History of MAMA Chapter 17

HoM copy

 

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • SNSD’s Kim Taeyeon
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Seventeen-

Summary :

“Suho tidak akan meninggal, sekalipun nanti energi dan kekuatannya habis dia akan terus hidup, namun bukan sebagai MAMA, tapi hanya sebagai manusia biasa…”

-***-

Part Sebelumnya -> Chap 16

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Minseok hanya bisa mengagakan mulutnya tidak percaya, dia menatap Luhan dengan pandangan yang tidak dapat di artikan oleh Luhan.

“Maka dari itu aku tidak bisa mengatakan hal ini pada kalian semua waktu itu…” Ujar Luhan lirih, dia menundukkan wajahnya lagi menatap marmer putih yang ia pijaki.

“Aku sangat mengerti sekarang alasanmu tidak mengatakannya, tapi bukankah jika kita tidak mengatakan hal itu secepatnya maka akan ada lebih dari satu hati yang terluka? Dan aku yakin kau mengerti apa akibatnya jika kau menyembunyikannya…” Ujar Minseok pelan, Luhan menghela nafas berat.

“Aku tau, dan sekarang aku sedang memikirkan cara untuk mengatakannya kepada mereka semua…” Jawabnya masih lirih.

Luhan mengangkat wajahnya menatap ke luar jendela, menatap langit mendung Sanguinets yang perlahan menjatuhkan rintik-rintik air bening yang perlahan menjadi deras, Luhan bangkit dari tempat duduknya, melangkah pelan dan membuka jendela, menjulurkan tangannya untuk merasakan tetes-tetes air yang jatuh.

“Ini air mata Suho… Hujan ini mewakili kesedihannya…”

-***-

“Suho hyung bersedih…” Ujar Kyungsoo lirih, dia memegangi dadanya merasakan kepiluan yang menyesakkan hatinya, begitu pula Jongdae, dia juga melakukan hal yang sama, kedua orang itu kemudian saling menatap.

“Kyungsoo! Jongdae!!” Teriakan Baekhyun membuat kedua orang itu menolehkan wajah mereka ke pintu kamar.

Baekhyun dengan tubuh yang basah kuyup terkena hujan masuk ke dalam kamar mereka dengan senyum cerah, diikuti oleh Chanyeol yang ada di belakang Baekhyun juga melakukan hal yang sama, senyuman kedua orang itu membuat Kyungsoo dan Jongdae mengerutkan kening mereka heran.

“Kenapa kalian tersenyum lebar seperti itu?” Tanya Jongdae yang paling heran dengan dua orang yang ada di depannya saat ini.

“Suho hyung menghubungiku!!!” Jawab Baekhyun semangat, senyumannya makin cerah, membuat ruangan yang tadinya dingin karena hujan kini terasa sedikit hangat.

“Apa?? Bagaimana bisa?” Kyungsoo langsung berdiri dan menuntut Baekhyun untuk menjawab pertanyaannya lewat tatapan matanya.

“Tadi, ketika aku sedang bersama Chanyeol dan aku mengatakan kalau aku ingin menyerah saja, langit Sanguinets tiba-tiba mendung, ketika hujan mulai turun, aku mendengarkan suara Suho hyung di pikiranku mengatakan kalau aku tidak boleh menyerah dan terus berusaha untuk menyelamatkan jagad raya!!”

Baekhyun bercerita dengan sangat antusias, cerita Baekhyun membuat senyuman di wajah Jongdae dan Kyungsoo mengembang.

“Itu artinya masih ada harapan untuk menyelamatkan Suho…”

Suara manly Kris terdengar, para MAMA menolehkan wajahnya dan menatap Kris yang dengan begitu coolnya bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, Kris menyungging senyuman tipis, dia kemudian menegapkan tubuhnya dan menghampiri mereka, dia menepuk bahu Baekhyun pelan.

“Seperti kata Suho, kau tidak boleh menyerah, kau mengerti?”

Baekhyun menganggukan kepalanya mantap.

-***-

Taeyeon hanya duduk di singasananya sembari mengelus-elus kucing yang berada di pangkuannya, sesekali matanya berkilat merah, dia kemudian menurunkan kucing itu dan menghela nafas berat, Taeyeon melangkahkan kakinya perlahan menuju jendela, bangsanya sudah musnah, tidak ada yang tersisa sama sekali dari Dark Kingdom kecuali rumah-rumah penduduk yang kini kosong.

Taeyeon membalikkan badan dan melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah pintu dengan gagang berlian yang tak pernah di sadarinya, Taeyeon melangkahkan kakinya lagi, tangan Taeyeon memutar gagang pintu perlahan, namun pintu itu terkunci, Taeyeon kemudian mencoba membuka pintu itu lagi, kali ini dengan kekuatan kalung berbandul merah miliknya, namun tetap saja, pintu itu tidak mau terbuka.

“Anda tidak akan pernah bisa membukanya…”

Taeyeon menolehkan wajahnya ketika mendengar sebuah suara, mata Taeyeon melebar dan berubah menjadi merah, terlihat bahwa Taeyeon saat ini sedang menahan amarahnya.

“Untuk apa kau ke sini?” Tanya Taeyeon dingin, “Bukankah kau sudah menghianatiku, Heechul-ssi?”  Lanjutnya.

“Saya tidak menghianati anda, saya hanya menjalankan apa yang Prince Marcus perintahkan kepada saya sebelum beliau pergi…” Heechul menjawab pertanyaan Taeyeon dengan sangat sopan dan halus, sangat berbeda dengan cara Taeyeon memberikan dia pertanyaan.

“Kyuhyun sekarang sudah musnah, sekarang yang harus kau turuti perintahnya hanyalah aku!”

“Maafkan saya yang mulia, tapi meskipun anda adalah seorang ratu, anda tetap hanyalah seorang manusia biasa yang mendapatkan kekuatan Dark Kingdom dari kalung anda, di dalam diri anda tidak mengalir darah murni kerajaan… Dan itu yang menyebabkan anda tidak akan pernah bisa membuka pintu itu, pintu itu hanya bisa di buka oleh keturunan asli kerajaan ini…”

Taeyeon mengeram, membuat tubuhnya kini berpendar merah, dia menyerang Heechul dengan api merahnya namun berhasil di hindari oleh Heechul, menyebabkan beberapa prabotan istana hancur dan terbakar, Heechul melesat menuju sangkar emas dan membukanya, dia melihat Suho yang menutup matanya dan semakin pucat, dia juga melihat lambang MAMA Suho yang hampir tak terlihat.

Dengan segera Heechul membopong Suho keluar, dia hampir saja terkena serangan Taeyeon lagi seandainya dia tidak gesit menghindar.

“Mau kau bawa kemana tawananku?!!!” Taeyeon berteriak keras, dia makin meluncurkan serangannya kepada Heechul namun Heechul masih bisa menghindar, Heechul kemudian mengembangkan sayap hitamnya kemudian pergi menghilang, dia membawa Suho pergi bersamanya.

“AAAARRGGGGHHHHHH!!!!”

-***-

Luhan berjalan di lorong istana sendiri, dia melihat relief-relief yang terukir di sepanjang lorong takjub, dari arah berlawanan, Sehun juga sedang berjalan di lorong istana, wajah tanpa ekspresi serta kedua telapak tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana pasti akan membuat siapa saja yang melihatnya akan menganggap bahwa namja ini angkuh.

“Sehun-ah…” Panggil Luhan saat Sehun melewatinya, Sehun menghentikan langkahnya namun dia sama sekali tidak menoleh.

Luhan menelan ludahnya kasar, dia melangkahkan kakinya ragu dan menepuk punggung Sehun, dia menggerak-gerakkan punggung Sehun pelan.

“Sehun-ah…” Luhan kembali memanggil nama Sehun, namun namja tanpa ekspresi itu hanya diam, sama sekali tidak bergeming.

“Sehun-ah, aku minta maaf…” Luhan meminta maaf dengan lirih, dia bisa mendengar dengan jelas helaan nafas berat Sehun yang baru saja di hembuskannya.

Sehun membalikkan badannya dan memegang bahu Luhan, sekali lagi dia menghela nafas berat.

“Aku juga minta maaf, hyung…” Ujarnya.

Luhan mendongakkan kepalanya menatap namja yang lebih tinggi dari dirinya, seulas senyuman manis terbentuk di wajah tampannya, senyuman manis yang akan membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa hati mereka sejuk, serta merta Luhan memeluk Sehun, menumpahkan seluruh kasih sayangnya kepada namja yang sudah di anggapnya sebagai adik kandung ini.

“Sehun-ah, sekali lagi aku meminta maaf, aku berjanji aku tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu…”

Sehun tersenyum tipis, dia menepuk punggung Luhan pelan. Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Luhan lembut.

“Apa sekarang hyung mau menceritakan hal itu kepadaku?” Tanya Sehun meminta kepastian, Luhan menggeleng.

“Untuk saat ini masih belum saatnya, tapi aku berjanji akan menceritakan hal itu kepadamu ketika waktunya tiba, kau mau mengerti ‘kan?”

Sehun mendengus.

“Ya sudahlah, lagi pula cepat atau lambat hyung akan memberitahuku…” Ujar Sehun pada akhirnya. Mereka diam beberapa saat.

“Hyung, aku ingin bertanya padamu…” Ujar Sehun tiba-tiba.

“Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Aku ingin bertanya tentang Suho hyung, Suho hyung tidak akan mati ‘kan?” Tanya Sehun dengan memasang wajah memohon, Luhan menghela nafasnya sejenak dan menggeleng.

“Suho tidak akan meninggal, sekalipun nanti energi dan kekuatannya habis dia akan terus hidup, namun bukan sebagai MAMA, tapi hanya sebagai manusia biasa…”

-***-

“Tao, apa kau tidak lelah berlatih wushu setiap hari?”

Yixing yang sedang berjalan-jalan di sudut istana mendapati Tao yang masih setia berlatih wushu dengan pedangnya, Tao menghentikan latihannya sejenak ketika mendengar pertanyaan Yixing, Tao menatap namja berlesung pipi itu dan tersenyum.

“Tidak, aku tidak lelah, lagi pula kalau aku sakit gege ‘kan bisa menyembuhkanku…” Ujarnya polos.

PLETAK

Satu jitakan di terima Tao di kepalanya dari Yixing, Tao mendengus kesal.

“Gege!! Aiisshhh… Kenapa semua orang sangat hobi memukul kepalaku? Jongin, Baekhyun, sekarang Gege, aissshhh!!!” Tao menggerutu, dia mengerucutkan bibirnya kesal, sedangkan Yixing, dia hanya tertawa melihat tingkah lucu adik sepupunya itu.

“Akkhhh”

Tawa Yixing juga kekesalan Tao terhenti ketika mereka merasakan dada mereka sakit, mereka memegangi dada mereka masing-masing.

“Ge, ada apa? Kenapa tiba-tiba dada kita terasa sakit?”

Yixing hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tau.

“Maafkan aku Tao, tapi aku juga tidak mengerti kenapa dada kita tiba-tiba merasa sakit…”

“Aku rasa sakit ini ada hubungannya dengan Suho…”

Tao dan Yixing menolehkan wajah mereka.

“Minseokie hyung?” Yixing mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Minseok berjalan mendekati mereka berdua dan menunjukkan lambang Frost miliknya yang berpendar, Tao dan Yixing masih menatap Minseok bingung.

“Aku dan Suho mempunyai elemen yang sama untuk di kendalikan, dan itu membuat diriku dan Suho lebih mudah terhubung, ketika dada kita sakit, aku bisa melihat Suho yang saat ini berada di samping tempat yang penuh dengan air, dan aku rasa itu adalah danau, pedang Taeyeon juga masih tertancap di dadanya…”

“Di dekat danau katamu?” Tanya Kris yang tiba-tiba muncul entah dari mana, Minseok hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Apakah itu masih di Sanguinets?” Tanya Kris lagi.

“Aku tidak tau, yang jelas aku hanya melihat dia terbaring di samping danau dan aku merasa dia berada di dekat kita…”

-***-

Donghae dan Yoona berjalan menuju kamar Jongin dan mendapati Jongin yang masih tertidur pulas, di sampingnya ada Kyungsoo yang setia menemani namja berkulit agak gelap itu, Donghae berjalan mendekati Jongin dan meletakkan telapak tangannya di kening Jongin, telapak tangan Donghae berpendar biru selama beberapa saat, dan cahaya biru itu seakan terserap ke dalam tubuh Jongin.

Perlahan Jongin membuka matanya, dia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menjernihkan pandangan, dia kemudian melihat Yoona dan Donghae yang tersenyum lembut kepadanya, Jongin berusaha bangkit dan membelalakkan matanya kaget ketika merasa bahwa tubuhnya sama sekali tidak sakit.

“Eh? Kenapa badanku sama sekali tidak sakit?” Tanyanya pada dirinya sendiri, dia memandangi tubuhnya dan merasa heran.

“Hoaaammmm!!!” Kyungsoo yang juga baru bangun tidur menguap dan langsung kaget ketika melihat ada Donghae dan Yoona di kamar mereka. “Hyung! Noona? Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya Kyungsoo agak gelagapan, baik Donghae dan Yoona hanya terkekeh kecil.

“Kami akan mengajak kalian semua ke Danau Sicoz, kalian bersiaplah, kami juga akan memanggil yang lain…”

“N..Ne…”

-***-

Para MAMA saling berpandangan heran, untuk pertama kalinya mereka diajak ke suatu tempat oleh Donghae dan Yoona, dan yang lebih mengherankan lagi, Jongin sudah sembuh seperti sedia kala seakan dia tidak pernah terluka, padahal Yixing mengatakan bahwa akan butuh 2-3 hari lagi agar Jongin bisa pulih sepenuhnya, tapi mereka tau, pasti ada campur tangan Donghae dan Yoona dalam kesembuhan Jongin.

“Sebenarnya kita mau ke mana?” Tanya Jongdae yang tidak tau apa-apa, dia tadi sedang tidur saat Tao tiba-tiba menariknya dan menyuruhnya untuk mengganti baju tanpa mengatakan apapun.

“Kita akan ke Danau Sicoz…” Jawab Kyungsoo.

“Danau?” Ulang Minseok memastikan pendengarannya tidak salah.

“Ne” Ujar Kyungsoo sambil mengangguk.

Minseok diam, dia seakan tenggelam sendiri ke dalam pikirannya, dia berfikir mungkinkah danau yang akan mereka tuju saat ini adalah danau yang sama dengan danau yang ia lihat di pikirannya beberapa saat lalu? Danau dimana tubuh Suho terbaring di tepinya?

“Minseok, apa kau sedang memikirkan hal yang sama denganku?” Tanya Kris tiba-tiba.

“Eh?”

“Apa kau sedang memikirkan hal yang sama denganku?” Ulangnya.

“Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?” Minseok bertanya balik, Kris menghela nafas beratnya sebelum menjawab pertanyaan dari Minseok.

“Danau yang akan kita tuju… Apakah itu adalah danau yang sama dengan yang ada di pikiranmu? Apakah di danau itu kita akan menemukan Suho? Pertanyaan-pertanyaan itu sedang melayang-layang dipikiranku saat ini…” Jelasnya pelan.

“Mm, aku memikirkan hal yang sama sepertimu, dan kau tau, aku merasa aneh… Aku merasa ada sesuatu yang disembunyikan Donghae hyung dan Yoona noona saat ini…”

Kris menolehkan wajahnya menatap Minseok.

“Sesuatu yang disembunyikan? Maksudmu?” Tanya Kris tidak mengerti.

“Aku merasa, mereka akan melakukan sesuatu yang sama sekali tidak kita ketahui, itu sebabnya mereka mengumpulkan kita dan mengajak kita semua ke danau itu bersama-sama…”

“Mungkin hanya perasaanmu saja, mereka tidak mungkin akan melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan kita, bukankah kau sendiri selama ini mereka tidak pernah menyembunyikan apapun dari kita semua? Setiap mereka akan melakukan sesuatu mereka juga selalu meminta persetujuan kita terlebih dahulu…”

“Tidak Kris, aku yakin kali ini mereka menyembunyikan sesuatu…” Minseok yang sangat keras kepala akan pendapatnya membuat Kris menghela nafasnya berat.

“Apa yang membuatmu begitu yakin sampai seperti ini?”

“Aku dulu adalah seorang mafia, begitu pun cara berfikirku, dan sampai saat ini cara berfikirku masih sama, tetap sama layaknya seorang mafia…”

Dan pengakuan Minseok itu seketika membuat Kris diam, Kris yang dalam hidupnya sama sekali tidak pernah bersentuhan dengan ‘dunia malam’ serta hal-hal lain yang berhubungan dengan itu hanya membungkam mulutnya, sedangkan Minseok, ia yakin bahwa Kris akan menjauhinya setelah ini, ia yakin masa lalunya yang gelap akan membuat orang lain berfikir dua kali untuk menjadi dekat dengannya.

“Aku percaya padamu…”

Satu kalimat yang terlontar dari mulut Kris langsung membuat Minseok menoleh kaget.

“Eh? Apa aku tidak salah dengar? Apa kau baru saja mengatakan kalau-”

“Aku percaya padamu…” Kris mengangguk dan memotong ucapan Minseok cepat, dia memandang Minseok dengan senyum tipis “Aku yakin otak dan cara berfikirmu sudah dilatih untuk berfikir berbeda, berfikir tentang beberapa kemungkinan yang salah satunya bisa saja adalah yang nyata…” Kris menepuk bahu Minseok pelan.

Minseok tersenyum lega, ternyata reaksi Kris berbanding terbalik dengan apa yang ada dipikirannya.

“Terima kasih kau telah mempercayaiku… Duizhang…”

-***-

“Uwaaahhhh… Bagaimana mungkin ada tempat yang sangat indah seperti ini??” Jongdae terkagum-kagum dengan keindahan Danau Sicoz sesaat setelah mereka sampai.

Bagaimana mungkin mereka tidak terpesona dengan keindahan Danau Sicoz? Danau itu sangat jernih, bahkan mereka bisa melihat dasar danau dengan jelas dari atas, di tepi danau juga banyak rerumputan liar yang tumbuh dengan indahnya karena masing-masing rumput liar itu mempunyai bunga yang mekar, ditambah bebatuan berwarna yang terhampar sepanjang jalan juga di dalam danau membuat mereka takjub, apalagi dengan pohon-pohon yang tumbuh di sekitar danau, batang pohon-pohon itu terbuat dari kristal bening, serta daunnya yang sangat halus juga buah-buahan permata yang menggantung di ranting-rantingnya, membuat kilau yang sangat menggoda ketika sinar matahari menerpanya.

“Aku merasa aku pernah mengunjungi tempat ini sebelumnya…” Ujar Sehun lirih.

“Dulu… Ketika kau masih kecil dan perang belum di mulai… Kau memang sering bermain di danau ini dan merengek meminta Luhan untuk menemanimu…” Yoona menanggapi ucapan Sehun barusan, Sehun menoleh.

“Benarkah, Ma?”

“Mm, kau tau, setiap kalian berdua pulang, Luhan pasti akan mengeluh karena kenakalanmu dan mengatakan bahwa dia tidak akan menemanimu besok, tapi nyatanya dia tetap saja menemanimu di esok harinya…” Yoona tersenyum tipis mengingat kenangan yang tersimpan baik di memorinya.

Mendengar itu, Sehun mengalihkan pandangannya menatap Luhan yang sedang bermain air dengan Tao dan Kyungsoo, seulas senyum terbentuk di wajah tampannya.

“Dia kakak yang sangat baik… Dia selalu menjagaku dan aku sangat menyayanginya…” Tanpa sadar Sehun mengatakan hal itu, membuat Yoona dan Donghae menoleh kepada anak mereka.

“Sehunie…” Donghae memanggil anaknya pelan, Sehun menatap ayahnya dengan wajah penuh tanda tanya.

“Ada apa, Pa?”

“Seandainya hanya Luhan yang menjagamu, kau akan baik-baik saja ‘kan, Nak?” Tanya Donghae sembari mengelus-elus rambut Sehun, Sehun menggeleng.

“Tidak, aku tidak akan baik-baik saja…” Jawab Sehun.

“Kenapa?” Wajah Donghae dan Yoona mulai berubah khawatir.

“Karena aku akan baik-baik saja jika semua hyungku menjagaku, aku akan baik-baik saja jika aku di jaga oleh sebelas kakak yang hebat…” Jawab Sehun dengan senyum yang merekah, membuat wajah khawatir kedua orang tuanya sirna seketika.

Donghae meraih kepala Sehun dan memeluknya erat, tidak hanya Sehun, dia juga meraih Yoona dan memeluknya juga. Donghae menengadahkan kepalanya menatap langit Sanguinets dengan tatapan yang sulit diartikan, dia seperti menyembunyikan sesuatu, tapi senyum lembut yang merekah di wajahnya membuat semua yang melihatnya akan menganggap dia sangat bahagia, dia mengecup puncak kepala Sehun dan Yoona bergantian dengan mata tertutup, dia takut air matanya akan jatuh, dan alasan kenapa air matanya ingin jatuh hanya di ketahui olehnya, Yoona, juga Luhan… Yah, Luhan memang mengetahuinya, namja imut itu mengetahui semuanya.

“Aish, aku merindukan orang tuaku…” Gerutu Jongdae yang melihat pemandangan indah dari ketiga orang itu.

Jongdae tersenyum, dia bahagia untuk Sehun, untuk seorang remaja yang tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya semenjak umur lima tahun, mungkin hari ini adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupnya, tanpa sadar air mata haru mengalir dari matanya, dia menghapusnya cepat.

“Hey, kenapa kau menangis?” Tanya Chanyeol yang tiba-tiba ada di sebelahnya.

“Aku hanya bahagia melihat mereka…” Ujar Jongdae sambil menunjuk Yoona dan Donghae yang masih memeluk Sehun dengan erat.

“Tck, seandainya orang tuaku seperti Donghae hyung dan Yoona noona aku akan meminta mereka di bangkitkan sekarang juga, tapi karena mereka jahat kepadaku aku akan meminta mereka tidak pernah di bangkitkan lagi!”

Lagi, Tao mengulang ungkapan kebenciannya terhadap orang tuanya, tapi kali ini tidak ada yang memukul kepalanya atas ungkapan polosnya, mungkin mereka mulai bisa membayangkan seberapa jahatnya orang tua Tao hingga membuat anaknya seperti ini.

Yoona dan Donghae melepas pelukan mereka kepada Sehun, mereka mengecup kening anak mereka bergantian, dan Donghae, dia lagi-lagi mengecup kening anaknya, tapi kali ini dia mengecupnya sangat lama, seakan-akan ini adalah hari terakhir dirinya bertemu Sehun.

“Sehunie, Papa sangat menyayangimu, Nak… Kau harus ingat itu…” Ujarnya, Sehun hanya memberikan senyuman yang sangat manis kepada ayahnya.

Yoona dan Donghae menatap ke dalam mata satu sama lain, mereka tersenyum kemudian menggandeng tangan Sehun menuju ke salah satu tepi danau, para MAMA mengikuti ketiga orang itu di belakang, sampai di tepi danau, tiba-tiba Heechul muncul dengan membawa Suho dalam gendongannya, pedang Taeyeon yang tertancap di dada namja itu masih berpendar biru.

“Kau…”

Sehun tidak melanjutkan kalimatnya karena jari telunjuk Yoona berada di depan mulutnya, mengisyaratkan dirinya untuk diam, Heechul membaringkan Suho di tepi danau, Donghae berjalan maju.

“Apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Donghae hyung?” Tanya Baekhyun tidak mengerti, berbeda dengan Baekhyun, Luhan terlihat begitu gusar dan ketakutan, dia menggigit bibir bawahnya sebagai bentuk ketakutannya. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi rasa ragu dan takutnya lebih mendominasi hatinya.

“Donghae hyung!! Jangan!!!”

Akhirnya Luhan berteriak, membuat semua orang menoleh kepadanya, Donghae tersenyum lembut kepada Luhan.

“Tidak apa-apa, aku tau kau mengetahui apa yang akan ku lakukan dan kau juga tau apa yang akan terjadi selanjutnya, aku hanya berpesan… jagalah Sehun untukku, Luhan…”

“Maksud Papa?”

Donghae tidak menjawab pertanyaan Sehun, dia hanya meneruskan langkahnya menuju Suho kemudian mencabut pedang Taeyeon, Donghae melemparkan pedang itu ke dalam danau dan membuat danau itu bergejolak kemudian berpendar biru.

Donghae melangkahkan kakinya masuk ke dalam danau hingga ketinggian air sebatas perutnya, dia kemudian menolehkan wajahnya menatap Heechul.

“Terima kasih kau masih menganggapku tuanmu, Heechul…”

Heechul membungkuk hormat kemudian menghilang, Donghae pun tersenyum dan menatap lurus lagi ke depan, dia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.

“Aku… Guardian Aiden, raja dari Sanguinets, putra dari Dark Lord, Fove dari Roxanne, serta ayah dari Sehun… Akan menukarkan hidupku untuk mengembalikan energi dan kekuatan Suho…”

-***-

-TBC-

Iklan

31 thoughts on “History of MAMA Chapter 17

  1. yak, jgn dong… 😥
    jgn ada yg berkorban lagi…
    harus ada cara lain buat ngembalikin kekuatan suho…
    pokoknya semuanya harus hidup, donghae jga harus hidup trus bahagia sama yoona n sehun…
    jgn dong chingu… masih pngen lhat keharmonisan yoonhaehun…

  2. Andwe itu tdk blh terjadi 😥
    donghae gk blh mati *hiks T_T
    Donghae harus hidup bahagia bersama yoona, sehun dan MAMA lain’a 😥
    Jeball buat ff ini happy end ya chingu *puppy eyes

    Mian baru komentar skrg
    di lanjut ya chingu, tambah seru nii ff’a
    Hwaiting 🙂

  3. uwahhh ternyata donghae menukarkan hidupnya untuk suho .. raja yang baik ..
    ntar nyawa taeyon atau hechul kek yg nukar hidupnya buat donghae .. hehe
    lanjut author ..
    fighting ^^7

  4. huuuaaa, donghae oppa jngan mati dong, kan ksihan sehun, yoona sama MAMA yg lain….. T_T
    pantesan luhan gk mau bilang ke sehun, trnyata obatnya donghae…
    ditggu next part nya 🙂

  5. Omo omo ige mwoya ? Kenapa donghae oppa baik bgt ? Huaaa kasihan hae oppa udah ngeralain hidupnya buat nyelamatin suho oppa.
    Next cha.

  6. Ping-balik: History of MAMA Chapter 18 | Acha's Blog

  7. Ahhh tidak..
    Jadi ini rahasia yang disembunyiin donghae,yoona dan luhan..
    Ya ampun kasian sehun baru berkumpul dgn keluarga lengkap.. udh ditinggal lagi..
    Apa kali ini kepergian donghae masih bisa kembali?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s