History of MAMA Chapter 15

HoM copy

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • SNSD’s Kim Taeyeon
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Fifteen-

Summary :

“Bagaimanapun kalian harus menghadapinya, tapi hati-hati, jangan sampai kalian menyakiti orang yang salah, karena diantara mereka ada saudara kalian, diantara mereka ada Suho…”

-***-

A/N :

Mungkin Author akan hiatus seminggu lebih, *emang bisa di sebut hiatus kalo cuma seminggu?*, Authornya lagi Try Out UNAS, kekeke~

Part Sebelumnya -> Chapter 14

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Taeyeon?” Ujar para MAMA hampir bersamaan, Taeyeon menyeringai, dia yang saat ini tengah terbang di atas awan hitam dengan membawa tongkat yang berpendar merah menatap para MAMA dengan tatapan remeh.

“Kalian tau, aku memang melakukan ini karena adik kesayanganku, Do Kyungsoo, yang bahkan tidak tau bagaimana cara berterimakasih kepada ibuku yang sudah dengan sangat berbaik hati memberinya tempat tinggal dan menyekolahkannya…” Taeyeon menatap para MAMA satu per satu dan menghentikan tatapannya pada namja mungil yang memandangnya dengan mata berkaca-kaca.

“Sudah terlambat jika kau menangis sekarang Kyungsoo!! Tangisanmu tidak akan membuat hatiku luluh, malah itu akan menambah kebencianku terhadapmu!!” Bentak Taeyeon keras.

Air  mata yang ditahan Kyungsoo akhirnya menetes, hatinya sakit, sangat sakit, dia merasa yang didepannya sekarang ini bukanlah noonanya, Taeyeon tak pernah sekalipun membentaknnya, Taeyeon yang dikenal Kyungsoo adalah noona yang manis dan sangat baik, yang selalu menjaga dan berada disampingnya ketika dia sedang mengalami waktu sulit.

“Noona…” Kyungsoo bergumam lirih, air matanya semakin deras mengalir, dia meruntuki dirinya sendiri yang begitu ceroboh dan tidak bisa mengendalikan emosinya dulu, seandainya dia bisa memutar balikkan waktu… Seluruh kesedihan dan penyesalan Kyungsoo terwujud lewat air mata yang diteteskannya.

Taeyeon hanya menyeringai singkat melihat Kyungsoo yang saat ini terduduk dan menundukkan kepalanya dalam, angin kecil berhembus seiring dengan kepergian Taeyeon yang menambah kepiluan di hati Kyungsoo, para MAMA menatap Kyungsoo iba, mereka semua merasakan kepiluan hati Kyungsoo tanpa terkecuali, karena hati dan pikiran para MAMA saling terhubung, para MAMA adalah satu.

-***-

Kalung MAMA Suho yang tadi berpendar merah tiba-tiba meredup, berganti berpendar biru seperti yang seharusnya, Suho mengerjap-kerjapkan matanya beberapa kali dan melihat sekeliling, Suho mengerenyitkan keningnya, ini bukanlah di istana milik Aiden, dia melihat keluar jendela dan membelalakkan matanya, dia sadar saat ini dia tidak berada di Sanguinets, melainkan berada di tempat lain yang tidak dikenalnya.

Suho memegangi dadanya yang tiba-tiba merasa sakit, sakit ini bukanlah seperti sakit yang dialaminya saat terjadi gerhana, melainkan sakit karena sebuah kesedihan, dia merasakan hatinya terasa begitu sedih dan pilu, sebulir air mata bahkan mengalir dipipinya tanpa ia ketahui apa sebabnya.

Masih memegang dadanya, Suho menutup mata dan merasakan kesedihan itu, air matanya kembali mengalir, dia kemudian melihat Kyungsoo sedang menangis terisak dipikirannya, Suho segera membuka mata dan mengusap air matanya.

“Kyungsoo… Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Suho pada dirinya sendiri, dia terlihat begitu panik, dia berjalan mondar-mandir di ruangan yang tidak dikenalnya itu, wajahnya terlihat begitu gusar.

“Droplet…” Suara lembut seorang wanita memanggil Suho, Suho menoleh, tatapan Suho langsung jatuh pada mata wanita itu yang berkilat merah, tatapan Suho menjadi kosong kembali, kalung MAMA-nya yang sudah normal tadi kembali berpendar merah, wanita itu tersenyum kemudian mencium kalung berbandul merah miliknya.

“Selama ada kau berada di dekatku dan kalung ini, kau berada di bawah pengaruhku…”

-***-

“Aiden… Apakah Taeyeon adalah salah satu warga Dark Kingdom?” Yoona menatap Donghae dengan tatapan menuntut sebuah jawaban, Donghae menggeleng.

“Bukan, dia bukan warga Dark Kingdom, didalam tubuhnya tidak ada White Pearl seperti warga Dark Kingdom yang lain, dia hanya manusia biasa…”

“Lalu kenapa matanya berkilat merah? Dan dari mana dia mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi Suho?” Yoona memegang tangan Donghae erat, dia khawatir sekaligus takut, takut sesuatu terjadi lagi di Sanguinets, lebih dari itu, dia takut sesuatu yang buruk menimpa para MAMA.

“Aku masih belum yakin dari mana dia mendapatkan kekuatannya, tapi ada satu hal yang aku curigai…” Ujar Donghae, dia menatap Yoona lembut.

“Apa?”

“Kalung yang ia kenakan…”

-***-

Kyungsoo duduk sendiri di taman istana, sengaja memisahkan diri dari MAMA lain karena merasa seluruh kejadian yang mereka alami sekarang adalah salahnya, seandainya dia dulu tidak membunuh ibu Taeyeon, mereka pasti sudah kembali ke bumi dan hidup dengan tenang.

“Masih menyalahkan diri sendiri?” Suara berat dan dingin menyadarkan Kyungsoo dari lamunannya, Kyungsoo menegadahkan wajahnya melihat siapa yang bicara, ternyata Sehun.

“Mau apa kau kesini?” Ketus Kyungsoo tak kalah dingin dengan Sehun.

“Hanya ingin mengejekmu karena kau hanya mampu meratapi hal yang sebenarnya bukan kesalahanmu dan ingin mentertawakanmu karena kau merasa bahwa kau yang bertanggung jawab atas ini semua…” Ujar Sehun dingin tanpa melihat Kyungsoo, Kyungsoo mendengus kesal.

“Jika kau kesini hanya untuk melakukan hal itu sebaiknya kau pergi atau aku akan menghajarmu!” Ancam Kyungsoo yang mulai marah, Sehun menatap Kyungsoo meremehkan.

“Kau? Menghajarku? Namja kecil sepertimu mau menghajarku? Hahaha, hanya dalam mimpimu!” Ejek Sehun yang makin membuat Kyungsoo kesal, namun Kyungsoo masih berusaha untuk menahan emosinya.

“Hey pengecut, katanya kau ingin menghajarku? Mana? Kau bahkan hanya meringkuk seperti wanita yang kehilangan bonekanya… Tck, dasar pengecut!” Sehun makin gencar memanasi Kyungsoo, Kyungsoo yang telinganya sudah sangat panas mendengar seluruh ejekan Sehun yang dilontarkan kepadanya langsung berdiri, dia menarik bahu Sehun agar menghadapnya.

BUGG

Satu tonjokkan mengenai wajah Sehun, ujung bibir Sehun mengeluarkan darah, Sehun mengusap darahnya itu dengan ibu jarinya kemudian menatap Kyungsoo masih dengan tatapan meremehkan.

“Hanya itu kekuatanmu? Bukankah kau adalah Beast? Seharusnya kau yang paling kuat diantara kami ‘kan? Tck, aku rasa apa yang di katakana Jino dulu benar, apa MAMA adalah ajang main-main? Bagaimana mungkin namja kecil sepertimu terpilih menjadi Beast?” Sehun masih gencar mengejek Kyungsoo walaupun pipinya sudah mulai ungu akibat tonjokkan Kyungsoo lagi.

“TUTUP MULUTMU!!”

BUGGG

Sekali lagi Kyungsoo memukul Sehun dan kali ini ia membuat Sehun jatuh tersungkur.

“Jangan karena kau seorang pangeran kau bisa menghinaku seenaknya! Aku juga bisa marah dan menghajarmu bahkan sampai kau tak sadarkan diri!! Apa kau tau bagaimana merasa bersalahnya diriku atas apa yang dilakukan Taeyeon noona kepada Suho hyung? Kau bahkan tidak mungkin bisa membayangkannya, dan jika aku menginginkannya, aku bisa saja membuat Sanguinets hancur dengan satu kali hentakan kaki!!! Jangan pernah meremehkanku karena kau tidak mengerti apa yang aku rasakan Oh Sehun!!” Kyungsoo berteriak keras, nafasnya terengah-engah karena teriakannya barusan.

Sehun perlahan bangkit, dia menyibakkan poni yang menutupi matanya dan tersenyum begitu manis kepada Kyungsoo, senyum yang sungguh imut dan membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa sayang, bukan hanya bibirnya yang menyungging senyuman, namun juga matanya, Kyungsoo mengerenyitkan keningnya bingung.

“Itu yang aku inginkan, aku ingin hyung mengeluarkan isi hati hyung…” Sehun berjalan sedikit sempoyongan menuju Kyungsoo, dia menepuk kedua bahu Kyungsoo. “Jangan menanggungnya sendiri, berbagilah dengan kami…” Sehun masih sempat tersenyum sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

-***-

“Heechul-ssi…” Taeyeon memanggil Heechul yang duduk di samping Suho, dengan langkah pelan, Heechul berjalan kedepan singasana Taeyeon.

“Ne, Yang Mulia?” Heechul sedikit membungkukkan badannya kemudian menegapkannya lagi.

“Latih seluruh Ryuk wanita untuk berperang…” Perintah Taeyeon pelan, namun terdengar begitu dingin dan menusuk.

“Tapi Yang Mulia-”

“Jangan membantah, lakukan saja perintahku…” Ujar Taeyeon memotong ucapan Heechul, Heechul menghembuskan nafas berat kemudian membungkukkan badannya memohon pamit, dia pun pergi melaksanakan perintah Taeyeon.

Taeyeon menyeringai tipis, dia turun dari singasananya menuju Suho yang masih diam dengan tatapan kosong, Taeyeon mengitari Suho sembari menyentuh bahu namja yang berada di bawah pengaruhnya itu. Taeyeon mendekatkan mulutnya di telinga Suho.

“Kau harus membunuh Jongin saat peperangan…” Bisik Taeyeon tepat di telinga Suho, Suho hanya mengangguk masih dengan tatapan kosongnya.

-***-

“Yixing hyung, apa dia baik-baik saja?” Tanya Kyungsoo khawatir, dia menatap Sehun yang terbaring di ranjangnya dengan mata terpejam.

“Mm, dia tidak apa-apa, dia akan segera sadar…” Jawab Yixing.

“Syukurlah…” Ujar Kyungsoo lega, Luhan menyenggol Kyungsoo dengan sikunya, Kyungsoo menatap Luhan bingung, ditambah dengan ekspresi Luhan yang tersenyum dengan senyum yang mencurigakan dan alis yang naik turun membuat Kyungsoo semakin bertambah bingung.

“Waeyo?” Tanya Kyungsoo kepada Luhan yang bersikap aneh kepadanya.

“Kau suka?” Tanya Luhan balik, Kyungsoo mengerenyitkan keningnya lagi.

“Apanya?” Tanya Kyungsoo sekali lagi, Luhan menggerakkan dagunya menunjuk Sehun, Kyungsoo mengikuti arah gerakan dagu Luhan dan menatap Luhan lagi, dia masih menatap Luhan dengan pandangan bingung.

Luhan menghembuskan nafas berat, sepertinya Kyungsoo tidak mengerti maksudnya, sudah terlihat jelas dari ekspresinya.

“Apa kau suka sekarang telah mengeluarkan perasaanmu?” Ujar Luhan akhirnya.

“Ohh…” Kyungsoo mengangguk mengerti, dia tersenyum. “Tentu saja hyung, dan aku rasa aku harus banyak berterimakasih kepada dia…” Kyungsoo menggenggam tangan Sehun yang masih belum juga membuka matanya.

Tiba-tiba Luhan melangkah mundur, dia menabrak vas bunga yang berada di kamar Sehun dan memecahkannya, Kyungsoo dan Yixing pun menoleh, mereka melihat Luhan saat ini membelalakkan matanya lebar dengan pandangan yang lurus ke depan, tapi entah kenapa pandangan Luhan itu sepertinya kosong, Yixing segera memegangi Luhan dan menepuk-nepuk pipi namja itu pelan, Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali dan menatap Yixing dengan mata yang dipenuhi ketakutan.

“Taeyeon akan menyerang Sanguinets…”

Dan detik itu juga Kyungsoo segera berlari mencari Kris, dia berlari mengelilingi istana namun sosok tinggi menjulang itu tak kunjung ditemukannya.

“KRIS HYUNG!!! KRIS HYUNG!!!”

Kyungsoo memanggil nama Kris berkali-kali namun tetap saja dia tidak bisa menemukannya, saat Kyungsoo lelah, dia berhenti sejenak di salah satu koridor istana, dia memegangi kedua lututnya yang terasa hampir lepas dari persendian, tiba-tiba setetes air mengenai pipi Kyungsoo, membuat Kyungsoo melihat keatas.

Mata Kyungsoo membelalak lebar ketika melihat Kris, Minseok, dan Jongdae terperangkap dalam bongkahan es yang di gantungkan di atasnya saat ini, Kyungsoo pun segera berlari mencari MAMA lain juga Donghae dan Yoona.

Setelah mengumpulkan mereka semua –minus Sehun- mereka mengikuti Kyungsoo ke tempat Kyungsoo menemukan Kris, Minseok dan Jongdae yang membeku tadi, Luhan dengan kekuatan telekinetisnya menurunkan bongkahan es itu dan Chanyeol dengan kekuatan apinya berusaha mencairkan.

Tubuh ketiga MAMA itu masih membeku bahkan ketika es itu sudah mencair seluruhnya, Yixing pun maju untuk menyembuhkan ketiga orang itu agar cepat sadar, sedangkan Chanyeol dan Baekhyun menggabungkan kekuatan mereka agar ketiga orang itu merasa hangat.

Beberapa saat kemudian ketiga orang itu mulai sadar, masih dengan wajah yang pucat dan bibir yang masih biru keunguan, Kris menceritakan bagaimana mereka bisa tergantung di atas dan membeku dalam bongkahan es.

~*Flashback On

Kris, Minseok dan Jongdae kembali setelah melihat Kyungsoo yang akhirnya bisa mengeluarkan perasaan dan amarahnya dengan pancingan dari Sehun, mereka bertiga bercakap-cakap di sepanjang koridor istana dan sesekali di selingi canda tawa, namun tawa mereka berhenti ketika melihat sosok Suho berada di hadapan mereka dengan penampilan yang sangat berbeda, dia mengenakan jubah hitam dan kalung MAMA-nya berpendar merah.

“Suho?” Kris mencoba memastikan jika yang ada di depannya ini adalah Suho, namun Suho tidak menjawab, dia hanya menyeringai dengan mata yang berkilat merah.

Suho mencoba menyerang ketiga orang itu dengan kekuatan airnya namun di lawan dengan petir Jongdae, Minseok menembaki Suho dengan bongkahan es dan saljunya namun Suho malah mengubah bongkahan es dan butiran salju itu menjadi air yang digunakan untuk menyerang mereka balik.

Kris menarik Jongdae dan Minseok terbang untuk menghindari serangan Suho, dan Minseok berusaha membekukan Suho dari atas, namun keanehan terjadi, kalung MAMA Suho yang berpendar merah itu mengeluarkan cahaya merah yang lebih terang dan menyebabkan serangan Minseok kembali kepada mereka bertiga bagai sebuah boomerang dan akhirnya mereka yang membeku.

~*Flashback Off

“Kalau begitu kecurigaanku benar…” Ujar Donghae setelah mendengar cerita Kris.

“Kecurigaan apa hyung?” Tanya Baekhyun yang masih sibuk menghangatkan ketiga orang itu dengan Chanyeol.

“Taeyeon mendapatkan kekuatan dari kalung merah yang dikenakannya, dia juga yang meracuni kalung MAMA Suho agar tunduk kepada perintahnya, satu-satunya jalan untuk menghentikannya adalah mengambil kalung berbandul merah itu dan menghancurkannya…” Tutur Donghae, dia kemudian menatap para MAMA satu per satu.

“Apa tidak masalah jika kebangkitan ‘orang tua’ kalian di tunda hingga perang ini benar-benar berakhir?”

“Sama sekali tidak masalah, bahkan jika mereka tidak di bangkitkan sekalipun juga tidak apa-apa… Aku membenci mereka, aku malah berharap aku tidak akan bertemu dengan mereka lagi…” Ujar Tao yang langsung mendapat jitakan dari Jongin, Tao mendengus dan menatap Jongin sebal.

“Bagaimanapun mereka adalah yang merawatmu semenjak kau kecil!” Jongin menasehati Tao, namun Tao hanya menggerak-gerakkan bibirnya tanpa suara dengan wajah cemberut, Jongin menjitak kepala Tao lagi.

“Ya!!! Appo!!!” Tao mengelus-elus bekas jitakan Jongin, dia mendengus lagi kemudian berpindah tempat ke sebelah Yixing yang dianggapnya ‘aman’.

Chanyeol dan Baekhyun membantu Minseok dan Jongdae berdiri, sedangkan Kris di bantu oleh Kyungsoo.

“Lebih baik kalian semua istirahat sekarang, kalian mendapatkan hari yang berat hari ini…” Ujar Yoona lembut, hatinya makin khawatir dengan para MAMA.

“Ne…”

“Jjamkkamanyo!” Teriak Luhan tiba-tiba, membuat para MAMA sekaligus Donghae dan Yoona menghentikan langkah mereka dan menoleh kepadanya.

“Ada apa, Lu?” Tanya Kris.

“Aku ingin memberitahu kalian, aku mendapat pengelihatan kalau Taeyeon akan menyerang Sanguinets…” Ujarnya membuat para MAMA membelalakkan mata mereka, Baekhyun dan Chanyeol langsung lemas dan saling menatap.

“Chanyeolie, kapan semua ini berakhir?” Keluh Baekhyun yang hanya di jawab gelengan oleh Chanyeol.

“Kapan dia akan menyerang?” Tanya Minseok yang masih terlihat menggigil.

“Molla, aku hanya mendapat pengelihatan seperti itu…” Luhan menatap para MAMA dengan pandangan memelas.

“Hyung, ottokhaeyo?” Kali ini Kris bertanya kepada Donghae, Donghae menghembuskan nafas berat.

“Bagaimanapun kalian harus menghadapinya, tapi hati-hati, jangan sampai kalian menyakiti orang yang salah, karena diantara mereka ada saudara kalian, diantara mereka ada Suho…”

Para MAMA hanya bisa saling berpandangan satu sama lain.

-***-

Para MAMA sudah bersiap dengan pedang mereka masing-masing, tidak seperti perang sebelumnya, mereka tidak diantarkan oleh Baek Shikjoong, mereka menuju ke tempat perang itu sendiri, Jongin yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk menjaga emosi Kyungsoo stabil menempatkan dirinya disamping namja mungil itu tanpa pernah melepaskan genggaman tangan mereka.

Mereka berperang tanpa pasukan, mereka takut nanti pasukan mereka tanpa sengaja melukai Suho walaupun peluang untuk itu sangat kecil, tapi inilah yang dinamakan saudara, mereka tidak ingin Suho terluka walaupun hanya sebuah goresan, mereka tetap menyayanginya kerena mereka tau kalau Suho berada dibawah pengaruh Taeyeon.

Para MAMA mengerenyitkan kening mereka heran ketika melihat pasukan yang mereka hadapi adalah wanita, mereka saling pandang sejenak.

“Hyung, apa kita harus memusnahkan mereka? Kau tau aku paling tidak bisa menyakiti wanita… Membuatku teringat kepada eomma…” Ujar Jongdae yang ia tujukan kepada Kris.

“Kita harus tetap memusnahkan mereka…” Bukan Kris yang menjawab, namun Sehun, namja berwajah datar itu menatap lurus kedepan dengan tatapan santai, Jongdae hanya mendengus.

“Tapi kita tidak boleh meremehkan mereka…” Ujar Baekhyun yang mengamati pasukan Taeyeon dengan mata segarisnya itu., tiba-tiba matanya melebar –walaupun masih tetap saja sipit- senyumnya mengembang di wajah imutnya itu. “Mereka punya kelemahan!!” Ujarnya senang.

“Apa?” Tanya para MAMA hampir bersamaan.

“Mereka tidak kuat dengan cahaya yang terang dan panas!!”

“Dari mana kau tau?” Tanya Yixing heran.

“Aku mengamati tubuh mereka…” Jawab Baekhyun polos.

“MWO??!!!” Para MAMA berteriak bersamaan dan menatap Baekhyun dengan mata yang membelalak lebar.

“W..Wae..Waeyo?” Baekhyun tergagap.

“Dasar mesum!” Celetuk Tao yang langsung disambut jitakan dari Jongin.

“Ya!! Kenapa kau selalu memukulku??!!” Tao marah-marah kepada Jongin, sedangkan Jongin hanya menatap Tao dengan wajah tanpa ekspresi.

“Karena kau memang pantas mendapatkannya…” Jawab Jongin masih dengan wajah tanpa ekspresinya.

“Sudah hentikan, lebih baik kita mulai berperang!” Lerai Kris sekaligus member perintah untuk memulai peperangan.

“Chanyeol-ah, mau berduet denganku?” Tawar Baekhyun dengan mengangkat satu alisnya keatas.

“Geurae!!” Chanyeol pun menyetujui usul Baekhyun, mereka berdua ber-high-five dan mulai menggabungkan kekuatan.

“It’s Showtime…”

DHUARRR

Gabungan kekuatan penuh Chanyeol dan Baekhyun menyebabkan ledakan yang cukup keras, cahaya yang begitu menyilaukan sekaligus hawa panas yang kedua orang itu ciptakan berhasil memusnahkan seluruh pasukan Taeyeon dalam hitungan detik, untuk sesaat Taeyeon terlihat kaget, namun dia segera menguasai dirinya sendiri dan mencoba bersikap tenang.

“Jika pasukanku musnah sebelum MAMA binasa, maka aku yang akan memusnahkan mereka dengan tanganku sendiri…”

Taeyeon mulai terbang dengan membawa tongkat yang telah berubah menjadi pedang, kalung Taeyeon makin berpendar merah.

“Droplet, lakukan perintahku!!”

Suho mengangguk, dia segera melesat menuju Jongin, namun Jongin lebih dulu berteleportasi karena mengincar kalung Taeyeon dan berniat menghancurkannya, Jongin menendang perut Taeyeon dan menyebabkan Taeyeon tersungkur dan pedangnya terlepas, Taeyeon berusaha bangkit, Jongin yang melihat keadaan lemah Taeyeon memanfaatkan kesempatan itu untuk mencabut kalung berbandul merah itu. Jongin mencengkeram kalung Taeyeon dan mencabut kalung itu paksa.

“Akkhhhh…”

Taeyeon berteriak kesakitan ketika Jongin mencabut kalungnya bersamaan dengan seseorang yang menusuknya dengan pedang dari belakang, Taeyeon menoleh, dia membelalakkan matanya kaget.

“Hee… Heechul-ssi…” Taeyeon tergagap.

“Maafkan saya, Yang Mulia…”

Heechul kemudian mencabut pedangnya yang membuat Taeyeon seketika jatuh tersungkur bersimbah darah, Jongin menatap Taeyeon dengan pandangan prihatin, dia kemudian berjongkok untuk menghancurkan kalung itu dengan pedang MAMA-nya.

JLEB

Jongin membelalakkan matanya ketika merasakan sebuah benda tajam menusuk perutnya dari arah belakang, kalung Taeyeon yang ada di genggamannya langsung tejatuh, Jongin menolehkan wajahnya ke belakang untuk melihat siapa yang menancapkan benda tajam itu ke dalam tubuhnya.

Suho.

Nyatanya yang menusukkan pedang ke perut Jongin adalah Suho yang matanya berkilat merah beberapa kali dan mengenakan jubah hitam, Jongin menatap Suho tidak percaya, dan tanpa belas kasih, Suho mencabut pedang itu dari perut Jongin kasar.

“S… Su… Suho hyung… Arrgghh…”

Jongin merintih, dia memegangi lukanya yang kini mengalir darah segar berwarna merah pekat, dia menatap Suho lagi, pandangan mereka bertemu, bola mata Jongin perlahan berubah menjadi biru dan mulai berkaca-kaca, sedangkan Suho, matanya masih berkilat merah dan menatap Jongin dengan tatapan kosong, Jongin meneteskan sebulir air matanya sebelum akhirnya terjatuh dan menutup mata.

“Jongin-ah….”

-***-

-TBC-

Iklan

49 thoughts on “History of MAMA Chapter 15

  1. Wah taeyeon tega banget mengubah suho oppa jadi jahat uh gimana yah keadaan nya kai oppa next thor jangan lama-lama yah

  2. Wah taeyeon tega banget mengubah suho oppa jadi jahat uh gimana yah keadaan nya kai oppa
    semoga kai oppa baik-baik aja
    next thor jangan lama-lama yah

  3. Ya…elah, kirain si Sehun balas dendam ama si Kyungsoo. Abisnya, si Sehun serius banget ngehina si Kyungsoo. haha

    Yeeeeyyyy… akhirnya perang lagi!
    pokoknya lanjut cepet-cepet yah! hehe

  4. annyeong. sebelumnya salam kenal ne, aku readers baru di ff inii, aku kira ini exo aja taunya ada yoonhaenya hehe. aku udah baca dari part 4-15, tapi kalo commentnya di rapel di chao ini gapapakan. hehe.
    FF-nya daebakk fantasy-nye dapet bangett, seakan-akan readernya dibawa kedunia mereka/?.
    si taeyeon jadi jahat banget sama para MAMA.
    sukaa setiap scene donghae-yoona-sehun!!! tolong dibanyakin yaa thorr:).
    semoga suho sama jongin ga kenapa-kenapaa.
    ditunggu kelanjutannya yaaa, keep writing dan semangat ujiannya thorr^^

  5. Ping-balik: History of MAMA Chapter 16 | Acha's Blog

  6. Astaga jongin terluka..
    Parahkah…
    Seharusnya kalau tdk ada kejadian
    Suho menusuk jongin
    Sudah pasti kalung taeyeon
    Udh hancur sama jongin..
    Dan knpa heechul
    Nusuk taeyeon dari belakang?
    Bukanya sekarang taeyeon adalah tuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s