[5th] – Angel

2nd

 

Title :Angel

Author :Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • Other (Find By Yourself)

-***-

A/N:

Annyeong~~~ *Ala Baekhyun*

Author kangen banget ama readersdeul, (readers : gue kagak!), yeah… di karenakan leptop rusak Author ga bisa ngepost apapun, ini aja Author ngetiknya di warnet, bwahaha, dan kata yang benerin kurang seminggu lagi leptopnya sembuh, Oh please!!

Jadi buat yang nunggu History of MAMA atau yang lain mian yah kalau kalian harus nunggu lama… ini bukan keinginan Author… mungkin leptop author sudah lelah, *apasih*

Part sebelumnya -> 4th

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Apa katamu barusan?”Kyungsoo menatap Chanyeol dengan kening mengkerut.

“Oe? Aniya… tidak ada..”Jawab Chanyeol lirih kemudian mengalihkan wajahnya agar tidak menatap Kyungsoo.

“Ya sudah…” Ujar Kyungsoo kemudian meninggalkan Chanyeol yang masih tetap diam di depan pintu.

Kyungsoo meletakkan bingkisan yang diberi oleh namja pirang tadi di meja dan membukanya, seulas senyum tipis muncul di wajah tampannya.

“Mwohae?”Suara Kai yang baru bangun tidur terdengar di telinga Kyungsoo, Kyungsoo menolehkan wajahnya kemudian tersenyum.

“Membuka hadiah dari tetangga baru…”

“Tetangga baru?”

“Mm, dia pindahan dari London…”

“Oh…” Kai memiringkan kepalanya melihat bingkisan yang dibuka Kyungsoo.“Pancake?”

“Kau tau nama makanan ini?”Tanya Kyungsoo heran.

“Ya!!!Tentu saja aku tau!Kau piker aku ketinggalan jaman?”Aku sudah hidup seribu tahun lebih lama dari pada dirimu!!!”Teriak Kai tidak terima, Kyungsoo hanya mengerjapkan matanya berkali-kali mendapatkan teriakan seperti itu dari Kai.

“S… Se… seribu tahun?”

“Oe, wae??!!”Tanya Chanyeol ketus.

“Aku rasa aku harus memanggilmu harabo-nim…” Jawab Kyungsoo lirih.

“Yakk!!!! Wajahku tidak tua!!!!”Kai mendengus kesal, dia menatap Kyungsoo dengan death glarenya.

“Jwesonghabnida…” Kyungsoo sedikit membungkukkan badannya meminta maaf, jujur saja, dia takut dengan death glare Kai yang ternyata lebih menyeramkan daripada death glare ibunya. Tunggu dulu, ibu? Sudah lama sekali rasanya Kyungsoo teringat kepada orang yang melahirkannya itu, Kyungsoo bahkan tidak mengingat kapan terakhir dia berbicara dengan ibunya, mata bulat Kyungsoo tiba-tiba berubah menjadi sendu, dia kemudian menghela nafas berat.

“Kau kenapa?” Tanya Kai pelan, Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya dan menatap Kai dengan senyum yang dipaksakan, ketika Kyungsoo beranjak dari tempatnya, Kai memegang tangan Kyungsoo untuk menahannya agar tidak pergi, tiba-tiba dari genggaman tangan mereka berdua berpendar cahaya putih yang cukup terang, untuk sejenak keduanya tertegun melihat cahaya itu kemudian saling menatap kedalam mata satu sama lain.

Aneh, mereka seakan bisa melihat masa lalu masing-masing, Kyungsoo yang melihat Kai tengah bersembunyi di bawah meja dengan tangan yang merangkul kedua kakinya, dia juga melihat darah yang berceceran berada di sekitar Kai, sedangkan Kai, dia melihat Kyungsoo tengah melihat pertengkaran kedua orang tuanya dengan wajah tanpa ekspresi, dan tanpa berkata apapun, Kyungsoo membanting vas mahal yang ada disebelahnya yang membuat kedua orang tuanya berhenti bertengkar dan mengalihkan perhatian kepadanya, Kai kemudian melihat Kyungsoo berdecak kemudian pergi setelah mengambil jaket dan kunci mobil yang ada di sofanya.

Kai dan Kyungsoo sama-sama mengerjapkan mata mereka kemudian saling bertatapan lagi, dan lagi-lagi perasaan aneh dalam hati mereka muncul, perasaan yang mendorong mereka untuk menjaga satu sama lain, melindungi satu sama lain, dan menyayangi satu sama lain. Kai melepaskan genggaman tangannya kemudian menggaruk kepalanya kikuk.

“Eeee… emmm… aku akan ke Trivial sebentar, kau jangan kemana-mana.. Tetaplah di rumah” Ujarnya tanpa melihat Kyungsoo.

“Arrasseo…”

-***-

Kai berjalan dengan santai di Optis dengan kedua sayap putih yang terbentang, beberapa Legend menyapanya dengan ramah namun ada juga yang memalingkan muka mereka dari malaikat istimewa ini dan Kai tidak peduli dengan itu, Kai sampai di kastil Hivanc dan masuk kedalamnya, Kai mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan karena kastil itu sangat sepi.

“Kemana orang-orang? Kenapa tidak ada siapapun disini?” Tanyanya pada dirinya sendiri.

“Angel Kai, ada apa kau ke sini?” Sebuah suara khas seorang namja yang berat membuat Kai terlonjak, Kai memegangi dadanya dan menoleh dengan kening mengkerut.

“Dewa Kris!! Kenapa kau selalu mengagetkanku??!!”

“Siapa yang mengagetkanmu? Aku hanya bertanya apa yang kau lakukan disini…” Ujar Dewa Kris tenang.

“Heol~ tetap saja itu mengagetkanku!!” Kai mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya didepan dada.

“Sekalipun kau di tugasi untuk menjaga ‘Nomel’ istimewa kita kau tetap saja berlaku tidak sopan kepada mereka yang berada di tingkat lebih tinggi darimu…” Kris juga melipat kedua tangannya didepan dada sembari melihat Kai dari kepala hingga ujung kaki.

“Sekalipun kau dewa ketenangan kau tetap saja sering kehilangan kendali ketika menghadapiku…” Balas Kai tanpa merasa bersalah, langsung saja Kris melepaskan kedua lipatan tangannya dan mendengus kesal. “Lihat… sudah ku bilang ‘kan kalau kau akan kehilangan ketenanganmu jika menghadapiku?” Ulangnya dengan pandangan meremehkan.

“Angel Kai….” Desis Kris menahan amarah dengan kedua tangan yang mengepal.

“Oe? Dewa Kris? Angel Kai? Apa yang sedang kalian lakukan di kastilku?” Sapa Donghae ramah ketika baru saja memasuki kastilnya dan mendapati kedua orang yang tanpa sepengetahuannya sedang ada perdebatan kecil.

“Kita sedang bercakap-cakap dan saling melepas kerinduan! Benar ‘kan, Dewa Kris?” Ujar Kai ceria sembari merangkul Kris yang saat ini memaksakan senyum dan menyembunyikan kedua tangannya yang mengepal di balik punggungnya

“Ne, kami hanya sedang saling melepas kerinduan…”

“Benarkah? Wah… aku tidak tau jika kalian ternyata dekat…”

“Kami memang sangat dekat Donghae legend, bahkan ketika aku memukul pantat Dewa Kris dia hanya akan tertawa dan menyuruhku untuk memukul pantatnya sekali lagi!!

“Mwo? Ap-”

“Seperti ini!!” Kai memukul pantat Kris yang membuat dewa itu memotong ucapannya dan menggigit bibirnya karena pukulan Kai sangat keras, Kai menatap Kris dengan senyum yang merekah, membuat bentuk bulan sabit terbentuk di kedua matanya, sedangkan Kris hanya pura-pura tersenyum dengan sedikit ancaman di sela-sela senyumnya. “Lihat… sudah ku bilang dia tidak akan marah!! Mau aku pukul sekali lagi seperti biasa Dewa Kris?”

“Tidak perlu, aku rasa lebih baik aku kembali ke Esmoo, kastilku di Eter…” Ujar Dewa Kris yang kemudian berpamitan kepada Donghae untuk kembali ke kastilnya, saat Kris berada di pintu kastil, Kai memanggil Kris.

“Dewa Kris, aku rasa kau akan butuh es dari dewa Xiumin!! Hahaha” Kris hanya membentuk huruf ‘o’ dengan tangan kanannya tanpa melihat Kai karena sangat kesal dengan kejahilan Kai yang dilakukannya tadi.

“Angel Kai, apa yang membawamu kemari?” Tanya Donghae saat Kris telah benar-benar pergi.

“Entahlah, aku hanya ingin mengunjungimu…”

“Kau yakin hanya itu? Tidak ada yang lain?” Selidik Donghae kepada Kai yang saat ini melakukan kebiasaannya, memandangi lukisan Unicorn yang terpajang di kastil Donghae.

“Entahlah… aku tidak tau…” Jawab Kai lirih.

“Apa ada yang menganggu pikiranmu?”

“Aku rasa begitu…” Jawab Kai sambil membalikkan badannya menatap Donghae, Donghae tersenyum lembut kepada Kai.

“Mari duduk dan berceritalah kepadaku…”

“Aku rasa itu lebih baik…”

-***-

Kyungsoo hanya memindah-mindahkan channel televisi tanpa sedikitpun niatan untuk melihat salah satu acara yang di tayangkan, sesekali dia melihat jam dan menghela nafas berat, Chanyeol yang akhirnya lelah dengan kelakuan Kyungsoo mengambil remote televisi Kyungsoo dengan paksa dan memindahkannya ke acara yang ingin di tontonnya, Kyungsoo hanya diam.

“Ya! Kyungsoo-ah, kenapa kau hanya diam saja dari tadi?” Tanya Chanyeol dengan mulut penuh dengan popcorn.

“Kai belum pulang…” Jawab Kyungsoo dan lagi-lagi dia menghela nafas berat.

“Ya! Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, dia itu makhluk halus, tidak akan terjadi sesuatu kepadanya…” Chanyeol menepuk punggung Kyungsoo untuk menenangkan namja kecil itu.

“Dia bukan makhluk halus… dia itu-”

“Arra… dia itu Angel” Ujar Chanyeol memotong ucapan Kyungsoo, Kyungsoo pun diam.

Chanyeol kembali fokus kepada acara yang ia tonton beserta popcornnya, sedangkan Kyungsoo masih setia sesekali melirik jam dan pintu mungkin saja kalau Kai datang, tidak lama kemudian bel pintu berbunyi, senyum Kyungsoo mengembang, dia segera beranjak dari tempat duduknya dan berniat membuka pintu namun ditahan oleh Chanyeol.

“Aku saja yang membuka pintu” Ujar Chanyeol.

“Aniya, biar aku saja…” Tolak Kyungsoo halus.

“Aku saja, lagi pula itu bukan Kai…” Ujar Chanyeol yang kali ini sudah berdiri.

“Bagaimana kau tau kalau itu bukan Kai?”

“Ya! Kai itu Angel, dia tidak perlu pintu untuk masuk ke dalam rumah…”

“Benar juga, baiklah kalau begitu, kau saja yang membuka pintu…” Ujar Kyungsoo kemudian duduk lagi di sofanya.

Chanyeol pun berjalan menuju pintu dan sebelum Chanyeol membukanya dia melirik interkom dan mendengus.

“Sudah kuduga…” Gumannya lirih.

Dengan malas Chanyeol membuka pintu dan mendapati namja berambut pirang yang siang tadi memberikan bingkisan kepada dirinya dan Kyungsoo.

“Mau apa kau ke sini?” Tanya Chanyeol dingin.

“Aku ingin bertemu Kyungsoo…” Jawabnya tak kalah dingin.

“Kyungsoo sudah tidur…”

“Benarkah? Aku akan mengeceknya sendiri…” Ujar namja pirang itu kemudian berusaha masuk namun dihalangi oleh Chanyeol. “Minggir!!” Desis namja pirang itu.

“Katakan yang sejujurnya kepadaku apa alasanmu ke sini?” Tanya Chanyeol sambil terus memblok jalan masuk namja pirang itu, namja pirang itu akhirnya menyerah, dia menatap Chanyeol dengan tajam.

“Aku rasa aku tidak perlu menjawabnya…” Ujar namja pirang itu masih dingin.

“Tck, dasar makhluk terkutuk…” Decak Chanyeol kesal.

“Hah! Makhluk terkutuk? Bukankah kau juga sama terkutuknya denganku, Park Chanyeol-ssi?” Balas namja itu makin dingin, kali ini dia memandang Chanyeol dengan pandangan meremehkan.

“Tck, tapi setidaknya aku lebih kuat darimu, Oh Sehun-ssi…” Lagi-lagi Chanyeol berdecak, dia juga memandang namja pirang yang ternyata bernama Sehun dengan pandangan yang tak kalah meremehkan.

“Apa katamu? Lebih kuat dariku? Mungkin itu hanya dalam mimpimu, apa perlu kita membuktikan siapa yang paling kuat diantara kita?” Tantang Sehun.

“Baiklah jika itu maumu, tapi maafkan aku jika akhirnya kau yang akan mati terbunuh…” Ujar Chanyeol dengan senyum yang di buat-buat, Sehun membalas senyum Chanyeol dengan senyum yang sama.

“Aku juga bisa membunuhmu dengan sangat mudah, Chanyeol-ssi….”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

9 thoughts on “[5th] – Angel

  1. Cha, apa ff yang kamu buat itu harus ada Sehunnya yah? hehe… Aku nanya gitu cuma bercanda kok. Kan wajar kalau Sehun ada di tiap ff kamu, Sehunkan bias Acha. kkkk

  2. Ping-balik: [6th] – Angel | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s