putih yang sedang memegang harpa itu memang sangat mirip dengan Sehun, apalagi senyumnya.

“Oe? Benar juga.. Ya! Sehun-ah… kau sebenarnya siapa?” Tanya Chanyeol kepada Sehun, namun Sehun hanya diam dan terpaku melihat lukisan bayi kecil itu, dia disibukkan sendiri oleh pikirannya, dia seperti pernah melakukan hal itu.

“Akkhh..” Teriak Sehun lirih sambil memegang kepalanya, tiba-tiba di kepalanya berputar sebuah kenangan dimana dia tengah bermain harpa di tengah rumput hijau bersama kupu-kupu dan kemudian seorang pria berjubah hitam menghampiri dan memberinya sebuah apel, pria berjubah hitam itu bahkan menggendongnya dan menciuminya dengan penuh kasih sayang, namun tiba-tiba pria berjubah hitam itu menangis dan meletakkan Sehun kembali di atas rumput kemudian pergi, meninggalkan Sehun bayi yang mengawasi kepergian pria berjubah hitam itu dengan tatapan heran.

“Sehun-ah, kau tidak apa-apa?” Tanya Luhan khawatir. “Apa kepalamu sakit karena benturanmu kemarin?” Lanjutnya, Sehun menatap Luhan dan menggeleng.

“Tidak, hanya saja aku mengingat sebuah kenangan, tapi aku sendiri tidak tau apa kenangan itu, bukankah hyung bisa melihat kedalam pikiranku?” Tanya Sehun balik, Luhan terkisap, dia kemudian menunduk.

“Hyung kenapa?” Tanya Sehun lagi.

“Kali ini aku tidak bisa melihat pikiranmu….” Ujarnya yang membuat para MAMA kaget.

“Mwo? Bagaimana bisa?” Tanya Suho heran.

“Karena Luhan hanya bisa melihat kenangan seseorang jika orang itu menunjukkannya kepada Luhan…” Suara Donghae terdengar, seluruh MAMA pun menoleh ke arah sumber suara, mereka melihat Donghae dan Yoona yang tersenyum cerah kepada mereka berdua belas.

“Ini tidak ada pengaruhnya dengan kekuatan Luhan hyung ‘kan?” Tanya Jongdae khawatir.

“Tentu saja tidak…” Jawab Yoona sambil tersenyum.

Yoona dan Donghae berjalan menuju para MAMA, tiba-tiba beberapa benda melayang dan mendarat di tengah meja, benda-benda itu adalah dua belas pedang kecil runcing dengan ukiran lambang masing-masing MAMA di atasnya, tidak hanya itu, sebelas kalung perak dengan bandul para MAMA pun muncul di depan mereka.

“Itu adalah senjata kalian, setiap senjata mempunyai kemampuan sesuai dengan pemiliknya, dan kalung itu adalah kalung yang akan menjelaskan segala sesuatu kepada kalian setelah perang berakhir… kalung itu adalah kalung yang menyimpan seluruh kenangan kalian di masa lalu…” Jelas Yoona.

Para MAMA pun mengambil masing-masing senjata sesuai lambang mereka beserta kalungnya.

“Oe? Dimana kalung Sehun?” Ujar Yixing heran saat menyadari tidak ada kalung dengan bandul lambang Sehun.

“Aku sudah memakainya dari ulang tahunku kemarin…” Jawab Sehun sambil menunjukkan kalung berbandul Wind yang saat ini di pakainya.

“Ohhh…” Yixingpun mengangguk mengerti kemudian memakai kalungnya sendiri.

“Donghae hyung….” Panggil Baekhyun lirih sambil mengamati pedangnya.

“Ada apa Baekhyunie?”

“Hyung yakin pedang sekecil ini adalah senjata kami?” Tanyanya, Donghae tersenyum.

“Tentu saja, kau hanya perlu percaya pada pedangmu…”

“Gukk” Suara seekor anjing terdengar, seluruh MAMA menoleh ke sumber suara, kening mereka mengerenyit.

“King??” Ujar mereka hampir bersamaan, anjing itu hanya menggonggong senang sambil mengibaskan ekor putihnya ke kanan dan ke kiri, sebuah cahaya putih tiba-tiba menyelimuti King dan merubahnya menjadi seorang namja yang kini tersenyum kepada mereka semua, para MAMA mengangakan mulutnya kaget.

“Oe? Bukankah kau penjual di toko antik yang memberiku kalung milik Sehun, Yoona noona dan Donghae hyung?” Ujar Luhan setelah beberapa saat.

“Aku bukan penjual di toko, aku hanya menyamar agar aku bisa memberikan kalung itu padamu…” Jawabnya dingin dengan mata sipitnya

“Sebenarnya kau siapa?” Tanya Baekhyun yang paling kaget diantara para MAMA karena anjing miliknya telah berubah menjadi seorang manusia.

“Aku Yesung” Jawabnya singkat.

“Yesung? Kalau begitu kau adalah….” Baekhyun tidak meneruskan kata-katanya dia hanya melebarkan matanya sambil menunjuk Yesung.

“Aku seorang Myul, teman kakek dan nenekmu….” Ujar Yesung yang rupanya mengerti apa yang akan dikatakan Baekhyun.

“Tunggu, bagaimana kau bisa mendapatkan kalung itu?” Tanya Luhan penasaran.

“Mudah, saat kalian semua sekolah dan kuliah aku tinggal pergi ke Dark Kingdom kemudian mencurinya di istana Prince Marcus, kalian tau… aku hampir terbunuh karena ketahuan oleh salah seorang Ryuk”

“Lalu kenapa kau hanya memberikanku tiga kalung saat itu? Tidak semuanya?”

“Sudah ku bilang aku hampir terbunuh, dan aku tidak ke sana sekali, namun berkali-kali, tentu saja untuk menghindari para Ryuk, aku hanya berhasil mendapatkan tiga kalung saat itu dan aku kembali lagi untuk mengambil sisanya….” Jelasnya.

“Lalu-”

“Bisakah kau berhenti bertanya? Aku lelah!!!” Protesnya karena Luhan terus saja memberikan berbagai macam pertanyaan kepadanya.

“Jwesonghaeyo…” Luhan meminta maaf sambil membungkukkan badannya, Yesung hanya mengangguk dan mengubah dirinya lagi kemudian pergi.

“Hoaaammmmmm” Tao tiba-tiba menguap kemudian tidur dipangkuan Baekhyun.

“Kau lelah?” Tanya Baekhyun yang hanya di tanggapi sebuah anggukan malas dari Tao, Yoona yang melihat Tao mengerti keadaan mereka yang saat ini sedang lelah, dia kemudian membisikkan sesuatu kepada Donghae, Donghae pun tersenyum dan mengangguk.

“Aku tau kalian lelah… di tambah besok ketika fajar menyingsing di Sanguinets kalian akan berperang dengan pasukan Dark Kingdom, sekarang kalian istirahatlah…. kalian akan membutuhkan seluruh energi kalian besok…”

-***-

Kris berada di atas menara sambil mengelus-elus kepala Black Scales, naga bersisik hitam kesayangannya, dia tidak bisa tidur , jujur saja, dia sangat terbebani dengan tanggung jawab yang ada di pundaknya saat ini, ini bukan tentang menyelamatkan satu dua orang, namun seluruh kelangsungan jagad raya beserta isinya, dia mengembuskan nafas beratnya berkali-kali sembari berfirkir bagaimana dia akan menghadapi Prince Marcus besok.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya, Kris pun menoleh, ternyata Chanyeol yang saat ini tersenyum kepadanya, di belakangnya ada Flawks, burung Phoenix milik Chanyeol, Chanyeol tiba-tiba memeluk Kris dan Kris membiarkannya.

“Aku tau ini bukan tanggung jawab yang mudah hyung… tapi hyung tidak sendiri… kami semua ada untuk membantumu…” Ujar Chanyeol, sebuah senyuman tipis terukir di wajah tampan milik Kris, dia memeluk Chanyeol balik sambil mengelus-elus rambutnya.

“Terima kasih…” Ujarnya kemudian, Black Scales dan Flawks yang menyaksikan kedua tuan mereka berpelukan berdiri berdampingan, hati mereka sama seperti tuannya, lembut dan setia, dan malam itu adalah malam di mana seekor naga dan burung Phoenix berjanji untuk selalu melindungi tuan mereka walaupun nyawa mereka yang di pertaruhkan.

-***-

“Yixing ge, kau tidak tidur?” Tanya Tao yang melihat Yixing hanya memandangi bulan dari jendela, Yixing menoleh dan menggeleng.

“Kenapa?”

“Aku hanya berfikir apakah aku berguna….” Jawabnya lirih.

“Maksudmu ge?”

“Kau tau kan, kekuatanku hanyalah healing, aku juga tidak punya kemampuan berperang ataupun bela diri walaupun kau selalu melatihku… aku hanya merasaaku tidak berguna…” Ujarnya sambil menunduk, Tao pun memeluk kakak sepupunya itu erat.

“Ge, justru gege adalah salah satu yang terpenting di antara kita, jika tidak ada gege, ketika salah satu dari kita ada yang terluka bisa saja kita meninggal, gege ingat ‘kan saat gege menyembuhkan Jongin? Kalau seandainya gege tidak ada waktu itu mungkin Jongin sudah tidak ada… Gege adalah nafas kehidupan para MAMA….” Ujar Tao lembut, Yixing pun melepaskan pelukan Tao dan memandang adiknya dengan mata yang berkaca-kaca.

“Apakah aku sepenting itu?”

“Tentu saja, mulai sekarang berhentilah berfikir kalau gege tidak berguna…” Jawab Tao sambil tersenyum lembut, Yixing langsung memeluk Tao dan menangis.

“Xiexie…”

“Hao…”

-***-

Jongdae memainkan sebuah bandul yang ada di kamarnya, sesekali dia menghembuskan nafas berat dan menyebabkanBaekhyun terbangun.

“Jongdae-ah… kenapa kau tidak tidur? Saat fajar besok kita sudah berperang…” Ujar Baekhyun dengan suaranya yang serak dan mata yang tertutup.

“Aku tidak bisa tidur…”

Suho yangkebetulan sedang lewat dan mendengar percakapan antara Baekhyun dan Jongdae memutuskan untuk masuk kedalam kamar dua orang itu.

“Kenapa?” Tanya Suho, Jongdae pun menoleh dan menatap Suho.

“Hyemi…” Jawab Jongdae singkat.

“Yeoja yang kau cintai itu?” Celetuk Baekhyun masih dengan mata yang tertutup.

“Aku sudah tidak lagi mencintainya!!” Sergah Jongdae yang langsung membuat mata Baekhyun terbuka karena kaget.

“Lalu?” Kali ini Suho yang bertanya kemudian duduk di samping Jongdae.

“Aku hanya tidak bisa melawan wanita karena itu akan membuatku teringat kepada ibuku…” Ujarnya sambil menunduk.

“Jongdae-ah… seandainya Hyemi memanglah bagian dari mereka, mau tidak mau kau harus melawannya, lupakan kenangan pribadi demi kelangsungan seluruh jagad raya…” Ujar Suho sambil menepuk punggung Jongdae.

“Haruskah?”

“Mm, kau harus melawannya…”

-***-­

Malam di Sanguinets terasa begitu cepat, fajar pun menyingsing dari ufuk timur planet yang terlihat begitu gersang ini, para MAMA berkumpul di aula untuk menghadap Yoona dan Donghae.

“Kalian adalah yang terpilih dan di tangan kalianlah kelangsungan jagad raya ini bergantung, saling bekerja sama, mendukung, dan percaya satu sama lain adalah kunci kemenangan kalian…. aku percaya kepada kalian…” Ujar Donghae tegas, para MAMA menunduk, dan entah kenapa Kyungsoo menitikkan air mata.

“Baek Shikjoong akan mengawal kalian ke tempat peperangan, semoga berhasil…” Ujar Donghae.

Seorang lelaki paruh baya pun muncul dengan senyuman yang hangat, dia memandang para MAMA bergantian, dan ketika pandangannya dengan Chanyeol bertemu, senyum pria paruh baya itu makin melebar.

“Apakah anda mengingat saya?” Tanyanya kepada Chanyeol, Chanyeol pun tersenyum dan mengangguk.

“Anda pemilik toko buku legenda di Siheung ‘kan?” Tanya Chanyeol balik, orang itu pun hanya tersenyum dan mengangguk. “Senang bertemu anda lagi…” Lanjut Chanyeol.

“Dan sebuah kehormatan bagi saya untuk bertemu kedua belas MAMA lagi…” Ujarnya. “Berdirilah melingkar dan saling berpegangan tangan …” Lanjutnya, dan para MAMA pun menurutinya, Baek Shikjoong kemudian berdiri di tengah, memejamkan matanya dan berkonsentrasi, cahaya putih meliputi para MAMA dan dalam sekejap mereka telah menghilang dari aula istana.

-***-

“Bukalah mata kalian….” Suara Baek Shikjoong terdengar dan para MAMA pun membuka mata mereka, saat ini mereka tengah berdiri segaris dan berada di sebuah tanah lapang dengan beribu-ribu pasukan di belakang mereka dengan persenjataan lengkap, para MAMA saling melihat satu sama lain.

“Ini dimana?” Sehun membuka suara.

“Ini di pusat Sanguinets, dan di ujung sana adalah Tree of Life, di sinilah kalian akan berperang…” Jawab Baek Shikjoong kemudian menghilang.

Angin kecil berhembus menerpa wajah tampan para MAMA, mereka memejamkan mata mereka sejenak kemudian membukanya lagi, mata mereka terbelalak saat melihat pasukan berpakaian hitam dengan wajah beringas telah ada di hadapan mereka, dan mereka lebih terbelalak lagi ketika Jinwoon berada di tengah pasukan dengan Daeun dan Hyemi di kanan kirinya.

“Tck, sudah aku duga wanita penggoda itu adalah salah satu dari mereka..” Decak Sehun ketika melihat Daeun yang saat ini tengah menyeringai kepadanya.

“Dimana Prince Marcus?” Tanya Kris lantang.

“Kalahkan aku dulu jika kau ingin bertemu dengannya!!” Jawab Jinwoon meremehkan.

“Sesuai dengan permintaanmu..” Ujar Kris dingin kemudian menembakkan sebuah cahaya biru yang tepat mengenai dada Jinwoon, Jinwoon tersungkur kemudian berdiri lagi, matanya berubah merah dan memandang Kris marah.

“SERANG!!!!!”

Dan peperangan pun dimulai, suara dentuman benda keras dan dentingan pedang terdengar riuh, para Ryuk dan pasukan para MAMA bertempur untuk saling menumbangkan, pertempuran ini bukan hanya mempertaruhkan nyawa mereka, namun juga kelangsungan kehidupan seluruh jagad raya.

Baekhyun saat ini tengah di kepung oleh para Ryuk, dia mengambil pedang kecil disakunya dan menodongkannya kepada para Ryuk, para Ryuk tertawa.

“Hah! Kau mau melawan kami dengan pedang kecil itu? Lebih baik kau persiapkan saja dirimu untuk musnah!!! Hahaha!!”

Baekhyun menggenggam pedangnya erat dan menutup matanya, sebulir air mata mengalir dari mata kirinya.

‘Aku percaya pada pedangku…’ Ucapnya dalam hati, dan bersamaan dengan itu pedang Baekhyun berubah menjadi sebuah pedang panjang yang kokoh dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan, cahaya itu bahkan bisa membutakan mata para Ryuk, para Ryuk menjerit kesakitan karena mata mereka kini telah buta, Baekhyun membuka matanya dan menyadari apa yang terjadi, dia segera memanfaatkan kesempatan itu untuk menebas kepala para Ryuk dan menghabisi mereka.

Disisi lain, pedang Kyungsoo berubah menjadi tongkat batu yang dengan sekali pukulan bisa menyebabkan siapa saja yang terkena pukulan itu berubah menjadi butiran debu, Kyungsoojuga mengendalikan tanah dan semut untuk menyerang para Ryuk yang berusaha untuk melawannya, peluh bercucuran di kening namja kecil itu namun sama sekali tidak membuat namja itu berhenti untuk melawan mereka, dan ketika sekumpulan Ryuk bersiap untuk menyerangnya bersama Kyungsoo menghentakkan kakinya ke tanah dan menyebabkan tanah itu retak sehingga para Ryuk terjembab dan jatuh ke dalam tanah yang kini mengeluarkan api dan membakar tubuh mereka, Kyungsoo pun tersenyum dengan nafas yang terengah-engah.

Yixing yang tidak mengerti harus bagaimana hanya berada di dekat Tao sambil memegang pedangnya yang telah berubah menjadi sebuah tanduk panjang yang runcing, dia hanya melawan Ryuk yang mencoba melawannya dengan menusukkan tanduk itu kepada mereka, sedangkan Tao yang pedangnya berubah menjadi seperti pedang wushunya namun seratus kali lebih tajam, dengan keterampilan bela dirinya dia menghabisi banyak Ryuk dengan menebas tubuh mereka, tidak lupa dia selalu melindungi Yixing yang selalu berada di dekatnya.

Chanyeol dan Minseok, dua orang yang mempunyai kekuatan berlawanan itu bergabung untuk menghabisi para Ryuk, kekuatan yang berasal dari pedang api Chanyeol dan pedang es Minseok mempunyai kekuatan yang tidak terkalahkan, gabungan dari dua kekuatan berlawanan itu bahkan bisa menimbulkan gempa kecil ketika mereka melakukan penyerangan, di tambah dengan tembakan bola api dan es yang terus saja mereka keluarkan membuat para Ryuk musnah dan menghilang.

Jongin yang merupakan seorang pembunuh bayaran kini dengan lihai menghabisi para Ryuk dengan tembakan maut dan kekuatan teleportasinya, pedang Jongin berubah menjadi pistol yang dalam sekali tembak bisa memusnahkan lima Ryuk sekaligus.

“Akkhhh!!” Jongin berteriak ketika tanpa sengaja seorang Ryuk berhasil menggores tangan Jongin dengan pedang.

“Jongin-ah!!!!” Kyungsoo berteriak ketika melihat tangan Jongin yang bercucuran darah, Kyungsoo langsung menyerang Ryuk yang melukai Jongin dengan tongkat batunya dan berhasil memusnahkan Ryuk tersebut, Kyungsoomembawa Jongin ke tempat yang aman kemudian merobek bajunya dan membalut tangan Jongin agar darahnya berhenti mengucur.

“Yixing hyung!!! Yixing hyung!!!!” Kyungsoo berteriak memanggil Yixing di antara peperangan, tidak lama Yixing terlihat berlari di belakang Tao yang menggandeng tangan Yixing erat.

“Ada apa Kyungsoo-ah?” Tanya Yixing dengan nafas terengah-engah, sedangkan Taokembali ke medan perang.

“Jonginie terluka!” Mata Yixing membelalak, Yixing segera memegang tangan Jongin dan membuka balutannya, dengan perlahan Yixing menyembuhkan tangan Jongin, butiran kristal bening yang muncul dari tangan Yixing memberikan efek dingin untuk Jongin, perlahan tapi pasti luka itu tertutup dan kembali seperti semula bagai tidak pernah ada goresan pedang di tangan itu, Yixing tersenyum, begitupun Kyungsoo dan Jongin, Jongin segera memeluk Yixing.

“Gomawo hyung…” Yixing pun menepuk punggung Jongin lembut, Jongin kemudian melepaskan pelukannya dan memandang kedua hyungnya.

“Saatnya kembali berperang!” Ujarnya kemudian menggandeng kedua tangan hyungnya untuk kembali ke medan peperangan.

Jongdae sedang berhadapan dengan Hyemi, Hyemi memandang Jondae dengan pandangan remeh karena Jongdae menatap Hyemi dengan tatapan iba.

“Pria lemah sepertimu tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” Ujar Hyemi meremehkan, dia kemudian menembaki Jongdae dengan cahaya merahnya namun oleh Jongdae serangan Hyemi di hindarinya dengan gesit dan itu membuat Hyemi makin geram, dia kemudian mengeluarkan pedangnya dan berusaha menyerang Jongdae lagi, lagi-lagi serangan Hyemi di tangkis Jongdae dengan mudah, apalagi pedang Jongdae kini telah berubah menjadi pedang halilintar yang setiap dentingannya menimbulkan petir.

“Aku membencimu!!!!” Teriak Hyemi kemudian menebaskan pedangnya ke arah Jongdae.

“AAAKKKHHH!!!!”

Bukan Jongdae yang berteriak namun Hyemi, sebelum Hyemi berhasil melukai Jongdae, Jongdae lebih dahulu menusuk dada Hyemi dengan pedangnya, tubuh Hyemi pun hancur dan berubah menjadi butiran debu yang hilang tertiup angin.

“Mianhae Hyemi-ah…” Ujar Jongdae lirih.

Luhan menyerang Ryuk hanya dengan tatapan matanya yang membunuh, dia bahkan sama sekali tidak bergerak dan memandangi para Ryuk yang menyerangnya, sama seperti Leeteuk dulu, organ dalam Ryuk akan keluar kemudian musnah dan hanya meninggalkan tetesan darah.

“Terima ini!!” Suara Ryuk terdengar dari belakang Luhan membuat Luhan seketika menoleh dan menggunakan kekuatan teleknisnya untuk menerbangkan Ryuk tersebut kemudian menebasnya dengan pedangnya yang kini telah berubah menjadi pedang panjang dengan ukiran spiral yang menyerap energi siapa saja yang menjadi korbannya.

Sehun yang berhasil mengalahkan banyak Ryuk dengan pedang anginnya kini sedang terengah-engah, peluh mengucur di kening namja tampan itu.

“Sudah lelah, Sehun-ssi?” Suara yang begitu familiar di telinga Sehun terdengar, dan benar saja, Daeun, wanita penggoda itu sedang berada di depannya.

“Mau apa kau?” Tanya Sehun dingin, Daeun tersenyum tipis kemudian mendekat ke arah Sehun dan memegang kedua pipi Sehun dan berusaha menciumnya namun di tangkis oleh Sehun, Daeun hanya menyeringai.

“Ayolah Sehun-ssi, satu ciuman saja, tak taukah kau betapa aku mencintai seorang pangeran sepertimu?”

“Dasar wanita penggoda!!” Desis Sehun kemudian berusaha menyerang Daeun namun wanita itu berhasil menghindar, dia menyerang Sehun balik namun Sehun juga berhasil menghindar, tiba-tiba sebuah seringaian muncul di wajah Sehun, dia menciptakan angin tornado yang menggulung Daeun dan menancapkan pedangnya tepat di dada yeoja itu. Daeun pun musnah.

Suho dan Kris bekerja sama menghadapi Jinwoon, keringat sudah bercucuran dikedua leader itu karena persaingan sengit mereka dengan Jinwoon, Jinwoon terbang dan diikuti oleh Kris, sedangkan Suho menaiki Black Scales, naga milik Kris, pertarungan di langit pun terjadi, tembakan demi tembakan mereka luncurkan dan pada akhirnya ketika Jinwoon lengah, Black Sclaes yang cerdik menghantamkan ekornya kepada Jinwoon, membuat Jinwoon terpental dan berakhir dengan tusukan pedang api dingin mematikan milik Kris, tembakan api Chanyeol, tembakan air Suho, dan tembakan es Minseok.

DHUAARRRR

Sebuah ledakan besar akibat bersatunya empat kekuatan MAMA pun terjadi di langit, membuat butiran salju yang berasal dari ledakan itu turun menyelimuti medan perang yang menyisakan para MAMA beserta pasukan mereka, kini tanah lapang nan retak itu pun berubah menjadi putih tertutupi salju, Kris dan Suho pun turun ke tanah dengan nafas yang terengah-engah, mereka berdua melihat MAMA lain dengan sebuah senyuman lebar, para MAMA menghambur ke pemimpin mereka dan memeluk mereka berdua, tawa kebahagiaan terdengar dari mereka.

“Sekarang semuanya berakhir…” Ujar Kris lega. “Kita hanya perlu mengembalikan Jantung Tree of Life…” Lanjutnya.

“Semuanya masih belum berakhir, Kris… kau masih harus menghadapiku…” Sebuah suara yang tidak pernah mereka dengar kini terdengar ditelinga mereka, para MAMA menoleh ke arah sumber suara, seorang pria berjubah hitam yang sedang menggandeng wanita yang bergaun dengan warna yang sama berada di depan mereka.

“Taeyeon noona?” Ujar Kyungsoo kaget, berbeda dengan Kyungsoo yang kaget, Sehun malah mengerutkan keningnya heran.

“Dia…. Bukankah dia pria berjubah hitam yang muncul dalam kenanganku?” Guman Sehun.

“Dia Prince Marcus….”

-TBC-

Iklan

18 thoughts on “History of MAMA Chapter 11

  1. Huaaaa akhir nya di update juga.
    Gimana cha studytour nya ? Pasti seru *yaiyalah* #mendadakkepo
    ah itu kenapa kyu oppa sama tae eon *aduhgarela*
    next next next…

  2. Ping-balik: History of MAMA Chapter 12 | Acha's Blog

  3. Sepertinya satu rahasia lagi akan terungkap disini tentang masa lalu marcus dan keterlibatannya sehun
    Mungkin gk ya..
    Kalau mereka bersaudara..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s