The Hidden and The Sacred Chapter 2

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Two-

Summary :

“Rasa bersalah muncul di hati Kai ketika melihat perubahan mimik wajah Taemin”

-***-

A/N:

Author ganti nama dari Heen Doongie menjadi Evilosh_HD, tapi masih orang yang sama kq ^^

Part Sebelumnya -> Chap 1

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Clavert? Kau bukan orang Korea?” Tanya Sehun sambil menatap pria yang saat ini sedang dipegangi Kai, pria itu mengangguk lemah.

“Ayahku orang Amerika, tapi ibuku orang Korea…” Jawab Taemin sedikit memaksakan senyumnya karena tubuhnya masih merasa sakit karena beberapa luka dan memar yang menghiasi seluruh tubuhnya.

“Amerika? Amerika bagian mana?”

“US, lebih tepatnya di Boston Public…”

“Boston Public? Kakek buyutku juga berasal dari sana!!” Seru Sehun setelah mendengar jawaban Taemin.

“Benarkah?”

“Mm, apa kau mengetahui kerajaan Grandeur? Kakek kami yang mendirikan kerajaan itu…” Kali ini Kai yang bicara, Taemin menatap Kai dengan tatapan bingung kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aku hanya pernah mendengar kata Grandeur, tapi aku tidak tau kalau itu adalah sebuah kerajaan, selama ini aku menganggap hal-hal seperti kerajaan atau semacamnya tidak pernah ada…”

“Wajar kalau kau mempunyai pikiran seperti itu…” Sehun menanggapi ucapan Taemin barusan dengan wajah datarnya, dia mengerti, bahkan sangat mengerti bahwa keluarganya memang tidak bisa di jelaskan secara ilmiah, bahkan mungkin Taemin akan menggolongkan keluarganya dalam jajaran makhluk mitos jika dia membuka identitas mereka yang sebenarnya. Selain itu sisa-sisa kerajaan kakeknya sudah rata dengan tanah, membuat mereka susah untuk menjelaskan bahwa mereka benar-benar keturunan asli George Ipswich.

“Tapi bahasa Koreamu lumayan bagus…” Puji Kai yang kagum dengan kefasihan Taemin berbahasa Korea.

“Tentu saja, ibuku menggunakan bahasa Korea di rumah, tapi aku masih susah dalam penulisan dan pengejaan hurufnya…” Ujar Taemin jujur, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Kai tersenyum tipis melihat tingkah Taemin.

“Kai, jangan kau terus ajak bicara dia, lebih baik kita membawanya berobat dulu baru setelah itu kau teruskan obrolanmu dengan kembaranmu yang hilang itu…” Celetuk Sehun yang langsung mendapatkan jitakan dari Kai, Sehun meringis sambil memegangi bekas jitakan Kai.

“Sehun benar, aku akan mengantarmu ke rumah sakit setelah itu aku juga akan mengantarmu pulang…” Ujar Kai yang langsung disambut dengusan kesal dari Sehun.

“Thanks…”

-***-

“Hyung, Luhan hyung!!”

Sehun yang baru sampai rumah langsung membuat rumah yang sepi berubah menjadi ramai dalam sekejap karena teriakannya mencari Luhan. Luhan yang merasa namanya di panggil Sehun langsung berlari mencari adiknya dan menemukan Sehun yang ada di ruang tamu.

“Ada apa?”

“Hyung, aku mempunyai berita besar untuk kalian semua!!” Mata Sehun terlihat berbinar-binar, namun Luhan menganggapinya dengan kening yang mengerenyit.

“Berita besar?” Ulang Luhan masih dengan keningnya yang mengerenyit, Sehun menganggukkan kepalanya antusias.

“Mm, kau tau hyung-”

“Tidak, aku tidak tau…” Potong Baekhyun yang entah dari mana datangnya yang langsung membuat Sehun mendengus kesal, sedangkan Luhan hanya tersenyum tipis karena kejahilan Baekhyun.

“Baekhyun hyung!!”

“Hahahaha, baiklah, aku tidak akan menggodamu, lanjutkan saja ceritamu…” Ujar Baekhyun yang kemudian mendudukkan dirinya di sofa, dia bersiap untuk ikut mendengarkan cerita Sehun.

“Aiiissh, aku jadi kehilangan moodku untuk bercerita gara-gara kau…” Sehun yang masih kesal dengan Baekhyun melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kkaep song~” Lagi-lagi Baekhyun menggoda Sehun dan membuat Sehun semakin kesal, berkali-kali dia menghembuskan nafas beratnya, bibirnya yang tadi mengerucut pun semakin mengerucut.

“Baekhyun, sudahlah… Jangan goda adikmu lagi…” Hardik Luhan walaupun sebenarnya saat ini dia juga menahan tawanya.

“I get it, I won’t disturb you again, baby~”

“Hyung!!! Aegyomu itu menjengkelkan!!!” Sehun berteriak marah, dia memalingkan muka agar tidak menatap Baekhyun yang terus menggoda Sehun dengan aegyonya.

“Sehun, sebenarnya apa yang ingin kau ceritakan pada hyung?” Luhan bertanya untuk mengalihkan kekesalan Sehun terhadap Baekhyun.

“Aku hanya ingin bercerita kalau di kampus ada kembaran Kai, namanya Taemin Calvert dan dia berasal dari Boston Public! Kampung halaman kakek buyut kita!”

Sehun bercerita dengan begitu singkat, padat dan jelas, namun itu malah membuat Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal.

“Benarkah?” Sekali lagi Luhan bertanya dengan lembut, walaupun sebenarnya dia juga ingin tertawa terpingkal-pingkal seperti Baekhyun.

“Mm” Sehun menganggukkan kepalanya mengiyakan, dia mendengus lagi kemudian pergi meninggalkan kedua orang yang ada di sana.

Setelah kepergian Sehun, Luhan mengikuti Baekhyun untuk tertawa terpingkal-pingkal karena tingkah Sehun ketika kesal tadi.

“Luhan hyung, kita benar-benar memiliki adik yang lucu, hahaha…”

“Kau benar”

-***-

“Kenapa kau pindah ke Korea?” Tanya Kai pada Taemin sambil mengusap memar di wajah Taemin menggunakan handuk yang sebelumnya telah dicelupkan terlebih dahulu di air es. Mereka berdua kini sedang berada di apartment Taemin.

“Karena aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa di Boston, di sini aku masih mempunyai bibi yang bisa aku kunjungi dan menjadi tempatku mengadu saat aku mengalami waktu sulit…” Jawab Taemin, matanya berubah menjadi sendu.

“Tidak mempunyai siapa-siapa? Memangnya orang tuamu kemana?”

“Mereka berdua meninggal dalam kecelakaan mobil dua tahun yang lalu…” Wajah Taemin mulai memerah, dia seperti menahan air matanya yang ingin keluar.

Rasa bersalah muncul di hati Kai ketika melihat perubahan mimik wajah Taemin, dia memegang bahu Taemin dan menepuknya pelan.

“Maafkan aku, aku tidak bermaksud-”

“Aku tau…” Potong Taemin cepat, dia memberikan senyuman manis kepada Kai. “Wajar kalau kau menanyakan hal itu dan aku mengerti…” Lanjutnya masih tersenyum manis kepada Kai, sedangkan Kai hanya tersenyum kikuk.

“Tapi tetap saja… sekali lagi maafkan aku…” Ujar Kai sedikit menyesal, Taemin menganggukkan kepalanya.

“Eh, ngomong-ngomong apa kau mau bertemu dengan saudara-saudaraku?” Tawar Kai.

“Saudaramu?”

“Emm, kau tau, aku memiliki sebelas saudara yang salah satunya adalah Sehun yang tadi juga menolongmu, aku yakin mereka akan memperlakukanmu dengan baik…” Jelas Kai semangat, Taemin tersenyum tipis.

“Aku rasa akan menyenangkan jika aku juga mempunyai sahabat disini…” Ujar Taemin pelan.

-***-

“Taemin!!”

Kai melambaikan tangannya kepada Taemin, Taemin membalas lambaian tangan Kai dan berlari kearahnya. Saat sampai untuk sesaat Taemin terlihat kaget, kaget karena di depannya saat ini ada dua belas pria dengan ketampanan di atas rata-rata yang juga memandangnya dengan tatapan kaget, kecuali Kai dan Sehun tentunya.

“Taemin, ini kesebelas saudaraku yang aku ceritakan kepadamu kemarin…” Kai memperkenalkan saudaranya dengan ceria, bisa terlihat kalau saat ini dia adalah yang paling bahagia.

“Hai…” Taemin menyapa keturunan Ipswich dengan sedikit kikuk, dia mengangkat tangannya namun karena dia malu dia malah menggunakan tangannya itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Jadi kau yang namanya Taemin Calvert? Perkenalkan, Aku Luhan…” Luhan memperkenalkan dirinya untuk menghilangkan kecanggungan yang tercipta diantara mereka.

Taemin dan Luhan berjabat tangan dan saling melempar senyum.

“Kau memang benar-benar mirip dengan Kai” Ujar Luhan yang masih merasa kagum.

Kedua orang itu pun duduk, Taemin menempatkan dirinya di samping Kai karena dia masih akrab dengan Kai saja. Kai kemudian mengenalkan seluruh saudaranya beserta cara untuk mengingat mereka.

Di mulai dari Tao yang kulitnya kehijau-hijauan dan tentu saja hal itu membuat Tao marah, Xiumin yang pipinya seperti Baozi, Lay yang mempunyai lesung pipi yang indah, Chen yang seperti dinosaurus, D.O yang mempunyai bibir berbentuk hati, Baekhyun yang ketika tersenyum mulutnya akan membentuk persegi, Chanyeol yang mempunyai telinga yang mencuat, Suho yang mempunyai kening yang indah, serta Kris yang terlihat dingin diluar namun di dalam dia sebenarnya adalah kakak yang hangat dan baik.

“Kau bisa mengingat mereka semua ‘kan?” Tanya Kai.

“Sedikit, tapi aku rasa mungkin aku akan susah membedakan Luhan dan Sehun jika melihat mereka dari belakang…”

“Bukan hanya kau, kami yang sudah hidup bersama mereka lebih dari dua puluh tahun juga susah membedakan mereka jika dilihat dari belakang…” Ujar Chanyeol menanggapi jawaban Taemin, Taemin tersenyum.

“Eung?” Sehun tiba-tiba mengeluarkan suara yang membuat semua perhatian tertuju padanya.

“Ada apa?” Tanya Kris.

“Itu pria yang tidak sengaja bertabrakan denganku kemarin…” Jawab Sehun sembari menunjuk pria berkaca mata tebal dan membawa banyak buku berat ditangannya, keturunan Ipswich juga Taemin menolehkan wajah mereka menatap arah yang di tunjuk Sehun.

“Astaga, apa dia hidup di tahun ’70? Kenapa pakaian sangat kuno seperti itu?” Celetuk Baekhyun yang langsung membuat gelak tawa diantara mereka, sedangkan Taemin, dia hanya tersenyum kecil dan menatap pria berkaca mata tebal itu hingga dia lenyap dari pandangan mereka.

-***-

Pria berkaca mata tebal itu terlihat begitu gusar, tatapannya sama sekali tidak fokus, dia hanya menggigiti bibir bawahnya sebagai pelampiasan atas kegusarannya, dia kemudian meringkukkan badannya di salah satu pojok ruangan dan meggigiti jari-jarinya, mungkin kalau ada seseorang yang melihat tingkahnya saat ini akan menganggap pria berkaca mata tebal itu gila. Pria berkaca mata tebal itu tidak gila, dia hanya terlalu takut.

Tidak lama sosok bertudung hitam muncul dan mendekati pria berkaca mata tebal itu, di tangannya terdapat pisau kecil berukir lambang kerajaan Grandeur, sosok betudung itu memberikan seringaiannya kepada pria di depannya.

“Kau tau apa resikonya jika kau muncul di depan mereka ‘kan?” Sosok bertudung itu bertanya dengan suara yang amat dingin, membuat tubuh pria berkaca mata tebal itu makin gemetar ketakutan.

“S… Saya tidak sengaja…” Pria berkaca mata tebal itu berusaha menjawab pertanyaan dari sosok bertudung itu walaupun tergagap.

Lagi, sosok bertudung itu memberikan seringaian khasnya.

“Aku akan memberimu kesempatan kali ini, namun tidak lain kali…” Ujarnya dingin sebelum menghilang bersama kepulan asap hitam yang mengiringi kepergiannya, meninggalkan pria berkaca mata tebal yang masih meringkuk dan kini menangis.

“Bagaimana aku bisa menghindar dari mereka? Aku tidak mungkin bisa… Dua dari mereka bahkan satu jurusan denganku… Dua dari keturunan Ipswich yang termuda… Sehun Tvez dan Kai Hill…” Gumannya pada dirinya sendiri, dia terisak.

-***-

-TBC-

Iklan

17 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 2

  1. taemin orng baik ya ? ata jangan2 dy ada hubungan sama yg pkek kaca mata itu , semoga aja ga xD
    yg pkek kaca mata siapa ?
    apa mungkin musuh dari kluarga sehun ?
    lanjutt author ^^

  2. kkaeb song~ haha lanjut thor makin geregetan sama ceritanya, next chapter jangan lama-lama yah thor 😉 aku juga lagi nungguin lanjutan history of MAMA tapi kok belum di publish juga next chapternya sih thor 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s