[One Shoot] Words I Can’t Say

Words I can't say

Title : Words I Can’t Say

Author :Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : One Shoot.

Genre : Romance, Sad.

Main Cast :

–          EXO’s Byun Baekhyun.

–          SNSD’s Kim Taeyeon.

–          Super Junior’s Choi Siwon.

Support Cast :

– EXO’s Kim Jongdae a.k.a Chen.

-***-

A/N :

Adapted from EXO’s Chanyeol, D.O, and Sehun Mini drama on Sukira (140110), with personal adding and other changes.

-***-

Namja mungil bernama Baekhyun itu berjalan dengan langkah ceria menuju kampus barunya, sepanjang perjalanan dia menyapa seluruh orang yang dilewatinya walaupun dia tidak mengenal mereka, point penting untuk namja ini adalah ‘ceria’, dia seperti sama sekali tidak pernah merasa sedih, hidupnya selalu di penuhi tawa juga candaan. Tak heran, dia memiliki begitu banyak sahabat dan orang yang menyayanginya.

Tapi satu hal yang tidak orang lain ketahui untuk seorang yang bernama lengkap Byun Baekhyun ini, dia tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya, dia tumbuh di panti asuhan dan memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut ketika dia berusia tujuh tahun, usia yang terbilang masih sangat kecil, namun dengan tekad keras dan seluruh usahanya, dia tetap bisa bersekolah dan bahkan saat ini dia memiliki beberapa café dengan omset yang bisa di bilang fantastis per harinya, padahal saat ini dia masih sangat muda, dia baru saja lulus dari SMA dan akan memasuki perkuliahan, tapi meskipun pencapaiannya bisa di bilang luar biasa, dia tidak pernah menyombongkan atau menunjukkan hal itu, dia tetap Baekhyun yang sederhana, dia tetap Baekhyun yang memiliki eye smile yang memikat.

-***-

Seorang yeoja dengan kulit yang bagai seorang bayi menunjukkan kemampuan menyanyinya yang luar biasa di aula, tepuk tangan riuh serta siulan beberapa namja terdengar ketika dia mengakhiri penampilannya, yeoja itu sedikit membungkukkan badannya sebelum turun dari panggung dan memeluk beberapa sahabatnya –yang juga yeoja- dengan senyuman yang berbinar.

Yeoja itu tidak sadar, sedari tadi ada sepasang mata kecil yang terus saja mengamatinya dari awal penampilan bahkan sampai sekarang, pemilik mata kecil itu mengangakan mulutnya takjub, dia sangat takjub dengan penampilan yeoja itu, apalagi suara merdunya, suara merdunya bisa menggetarkan pemilik sepesang mata kecil ini.

“Baekhyun-ah, kau menyukai sunbaenim itu?” Seseorang yang berada di sebelah Baekhyun menyikut Baekhyun dan melontarkan pertanyaan yang membuat Baekhyun tergagap untuk beberapa saat.

“A… A… Aniya…” Baekhyun menjawab temannya tergagap, membuat temannya itu tertawa keras.

“Ya! Byun Baekhyun, aku sudah mengenalmu sejak kecil dan aku tau bagaimana dirimu, kau tidak bisa membohongiku! Hahaha”

“Kalau kau sudah tau aku kenapa kau masih bertanya!” Baekhyun menggerutu, dia melipat kedua tangannya di depan dada kemudian mendengus.

“Sorry…” Teman Baekhyun meminta maaf dan merangkul pundak Baekhyun, tapi Baekhyun tetap mengerucutkan bibirnya dan seakan tidak peduli.

“Oh ayolah… Jangan marah lagi… Apa aku harus memberitahu nama sunbaenim tadi agar kau tidak marah?” Ujar teman Baekhyun sambil beraegyo, Baekhyun langsung menoleh dan membuat temannya menyeringai licik dan mengangkat satu alisnya naik-turun.

“Siapa namanya?” Tanya Baekhyun sedikit berbisik.

“Apa kau sudah tidak marah lagi padaku?” Tanya teman Baekhyun balik tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun sebelumnya.

“Ya! Kim Jongdae! Jangan membuatku penasaran!!” Baekhyun sedikit berteriak yang langsung membuat Jongdae melepaskan rangkulannya dan menutupi telinganya.

“Ya! Kau membuat telinga orang lain sakit!!” Jongdae balas meneriaki Baekhyun, dia mendengus, begitupun Baekhyun, kedua orang itu saling membelakangi satu sama lain dengan tangan yang terlipat di depan dada, mereka saling diam untuk beberapa saat.

“Namanya Taeyeon, lebih tepatnya Kim Taeyeon…” Ujar Jongdae setelah sekian lama mereka diam.

Baekhyun langsung menoleh dengan senyuman yang lebar, dia langsung memeluk Jongdae dari belakang.

“Gomawo!! Kau memang sahabatku!!”

Meskipun Jongdae hanya diam ketika Baekhyun memeluknya, sebenarnya dia tersenyum, dia tau sahabatnya tidak pernah benar-benar marah kepadanya.

-***-

Baekhyun berdiri gelisah di depan sebuah ruangan yang di dalamnya banyak mahasiswa seni tahun ke empat yang sedang melatih vocal mereka, sesekali Baekhyun mengintip dari balik pimtu yang sedikit terbuka tanpa berani melangkahkan kakinya masuk, dia hanya menggigit bibir bawahnya pertanda dia sedang gugup.

Tak lama mahasiswa tahun ke-empat itu keluar satu per satu, Baekhyun menggerakkan kakinya mundur beberapa langkah agar tidak menghalangi jalan, hingga akhirnya beberapa yeoja yang sedang tertawa melewatinya membuat Baekhyun membelalakkan matanya lebar.

“Sunbaenim!” Reflek Baekhyun memanggil seniornya sedikit berteriak, para yeoja itupun menoleh menatap Baekhyun yang sukses membuat Baekhyun salah tingkah, saat ini dia bahkan tidak mampu mengangkat kepalanya.

Seorang senior berjalan ke arahnya dengan senyum manis, dia memegang dagu Baekhyun dan mengangkat kepala Baekhyun agar menatapnya, tatapan senior itu dan Baekhyun bertemu, membuat hati Baekhyun berdesir dan detak jantungnya menjadi tidak normal.

“Ada yang bisa ku bantu?” Tanya senior itu lembut, Baekhyun menganggukkan kepalanya cepat, dia kemudian merogoh tas sampingnya dan mengambil sebuah kotak cokelat Belgia yang bisa di pastikan harganya sangat mahal, Baekhyun menyerahkan cokelat itu untuk senior di depannya.

“Sa… Saya… Saya fans Taeyeon sunbaenim, saya ingin memberi ini untuk sunbaenim…” Ujarnya tergagap sambil menyerahkan kotak itu.

“Kau fansku?” Ulang yeoja yang ternyata adalah Taeyeon, senior yang di sukai Baekhyun.

“N… Ne…”

“Aigoo… Kau sangat cute…” Taeyeon mencubit pipi Baekhyun gemas, membuat wajah Baekhyun memerah. “Gomawo!” Ujar Taeyeon kemudian mengambil cokelat yang di tujukan Baekhyun kepadanya.

“N… Ne…” Ujar Baekhyun masih tergagap.

“Ngomong-ngomong siapa namamu?”

“Nama saya Baekhyun, Byun Baekhyun…” Jawab Baekhyun lancar, tidak seperti tadi.

“Baekhyunie? Nama yang lucu…” Taeyeon tersenyum dan mencubit pipi Baekhyun sekali lagi, Baekhyun hanya mengusap bekas cubitan Taeyeon malu. “Baekhyun-ah, apa kau ada waktu minggu besok?” Tanya Taeyeon tiba-tiba.

“Ne, saya kosong minggu besok!” Jawab Baekhyun sigap.

“Kau mau menemaniku ke sebuah tempat tidak?” Ajak Taeyeon.

“Tentu saja aku mau!” Ceplos Baekhyun dan tanpa sengaja menggunakan bahasa informal, dia langsung menutup mulutnya dan meruntuki kebodohannya dalam hati. Lagi-lagi Taeyeon tersenyum.

“Aku lebih nyaman ketika kau berbicara informal kepadaku, mulai sekarang berbicaralah informal dan berhentilah memanggilku sunbaenim, cukup panggil aku noona, anneyeong!” Ujar Taeyeon sebelum pergi meninggalkan Baekhyun yang langsung melompat-lompat kegirangan saat Taeyeon telah pergi.

-***-

“Hyung~”

Baekhyun memanggil hyungnya beraegyo, seseorang yang di panggilnya hyung itu memutar kursinya dan tersenyum lembut kepada Baekhyun, membuat lesung pipi di wajah tampan hyung Baekhyun terlihat jelas.

“Kau terlihat bahagia, apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Mm” Baekhyun mengangguk cepat.

“Apa kau akan menceritakan kepada hyung?”

“Tentu saja! Aku tidak mungkin menyembunyikan satu hal pun dari hyung, hyung tau ‘kan kalau aku sudah menganggapa hyung sebagai kakak kandungku sendiri? Choi Siwon adalah hyung dari Byun Baekhyun, hyung harus mengingat hal itu!”

“Arrasseo, kenapa kita tidak ke ruang tamu saja jika kau mau bercerita? Kau tau, tidak nyaman ketika kau bercerita di ruang kerja…”

Baekhyun mengangguk lagi kemudian segera menarik Siwon ke ruang tamu, di sana dia berbicara segala hal tentang Taeyeon dan bercerita bahwa ini adalah pertama kalinya dia mengalami jatuh cinta, dia juga meminta saran kepada Siwon pakaian apa yang harus dia pakai nanti mengingat dia bukanlah seseorang yang peduli terhadap fashion, sangat berbeda dengan Siwon yang memperhatikan cara berpakaiannya.

“Kau tidak perlu memakai pakaian yang mahal atau bagus karena percuma saja jika kau berpakaian bagus tapi kau merasa tidak nyaman, saranku hanya cukup pakai pakaian yang nyaman, maka itu akan membuatmu lebih tampan dan tentunya lebih mempunyai pesona…” Saran Siwon yang langsung di sambut pelukan terima kasih dari Baekhyun.

-***-

Baekhyun duduk di taman sendirian, berkali-kali dia melihat jam dan mengedarkan pandangannya, mencari sosok Taeyeon yang sama sekali belum terlihat batang hidungnya. Tidak lama seseorang yang yang di tunggu Baekhyun akhirnya datang, Taeyeon mengenakan mantel tebal dengan syal warna pink yang melingkar di lehernya, Taeyeon menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri mencari sosok Baekhyun.

“Noona!!! Di sini!!” Teriak Baekhyun langsung membuat Taeyeon tersenyum dan berlari ke arahnya.

“Baekhyun-ah… Aku sedikit telat ‘kan?” Tanya Taeyeon dengan raut wajah menyesal, Baekhyun menggeleng cepat.

“Aniyo, aku juga baru datang…” Jawab Baekhyun berbohong, sebenarnya dia sudah sampai di tempat ini sekitar satu jam yang lalu.

“Benarkah? Syukurlah…” Ujar Taeyeon kemudian mendudukkan dirinya di samping Baekhyun, tiba-tiba Taeyeon batuk-batuk kecil.

“Noona kenapa?” Tanya Baekhyun khawatir karena tiba-tiba batuk.

“Aku tidak apa-apa, aku hanya lemah dengan cuaca dingin…” Jawab Taeyeon menenangkan Baekhyun. “Aku akan minum air keran sebentar…” Lanjutnya kemudian berdiri dan meminum air keran yang memang di sediakan untuk di minum di taman itu, tapi ternyata itu malah membuat batuk Taeyeon makin keras.

Baekhyun segera berlari dan tanpa ia sadari dia menarik tangan Taeyeon dan mengajak Taeyeon ke supermarket terdekat untuk membeli air minum kemasan, Taeyeon pun menerimanya dan meminumnya.

“Terima kasih, itu meringankan batukku…”

Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk, dan tanpa ia sadari dia menarik tangan Taeyeon dan membawanya ke sebuah restoran kecil.

“Kenapa kau membawaku ke sini?” Tanya Taeyeon heran.

“Karena noona tidak mengatakan noona ingin kemana, makanya aku membawa noona ke sini…” Jawab Baekhyun santai, dia membawa Taeyeon untuk duduk di salah satu bangku yang terletak di dekat jendela.

Baekhyun pun memanggil pelayan dan memilih menu, tidak lupa dia juga menyuruh Taeyeon untuk memilih menu yang di sukainya.

“Baekhyun-ah, sebenarnya tadi aku ingin kau menemaniku ke taman bermain…” Ujar Taeyeon setelah pelayan itu pergi.

“Jinjjayo? Kalau begitu ayo pergi ke sana setelah ini…”

“Aniya, aku mengurungkan niatku tadi…” Ujar Taeyeon yang langsung membuat kening Baekhyun mengerut.

“Waeyo?”

“Karena kau memakai parfum terlalu banyak, kau tau, aku lemah tehadap bau, maka dari itu aku mengurungkan niatku…” Jawab Taeyeon sambil terkekeh kecil.

Baekhyun menciumi tubuhnya dan ia akui memang jika hari ini dia hampir menghabiskan setengah botol parfume karena seorang Taeyeon.

“Noona mianhae… Lain kali aku tidak akan memakai parfume lagi, tidak akan!” Ujar Baekhyun tegas namun masih terlihat sangat cute, Taeyeon mencubit pipi Baekhyun lagi, membuat pipi Baekhyun bersemu merah.

“Aigoo… Baekhyun-ah, kau tau, setiap apa yang kau lakukan seperti aegyo bagiku, dan itu yang membuatku mulai menyukaimu…” Ujar Taeyeon tanpa malu-malu.

“Noona menyukaiku?” Ulang Baekhyun untuk memastikan pendengarannya tidak salah.

“Mm”

Senyum Baekhyun pun makin mengembang lebar, dia merasa hari ini terlalu indah.

-***-

Baekhyun bercerita dengan antusias kepada Siwon tentang kencannya bersama Taeyeon tadi, sekalipun mereka belum resmi berpacaran, setidaknya hal yang mereka lewati tadi bisa di sebut kencan ‘kan?

Siwon mendengarkan seluruh cerita Baekhyun dengan setia, sesekali dia menganggapi cerita Baekhyun dan memberi nasihat kepadanya agar dia menjaga Taeyeon dengan baik, karena menurut apa yang Baekhyun ceritakan, Taeyeon adalah orang yang sangat hangat juga baik, maka Siwon menyarankan kepada Baekhyun untuk berlaku sama terhadap dia.

-***-

Two weeks later…

“Noona!!!” Baekhyun melambaikan tangannya kepada Taeyeon yang duduk di salah satu sudut restoran, Taeyeon hanya melempar senyuman tipis kepada Baekhyun, membuat Baekhyun lengsung mengerutkan keningnya karena tidak biasanya Taeyeon besikap seperti ini.

Dengan segera Baekhyun menghampiri Taeyeon dan menggandeng tangan Taeyeon menuju salah satu sudut restoran yang tertutup, dia ingin mengintrogasi Taeyeon atas sikapnya yang aneh. Taeyeon duduk dengan lemas di samping Baekhyun, saat Baekhyun ingin membuka mulutnya menanyakan apa yang terjadi dengannya seorang pelayan masuk membawakan menu, dan yang lebih membuat Baekhyun heran adalah makanan pesanan Taeyeon.

Untuk beberapa saat kedua orang itu hanya diam, mereka tenggelam di pikiran mereka masing-masing, hingga akhirnya pesanan kedua orang itu datang dan membuat Baekhyun makin heran, Taeyeon memakan dengan lahap makanan yang biasanya tidak bisa ia makan, bahkan sangat ia hindari.

“Noona, kenapa noona memakan gamjatang? Bukankah noona tidak bisa memakan makanan pedas?” Tanya Baekhyun hati-hati dan pelan.

Taeyeon menghembuskan nafas berat dan meletakkan sendoknya, dia menundukkan kepalanya dalam dan mulai menangis, Baekhyun yang semakin heran tidak tau apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia memilih untuk menuruti kata hatinya, dia memeluk Taeyeon untuk menenangkan yeoja itu.

“Aku takut…” Ujar Taeyeon di sela-sela tangisnya.

“Takut? Apa yang noona takutkan? Berceritalah kepadaku…”

Taeyeon menegapkan tubuhnya, dia menatap Baekhyun dengan mata yang masih basah.

“Aku takut berada di rumah… Aku takut melihat ayahku menampar ibu…” Ujarnya kemudian menangis lagi, Baekhyun menghela nafas berat dan memeluk Taeyeon lagi.

“Noona, kalau noona tidak ingin melihat hal itu lagi, lebih baik noona tinggal di salah satu apartment milikku untuk sementara waktu sampai semua tenang, jangan takut lagi noona, aku tidak ingin melihat noona menangis…”

Baekhyun mengelus-elus lembut rambut Taeyeon yang sampai saat ini masih terisak, tanpa ia sadari, dia memegang dagu Taeyeon, mengangkat wajahnya kemudian menciumnya lembut.

“Noona saranghae…”

-***-

“Baekhyun-ah? Kita mau kemana?” Tanya Taeyeon kepada namjachingunya, yah, semenjak kejadian di restoran itu mereka berdua memang menjalin kasih dan sekarang sudah berlangsung hampir enam bulan.

“Kita akan menemui hyungku!” Ujar Baekhyun kekanakan, membuat Taeyeon mengeratkan gandengan tangannya dengan Baekhyun, kedua orang itu tertawa lepas, membuat siapa saja yang melihat pasangan ini akan merasa iri.

Mereka memasuki sebuah café yang terlihat sangat mewah, Taeyeon yang tidak pernah masuk ke dalam tempat seperti ini tampak kagum dengan segala hal yang baru di lihatnya.

“Siwon hyung!!”

Baekhyun memanggil Siwon dan melambaikan tangannya kepada namja tampan yang memakai tuxedo hitam dan memegang gelas wine di tangan kananya, namja itu meletakkan gelasnya kemudian balas melambaikan tangannya kepada Baekhyun.

Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya kepada Taeyeon dan mengajak yeojachingunya itu untuk menemui hyungnya.

“Anneyeonghaseyo…” Sapa Taeyeon formal, Siwon pun sedikit membungkukkan badannya membalas sapaan dari Taeyeon.

Ketiga orang itu pun duduk, dan Baekhyun terlihat yang paling bahagia disini.

“Noona, perkenalkan, ini adalah hyung yang selalu aku ikuti dari kecil, Siwon hyung, dan hyung, perkenalkan, ini adalah yeoja yang sangat aku cintai, Taeyeon noona…”

“Senang bertemu denganmu Taeyeon-ssi…”

“Ne, senang bertemu dengan anda…”

“Eung? Siwon hyung adalah yang paling tua disini…” Ujar Baekhyun tiba-tiba.

“Benarkah?”

“Mm, Taeyeon noona lebih tua tiga tahun dariku, sedangkan hyung lima tahun lebih tua dariku…” Jelas Baekhyun.

“Kalau begitu lebih baik aku berbicara informal kepada Taeyeon, dengan begitu kita akan merasa nyaman satu sama lain, kau juga bisa bercerita kepadaku jika ada sesuatu yang sulit, aku sudah seperti kakak kandung bagi Baekhyun, tidak usah malu…”

“Mm, Siwon hyung benar, dia juga sangat mengetahuiku, dia hyung yang sangat baik…”

-***-

“Oh? Taeyeon-ah? Ada apa kau kemari?”

Siwon kaget karena tiba-tiba Taeyeon datang mengunjunginya di kantor.

“Aku hanya ingin makan siang dengan Oppa…” Jawab Taeyeon malu-malu.

“Bagaimana dengan Baekhyun? Apa dia tidak datang denganmu?”

“Aniyo, aku datang sendiri…”

“Ya sudah kalau begitu, karena kau sudah jauh-jauh datang ke sini setidaknya aku harus membelikanmu sesuatu, bagaimana kalau kita makan di restoran dekat kantor?” Tawar Siwon.

“Ne, gwenchanayo…” Jawab Taeyeon menyetujui.

Kedua orang itu pun menuju sebuah restoran kecil di dekat kantor Siwon dan memesan makanan mereka, beberapa saat mereka hanya diam karena ini pertama kalinya mereka makan berdua, biasanya jika mereka makan tentu saja harus ada Baekhyun, karena Baekhyun adalah namjachingu Taeyeon.

“Oppa, wanita seperti apa yang Oppa sukai?” Tanya Taeyeon tiba-tiba.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya sesuatu yang seperti itu kepadaku?”

“Hanya saja… Aku tidak percaya orang setampan Oppa tidak mempunyai kekasih…” Jelas Taeyeon pelan.

“Ahh… Hanya… Mungkin karena aku orang yang terlalu sibuk dan sampai saat ini belum ada seseorang yang aku sukai…” Jawab Siwon, Taeyeon mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

“Oppa, bagaimana dengan wanita sepertiku?”

“Hm?”

“Bagaimana dengan wanita sepertiku?” Ulang Taeyeon malu-malu.

“Kau… Kau adalah wanita yang hangat dan baik, kau dan Baekhyun sangat cocok… Apa kau tau seberapa banyak Baekhyun membicarakanmu? Dia selalu membicarakanmu, dan karena itu aku merasa telah mengenalmu sejak lama… ” Ujar Siwon yang langsung membuat Taeyeon menghela nafas berat.

“Kenapa selalu Baekhyun…” Gerutu Taeyeon yang terdengar sedikit kecewa. “Oppa, apa kau tidak punya hal lain untuk dibicarakan denganku? Kau selalu bicara tentang Baekhyun…” Lanjutnya

“Tentu saja! Aku mengenalmu karena Baekhyun, aku mengenalmu karena kau adalah kekasih Baekhyun… Apalagi yang akan kita bicarakan selain Baekhyun?” Ujar Siwon yang makin membuat Taeyeon menghela nafas beratnya.

“Ternyata begitu… Bagi Oppa aku hanyalah kekasih Baekhyun…” Ujar Taeyeon lirih.

“Taeyeon-ah, sekalipun kali ini aku mentarktirmu makan karena kau datang ke kantor tanpa menghubungiku dulu, lain kali bawa Baekhyun bersamamu… Tidak baik jika kau menemuiku sendirian, lagipula jika Baekhyun mengetahuinya dia akan kecewa dan sedih…” Ujar Siwon tiba-tiba yang langsung membuat Taeyeon mengerutkan keningnya menatap Siwon.

“Maksud Oppa?”

“Taeyeon-ah, meskipun aku sama sekali tidak mempunyai perasaan khusus untukmu tapi tetap saja ini salah, kau adalah kekasih Baekhyun, aku tidak ingin membuat Baekhyun bersedih… Aku yakin kau juga tidak ingin membuatnya begitu…”

-***-

Baekhyun melangkahkan kakinya ceria menuju sebuah restoran, dia akan bertemu Taeyeon. Saat masuk ke dalam restoran, Baekhyun mengedarkan pandangannya, senyumannya merekah ketika melihat yeoja yang dicintainya duduk membelakanginya. Baekhyun melangkahkan kakinya pelan dan langsung menutup mata Taeyeon dengan kedua tangannya ketika dia sampai.

“Tebak aku~~~” Ujar Baekhyun dengan aegyonya.

“Hentikan…” Desis Taeyeon dingin yang langsung membuat Baekhyun melepaskan tangannya.

“Noo… Noona kau kenapa?” Tanya Baekhyun tergagap, dia heran dengan sikap Taeyeon.

“Aku sedang tidak ingin bercanda, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu…” Jawab Taeyeon masih tetap dingin.

“Ap… Apa yang ingin noona bicarakan?”

“Aku rasa lebih baik kita akhiri hubungan kita dan berhenti bertemu…”

Mendengar itu Baekhyun langsung membulatkan matanya lebar.

“Noona? Apa yang kau katakan? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” Baekhyun mengerenyitkan  keningnya bingung, dia tidak tau kenapa Taeyeon tiba-tiba berubah.

“Hanya saja… Akan lebih baik jika kau dan aku berakhir sampai di sini… Perasaanku kepadamu sudah tidak sama lagi seperti dulu…” Jelas Taeyeon.

“Noona-”

“Baekhyun-ah, aku sangat bahagia ketika aku bersamamu dan aku menyukai itu, tapi tidak sekarang, jika dulu aku hanya memikirkanmu seharian penuh kini aku tidak lagi seperti itu…”

“Noona, kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” Tanya Baekhyun hampir menangis, di matanya sudah menggenang air mata yang siap meluncur kapan saja. “Noona… Jangan lakukan ini kepadaku… Aku mohon…” Baekhyun pun menangis, dia sudah tidak dapat menahan air matanya lebih lama lagi.

“Noona, apa kau menyukai orang lain?” Tanya Baekhyun terisak.

“Mm, aku menyukai orang lain…” Jawab Taeyeon cepat tanpa menatap Baekhyun. “Tapi bahkan setelah aku mengakhiri hubunganku denganmu aku tidak akan berhubungan dia, bagaimanapun… Aku tidak mempunyai kepercayaan diri untuk terus bertemu denganmu saat hatiku untuk orang lain… Aku tidak bisa menghianatimu…” Lanjut Taeyeon, wajahnya mulai memerah menahan air mata.

“Noona, aku akan menjadi seperti orang yang noona suka, aku akan melakukannya dengan baik!!” Baekhyun menggenggam tangan Taeyeon erat, air matanya masih setia mengalir, sedangkan Taeyeon, dia menghidari kontak mata dengan Baekhyun karena dia tidak ingin menangis. “Noona, siapa yang noona sukai? Apa yang harus aku lakukan untuk menjadi sepertinya?”

“Baekhyun-ah, kau tidak perlu melakukan itu, kau tidak perlu berusaha keras, mari kita akhiri hubungan kita dengan senyuman, oke?” Akhirnya Taeyeon menatap Baekhyun dan berusaha menunjukkan wajah yang baik-baik saja, dia seperti sama sekali tidak sedih ketika perpisahannya dengan Baekhyun sudah di depan mata.

“Bisakah noona melakukan itu?!!” Tanya Baekhyun sedikit berteriak, air matanya makin mengalir deras di pipinya. “Tersenyum setelah putus… Bisakah noona melakukan itu??!! Aku masih sangat mencintai noona… Bagiku hubungan kita masih belum berakhir, apa noona pikir hubungan kita akan berakhir hanya karena noona mengatakan putus?!!” Baekhyun terisak, dia mengusap air matanya cepat dan menatap Taeyeon yang hanya menatap Baekhyun nanar.

“Noona… Aku akan berubah, aku akan berubah menjadi seperti orang yang noona suka, Apa yang harus aku lakukan agar aku menjadi sepertinya?” Baekhyun masih berusaha mempertahankan hubungannya dengan Taeyeon, dia makin menggenggam tangan Taeyeon erat.

“Kau dan orang itu terlalu berbeda!!” Untuk pertama kalinya Taeyeon membentak Baekhyun. “Orang itu lebih tua dariku, dan dewasa, sekarang aku suka laki-laki yang dewasa!!” Lanjutnya dengan nada tinggi.

“Dewasa? Kalau begitu noona, aku tidak akan memakai topi sport seperti ini lagi, aku juga tidak akan memakai sepatu olah raga, aku akan memakai sepatu kantor, aku juga tidak akan memakai jeans lagi, apakah aku harus memakai jas? Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan agar terlihat dewasa?” Ujar Baekhyun menyikapi bentakan Taeyeon.

“Cara bicaramu itu! Cara bicaramu yang seperti bayi itu aku sangat membencinya…” Taeyeon terlihat sedikit kesal.

“Aku akan mengubahnya juga, dan aku-”

“Baekhyun-ah, aku tidak ingin menyakitimu… Karena itu marilah kita-”

“Noona!!! Aku sudah tersakiti ketika noona mengatakan putus!! Karena itu aku tidak peduli jika aku mendapatkan yang lebih sakit dari pada ini karena aku sudah tersakiti!!” Baekhyun berteriak, air matanya makin deras mengalir. Taeyeon menghembuskan nafasnya kemudian berdiri.

“Aku akan pergi sekarang, ingatlah untuk makan yang teratur, kau gampang terkena flu jika udara sedikit dingin, pakailah pakaian yang hangat, kau juga bisa saja terserang batuk, minumlah air yang banyak…” Ujar Taeyeon pelan, dia seperti tidak mendengar apa yang baru saja Baekhyun katakan.

“Aku tidak mau! Noona… tidak bisakah ka uterus merawatku? Ne?” Baekhyun memelas dan menggenggam tangan Taeyeon erat.

“Aku tidak bisa lagi melakukannya sekarang… Aku pergi… Baekhyun-ah…”

-***-

“Benarkah? Orang tuaku benar-benar telah di temukan?” Baekhyun menghubungi seseoarang yang telah ia percaya untuk mencari keberadaan orang tuanya, entah mereka masih hidup atau bahkan sudah meninggal.

“Terima kasih, tolong urusi hal itu…” Baekhyun menutup telponnya dan menghela nafas berat.

‘Aku masih harus melakukan satu hal lagi…’ Batinnya.

-***-

Baekhyun datang kepada Siwon dengan mata yang sembab, bahkan bekas air mata masih ada di pipinya. Siwon pun berdiri dan berjalan menuju adiknya, dia mengusap air mata Baekhyun dengan ibu jarinya.

“Baekhyun-ah, kau kenapa? Kenapa kau menangis? Bicaralah pada hyung…” Ujar Siwon lembut, dia memegang pundak Baekhyun.

“Hyung… hyung tau tidak kalau aku dan Taeyeon noona putus beberapa hari lalu?”

“Apa?” Siwon membulatkan matanya tidak percaya.

“Dia mengatakan kepadaku kalau dia menyukai orang lain, aku pikir dia berbohong, ternyata itu benar, dan aku tau orang itu adalah hyung…” Mata Baekhyun berkaca-kaca, dia sudah siap untuk menangis.

“Baekhyun-ah, orang itu bukan hyung, aku tidak punya perasaan apa-apa kepadanya…”

“Hyung tau ‘kan kalau Taeyeon noona adalah orang yang sangat baik? Jika aku mengatakan aku merindukannya dia akan datang tidak peduli betapa lelahnya dia, jika aku sakit, dia akan merawatku dengan baik sampai aku sembuh, dan sampai sekarang… dia tidak pernah mengatakan hal yang buruk kepadaku bahkan satu kali…” Baekhyun tidak mempedulikan apa yang diucapkan Siwon, yang dia lakukan hanyalah terus menceritakan sosok seorang Taeyeon di matanya kepada hyungnya.

“Baekhyun-ah, kenapa kau mengatakan hal ini kepada hyung?”

“Dan juga hyung… Taeyeon noona tidak bisa memakan makanan pedas, jika tiba-tiba dia memakan makanan pedas itu artinya dia sedang bersedih, hyung harus ada di sampingnya dan membuatnya bahagia, oh iya, jika kalian berdua kencan, larang dia untuk meminum sembarangan air, hyung harus memberinya air kemasan yang ada di supermarket, dia bisa batuk jika dia meminum air sembarangan… Taeyeon noona juga tidak tahan dengan udara dingin, dia akan langsung flu jika udara sedikit dingin, jadi jangan berkencan ketika musim dingin, dia juga lemah terhadap bau, jadi ketika kau bersamanya jangan memakai parfume, dan….” Suara Baekhyun bergetar, tetes-tetes bening itu mulai keluar dari matanya.

“Baekhyun-ah…”

“Aku akan memberitahu hyung setelah aku memikirkan lebih dalam lagi, aku tidak bisa berfikir saat ini…”

“Aku tidak punya niatan untuk mengencani Taeyeon, kenapa kau seperti ini?” Siwon menatap Baekhyun frustasi, dia sama sekali tidak mempunyai niatan untuk menjalin hubungan dengan Taeyeon tapi kenapa Baekhyun seakan terus memaksanya untuk menyukai Taeyeon?

“Taeyeon noona… Bukankah Taeyeon noona mengatakan kalau dia menyukai hyung? Aku harap hyung mau menerima perasaan noona dan membuatnya lebih bahagia dibandingkan ketika dia denganku dulu…” Baekhyun memelas kepada Siwon.

Siwon menghembuskan nafas beratnya dan dengan terpaksa mengangguk, dia mengusap kepala Baekhyun pelan, Baekhyun memeluk Siwon sejenak dan menangis di dada hyungnya kemudian melepaskannya.

“Hyung, aku akan pergi sekarang…” Ujar Baekhyun sembari mengusap air matanya, Siwon menangguk lagi.

“Jaga dirimu…” Pesan Siwon sebelum Baekhyun pergi meninggalkannya.

-***-

Baekhyun menyandarkan punggungnya dan menutup mata, dia sekarang sedang berada di dalam pesawat dengan tujuan Amerika, orang suruhannya mengatakan jika orang tua Baekhyun ternyata di temukan di Amerika dan merupakan pebisnis asal Korea yang sukses, kedua orang tua Baekhyun juga telah menghubungi Baekhyun dan mengatakan bahwa mereka menunggunya di sana.

Baekhyun menghela nafas berat, dia menolehkan wajahnya menatap langit biru yang terhampar di kanan kirinya.

‘Aku akan mengubur semua kenangan indahku dengan Taeyeon noona, karena aku sadar… aku tidak akan pernah bisa mengatakan bahwa aku ingin menikahinya…’ Baekhyun membatin.

-***-

-END-

Iklan

7 thoughts on “[One Shoot] Words I Can’t Say

  1. Baru kali ini aku baca ff romance. Abisnya aku lebih suka horror ama komedi. Tapi ini ffnya keren, soalnya ada Taeyeonnya. Coba aja kalau Teyeon sama Leeteuk. Hehe~ soalnya aku Taeteuk shipers. Ok, ditunggu HoM sama Angelnya.

      • Emang tua. Tapi, aku suka ngeliat tingkah mereka berdua, mesra banget. Aku juga kuarang suka ama Leeteuk, soalnya aku bukan ELF. Tapi bukan berarti aku antifans loh~ cuma gak tertarik aja. Dan yang paling nyebelin, aku malah ketipu ama wajah baby facenya Leeteuk. Eh, ternyata umurnya… -_-. Menipu abis dah ntu leader.

  2. kasian baekhyun ..
    endingnya agak gantung sih hehe
    kalok bisa buat sequel antara taeyon sama siwon 😀
    baekhyun sama siapa aja boleh hehe

  3. Emang tua. Tapi, aku suka ngeliat tingkah mereka berdua, mesra banget. Aku juga kuarang suka ama Leeteuk, soalnya aku bukan ELF. Tapi bukan berarti aku antifans loh~ cuma gak tertarik aja. Dan yang paling nyebelin, aku malah ketipu ama wajah baby facenya Leeteuk. Eh, ternyata umurnya… -_-. Menipu abis dah ntu leader.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s