[9th] – Angel

Angel

 

Title : Angel

Author : Heen Doongie a.k.a @Cha_FishyHae

Lenght : Chaptered

Genre : Fantasy

Cast :

  • EXO’s Kim Jongin a.k.a Kai
  • EXO’s Do Kyungsoo a.k.a D.O
  • EXO’s Park Chanyeol a.k.a Chanyeol
  • EXO’s Oh Sehun a.k.a Sehun
  • Other (Find By Yourself)

-***-

A/N :

Anneyeong readersdeul…

Author mau ngasih kabar duka(?), mungkin FF ini bakalan discontinued, alasannya banyak dan salah satunya adalah Author lagi ujian, moreover next month is gonna be full of exam and I have to face national exam on April -_-” Tapi ini juga masih tergantung readers sih….

Part sebelumnya -> Chap 8

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Kyungsoo masih mengerenyitkan keningnya tidak percaya, dia menyipitkan matanya untuk mempertajam pandangan, meyakinkan dirinya bahwa yang ada dilayar kaca saat ini memang adalah Kim Myungsoo, namja yang terakhir dilihatnya bersama Krystal kemarin. Ponsel Kyungsoo tiba -tiba berdering, dia mengambilnya dan melihat ID pemanggil yang tertera –Seungyeol-.

“Ya! Kau sudah melihat berita pagi ini?” Tanya Seungyeol dari sebrang.

“Berita tentang Kim Myungsoo maksudmu?” Kyungsoo bertanya balik.

“Em, dia sangat menyedihkan… Apa kau tau kenapa dia bisa di temukan meninggal seperti itu?”

“Kenapa kau bertanya kepadaku? Tentu saja aku tidak tau…” Kyungsoo mendengus, dia mengerucutkan bibirnya kesal.

“Benar juga, mana mungkin kau tau…” Dari sebrang terdengar Seungyeol meruntuki kebodohannya sendiri.

“Apa ada yang mau kau sampaikan selain berita kematian Kim Myungsoo?” Tanya Kyungsoo.

“Tidak ada, aku hanya ingin mengabarimu tentang hal itu…”

“Ya sudah, aku tutup teleponnya”

“Baiklah…”

Sambungan terputus., Kyungsoo menghela nafasnya, ternyata memang benar bahwa namja yang diberitakan itu adalah Kim Myungsoo, tiba-tiba Kyungsoo teringat dengan Krystal dan bola matanya yang berubah menjadi ungu sama dengan bola mata Sehun, tunggu, Sehun? Apa Krystal ada hubungannya dengan makhluk itu? Kyungsoo memutar otaknya mencari kemungkinan adanya hubungan antara Krystal dengan Sehun, kedua orang itu memang terlihat mirip, apalagi wajah dingin tanpa ekspresi mereka, tapi senyuman Krystal? Ahh.. Kyungsoo serasa terjebak dalam pesona wanita itu sehingga membuatnya lupa dengan apa yang di pikirkannya barusan.

Kyungsoo tersenyum sendiri mengingat senyuman manis Krystal yang di tujukan kepadanya kemarin, sungguh mempesona, di tambah rambut merahnya yang harumnya menyamai bunga mawar yang baru mekar, membuat Kyungsoo tidak bisa berhenti memikirkan dia.

“Hey, kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Kai mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo dan menatap namja itu heran, Kyungsoo hanya menolehkan wajahnya dan menunjukkan senyum bibir berbentuk hatinya itu kepada Kai, membuat kebingungan Kai makin bertambah.

“Kau sakit?” Tanya Kai lagi, kali ini dia meletakkan telapak tangannya dikening Kyungsoo untuk mengecek suhu badan pria mungil itu. “Tidak hangat…” Ujar Kai setelah mengecek kening Kyungsoo.

“Aku memang tidak sakit…” Ujar Kyungsoo untuk pertama kalinya setelah sekian lama hanya memberikan senyuman manis untuk Kai.

“Lalu kenapa tingkah lakumu seperti orang yang tidak waras?”

“Aku rasa aku jatuh cinta…” Ujar Kyungsoo polos, senyuman lebar nan imutnya terukir di wajah tampannya.

“Apa? Jatuh cinta? Jangan bercanda?!!”

Berbeda dengan apa yang dibayangkan Kyungsoo bahwa Kai akan dengan setia mendengarkan dia bercerita akan gadisnya, Kai malah berteriak kepada Kyungsoo. Senyuman Kyungsoo langsung hilang dan berganti dengan bibir tebal yang mengerucut, dia memandang Kai kecewa.

“Kenapa? Memangnya aku tidak boleh jatuh cinta?” Tanyanya masih dengan bibir yang mengerucut.

“Bukan, bukan begitu, sebagai seorang ‘Nomel’ seharusnya perasaan cinta untuk seorang wanita itu sudah dihapuskan, kalau rasa sayang memang ada karena hati kita, maksudku para makhluk Trivial memang di rancang hanya untuk menyayangi…” Jelas Kai pelan.

“Eh? Tapi kenapa aku bisa jatuh cinta? Aku sangat terpesona dengan seorang wanita yang ku temui kemarin malam di restoran tteokbokkie…”

“Entahlah, aku kurang tau mengenai hal itu, mungkin karena kau titisan dari seorang Legend makanya ada pengecualian untukmu…”

“Aku? Titisan legend?” Ulang Kyungsoo sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Mm, kenapa memang?”

“Kenapa kau tidak pernah memberitahukan hal itu kepadaku?”

“Kau tau ataupun tidak tetap tidak ada bedanya, kau hanya seorang ‘Nomel’…” Ujar Kai santai, Kyungsoo hanya mendengus. “Eh tapi… apakah wanita yang kau temui kemarin malam sangat cantik sehingga membuat hatimu luluh?” Tanya Kai penasaran, Kyungsoo mengangguk mantap.

“Mm, dia sangat cantik, bahkan aku tidak menemukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan betapa cantiknya dia…”

-***-

Sebuah bangunan –lebih tepatnya rumah- tua yang telah berlumut di sisi-sisinya masih terlihat berdiri kokoh, pagarnya yang sudah berkarat dan tumbuhan rambat yang tumbuh di tembok bangunan tua itu memberikan kesan seram bagi siapa saja yang lewat di depannya, namun tidak bagi seorang pria berambut pirang yang berdiri di depan pagar bangunan tua itu dan mengamati bangunan tua itu sejenak dari luar, dia kemudian membuka pagar berkarat itu perlahan.

Bunyi kerenyitan dari pagar berkarat itu tidak menghentikan langkah pelan pria pirang itu untuk memasuki bangunan tua itu dan membuka pintunya.

Gelap, satu kata yang menggambarkan bagaimana isi dari bangunan tua yang di masuki oleh pria pirang tadi, pria pirang tadi mengubah bola matanya yang cokelat menjadi berwarna ungu dan menyalakan lilin-lilin yang ada di rumah itu dengan satu jentikan jarinya, bangunan tua itu pun mulai terlihat terang.

Masih dengan langkah-langkah pelan, pria pirang itu naik ke lantai dua dan membuka sebuah pintu kamar, di dapatinya sebuah kursi merah tua yang menghadap jendela dengan tangan berkulit putih pucat yang berada di atas pegangannya, kuku hitam tangan pucat itu membuat pria pirang itu tersenyum.

“Sepertinya kau baik-baik saja…” Ujar pria pirang itu pelan, pemilik tangan pucat itu hanya diam, tidak niatan sedikitpun baginya untuk menganggapi ucapan pria pirang tadi.

Pria pirang itu melangkahkan kakinya ke samping pemilik tangan pucat itu dan menatap sang pemilik tangan dengan senyuman hangat.

“Aku hanya perlu membawa ‘Nomel’ itu kepadamu dan meminta kesaksiannya bahwa aku telah melindunginya ‘kan?” Tanya pria pirang itu, kali ini pemilik tangan pucat itu menatap pria pirang itu dengan tatapan nanar, wajahnya tidak lebih pucat dari pada tangannya, membuat manusia normal mana saja akan menganggap bahwa dia telah mati.

“Itu masih belum cukup, Sehun…” Akhirnya seorang itu membuka mulutnya, suara dingin juga jernihnya itu bisa saja membuat air membeku dalam hitungan detik.

“Masih belum cukup? Bukankah aku sudah menyelamatkan dia dari kematian?” Tanya Sehun heran, dia menatap orang itu dengan tatapan bingung.

“Kau hanya akan bisa menjadi manusia biasa jika kau sudah sampai tingkat melindunginya dengan nyawamu…” Seseorang itu menghentikan ucapannya sejenak, dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela, melihat daun-daun kering yang berguguran dari rantingnya. “Dengan kekuatanmu kau bisa menyelamatkan dia dengan sangat mudah sebesar apapun bahaya yang ia hadapi, tapi pengorbanan nyawamu nanti yang akan menentukan apakah kau memang benar-benar berniat menjadi manusia biasa atau tidak…”

“Apa? Kau tidak pernah memberitahukan tentang hal ini kepadaku, Crassa…” Sehun menatap seseorang yang di panggilnya Crassa itu dengan tatapan marah, namun ditahannya.

“Memang, karena hal ini adalah ujian bagi keputusanmu…” Crassa berkata dingin, membuat kaca jendela yang di tatapnya membeku.

“Kim Jaejoong, berhentilah mempermainkanku!” Ujar Sehun sedikit membentak, bola mata ungunya makin menyala. Pria yang ternyata bernama asli Kim Jaejoong itu hanya menyungging sebuah seringaian.

“Aku tidak mempermainkanmu, tapi memang begitulah aturannya, kau harus mati dulu untuk menghilangkan jiwa Streptocaseimu sebelum kau dibangkitkan kembali menjadi manusia biasa… Dan syaratnya adalah kau harus mati untuk melindunginya…” Jaejeoong berkata pelan namun jelas, emosi Sehun pun mereda, bola mata ungunya kembali menjadi normal.

“Kalau begitu apa yang harus aku lakukan?”

“Aku sudah mengatakan padamu lindungi ‘Nomel’ itu dari makhluk Potranoid, terutama Deminoid yang kini tinggal bersamanya, dan aku yakin kau sudah tau apa yang harus kau lakukan saat Luterco…” Jawabnya masih tetap dingin, Sehun hanya diam pertanda bahwa dia mengerti.

-***-

Dewan sekolah memerintahkan muridnya untuk membawa setangkai bunga mawar putih sebagai tanda bela sungkawa atas kematian salah satu murid mereka, Kim Myungsoo, upacara penghormatan terakhir itupun dilakukan di aula sekolah, di mana semua murid di sekolah itu membawa satu tangkai bunga mawar putih di tangan mereka, beberapa murid wanita terlihat menitikkan air mata kehilangan, terutama mereka yang selama ini di kenal dekat dengan ulzzang dengan senyum malaikat itu.

Sangat berbeda dengan Kyungsoo dan Chanyeol yang mengikuti acara itu dengan mata yang terkantuk-kantuk, diantara keduanya memang tidak ada yang dekat dengan Kim Myungsoo, mereka hanya hadir karena suruhan guru mereka saja, lagi pula ada atau tidaknya Myungsoo tidak berpengaruh kepada kehidupan mereka, ah, mungkin hanya bagi kehidupan Chanyeol, di kehidupan Kyungsoo, meninggalnya Myungsoo masih ada pengaruhnya, dan pengaruh itu adalah Krystal, wanita yang berhasil membuat hatinya terpesona untuk pertama kalinya.

Kyungsoo memikirkan wanita itu lagi, dia menundukkan wajahnya dan tersenyum kecil, membuat Chanyeol yang ada di sebelahnya mengerutkan dahinya heran.

“Kau kenapa?” Tanya Chanyeol sambil menyenggol Kyungsoo dengan sikunya.

“Dia sedang jatuh cinta…” Jawab Kai yang tau-tau ada di sebelah Kyungsoo.

“Jatuh cinta? Benarkah? Kau jatuh cinta dengan siapa?” Chanyeol bertanya dengan antusias dan melupakan suasana berkabung yang menyelimuti aula, beberapa orang berdehem mengingatkan Chanyeol, Chanyeol langsung diam.

“Psssstt… Kau jatuh cinta kepada siapa?” Kini Chanyeol berbisik, Kyungsoo pun mendekatkan mulutnya ke telinga Chanyeol.

“Itu rahasia…” Ujar Kyungsoo sambil terkekeh, Chanyeol langsung mendengus dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kalau kau ingin mengetahui siapa yang di sukainya, lebih baik besok kau mengikuti Kyungsoo ke taman karena dia akan bertemu dengan wanita itu…” Ujar Kai menasehati, Chanyeol menolehkan wajahnya menatap Kai dan memberikan acungan jempolnya pertanda ia setuju.

“Aku  dan Kai akan menguntit kencan mereka besok…” Ujarnya semangat namun masih berbisik, Kyungsoo hanya tersenyum kecil kemudian menyandarkan punggungnya.

“Terserah kalian saja…” Ujar Kyungsoo santai, dia memainkan tangkai bunga mawar putih dengan wajah Krystal yang ada dipikirannya, Kyungsoo menghembuskan nafas berat.

‘Aku benar-benar terpesona olehnya…’ Batin Kyungsoo.

-***-

Seperti rencana kemarin, Kai dan Chanyeol akan menguntit kencan pertama Kyungsoo, selain karena mereka penasaran dengan wanita yang berhasil merebut hati Kyungsoo, mereka juga berjaga-jaga kalau ada sesuatu buruk yang mungkin bisa menimpa Kyungsoo.

Mengendap-endap di balik semak-semak, Chanyeol menyipitkan matanya untuk mempertajam pandangan, mengawasi Kyungsoo yang sampai saat masih duduk sendiri di taman, sedangkan Kai, dia bertengger dengan santai di salah satu dahan pohon dengan kedua sayap yang terbentang.

Tidak lama, akhirnya seorang wanita berambut merah datang menghampiri Kyungsoo, senyum Kyungsoo merekah, dia langsung berdiri menyambut wanita itu dan menyalaminya, Chanyeol dan Kai menepuk dahi mereka bersamaan, meruntuki kebodohan Kyungsoo yang menyalami wanita itu ketika mereka bertemu untuk berkencan.

“Chanyeol, aku rasa kita harus mengajari dia cara berkencan dengan benar dulu sebelum melepaskan dia seperti ini…” Ujar Kai prihatin, Chanyeol tidak bicara, dia hanya memberi Kai sebuah jempol pertanda ia menyetujui ucapan Kai barusan, dia terlalu fokus mengamati Kyungsoo dan wanita itu.

Kai mendengus karena mendapat tanggapan seperti itu dari Chanyeol, dia akhirnya terbang ke samping Chanyeol dan ikut mengawasi Kyungsoo dari tempat Chanyeol saat ini.

Wanita itu akhirnya membalikkan badannya dan duduk di sebelah Kyungsoo, membuat Kai dan Chanyeol bisa melihat jelas bagaimana wajah wanita yang Kyungsoo sukai, untuk sesaat mereka tertegun, mereka terpesona dengan senyum dan kecantikan tanpa cela wanita berambut merah yang duduk di sebelah Kyungsoo.

“Sekarang aku mengerti kenapa Kyungsoo sangat terpesona dengan dia… Dia terlalu cantik…” Ujar Chanyeol lirih.

“Mm… Dia terlalu cantik…” Ujar Kai menyetujui ucapan Chanyeol, mulut mereka berdua bahkan tidak bisa tertutup melihat wanita itu.

Lama mereka mengawasi kencan Kyungsoo dengan wanita itu, Kyungsoo terlihat sangat bahagia, senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya, begitupun wanita berambut merah itu, dia juga tersenym dengan begitu anggun kepada Kyungsoo, wanita itu tiba-tiba membelakangi Kyungsoo sejenak, mengambil sebuah botol kecil yang di dalamnya berisi cairan yang di minumnya, membuat Kai dan Chanyeol membelalakkan mata mereka lebar-lebar, mereka kemudian saling memandang satu sama lain.

“Apa kau lihat apa yang aku lihat barusan?” Tanya Chanyeol kepada Kai.

“Saat dia membelakangi Kyungsoo… Bola matanya…” Kai tidak meneruskan ucapannya, dia hanya menatap Chanyeol kaget.

“Untuk sesaat berubah menjadi ungu…” Lanjut Chanyeol meneruskan kalimat Kai.

“Dia…” Chanyeol dan Kai mengatakannya bersamaan.

“Dia memang seorang Streptocasei, dan dia adalah adikku…” Suara berat seorang namja membuat kedua makhluk yang berbeda itu menoleh.

“Oh Sehun?” Ujar Chanyeol dan Kai bersamaan, Kai langsung berdiri dengan kedua sayap putihnya yang terbentang.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Kai ketus, dia menatap Sehun dengan pandangan tidak suka.

“Apa kau sekarang sedang memanfaatkan kecantikan adikmu itu untuk merebut ‘Nomel’ itu dariku?” Sahut Chanyeol yang langsung membuat Kai menoleh kepadanya kaget.

“Chanyeol…” Kai menatap Chanyeol dengan tatapan penuh tanda tanya, Chanyeol menatap Kai dengan seringaian yang muncul di wajahnya.

“Apa kau ingin bertanya bagaimana aku bisa mengetahuinya?” Seringaian Chanyeol makin menyeramkan, membuat Kai makin kebingungan.

“Dia seorang Deminoid…” Ujar Sehun lirih yang sukses membuat Kai membelalakkan matanya tidak percaya. “Dan aku datang ke sini untuk melindungi Kyungsoo dari dia… dan adikku…” Lanjutnya.

“Tck, coba saja kalau kau bisa!”

Bola mata Chanyeol berubah menjadi kuning, kedua sayap iblis merahnya muncul dari punggungnya, membuat Kai hanya bisa terpaku melihat perubahan Chanyeol yang tidak pernah di sangkanya.

“Kau…” Kai hanya bisa menunjuk Chanyeol dengan jari telunjuknya tanpa mampu berkata-kata.

Chanyeol menyeringai lagi, dia kemudian melesat ke belakang Kyungsoo dan memukul punggung namja bermata bulat itu yang langsung membuat Kyungsoo pingsan, wanita yang berkencan dengan Kyungsoo berdiri kaget.

“Hey, apa yang kau lakukan terhadap targetku?!” Wanita berteriak marah, bola matanya berubah menjadi ungu, melihat wanita berambut merah itu berteriak, Sehun langsung melesat kepadanya.

“Krystal!!! Apa yang kau lakukan??!!” Sehun mencengkeram tangan adiknya kasar, membuat wanita itu memberinya tatapan membunuh.

“Menurutmu apa yang aku lakukan? Tentu saja aku mengincar jiwanya!! Kau tau kalau ‘Nomel’ itu bisa membuat kita hidup selama seratus tahun tanpa membunuh satupun manusia!!”

PLAK

Sehun menampar adiknya hingga pipi adiknya memerah, Krystal mendengus kemudian balik menampar kakaknya.

“Aku membencimu!!” Teriaknya sebelum pergi meninggalkan mereka semua, dan dari jauh, Kai hanya bisa menatap mereka dengan tubuh yang seakan membeku.

“Hahaha, terima kasih atas hiburan yang kau berikan Oh Sehun…” Chanyeol memberikan seringaiannya kepada Sehun sekali lagi sebelum akhirnya menghilang membawa Kyungsoo yang masih pingsan.

Sehun terpaku untuk beberapa saat sebelum akhirnya membalikkan badannya ke belakang menatap Angel yang masih saja belum beranjak dari tempatnya saat ini, Sehun melesat menuju Kai, untuk sesaat Sehun kaget melihat lambang matahari yang berpendar di kening Kai.

“Hey…” Sehun menepuk pipi Kai pelan untuk menyadarkan malaikat itu dari keterpakuannya.

“Eh?” Kai menoleh, dia menatap Sehun dengan tatapan nanar.

“Kita harus menyelamatkan Kyungsoo… Bersama…”

-***-

Derap langkah pelan dari seorang namja yang tengah menggendong namja kecil terdengar begitu menyeramkan.di lorong rumah yang gelap, dia menghentikan langkahnya ketika mencapai sebuah pintu berukuran besar dan membuka pintu itu hanya dengan tatapan mata kuningnya. Dari balik pintu itu dia telah di tunggu oleh seorang pria paruh baya yang menyambutnya dengan senyuman hangat.

“Aku telah berhasil membawanya…”

-***-

-TBC-

Iklan

5 thoughts on “[9th] – Angel

  1. mwo ? d.o usa dibawa chanyeol .. ah kai gimana sih ..
    lanjut author .
    semangat buat ujiannya kkaepsong kkkkkk~~
    lanjutnya abis un juga aga apa author .. asal ini ff ada sampe end hehehe

  2. Ping-balik: [10th] – Angel | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s