[7th] – Angel

Angel

 

Title :Angel

Author :Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • EXO’s Park Chanyeol a.k.a Chanyeol
  • EXO’s Oh Sehun a.k.a Sehun
  • Other (Find By Yourself)

-***-

A/N :

Ini ada kesempatan jadi Author updatenya hari ini aja, karena mungkin Author akan sibuk untuk beberapa saat, Author ujian praktek sama try out UNAS, jadi mohon pengertiannya ya… :*

Part Sebelumnya -> 6th

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

BRAKK

Truk itu menghantam tiang pemberhentian bus di kanan jalan dan terguling, sedangkan Kyungsoo tengah berada di pelukan seorang namja yang membawanya ke sisi kiri, menyelamatkan Kyungsoo dari kematian yang hampir dialaminya dalam hitungan detik. Kyungsoo menatap orang itu dengan mata bulatnya yang lebar, bola matanya yang hitam saling berpandangan dengan bola mata ungu namja yang menyelamatkannya.

Tanpa mengatakan apapun, namja itu bangkit meninggalkan Kyungsoo yang masih terpaku dengan apa yang baru saja ia lihat dan alami, dia hanya diam ketika teman-temannya mengerubungi dan bertanya apakah dia baik-baik saja, Kyungsoo hanya menatap punggung namja yang menyelamatkannya yang perlahan menghilang dari pandangan.

“Kyungsoo-ah, gwenchana?” Ibu Kyungsoo menerobos diantara teman-teman Kyungsoo yang masih mengerubungi namja mungil tersebut.

“Mm, gwenchana..” Jawab Kyungsoo datar tanpa sedikitpun menolehkan wajahnya untuk menatap ibunya, dia masih menatap lurus ke depan, menatap ke arah perginya namja yang menyelamatkannya.

“Lebih baik sekarang kita ke rumah sakit, eomma takut kau kenapa-kenapa…” Ibu Kyungsoo menarik lengan kanan anaknya namun Kyungsoo enggan menurutinya, dia melepaskan genggaman tangan ibunya, Ibu Kyungsoo menatap anaknya dengan kening mengerenyit.

“Aku harus sekolah…” Ujar Kyungsoo melembut.

“Tapi kau baru saja mengalami kecelakaan, kau tidak perlu masuk hari ini, eomma akan mengizinkanmu ke dewan guru, mereka pasti akan mengerti” Ibu Kyungsoo bersikeras mengajak anaknya untuk pergi ke rumah sakit bersamanya, dia menarik lengan Kyungsoo lagi, Kyungsoo menghela nafas berat, dia memegang tangan ibunya dan menggeleng dengan tatapan lembut.

“Aku tidak apa-apa… Lebih baik eomma pulang saja…”

“Tapi-”

“Seungyeol-ah, mau menemaniku ke kelas?” Pinta Kyungsoo kepada Seungyeol –teman sekelas Kyungsoo yang bisa dibilang cantik untuk seorang namja- membuat ibu Kyungsoo tidak bisa melanjutkan ucapannya, ditambah dengan Kyungsoo yang langsung menggandeng teman cantiknya itu dan menyeretnya agar mau ke kelas bersama, setelah beberapa langkah, Kyungsoo menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh kepada ibunya.

“Terserah saja eomma dan appa mau bercerai atau tidak, terserah eomma juga kalau eomma mau menikah dengan tuan Kim, aku tidak peduli dan tidak mau peduli…” Ujarnya datar.

Kyungsoo membalikkan tubuhnya lagi dan berjalan dengan air mata yang tanpa ia sadari mengalir, dia mengusap air matanya pelan.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Seungyeol khawatir, Kyungsoo menggeleng.

“Aku tidak baik-baik saja…”

-***-

Kai duduk sendiri di dahan pohon sembari mengawasi Kyungsoo yang tengah tertidur di kelasnya, setelah peristiwa tadi pagi, dia merasa dia harus lebih protektif kepada Kyungsoo, utamanya menjaga emosinya agar tetap stabil dan tidak meledak-ledak seperti tadi pagi yang bisa menyebabkan sesuatu yang buruk terjadi.

Dia sebenarnya juga merasa telah gagal menjadi Angel untuk Kyungsoo karena bukan dia yang menyelamatkan pria mungil itu tadi pagi, melainkan orang -ah, bisakah dia menyebut namja tadi itu adalah orang? Mungkin lebih tepat jika dia menyebutnya makhluk, makhluk lain yang setengah dari tubuhnya bukan manusia, melainkan Streptocasei, makhluk yang dikaruniai wajah rupawan dan mempesona baik yang laki-laki atau yang perempuan.

Tapi justru wajah rupawan merekalah yang menyebabkan petaka bagi manusia, wajah rupawan mereka merupakan jebakan bagi siapapun yang terpesona, sekali mereka masuk ke dalam pesona para makhluk Streptocasei, mereka tidak akan pernah bisa lepas dan akan berakhir dengan tubuh yang mengkerut kering yang hanya tinggal kulit dan tulangnya, makhluk Streptocasei memang hidup dari jiwa-jiwa manusia yang terperangkap ke dalam pesona mereka.

Kai menghela nafas berat, dia menatap Kyungsoo iba, dia teringat sesuatu saat memandang wajah tenang Kyungsoo ketika tidur, dia teringat bahwa saat ‘Nomel’ baru di umumkan, maka bukan hanya makhluk Trivial yang mengetahui siapa ‘Nomel’ itu, namun juga makhluk-makhluk lain kecuali manusia, termasuk mereka, para ‘makhluk gelap’ yang salah satu dari mereka telah menyelamatkan Kyungsoo tadi pagi, dia sadar bahwa Kyungsoo saat ini tengah menjadi incaran mereka, mungkin bukan hanya Kyungsoo, namun juga dirinya, karena dia sadar bahwa dia juga istimewa, dia mempunyai tanda matahari dikeningnya.

“Aku harus menjauhkan Kyungsoo dari pria berambut pirang itu…” Gumannya pada dirinya sendiri.

-***-

“Kenapa kau tidak sekalian membawanya kesini? Kau bodoh Oh Sehun!!!” Bentak seorang yeoja berambut merah menyala yang sangat amat cantik, kecantikannya sungguh kecantikan tanpa cela, kulitnya yang putih mulus bagai porselen, senyumnya yang bahkan bisa membuat bunga-bunga bermekaran, juga keanggunannya yang sanggup membuat dewa ketampanan bertekuk lutut memuji betapa cantiknya dia, namun sayang, kelakuan dan ucapannya tidak secantik fisiknya. Yeoja itu menatap Sehun tajam.

“Bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau kau tak ingin lagi menjadi Streptocasei? Lalu kenapa saat ‘Nomel’ itu berada ditanganmu kalau malah meninggalkannya?” Kini yeoja itu tak lagi membentak Sehun, dia berkata dengan dingin, sangat dingin.

“Aku hanya tidak bisa melakukannya… Aku lemah saat aku melihat ke dalam matanya…” Ujar Sehun lemah,

“Kenapa? Bukankah kau menganggap Streptocasei adalah sebuah kutukan, bukan anugerah? Seharusnya kau membawanya kemari jika kau ingin menghilangkan jiwa Streptocaseimu itu…”

Sehun menghela nafas berat, dia menatap yeoja berambut merah menyala itu dengan tatapan prihatin.

“Aku tidak tau apa yang membuatmu berfikir lahir sebagai Streptocasei adalah anugerah, Krystal Oh… tidakkah kau merasa kasihan kepada mereka yang kau hisap jiwanya dan kau tinggalkan begitu saja dengan tubuh yang tinggal kulit dan tulang itu?”

Yeoja yang ternyata bernama Krystal itu menoleh, bola matanya berubah menjadi ungu, pertanda kalau dia sedang marah namun ditahannya.

“Ayolah, apa kau tidak menganggap kecantikan dan ketampanan yang ada pada kita itu adalah sebuah anugerah? Kau tau, banyak wanita yang ingin menjadi diriku, dan banyak pria yang mengantri untuk menjadi kekasihku, bukankah hal itu menyenangkan?”

“Mungkin bagimu, namun tidak bagiku… Apa kau tidak sadar berapa banyak manusia yang membunuh diri mereka sendiri karena tidak mampu menjadi kekasih kita?”

Sehun meletakkan tangannya di bahu Krystal, Krystal memandang tangan putih Sehun itu sejenak kemudian menatap ke dalam mata Sehun.

“Tck, salah mereka sendiri terpesona kepada kita…”

Krystal mengerucutkan bibirnya dan membuang muka, menghindari tatapan matanya dengan Sehun.

“Krystal Oh, kau ini adikku, tidak bisakah kau mengikutiku untuk menghilangkan kutukan ini? Aku tidak mau kita membunuh orang lagi untuk hidup, aku ingin kita hidup seperti manusia normal, lagi pula kecantikanmu tidak akan berkurang walaupun kau telah menjadi manusia…”  Sehun berkata pelan, dia menyayangi adiknya, dia tidak ingin adiknya terus menerus menjadi monster pembunuh, Krystal menatap Sehun tajam, bola mata ungunya makin menyala.

“Aku tidak mau dan tidak akan pernah mau!! Aku tidak mau menua!! Aku suka diriku yang seperti ini dan aku tidak peduli berapa banyak orang yang harus aku hisap jiwanya untuk membuatku tetap sama!!”

Krystal membentak Sehun lagi, Sehun menghela nafas berat, adiknya memang sangat keras kepala, dia menatap adiknya lembut.

“Terserah kau saja kalau begitu, aku hanya minta tolong katakan pada Crassa kalau aku akan segera membawa ‘Nomel’ itu dan merubah diriku menjadi manusia biasa” Sehun menghela nafas beratnya lagi, dia membalikkan badannya kemudian pergi meninggalkan Krystal yang mendengus kesal, untuk saat ini Sehun mengalah, namun lain kali dia akan mencoba membujuk adiknya lagi.

-***-

Kyungsoo duduk termenung disamping lapangan, bel masuk sudah berdering sepuluh menit lalu namun Kyungsoo tak kunjung memasuki kelasnya, dia tidak peduli jika nantinya dia akan dimarahi habis-habisan dan mendapatkan tugas yang menumpuk dari guru yang terkenal menyeramkan itu, saat ini dia hanya ingin sendiri, atau mungkin dia ingin Kai atau Chanyeol ada disisinya, menjadikan mereka sandaran dan menceritakan pengalamannya tadi pagi.

“Kau tidak masuk kelas?”

Kyungsoo menolehkan wajahnya, sosok yang baru saja dipikirkannya muncul disampingnya, Kyungsoo pun tersenyum, sosok itu mendudukkan dirinya di samping Kyungsoo.

“Aku sedang tidak ingin belajar…” Ujar Kyungsoo pelan.

“Karena kejadian tadi pagi?” Selidik sosok itu, Kyungsoo mengangguk.

“Aku sungguh kaget, kau tau, dia menghalau truk itu dengan tangan kosongnya dan memindahkanku ke sisi kiri jalan dalam hitungan detik, sungguh diluar akal ‘kan?” Cerita Kyungsoo, dia menyanggah kepalanya dengan kedua tangan yang ia lipat diatas lutut.

“Angel Kai juga di luar akal pikiran manusia…” Ujar sosok itu sambil terkekeh kecil, Kyungsoo pun menatap sosok itu dan tersenyum.

“Kau benar Chanyeol-ah, Angel Kai juga di luar akan pikiran manusia biasa…” Kyungsoo ikut terkekeh. “Sebenarnya makhluk apa dia? Kau tau? Bola matanya tadi berubah menjadi ungu…” lanjut Kyungsoo.

“Makhluk seperti dia itu disebut Streptocasei, mereka berbahaya, mereka bagian dari bangsa makhluk gelap, mereka hidup dengan menghisap jiwa-jiwa manusia, mereka juga selalu menyombongkan ketampanan dan kecantikan mereka, dan yang paling menyebalkan, mereka adalah musuh abadi makhluk Potranoid!” Chanyeol dengan antusiasnya bercerita, membuat kening Kyungsoo mengerenyit karena tidak mengerti apa yang di katakan Chanyeol barusan.

“Chanyeol-ah, dari mana kau tau itu semua?” Tanya Kai yang tau-tau sudah ada disamping Kyungsoo.

Chanyeol terkisap, untuk beberapa saat dia meruntuki dirinya yang begitu bodoh dan tidak mampu mengontrol ucapannya jika sudah terlalu antusias bercerita.

“N..Ne?” Chanyeol sedikit tergagap, namun dia mencoba untuk bersikap senatural mungkin.

“Dari mana kau tau itu semua?” Ulang Kai pelan.

“Em.. Ee.. itu, aku membaca buku tentang mereka…” Jawab Chanyeol berbohong, namun dia tidak khawatir Kai akan mengetahui kebohongannya karena dia sudah melindungi pikirannya agar tidak bisa dibaca oleh Kai, kening Kai mengerenyit.

“Memangnya ada buku yang menceritakan hal itu? Bukankah para manusia bahkan tidak ada yang mengetahui tentang makhluk Potranoid dan Streptocasei?” Tanya Kai heran, lagi-lagi Chanyeol terkisap, namun dia segera menguasai dirinya lagi.

“Ne? Aniyo… Buku tentang mereka memang ada, aku tadi membacanya di perpustakaan..” Bantah Chanyeol.

“Geurae?”

“Ne” Chanyeol mengangguk mantap, Kai pun hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.

-***-

@Kyungsoo’s Apartment

“Chanyeol masih pulang ke Busan?” Tanya Kai yang sedang tiduran di sofa.

“Mm” Jawab Kyungsoo singkat tanpa menoleh karena sibuk mengerjakan tugas yang diberikan gurunya sebagai hukuman dia membolos tadi.

Kai pun hanya menganggukkan kepalanya, namun tiba-tiba Kai berdiri dengan mata yang membelalak lebar.

“Hawa ini…” Gumannya lirih namun masih bisa terdengar dengan jelas ditelinga Kyungsoo, Kyungsoo memutarkan badannya melihat apa yang terjadi dengan Kai.

“Kau kenapa?” Tanya Kyungsoo, Kai pun menolehkan wajahnya menatap Kyungsoo.

“Aku ingat sekarang… Oh Sehun, makhluk Streptocasei yang tadi pagi menolongmu itu adalah yang membantai keluargaku dulu…”

-***-

-TBC-

Iklan

8 thoughts on “[7th] – Angel

  1. Huaaaa gawat, semoga kai oppa sama sehun oppa bisa jadi sahabat ya akhirnya walaupun mereka beda jenis (?) hehe
    huaaa cepet publishnya part ini wkwk

  2. Ping-balik: [8th] – Angel | Acha's Blog

  3. semua makhluk merebutkan d.o dan kai .. oh nooo
    donghae harus turun tangan nih ..
    apakah ntar bkal ada perang ?
    duhh d.o terlalu polos ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s