History of MAMA Chapter 19

HoM copy

 

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Super Junior’s Kim Heechul
  • EXO Member
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Nineteen-

Summary :

 “Sehun-ah, ibumu saat ini berada di depan Tree of Life…” Luhan menjeda ucapannya sejenak. “Bersama Heechul…”

-***-

A/N:

Author mau minta maaf ya readersdeul kalau updatenya lama, ‘kan kemarin Author udah bilang kalau Author lagi ujian, bahkan bulan Maret-April Author full ujiannya, harap maklum kalau misalnya Author lama updatenya ya…

Part Sebelumnya -> Chapter 18

be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

“Sesuatu yang hyung sembunyikan dariku? Sesuatu yang membuat kita bertikai kemarin?”

“Mm, aku ingin memberitahumu hal itu…”

“Baiklah, aku akan mendengarkan…” Ujar Sehun mempersilahkan.

Luhan membenarkan posisi duduknya dan menghela nafas berat sebelum dia mulai berbicara.

“Sehun-ah… sebenarnya untuk menyelamatkan Suho waktu itu hanya ada satu cara, entah itu menukarkan dirimu, Yoona noona, atau Donghae hyung sebagai gantinya… Menukarkan salah satu di antara kalian bertiga… Menukarkan mereka yang di dalam tubuhnya mengalir darah kerajaan…”

“Eung?” Sehun menatap Luhan dengan kening mengerenyit, Luhan tidak mempedulikan tatapan kebingungan Sehun dan meneruskan ceritanya.

“Dan saat itu, aku sudah melihat dalam pikiranku kalau Donghae hyung telah memutuskan bahwa dialah yang akan menukarkan dirinya, dia terlalu menyayangimu dan Yoona noona, ditambah kau adalah seorang MAMA yang itu artinya jagad raya juga tidak akan seimbang tanpa adanya dirimu… Walaupun kau berbeda dengan kami karena kau adalah satu-satunya MAMA yang dilahirkan bukan diciptakan, tapi tetap saja… Kau adalah salah satu unsur untuk menjaga alam ini bergerak sesuai dengan yang semestinya…” Luhan mengambil jeda sejenak, menghirup nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya.

“Donghae hyung juga sangat mengerti kalau Yoona noona sama sekali tidak mau dipisahkan denganmu, dia sangat tau bagaimana noona, noona adalah orang yang tidak peduli seberapa panjang jarak yang memisahkan kau dengannya, asalkan noona bisa melihatmu , bagi noona itu sudah cukup dan itu adalah kebahagiaan terbesarnya, dan itu juga yang memutuskan Donghae hyung untuk lebih memilih dirinya, walaupun sejujurnya Donghae hyung sendiri juga tidak mau di pisahkan lagi dengan kalian berdua… Kau tau, sekalipun kasih sayang Donghae hyung begitu besar kepada kalian sangat besar, tapi dia tetap memilih untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya, aku bahkan tidak bisa membayangkan jika aku ada di posisinya, aku juga mungkin tidak akan sanggup memilih, itu adalah hal yang sulit…”

Sebulir air mata jatuh dari sudut mata Sehun, dia menangis bukan karena sedih, justru dia menangis karena terharu, terharu akan pengorbanan ayahnya, dan dia sangat bangga akan hal itu. Luhan menatap Sehun dan mengusap air mata yang mengalir dipipi putih namja yang sudah dianggapnya adik kandung itu, dia mengelus-elus rambut Sehun pelan.

“Maafkan aku telah menyembunyikan ini darimu… Saat itu aku takut hatimu akan terluka yang akhirnya membuatku lebih memilih untuk diam, tapi Sehun-ah… Hal terpenting yang harus kau pahami dan selalu kau ingat adalah betapa ayahmu menyayangi dirimu dan ibumu… Kau mengerti?”

Sehun mengangguk pelan, senyuman tipis tersungging di wajah tampannya namun mata sendunya masih menyiratkan dengan jelas perasaan rindunya kepada sosok sang ayah, Sehun kemudian memeluk Luhan.

 “Kau tau hyung, apa yang kau katakan tadi membuatku makin merindukan Papa… Dan juga membuatku sangat bangga menjadi anaknya… Gomawoyo hyung…” Ujar Sehun kemudian menegapkan tubuhnya kembali, dia mengalihkan wajahnya menatap lurus ke depan, Luhan merangkul pundak Sehun dan tersenyum lembut.

“Sekalipun ayahmu sudah tidak ada lagi setidaknya kau masih mempunyai kami…”

“Aku tau… dan aku bersyukur akan hal itu, tapi kau tau hyung, aku tidak bisa membohongi diriku kalau aku sedikit iri dengan MAMA yang orang tuanya lengkap, Ahhh… Tidak, tidak sedikit, tapi sangat… Aku sangat iri dengan mereka…” Sehun menghela nafas berat, dia memaksakan senyumnya untuk beberapa saat.

“Jangan bilang kalau-”

“Mm, termasuk hyung juga, aku sangat iri dengan hyung…”

-***-

Yoona hanya menyendiri di kamarnya dan tidak menyadari kedatangan Suho, dia hanya menatap Arose Cube dan mengetuk-ketuknya pelan, sesekali terdengar helaan nafas beratnya yang seakan menyiratkan beban yang tak mampu ia ungkapkan lewat kata-kata, Yoona beranjak dari tempat duduknya dan membalikkan badan, dia terlonjak kaget ketika mendapati Suho berdiri di depan pintunya.

“Suho? Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku hanya ingin meminta maaf kepada noona…” Jawab Suho lirih, Yoona tersenyum.

“Aku sudah mengatakan kepadamu kalau kau tidak perlu meminta maaf, itu memang sudah tanggung jawabnya sebagai seorang raja…” Ujar Yoona lembut, sama lembutnya seperti pandangannya kepada Suho saat ini.

“Sekalipun noona mengatakan hal itu tetap saja aku masih merasa bersalah, aku merasa akulah yang menyebabkan kalian terpisah lagi…”

“Bukan, bukan dirimu yang menyebabkan ini… Sudahlah, buang pikiran itu jauh-jauh dari dirimu… Aku benci ketika melihat kalian menyalahkan diri sendiri…” Ujar Yoona lembut namun tegas, Suho menghela nafas berat. “Suho… Lebih baik saat ini kau menikmati kemenanganmu dengan MAMA lain dari pada menyalahkan dirimu dan terus meminta maaf kepadaku…” Lanjutnya masih lembut.

Suho mengangguk pelan, dia kemudian pergi meninggalkan Yoona yang langsung jatuh tersimpuh dengan air mata yang mengucur, Yoona memegang kalung berbandul rusanya yang kini mempunyai sebuah bandul lagi, bandul ikan milik Donghae, dia menggenggam kalung itu erat-erat.

“Aiden… Sekalipun di depan mereka aku kuat, tapi aku tetap wanita yang lemah jika aku sendiri…”

-***-

“Hyung, kapan kita pulang ke bumi?” Kyungsoo bertanya kepada Kris yang tengah tiduran di punggung naganya, Kris langsung mengubah posisinya menjadi duduk.

“Aku masih belum tau, kita harus menunggu sampai Yoona noona tidak terlalu bersedih, kau tau ‘kan bagaimana keadaannya saat ini? Kita tidak bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti itu…”

Kyungsoo menganggukkan kepalanya mengerti.

“Untuk saat ini lebih baik kau habiskan saja waktumu dengan orang tuamu, sebelum kau nanti berpisah dengan mereka ketika kau sudah kembali ke bumi…” Usul Minseok yang kebetulan lewat, Kyungsoo menghela nafas berat.

“Aku tidak bisa melakukannya…” Ujarnya lirih.

“Tidak bisa? Kenapa? Apa kau tidak menyayangi mereka?” Tanya Minseok yang heran dengan Kyungsoo.

“Aniyo, tentu saja aku menyayangi mereka, aku hanya ingin menghargai Sehun, dia baru saja kehilangan ayahnya, mana mungkin aku bermanja-manja dengan kedua orang tuaku saat ini? Hyung juga tau sendiri kalau kita tidak boleh mengunjungi mereka di rumahnya tanpa pengawalan… Satu-satunya cara agar kita bebas adalah mereka yang berkunjung ke istana…”

“Kau benar, kita juga harus menghargai perasaan Sehun…” Kris menyetujui pemikiran Kyungsoo, dia membaringkan badannya lagi di punggung Black Scales dan menatap langit biru Sanguinets yang beberapa hari ini menjadi objek favoritnya untuk merenung, merenungkan beberapa hal yang sengaja ia simpan sendiri.

“Kyungsoo hyung!!”

Teriakan Jongin terdengar di telinga ketiga orang yang ada disitu, mereka menolehkan wajah mereka menatap namja berkulit gelap yang berlari ceria menuju mereka bertiga, Kyungsoo melambaikan tangannya menyambut Jongin yang langsung mendudukkan di sebelah Kyungsoo sesaat setelah ia sampai.

“Kau terlihat begitu bahagia, apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Mm” Jongin menganggukkan kepalanya penuh semangat. “Aku baru saja pulang setelah berjalan-jalan dengan kedua orang tuaku, yeah… meskipun kami di jaga ketat oleh para pengawal tapi setidaknya aku masih bahagia, bahkan sangat bahagia…”

Mata Jongin berbinar-binar, tingkahnya saat ini sama saja dengan seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan permen kapas dan di beri balon, sangat lucu, membuat senyum Kyungsoo merekah, membuat bibir berbentuk hatinya itu terlihat jelas.

“Kau pasti sangat senang…”

Jongin dan Kyungsoo menolehkan wajah mereka ke sumber suara, mereka melihat Sehun yang tersenyum lembut kepada mereka namun tetap saja, kesedihan di mata sendunya itu tidak bisa di sembunyikan, bahkan terlihat bahwa mata sendu itu mulai memerah menahan air mata yang mendesak ingin keluar, Kris langsung bangkit dan berjalan dengan langkah-langkah lebar kepada Sehun.

“Sehun-ah… Kau tidak apa-apa?” Tanya Kris khawatir, Sehun menyungging senyuman tipis.

“Apa maksud hyung bertanya seperti itu? Tentu saja aku baik-baik saja… Bukankah perang kita sudah usai? Aku hanya kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar cerita Jongin, dan aku hanya ingin mengatakan kalau aku ikut bahagia untuknya…” Ujar Sehun yang semakin lama suaranya terdengar semakin bergetar, mukanya juga mulai memerah. “Aku harus ke kamarku…” Lanjut Sehun kemudian meninggalkan mereka.

Kris, Kyungsoo, Jongin dan Minseok hanya menatap punggung Sehun yang perlahan menghilang dari jarak pandang mereka, Minseok menghela nafas beratnya.

“Aku yakin dia pasti menangis…” Ujarnya lirih.

Dan seperti apa yang Minseok yakini, Sehun saat ini menyandarkan tubuhnya di tembok belakang istana dan menangis, wajahnya makin memerah karena dia menahan tangisnya agar tidak mengeluarkan suara, namun tetap saja hal itu tidak bisa menahan air mata Sehun untuk berhenti keluar dari sudut-sudut matanya, dia mencengkeram dadanya kuat.

“Pa… Aku rindu papa…”

-***-

Baekhyun, Chanyeol, Tao dan Yixing saat ini tengah berada di taman istana, bersantai sambil bercakap-cakap ringan mungkin pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu sebelum hari berganti malam, tapi percakapan mereka bisa dibilang sangat jauh dari kata ringan karena kehadiran Baekhyun yang tidak pernah bisa berhenti bertingkah dan bicara, ditambah hobi barunya yaitu meniru pengucapan bahasa Korea Tao yang masih belum sempurna, dia selalu membuat Tao marah dan berteriak kepadanya, taman yang biasanya sunyi itu kini terasa bagai pasar, sangat ramai.

Chanyeol yang melihat Baekhyun yang terus saja menggoda Tao hanya bisa tertawa tanpa pernah bisa menghentikannya, dia tertawa terpingkal-pingkal bahkan sampai terjatuh, sedangkan Yixing, dia hanya menatap ketiga orang itu dengan blank face-nya, namun terkadang ia juga ikut tersenyum tipis ketika melihat tingkah Baekhyun dan Tao yang terlalu lucu, dia tidak pernah bisa tertawa seperti Chanyeol.

Satu lagi MAMA yang harus di masukkan ke dalam daftar namja tanpa ekspresi selain Oh Sehun, “Zhang Yixing”.

“Ya! Apa yang kalian lakukan?”

Jongdae yang baru datang menambah keramaian taman dengan suara melengkingnya yang bisa membuat telinga orang lain terkena radang, mungkin jika dia menjadi seorang penyanyi dia akan masuk ke dalam daftar penyanyi dengan kemampuan nada tinggi terbaik.

Dengan adanya Baekhyun, Chanyeol dan Jongdae, taman itu semakin jauh dari kata sunyi, apalagi ketika Jongdae dan Baekhyun bergabung untuk menggoda Tao, suara mereka bahkan bisa terdengar dari puncak menara istana, dan sama seperti tadi, Yixing hanya melihat tingkah laku mereka dengan senyuman tipis, membuat lesung pipinya terlihat.

Tiba-tiba kepulan asap hitam terbentuk di salah satu sudut istana, membuat tawa dan kejahilan berhenti untuk sejenak, kelima orang itu sama-sama mengawasi asap hitam yang perlahan membentuk tubuh dengan sayap hitam yang kokoh, ketika asap hitam itu hilang dan sosok di balik asap hitam itu terlihat jelas, para MAMA hanya dapat mengangakan mulut mereka.

“Aku mencari yang mulia Roxanne…”

-***-

“Luhan hyung!!! Luhan Hyung!!!”

Sehun memanggil nama Luhan di sepanjang koridor istana, wajahnya terlihat begitu gusar dan panik, dia membuka setiap pintu yang di lewatinya untuk mengecek apakah Luhan ada di salah satu ruangan itu atau tidak, namun sosok yang berwajah mirip dengannya itu tak kunjung terlihat.

“Hyung!!! Luhan hyung!!!”

Sehun meneriaki nama Luhan lagi, dia makin terlihat gusar, tidak lama dia melihat punggung dari sosok yang di carinya itu berada di dekat air mancur, dengan segera dia berlari dan menghampiri namja itu dan menepuk bahunya, Luhan menoleh.

“Sehunie? Ada apa?”

“Mama menghilang!!!” Sehun berteriak panik, Luhan langsung membelalakkan matanya lebar.

“Apa??!!”

“Mama menghilang!!” Ujar Sehun hampir menangis.

“Apa kau sudah mencarinya ke seluruh sudut istana?”

“Aku sudah mencarinya ke semua tempat, tapi Mama tidak ada… Hyung… bantu aku menemukannya…”

“Kau tenanglah… Aku akan mencoba mencarinya dengan kekuatanku…” Ujar Luhan sedikit menenangkan Sehun, Sehun pun mulai diam, namun tetap saja wajah paniknya itu tidak bisa ia sembunyikan.

Luhan memejamkan matanya mencoba berkonsentrasi, dia mencoba mencari keberadaan Yoona dengan kekuatannya, beberapa saat kemudian dia membelalakkan matanya lebar-lebar, dia menatap Sehun dengan tatapan takut, Sehun yang melihat gelagat Luhan yang aneh makin merasa khawatir.

“Hyung, aku mohon kali ini jangan ada yang hyung sembunyikan dariku hyung… Aku mohon…” Sehun memegang tangan Luhan dengan air mata yang menggenang.

“Sehun-ah, ibumu saat ini berada di depan Tree of Life…” Luhan menjeda ucapannya sejenak. “Bersama Heechul…”

“Apa?”

-***-

Para MAMA bersama-sama menuju Tree of Life setelah mendengar bahwa Yoona tengah bersama Heechul saat ini. Baekhyun, Jongdae, Chanyeol dan Tao yang biasanya ribut hanya diam sepanjang perjalanan, mereka merasa bersalah kerena mereka yang telah menunjukkan ruangan Yoona saat Heechul datang kepada mereka tadi.

Yixing sebenarnya berusaha mengatakan bahwa dia dan keempat orang itu yang bertanggung jawab atas hal ini, tapi keempat orang itu bergantian menutup mulut Yixing atau mengalihkan perhatiannya agar dia tetap diam, mereka takut akan kemarahan Sehun.

Sampai di Tree of Life, para MAMA melihat Yoona dan Heechul sedang berhadapan, Heechul kemudian menyerahkan Arose Cube yang berpendar biru kepada Yoona, Yoona terlihat tersenyum dan menerima kotak itu dan meletakkannya di bawah Tree of Life, untuk beberapa saat Tree of Life sama berpendar birunya dengan Arose Cube, dari tengah pohon itu tiba-tiba keluar mutiara hitam yang masuk sendiri ke dalam Arose Cube.

“Mama!!”

Sehun memanggil ibunya, Yoona pun menoleh dan membelalakkan matanya kaget ketika melihat kedua belas MAMA berdiri segaris dan menatapnya lekat, Sehun berjalan dengan langkah-langkah lebar menuju ibunya dengan tatapan yang menuntut penjelasan, Yoona tersenyum lembut kepada Sehun, dia tau kalau dia berhutang sebuah penjelasan kepada anaknya.

“Heechul-ssi, karena Sehun ada di sini lebih baik kau membawanya sekarang…”

“Ne…” Heechul membungkukkan badannya hormat.

“Apa?” Sehun mengerenyitkan keningnya kebingungan, dan makin bingung saat tangan dingin Heechul mencengkramnya.

“Mama!! Apa yang Mama lakukan kepadaku?” Ma!!”

Yoona hanya tersenyum dan memberi isyarat kepada Heechul untuk membawa Sehun pergi, Heechul pun mengangguk, asap hitam menyelimuti kedua orang itu dan membuat kedua orang itu menghilang, para MAMA membelalakkan mata mereka tidak percaya.

“Noona… Apa yang noona lakukan kepada Sehun?” Luhan bertanya lirih, Yoona menatap para MAMA lembut.

“Kalian tidak perlu khawatir, sebenarnya Sehun saat ini…”

-***-

Heechul membawa Sehun ke Dark Kingdom, lebih tepatnya ke istana milik kakeknya dulu, Sehun melepas cengkraman Heechul kasar dan Heechul pun membiarkannya.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan kepada Mamaku hingga dia bersikap seperti itu?” Tanya Sehun yang menahan amarahnya.

“Saya tidak melakukan apa-apa kepada Yang Mulia Roxanne… Saya hanya membutuhkan anda untuk mengambil sesuatu di istana ini…” Jawab Heechul sopan.

“Tck, aku tidak akan mau!!!” Sehun menolak apa yang dikatakan Heechul barusan, Sehun membalikkan badan dan melipat kedua tangannya kesal.

“Sekalipun itu bisa membuat Prince Aiden kembali?”

Sehun langsung membalikkan badannya lagi dan menatap Heechul dengan mata yang membelalak lebar, Heechul tersenyum, dia kemudian berjalan ke depan sebuah pintu bergagang berlian, dia kemudian mempersilahkan Sehun untuk ke tempatnya saat ini.

Dengan langkah yang masih ragu, Sehun melangkahkan kakinya perlahan ke depan pintu itu dan memegang gagangnya, gagang itu berpendar merah sejenak. Sehun memutar gagang itu perlahan dan pintu itu pun terbuka, di balik pintu itu ternyata terdapat ruangan yang di tengahnya terdapat sebuah kotak kaca, di dalam kotak itu terdapat sebuah mutiara yang melayang.

Sehun mendekati kotak kaca itu dan memegangnya, kaca itu berpendar sejenak, sama seperti gagang pintu tadi kemudian terbuka, Sehun mengulurkan tangannya mengambil mutiara itu, dia mengamati benda itu sejenak dan tertegun.

“Itu White Pearl milik kerajaan Dark Kingdom, hanya keturunan asli Dark Kingdom yang bisa membuka pintu ini dan mengambil mutiara itu, mutiara itu bisa digunakan untuk membangkitkan Prince Aiden kembali…” Jelas Heechul pelan.

Sehun masih tertegun beberapa saat sebelum membalikkan badannya menatap Heechul.

“Bukankah untuk membangkitkan papa juga dibutuhkan Black Pearl?”

“Yang Mulia Roxanne sudah mengambil Black Pearl yang tersimpan di dalam Tree of Life dan memasukkannya ke dalam Arose Cube seperti apa yang anda lihat tadi, sekarang hanya tinggal menunggu anda untuk memasukkan White Pearl ke dalamnya…”

Kekhawatiran Sehun akan ibunya kini musnah sudah, ternyata apa yang ada dipikirannya sama sekali berbeda dengan kenyataan, kini di wajah Sehun tersungging senyuman lega, dia menatap Heechul dengan tatapan terima kasih, namun dihatinya kini timbul sebuah pertanyaan, kenapa Heechul tiba-tiba berubah?

“Heechul-ssi, boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?”

“Tentu saja”

“Heechul-ssi, kenapa kau tiba-tiba berubah? Apa kau terkena racun baik atau kepalamu terbentur?” Tanya Sehun asal yang membuat Heechul terkekeh kecil.

“Saya tidak pernah berubah, dari dulu saya tetap sama, tetap melayani dan setia kepada keturunan Dark Lord, termasuk Prince Aiden dan anda… Pangeran…”

Lagi-lagi Sehun tersenyum.

“Terima kasih, Heechul-ssi…”

-***-

Sehun kembali ke Sanguinets dengan senyum yang berbinar, dia kembali sendirian.

“Kemana Heechul?” Tanya Kris sesaat setelah Sehun menghampiri mereka.

“Aku menyuruhnya untuk tetap tinggal di Dark Kingdom, aku telah memberikan kekuasaan kepadanya untuk menjalankan pemerintahan di sana meskipun rakyatnya sudah kita musnahkan…” Ujar Sehun polos, membuat para MAMA menatap Sehun dengan wajah datar.

“Dia terlalu polos…” Guman Chanyeol lirih.

“Dan terlalu jujur…” Imbuh Baekhyun yang di tanggapi sebuah anggukan dari Chanyeol.

“Tapi sepertinya hyungdeul tau apa yang akan aku lakukan…” Ujar Sehun dengan kedua tangan yang terlipat di dada.

“Mm, Yoona noona sudah mengatakannya kepada kami tadi…” Ujar Jongdae sambil tersenyum lebar. “Kau bahagia?” Lanjutnya.

“Tentu saja!! Hyungdeul pasti juga sudah mengerti betapa rindunya aku kepada Papa…”

“Ya sudah, cepat lakukan sana…” Perintah Luhan sedikit menggoda Sehun, Sehun mendengus tapi juga tersenyum.

“Arrasseo, aku akan melakukannya sekarang…”

Sehun berjalan menuju Tree of Life dan tersenyum kepada Yoona yang juga tersenyum kepadanya, mata kedua orang itu berkaca-kaca, mereka berpelukan sejenak sebelum Sehun meletakkan White Pearl di Arose Cube.

Seperti De Javu, Black Pearl dan White Pearl itu bergabung menjadi Grey Pearl dan membetuk sebuah tubuh yang makin lama makin jelas, sebuah senyuman manis terukir di wajah namja bermata teduh yang muncul dari gabungan kedua mutiara itu.

Air mata Sehun menetes, bukan karena dia bersedih, justru karena dia bahagia, sangat bahagia, dia langsung berlari menuju sosok bermata teduh itu sambil menggandeng Yoona, Sehun langsung memeluk kedua orang itu erat, seakan tak mau kehilangan mereka lagi.

“Papa hanya meninggalkanmu untuk sejenak, tapi sepertinya kau sudah sangat merindukan Papa…” Ujar namja bermata teduh itu sambil mengelus rambut cokelat Sehun.

“Mm, aku sangat merindukan Papa, jangan mencoba meninggalkanku lagi, aku benci itu…” Sehun merajuk manja, membuat kedua orang tuanya tersenyum.

“Mm, Papa tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…”

-***-

Para MAMA berkumpul di balkon istana, mereka menikmati pemandangan malam Sanguinets mereka untuk yang terakhir kalinya, besok mereka akan kembali ke bumi, tugas mereka di sini telah usai, mereka hanya tinggal menyelesaikan tanggung jawab mereka sebagai manusia jika mereka telah sampai nanti.

“Besok kita tidak akan bisa melihat pemandangan ini lagi…” Ujar Kris lirih, para MAMA hanya menyungging sebuah senyuman kecut di wajah mereka setelah mendengar ucapan Kris.

“Besok kita akan kembali ke bumi… Besok kita pulang…”

-***-

Di saat yang lain telah terlelap di dalam mimpi mereka masing-masing, dua orang yang berbeda kepribadian itu lebih memilih untuk tetap terjaga, mereka kini sedang menatap bulan yang sama, mereka saling tenggelam dipikiran masing-masing tanpa mengatakan apapun, sesekali hembusan nafas berat terdengar dari keduanya, menyiratkan beban tak tersampaikan yang hanya mereka simpan sendiri. Kedua orang itu saling menoleh satu sama lain dan menatap ke dalam mata masing-masing, pandangan mereka berubah sendu.

“Apa kau sudah memikirkan apa yang aku katakan tadi?” Tanya seorang dari mereka yang berpostur lebih tinggi, yang di tanyanya menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan dari seseorang itu.

“Aku sudah memikirkannya dan aku rasa kau benar, kita tidak mungkin terus seperti itu…” Jawab seorang yang lain, dia kemudian melemparkan tatapannya ke bulan lagi.

“Syukurlah kalau kau mempunyai pikiran yang sama denganku… Kalau begitu, kapan kita membicarakannya dengan yang lain?” Tanya seorang yang berpostur lebih tinggi itu lagi.

“Aku rasa besok adalah waktu yang tepat…” Jawab seorang yang lain tanpa menatap seorang yang memberinya pertanyaan.

Seorang yang mempunyai postur lebih tinggi itu menghela nafas berat dan mengikuti arah pandangan seorang yang lain, mereka kembali melihat bulan yang sama dan kembali tenggelam ke dalam pikiran mereka masing-masing. Dalam kediaman mereka, mereka menyimpan sebuah rahasia yang hanya di ketahui oleh mereka, hanya mereka berdua.

-***-

-TBC-

Iklan

26 thoughts on “History of MAMA Chapter 19

  1. Yeayy seneng banget baca’a 🙂
    Apa lg skrg haeppa dah berkumpul lg sama yoong unnie, sehunie dan para MAMA lain’a 🙂

    Tpi masih ada yg mengganjal dipikiran ku!!
    Tntg siapa dua org itu dan rahasia apa yg mereka sembunyikan
    Tambah seru dan bikin penasaran ja deh ff’a 🙂
    Aku jg skrg lg di sibukin dgn ujian maklum dikit lg mau UN 🙂
    Tetap semangat ya chingu dan jg lanjutan’a jgn lama2 🙂
    Hwaiting chingu 🙂

  2. yea, akhirnya donghae kembali.. seneng deh lhat keharmonisan yoonhaehun, bikin iri aja.. hehhe ^^
    penasaran nih siapa yang lagi ngobrol itu., suho n kris kah??

    semangat chingu, semoga ujiannya lancar…
    hwaiting!! ^^

  3. Alhamdulillah yaa bang donge udah ngumpul sama anak istrinya, ciyeee si thehun ga sedih lagi tuh, neng yoona juga 🙂
    2 orang yg dimaksud dibagian akhir pasti kris sama suho, ya kan thor? Iya, pasti iya ! *maksa 😀
    Makin bikin penasaran, bakal ada masalah apaan lagi buat para MAMA .
    Ditunggu kelanjutannya thor, walau ujian menghadang tetap semangat ya, HWAITING (y)

  4. Ping-balik: History of MAMA Chapter 20 | Acha's Blog

  5. Siapa kira2 kedua pria itu?
    Dan apa yang mereka pikirkan?
    Ya ampun pasti sehun seneng bgt karena papanya sudah
    Kembali dibangkitkan..
    Aku kira pas heechul nanyain yoona
    Dia mau berbuat jahat
    Eh.. ternyata taunnya dia malah menolong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s