History of MAMA Chapter 12

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Cho Kyuhyun
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Twelve-

Summary :

“Aku yang ditakdirkan untuk mengalahkannya, bukan kalian…”

-***-

Puhaha~

Author jadi lama update ya? maklum, agak sibuk, ini aja nyuri waktu :3

Mianhaeyo readersdeul :*

Part sebelumnya -> Chapter 11

Be Aware with typo(s)

Happy Reading and Happy New Year!!!

-***-

“Akhirnya kita bertemu Dragon….” Kyuhyun menyeringai.

Para MAMA hanya diam dan menatap lurus kepada pangeran berjubah hitam yang ada dihadapan mereka, seringaian dinginnya berhasil membuat hati para MAMA berdebar karena takut, Baekhyun bahkan menelan ludahnya kasar ketika pangeran berjubah hitam itu tersenyum penuh ejekan kepada mereka, tangannya menggenggam pedangnya erat.

Black Scales dan Flawks yang mendampingi para MAMA dari awal pertempuran akhirnya maju kedepan, mereka menggunakan diri mereka sebagai benteng untuk melindungi para MAMA.

“Flawks! Apa yang kau lakukan?!!” Chanyeol berteriak ketika Flawks berada di depan para MAMA untuk melindungi mereka.

“Kami akan melindungi tuan…”

“Ya!! Kau tidak perlu melakukan itu!! Aku yang akan melindungimu!!”

“Tidak tuan, ini adalah janji antara saya dan Black Scales untuk melindungi kalian walaupun nyawa kami yang di pertaruhkan…”

“Kau tidak perlu melakukannya ku bilang!! Kembali ke belakang!! Ini perintah!!!” Sekali lagi Chanyeol berteriak namun Flawks sama sekali tidak bergeming, dia tetap berada di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.

Kris berjalan ke depan Flawks dan Black Scales dan menatap kedua hewan itu bergantian, Kris meletakkan kedua telapak tangannya di kepala Black Scales dan Flawks, kedua makhluk itu memejamkan mata mereka begitu pula Kris, cahaya biru berpendar dari telapak tangan Kris dan meresap masuk kedalam tubuh kedua makhluk itu, Kris melepaskan tangannya dan membuka mata, Flawks dan Black Scales pun membuka mata mereka, kedua mata makhluk itu berubah menjadi biru, sama seperti Kris saat ini.

“Ini adalah pertarunganku dengan dia, kalian tidak perlu melindungiku tapi lindungilah mereka…” Ujar Kris sambil menunjuk ke sebelas MAMA lain. “Ini perintah….” Lanjut Kris, baik Flawks maupun Black Scales menganggukkan kepala mereka kemudian terbang di atas para MAMA, mereka berputar-putar di atas mereka dan dari putaran mereka keluar cahaya biru bagaikan kristal yang membentuk perisai yang melindungi para MAMA didalamnya.

“Duizhang!!!!” Tao mencoba keluar dari perisai untuk membantu Kris namun perisai itu membuatnya terpental kembali.

“Kris!! Kau berniat untuk menghadapinya sendiri?? Apa kau gila??!! Luhan memukul-mukul perisai yang di bentuk oleh Black Scales dan Flawks berharap perisai itu akan hilang namun hasilnya nihil, perisai itu terlalu kuat, Kris hanya memandang para MAMA dengan mata birunya dan tatapan nanar.

“Aku yang ditakdirkan untuk mengalahkannya, bukan kalian…”

“Hyung!! Jangan bersikap egois!!” Kyungsoo berteriak dan membuat seluruh MAMA menoleh kepadanya, baru kali ini mereka melihatnya marah seperti ini, Kyungsoo yang mereka kenal adalah Kyungsoo yang diam dan menuruti seluruh perkataan hyung-hyungnya tanpa protes, tapi kali ini dia berbeda, dia bahkan membuat tanah yang mereka pijak menjadi retak dan sedikit mengeluarkan api.

“Aku tidak egois… justru aku melakukan ini demi kalian, lebih baik mengorbankan satu nyawa dari pada dua belas….” Kris membalikkan tubuhnya dan menatap lurus kepada Kyuhyun.

“Adegan yang mengharukan… aku akui kau memang leader yang sangat baik, apa aku harus memberi tepuk tangan kepadamu?”

“Tidak perlu membuang tenagamu untuk sebuah tepuk tangan… kau akan sangat membutuhkannya untuk menghadapiku…” Desis Kris dingin.

“Hahaha, bukankah kau yang membutuhkan tenagamu saat ini? Bukankah tenagamu sudah berkurang banyak untuk menghadapi anak buahku tadi?” Kyuhyun lagi-lagi menyeringai, dia kemudian menjentikkan jarinya, tiba-tiba sebuah pasukan yang terbentuk dari bayangan hitam muncul dalam jumlah banyak, para MAMA membelalakkan matanya kaget.

“Kris!!! Kau harus membuka perisai ini sekarang juga!! Kau tidak bisa menghadapi mereka sendiri!!! Berhentilah bersikap egois dan dengarkan aku!!!” Minseok berteriak dengan tangan yang mengepal, membuat salju turun semakin lebat dari langit Sanguinets, Kris membalikkan badannya menatap para MAMA.

“Bukalah perisai ini… kami akan menghadapi pasukannya dan membiarkan kau berhadapan dengan dia….” Minseok memelas bahkan berlutut,dimatanya telah tergenang air mata yang dapat mengalir kapan saja, Kris menghela nafas berat kemudian mengarahkan tangannya ke perisai yang di bentuk oleh Flawks dan Black Scales, cahaya biru keluar dari tangannya dan membuat perisai itu hilang, Kris memandang Flawks dan Black Scales bergantian.

“Lindungi mereka….” Kris membalikkan badannya menatap Kyuhyun lagi, Kyuhyun lagi-lagi menyeringai.

“Kris!!” Suara yang begitu familiar terdengar di telinga para MAMA, suara milik Donghae,  mereka semua menoleh, dan benar saja, Donghae dan Yoona saat ini tengah mengendarai kereta putih yang ditarik oleh dua ekor Unicorn yang memiliki bulu seperti kristal, kereta putih itu berhias emas.

Donghae dan Yoona turun dari kereta dengan bergandengan tangan, mereka kemudian berjalan kepada Kris dan memberikannya sebuah potongan batu yang berukirkan kedua belas lambang para MAMA, Kyuhyun yang melihat Yoona dan Donghae yang bergandengan tangan langsung melepaskan genggaman tangannya kepada Taeyeon dan mengepalkan tangannya kuat-kuat, sedangkan Kris hanya menatap batu yang di berikan kepadanya dengan kening mengkerut.

“Bukankah ini….”

“Badge Stone…” Donghae menepuk pundak Kris. “Bukankah sudah kukatakan kalau saling bekerja sama, mendukung dan saling percaya adalah kunci kemenangan kalian? Kau tidak bisa sendiri Kris…” Lanjutnya, Kris menatap Donghae yang tersenyum lembut kepadanya.

“Maafkan aku…”

“Tidak apa-apa, aku mengerti kau melakukannya karena kau ingin melindungi mereka…” Donghae lagi-lagi menepuk pundak Kris, dia kemudian membalikkan badannya menghadap Kyuhyun, masih menggandeng tangan Yoona, Donghae memandang Kyuhyun dengan tatapan kasihan dan penuh kasih sayang.

“Kyuhyun-ah, tidak bisakah kau mengakhiri hal ini?”

“Jangan panggil aku dengan nama itu!!!” Tangan Kyuhyun makin mengepal, matanya berubah menjadi merah menyala.

“Kyuhyun-ah… bukankah dulu kita sudah berjanji satu sama lain untuk tidak mengikuti jejak appa?”

“Aku memang berjanji untuk tidak mengikuti jejak appa sebelum kau menjadi Fove Princess Roxanne, Prince Aiden!!!” Desis Kyuhyun dingin, kini dari tubuhnya juga berpendar cahaya merah kehitam-hitaman.

“Kyuhyun-ah, apa yang kau rasakan terhadap Yoona hanyalah obsesi, bukan cinta… bukankah dari dulu kau memang terobsesi untuk memiliki apa yang aku miliki? Nae dongsaeng….”

“Aku memang selalu terobsesi untuk memiliki apa yang kau miliki, tapi aku masih bisa membedakan mana obsesi dan mana cinta, Hyung….”

Para MAMA terbelalak setelah mendengarkan perdebatan antara Kyuhyun dan Donghae, mereka semua kaget, terutama namja berwajah datar yang kini mengerti apa yang dia lihat di pikirannya dulu, Donghae adalah putra pertama Dark Lord yang menolak perintah ayahnya untuk menaklukkan Sanguinets, dia malah pergi ke Sanguinets untuk melindungi planet ini dan Tree of Life, dan ternyata dia juga yang di takdirkan menjadi Fove Yoona, putri dari raja di Sanguinets sebelum raja itu meninggal dan menyerahkan tahtanya kepada anak dan menantunya, sedangkan Kyuhyun adalah putra kedua dari Dark Lord yang selalu terobsesi untuk menyaingi kakaknya, dan Yoona adalah salah satu alasan Kyuhyun untuk berperang dengan kakaknya sendiri, di samping itu dia juga ingin menjadi penguasa seluruh jagad raya dengan mengambil Tree of Life.

“Sehun-ah…” Luhan menepuk pundak Sehun yang sedari tadi di lihatnya sedang melamun, Sehun menatap Luhan masih dengan raut terkejutnya. “Kau tidak apa-apa?”

“Luhan hyung… Prince Marcus… Dia… dia… “ Sehun tidak bisa melanjutkan kata-katanya, dia hanya menatap Luhan dan hampir menangis.

“Pamanmu…”

Hati Sehun bagai ditusuk belati, entah kenapa rasa sayang tiba-tiba muncul dihatinya untuk pangeran berjubah hitam itu, kini di kepalanya berputar kembali kenangan dimana Kyuhyun menggendongnya yang masih bayi sambil menangis, dia tidak tega untuk melawan Kyuhyun, Sehun langsung terduduk di tanah yang dilapisi salju itu dengan tatapan kosong.

“Sehun-ah!!” Yoona segera berlari kepada Sehun dan memeluknya erat. “Kau tidak apa-apa sayang?” Tanya Yoona khawatir.

“Ma… siapa aku sebenarnya?” Mata Sehun berkaca-kaca, Yoona hanya mengeratkan pelukannya.

“Mama hanya akan memberitahumu setelah Kris mengalahkan Kyuhyun…” Yoona mengecup kepala Sehun dengan air mata yang mengalir.

“Yoona…” Panggil Donghae, Yoona menoleh dan menatap Donghae dengan matanya yang basah, Donghae menggeleng kemudian menarik tangan Yoona.

“Kita harus kembali ke istana…” Yoona hanya mengangguk dan mengikuti Donghae, meninggalkan para MAMA yang masih dibingungkan dengan ada apa sebenarnya antara Yoona, Donghae dan Kyuhyun.

“Sehun-ah, kita harus berperang lagi…” Luhan mengelus rambut Sehun lembut, Sehun menatap Luhan kemudian menggeleng.

“Aku tidak bisa melawannya…”

“Kau tidak akan melawan Prince Marcus, kau hanya akan melawan pasukannya…”

“Hyung… Tapi aku-”

“Sehun-ah, ini demi jagad raya… Mm?” Luhan menarik tangan Sehun agar namja itu kembali berdiri, Sehun hanya menghela nafas berat.

“Baiklah….”

-***-

“Kau belum memberitahu Sehun apapun ‘kan?” Donghae menggenggam tangan Yoona erat.

“Aku belum memberitahunya…” Yoona bersandar di dada Donghae.

“Menjadi satu-satunya MAMA yang dilahirkan, bukan diciptakan membuat dia sedikit berbeda…” Ujar Donghae sambil mengelus-elus rambut Yoona.

“Tapi oppa menciptakan kekuatannya dari buah Tree of Life yang kau masukkan kedalam tubuhnya ketika oppa menciptakan sebelas MAMA lain…”

“Hanya kekuatannya yang aku ciptakan… bukan wujudnya… Dia tetaplah anakku yang dilahirkan lewat rahimmu….” Donghae kemudian mengecup kening Yoona penuh kasih sayang.

-***-

Para MAMA berdiri segaris lagi, mereka lagi-lagi akan berperang, pasukan mereka yang berada dibelakang mereka juga bersiap menghadapi musuh, Kyuhyun yang di dampingi Heechul disebelah kanannya hanya memberikan seringaian khas mereka kepada kedua belas MAMA, di belakang mereka, pasukan bayangan yang Kyuhyun ciptakan tadi juga bersiap untuk berperang.

Para MAMA menggenggam pedang masing-masing dengan genggaman yang erat, kekuatan mereka seakan dua kali lebih kuat di banding peperangan pertama tadi, mungkin karena efek dari Badge Stone yang ada di dekat mereka yang tadi di berikan kepada Kris, tapi hal itu tidaklah penting, saat ini yang penting adalah bagaimana cara mengalahkan Kyuhyun serta pasukannya.

“Yang mulia… bolehkah aku menghabisi anak dari Roxanne dan Aiden?” Bisik Heechul kepada Kyuhyun, Kyuhyun langsung memandang Heechul dengan tatapan mautnya.

“Jika kau berani melukainya walaupun hanya ujung rambut aku pastikan kau akan mati di tanganku!” Ancam Kyuhyun dengan mata merahnya, Heechul yang tidak menyangka reaksi Kyuhyun yang seperti itu langsung sedikit menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun.

“Waeyo?” Heechul tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya karena rasa penasaran yang menyelimutinya.

“Kau tidak perlu tau…” Desis Kyuhyun dingin, Heechul langsung diam dan menghadap kedepan.

“Mari kita mulai peperangan ini….” Ucap Kyuhyun dingin, dia menembakkan cahaya merah dari tongkatnya ke langit.

Peperangan kedua pun dimulai, sama seperti peperangan pertama, para MAMA berusaha menghabisi pasukan Dark Kingdom dengan senjata dan kekuatan mereka. Yixing yang sedikit mendapatkan keberanian untuk melawan pasukan Dark Kingdom kini dengan lihai mengayunkan senjatanya, dia berhasil menusuk beberapa pasukan bayangan itu, Yixing tersenyum bangga namun beberapa saat kemudian senyumnya langsung menghilang, pasukan yang ia tusuk tadi bergabung kembali dan utuh, bukan hanya Yixing yang di buat bingung, para MAMA lain juga sama bingungnya dengan Yixing, pasukan bayangan itu mengepung para MAMA dan menghimpit mereka hingga mereka ada di tengah.

“Mwoya ige?” Teriak Jongdae sedikit ketakutan. “Mereka tidak mempan dengan senjata kita… bagaimana ini??” Jongdae panik dan membuat MAMA lain juga sama paniknya dengan dia.

“Jongdae-ah! Jangan panik, kau membuat yang lain juga panik!!” Hardik Suho.

“Lalu kita harus bagaimana hyung? Hyung juga melihat dengan mata hyung sendiri kalau kita terdesak!!!”

“DIAM!!!!” Sehun berteriak yang seketika membuat para MAMA diam. “Jangan ada yang panik dan dengarkan aku, pasukan ini dari bayangan, bayangan hanya akan hilang jika tidak ada cahaya!” Lanjut Sehun, dia kemudian menatap Baekhyun yang diikuti oleh MAMA lain.

“Maksudmu?” Tanya Baekhyun yang masih belum mengerti apa yang di katakan Sehun.

“Maksudku, pasukan ini hanya akan musnah jika tidak ada cahaya!”

“Jadi?”

“Kekuatan hyung adalah cahaya, tidak bisakah hyung langsung memadamkan cahaya agar pasukan ini segera musnah??!!!” Sehun berteriak frustasi karena Baekhyun yang masih belum mengerti apa maksud perkataannya.

“Aahhh, arasseo” Ujar Baekhyun kemudian segera menjentikkan jarinya, kini Sanguinets menjadi tempat yang gelap gulita, para MAMA harus menyipitkan mata mereka untuk mempertajam pandangan. Dan benar saja, perlahan pasukan bayangan itu menghilang tanpa bekas, membuat para MAMA akhirnya bisa menghela nafas lega.

“Cukup pintar….” Suara Kyuhyun kembali terdengar, para MAMA menoleh ke sumber suara namun tidak bisa melihat sosok Kyuhyun karena keadaan Sanguinets yang gelap, mereka hanya bisa melihat mata Kyuhyun yang merah menyala dan menatap mereka, Yixing langsung menyembunyikan dirinya dibalik Tao.

“Yixing ge…”

“Aku takut…” Tao pun membiarkan Yixing untuk bersembunyi di balik tubuhnya.

“Duizhang…” Panggil Baekhyun lirih, Kris menolehkan wajahnya dan menatap Baekhyun dengan bola matanya yang masih berwarna biru.

“Ada apa?”

“Haruskah aku menyalakan kembali cahayanya?”

“Untuk saat ini jangan, bisa saja nanti pasukan bayangan itu kembali bangkit jika kau membuat cahaya kembali bersinar…”

“Baiklah…”

“Kris! Keluarlah! Bukankah saat ini saatnya kita berperang?” Tantang Kyuhyun, Kris menjawab tantangan Kyuhyun dengan maju kedepan, Kyuhyun menyeringai kemudian meoleh kepada Heechul. “Jaga Taeyeon…” Pesannya singkat kepada Heechul, Heechul pun mengangguk dan segera pergi untuk menjaga Taeyeon sesuai dengan perintah Kyuhyun.

“Kau tau, kekuatanku sepuluh kali lebih kuat dari pada ayahku…” Kyuhyun menyombongkan diri.

“Dan kau seharusnya juga sudah tau kalau aku telah mendapatkan kekuatan tak terbatasku…” Balas Kris, Kyuhyun menyeringai.

“Baiklah, mari kita lihat siapa yang lebih unggul!” Tantang Kyuhyun kemudian terbang ke langit yang diikuti oleh Kris, peperangan di langit Sanguinets kembali terjadi, percikan-percikan api dan cahaya yang timbul dari dentingan senjata milik Kyuhyun dan Kris menghiasi langit Sanguinets yang gelap seperti kembang api, hati para MAMA yang berada di bawah berdebar-debar, mereka saling berpegangan tangan dengan erat.

Tiba-tiba sebuah tembakan bola merah besar menuju ke arah mereka dan siap menghantam para MAMA, namun dengan sigap Black Scales dan Flawks menghalau bola merah itu agar tidak melukai para MAMA, bola merah itu terlempar jauh dan meledak, menimbulkan gempa sesaat yang membuat para MAMA terhuyung.

“Gomawo Flawks!! Black Scales!!” Chanyeol langsung memeluk kedua makhluk itu penuh kasih sayang dan mengecup kepala mereka.

BUGG

Kris terhempas jatuh ke tanah dengan mulut berdarah.

“DUIZHANG!!!!”

“Meskipun kau memiliki kekuatan tak terbatas ternyata kau belum mampu melawanku…” Ujar Kyuhyun meremehkan.

Kris bangkit dan menoleh ke samping kanannya, dia melihat Badge Stone dengan kedua belas lambang para MAMA yang utuh, Kris menyeringai, dia berjalan terseok-seok kemudian memegang benda itu dan memejamkan mata, cahaya biru berpendar dari tangan Kris, lambang para MAMA yang terukir di batu itu juga mengeluarkan cahaya biru, melihat itu para MAMA saling menatap dan mengangguk satu sama lain, mereka kemudian berlari menuju Kris dan ikut memegang batu itu dan memejamkan mata mereka, cahaya biru yang terpancar dari batu itu makin terang dan kuat, mereka kemudian melepaskan tangan mereka dan membiarkan Kris melemparkan batu itu ke arah Kyuhyun.

BUGG

Batu itu tepat mengenai dada Kyuhyun dan langsung membuat pangeran berjubah hitam itu jatuh dan tersungkur.

“Uhukk” Mulut Kyuhyun mengeluarkan darah hitam yang teramat pekat, melihat itu perlahan-lahan Sehun berjalan menuju Kyuhyun.

“Sehun-ah! Apa yang kau lakukan??!!” Teriak Jongin, dia mengejar Sehun namun di tahan oleh Luhan, Jongin menatap Luhan tidak mengerti.

“Biarkan saja, Prince Marcus tidak akan menyakitinya….” Ujar Luhan meyakinkan, Jongin pun diam.

Sehun berjongkok disamping Kyuhyun dan memandang pemimpin Dark Kingdom itu dengan tatapan kasihan, dia memangku Kyuhyun dan mengusap darah yang mengalir dari bibir Kyuhyun, Kyuhyun membuka matanya perlahan dan menatap Sehun, Baekhyun menjentikkan jarinya agar cahaya kembali menyinari Sanguinets, kini para MAMA bisa melihat dengan jelas salju di sekitar Kyuhyun telah berubah menjadi hitam karena darah Kyuhyun, mereka juga bisa melihat dengan jelas Sehun yang memangku Kyuhyun kini menitikkan air matanya.

“Kenapa kau menangis?” Tanya Kyuhyun lirih, dia mengusap air mata Sehun dengan sisa-sisa kekuatannya, Sehun menggeleng, Kyuhyun tersenyum lembut kepada Sehun.

“Kau sangat tampan, wajahmu sangat mirip dengan ibumu… tapi matamu sangat mirip dengan kakakku… kau memiliki mata Donghae hyung…” Lanjut Kyuhyun lagi, Sehun makin menangis dan memeluk Kyuhyun.

“Jangan menangis…aku akan menjadi paman yang buruk jika membiarkan keponakannya menangis seperti ini….” Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun nanar.

“Pa..Paman…” Ucap Sehun tergagap, Kyuhyun tersenyum.

“Sehun-ah…. aku menyayangimu seperti aku menyayangi ibumu… dan ayahmu…” Kyuhyun tersenyum lagi untuk terakhir kalinya sebelum menjadi butiran debu, Sehun menundukkan kepalanya dan menangis. Dari kejauhan Taeyeon yang didampingi Heechul hanya memandang hal itu dengan seringaian.

“Setelah ini aku akan merebut tahta Sanguinets dan Tree of Life, aku yang akan menguasai jagad raya…”

“Yang mulia, bukankah Prince Marcus hanya menyuruh anda untuk meneruskan pemerintahan Dark Kingdom tanpa mengusik Sanguinets lagi?” Heechul heran dengan tingkah Taeyeon yang berubah drastis sepeninggal Kyuhyun.

“Memang, rasa sayangnya kepada keponakannya telah membuat dia bodoh dan lebih memilih untuk mengalah… dan dia sangat bodoh karena telah percaya kepadaku…”

“Itu artinya….” Heechul tidak meneruskan kata-katanya, dia hanya memandang Taeyeon dengan pandangan menuntut penjelasan, Taeyeon menyeringai lagi dan mengangguk.

“Kekalahan ini memang telah ia rencanakan dan aku memang menipunya…”

“Tapi kenapa?” Heechul masih tidak mengerti dengan Taeyeon.

“Karena aku masih menyimpan dendam kepada Kyungsoo…”

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

43 thoughts on “History of MAMA Chapter 12

  1. Kyuhyun oppa memang baik hati huaaaa saranghae kyu oppa :*
    huaa kenapa taeyeon eon jadi gtu sama kyungsoo, kasihan kyungsoo oppa.
    Makin seru,next cha.
    KYUHYUN SARANGHAE wkwkwk *jiwashipperkumat*

  2. yaaahhh… TBC
    Aduh Taeyeon, ternyata kau jahat.
    Mungkin aja Taeyeon balas dendam sama si Kyungsoo karena Kyungsoo udah bunuh ibu Taeyeon tanpa sengaja waktu itu. *haha udah kayak peramal aja*

  3. Ping-balik: History of MAMA Chapter 13 | Acha's Blog

  4. Ya ampun knpa bagian ini mengharukan ya..
    Pas kyuhyunnya meninggal
    Ternyata dia gk sejahat itu
    Dia masih punya perasaan
    Dia cuma dibutakan cinta dan kekuasaan..

  5. Ya ampun knpa bagian ini mengharukan ya..
    Pas kyuhyunnya meninggal
    Ternyata dia gk sejahat itu
    Dia masih punya perasaan
    Dia cuma dibutakan cinta dan kekuasaan..
    Dan kayaknya dia cinta mati sama yoona
    Buktinya dia rela mati..
    Demi menyelamatkan jagat raya secara tdk langsung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s