History of MAMA Chapter 14

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • SNSD’s Kim Taeyeon
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Fourteen-

Summary :

“Droplet, bukankah kau tau dia mempunyai dua kepribadian yang berbeda? Dia juga salah satu leader MAMA yang berarti dia adalah salah satu yang terkuat, aku yakin aku bisa membinasakan mereka dengan mudah jika aku menggunakan dia…”

-***-

Part Sebelumnya -> Chapter 13

Be Aware with typo(s)

happy Reading :*

-***-

Para MAMA menikmati makan malam mereka tanpa sadar bahwa Suho tak lagi bersama mereka, mereka semua tertawa dan bercanda, menikmati keberhasilan misi mereka mengembalikan jantung Tree of Life yang artinya mereka juga telah mengembalikan keseimbangan jagad raya yang berada di ambang batas kehancuran.

“Donghae hyung, bukankah kau mengatakan kalau kami tidak butuh makan?” Tanya Yixing penasaran dengan mulut yang penuh makanan.

“Memang…”

“Lalu kenapa kami sekarang makan?” Tanyanya lagi masih dengan mulut penuhnya.

“Apa kau merasa lapar?” Donghae bertanya balik kepada Yixing, Yixing menggeleng.

“Aniyo”

“Ya sudah kalau begitu…” Ujar Donghae sembari menyandarkan punggungnya.

“Aku masih belum mengerti…” Yixing menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menatap Donghae bingung.

“Di Sanguinets kalian tidak akan merasa lapar ataupun butuh makan karena energi kalian berasal dari Tree of Life, semua makanan ini hanya untuk menyesuaikan kehidupan kalian saat di bumi…” Jelas Donghae pelan, Yixing pun mulai mengerti dan menganggukkan kepalanya.

“Sehun-ah, kau tidak makan?” Tanya Luhan yang menyadari bahwa Sehun sama sekali tidak menyentuh makanannya, dia hanya menatap makanan itu dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

“Bukankah hyung dengar apa katanya barusan? Kita tidak butuh makan disini…” Jawab Sehun dingin tanpa melihat Luhan, Luhan mengerutkan keningnya menyadari ada sesuatu yang aneh dengan Sehun.

“Sehun-ah, kau kenapa?” Tanya Luhan lagi, dia memegangi pundak Sehun dan menariknya agar Sehun menatapnya, namun Sehun hanya diam tak bergeming.

Luhan menghela nafas berat, dia mengerti bagaimana Sehun, bahkan sangat mengerti, kalau seperti ini itu artinya Sehun sedang marah dan sama sekali tidak ingin di ganggu, Luhan menjentikkan jarinya dengan mata yang berbinar karena mendapatkan ide agar Sehun mau bicara kepadanya.

“Sehun-ah, kau mau ke balkon istana denganku?” Tawar Luhan, Sehun pun akhirnya menatap Luhan dengan tatapan yang terlihat kosong.

“Apa kau mau?” Tawar Luhan sekali lagi, Sehun pun mengangguk mengiyakan, Luhan tersenyum lebar, dia langsung menarik tangan Sehun.

“Kajja!”

“Kalian mau kemana?” Tanya Kris yang melihat kepergian Luhan dan Sehun.

“Ke balkon istana” Jawab Luhan singkat tanpa melihat Kris, Kris pun hanya menatap kepergian mereka berdua dengan helaan nafas berat.

-***-

“Yang mulia, kenapa Droplet ada disini?” Tanya Heechul heran ketika melihat kehadiran Suho di Dark Kingdom.

“Dia di bawah pengaruhku, tidakkah kau lihat kalung MAMA-nya yang kini berpendar cahaya merah?”

Heechul pun mendekati Suho yang hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, dia menjatuhkan pandangannya tepat ke arah kalung MAMA Suho yang saat ini berpendar merah seperti yang di katakan Taeyeon tadi, Heechul membungkuk kemudian melambaikan-lambaikan tangannya di depan wajah Suho, namun Suho sama sekali tidak memberikan reaksi atas perlakuan Heechul kepadanya, dia hanya tetap menatap lurus ke depan dengan tatapan kosongnya, Heechul pun menegapkan kembali tubuhnya dan menatap Taeyeon yang duduk di atas singasananya.

“Yang mulia, kenapa dia seperti ini?”

“Racun di kalungnya yang membuatnya seperti itu…”

“Apakah MAMA lain juga akan mengalami hal yang sama seperti dia?”

“Tidak, hanya dia yang akan seperti ini” Taeyeon turun dari kursi kebesarannya dan berjalan kepada Heechul dan Suho.

“Waeyeo? Bukankah anda meracuni seluruh kalung MAMA?”

“Tidak, aku hanya meracuni kalung milik Droplet”

Kening Heechul mengkerut, dia masih tidak mengerti dengan Taeyeon dan apa yang akan dilakukan wanita itu nantinya.

“Droplet, bukankah kau tau dia mempunyai dua kepribadian yang berbeda? Dia juga salah satu leader MAMA yang berarti dia adalah salah satu yang terkuat, aku yakin aku bisa membinasakan mereka dengan mudah jika aku menggunakan dia…” Jelasnya yang membuat Heechul diam.

Heechul heran, bukankah Taeyeon hanyalah manusia biasa yang menjadi tawanan Jino dulu? Lalu kenapa sekarang matanya bisa berkilat merah dan dari mana dia mendapatkan semua kekuatan itu? Apa mungkin karena kalung berbandul merah yang ia kenakan saat ini?

Heechul memandangi kalung berbandul merah yang di berikan Kyuhyun kepada Taeyeon, kalung itu memancarkan cahaya sesuai dengan warnanya, Heechul pun menatap Taeyeon yang menatap lurus ke depan, bola mata Taeyeon berkilat merah beberapa kali dan lagi-lagi membuat kening Heechul mengerut.

“Heechul-ssi..” Panggil Taeyeon lirih.

“Y.. Ye?” Heechul tergagap menjawab panggilan Taeyeon karena sibuk dengan pikirannya tadi.

“Aku rasa aku sudah bisa mencium bau kemenanganku…” Ujarnya sembari menyeringai, sedangkan Heechul hanya diam.

-***-

“Kau kenapa?” Tanya Luhan kepada Sehun yang masih menatap lurus kedepan dengan tatapan yang terlihat kosong, Sehun membiarkan angin malam Sanguinets menerpa wajah tampannya yang datar itu.

“Sehun-ah…”

Sehun menghela nafas berat dan memejamkan matanya sejenak sebelum membukanya lagi, dia menoleh dan menatap Luhan dengan mata yang sedikit berair, Luhan terlihat kaget, dia mendekati Sehun dan menyentuh pipi namja yang dianggapnya seperti adik kandungnya itu.

“Kau menangis?”

Sehun menggeleng, tapi setelah dia menggeleng butiran bening yang menggenangi matanya tadi  meluncur turun, Sehun menundukkan wajahnya dan terisak, hati Luhan terenyuh walaupun dia tidak tau apa alasan dibalik tangisan Sehun, Luhan memasukkan Sehun kedalam pelukannya dan menepuk-nepuk punggung Sehun pelan, Sehun makin terisak, dia memeluk Luhan dengan erat, Luhan mengelus rambut Sehun berharap itu akan sedikit menenangkan Sehun, dan benar saja, perlahan tangisan Sehun mulai berhenti dan hanya menyisakan isakan kecil.

Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Luhan dengan bekas air mata yang masih terlihat jelas di wajah tampannya, Luhan mengusap bekas air mata itu penuh kasih sayang.

“Mau bercerita kepadaku?” Tawar Luhan, Sehun mengangguk lemah, Luhan pun tersenyum, dia mengusap rambut Sehun lembut.

“Berceritalah…” Ujar Luhan kemudian, Sehun pun menghela nafas berat dan mulai bercerita.

“Aku merasa seperti dibohongi…”

“Di bohongi?” Ulang Luhan dengan kening yang mengerenyit.

“Mm, aku merasa seperti dibohongi Mama dan Papa…” Sehun membalikkan badannya menatap lurus ke depan hamparan tanah Sanguinets, merasakan hembusan angin yang setia menerpa wajahnya juga wajah Luhan, Luhan pun mengikuti Sehun, ikut menatap lurus ke depan.

“Kenapa mereka tidak mengatakan dari awal kalau mereka orang tuaku? Apa mereka tidak tau betapa aku merindukan mereka?” Kalimat Sehun makin terdengar lirih, Luhan menatap Sehun lagi, dia bisa melihat dengan jelas kesedihan yang terpancar dari kedua mata sendu milik Sehun.

“Mungkin mereka punya alasan kenapa mereka menyembunyikan itu darimu…” Ujar Luhan sambil mengelus punggung Sehun pelan. “Atau mungkin saat itu belum saatnya kau tau…” Lanjutnya masih mengelus punggung Sehun.

“Kami tidak bisa memberitahumu saat itu karena kami bisa musnah jika kami memberitahukan hal itu kepadamu tanpa adanya kalung MAMA…” Suara Yoona terdengar, membuat Sehun dan Luhan langsung menoleh.

Yoona yang dengan anggunnya memakai gaun putih tersenyum lembut kepada mereka berdua, dia berjalan mendekati Sehun dan Luhan, dia segera memeluk Sehun dan mendekapnya erat.

“Maafkan Mama, sayang… Bukan berarti Mama tidak menyayangimu, justru karena Mama sangat menyayngimu Mama terpaksa menyembunyikannya…” Yoona mengelus-elus rambut Sehun lembut kemudian melepaskan pelukannya, dia menatap Sehun penuh kasih sayang dan mencium kening anaknya itu sejenak.

“Memangnya apa hubungan kalung MAMA dengan itu, noona?” Tanya Luhan penasaran, Yoona menolehkan wajahnya dan menatap Luhan lembut.

“Kalung MAMA selain sebagai penyimpan kenangan kalian di masa lalu, benda itu adalah pelindung kalian, juga pelindungku dan Aiden dari kutukan Dark Lord, dan salah satu kutukannya adalah jika aku ataupun Aiden memberitahu Sehun jika dia adalah anakku maka kami berdua akan musnah… Bukan hanya kami, tapi satu per satu dari kalian juga…” Jawabnya pelan, dia kemudian menatap Sehun lagi dan menyentuh pipi Sehun. “Tapi sekarang kalung MAMA sudah di temukan dan tergantung di leher kalian, aku sekarang bisa dengan leluasa memperlakukanmu sebagai anakku…”

Sehun pun tersenyum, hatinya bisa mengerti apa alasan Yoona dan Donghae menyembunyikan kenyataan itu darinya, bahkan ia bersyukur, seandainya saat itu Donghae dan Yoona tetap mengatakan hal itu, mungkin saat ini dia tidak akan mampu melihat kedua orang tua dan hyung-hyungnya lagi, Sehun memeluk Yoona.

“Ma, gomawoyo…”

-***-

Kris dan Chanyeol mengendarai peliharaan mereka masing-masing dan terbang di langit Sanguinets, menikmati langit malam yang indahnya bahkan seribu kali lebih indah dari pada di bumi, bahkan kata ‘sangat mengagumkan’ saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa indahnya pemandangan yang ada di atas mereka saat ini.

“Hyung… melihat ini membuatku tidak ingin kembali ke bumi…” Ujar Chanyeol yang memeluk Flawks –burung Phoenix miliknya- dan memainkan bulu-bulu Flawks yang sama sekali tidak terasa panas baginya, entah bagi orang lain.

“Aku juga, apa kita tinggal disini saja? Lagi pula kita tidak mempunyai orang tua…” Usul Kris dengan tampang bodohnya, dan sama seperti Chanyeol, dia melakukan hal yang sama kepada Black Scales –naga bersisik hitam miliknya-, dia mengelus-elus sisik hitam dingin milik Black Scales.

“Tapi kita masih punya tanggung jawab di bumi…” Ujar Chanyeol lirih.

“Kau benar, Donghae hyung mengatakan semua ‘fasilitas’ yang di berikannya kepada kita di bumi tidak akan hilang, dan hal itu tetap menjadi milik kita dan kita harus merawatnya…”

“Mm, aku jadi merasa kasihan kepada Sehun…” Ujar Chanyeol tiba-tiba.

“Kenapa kau kasihan kepadanya?”

“Hyung, apa hyung belum sadar betapa kayanya dia dan berapa perusahaan yang dimilikinya? Dia pasti akan sakit kepala jika mengurus segalanya sendiri…” Ujar Chanyeol dengan nada prihatin.

“Aku rasa kau tidak perlu kasihan kepadanya, Sehun adalah anak yang jenius, aku yakin dia bisa mengatasinya dengan mudah…”

“KRIS HYUNG!!! CHANYEOL-AHH!!! CEPAT TURUN!!! SESUATU TERJADI!!!” Suara Jongdae yang melengking langsung membuat Kris dan Chanyeol melihat ke bawah, mereka melihat Jongdae melambai-lambaikan tangannya kepada mereka dari balkon istana, mengisyaratkan agar mereka turun.

Chanyeol dan Kris saling memandang sejenak dengan kening mengkerut sebelum akhirnya turun ke balkon istana, dimana MAMA lain, juga Donghae, Yoona, Onew dan Ryeowook telah menunggu mereka.

“Ada apa?” Tanya Kris sesaat setelah dia menginjakkan kakinya di marmer balkon

“Suho hyung menghilang!!!!” Teriak Jongdae panik, dia memang paling tau bagaimana cara untuk panik dan membuat orang yang berada di sekitarnya juga sama paniknya seperti dirinya.

“Jongdae-ah, tenanglah, kau membuat yang lain juga panik!!” Hardik Minseok.

“Mianhaeyo hyung, tapi aku tidak bisa berhenti panik!!” Jongdae menjejak-jejakkan kakinya ke tanah sebagai bentuk kepanikannya, Minseok hanya bisa menghela nafas berat dengan tingkah Jongdae.

“Apa kalian sudah mencarinya?” Tanya Kris lagi.

“Ne, kami sudah mencarinya kemana-mana, bahkan Donghae hyung dan Yoona noona juga ikut mencarinya, tapi dia tetap tidak di temukan…” Jawab Baekhyun, mata kecilnya menyiratkan kepanikan yang ia sembunyikan.

“Luhan-ah, bisakah kau mencari Suho dengan kekuatan telekinesismu itu?” Kris memandang Luhan sedikit memohon, kali ini Kris sudah tidak mampu menyembunyikan kekhawatirannya lebih lama lagi, wajahnya menyiratkan semuanya.

“Aku sudah mencobanya, tapi aku merasa ada sesuatu yang memutus koneksiku dengan dia…” Luhan menundukkan wajahnya menyesal, Kris mengacak rambut blondenya frustasi, dia memandang para MAMA dan pandangannya berhenti kepada Tao.

“Tao-ah, apa kau bisa memutar balikkan waktu saat Suho menghilang tadi?” Kris memandang Tao penuh harap, Tao malah memandang Donghae dengan tatapan ‘apakah-aku-bisa-melakukannya?’, Donghae menghela nafas berat.

“Kekuatan Tao hanya bisa di gunakan untuk membawa kita ke masa lalu tanpa merubah apa yang ada, kita hanya akan kembali ke masa lalu sebagai ilusi…” Ujar Donghae.

“Tidak apa-apa, yang penting kita harus tau dulu kemana Suho pergi…” Sahut Kris cepat.

“Baiklah, aku akan melakukannya…” Ujar Tao kemudian, dia mengangkat kedua jarinya agar mereka bisa kembali ke beberapa waktu lalu, waktu dimana Suho menghilang.

Mereka semua telah kembali ke waktu yang mereka tuju, mereka masih berada di balkon namun dengan tubuh yang transparan.

“Itu Suho hyung!!” Teriak Baekhyun yang melihat Suho duduk sendiri di taman dengan memegangi dadanya.

“Kenapa kalung MAMA-nya berpendar merah?” Ujar Kyungsoo heran, mata bulatnya memang selalu yang paling teliti diantara mereka semua yang bahkan tidak menyadari ada keanehan dengan kalung MAMA milik Suho, mereka semua menyipitkan matanya mempertajam pandangan.

“Eung? Kyungsoo benar, kenapa kalung Suho hyung berpendar merah? Bukankah seharusnya kalung kita berpendar biru?” Baekhyun yang juga di buat heran menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Mereka terus mengawasi Suho sampai akhirnya mereka melihat kepulan asap hitam mengitari Suho, mereka juga melihat Taeyeon yang tiba-tiba muncul dan membawa Suho pergi, para MAMA sama-sama membelalakkan mata mereka lebar-lebar kemudian saling memandang satu sama lain.

Tao mengangkat kedua jarinya lagi untuk mengembalikan mereka ke waktu yang seharusnya, dan para MAMA hanya bisa terduduk lemas setelah mengetahui apa yang terjadi kepada salah satu pemimpin mereka, terutama Kyungsoo yang tidak menyangka bahwa noona-nyalah dalang di balik hilangnya Suho, dia merasa sangat bersalah kepada yang lain, dia menundukkan kepalanya dalam.

Jongin mendekati Kyungsoo dan mengelus punggung namja mungil itu, Jongin mengerti bagaimana perasaan Kyungsoo saat ini, bahkan sangat mengerti, Kyungsoo menolehkan wajahnya menatap Jongin yang tersenyum lembut kepadanya.

“Ini semua bukan salahmu hyung, kita hanya masih belum beruntung, masih ada satu tugas lagi yang menanti kita…” Masih tersenyum lembut, Jongin merangkul pundak Kyungsoo menenangkannya, Kyungsoo pun tersenyum, dia merasa sedikit tenang sekarang.

“Sepertinya kalung milik Suho telah di racuni oleh Taeyeon…” Ujar Donghae di tengah kediaman mereka.

“Di racuni?” Ulang Kris dengan kening mengerenyit, Donghae mengangguk.

“Lalu bagaimana kita menghilangkannya?” Tanya Jongdae masih dengan raut wajah paniknya.

“Aku masih belum tau..” Jawab Donghae lirih, tersirat penyesalan di balik ucapannya yang lirih itu.

“Aku akan mencari tahu!” Kyungsoo berucap lantang, dia berdiri dengan dada yang membusung.

“Kyungsoo hyung…” Jongin menahan Kyungsoo, dia merasa khawatir kepada hyungnya yang satu ini.

“Aku akan mencari tahu, Taeyeon noona adalah noonaku, aku yakin tujuannya melakukan ini adalah karena dia ingin membalas dendam kepadaku karena aku tidak sengaja membunuh ibunya saat aku belum bisa mengendalikan amarah dan kekuatanku, biarkan aku yang mencari tahu dan mengahadapinya…”

“Kyungsoo-ah, kau tidak perlu melakukannya sendiri, kita bisa melakukannya bersama-sama…” Nasihat Minseok sebagai salah satu yang tertua diantara para MAMA, Kyungsoo menggeleng.

“Aniyo, aku akan menghadapinya sendiri karena aku yakin karena kesalahanku dulu Taeyeon noona melakukan ini…” Kyungsoo masih berkeras kepala dengan keputusannya.

“Kyungsoo-ah, kau tidak perlu menyalahkan dirimu, ini bukan kesalahanmu…” Ujar Kris lembut.

“Bagaimana jika itu memang kesalahannya?”

Para MAMA menoleh.

“Taeyeon?”

 

 

 

 

 

 

-TBC-

Iklan

42 thoughts on “History of MAMA Chapter 14

  1. Omoona ~ makin greget bcanya…
    Taeyeon jgn apa2n Suho dong,hikss
    thor moment YH sm Sehunnya kurang, dsni cman YoonHun doang td#plakk
    dtggu next part..keep writing

  2. Ping-balik: History of MAMA Chapter 15 | Acha's Blog

  3. Aduhh..
    Mau apa taeyeon
    Dtng ke istana para mama..
    Apa dia ngajakin perang lagi?
    Dan bagaimana nanti para mama mengembalikan suho seperti semula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s