[8th] – Angel

Angel

 

Title : Angel

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • EXO’s Park Chanyeol a.k.a Chanyeol
  • EXO’s Oh Sehun a.k.a Sehun
  • Other (Find By Yourself)

-***-

A/N :

Buat yang nunggu HoM sabar ya, kemungkinan besar hari Sabtu akan Author publish ^^

Part Sebelumnya -> 7th

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Sehun menghentikan niatnya untuk memencet bel apartment Kyungsoo, dia mendengar percakapan antara Kai dan Kyungsoo tentang dirinya, membuatnya menghela nafas berat.

“Tidak ku sangka dia akan menyadarinya secepat ini…” Gumannya kemudian membalikkan badan dan pergi.

-***-

“Kau serius?” Mata bulat Kyungsoo membelalak tidak percaya, Kai hanya menganggukkan kepalanya pelan.

“Kalau begitu apa yang harus ku lakukan?” Kyungsoo mulai panik, dia takut sesuatu terjadi kepadanya, terlebih untuk kedua orang tuanya.

Kyungsoo tidak bisa membohongi hatinya kalau nyatanya dia sangat menyayangi ayah dan ibunya, walaupun mereka telah menyakiti hatinya, tapi rasa sayang Kyungsoo lebih besar dari pada rasa sakitnya,  sikap dinginnya kepada mereka hanyalah sebagai topeng yang menyembunyikan kesedihan yang selalu hinggap dihatinya ketika melihat mereka.

“Kau tidak perlu menghindarinya…” Ujar Kai tiba-tiba yang langsung membuat Kyungsoo bingung.

“Tidak perlu menghindarinya? Bukankah kau bilang dia adalah orang yang membantai keluargamu dulu? Bagaimana kalau dia membunuhku?”

“Kau tenang saja, dia tidak akan membunuhmu, fakta bahwa dia menyelamatkanmu tadi pagi membuatku yakin kalau dia juga akan menjagamu sama sepertiku, tapi meskipun begitu, aku yakin penjagaannya kepadamu bukan tanpa tujuan, dia pasti sedang menginginkan sesuatu… dia pasti sedang mengincar sesuatu darimu…”

Kyungsoo hanya bisa diam mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut Kai, hatinya bergejolak, dia ingin mengatakan sesuatu kepada Kai tapi dia tidak tau bagaimana cara mengatakannya, membuatnya hanya bisa menyimpannya sendiri dalam hatinya.

-***-

“Park Chanyeol, kenapa kau begitu bodoh? Kau hampir saja membuat identitasmu terbongkar di depan Kai!”

Seorang yeoja yang mempunyai wajah mirip dengan Chanyeol memandang Chanyeol dengan pandangan tidak suka, dia melipat tangannya di depan dada, sedangkan Chanyeol, dia hanya menundukkan kepalanya dalam.

“Yura-ah, sudahlah, jangan memarahi adikmu, kau tau dia punya kepribadian yang ceria dan tidak bisa diam, jadi wajar saja kalau dia hampir membuka identitasnya tadi, tapi nyatanya identitasnya masih belum terbongkar ‘kan?”

Kali ini seorang pria paruh baya yang menasehati yeoja bernama Yura itu, Yura hanya mendengus kesal, selalu seperti ini, pria paruh baya itu selalu membela Chanyeol, padahal apa yang dilakukan Yura hanyalah agar identitas mereka tetap aman hingga waktunya tiba.

“Haraboji, kenapa haraboji selalu membela Chanyeol, kau tau kebodohannya itu bisa menyulut peperangan lebih awal dari pada waktu yang di rencanakan!!” Yura mengungkapkan kekesalannya meledak-ledak, bola matanya berubah menjadi kuning, sama seperti Chanyeol ketika dia marah.

“Noona mianhae…” Chanyeol meminta maaf masih dengan kepala yang menunduk.

“Mwo? Minahae? Hanya itu yang bisa kau ucapkan setelah kau hampir membuat seluruh kehidupan keturunan Potranoid termasuk dirimu terancam?”

“Yura-ah, jangan melebih-lebihkan, kehidupan kita tidak akan terancam dengan terbongkarnya identitas Chanyeol…” Pria yang dipanggil Yura dengan panggilan haraboji itu sekali lagi menghardik Yura, namun nadanya masih terdengar pelan dan lembut.

“Ne? Aku tidak melebih-lebihkan, memang kenyataan jika identitas Chanyeol terbongkar maka makhluk dari Trivial tidak akan tinggal diam, mereka pasti akan menghabisi kita semua, apa haraboji tidak ingat bagaimana perjuangan kalian dulu menyembunyikan diri dari pembantaian itu?”

“Tentu saja semua itu masih terekam jelas dalam ingatanku, tapi kau tidak perlu khawatir, aku punya caraku sendiri untuk melindungi kita semua, sekarang berhentilah memarahi adikmu dan antarkan dia ke kamarnya…” Perintah kakek mereka lembut, Yura mendengus, dan dengan terpaksa dia menjalankan perintah kakeknya.

Chanyeol berdiri dan membungkuk sedikit kepada kakeknya sebelum mengikuti Yura menuju kamarnya, sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya diam.

“Noona…” Panggil Chanyeol hati-hati.

“Jangan bicara kepadaku sebelum sampai di kamarmu…” Ujar Yura dingin, Chanyeol pun mengerucutkan bibirnya.

Sampai di kamar Chanyeol, Yura membuka pintu kamar dan menyuruh Chanyeol masuk, dengan langkah pelan Chanyeol masuk kamarnya, Yura menatap Chanyeol dengan pandangan yang tidak dapat diartikan oleh Chanyeol.

“Apa ada yang ingin kau sampaikan kepadaku?” Tanya Yura dingin, Chanyeol menggeleng.

“Ya sudah”

Yura menutup pintu kamar namun di tahan oleh Chanyeol, membuat Yura membukanya lagi, Yura menghela nafas beratnya kesal.

“Ada apa?”

“Mianhae noona…” Chanyeol menundukkan wajahnya lagi, dia takut noonanya akan memarahinya, Chanyeol bisa mendengar helaan nafas berat yang sekali lagi dihembuskan Yura.

“Arrasseo…” Ujar Yura kemudian, Chanyeol memandang kakaknya. “Tidurlah…” Lanjut Yura kemudian menutup pintu kamar Chanyeol.

-***-

Kyungsoo berjalan sendiri di jalanan Hongdae, Kai tidak menemaninya karena Kyungsoo melarangnya, dia beralasan bahwa dia tidak ingin dianggap orang gila jika Kai menemaninya, karena bisa saja sepanjang jalan Kai mengajaknya bicara. Angel itu memang tak pernah bisa diam. Kai sebenarnya menolak berbagai macam alasan Kyungsoo mentah-mentah, dia tidak mau kejadian buruk menimpa Kyungsoo seperti kejadian tadi pagi, dia tidak ingin lalai, tapi Kyungsoo tetap meyakinkan angel itu kalau dia akan baik-baik saja walaupun tanpa penjagaan Kai, lagi pula jika terjadi sesuatu kepada Kyungsoo, Kai akan bisa merasakannya.

Kyungsoo memasukkan kedua tangannya ke dalam jaket, udara musim gugur yang dingin membuatnya menggunakan berlapis-lapis pakaian yang membuatnya merasa hangat, Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju salah satu restoran yang menyajikan tteokbokkie dan memutuskan untuk sedikit mengisi perutnya.

Kyungsoo memilih untuk duduk di dekat jendela yang memudahkannya untuk melihat keluar, melihat lalu lalang kendaraan di jalanan Hongdae yang tak pernah sepi bahkan saat tengah malam seperti ini, dia menyandarkan kepalanya ke jendela.

Mata bulat Kyungsoo menangkap pandangan seorang yeoja berambut merah yang sangat cantik, untuk sesaat Kyungsoo terpesona, yeoja itu memakai pakaian yang kasual dan tidak memakai pakaian tebal, Kyungsoo mengerutkan keningnya heran.

“Apa dia tidak kedinginan memakai pakaian seperti itu?” Gumannya pada dirinya sendiri.

Kyungsoo masih terhanyut ke dalam pesona yeoja berambut merah itu hingga seorang namja yang sangat tampan menghampiri yeoja itu dan mengecup pipinya singkat, mereka berdua pun pergi dengan bergandengan tangan. Kyungsoo mengenal namja yang pergi dengan yeoja berambut merah itu, dia adalah Kim Myungsoo, seorang ulzzang dari sekolahnya yang mulai terkenal, Kyungsoo menghela nafas berat.

“Tentu saja, yeoja seperti dia tidak akan mungkin menyukai namja sepertiku…” Gumannya pada dirinya sendiri.

Tidak lama tteokbokkie yang di pesan Kyungsoo pun datang, memakan tteokbokkie yang hangat saat udara dingin adalah salah satu cara terbaik untuk menghabiskan waktu, sesekali Kyungsoo melihat ke luar jendela sembari meminum kopinya.

“Eung? Yeoja itu lagi, tapi kenapa dia sendiri? Kemana Kim Myungsoo?”

Kyungsoo melihat yeoja yang membuatnya terpesona itu sekali lagi, tapi yeoja itu berjalan sendiri, yeoja itu kemudian berdiri di tempat pemberhentian bus, dia kemudian melihat Kyungsoo yang berada di dalam restoran tteokbokkie, yeoja itu tersenyum tipis.

Hati Kyungsoo berdesir, senyum itu sungguh senyum yang mempesona, dia merasa dia telah terperangkap ke dalam kecantikan yeoja berambut merah itu, Kyungsoo melihat yeoja itu menyebrang dan masuk ke dalam restoran yang sama dengannya saat ini, tidak lama, yeoja berambut merah itu berjalan menuju Kyungsoo, seulas senyum terukir di wajah cantiknya yang membuat Kyungsoo makun jatuh ke dalam pesona yeoja ini.

“Tidak baik memperhatikan orang hingga orang itu merasa risih…” Yeoja itu berkata lembut, dia mendudukkan dirinya di depan Kyungsoo, lagi-lagi hati Kyungsoo berdesir, suara yeoja itu terdengar seperti nyanyian yang amat merdu di telinganya.

“Jwe… Jwesonghamida…” Kyungsoo berkata dengan terbata-bata, dia gugup, tentu saja, di tambah dengan tatapan seluruh orang yang ada di restoran itu yang tengah menatap dirinya dan yeoja itu, ah, mungkin bukan dirinya, tapi hanya yeoja itu saja.

“Kau lucu, perkenalkan, namaku Krystal, lebih tepatnya Krystal Oh…” Krystal tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Kyungsoo, untuk sesaat Kyungsoo ragu, namun dia memberanikan dirinya untuk menerima uluran tangan dari yeoja yang ada di depannya ini.

“Namaku Do Kyungsoo…” Ujar Kyungsoo pada akhirnya, untuk sesaat Krystal terlihat kaget, namun dia berhasil menguasai dirinya,

“Ah, Kyungsoo-ssi…”

“N… Ne..”

Mereka hanya saling diam untuk beberapa saat, namun mata tajam Krystal tidak pernah lepas dari namja bermata bulat yang hanya bisa menundukkan wajahnya malu ini, seperti ada sesuatu yang diamatinya.

“Kyungsoo-ssi, mungkin kita akan sering bertemu nanti” Ujar Krystal memecah kebisuan diantara mereka.

“Eh?” Kyungsoo membelalakkan matanya, mungkin dia heran karena ini pertama kalinya dalam hidupnya seorang yeoja yang sungguh mempesona mengatakan hal itu kepadanya, Krystal tersenyum manis, dia kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya.

“Senang berkenalan denganmu…”

Kyungsoo ikut berdiri dan menerima uluran tangan Krystal, dia tersenyum kikuk.

“Anneyeonghaseyo…” Krystal melepaskan jabatan tangan mereka.

“Ne, annyeonghaseyo…”

Krystal tersenyum tipis kemudian pergi, Kyungsoo duduk kembali di kursinya, dia memegang dadanya yang tidak bisa berhenti berdebar, dia melihat keluar jendela, terlihat olehnya Krystal yang sempat tersenyum kepadanya sebelum menaiki bus, Kyungsoo pun membalasnya dengan sebuah senyuman.

“Aku rasa aku memang benar-benar terpesona dengan dia…” Guman Kyungsoo pada dirinya sendiri, tiba-tiba kening Kyungsoo mengerenyit.

“Eung? Apa aku tidak salah lihat barusan? Apa bola matanya tadi berwarna ungu?” Kyungsoo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian menggeleng.

“Aniya aniya, aku pasti salah lihat, mungkin itu hanya refleksi lampu…” Ujar Kyungsoo berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

-***-

“Ya!! Irona!!!” Kai memukul pantat Kyungsoo untuk membangunkan namja yang sepertinya masih tidak mau keluar dari dunia mimpinya itu.

Kyungsoo menggeliat malas, dia malah menutupi dirinya dengan selimut tebalnya, tidak kekurangan akal, Kai menjejak pantat Kyungsoo membuat Kyungsoo langsung duduk terbangun, dengan rambut acak, bibir tebal yang mengerucut serta mata yang masih setengah terbuka, Kyungsoo mendengus kesal.

“Aigoo kyeowo…” Kai mengacak rambut Kyungsoo gemas, dia memang paling gemas jika melihat Kyungsoo mengerucutkan bibir tebalnya, sangat imut.

“Jam berapa sekarang?” Tanya Kyungsoo dengan suara serak khas orang bangun tidur.

“Jam 6” Jawab Kai singkat.

“Ya! Sekolahku masuk jam 9!!” Teriak Kyungsoo masih dengan matanya yang setengah terbuka.

“Lalu?”

“Aku mau tidur lagi!!” Dengus Kyungsoo kesal, dia bersiap untuk kembali merebahkan tubuhnya namun tangannya segera ditarik oleh Kai.

“Andwe, kau tidak boleh tidur lagi, kau harus bangun, mandi, lalu sarapan, biasakan bangun pagi, bangun pagi baik untuk kesehatanmu” Nasihat Kai, dia menarik Kyungsoo dan menyeretnya ke kamar mandi.

“Mandilah, aku akan membuatkanmu sarapan, dan jangan bertanya apakah aku bisa memasak atau tidak karena jawabannya adalah aku bisa” Ujarnya kemudian mendorong masuk Kyungsoo ke dalam kamar mandi, Kyungsoo hanya menuruti Kai malas.

Kai melayang menuju dapur, dia cukup menjentikkan jarinya untuk membuat peralatan dapur bergerak dan mengolah makanan sesuai keinginannya, dia membuat bibimbap, entah Kyungsoo menyukainya atau tidak dia tidak peduli, yang jelas dia sudah membuatkan Kyungsoo sarapan.

Kyungsoo keluar dari kamar mandi dan mendapati bibimbap sudah siap di meja makannya, dia tersenyum, sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk, Kyungsoo duduk di salah satu kursi dan mencoba bibimbap yang dibuatkan Kai untuknya, Kyungsoo mengunyahnya cukup lama.

“Tidak buruk…” Gumannya mengevaluasi rasa dari  bibmbap Kai.

Kyungsoo mengedarkan pandangannya mencari Kai, namun dia tidak menemukan sosok bersayap tersebut, Kyungsoo mengendikkan bahunya kemudian mengambil bibimbap dan membawanya ke ruang tamu, dia menyalakan televisi, entah kenapa hatinya menyuruhnya untuk melihat channel yang menayangkan berita.

Kyungsoo memakan bibimbapnya lahap sambil fokus menonton berita yang ditayangkan, tiba-tiba Kyungsoo membelalakkan matanya terkejut, bagaimana tidak terkejut, dalam berita tersebut, ditayangkan penemuan mayat seorang namja dengan tubuh yang kering, hanya menyisakan kulit dan tulangnya, Kyungsoo menyipitkan matanya ketika wajah dari mayat itu di perbesar, dia merasa seperti mengenal namja tersebut.

“Eh? Bukankah itu Kim Myungsoo?”

-***-

-TBC-

Iklan

9 thoughts on “[8th] – Angel

  1. Myungsoo meninggal pasti karena Krystal. Aku yakin itu *sok tau

    Makin lama Kai perhatian banget ama Kyungsoo. Kirain angel sedodol Kai cuma bisa ngejailin orang. haha

    Penasarn ama berita si Myungsoo. pokoknya next secepetnya!

  2. Huaaa telat ga nih komen sekarang ? Wkwk
    maklum sibuk ujian hehe
    ya pasti itu krystal eon yg bunuh myungsoo oppa wkwk *soktaukumat*
    next cha…

  3. omo kasian myungsoo u.u
    aiss itu angel ko ga kayak angel , liat tuh kai nomel mu uda terperangkap pesona krystal :/
    hufffttt
    lanjut author ..

  4. Ping-balik: [9th] – Angel | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s