The Hidden and The Sacred Chapter 3

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Three-

Summary :

“Ada yang mencoba bermain-main dengan keluarga kita…”

-***-

A/N :

Sekali lagi Author minta maaf ga bisa update cepet-cepet :’)

Part Sebelumnya -> Chapter 2

Be Aware with typo(s)

Happy reading ^^

-***-

“Ahh… Membosankan…”

Sehun menyelonjorkan kedua tangannya di  atas meja kemudian meletakkan kepalanya, dia merasa bosan dengan materi yang sedang diterangkan dosennya dan akhirnya lebih memilih untuk tidur saja.

Tiba-tiba sebuah angin semilir menerpa tengkuk Sehun dan membuat bulu kuduknya berdiri, dia membuka matanya dan melihat sekeliling, matanya membulat mendapati kelasnya seperti beku, semuanya memang bertingkah laku seperti biasa namun sama sekali tidak ada suara yang terdengar, bahkan mulut dosennya yang tidak berhenti bergerak juga tidak menimbulkan suara apapun yang bisa di dengar Sehun.

Sebuah aroma mint tiba-tiba terdeteksi oleh indra penciuman Sehun dan lagi-lagi membuatnya membelalakkan matanya kaget, dia lagi-lagi mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, namun kondisi kelasnya masih sama seperti tadi, dia merasa seperti di ruangan hampa.

“OH MY GOD!!!”

Sehun berteriak ketika melihat sesosok mayat tiba-tiba muncul dihadapannya dengan wajah yang pucat dan tidak berbentuk, namun mayat itu menghilang dalam sekejap, meninggalkan bau anyir yang hanya bisa dicium oleh indra penciuman Sehun dan tatapan heran teman-teman Sehun yang terarah kepadanya.

“Sehun-ssi, jika anda tidak menghargai saya maka sebaiknya anda keluar!” Ujar dosen Sehun dingin.

“Ma.. Maafkan saya Pak, saya tidak bermaksud-”

“Anda tidak mendengar apa kata saya barusan? Keluar!!” Dosen Sehun berteriak memotong ucapan Sehun.

Sehun memilih untuk mengalah, dia memasukkan semua bukunya kedalam tas dan berjalan melenggang keluar, saat dia melewati dosennya dia sempat melirik tajam dosen itu hingga membuat jantung dosen itu sakit untuk sesaat, Sehun menyeringai dan berjalan pergi.

-***-

Sehun duduk sendirian di salah satu sudut taman kampus dan hanya menatap lurus ke depan, sesekali dia menyeruput bubble tea yang ada di tangannya, dan menghela nafas berat. Dalam hatinya ada sedikit rasa penyesalan karena telah membuat jantung dosennya sempat sakit, seandainya saja mayat itu tidak muncul dia pasti tidak akan menyakiti dosennya tadi.

‘Siapa yang mengirimiku yang mulai gelap?’ Sehun membatin.

Aroma mint itu tiba-tiba tercium kembali, Sehun menolehkan wajahnya ke arah yang ia yakini adalah sumber dari aroma mint itu, mata Sehun membulat.

“Dia… Tidak mungkin…” Guman Sehun lirih.

“Sehun!!!”

Sehun terlonjak kaget ketika seseorang menepuk bahunya tiba-tiba dari belakang, dia menolehkan wajahnya dan mendengus kesal ketika melihat siapa yang mengagetinya.

“Aish! Taemin hyung!! Kalau aku terkena serangan jantung bagaimana?!”

“Makhluk sepertimu tidak bisa terkena serangan jantung…” Ujar Taemin sedikit tertawa.

“Eh? Apa yang hyung maksud dengan ‘makhluk sepertimu’?” Tanya Sehun yang mendeteksi adanya keganjilan pada kalimat Taemin barusan.

“Hmm? Memangnya kau bukan makhluk? Apa kau benda mati?” Taemin malah bertanya balik, namun pertanyaannya terdengar begitu santai dan membuat Sehun akhirnya menghilangkan kecurigaannya pada Taemin.

“Tapi jangan gunakan kata makhluk hyung, aku terkesan seperti bukan manusia jika kau menggunakan kata itu…”

“I get it, aku hanya bercanda tadi. Eh tapi kenapa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau ada kelas?”

“Aku diusir dosen” Jawab Sehun singkat.

“Kenapa?”

“Karena aku tiba-tiba berteriak…” Jawab Sehun masih singkat, bibirnya mulai mengerucut.

“Hmm? Kenapa kau tiba-tiba berteriak?”

“Entahlah hyung, ada sesuatu yang aku alami dan mungkin hyung tidak akan mempercayainya jika aku bercerita…”

“Oh C’mon, cerita saja, aku akan mendengarkanmu…” Ujar Taemin sambil merangkul Sehun, Sehun pun menghela nafas beratnya dan akhirnya memutuskan untuk bercerita kepada Taemin tantang apa yang ia alami tadi. Taemin mendengarkan cerita Sehun dengan seksama dan tanpa sedikitpun menyela.

“Ternyata hantu masih ada di zaman seperti ini…” Ujar Taemin setelah Sehun menyelesaikan ceritanya.

“Hantu?” Ulang Sehun.

“Mm, memangnya kalau bukan hantu apa namanya?” Taemin bertanya kepada Sehun, Sehun hanya diam.

Dalam hati dia meruntuki kebodohannya, tentu saja Taemin akan menganggap yang di ceritakannya tadi adalah hantu, dia ‘kan sama sekali tidak tau menahu tentang Ipswich beserta keturunannya.

-***-

“Dua hari ini aku merasa aneh…” Kris meneguk minumannya kemudian menyandarkan punggungnya.

“Aku juga…” Imbuh Xiumin, dia kemudian ikut menyandarkan punggungnya sama seperti Kris.

Kedua orang itu diam untuk beberapa saat, mereka hanyut dalam pikiran masing-masing, mereka berdua memang sosok yang jarang bicara, sangat berbeda dengan ketiga adik mereka yang lahir dua tahun setelah mereka, Baekhyun – Chanyeol dan tentunya Chen. Kediaman mereka terpecah saat Lay dan Suho tiba-tiba ikut duduk di meja mereka dengan muka yang di tekuk, kedua orang itu terlihat muram.

“Kenapa wajah kalian terlihat muram?” Tanya Kris sambil meletakkan telapak tangannya di kening Suho dan Lay untuk mengecek suhu badan mereka, dia takut kalau-kalau adiknya sakit. “Tubuh kalian tidak hangat…” Ujarnya.

“Kami memang tidak sakit…” Ujar Suho kemudian menghela nafas beratnya.

“Lalu kenapa ekspresi kalian seperti ini?” Xiumin menatap Lay dan Suho bergantian, kedua orang itu sama-sama menghela nafas berat mereka.

“Aku dan Suho mendapat ‘yang mulai gelap’ saat di kelas tadi…”

“Apa katamu? ‘Yang mulai gelap’?” Ulang Kris memastikan.

“Mm” Lay mengangguk. “Dan kalian tau, ‘yang mulai gelap’ itu terbentuk dalam sosok mayat yang wajahnya rusak, aku bahkan tidak bisa mengenali siapa itu, tapi satu hal yang aku yakini, mayat itu adalah salah satu mahasiswa disini…” Lanjutnya, ekspresi Lay berubah makin murung.

“Mahasiswa disini? Siapa mahasiswa disini yang baru meninggal?” Tanya Xiumin dengan kening mengerut.

“Kami tidak tau hyung…” Jawaban Suho makin terdengar lemas, berkali-kali dia menghela nafas beratnya.

“Tunggu dulu, Lay… Apa mayat itu laki-laki?” Tanya Kris tiba-tiba.

“Mm, kenapa memang?”

“Aku rasa aku tau siapa mayat itu…” Ujar Kris yang langsung membuat ketiga orang yang bersamanya menatapnya dengan tatapan menuntut penjelasan. “Lay, apa kau tau kira-kira dimana mayat itu berada?” Lanjut Kris.

“Aku tidak tau, tapi sebelum mayat itu muncul di hadapanku dan Suho, kami berdua mencium aroma mint…” Jawab Lay.

“Seperti dugaanku…” Ujar Kris pelan, dia kemudian menatap ketiga orang itu “Kita cari Luhan terlebih dahulu kemudian ikut denganku ke suatu tempat…”

“Kemana?” Tanya Suho.

“Hutan di Yanggu…”

-***-

Baekhyun tertidur di paha Chanyeol yang menyandarkan punggungnya di batang pohon sambil membaca buku, tidak jauh darinya Tao sedang mengganggu D.O yang tengah membuat sandwich untuk mereka, sedangkan Chen, Kai, dan Sehun menyiapkan tempat untuk mereka makan nanti, ketujuh orang itu memang sedang mengadakan piknik kecil di tepi Sungai Han.

“Tao, berhenti menggangguku, aku tidak bisa meneruskannya kalau kau terus begini! Apa kau tidak mau makan?” Sifat cerewet D.O keluar, dia memang paling tidak suka jika dia diganggu saat membuat makanan.

“Haha, sorry…” Tao meminta maaf, tapi dia masih saja menganggu D.O. Akhirnya D.O memutuskan untuk tidak memperdulikan Tao dan melanjutkan kegiatannya walaupun Tao memainkan rambutnya dan sesekali menjewer telinganya.

“Hyung, kau tau, seseorang mengirimiku ‘yang mulai gelap’…” Ujar Sehun di tengah-tengah kegiatan mereka menata piknik mereka.

“Benarkah? Bagaimana bisa?” Chen menatap Sehun intens.

“Aku sendiri juga tidak tau hyung, ini terasa sangat aneh, aku merasa ada seseorang yang sedang menggunakan sihir terlarang setelah dia ‘naik’, dan aku yakin orang itu mengincar kita untuk menyempurnakannya…” Jelas Sehun.

“Hey, jangan bicara hal yang tidak mungkin, kita mengenal seluruh penyihir yang ada di seluruh dunia ini dan kita juga mengerti bahwa satu-satunya yang bisa melakukan sihir terlarang itu hanya keturunan Ipswich…” Ujar Kai menanggapi penjelasan Sehun.

“Kai benar… Hanya keturunan Ipswich yang bisa karena hanya kita yang melakukan perjanjian dengan Lucifer…” Imbuh Chen.

“Tapi-”

“AAAAAAKKKHHH”

Perkataan Sehun tepotong oleh teriakan Baekhyun, mereka segera berlari ke Baekhyun yang tengah menangis di pelukan Chanyeol.

“Aku takut…” Ujar Baekhyun lirih di sela tangisannya.

“Chanyeol hyung, Baekhyun hyung kenapa?” Tanya Kai sesaat setelah sampai kepada mereka.

“Dia mendapat ‘yang mulai gelap’…” Chanyeol menjeda ucapannya sejenak dan menghela nafas berat. “Sepertinya ada yang menggunakan sihir terlarang setelah dia ‘naik’…” Lanjutnya yang langsung membuat keturunan Ipswich membulatkan matanya tidak percaya, terutama Kai, sekarang dia percaya dengan apa yang Sehun katakan tadi.

“Ada yang mencoba bermain-main dengan keluarga kita…” Ujar Kai lirih.

-***-

“Hey, apa masih lama?” Luhan mengeluh karena dia telah lama berjalan namun belum juga mencapai tujuan, dia lelah.

“Aku tidak tau, tapi aku rasa perjalanan kita masih lama…” Jawab Kris yang langsung membuat Luhan lemas.

“Aku lelah…” Ujarnya dengan wajah yang memelas, Kris menatap Luhan dan menghela nafas berat.

“Aku mohon kau tahan dulu, ini menyangkut keselamatan keluarga kita…” Ujar Kris memberi pengertian, mau tidak mau akhirnya Luhan menganggukkan kepalanya dan meneruskan perjalanannya menerobos lebatnya hutan Yanggu.

Srek.

Suara yang terdengar seperti ada orang yang menerobos ranting-ranting pohon membuat Xiumin, Luhan, Kris, Suho dan Lay menghentikan langkah mereka, mereka menyisir keadaan sekitar, kalau-kalau ada yang mengikuti mereka atau ada binatang buas.

Srek.

Suara itu kembali terdengar, Luhan merapatkan tubuhnya ke Kris dan mencengkeram baju namja itu erat, dia takut.

“Apa yang kalian lakukan di sini?”

“AAAAA!!!”

Kelima orang itu berteriak bersamaan, membuat orang yang menanyai mereka juga sama kagetnya seperti mereka.

“Aish! Choi Minho!! Kenapa kau mengageti kami?” Seru Xiumin saat menyadari siapa yang ada di depan mereka.

“Mengageti kalian? Bukannya kalian yang mengagetiku dengan teriakan kalian? Lagi pula hutan ini tempatku berburu darah binatang!!” Ujar Minho tidak terima.

“Sudah, jangan menyalahkan satu sama lain!!” Hardik Kris melerai. “Minho, bisakah kau membantu kami?” Pinta Kris tiba-tiba.

“Tentu saja, memangnya apa yang bisa ku bantu?”

“Bantu kami mencari mayat seorang laki-laki yang berda di dekat pohon mint yang sudah berusia tiga ratus tahun…” Ujar Kris.

“Mayat laki-laki di dekat pohon mint katamu? Aku rasa aku melewatinya tadi, mayat itu tidak jauh dari sini…”

“Benarkah?” Tanya Lay memastikan.

“Mm, ikuti aku…” Ujar Minho kemudian.

Mereka berjalan dengan panduan Minho dan akhirnya berhenti ketika mencapai sebuah pohon mint yang sangat besar dengan mayat seorang laki-laki di bawahnya. Kris berjalan mendekati mayat yang wajahnya rusak dan hampir tidak di kenali itu, Kris berjongkok kemudian mengeluarkan sarung tangan dari sakunya dan memakainya, dia kemudian memegang wajah mayat itu.

Kris menggunakan sihirnya untuk membuat wajah mayat yang sudah rusak itu utuh kembali, keturunan Ipswich yang lain membulatkan mata mereka tidak percaya ketika melihat siapa sebenarnya mayat tersebut, mereka mengenali mayat itu, dia adalah salah satu teman mereka di kampus, Son Dongwoon. Kris berdiri lagi dan menatap mayat Dongwoon dengan pandangan prihatin.

“Sesuai dugaanku… Dongwoon memang dinyatakan hilang dua hari lalu…” Ujar Kris.

Kris mengangkat wajahnya namun tiba-tiba keningnya mengerenyit, dia berjalan mendekati pohon mint itu dan menyentuh sebuah ukiran yang terpahat di batang pohon.

“Bukankah ini lambang Grandeur?”

-***-

-TBC-

Iklan

12 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 3

  1. Idih… Ada mayat segala, mana gentayangan lagi ntu mayat. Bikin ngeri aja.
    Thor, yang Angel kapan? Aku nungguin udah lama banget. Pokoknya cepet publish ya!

  2. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 4 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s