The Hidden and The Sacred Chapter 4

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Four-

Summary :

“Yang melakukannya adalah salah seorang dari Hill”

-***-

A/N:

Hari terakhir ujian akhir sekolah~ jadinya ngepost ini deh, tapi try out dinas dan UNAS masih menunggu di depan mata -__-“

Part Sebelumnya -> 3

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Kris meraba lambang Grandeur itu dan langsung menjauhkan tangannya ketika di rasanya tangannya tersetrum, untuk sesaat lambang itu berkilat, Kris membalikkan tubuhnya menatap keturunan Ipswich yang lain, dia menatap mereka dengan tatapan tajam dan seperti ingin membunuh, membuat keturunan Ipswich takut karena ini pertama kalinya mereka melihat Kris seperti itu.

“Apa ada diantara kalian yang mencoba sihir terlarang?” Kris bertanya dingin.

“Sihir terlarang?” Ulang Xiumin memastikan pendengarannya tidak salah, Kris hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

Luhan menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, melihat wajah keturunan Ipswich satu per satu kemudian menatap Kris. “Aku yakin diantara kita tidak akan melakukan sihir itu, kau mengenali kami Kris… Tidak ada satupun dari kita yang yang akan melakukan hal itu…” Ujarnya pelan.

“Kalau begitu kenapa di batang pohon mint ini terukir lambang Grandeur?” Kris menunjuk lambang berbentuk segitiga dengan bulatan dan mata di tengahnya yang terukir di sana, lambang itu berkilat sejenak.

Luhan melangkahkan kakinya mendekat, dia menyipitkan matanya menatap lambang itu tanpa berani menyentuhnya. “Ini benar-benar lambang Grandeur…”

Memberanikan diri, Luhan mencoba menyentuh lambang itu dan sama seperti Kris, dia langsung menjauhkan tangannya ketika merasa tangannya seperti tersetrum, dia menatap Kris dengan mata membulat.

“Kalau kau juga merasakan hal yang sama sepertiku berarti Graham memang bukan pelakunya, begitupun Tvez, sekarang hanya tinggal mengecek Stovkz dan Hill…” Ujar Kris yang kemudian melempar tatapannya kepada Xiumin dan Suho.

Xiumin dan Suho saling menatap, mereka saling menganggukkan kepala mereka kemudian melangkah mendekati pohon itu, Xiumin menyentuh lambang itu dan dia juga sama tersetrumnya dengan Kris dan Luhan, sekarang tinggal Suho, dia mewakili Hill untuk membuktikan bahwa dia dan adik-adiknya memang bukan yang mencoba menggunakan sihir terlarang.

Suho mendekatkan tangannya kepada lambang itu. Aneh, tidak seperti ketiga orang yang lain, semakin tangan Suho mendekat maka ukiran itu semakin berpendar, bahkan ukiran itu bersinar terang ketika tangan Suho menyentuhnya, dia sama sekali tidak merasa tersetrum.

Semua orang yang berada disitu membulatkan mata mereka, mereka kaget, bahkan Suho sendiri juga sangat kaget karena reaksi lambang itu ketika dia menyentuhnya, Suho menarik tangannya menjauh, lambang itu pun mulai meredup.

Lay menepuk bahu Suho, “Yang melakukannya adalah salah seorang dari Hill…”

-***-

Baekhyun mulai tenang, namun wajahnya masih terlihat murung, dia tidak bisa menikmati piknik kecil dengan adik-adiknya seperti biasa, dia masih sangat takut. Sekalipun Chanyeol selalu ada di sampingnya dan terus berusaha untuk membuatnya ceria kembali, dia masih saja murung.

“Chen hyung, aku boleh mengajak Taemin ke sini?” Kai bertanya sekaligus meminta izin.

Chen mengangguk, “Boleh saja”

“Kalau begitu aku akan menelponnya…” Ujar Kai kemudian menjauh untuk menelpon Taemin.

“Hyung, kira-kira siapa yang menggunakan sihir terlarang?” Tao bertanya kepada Chen yang sibuk menata piring-piring kertas yang dibawanya.

Chen menoleh, “Aku tidak tau, tapi yang jelas pelakunya bukan Sehun dan Kai…” Jawabnya kemudian kembali fokus menyiapkan piring-piring kertas.

Tao yang tadi menelungkupkan badannya beringsut kemudian duduk, dia memandang Chen bingung. “Kenapa mereka berdua bukan pelakunya?”

Chen menghela nafas berat dan menatap Tao lagi, “Karena mereka belum ‘naik’… Mereka masih berumur 19 tahun, kau tau ‘kan aturan dalam keluarga kita? Kita akan ‘naik’ tepat ketika ulang tahun kita yang kedua puluh…” Jelasnya pelan, Tao menganggukan kepalanya mengerti.

“Apa kau tidak pernah membaca buku sejarah keluarga kita, heuh? Bagaimana mungkin kau tidak tau hal dasar itu?” Tanya Sehun yang lebih terdengar menyindir.

“Memangnya kau tau?” Tanya Tao balik, dia mendengus.

“Tentu saja aku tau…” Jawab Sehun santai, dan itu membuat Tao makin kesal.

Chen masih berkutat dengan piring-piring kertas ketika D.O menyerahkan sandwich buatannya yang telah jadi, Chen menatap sandwich-sandwich itu dan meneguk ludahnya kasar, sandwich buatan D.O terlihat begitu lezat.

“D.O, berapa sandwich yang kau buat?” Tanya Chen.

“Aku membuat empat belas, jadi kita akan mendapatkan masing-masing dua…”

“Aku rasa kau harus membuat dua sandwich lagi…”

“Kenapa?”

“Karena Kai mengundang Taemin ke sini…” Jawab Chen, mata D.O membulat.

“Benarkah? Baiklah kalau begitu, aku akan membuat dua lagi” Ujarnya kemudian mulai mengambil bahan-bahan dan mulai membuat sandwich lagi.

“Hyung!!”

Keturunan Ipswich menoleh, Kai melambaikan tangan kanannya dengan tangan kiri yang menggandeng tangan Taemin, Taemin tersenyum manis. Kedua orang itu kemudian mendudukkan diri mereka diantara keturunan Ipswich yang lain.

“Hai” Taemin menyapa keturunan Ipswich, mereka membalas sapaan Taemin dengan senyuman yang manis.

“Taemin, kau membuat Kai berpaling dari D.O” Celetuk Chanyeol yang membuat kening Taemin mengerut.

“Maksudnya?”

“Sebelum kedatanganmu Kai selalu menghabiskan waktunya bersama D.O,  tapi setelah kau datang dia lebih banyak denganmu dari pada dengannya…” Jelas Chanyeol.

Taemin menolehkan wajahnya menatap Kai, “Apa itu berdampak buruk?” Tanya Taemin polos, keturunan Ipswich langsung tertawa terbahak-bahak ketika mendengar pertanyaan Taemin.

Taemin mengedarkan pandangannya menatap keturunan Ipswich bingung, dia tidak mengerti apa yang lucu hingga membuat mereka tertawa seperti itu, apa ada yang salah dengan pertanyaannya tadi.

“Kenapa kalian tertawa?” Tanya Taemin lagi dengan wajah polosnya, dan lagi-lagi hal itu membuat keturunan Ipswich tertawa terbahak-bahak, terutama Tao yang tidak bisa menghentikan tawanya, Baekhyun yang tadi murung pun kini mulai tersenyum walaupun tidak tertawa seperti yang lain.

Kai merangkul pundak Taemin dan menatap Taemin sedikit menahan tawanya, “Astaga… Kau benar-benar polos…”

“Sudah-sudah, jangan dilanjutkan, perutku sudah sakit karena terlalu banyak tertawa…” Ujar D.O sambil memegangi perutnya. “Lebih baik sekarang kita makan…” Lanjutnya kemudian menyerahkan sandwich yang dibuatnya tadi.

Mereka pun mengambil sandwich buatan D.O dan memakannya dengan lahap, namun di sela-sela mereka makan, Kai, Tao, dan Taemin tersedak bersamaan, membuat yang lain merasa heran.

“Eung? Kenapa kalian bisa tersedak bersamaan?” Baekhyun mengeluarkan suara, dia menatap ketiga orang itu bergantian.

Tao, Kai, dan Taemin saling menoleh, menatap satu sama lain kemudian menatap keturunan Ipswich, mereka menggeleng dan mengendikkan bahu mereka pertanda tidak tau.

“Aneh…” Keturunan Ipswich bergumam pelan.

Drrtt drrtt

Handphone Chanyeol bergetar, dia melihat layarnya sebentar kemudian mendekatkan handphone itu ke telinganya.

“Hello?”

“…”

“Kenapa begitu tiba-tiba hyung?”

“…”

“Aku mengerti, akan ku sampaikan kepada yang lain…” Chanyeol terlihat lemas setelah menutup teleponnya, dia menatap keturunan Ipswich dengan bibir mengerucut.

Baekhyun menatap Chanyeol dan memegang pipinya, “Kenapa mukamu seperti itu?” Tanyanya pelan.

Chanyeol menghela nafas berat, “Kris hyung menyuruh kita untuk pulang sekarang juga…”

“Kenapa?” Tanya D.O dengan mulut penuh dengan makanan.

“Kris hyung mengatakan kalau kita harus rapat keluarga…”

“Kenapa tiba-tiba?”

“Aku tidak tau, Kris hyung cuma mengatakan kalau ini sangat penting…”

Keturunan Ipswich menghela nafas mereka kecewa.

Kai menolehkan wajahnya menatap Taemin, “Maafkan aku…” Ujarnya lirih, Taemin ikut menolehkan wajahnya menatap Kai.

“Kenapa kau meminta maaf?”

“Aku minta maaf karena aku tidak bisa menepati ucapanku, bukankah aku tadi mengatakan padamu kalau aku akan mengajakmu bersenang-senang?” Jelas Kai pelan, ada nada penyesalan dibalik ucapannya barusan.

Taemin tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Kai, “Tidak apa-apa, begini saja aku sudah senang…”

Kai membalas senyuman Taemin, “Aku bahagia memiliki sahabat sepertimu…”

-***-

Entahlah, ruang bawah tanah keluarga Ipswich itu kali ini terasa begitu seram karena ekspresi Kris yang terlihat sangat marah, Kris menatap tajam adik-adiknya seperti seekor mangsa yang akan dia bunuh, Kris menghentikan tatapannya kepada salah satu dari mereka yang menunduk takut.

“Tao Hill, apa kau yang mencoba menggunakan sihir terlarang?” Kris bertanya dingin, Tao langsung mendongakkan kepalanya kaget, sedangkan keturunan Ipswich yang lain langsung mengarahkan tatapannya kepada Tao.

“Aku?” Ulang Tao sambil menunjuk dirinya.

“Apa aku harus mengulanginya dua kali?”

Tao berdiri dan menatap Kris marah, “Kenapa kau menuduhku? Kau bahkan tidak mempunyai bukti apapun bahwa aku pelakunya!!”

“Kalau bukan kau siapa lagi, heuh? Suho? Kai? Tidak mungkin dua orang itu yang melakukannya! Kau tau Suho bukan orang yang seperti itu dan Kai belum ‘naik’! Dia tidak mungkin bisa melakukan itu kalau dia belum ‘naik’! Satu-satunya yang tersisa adalah kau, dan kami semua tau kalau kau adalah orang yang suka melanggar peraturan!!” Kris berteriak, dia terlihat begitu marah.

Tao mengepalkan kedua tangannya, wajahnya memerah menahan tangis, “Aku bahkan tidak pernah membaca buku sejarah keluarga kita, bahkan aku tidak sadar aku sudah ‘naik’ atau belum, kenapa kau menuduhku seperti ini??!!”

Air mata Tao menetes, membuat Kris membelalakkan matanya kaget, rasa bersalah hinggap dihatinya karena melihat Tao yang kini terisak. Chen berdiri dan memeluk Tao, dia menepuk-nepuk punggung Tao untuk menenangkannya, namun nyatanya Tao semakin keras menangis.

Chen menatap Kris dengan tatapan kecewa, “Hyung… Kau sangat mengenal Tao, Tao adalah orang yang polos, tidak mungkin dia melakukan hal itu… Dia bahkan baru tau tentang peraturan ‘naik’ tadi siang dan aku yang menjelaskannya, aku kecewa denganmu hyung… Hyung bukan seperti orang yang aku kenal selama ini…”

Kris terdiam, dia hanya memandangi Chen yang kini menuntun Tao dan mendudukkannya, Chen masih memberikan tatapan kecewanya kepada Kris dan membuat rasa bersalah Kris makin besar, Kris melangkahkan kakinya pelan, dia memegang bahu Tao pelan.

“Tao, maafkan hyung…”

Tao diam tak bergeming, Kris menghela nafas berat kemudian memeluk Tao dari belakang, Tao membelalakkan matanya kaget.

“Maafkan hyung, hyung memang salah…” Ujarnya menyesal, dia menyembunyikan wajahnya dibalik punggung Tao.

-***-

“Ke… Keluarga mereka sedang bertengkar tuan…” Seorang berkaca mata tebal melapor kepada sosok berjubah hitam yang memberinya sebuah seringaian.

“Hanya butuh sedikit sentuhan lagi untuk memecah mereka…”

-***-

-TBC-

 

Iklan

15 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 4

  1. Kris sensitif amat, baru gitu aja dah nuduh sembarangan. Tapi, gakpapa deh, inikan cuma cerita hehe.

    Thor, jangan lupa sama Angel, saya nungguin loh~

  2. Ping-balik: The Hidden and The Sacred Chapter 5 | Acha's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s