History of MAMA Chapter 13

HoM copy

 

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • SNSD’s Kim Taeyeon
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Thirteen-

Summary :

“Aku benci melihat dia di kelilingi orang yang di sayangi dan menyayanginya, aku ingin dia merasakan kehilangan orang yang ia sayangi seperti yang aku rasakan dulu, saat dia membunuh ibuku…”

-***-

A/N :

Okeh, Author di PHP-in ama yang service leptop, jadi ga tau dah kapan selese’nya #PrayForLaptop #GetWellSoonLaptop *apadah*, jadi mohon kesabaran dan kemaklumannya(?) kalau yang part ini entahlah -_-”

Part Sebelumnya -> Chapter 12

Be Aware with typo(s) *Author belom check ulang soalnya ngetiknya aja di warnet -_-”

Happy Reading :*

-***-

Hamparan tanah yang tertutupi salju itu adalah saksi bisu kemenangan para MAMA mengalahkan Kyuhyun beserta pasukannya, kini di atas tanah putih yang mereka pijaki, mereka berdiri segaris menatap Tree of Life yang terbelah dua dengan salah satu sisi yang hampir roboh, kedua leader mereka, sang Dragon dan Droplet melengkah perlahan dengan tangan yang memegang kalung berbandul hexagon yang tergantung di leher mereka.

Mereka melepaskan kalung hexagon itu dari leher mereka dan saling berhadapan, mereka saling mengangguk satu sama lain lalu saling mendekatkan kedua kalung itu, kedua kalung itu berpendar biru kemudian melayang dan menyatu menjadi sebuah hexagon dengan warna hitam berkilat dan masuk ke dalam bagian Tree of Life yang terbelah dua, pohon kehidupan itu berpendar sejenak dan perlahan mulai menyatu menjadi satu bagian yang utuh, daunnya yang awalnya kering kini mulai kembali berkilauan seperti emas, bersamaan dengan itu cahaya matahari mulai menyinari Sanguinets dan rumput-rumput hijau mulai menyembul di balik butiran salju yang menutupi tanah.

Salju Minseok mencair perlahan seiring dengan cahaya matahari yang terasa semakin hangat, para MAMA mengadahkan wajah mereka sembari menutup mata, menikmati kemenangan mereka dengan nafas yang mereka hembuskan perlahan.

“Sekarang semuanya telah usai…” Guman Kris, terdengar nada kelegaan dari gumanannya barusan.

Suho menepuk pundak Kris dan tersenyum.

“Terima kasih Duizhang, terima kasih telah menjadi pemimpin yang baik bagi kami semua…” Kris membalas senyuman malaikat Suho dan memeluknya, menepuk punggungnya kemudian kembali memeluknya erat.

“Kau juga sama, kau juga pemimpin mereka… Tapi kemenangan kita tidak terlepas dari kerja keras kita… kita semua…”

“Kau benar, kita semua…” Kris dan Suho melepaskan pelukan mereka dan menatap MAMA lain, mereka saling tersenyum kemudian berkumpul dan berpelukan.

“Let’s love…” Guman Kris.

-***-

“Yang mulia, kenapa anda…” Heechul tidak mampu meneruskan kata-katanya, dia hanya melihat Taeyeon yang tengah duduk di singasananya sembari memainkan kucing bermata emas yang dulunya adalah kucing milik Kyuhyun.

“Kenapa aku melakukan hal itu maksudmu?” Tanya Taeyeon dingin tanpa menatap Heechul, dia hanya mengelus-elus kucing bermata emas itu dengan jari-jarinya yang lentik.

“N..Ne…”

“Apa kurang jelas ketika aku mengatakan bahwa aku mempunyai dendam kepada Kyungsoo?”

“Tapi kenapa yang mulia melakukan itu pada mereka semua? Bukan hanya pada Kyungsoo?”

“Karena Kyungsoo menyayangi mereka…” Taeyeon beranjak dari tempat duduk sambil masih menggendong kucing itu, suara derap kakinya terdengar begitu menyeramkan di istana yang sunyi, dimana hanya ada dirinya dan Heechul di ruangan itu, dia menghentikan langkahnya ketika sampai di dekat jendela dan menatap lurus ke depan. “Aku benci melihat dia di kelilingi orang yang di sayangi dan menyayanginya, aku ingin dia merasakan kehilangan orang yang ia sayangi seperti yang aku rasakan dulu, saat dia membunuh ibuku…”

“Jadi itu alasan yang mulia  ingin membalas dendam kepada Kyungsoo? Apa itu juga alasan yang mulia mulia memberi racun pada kalung para MAMA?”

Taeyeon menghembuskan nafas berat mendengar pertanyaan Heechul, dia merasa jengah, Taeyeon berjongkok melepaskan kucing bermata emas itu kemudian berdiri lagi, hembusan angin kecil menerpa wajah cantik Taeyeon yang terlihat sedikit pucat.

“Tidak hanya itu sebenarnya, aku juga membenci mereka karena telah membuat Kyuhyun musnah… mereka telah membunuh orang yang aku cintai…” Ujarnya lirih dengan mata yang berkilat merah, Taeyeon menggenggam kalung berbandul batu merah pemberian Kyuhyun dan memejamkan matanya.

‘Aku akan membalas dendam atas kematian ibuku… juga kematianmu…’

-***-

@Aiden Castle

Yoona yang tengah berada di balkon istana tiba-tiba memegang dadanya, dia merintih.

“Roxanne… kau tak apa?” Donghae megangi Yoona yang tadi hampir terjatuh, Yoona menggeleng. “Lalu kenapa kau tiba-tiba memegangi dadamu dan merintih?”

“Entahlah, aku merasa seperti sesuatu yang buruk akan terjadi Aiden…”

“Sesuatu yang buruk?” Ulang Donghae dengan kening mengkerut, Yoona hanya mengangguk lemah, Donghae kemudian melihat hamparan tanah Sanguinets yang kini mulai menghijau dan pepohonan yang dulu menjadi tempat tinggal para guardian dan Fove mereka yang mulai tumbuh, dia memandang Yoona lagi.

“Mungkin hanya perasaanmu saja, lihatlah Sanguinets perlahan telah kembali seperti semula, aku juga bisa mencium aroma jagad raya yang mulai seimbang, semuanya akan baik-baik saja…” Donghae mengelus punggung Yoona halus menenangkannya, Yoona hanya menghela nafas beratnya dan melemparkan pandangannya ke depan, dan seperti kata Donghae, Sanguinets perlahan kembali seperti semula.

“Aku harap itu memang perasaanku saja…”

-***-

“Kapan kita kembali ke istana?” Tanya Sehun yang saat ini tengah tidur terlentang di hamparan rumput hijau Sanguinets yang bagai beludru.

“Nanti saja, lebih baik kita main-main dulu di sini, lihat!! Ada panda!!!” Tao yang bahagia karena melihat ada hewan yang paling di sukainya langsung berlari hewan berbulu putih-hitam itu.

“Ni Hao!!!” Sapa Tao sesaat setelah berada di dekat panda itu, panda itu hanya menoleh sekilas kemudian meninggalkan Tao yang hanya di buat ternganga karena di abaikan oleh hewan lucu tersebut.

“Ya!! Odiga??” Tao meneriaki panda itu yang sukses membuat panda itu berhenti dan menoleh lagi kepadanya, Tao menyungging senyum lebar, bukan Tao yang berjalan menuju panda itu namun sebaliknya, panda itu yang berjalan menuju Tao dan mengendus-endus Tao manja, Tao yang geli dengan perlakuan hewan berbulu hitam putih itu hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal bahkan terjatuh, para MAMA yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka karena tingkah Tao yang kekanakan.

“Sekarang aku baru menyadari bahwa Tao adalah salah satu yang termuda di antara kita…” Guman Chanyeol pelan.

“Oe, wajahnya terlalu tua untuk umurnya, sama seperti Jongin…” Imbuh Baekhyun yang langsung mendapat death glare dari Jongin, Baekhyun tersenyum kikuk kemudian bersembunyi di balik tubuh menjulang Chanyeol.

“Mian.. Kkamjong-ah…” Baekhyun meminta maaf kepada Jongin namun Jongin hanya mengerutkan kening pertanda ada sesuatu yang tidak di mengertinya.

“Kkamjong? Siapa itu?” Tanya Jongin pada akhirnya.

“Tentu saja dirimu…”

“Jaegayo?” Ulang Jongin sambil menunjuk dirinya sendiri, Baekhyun yang telah keluar dari balik Chanyeol menganggukkan kepalanya mantap, namun Jongin masih mengerutkan keningnya, Baekhyun yang paham kalau Jongin belum mengerti apa yang di maksud olehnya hanya menghela nafas berat.

“Kkamjong, Kkaman Jongin (Jongin gelap)…” Ujar Baekhyun dengan wajah tanpa dosanya, setelah mengatakan itu Baekhyun segera berlari karena yakin Jongin tidak akan terima.

“MWO? YAKK!!!”  Jongin berteriak, dan seperti perkiraan Baekhyun tadi, Jongin memang tidak terima Baekhyun memanggilnya seperti itu padahal memang kenyataan kalau Jongin adalah MAMA dengan kulit paling gelap di antara mereka berdua belas.

Para MAMA yang melihat Jongin dan Baekhyun berkejar-kejaran hanya menggelengkan kepala mereka sama seperti saat mereka melihat Tao yang bermain dengan panda tadi.

“Apakah para MAMA memang kekanakan semua?” Sebuah suara yang telah lama tidak mereka dengar kembali terdengar kali ini dan sukses membuat seluruh MAMA menolehkan kepala mereka menuju sumber suara, termasuk Jongin, Baekhyun dan Tao, mata mereka membulat tidak percaya, terutama Jongin yang paling kaget karena kehadiaran sosok yang saat ini tengah tersenyum dengan ramahnya.

Jongin berjalan dengan langkah-langkah ringan menuju sosok yang memberinya senyuman hangat nan ramah itu, entah mengapa air mata Jongin menetes, langkah ringannya membawanya semakin dekat dengan sosok itu, mereka berhadapan, Jongin dan sosok itu, saling memandang ke dalam mata  satu sama lain dan dapat melihat kerinduan masing-masing.

“Merindukanku?” Tanya sosok itu masih dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya, Jongin diam, dia tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya barusan, Jongin menyentuh wajah sosok itu dengan jari telunjuknya untuk memastikan bahwa ini bukan khayalannya saja, ujung jari Jongin bersentuhan dengan pipi putih sang penanya, air mata Jongin menetes lagi, dan saat dia yakin sosok di hadapannya ini benar-benar nyata, tanpa bicara dia langsung memeluk sosok itu dengan erat.

“Onew hyung…” Jongin memeluk Onew semakin erat dan terisak.

“Ya… kenapa kau menangis? Bukankah kau harusnya bahagia aku di bangkitkan kembali?”

Jongin melepaskan pelukannya dan menatap Onew dengan bibir mengerucut.

“Justru aku menangis karena aku bahagia!!” Ketus Jongin kemudian melipat kedua tangannya di depan dada, Onew mengacak rambut Jongin gemas dan memasukkan Jongin ke dalam pelukannya.

“Ahhh… senang rasanya bisa memeluk adikku lagi…”

Para MAMA hanya tersenyum haru melihat Onew di bangkitkan krmbali, Donghae menepati janjinya, janji untuk membangkitkan Onew setelah misi mereka berhasil.

“O.. O..Onew hyung…” Panggil Kyungsoo sedikit ragu, Onew melepaskan pelukannya kepada Jongin dan menatap Kyungsoo, begitu pula Jongin dan MAMA lain.

“Ada apa?”

“Mm.. itu.. mm.. aku.. em..” Kyungsoo sepertinya masih sangat rahu untuk mengatakan sesuatu, hal itu sangat terlihat apalagi dari tadi dia mencoba bicara dengan meremas ujung bajunya.

“Ya! Kyungsoo-ah, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Minseok mulai sedikit frustasi karena Kyungsoo tak kunjung menyelesaikan kalimatnya, sangat berbeda ketika dia berperang tadi, dia terlihat gagah.

“Aku… em… itu…”

Lagi-lagi Kyungsoo tidak melanjutkan kalimatnya, membuat para MAMA mengacak rambutnya frustasi.

“Luhan hyung, kenapa kau tidak baca saja pikiran Kyungsoo agar kita tau apa yang ingin di bicarakannya?” Jongdae member usul.

“Ide bagus…” Ujar Luhan kemudian mulai membaca pikiran Kyungsoo, mulut Luhan membentuk huruf ‘o’ dan menganggukan kepalanya seakan mengerti sesuatu.

“Hyung, apa yang ingin Kyungsoo katakan?” Desak Jongdae yang makin penasaran setelah melihat ekspresi Luhan.

“Dia ingin bertanya pada Onew hyung tentag kebaradaan Ryeowook hyung saat ini…” Jelas Luhan, Kyungsoo hanya menyungging senyuman kecil.

“Aku disini!!!” Suara khas Ryeowook terdengar, para MAMA pun menoleh, mereka melihat seorang namja mungil berambut biru tersenyum lebar kepada mereka, mereka pun membalasnya dengan senyuman yang sama.

“Ryeowook hyung!!” Teriak Kyungsoo kemudian langsung berlari dan memeluk Ryeowook, Ryeowook menyambut pelukan Kyungsoo dan mereka berdua mulai bertingkah kekanakan, para MAMA menghembuskan nafas berat mereka.

“Aku rasa para MAMA memang kekanakan semua…” Ujar Onew datar.

“Aku rasa hyung benar…” Timpal Jongin yang ada di sebelahnya.

“Kris, apa orang tua kalian belum di bangkitkan?” Tanya Onew tiba-tiba.

“Orang tua?” Ulang Kris, Onew mengangguk.

“Bukankah orang tua kita ada di bumi?” Tanya Kris heran.

“Aku rasa Roxanne belum menjelaskannya kepada kalian, baiklah kalau begitu, akan ku jelaskan kepada kalian sekarang, orang tua kalian di dunia itu sebenarnya adalah para guardian penjaga Tree of Life, sebelum para MAMA di ciptakan oleh guardian Aiden yang aku rasa kalian sudah tau kalau sebenarnya dia bukan hanya seorang guardian biasa, namun juga seorang raja di Sanguinets, para guardian itu musnah sebelum kalian di ciptakan karena peperangan melawan pasukan Dark Lord, oleh karena itu kalian di ciptakan, tetapi setelah jantung Tree of Life kalian bagi dua dan membawanya ke bumi kemudian kalian musnah sementara di sana, beberapa abad kemudian Roxanne mencoba untuk membangkitkan para guardian dengan kekuatan Tree of Life yang tersisa namun gagal, oleh karena itu ketika bumi sudah hampir berada di ambang kehancuran, sisa kekuatan Tree of Life akhirnya membangkitkan jiwa para guardian dan memasukkannya ke dalam tubuh manusia yang akan menjadi orang tua kalian saat kalian lahir kemudian terpilih…”

“Jadi merka semua bukan orang tua kandung kami?” Tanya Yixing.

“Mm, kalian itu di ciptakan, bukan di lahirkan… dan kalian mungkin baru menyadari kalau sebelum ataupun sesudah kalian terpilih kelian akan mengalami perpisahan dengan orang tua kalian, bukankah begitu?”

Para MAMA saling memandang satu sama lain, mereka baru menyadari jika mereka telah terpisah dengan orang tua mereka masing-masing.

“Kenapa kami harus di pisahkan dengan orang tua kami?” Kali ini Chanyeol yang bertanya, entah kenapa hatinya terasa sakit mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut Onew.

“Untuk memfokuskan kalian kepada tugas kalian, tapi kalian tenang saja, jika para guardian itu berhasil melaksanakan tugas mereka maka mereka akan mengingat kalian sebagai anak mereka ketika telah di bangkitkan, namun jika mereka gagal, mereka hanya akan berakhir menjadi butiran debu…”

“Berhasil? Gagal? Apa maksud hyung?” Tanya Yixing yang sepertinya masih berkutat dengan pikirannya yang kebingungan.

“Para guardian itu…. Mereka akan dinyatakan berhasil jika membuat MAMA yang dititipkan kepada mereka menyayanginya, dan akan dinyatakan gagal jika membuat para MAMA justru membenci mereka…” Jelas Onew.

“Kalau begitu apakah orang tuaku akan menjadi butiran debu? Aku membenci mereka…” Tanya Tao polos membuat semua orang menoleh kepadanya.

“Kau membenci Paman dan Bibi?” Tanya Yixing yang ada di sebelah Tao, Tao hanya menganggukkan kepalanya.

“Tentu, karena itu memang peraturannya…” Jawab Onew.

“Bagaimana denganku? Aku bahkan tidak tau siapa orang tuaku…” Ujar Minseok, matanya tiba-tiba berubah menjadi sendu.

“Aku juga tidak tau siapa orang tuaku hyung…” Timpal Baekhyun mengelus punggung Minseok.

“Beberapa dari kalian memang sengaja tidak di beri ‘orang tua’, tapi setidaknya, ada beberapa orang yang ditakdirkan berada di samping kalian untuk melindungi kalian…” Ujar Onew sembari tersenyum tipis.

“Lalu kapan orang tua kami di bangkitkan?” Tanya Sehun yang sepertinya sudah tidak sabar ingin bertemu kedua orang tuanya kembali, rasa rindu kepada kedua orang tuanya terlalu dalam, Onew tersenyum mendengar pertanyaan Sehun.

“Untuk apa anda bertanya kapan orang tua anda di bangkitkan, bukankah selama ini mereka sudah ada di samping anda, pangeran?”

Para MAMA kaget mendengar perkataan Onew yang tiba-tiba berubah menjadi formal kepada Sehun, terutama Sehun sendiri, dia adalah yang paling kaget.

“Guardian –ah, tidak, maksud saya Raja Aiden dan Ratu Roxanne adalah orang tua anda, pangeran… mereka adalah orang tua kandung anda, anda adalah satu-satunya MAMA yang di lahirkan, bukan di ciptakan seperti yang lain…”

Dan Sehun hanya bisa terdiam setelah mendengar kalimat Onew diiringi dengan tatapan MAMA lain yang juga sama kagetnya dengan Sehun, kecuali Luhan tentunya karena dia satu-satunya yang sudah tau semua rahasia itu mulai dari awal.

-***-

@Aiden Castle

Suho yang merasa dadanya sakit memisahkan diri dari MAMA lain yang sedang makan malam bersama Yoona, Donghae, Onew dan Ryeowook, Suho sebenarnya telah merasakan sakit di dadanya semenjak mengembalikan jantung Tree of Life ke tempatnya semula, dan setelah mendengar bahwa ‘orang tua’ mereka akan di bangkitkan besok, Suho akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari orang-orang, dia duduk sendiri di salah satu bangku taman istana sembari memegangi dadanya, tiba-tiba kepulan asap tebal nan dingin mengepungnya yang membuatnya seketika merasa takut.

Taeyeon muncul di balik kepulan asap itu dengan mata yang berkilat merah, sesuai dengan warna bandulnya yang juga sama merahnya dengan gaun yang di kenakannya saat ini, Taeyeon menyeringai, dan seringaian Taeyeon itu membuat Suho terpaku dan hanya menatap Taeyeon dengan tatapan kosong.

“Sekarang kau ada di bawah pengaruhku, Droplet… Sekarang ikutlah denganku untuk menyusun rencana membinasakan mereka semua…”

“Ne, Yang Mulia…”

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

25 thoughts on “History of MAMA Chapter 13

  1. Huaaaa suho oppa jangan mau diajak sama taeyeon eon wkwk
    huaaaa nungguin ni ff sampe lumutan wkwk
    cepet sembuh laptopnya cha :*

  2. yeah, akhirnya dilanjutin jga…
    yak, suho oppa sadar dong, jgn terpengaruh sama taeyeon eon..
    next chingu.. ceritanya mkin seru aj,.. ^^

  3. yak, leptopnya masih sakit yah? semoga cepet sembuh deh, biar para readers yang nunggu ffnya gak bosen. Eh, ngomong-ngomong si Kyuhyun punya kucing yah? hahaha yang ada kucingnya malah di siksa. wkwk
    ditunggu lanjutannya!

  4. annyeong…
    maaf ya bru comment..
    baru punya pulsa.. hehe..
    waduh critanya tambah seru… suho oppa diapain itu sma tae eonnie? kok smpe nurut gitu? huwaa… tambah penasaran..
    cepet dilanjut ya… keep writing and FIGHTING

  5. Authorrr ff mu yang ini keren bangett :3
    dari awal baca karakter para MAMA itu udah menarik ceritanya..
    Eh iya aku readers baru, maaf baru komen di part ini hehe, ditunggu kelanjutannya sampe end. Fighting author ^^

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 14 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s