History of MAMA Chapter 21 [END]

HoM [END]

History of MAMA

Title : History of MAMA

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA
  • Other (find by yourself)

-History of MAMA Chapter Twenty One [END]-

Summary :

“Kris hyung adalah orang yang lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri, aku sangat merasakan kasih sayangnya yang begitu besar walau dia tidak pernah bisa mengatakannya…”

-***-

A/N:

Anneyeonghaseyo readersdeul…

Di chapter terakhir History of MAMA ini, Author mau ngucapin terima kasih buat yang selalu nunggu dan baca FF ini, 12 chapter character profile + 21 chapter story line, total ada 33 chapter secara menyeluruh :^), dan setelah ini Author mungkin akan jarang banget ngepost tapi hanya beberapa saat karena mau fokus UNAS ^^

Chapter sebelumnya -> Chapter 20

Be aware with typo(s)

Happy reading :*

-***-

Sehun menolehkan wajahnya menatap MAMA lain satu per satu dan menghentikan tatapannya pada Kris, dia memandang leadernya itu dengan tatapan memohon, membuat Kris harus menghela nafas beratnya.

Otak dan hati Kris berperang, dia tidak ingin membebani Sehun, tapi melihat bagaimana cara Sehun memandangnya membuat hatinya goyah. Dia memang selalu berubah menjadi sosok yang lemah dan bodoh ketika orang yang disayanginya memandangnya dengan tatapan itu, bahkan Kris akan langsung menuruti apa permintaan mereka tanpa perlu berfikir, dan itu berlaku untuk para MAMA, Kris sangat menyayangi mereka dengan segenap hidupnya, sosok dengan sejuta karisma itu pun akhirnya luluh.

Kris menghela nafas panjang, “Baiklah, aku telah memutuskan kalau kita semua akan kembali ke rumah Sehun…”

Luhan kembali memeluk Sehun, kali ini senyumnya mengembang begitu cerah, “Aku akan kembali ke rumahmu Sehunie… Dan aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu lagi…” Imbuh Luhan lirih.

Di sisi lain, seulas senyuman tipis terbentuk di wajah Jongdae, pria dengan senyum malaikat itu menatap Kris dengan tatapan sayang, matanya menyiratkan betapa hormat dan sayangnya dia kepada orang yang selalu menolong dan berada di sampingnya itu. Bagi Jongdae, Kris adalah sosok seorang kakak sekaligus panutan, Jongdae juga masih mengingat dengan jelas bagaimana pertemuan awalnya dengan Kris setelah ibunya meninggal dahulu, dia benar-benar kakak sekaligus pemimpin yang sangat baik. Sekalipun dia jarang bicara, namun dibalik kediamannya, dia mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang kepada para MAMA dan itu adalah yang terbaik.

‘Aku tau akan seperti ini… Kris hyung adalah orang yang lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri, aku sangat merasakan kasih sayangnya yang begitu besar walau dia tidak pernah bisa mengatakannya… Aku menyayangimu hyung…’ Batin Jongdae.

-***-

Sebenarnya para MAMA berencana untuk pindah kembali ke rumah Sehun keesokan harinya, namun karena Sehun terus saja merengek dan beraegyo ke sebelas hyungnya, para MAMA pun kembali ke rumah Sehun sore itu juga.

Barang-barang mereka kembali tertata di kamar mereka masing-masing seperti sebelum mereka ke Sanguinets, dan hal itu membuat senyum Sehun tidak pernah hilang dari wajah tampannya, begitu pun kenakalannya yang makin menjadi ketika kesebelas hyungnya sudah lengkap semua berada di rumahnya.

“Ya! Minseok-ah, mau tidak kau bercerita kepadaku selama kau menjadi mafia dulu?”

Pletak.

Satu jitakan mendarat mulus di kepala Sehun, Sehun mengelus-elus bekas jitakannya dan menatap orang yang memberinya sebuah jitakan.

Sehun mendengus, “Ya! Suho-yah, kenapa kau menjitakku? Apa kau tidak tau kalau jitakanmu itu sakit heuh?”

Pletak.

Luhan menjitak kepala Sehun dari sisi lain, Sehun menoleh, matanya membulat lebar ketika siapa yang menjitaknya kali ini.

Sehun tersenyum kikuk, “Luhan hyung… Hehe…” Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dalam hati dia meruntuki kenakalannya barusan walaupun dia hanya berniat untuk bercanda.

Luhan melipat kedua tangannya di depan dada, “Apa kau mau aku mempengaruhi Kris agar kita keluar lagi?”

Mata Sehun membulat, dia langsung berdiri dan bergelayut manja kepada Luhan, “Luhan hyung… Kau tidak berniat melakukannya ‘kan? Kau ‘kan menyayangiku…” Rengeknya.

“Tck, percaya diri sekali kau, aku bisa meninggalkanmu kalau kau terus berlaku nakal kepada hyungdeulmu…”

Sehun mengerucutkan bibirnya, dia melangkah lalu merangkul Minseok dan Suho yang sedari tadi hanya terkikik geli melihat tingkahnya dan Luhan, Sehun menatap kedua orang itu bergantian.

“Minseokie hyung~ Suho hyung~ kalian berdua tidak akan pergi dari sini ‘kan? Kalian tidak akan memukul kepalaku kalau aku nakal kepada kalian ‘kan?” Tanya Sehun sambil beraegyo, aegyonya adalah senjata yang sangat ampuh untuk membuat hati hyungnya luluh.

Minseok tersenyum, “Tentu saja, kau juga kan, Suho?” Suho hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

Senyum Sehun merekah, dia kemudian menatap Luhan dan menjulurkan lidahnya, Luhan hanya berdecak kemudian tersenyum.

-***-

Tao dan Jongin sedang berada di taman belakang rumah Sehun, mereka mencelupkan kaki mereka ke dalam kolam kecil di dekat air mancur, entah kapan kedua orang itu menjadi dekat, namun yang jelas kini benang-benang persaudaraan dan kasih sayang itu telah mengikat hati mereka.

“Kau tadi mengatakan kalau kau telah belajar wushu sejak kecil?” Tanya Jongin.

Tao mengangguk, “Tapi aku tidak pernah benar-benar menggunakan kemampuan wushuku untuk perang sebenarnya kecuali kemarin…” Jawabnya tanpa menatap Jongin, dia hanya memandang lurus ke depan.

Jongin memanggut-manggutkan kepalanya pertanda mengerti, “Oh iya, bukankah kau bilang kalau sebelum kau terpilih menjadi MAMA kau adalah keturunan dinasti Huang di China?”

Sekali lagi Tao mengangguk dan membuat Jongin makin penasaran dengan namja yang ada disebelahnya saat ini.

“Bagaimana rasanya menjadi seorang pangeran?”

Tao menghela nafas panjang, dia sedikit mendongakkan wajahnya, “Sangat tidak enak… Hidup di dalam lingkungan istana itu sangat menyebalkan, kau terikat dengan sejuta peraturan yang jika satu saja kau langgar maka kau harus menyiapkan kepalamu untuk di penggal…”

Jongin begidik ngeri, “Apakah seseram itu?”

Tao menoleh, “Tentu saja tidak” Jawab Tao enteng, dia bahkan tersenyum cerah.

“Ya!! Aku bertanya dengan serius, kenapa kau malah menjawabnya dengan bercanda!!” Dengus Jongin kesal.

Tao terkekeh pelan kemudian menepuk bahu Jongin, “Aku tidak bercanda soal peraturan itu, tapi kalau hukumannya aku memang bercanda, hukumannya biasanya akan di kurung dalam kuil selama beberapa hari atau bahkan di asingkan dari istana, selain itu jika kau melanggar adat kerajaan maka hukumannya adalah namamu akan di hapus dari silsilah keluarga…”

“Ku pikir kau beruntung karena kau ditempatkan sebagai pangeran, ternyata nasibmu juga sama buruknya denganku…”

Lagi-lagi Tao terkekeh, “Jongin-ah, kalau seandainya semuanya diulang kembali, aku akan lebih memilih menjadi dirimu…” Ujar Tao, entah kenapa matanya tiba-tiba berubah menjadi sendu.

Kening Jongin mengerut, “Wae?”

“Karena sekalipun kau adalah seorang pembunuh bayaran, setidaknya kau pernah merasakan apa itu yang namanya kasih sayang orang tua, kau bahkan tidak pernah bisa berhenti tersenyum ketika orang tuamu dibangkitkan kembali, sedangkan aku… Aku tidak pernah merasakannya, aku bahkan tidak ingat apa orang tuaku pernah memelukku atau tidak…”

Jongin terdiam, dia tidak menyangka jika Tao yang ia kenal adalah seseorang yang sebenarnya rapuh di dalam, Jongin hanya bisa mengelus-elus punggung Tao sebagai salah satu wujud perhatiannya kepada namja yang ada di sampingnya.

“Tapi sekarang aku tidak butuh yang namanya orang tua lagi…” Ujar Tao tiba-tiba, dia mendongakkan wajahnya ke langit dan memejamkan matanya. “Sekarang aku sudah memiliki kalian, kalian adalah orang-orang yang paling berharga di hidupku saat ini…”

Jongin tersenyum tipis mendengarkan ucapan Tao, “Tao-yah, kau ingin bergabung denganku tidak?”

Tao menolehkan wajahnya, “Bergabung denganmu? Bergabung dalam hal?”

Jongin menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Tao, “Kau sudah tau kalau aku dulunya adalah seorang pembunuh bayaran, kau juga sangat mengetahui dengan baik bagaimana kemampuanku menggunakan senjata, sekarang aku ingin menggunakannya untuk kebaikan, bukan lagi kejahatan seperti dulu, dan dengan kemampuan wushu yang kau miliki, aku yakin kita bisa menjadi team yang baik…”

Tao tersenyum, “Aku akan sangat bahagia jika hal itu telah menjadi kenyataan… Aku akan bergabung denganmu…”

Tao dan Jongin saling berjabat tangan kemudian saling memeluk, dan rasa persaudaraan serta kasih sayang dalam hati mereka pun makin dalam.

-***-

Jongdae sedang bersantai sembari membaca buku di kamarnya, earphone pun terpasang dengan baik dikedua telinganya sehingga dia tidak menyadari jika Baekhyun dan Chanyeol masuk ke kamarnya dengan tiba-tiba, kedua orang itu bahkan langsung mendudukkan diri mereka ranjang Jongdae dan membuat Jongdae terpantul dan hampir jatuh.

“Hahahahaha” Tawa Baekhyun dan Chanyeol meledak, Jongdae hanya mendengus kesal dan kembali menyandarkan punggungnya ke nakas.

“Ya! Jongdae-yah, apa kau tidak bosan hanya berkutat dengan buku-buku itu?” Tukas Baekhyun yang heran dengan keseharian Jongdae yang selalu sama.

Jongdae melepaskan kedua earphone miliknya kemudian menatap Baekhyun, “Kau harus membaca buku untuk menambah wawasanmu, kau tidak bisa hidup dengan baik jika kau hanya bermain-main…”

“Aku masih bisa hidup dengan baik, Sehun ‘kan yang akan mengurus semuanya…” Jawabnya enteng.

Pletak pletak.

Dua jitakan di terima Baekhyun dari Chanyeol dan Jongdae, kedua orang itu menatap Baekhyun dengan wajah datar.

“Ya! Kau ini lebih tua dari Sehun, seharusnya Sehun yang bergantung padamu, bukan malah sebaliknya!” Hardik Chanyeol, Jongdae mengangguk membenarkan.

“Arrasseo!! Aku hanya bercanda tadi, kalian tidak usah memukul kepalaku yang berharga ini!!” Dengus Baekhyun sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan. “Keundae… Bagaimana kalau kita berkaraoke?” Tanya Baekhyun tiba-tiba, bukan hanya itu, ekspresi kesalnya dalam sepersekian detik juga telah berubah menjadi happy mode.

“Bukan ide yang buruk” Ujar Chanyeol. “Bagaimana menurutmu?” Kali ini Chanyeol menanyakan pendapat Jongdae.

“Boleh saja”

Baekhyun melompat gembira, dia langsung menyalakan dvd player dan mengambil microphone yang memang tersedia di masing-masing kamar dan langsung memberikannya kepada Jongdae dan Chanyeol, tak lupa, Baekhyun juga memilih lagu yang cocok untuk dinyanyikan ketiga orang itu bersama-sama. Ketiga orang itu terlihat sangat bahagia, raut wajah mereka sama sekali tidak menyiratkan adanya beban yang mereka pikul, kini mereka bisa bernafas lega dan benar-benar menikmati waktu luang, hal yang di sebut kebahagiaan itu akhirnya merengkuh mereka.

-***-

“Kyungsoo-yah, malam ini kita masak apa?” Tanya Yixing yang sedang memilah-milah sayuran di lemari es.

Bibir berbentuk hati Kyungsoo mengerucut, dia terlihat berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Yixing, “Bagaimana kalau curry ramyun? Aku sangat ingin memakan itu hari ini hyung…” Usulnya.

Yixing menegapkan tubuhnya dan menatap Kyungsoo dengan kening mengerut, “Curry ramyun? Aku tidak pernah memakan itu, apakah itu enak?”

“Tentu saja hyung, kalau tidak enak aku tidak mungkin mengusulkannya kepadamu…”

“Ya sudah kalau begitu, tapi aku tidak bisa memasaknya…”

“Kalau masalah masakan serahkan padaku saja hyung, hyung hanya perlu membantuku untuk memotong sayuran…”

“Baiklah kalau begitu…”

Yixing dan Kyungsoo pun berkonsentrasi pada tugas mereka masing-masing, kedua orang itu terlihat begitu cocok satu sama lain, ketika mereka bersama maka hal yang baik akan selalu terjadi, itu semua karena mereka saling membantu dan melengkapi, dan itulah yang membuat rasa persaudaraan mereka menjadi semakin erat.

-***-

Setelah makan malam, para MAMA berkumpul di balkon lantai tiga rumah Sehun hanya untuk sekedar bercengkrama, mereka memandangi langit malam serta taburan bintang yang menghiasi dengan hati yang bahagia karena memang tidak ada alasan bagi mereka untuk bersedih seperti hari-hari kemarin.

“MAMAdeul! Bukankah besok hari libur?” Ujar Chanyeol tiba-tiba, para MAMA langsung menolehkan wajah mereka kepadanya

“Mm, kenapa memangnya?” Tanya Suho.

“Apa tidak ada diantara kalian yang ingin jalan-jalan? Kita sama sekali belum benar-benar mendapatkan healing time setelah berperang karena terbentur jadwal sekolah dan kuliah…”

Kening Minseok mengerut, “Jalan-jalan? Memangnya kau ingin jalan-jalan kemana?”

Chanyeol memutar bola matanya terlihat sedikit berfikir, “Ah!! Bagaimana kalau kita semua ke pantai?” Usul Chanyeol antusias.

“Aku setuju!!” Jongin langsung bereaksi cepat ketika mendengar usulan Chanyeol, Chanyeol hanya memberikan jempolnya kepada Jongin.

“Pantai? Tapi aku ingin ke rumah nenek Baekhyun…” Ujar Yixing dengan wajah datarnya, para MAMA pun menoleh dan menatapnya juga dengan wajah datar. “Bagaimana kalau kita ke pantai dekat rumah nenek Baekhyun?” Usulnya yang langsung di sambut tawa keras oleh Baekhyun.

“Yixing hyung, di rumah nenek sama sekali tidak ada pantai, yang ada hanya pegunungan, hahaha!!”

Tawa para MAMA pun meledak, sedangkan Yixing masih setia dengan wajah datarnya tanpa ada sedikitpun senyuman yang tersungging di bibirnya. Para MAMA akhirnya melakukan voting dan dari hasil voting tersebut kedua belas MAMA memilih untuk berlibur ke pantai, namun ada seseorang yang dengan spesifik menyebutkan bahwa dia ingin ke pantai dekat rumah Baekhyun, tanpa para MAMA mencari dan bertanya penulisnya mereka sudah tau siapa yang menulis.

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengurus semuanya besok, hyungdeul tinggal menikmati liburan saja…” Ujar Sehun sebagai penutup.

Tanpa mereka sadari sebenarnya sedari tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan tingkah laku kedua belas MAMA, bibir dari pemilik kedua pasang mata itu menyunggingkan senyuman yang mungkin lebih mirip seperti sebuah seringaian, pemilik kedua pasang mata itu akhirnya pergi diiringi cahaya biru yang berpendar sejenak dari tubuh mereka berdua.

Kedua orang itu adalah Yoona dan Donghae.

-***-

Seperti rencana kemarin, para MAMA bermain ke pantai sebagai cara refreshing mereka di waktu senggang, setelah peperangan, mereka memang sama sekali belum bisa mengistirahatkan tubuh mereka karena terbentur dengan jadwal sekolah dan kuliah. Bermain air, saling menciprati satu sama lain dan saling berusaha menceburkan satu sama lain dalam konteks bercanda adalah kegiatan mereka saat ini, mereka terlihat bahagia, sangat bahagia.

Bagi siapa saja yang melihat kedua belas orang itu bermain mungkin bisa merasakan betapa kuatnya ikatan persahabatan juga persaudaraan yang terjalin diantara mereka, bahkan hanya dari cara mereka menatap satu sama lain, terlihat jelas betapa mereka saling menyayangi, dan rasa sayang mereka mungkin adalah rasa sayang yang tidak akan pernah bisa dimiliki oleh manusia biasa, rasa sayang yang bahkan bisa membuat mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi yang lain, ah… Mereka memang bukan manusia, mereka adalah yang terpilih.

“Hey!!”

Mereka mendengar suara perempuan yang sangat familiar ditelinga mereka, kedua belas orang itu menoleh ke sumber suara dan hanya bisa mengangakan mulut mereka lebar. Mereka melihat yeoja yang dengan mesranya bergandengan dengan seorang namja, mereka berdua memakai baju pantai dengan motif bunga-bunga, tak lupa mereka mengenakan kaca mata hitam untuk melindungi mata mereka dari teriknya sinar matahari yang semakin terik karena Baekhyun sedang bahagia. Kedua orang itu tersenyum dengan sangat lebar ketika mereka telah berada diantara MAMA.

“Papa? Mama? Apa yang kalian lakukan disini? Dan kenapa pakaian kalian… Aish…” Sehun tidak mampu meneruskan kata-kata dan hanya mengacak-acak rambutnya ketika melihat penampilan kedua orang tuanya, kedua orang itu memberi senyuman manis kepada Sehun.

“Kenapa? Memangnya kami tidak boleh bermain dan berpakaian seperti kalian?” Tanya Donghae.

“A… Aniyo, tentu saja hyung dan noona bisa melakukan apa yang kalian inginkan… Dan setiap perintah kalian kami juga harus menuruti…” Jawab Yixing sedikit kikuk, senyum Donghae dan Yoona makin melebar, tapi senyuman mereka bukan seperti senyuman biasa, namun ‘Devil Smile’, membuat para MAMA menebak-nebak apa yang ada dipikiran kedua orang itu hingga membuat mereka tersenyum setan.

“Karena kalian harus menuruti semua perintah kami maka aku akan memberi kalian sebuah tugas…” Ujar Donghae, para MAMA kembali mengangakan mulut mereka dan melihat kedua orang itu dengan tatapan –yang-benar-saja-.

“Apa??! Pa, kita ini sedang refreshing, kenapa Papa malah memberi kami tugas?!!” Sehun memprotes.

“Sudah diam, turuti saja perintah ayahmu ini!” Hardik Donghae yang langsung membuat bibir Sehun mengerucut, melihat anaknya cemberut, baik Donghae maupun Yoona langsung mencubit pipi Sehun bergantian.

“Aigoo… Kyeowo~” Ujar Yoona yang hanya dibalas dengusan oleh Sehun. “Sehunie, jangan cemberut sayang… Papamu hanya menggodamu, dia tidak mungkin benar-benar memberi kalian tugas… Iya ‘kan Aiden?” Yoona menolehkan wajahnya kepada Donghae menuntut sebuah jawaban.

Donghae tersenyum dan mengangguk, “Mm… Aku hanya bercanda tadi…” Jawab Donghae yang disambut nafas kelegaan dari para MAMA.

“Papa usil!”

-***-

4 Years Later

Para MAMA memakan makan malam mereka dengan lahap, selama empat tahun terakhir, banyak hal yang telah mereka alami bersama, dan banyak yang mereka pelajari dari setiap kejadian yang terjadi dalam hidup mereka.

Kris, Luhan, dan Minseok kini menjadi karyawan di perusahaan Sehun dan tentunya mereka menjadi orang yang berpengaruh di dalam perusahaan tersebut karena mereka adalah kakak dari sang pemilik, Suho dan Yixing yang mempersiapkan kelulusan mereka juga telah sukses dibidang mereka masing-masing, Suho yang memang ingin menjadi seorang professor telah menyelesaikan ujian kualisifikasinya dan tinggal menunggu hasil, sedangkan Yixing, kalau awalnya dia ingin menjadi guru dance, dia telah mengubah keinginannya menjadi seorang dokter, dan dia telah di rekrut sebuah rumah sakit besar untuk menjadi dokter di sana setelah dia lulus.

Baekhyun dan Jongdae yang memiliki suara indah juga telah berhasil menjadi seorang penyanyi juga radio DJ yang terkenal, mereka memiliki banyak fans, terutama dari kalangan remaja wanita. Chanyeol yang sejak awal memiliki ketertarikan terhadap ilmiah kini menjadi asisten seorang professor di kampus dan berencana untuk menjadi anggota team peniliti Korea, dia kini juga telah membuka pikirannya untuk legenda, karena dia termasuk salah satu dari legenda, legenda para MAMA. Kyungsoo, namja mungil yang hobi memasak itu juga telah menyalurkan bakatnya pada jalur yang tepat, setiap sepulang kuliah dia akan bekerja menjadi seorang koki di restoran berbintang lima, hanya tinggal menunggu waktu hingga dia menjadi chef terkenal karena skillnya yang luar biasa.

Untuk Jongin dan Tao, sekalipun usia mereka masih muda, tapi kedua orang itu merupakan orang-orang yang sangat hebat, terbukti dengan di rekrutnya mereka menjadi anggota FBI Korea yang menyelidiki kasus-kasus dalam skala besar dan tingkat kesulitan yang tinggi. Jongin, seperti julukannya dulu ‘Black Gun’, menjadi salah satu anggota FBI dengan kemampuan yang luar biasa dalam bidang persenjataan, sedangkan Tao, kemampuan wushunya yang tidak bisa di remehkan terkadang menjadi guru bela diri bagi anggota FBI yang baru bergabung.

Dan untuk Sehun… Sesekali dia ikut mengurusi perusahannya jika memang harus dia yang turun tangan, tapi dia telah mempercayakan perusahannya itu kepada ketiga hyungnya yang bekerja di sana, dia juga masih aktif sebagai salah satu anggota NASA yang memberikan sumbangsih pengetahuan yang besar kepada mereka. Sesekali Yoona dan Donghae mengunjunginya dan mengajaknya berjalan-jalan di bumi bersama MAMA lain.

Dikelilingi oleh kasih sayang dari orang tua juga kakak-kakaknya kini membuat Sehun berubah, dia lebih bisa mengekspresikan perasaannya dan tidak lagi menjadi seorang namja tanpa ekspresi sebelum dia bertemu dengan para MAMA, kini senyuman manis dan tawa selalu menghiasi wajahnya.

Para MAMA yang awalnya tidak mengetahui siapa mereka telah di pertemukan kembali oleh takdir yang membuat mereka bersama untuk waktu yang lama, takdir itu juga yang membuat mereka sangat dekat bagai saudara kandung. Perbedaan kebangsaan, warna kulit juga bahasa tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjaga jagad raya agar tetap seimbang. Lebih dari itu, menjaga satu sama lain adalah sesuatu yang menjadi prioritas utama dalam kehidupan mereka, perasaan saling menyayangi yang makin hari makin dalam diantara mereka seakan membentuk tali transparan yang mengikat mereka untuk selalu bersama. Mereka adalah satu, kedua belas orang itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Hyungdeul, apa yang akan kalian lakukan hari Minggu besok?” Tanya Sehun tiba-tiba di tengah acara makan mereka.

“Aku, Luhan dan Minseok akan ke Jeju untuk rapat…”

“Aku dan Jongdae ada jadwal perform di salah satu sekolah…”

“Aku dan Jongin harus melatih anggota baru di kantor…”

“Aku harus melihat hasil kualisifikasiku menjadi professor…”

“Aku harus ke rumah sakit membantu operasi…”

“Aku ada pelajaran tambahan dari chef untuk menu baru…”

“Aku dan professor harus meneliti manfaat kulit buah manggis…”

Berbagai macam jawaban terlontar dari mulut para MAMA yang membuat Sehun mengangakan mulutnya tidak percaya, dia baru menyadari jika kakak-kakaknya adalah orang yang sibuk.

“Kalian punya acara sendiri-sendiri? Tidak ada yang kosong?” Tanya Sehun memastikan.

“Mm, memangnya kenapa kau bertanya? Apakah Yoona noona dan Donghae hyung akan datang dan mengajak kami jalan-jalan seperti biasanya?” Tanya Luhan dengan mulut penuh dengan makanan, Sehun menggeleng.

Melihat Sehun yang menggeleng, para MAMA pun meneruskan makan mereka dengan lahap. Sehun hanya menatap mereka dengan bibir cemberut, namun itu hanya sesaat, sebuah senyuman licik tiba-tiba muncul di wajahnya, dia mengambil handphone dan menghubungi seseorang, dia kemudian menyebutkan semua jadwal hyungnya yang langsung membuat kakak-kakaknya menoleh kepadanya.

“Anda bisa mengurus itu semua ‘kan tuan Shin? Terima kasih…” Ujarnya sebelum menutup telepon, Sehun meletakkan handphonenya dan terlonjak kaget ketika seluruh hyungnya menatapnya dengan kening mengerut.

“Apa yang baru saja kau bicarakan dengan tuan Shin? Jangan bilang kalau kau-”

“Aku memang menyuruhnya untuk membatalkan semua jadwal hyungdeul…” Ujar Sehun memotong ucapan Kris dengan wajah polosnya.

“MWO?!”

“Kenapa kau melakukan itu?!!”

“Apa yang ada dikepalamu saat ini?”

“Ya! Berani-beraninya kau membatalkan jadwal kami!!”

“Ya! Apa kau sudah gila?”

“Neo  jinjja!!”

“Oh Sehun!!!”

Protes mulai bermunculan terhadap Sehun, tapi namja itu hanya memberikan eye smile kepada hyungdeulnya.

“Sehun-ah, ada apa sebenarnya? Ada apa denganmu?? Kenapa kau membatalkan jadwal kami?!” Tanya Kyungsoo yang paling kesal karena minggu besok adalah sesuatu yang berharga baginya.

“Karena kita akan berlibur ke Hawaii~” Jawab Sehun ceria.

“APA?!!”

-***-

-END-

Iklan

36 thoughts on “History of MAMA Chapter 21 [END]

  1. ciee kris dipuji chenchen
    hehehehe
    #coledagukris

    “menjaga satu sama lain adalah sesuatu yang menjadi prioritas utama dalam kehidupan
    mereka, perasaan saling menyayangi yang makin hari makin dalam diantara mereka seakan membentuk tali transparan yang mengikat mereka untuk selalu bersama. Mereka adalah satu, kedua belas orang itu adalah satu”
    suka sma kata” iniii >,<

    ahh knph harus END !!!!
    ok FINE
    semangat buat UN.a
    fighting !!!!!

  2. Childish hun 😀
    Finally, masalahnya kelar juga . Senangnyaaaa
    Good job authornim 🙂

    Aaah, mau UN juga? Samaan dong . Good luck yaa 🙂

  3. Yah, end deh u.u
    sehun asli maknae paling ngeselin emang 😀 wkwk
    aku suka sama pemilihan katanya ^^ pas dan feelnya dapet
    btw, hwaiting ya thor buat UNAS-nya
    aku tunggu ffmu selanjutnya 😉

  4. Eh udah END ini ? Huaaa ko cepet bgt kayanya wkwk
    ga ngebayangin itu yoong sama hae oppa ikutan ke pantai haha
    jadi inget di exoshow time yg episode pantainya wkwk

  5. Daebak thor/eon/saeng 😀
    Aku sukaa sama Suju, Exo, apalagi ada Yoona eonninya. 😉
    Dia bias pertama aku di soshi, dan juga di antara GB korea *gaktanya* :p
    Aku request epep Yoong eon sama Siwon oppa dong thor/saeng/eon :D. Jebal juseyo, eoh? *mukamelas*
    Btw soal member soshi, aku juga ada yang kurang sreg loh. Aku sehati sama authornya 😀 Jessica sama Tiffany *tereakpaketoa*/eh :p
    Pertimbangin lagi yah thor buat epep Yoona eon sama Siwon oppa atau yang lainnya. Saranghae :* *modus*

    Let’s Share Happy Virus of YoonA! ❤

  6. aigoo…….pas nemu ff ini..aq langsung baca seharian dari awal mpe akhir….seharian lho unni…

    ff dr unni daebak…..kadang ikuutan seehun nangis jugga…..lanjut baca ff lainnya ah…yg blom end semoga unni cpet update…..

  7. aigoo…….pas nemu ff ini..aq langsung baca seharian dari awal mpe akhir….baru selesai…

    ff dr unni daebak…..kadang ikuutan seehun nangis jugga…..lanjut baca ff lainnya ah…yg blom end semoga unni cpet update…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s