[4th] – Angel

2nd

Title :Angel

Author :Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • Other (Find By Yourself)

-***-

Part Sebelumnya -> 3rd

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Namaku Park Chanyeol….” Chanyeol menjulurkan tangannya mengajak berjabat tangan yang disambut hangat oleh Kyungsoo dan Kai.

“Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya” Ujar Kyungsoo sambil memandangi Chanyeol dari atas sampai bawah.

“Aku memang baru pindah hari ini, aku pindahan dari Busan….”

“Busan? Jauh sekali… Ngomong-ngomong kau ada di kelas apa?”

“Aku di kelas 2-2, tapi aku belum tau kelasnya yang mana, hehe…” Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“2-2? Kau sekelas denganku!!” Teriak Kyungsoo senang.

“Benarkah?” Mata Chanyeol berbinar cerah mendengar perkatan Kyungsoo barusan.

“Mm” Kyungsoo menganggukkan kepalanya bersemangat.

“Heol, kenapa sekarang jadi Kyungsoo yang bersemangat?” Gerutu Kai sambil memandangi Kyungsoo dan Chanyeol yang saling melempar senyum lebar satu sama lain, Kyungsoo menoleh dengan bibir yang mengerucut.

“Wae? Shireo? Kau cemburu?” Tanya Kyungsoo masih dengan bibir yang mengerucut.

“Aku bukan gay….” Jawab Kai datar dan dingin.

“YA!!!!!” Kyungsoo berjalan dan bersiap memukul kepala Kai, namun Kai dalam sekejap menghilang dan beralih ke samping Chanyeol.

“Weee” Kai menjulurkan lidahnya mengejek Kyungsoo yang saat ini wajahnya sudah sangat merah karena marah.

“YA!! Empp-pftt” Mulut Kyungsoo dibekap oleh Chanyeol agar tidak berteriak.

“Ya! Kalau kau terus saja meneriaki makhluk halus itu orang-orang akan kesini dan menganggapmu gila” Ujar Chanyeol masih membekap mulut Kyungsoo.

“Mwo? Makhluk halus?? Ya!!! Aku ini Angel!! Bukan makhluk halus!!!” Kai tidak terima dia disebut makhluk halus oleh Chanyeol, kedua sayap putihnya keluar.

“Kau bisa menembus benda padatkan?” Tanya Chanyeol.

“Tentu saja!”

“Kalau begitu kau makhluk halus…” Ujar Chanyeol datar, dia melepaskan bekapannya kepada Kyungsoo, Kyungsoo menarik nafas dan mengeluarkannya lega, sedangkan Kai hanya dibuat menganga dengan teori yang dikemukakan Chanyeol barusan.

“Chanyeol-ah, lebih baik kita ke lapangan saja….” Ujar Kyungsoo akhirnya.

“Geurae, tapi aku memakai kaosku dulu…” Chanyeolpun memakai kaos olah raganya kemudian menggandeng Kyungsoo menuju lapangan, meninggalkan Kai yang saat ini masih mematung dengan mulut menganga.

-***-

“Chanyeol telah berhasil menemukannya…” Ujar seorang wanita dengan wajah yang mirip dengan Chanyeol.

“Benarkah? Dia memang sangat bisa diandalkan…” Ujar seseorang pria paruh baya dengan sedikit terkekeh, pria paruh baya itu kemudian menghisap cerutunya dalam-dalam.

“Lalu bagaimana selanjutnya?” Tanya wanita yang mirip Chanyeol itu lagi.

“Biarkan saja mereka akrab dan menjadi sahabat sehingga ‘Nomel’ dan Angel itu percaya sepenuhnya kepada Chanyeol, setelah itu, saat bulan purnama Luterco terjadi kita akan membawa mereka berdua ke kediaman kita dan melakukan upacara Resuprone untuk membangkitkan Changmin…” Pria paruh baya itu menghisap cerutunya lagi.

“Anda menang sangat hebat tuan…” Wanita mirip Chanyeol itu menyeringai, seringaian yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan bergetar ketakutan.

-***-

“Donghae…” Donghae menoleh dan melihat siapa yang memanggil namanya.

“Yunho? Ada apa kau ke kastilku?” Yunho duduk di kursi putih di ruangan Donghae, dia menghela nafas berat.

“Aku sudah dengar tentang makhluk Potranoid…” Ujarnya sambil menyandarkan punggungnya ke sofa. “Bagaimana tindakanmu?” Tanyanya kepada Donghae yang kini menundukkan kepala, Donghae menghela nafas berat kemudian menatap Yunho.

“Satu-satunya cara untuk mencegah makhluk Potranoid membangkitkan Changmin adalah dengan membawa Kyungsoo ke Trivial sebelum bulan purnama Luterco terjadi…” Yunho langsung bangkit dari duduknya dan memandang Donghae tajam.

“Kau gila? Jika kita membawa ‘Nomel’ itu sebelum bulan purnama Luterco terjadi dia bisa membuka rahasia seluruh kehidupan Trivial dan kau tau dengan sangat baik apa yang akan terjadi jika rahasia itu terbongkar!!” Teriak Yunho keras.

“Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kita tidak membawanya sebelum Luterco terjadi aku yakin saat Luterco para makhluk Potranoid akan mengambil darah Kyungsoo dan Kaiuntuk membangkitkan Changmin, itu artinya sekali lagi makhluk Trivial dan Potranoid akan berperang dan kau juga tau dengan sangat baik jika peperangan kita akan mengakibatkan lebih dari setengah peradaban manusia musnah!!”

Yunho terdiam, dia memandang Donghae dengan tatapan nanar, Donghae sendiri menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menengadahkan wajahnya ke langit-langi kastil.

“Dari mana keyakinanmu berasal kalau makhluk Potranoid itu akan mengambil darah Kyungsoo dan Kai saat Luterco terjadi?” Mendengar pertanyaan Yunho, Donghae pun bangkit dan menatap pemimpin tertinggi Trivial itu dengan tatapan putus asa.

“Karena salah satu makhluk Potranoid telah berhasil menemukan Kyungsoo dan Kai sebelum aku memberitahukan mereka tentang dia… aku telah terlambat….” Donghae menunduk dan menghela nafas berat kemudian menatap Yunho lagi.

“Apa?”

Donghae bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Glave, dia membacakan mantra sebentar dan dari Glave itu terlihat Kyungsoo, Kai dan Chanyeol yang sedang berada dalam kantin dan saling bercanda.

“Dia… namja tinggi itu adalah seorang Deminoid, dan aku tidak bisa memberitahu Kai soal ini karena Kai dan Kyungsoo sudah mulai percaya dengan dia, kau tau ‘kan jika terdapat seseorang yang saling percaya maka baik Gods ataupun Legend tidak bisa memisahkan mereka? Satu-satunya cara hanya membawa Kyungsoo ke Trivial sebelum Luterco terjadi, apapun resikonya….”

-***-

“Chanyeol-ah, kau tinggal dimana?” Tanya Kyungsoo sambil memakan ramen miliknya.

“Untuk saat ini aku masih tinggal di hotel, aku masih mencari apartemen yang tepat…”

“Kenapa kau tidak tinggal dengan Kyungsoo saja? Dia tinggal sendiri di apartemennya..” Usul Kai yang sedari tadi hanya mengawasi Kyungsoo dan Chanyeol yang memakan makanan mereka masing-masing.

“Tinggal dengan Kyungsoo?” Chanyeol menatap Kai dengan tatapan memastikan, Kai mengangguk.

“Aku rasa itu bukan usul yang buruk…” Ujar Kyungsoo kemudian menyeruput orange juicenya.

“Usulku memang tidak pernah buruk…” Kai menepuk dadanya menyombongkan diri.

“Tck..” Kyungsoo dan Chanyeol berdecak bersamaan setelah mendengar perkataan Kai barusan.

“Kau mau tidak?” Tawar Kyungsoo.

“Boleh juga…”

-***-

Seorang namja berambut pirang sedang duduk sendiri di tepi sungai Han, wajah tampannya yang tertiup angin semilir membuat namja pirang itu menutup matanya.

‘Lindungi dia… lindungi dari makhluk Deminoid itu… itu satu-satunya cara agar kau terlepas dari kutukanmu…’

Namja tampan itu membuka matanya dan menghela nafas berat, mata tajamnya menatap lurus kedepan, menatap aliran sungai Han yang tenang namun menghanyutkan.

-***-

Kyungsoo dan Kai membantu Chanyeol untuk memindahkan barang-barangnya di apartemen milik Kyungsoo, berbeda dengan Kyungsoo yang melakukannya dengan senang hati, Kai dari tadi menggerutu dan mendengus kesal.

“Ya! Bisakah kau berhenti menggurutu?” Teriak Kyungsoo kesal karena Kai yang tidak berhenti mengomel.

“Aku ini seorang Angel, bagaimana mungkin aku melakukan pekerjaan memindahkan barang seperti ini? Aissshhh!!!” Kai menjejak-jejakkan kakinya kekanakan.

“Aku tidak peduli kau seorang Angel, atau bahkan tuhan sekalipun, yang jelas bantu Chanyeol untuk memindahkan barang-barangnya ke tempatku, bukankah kau sendiri yang mengusulkan agar Chanyeol tinggal disini?”

“Aisshhh!! Sekarang aku menyesal telah mengucapkan hal itu tadi..” Lagi-lagi Kai menggerutu, dengan terpaksa dia memindahkan barang-barang Chanyeol yang mungkin terlihat seperti benda melayang jika manusia biasa yang melihatnya.

Seluruh barang Chanyeol pun telah berpindah seluruhnya di apartemen Kyungsoo, hanya tinggal menatanya tapi mereka masih terlalu lelah di tambah gerutuan Kai yang membuat telinga mereka jengah untuk mendengarnya. Kyungsoo pun membuatkan minum untuk dirinya dan Chanyeol.

“Gomawo…” Chanyeol menerima orange juice yang telah di buatkan Kyungsoo dan meminumnya hingga tinggal setengah, Kyungsoo duduk di sebelah Chanyeol dan menyandarkan punggungnya ke sofa kemudian meminum minumannya sendiri.

“Kau pasti sangat haus..” Ujar Kyungsoo sambil melihat gelas Chanyeol yang isinya hampir habis.

“Sangat…” Chanyeol mengipas-kipasi dirinya dengan majalah yang berada di meja di samping sofa untuk menghilangkan keringatnya yang bercucuran.

“Kenapa kau pindah ke Seoul?” Tanya Kyungsoo kepada Chanyeol.

“Aku ingin mencari suasana baru dan aku harus menemukan sesuatu disini…” Ujar Chanyeol masih mengipasi dirinya, Kyungsoo beringsut dari duduknya dan menatap Chanyeol.

“Menemukan sesuatu?”

“Mm, dan aku sudah menemukannya, aku hanya tinggal mencari cara untuk membawanya bersamaku..”

“Memangnya apa yang kau temukan itu?”

“Aku tidak bisa memberitahumu… Mian..” Ujarnya sambil tersenyum, Kyungsoo mengerucutkan bibirnya kemudian menyandarkan punggungnya lagi ke sofa. “Kau marah?” Tanya Chanyeol khawatir, Kyungsoo menggeleng.

“Aku tidak marah, setiap orang memang pasti memiliki rahasia…” Ujarnya sambil menatap Chanyeol dan tersenyum, Chanyeol pun tersenyum balik kepada Kyungsoo.

“Ya! Angel-mu itu pasti sangat lelah, lihatlah betapa pulasnya dia tertidur di ranjangmu!” Chanyeol menunjuk Kai yang saat ini tengah tertidur pulas sambil memeluk guling Kyungsoo tanpa bergerak sedikitpun, Kyungsoo tersenyum tipis melihatnya.

“Apa dia benar-benar seorang Angel? Bukankah seorang Angel tidak butuh tidur?” Ujar Chanyeol lagi, Kyungsoo hanya mengendikkan bahunya tidak mengerti.

“Mungkin karena dia tinggal di bumi jadi dia bertingkah seperti manusia biasa..” Ujar Kyungsoo kemudian.

“Bisa jadi…”

Ting Tong

Bel apartemen Kyungsoo berbunyi, Kyungsoo pun beranjak dari tempat duduknya untuk melihat siapa yang datang dan diikuti oleh Chanyeol dibelakangnya, Kyungsoo melihat interkomnya dulu sebelum membukakan pintu, dia melihat seorang namja tinggi berambut pirang sedang berdiri di depan apartemennya dengan membawa sebuah bingkisan.

“Siapa dia?” Tanya Kyungsoo pada dirinya sendiri, berbeda dengan Kyungsoo, Chanyeol yang juga melihat namja itu lewat interkom memandang namja itu tidak suka, Kyungsoo pun membuka pintu apartemennya, namja tinggi itu tersenyum ramah.

“Hai, aku tetangga baru, apartemenku tepat di atas apartemen kalian dan kata pemilik apartemen ini aku akan satu sekolah kalian, aku pindahan dari London…” Namja pirang itu menyerahkan bingkisan yang dibawanya kepada Kyungsoo dan Kyungsoo pun menerima bingkisan itu dengan sedikit ragu.

“Jangan ragu, aku tidak memberi racun di dalamnya, kau tenang saja…” Ujar namja itu yang seakan mengerti  keraguan Kyungsoo, Kyungsoo hanya tersenyum kikuk.

“Baiklah aku kembali dulu, bye!!” Ujar namja itu kemudian pergi tanpa memberitahukan namanya kepada Kyungsoo dan Chanyeol.

“Mwoya? Dia bahkan tidak mengenalkan namanya kepada kita? Dia aneh…” Ujar Kyungsoo heran, Chanyeol hanya diam dan menatap kepergian namja pirang itu dengan tangan mengepal.

“Akan lebih baik jika kau tidak  mengenalnya……” Ucap Chanyeol lirih.

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

5 thoughts on “[4th] – Angel

  1. wah gawat, Kyungsoo dalam bahaya. tapi kenapa yah, kok si Kyungsoo gak curiga sama Chanyeol?

    Yang rambutnya pirang itu siapa yah? Apa mungkin Kris*sotoy
    lanjut yah!

  2. Huaaaaa kenapa acha tega buat kai oppa diteriakin mulu ma kyunsoo oppa, kasihan kai wkwk
    itu yg pindahan dari london siapaaaaa huaaaa kris ajah kalo bisa 😀
    next cha.

  3. Ping-balik: [5th] – Angel | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s