The Hidden and The Sacred Chapter 1 [Sequel The Covenant]

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter One-

Summary :

“Selain Royal Family dan beberapa klan vampire tidak ada yang memanggilku seperti itu, apa dia juga vampire? Suhu badannya tadi juga sama denganku… Mungkinkah dia juga vampire?”

-***-

A/N :

Seperti yang Author janjikan, ini chapter pertama dari sequel The Covenant, kalo belum pernah baca yang the Covenant, bisa baca dulu di Library biar ngerti cerita awalnya gimana, judulnya sengaja Author bedakan(?), dan ini mungkin ada beberapa bagian yang mirip ama filmnya ^^

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Sesosok bertudung hitam berjalan pelan menembus kegelapan hutan tanpa sedikitpun cahaya yang mengiringi langkahnya menyusuri jalan setapak yang di kanan-kirinya berdiri pohon yang tinggi menjulang, memungkinkan cahaya bulan untuk tertahan, tidak mampu menembus lebatnya hutan yang seakan menyimpan beribu rahasia setiap makhluk yang hidup di dalamnya.

Suara burung hantu yang terdengar nyaring dan kepakan sayap kelelawar yang melintas tetap tidak membuat sosok ini menghentikan langkahnya walaupun hanya sejenak, dia tetap berjalan, hingga akhirnya sampai di depan sebuah kastil dengan penerangan obor di sudut-sudutnya.

Sosok itu menggerakkan tangan kanannya dan membuat gerbang kastil itu terbuka sendiri, dengan langkah pelan –yang hampir tak terdengar- sosok itu melangkah masuk dan membuka setiap pintu yang akan di lewatinya sama seperti bagaimana dia membuka gerbang kastil tadi, hingga akhirnya dia sampai di ruangan yang mungkin adalah ruang utama di kastil itu.

Sosok bertudung itu mengedarkan pandangannya dan mendapati sosok yang sama bertudungnya dengan dia, namun orang bertudung yang dilihatnya itu sekujur tubuhnya di selimuti asap hitam kehijau-hijauan. Di balik tudungnya, sosok itu menyunggingkan seringaian yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan bergidik ngeri walaupun tidak melihat wajahnya.

“Lucifer…”

Sosok bertudung itu memanggil sosok yang dilihatnya, Lucifer menoleh, dia mengangkat kepalanya, menunjukkan wajahnya yang selama ini tidak pernah di ketahui orang lain selain keturunan Hawk dan Ipswich, Lucifer mengerutkan kepalanya heran.

“Siapa kau?” Tanya Lucifer dingin pada sosok bertudung yang ada di depannya, sosok itu tidak menjawab, dia hanya menyeringai.

“Kalau kau tidak menjawab lebih baik kau musnah saja…” Ancam Lucifer sekaligus menembakkan cahaya hijaunya kepada sosok bertudung itu, Lucifer membelalakkan mata hijaunya lebar, serangannya kepada sosok di depannya ini sama sekali tidak mempan, bahkan cahaya hijau itu masuk dan terserap ke dalam diri sosok tersebut.

“Makhluk apa kau sebenarnya? Apa maksudmu ke sini?!” Lucifer geram, dia melayang mengitari sosok bertudung yang sama sekali tidak menunjukkan wajahnya kecuali sebuah seringaian menyeramkan di balik tudung hitamnya.

Lucifer mengerutkan keningnya berfikir, yang tidak bisa ia serang hanyalah keturunan Hawk dan Ipswich karena dia telah berjanji untuk melindungi mereka di The Covenant dan itu tidak bisa dia langgar sekalipun mereka yang meminta, keturunan Hawk telah musnah dan kini hanya tersisa keturunan Ipswich yang harus dia lindungi, tapi tidak mungkin sosok yang di depannya ini adalah seorang Ipswich,  keturunan Ipswich sangat menghormatinya setelah dia mengembalikan kehidupan Luhan dua tahun lalu dan semenjak itu mereka menjalin hubungan yang amat baik walaupun tidak sering bertemu.

Sosok bertudung itu menyeringai lagi, menunjukkan “Devil Smile” miliknya yang membuat ruangan itu perlahan membeku dan makin membuat Lucifer heran, dengan gerakan cepat, dia mengarahkan tembakan cahaya hijaunya kepada Lucifer yang langsung membuat Lucifer jatuh tersungkur, Lucifer mencoba bangkit namun sosok bertudung itu menggerakkan tangannya seperti menekan sesuatu.

Aneh, Lucifer sama sekali tidak bisa bangkit, dia seperti tetindih baja besar yang tak terlihat, bukan hanya itu, tubuhnya juga terasa seperti terikat. Sosok itu memberikan seringaiannya sekali lagi kepada Lucifer sebelum berjalan menuju sebuah pintu kayu yang terlihat tua dan membukanya seperti membuka gerbang tadi, dia membuka pintu itu tanpa menyentuh pintu itu sama sekali.

Sosok bertundung itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam, dia diam sejenak dan mengedarkan pandangannya di ruangan itu, ruangan itu di penuhi oleh buku hitam yang melayang, hingga akhirnya dia menghentikan pandangannya tepat di buku hitam yang melayang di atas podium batu yang berukir lambang kerajaan Grandeur.

Lagi, dia melangkahkan kakinya pelan menuju podium berukir lambang kerajaan Grandeur itu, sampai di situ dia diam dan lagi-lagi menyeringai.

“The Covenant of Ipswich…”

Dia membaca tulisan yang tertera di sampul hitam buku tebal itu dan meletakkan tangan kanannya di atas buku tanpa menyentuhnya, buku itu terbuka sendiri dan berhenti di halaman yang memuat tentang Steve Hill, dengan tangan kirinya, sosok itu mengambil sesuatu di balik jubah hitamnya yang ternyata adalah sebuah pisau kecil yang berukiran sama dengan ukiran yang ada di podium, pisau itu berukiran lambang kerajaan Grandeur.

Sosok itu menyayatkan pisau itu di tangan kanannya, menyebabkan darahnya yang merah pekat hampir hitam itu menetes di atas lembaran The Covenant, setelah di rasa cukup, sosok itu mengusap bekas sayatan di tangannya itu dan aneh, sayatan itu hilang dan sama sekali tidak menyisakan bekas luka.

“From now…  The hidden one will take his revenge to the sacred one…”

-***-

“Congratulation Sehun Tvez!!!”

Suara terompet serta potongan kertas-kertas berwarna memenuhi ruang tamu keluarga Ipswich, mereka merayakan keberhasilan Sehun atas diterimanya dia di National University of Republic Korea, sama seperti kakak-kakaknya, Sehun tersenyum lebar, kue bertuliskan “Congratulation” di atasnya kini berada di tangannya sebagai hadiah kecil dari kakak-kakaknya.

“Aku tau kau akan berhasil masuk!” Ujar Luhan sambil merangkul bahu adiknya, dia memberikan kecupan selamat di pipi Sehun sebagai bentuk kasih sayangnya.

“Ah hyung!!! Aku bukan anak kecil lagi!! Kenapa kau menciumku??” Protes Sehun yang membuat gelak tawa keturunan Ipswich meledak, mereka mentertawakan wajah cemberut Sehun yang menurut mereka sangat lucu, keturunan termuda dari Ipswich ini memang selalu menjadi adik yang paling lucu bagi mereka, bahkan ketika dia tidak menghiraukan kakak-kakaknya dia masih terlihat sangat cute.

“Tentu saja karena aku menyayangimu!! Memangnya aku tidak boleh mencium adikku sendiri?” Kini giliran Luhan yang protes, jika Luhan sudah memprotes balik seperti ini, keturunan Ipswich yang lain hanya menggelengkan kepala mereka, bagaimana mungkin salah satu kakak tertua mereka menjadi yang paling kekanakan jika dengan Sehun?

Luhan memang aneh, jika dia dengan keturunan Ipswich yang lain, dia akan menjadi seseorang yang sangat kekanakan, bahkan ketika dengan Kai yang notabene adalah salah satu yang termuda diantara mereka selain Sehun, tapi jika dia bersama Sehun, dia akan berubah menjadi sosok yang sangat dewasa, bahkan lebih dewasa dari Kris dan Xiumin walaupun mereka seumuran. Cara membuat Luhan menjadi dewasa adalah dengan menempatkan Sehun di sampingnya, tapi, jika sifat kekanakannya sudah keluar, maka dia akan jauh lebih kekanakan dari pada Sehun sendiri.

“Baiklah, kali ini aku akan mentoleransinya, tapi tidak lain kali!” Desis Sehu tajam.

“I get it~” Ujar Luhan dengan aegyonya yang bisa membuat para wanita pingsan, dan tentu saja tidak bagi adik-adiknya yang memberi tatapan geli terhadap dia.

Sehun mengendus-enduskan hidungnya seperti mencium sesuatu, dia kemudian menatap pintu masuk dengan senyum yang berbinar.

“Minho hyung datang membawa darah…” Ujarnya lirih tapi tentu saja keturunan Ipswich bisa mendengarnya.

“Dasar vampire…” Celetuk Baekhyun yang langsung mendapatkan death glare dari Sehun, Baekhyun tersenyum kikuk.

Dan indra penciuman Sehun yang menjadi berkali-kali lebih kuat setelah ia menjadi vampire pun tidak membohonginya, beberapa saat setelah Sehun berbicara tadi Minho benar-benar datang dan membawa beberapa kantong darah favorite Sehun, darah golongan AB.

“Minho hyung~ Aku merindukanmu!!” Ujar Sehun beraegyo yang langsung membuat Minho berdecak.

“Tck, kau merindukanku atau merindukan darah yang ku bawakan untukmu, heuh?” Tanya Minho sambil meletakkan kantong-kantong darah itu di atas meja.

“Sejujurnya aku merindukan darah yang kau bawakan hyung, hyung tau kan sudah hampir tiga minggu aku tidak meminum darah, aku kurang suka gorongan darah lain, mereka tidak semanis AB, dan aku juga tidak mungkin menghisap darah Suho hyung dan Tao…” Ujarnya polos yang langsung membuatnya mendapat death glare dari dua orang yang tadi disebutkannya, namun bukan Sehun Tvez namanya jika dia mempedulikan tatapan membunuh itu, dia tetap tidak peduli.

“Kenapa kau tidak menciptakannya? Bukankah L hyung sudah mengajarkanmu mantra penciptaan dulu?” Tanya Minho lagi.

“Darah yang di ciptakan tidak seenak darah manusia asli…” Jawab Sehun jujur.

Keturunan Ipswich yang baru pertama kali ini mendengar hal itu dari Sehun langsung sedikit menggeser duduk mereka menjauhi Sehun, sedikit ketakutan menyelinap di hati mereka.

“Tenang saja, aku tidak akan meminum darah kalian…” Ujar Sehun seakan mengerti apa yang ada di kepala kakak-kakaknya.

“Tapi tetap saja kau membuat kami takut!” Ujar Tao sambil memberi penekanan di setiap katanya.

“Kalau kau memang pantas untuk takut karena aku paling suka dengan golongan darahmu dan Suho hyung…”

Dan lagi-lagi kejujuran Sehun membuat keturunan Ipswich menelan ludah mereka kasar, sedangkan Minho hanya mengacak rambut Sehun.

-***-

-National University of Republic Korea-

“Aiiisshhh… Kenapa kakak-kakakku begitu jahat? Ini ‘kan hari pertamaku di sini, kenapa mereka meninggalkanku sendiri? Kalau aku tersesat nanti bagaimana? Kampus ini terlalu luas!”

Sehun menggerutu sepanjang perjalanan karena kakak-kakaknya tidak menemaninya berkeliling kampus seperti janji mereka kemarin, muka cemberut Sehun yang lebih terlihat datar menarik perhatian siapapun yang melewatinya.

“Ouch!”

Tanpa sengaja Sehun menabrak seorang namja yang terlihat begitu cupu, dia mengenakan kaca mata tebal dan pakaian yang menjadi trend lima tahun lalu, buku tebal namja itu berserakan, Sehun pun menolong namja itu karena merasa bersalah walaupun itu ketidak sengajaan.

“Maafkan aku…” Ujar Sehun di sela-sela kegiatannya mengumpulkan buku yang berserakan, tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan dan baik Sehun maupun namja berkaca mata itu sama kagetnya untuk sesaat, suhu tubuh mereka sama, sama dinginnya.

“Ti… Tidak apa-apa…” Ujar namja itu tergagap.

Sehun mengerenyitkan keningnya, dia menatap namja itu heran, kenapa juga dia harus tergagap menjawab permintaan maafnya? Sehun dan namja itu berdiri, namja itu menunduk, sama sekali tidak mau menunjukkan wajahnya kepada Sehun.

“Kenapa kau terlihat begitu takut kepadaku?” Tanya Sehun akhirnya, dia memang tidak pernah bisa mengontrol rasa penasarannya.

“A… Ak… Aku tidak takut terhadapmu…” Ujar namja itu susah payah.

“Kalau kau tidak takut kepadaku kenapa bicaramu seperti itu?”

“Maafkan aku tapi aku harus pergi, sampai bertemu lagi Prince Sehun…” Ujar namja itu dan segera meninggalkan Sehun yang mematung dengan kening mengerut.

“Eh? Tunggu dulu? Apa dia tadi memanggilku Prince Sehun?” Sehun bertanya kepada dirinya sendiri, dia mulai terlihat berfikir.

‘Selain Royal Family dan beberapa klan vampire tidak ada yang memanggilku seperti itu, apa dia juga vampire? Suhu badannya tadi juga sama denganku… Mungkinkah dia juga vampire?’ Sehun membatin.

“Sehun Tvez!!!”

Seseorang meneriakkan nama Sehun yang membuat Sehun menoleh, Sehun langsung mengerucutkan bibirmya setelah mengetahui siapa yang memanggilnya, Kai.

“Kemana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana!!” Kai marah-marah sesaat setelah dia sampai di tempat Sehun, Sehun mendengus.

“Seharusnya aku yang marah!! Aku mencari kalian semua dan menjelajahi kampus ini sendirian! Kau dengar? Sen-di-ri!!” Sehun menekankan kata ‘sendiri’ yang menandakan dia begitu kecewa, dia memang paling benci sendirian, dan Kai mengerti itu.

“I get it, sorry…” Kai akhirnya mengalah dan meminta maaf kepada Sehun, walaupun masih kesal, Sehun menganggukkan kepalanya pertanda menerima permintaan maaf Kai.

“Baiklah, agar kau tidak cemberut lagi aku akan mengajakmu ke taman kampus, aku yakin kau akan betah di sana…” Ujar Kai kemudian merangkul pundak Sehun.

Dan seperti apa yang diperkirakan Kai, Sehun benar-benar menyukai taman kampus, dia bahkan bersikap seperti gadis remaja yang terpesona akan keindahan tatanan taman yang memang sangat indah dan mewah. Tak lupa Sehun mengambil ponselnya dan memotret setiap pemandangan yang dia anggap menarik.

“Jadi ini yang selalu Tao ceritakan kepadaku? Taman ini memang sangat indah!” Ujarnya masih seperti seorang remaja perempuan.

“TOLONG!!!”

Telinga Sehun dan Kai menangkap suara minta tolong dari belakang gedung, dengan segera Sehun menggandeng Kai dan mengajaknya berlari ke sumber suara, mereka melihat seorang namja kurus berambut pirang sedang di keroyok oleh tiga namja yang jauh lebih besar darinya, tanpa ba-bi-bu, Kai dan Sehun langsung menyingkirkan tiga pengeroyok tadi dan menyelamatkan namja itu, bukan hal yang sulit mengingat mereka adalah seorang penyihir dengan darah werewolf di dalam tubuhnya, tambahan untuk Sehun, di dalam tubuhnya juga mengalir darah vampire.

Sehun memandangi ketiga orang itu dengan bola mata merahnya untuk menghilangkan ingatan mereka, dia kemudian membawa ketiga orang itu ke loteng sekolah setelah ketiga orang itu pingsan dan kembali lagi ke namja pirang tadi dan Kai.

“WHAT?!”

Sehun berteriak kaget sesaat setelah ia sampai di depan kedua orang itu, dia mengangakan mulutnya tidak percaya.

“Reaksiku juga sama sepertimu saat pertama kali aku melihat wajahnya…” Ujar Kai santai sambil memegangi namja yang di keroyok tadi agar tidak terjatuh.

“Tapi… Bagaimana mungkin ini terjadi?”

“Mungkin saja” Jawab Kai masih santai.

“Tapi dia terlalu mirip denganmu! Hanya dia lebih putih…” Ujar Sehun jujur yang langsung membuat wajah Kai terlihat datar.

“Kau dan Luhan hyung juga begitu!!” Teriak Kai sedikit emosi.

“Tapi ‘kan aku dan Luhan hyung memang saudara sepupu, sedangkan kau dengan dia? Kalian sama sekali tidak memiliki ikatan darah… Tapi kenapa kalian seperti anak kembar??!!”

Sehun masih heboh dengan namja yang tadi ditolongnya karena kemiripan wajahnya dengan Kai yang hampir 95%, mungkin yang membedakan mereka hanya warna kulit dan rahang mereka. Kai berkulit lebih gelap dengan rahang yang lebih tegas, tapi meskipun begitu, siapa saja yang melihat mereka untuk pertama kali mungkin akan menganggap mereka adalah anak kembar.

“Sudahlah, lagi pula itu tidak penting untuk di bahas, banyak orang di dunia ini yang berwajah mirip…” Ujar Kai pada akhirnya, dia kemudian menolehkan wajahnya menatap namja yang tadi di tolongnya dengan Sehun.

“Siapa namamu?” Tanya Kai.

“Namaku, Taemin, Taemin Calvert…”

-***-

-TBC-

Iklan

19 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 1 [Sequel The Covenant]

  1. yeah, akhirnya dipost jga sequel’a…
    apakah taemin itu orang yg sama yg udh nyerang lucifer…
    hua., jadi penasaran siapa taemin itu…
    next chingu!! ^^

  2. calvert apakah itu sma kayak ipswick ?
    taemin disini bakal jahatkah ?
    truss yg anak cupu sama ditempat lucifer itu syapa ?
    lanjutt author ..

  3. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 2 | Acha's Blog

  4. Anyeong~ aku vebby
    Aku harus panggil apa sama authornya?

    Ff nya daebak suka banget sama yg brothership kyak gni apalagi vampire2-an (?) btw apa mereka punya kekuatan kaya d mv mama?

    Oh y td aku langsung buka d chapter 11 tp d pw. Nah kalo mau minta pw gimana author-sshi

    Satu lagi aku baru buka chapter 11 sama ini jadi komentar ku jg baru dsni yg lain nyusul ya 🙂

  5. suka banget deh sama cerita brothership gini berasa banget persaudaraannya aku harus panggil author atau acha nih ??
    suka sama ceritanya deh udah gitu bias kita sama hae sama sehun ditambah sama kris and luhan kekekeke ^O^

  6. suka banget deh sama cerita brothership gini berasa banget persaudaraannya aku harus panggil author atau acha nih ??
    suka sama ceritanya deh udah gitu bias kita sama hae sama sehun ditambah sama kris and luhan kekekeke ^O^
    ko kayaknya aku telat banget yah baru tau blog ini ~T_T~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s