[6th] – Angel

Angel

Title :Angel

Author :Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • EXO’s Park Chanyeol a.k.a Chanyeol
  • EXO’s Oh Sehun ak.a Sehun
  • Other (Find By Yourself)

-***-

A/N :

Hai hai hai *tebar kolor Sehun*

Hahaha, kebetulan Author krmaren bawa leptop temen karena ada tugas kemaren, jadi sekalian ngetik kelanjutan FF ini, oh iya, Author kepikiran bikin sequelnya The Covenant, tapi masih kepikiran doang, belum bisa teralisasikan(?), puhaha~

Part Sebelumnya -> 5th

Be Aware with Typo(s)

Happy Reading :*

-***-

Sehun dan Chanyeol saling menatap tajam ke mata satu sama lain, tersirat kebencian yang teramat besar di mata mereka masing-masing, Chanyeol mencengkeram kerah baju Sehun begitu pun sebaliknya, bola mata Chanyeol berubah menjadi kuning, sedangkan Sehun berubah menjadi ungu.

“Chanyeol-ah! Siapa yang datang? Kenapa kau lama sekali?”

Kyungsoo datang melihat karena Chanyeol yang tak kunjung kembali ke ruang tamu.

“Mwoya? Apa yang kalian lakukan?”

Kyungsoo kaget ketika melihat tetangga barunya dan Chanyeol saling mencengkeram kerah baju sama lain, dan lebih anehnya lagi kedua orang itu langsung melepaskan cengkraman mereka dan membelakangi Kyungsoo saat Kyungsoo datang kepada mereka.

“Apa yang kalian lakukan?” Ulang Kyungsoo.

“Tidak ada” Jawab Chanyeol singkat tanpa melihat Kyungsoo.

“Aku rasa kami akan keluar untuk mencari sedikit udara segar, bukankah begitu Chanyeol-ssi?” Kali ini pria berambut pirang itu yang bicara, dan sama seperti Chanyeol, pria berambut pirang itu juga tidak menatap Kyungsoo.

“Mm, dia benar, aku akan keluar bersamanya sebentar…” Timpal Chanyeol menyetujui.

“Baiklah kalau begitu, kami akan keluar dulu, oh ya, ngomong-ngomong namaku Oh Sehun…  Kau bisa memanggilku Sehun…” Ujarnya kemudian segera menarik Chanyeol keluar, dan masih sama seperti tadi, mereka berdua sama sekali tidak menatap Kyungsoo, ini bukan berarti mereka tidak sopan, hanya saja mereka berdua melakukan itu agar perubahan warna bola mata mereka tidak di ketahui oleh Kyungsoo dan menimbulkan kecurigaan.

Kyungsoo yang melihat kepergian dua orang itu dari rumahnya hanya menatap mereka dengan kening mengkerut.

“Mereka aneh…” Gumannya sebelum akhirnya menutup pintu apartment.

-***-

“Jadi begitu…” Ujar Donghae sembari mengangguk setelah mendengar cerita Kai. “Lalu apa yang perlu di khawatirkan?” Lanjutnya.

“Entahlah, aku hanya khawatir kepadanya…” Kai menyandarkan punggungnya di sofa dan menatap langit-langit kastil.

“Mungkin karena kau menyayanginya…”

“Menyayanginya?” Ulang Kai dengan kening mengkerut, dia menatap Donghae dengan penuh tanda tanya. “Bukankah Angel tidak memiliki perasaan?” Lanjutnya heran.

“Tidak punya perasaan? Siapa yang mengatakan itu padamu?”

“Jung Legend…” Jawab Kai polos, Donghae tersenyum.

“Mungkin karena kau terlalu nakal jadi dia membohongimu…” Donghae mengacak rambut cokelat Kai gemas.

“Eung?” Kai masih tidak mengerti dengan apa yang di maksud Donghae, raut wajah kebingungan semakin terpancar dari wajah tampannya.

“Angel Kai, dengarkan aku, seorang Angel, Gods, bahkan Legend sekalipun masih punya perasaan, dan perasaan itu hanya satu, perasaan untuk menyayangi, dalam hati makhluk Trivial tidak pernah ada kata lain selain kata sayang…” Jelas Donghae pelan, raut wajah kebingungan Kai pun mulai memudar, tapi sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi bingung kembali.

“Tapi kenapa Jung Legend selalu memarahiku? Dia bahkan membohongiku, dia tidak menyayangiku, dia membenciku…”

Donghae tertawa kecil mendengar perkataan Kai.

“Angel Kai, perasaan benci tidak pernah ada dalam hati makhluk Trivial, Jung Legend marah bukan berarti karena dia membencimu, justru karena dia menyayangimu, dia tidak ingin kau terus menjadi Angel dengan rekor yang buruk, dia ingin kau menjadi Angel yang lebih baik kedepannya…” Ujar Donghae bijak, Kai menatap Donghae dengan mata yang membulat lebar, lambang matahari di keningnya muncul dan sedikit memancarkan sinar, membuat Donghae mengerutkan keningnya.

“Angel Kai, kenapa lambang matahari di keningmu tiba-tiba muncul?”

“Ne?” Kai memegang keningnya dan mengusapnya beberapa kali. “Aku tidak tau, memangnya kenapa kalau lambang ini tiba-tiba muncul? Apa kau tau kenapa?” Kai malah bertanya balik kepada Donghae -dengan kalimat dan nada yang di anggapnya sudah sopan-. Donghae menggeleng.

“Sebaiknya kau segera kembali ke bumi untuk menjaga Kyungsoo, aku takut sesuatu terjadi padanya…” Saran Donghae.

Entah kenapa di dalam hatinya terselip ketakutan yang bahkan ia tidak tau dari mana asalnya, apa jangan-jangan karena makhluk Deminoid yang bernama Chanyeol itu? Donghae segera menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang muncul di kepalanya dengan menggelengkan kepala.

“Donghae Legend, kau kenapa?” Tanya Kai yang heran dengan tingkah Donghae.

“Aku tidak apa-apa, kau segeralah kembali ke bumi…” Jawab Donghae.

“Baiklah…”

-***-

“Bodoh! Kyungsoo hampir mengetahui identitas kita!!” Teriak Chanyeol dengan bola mata yang masih berwarna kuning, dia menatap Sehun yang terlihat begitu santai dengan tangan yang terlipat di depan dada dengan tatapan tajam.

“Kita? Bukankah lebih tepatnya hanya identitasmu saja?” Ujarnya dingin. “Bukankah kau takut jika Kyungsoo dan Kai mengetahui kalau kau sebenarnya adalah Deminoid?” Lanjutnya masih dingin.

“Tutup mulutmu atau aku akan merobeknya!!” Chanyeol makin makin marah dengan rentetan kalimat yang terucap dari mulut Sehun barusan, kini dari tubuhnya keluar api yang panasnya bahkan terasa dari jarak yang cukup jauh.

“Percuma saja kau mengeluarkan apimu, apimu tidak akan mampu membakarku…” Ujar Sehun santai, dia menyeringai dan menatap Chanyeol remeh.

“Aku tau, tapi bukankah kau akan kesakitan jika aku mecabut sehelai rambut pirangmu itu?” Ujar Chanyeol tidak kalah dinginnya, sebuah ancaman tersirat dengan jelas melalui kalimatnya barusan. “Rasa sakitmu bahkan tidak akan hilang sebelum kau membunuh manusia dan meminum darah mereka ‘kan? Dan kalau tidak salah… bukankah hal itu akan membuatmu semakin terkutuk?”

“Cukup!!” Sehun membentak Chanyeol kasar, bola mata ungunya semakin menyala diantara kegelapan hutan, yah.. mereka berdua memang menuju hutan setelah pergi dari apartment Kyungsoo tadi, dan memang bukan hal yang sulit bagi dua makhluk yang setengah dari diri mereka bukan manusia itu untuk menuju ke tempat yang jauh bahkan dalam hitungan detik.

“Kenapa? Kau mulai merasa takut?” Chanyeol menyeringai karena merasa dia sudah berhasil mengancam makhluk di depannya ini.

“Hah? Takut? Sama sekali tidak, dan rupanya kau telah mengibarkan bendera peperangan denganku, Chanyeol-ssi…”

“Peperangan? Mungkin hanya untukmu Sehun-ssi, karena aku telah selangkah lebih dulu dari pada dirimu…”

“Terserah kau saja, kita lihat saja nanti siapa yang akan mendapatkan ‘Nomel’ itu pada akhirnya…”

-***-

Kyungsoo berkali-kali menghela nafas berat dan hanya memindahkan channel televisi tanpa ada sedikitpun niatan untuk melihat salah satu acara yang di tampilkan, sendirian di apartment memang hal biasa baginya sebelum kehadiran Kai dan Chanyeol, dan sekarang setelah kehadiran dua orang itu, sendirian di rumah menjadi hal yang aneh, seperti ada yang kurang.

“Kau tau, kau akan membuat tagihan listrik semakin membengkak jika kau hanya memindahkan channel televisi…”

Kyungsoo menoleh dan tersenyum, membuat bibir berbentuk hatinya itu mundul di wajahnya yang tampan.

“Kau sudah pulang?” Tanya Kyungsoo pada seseorang yang kini duduk di sampingnya itu.

“Pulang?  Justru aku sedang pergi dari tempat tinggalku saat ini, tempat tinggalku di Trivial, lebih tepatnya di Freon, apa kau lupa kalau aku ini seorang Angel?”

“Tck” Kyungsoo berdecak, namun dia tetap tidak bisa menyembunyikan senyuman dan rasa bahagianya karena kehadiran angel yang katanya akan selalu menjaga dirinya ini.

“Mana kuping besar itu?” Tanya Kai setelah melihat ke sekeliling apartment dan dan tidak mendapati Chanyeol, Kyungsoo mengendikkan bahunya.

“Entahlah, dia tadi keluar dengan tetangga baru…”

“Tetangga baru yang tadi kau ceritakan padaku itu?”

“Mm, ternyata namanya Sehun, lebih tepatnya Oh Sehun…”

“Oh Sehun?” Ulang Kai dengan kening mengekerut.

“Mm, wae?”

“Aku seperti pernah mendengar nama itu” Ujar Kai masih dengan kening mengekerut, dia berusaha mengingat, dia yakin dia pernah mendengar nama yang di sebutkan Kyungsoo tadi.

“Jinjja? Odi?” Tanya Kyungsoo yang mulai penasaran, dia mendekatkan dirinya kepada Kai.

“Entahlah…” Jawab Kai sembari memijat kepalanya, sesaat kemudian dia langsung menolehkan wajahnya menatap Kyungsoo dengan tatapan tajam. “Ya!! Kenapa kau berbicara informal kepadaku??” Teriak Kai setelah menyadari bahwa tadi Kyungsoo berbicara informal kepadanya.

Kyungsoo langsung menjauhkan tubuhnya dari Kai, dia juga sebenarnya tidak sadar kenapa dia tiba-tiba berbicara informal kepada Kai, mungkin karena dia mulai merasa nyaman dengan Kai? Entahlah, yang jelas Kyungsoo merasa selalu dekat dengan Angel itu.

“Mianhaeyo Kai-nim…” Kyungsoo meminta maaf dengan sedikit membungkukkan badannya.

“Kenapa sekarang malah jadi terdengar aneh?” Guman Kai sambil memandangi Kyungsoo. “Ahh.. Molla, sekarang terserah kau sajalah kau mau berbicara formal atau tidak kepadaku…” Ujar Kai pada akhirnya.

“Jadi aku boleh berbicara informal kepadamu?” Tanya Kyungsoo memastikan.

“Mm” Jawab Kai singkat.

“Gomawo…” Kyungsoo tersenyum lebar, Kai hanya mengerutkan keningnya bingung.

“Terima kasih untuk apa?”

“Entahlah, yang jelas aku berterima kasih kepadamu!!” Kyungsoo langsung memeluk Kai yang dia sendiri tidak tau kenapa dia melakukan itu, dia hanya menuruti hatinya yang menyuruhnya untuk memeluk angel di depannya ini, Kai diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya membalas pelukan Kyungsoo, baik Kyungsoo dan Kai sekali lagi merasakan bahwa hati mereka memang saling terpaut satu sama lain.

“Aku rasa yang di katakan Donghae Legend memang benar…” Guman Kai masih memeluk Kyungsoo, begitu pun sebaliknya.

“Memangnya apa yang dia katakan?” Tanya Kyungsoo juga masih memeluk Kai.

“Angel juga memiliki perasaan, dan aku rasa aku menyayangimu…” Ujarnya kemudian mengeratkan pelukannya, namun Kyungsoo segara melepaskan pelukan Kai dan menatap angel itu dengan mata bulatnya yang terbelalak lebar, membuat Kai heran dengan tingkah Kyungsoo.

“Ya!! Aku bukan gay!!” Teriak Kyungsoo sambil menutup tubuhnya dengan bantal, ekspresi Kai langsung berubah menjadi datar.

“Bukan sayang seperti itu bodoh, tak bisakah kau membedakan antara kasih sayang dan nafsu? Rasa sayangku padamu itu seperti kasih sayang kepada seorang saudara, bukan rasa sayang yang ada di otak mesummu itu…”  Dengus Kai sedikit kesal, namun sebenarnya dia juga menahan tawanya karena menganggap Kyungsoo adalah orang yang terlalu polos.

“Benarkah?” Tanya Kyungsoo memastikan.

“Mm” Kai mengangguk mantap, Kyungsoo pun tersenyum dan memeluk Kai lagi.

“Aku rasa aku juga menyayangimu…” Ujar Kyungsoo, Kai menepuk-nepuk punggung Kyungsoo dan tersenyum.

Tiba-tiba handphone Kyungsoo berdering yang membuat pelukan kedua makhluk yang masih berbeda itu terlepas. Kyungsoo melihat layar handphonenya sejenak sebelum mengangkatnya.

“Yoboseyo?”

“……”

“Geurae?”

“…….”

“Arraseo, sampai jumpa besok…” Ujar Kyungsoo sebelum mengakhiri panggilannya.

“Siapa?” Tanya Kai penasaran.

“Chanyeolie, dia bilang dia tidak akan pulang malam ini karena dia mendapat kabar kalau kakeknya sedang sakit, makanya dia pulang ke Busan, tapi pagi-pagi sekali dia akan kembali ke sini, dia ‘kan masih harus sekolah” Jelas Kyungsoo bahkan sebelum Kai bertanya, Kai pun menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.

“Kalau begitu sebaiknya kau tidur sekarang, besok kau juga harus sekolah…” Ujar Kai.

“Mm”

-***-

Kyungsoo berangkat sekolah tidak seperti biasanya, jika dia biasanya mengendarai mobil pribadi hari ini dia lebih memilih untuk naik bus, dia ingin sedikit berjalan kaki. Kyungsoo tidak menunggu bus yang akan mengantarnya ke halte dekat sekolah terlalu lama dan itu membuatnya tersenyum cerah, dia menganggap dirinya cukup beruntung, di tambah dengan Kai yang selalu mengikutinya di belakang, membuat dia merasa aman.

Sampai di halte dekat sekolahnya, Kyungsoo pun turun masih dengan senyuman yang cerah, namun senyumannya langsung hilang ketika melihat seorang wanita paruh baya yang menggunakan setelan jas warna abu-abu khas wanita karir sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya, wanita itu menoleh ke kanan dan ke kiri, sesekali dia bertanya kepada murid-murid yang lewat di depannya, sepertinya dia sedang mencari seseorang.

Dengan langkah berat Kyungsoo akhirnya melangkahkan kakinya menuju sekolah dengan kepala yang menunduk, saat dia melewati wanita itu, wanita itu langsung menahannya.

“Kyungsoo-ah…” Sapa wanita itu dengan lembut, dia tersenyum simpul.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Kyungsoo dingin, dia menghindari menatap wanita itu karena khawatir akan ada butiran bening yang meluncur dari matanya.

“Kyungsoo-ah, kenapa kau bersikap dingin pada eomma?” Tanya wanita itu yang ternyata adalah ibu Kyungsoo, Kyungsoo diam.

“Kyungsoo-ah…” Sekali lagi ibu Kyungsoo memanggil nama anaknya, kali ini dia sedikit mengguncangkan tubuh Kyungsoo. “Kyungsoo-ah… lihat eomma, nak…” Pinta ibu Kyungsoo kepada anaknya yang sama sekali tidak mau membuka mulutnya itu, Kyungsoo pun terpaksa menuruti permintaan ibunya, mata Kyungsoo mulai berair, ibu Kyungsoo tersenyum lembut.

“Kyungsoo-ah, eomma akan menikah dengan tuan Kim, kau tau beliau ‘kan?” Ujar ibu Kyungsoo yang menyebabkan mata bulat Kyungsoo membelalak lebar.

“Mwo? Eomma!! Eomma bahkan belum bercerai dengan appa, kenapa eomma sudah berencana menikah dengan orang lain??!!” Kyungsoo membentak ibunya keras, dia tidak peduli dengan tatapan murid lain yang ditujukan kepadanya, wajah Kyungsoo memerah menahan marah sekaligus air matanya, dia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

“Kyungsoo-ah, tenanglah… dengarkan eomma dulu, eomma dan appamu akan segera bercerai, besok adalah hari persidangan, kau mau datang ‘kan?” Ibu Kyungsoo mencoba menenangkan anaknya, tapi nyatanya hal itu malah membuat Kyungsoo semakin marah.

“Eomma micheosseo? Shirreo!! Aku tidak akan datang!!!” Sekali lagi, Kyungsoo membentak ibunya, Kyungsoo pun menangis, dia melangkahkan kakinya tidak menuju sekolah melainkan ke arah lain, ibu Kyungsoo mencoba menahan anaknya.

“Lepaskan!!” Desis Kyungsoo tajam dan menghempaskan tangan ibunya yang menahannya.

“Kyungsoo-ah…” Panggil ibu Kyungsoo sekali lagi, Kyungsoo tidak mengindahkan panggilan ibunya dan dengan menangis Kyungsoo berlari menuju jalanan tanpa memperhatikan sekitarnya.

Tanpa Kyungsoo sadari ada sebuah truk dengan kecepatan tinggi sedang menuju ke arahnya, supir truk itu membunyikan klaksonnya berkali-kali namun Kyungsoo seperti tuli, saat truk itu semakin dekat dengannya Kyungsoo menolehkan wajahnya dan hanya diam terpaku di tempatnya berdiri.

Bunyi nyaring nan panjang dari klakson truk itu tidak mampu membuat Kyungsoo bergerak, telinganya seperti tidak berfungsi, dia hanya menatap truk yang menuju kepadanya dengan tatapan kosong.

“KYUNGSOO-AHHH!!! AWAS!!!”

“KYUNGSOO-AHH!!! MINGGIR!!!!”

Teriakan dari ibunya dan murid-murid lain juga tidak mampu membuat Kyungsoo melangkahkan kakinya untuk menghindar, dia tetap diam dengan mata yang masih meneteskan butiran beningnya.

BRAKKK

“KYUNGSOO!!!”

-TBC-

Iklan

5 thoughts on “[6th] – Angel

  1. Kyaaaaa… Kyungsoo jangan mati dulu!
    Aduh itu ibunya jahat banget sih, main cerai gitu aja. Gak kasian apa sama anaknya. Sumpeh, part ini bikin penasaran.
    Lanjut yah!

  2. Ibunya ngeselin *aduh-dosa-ini*
    huaaaa kyung soo oppa jangan mati ya wkwk
    kemana kai oppa ? Ko dia ga nolongin kyung oppa? Huaaa dtnggu sequel the covenant’a cha hehe

  3. Ping-balik: [7th] – Angel | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s