The Hidden and The Sacred Chapter 5

The Hidden and The Sacred

The Hidden and The Sacred

Title : The Hidden and The Sacred

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Cast :

  • EXO Member
  • Lee Taemin SHINee
  • Choi Minho SHINee
  • Other

-Chapter Five-

Summary :

“Perkataanmu barusan secara tidak langsung menunjukkan bahwa kau juga menuduh kami!!”

-***-

A/N:

pertama-tama mau ngucapin selamat buat Nickhun ama Tiffany yang udah go public dan di konfirmasi ama agensi masing-masing \(^o^)/, selanjutnya berita tentang comeback.nya EXO tanggal 15 April yang bertepatan dengan Lunar Eclipse (it’s cool) dan hari kedua saya UNAS dengan mata pelajaran Matematika dan Kimia -___-“

Jadi comeback mereka kali ini bawa kebahagiaan sekaligus kesengsaraan buat saya, entar gimana waktu ngerjain kepikiran ama EXO doang? Hffttt….

Part before: 4

Be aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Dua orang itu saling diam, tidak ada satupun dari mereka yang berniat untuk bicara lebih dulu. Mereka hanya menundukkan kepala mereka sampai salah satu dari mereka mengangkat kepala dan menatap yang lain.

“Maafkan aku…” Orang itu diam sejenak menghela nafas berat, “Aku mohon kau jangan marah lagi padaku, aku tau aku salah karena aku menuduhmu tanpa bukti, tapi bukankah aku sudah meminta maaf? Apa kau masih tidak bisa menerima permintaan maafku, Tao?”

Tao menoleh, “Mudah bagimu untuk mengatakan maaf, tapi apa kau tau betapa sakitnya hatiku ketika kau mengatakan itu tadi? Aku membencimu, Kris!”

Tao beranjak dari tempat duduknya, dia melangkahkan kakinya pelan meninggalkan Kris yang hanya menatapnya hingga sosoknya tidak terlihat lagi. Kris menyandarkan punggungnya ke tembok dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Akkkhhh!!! Kau bodoh Kris!!”

-***-

Suasana menjadi sedikit canggung antara D.O dan Kai, Kai yang biasanya bermanja-manja ke D.O kini seperti menjaga jarak dengan pria bermata bulat itu. Bukan karena Kai tidak menyayangi D.O, justru Kai menjauhi D.O karena Kai begitu menyayanginya, Kai tau, D.O pasti saat ini sedang takut dengan Hill, D.O adalah sosok polos yang mudah takut, Kai akan menjaga jarak dengan D.O hingga pelaku sebenarnya penggunaan sihir terlarang itu terkuak.

Kai melamun di bawah pohon oak yang tumbuh di belakang rumah keluarganya, menyandarkan punggungnya dan merasakan hembusan angin yang menerpa wajah tampannya, dia tidak menyadari jika sedari tadi ada sosok berjubah hitam yang mengawasinya di balik dahan dan dedaunan pohon oak yang disandarinya. Sosok itu menyeringai kemudian menghilang.

“Kai Hill, what are you doing here?”

Kai menoleh kaget, “Taemin? How did you come here? I think I never tell you about my address before…”

Taemin membulatkan matanya sejenak, namun dalam sepersekian detik mata itu membentuk bulan sabit yang sangat manis, “I ask your friend in college…” Jawabnya sambil tersenyum manis.

Kai mengerutkan keningnya bingung, “Really? That’s strange…” Ujar Kai lirih.

“Strange?” Ulang Taemin.

Kai mengangguk, “Mm, you know… No one knows about our home and actually we hide it from people, when they asked about our address we always avoid it, the teachers too, they didn’t know about it either…”

“Really? How about your family’s data in university? Your address is included, right?”

Kai menganggukkan kepalanya lagi, “Yeah, but we didn’t write this address, we write another place in Seoul as our address, in other word we were lying about that…” Jawab Kai santai.

Kali ini Taemin mengerutkan keningnya pertanda ia tidak mengerti, “Why did you do that?”

“Because it’ll be dangerous if they know about us…”

Kerutan di kening Taemin makin terlihat jelas, dia menatap Kai dengan wajah penuh tanda tanya, “Why?”

Kai menepuk bahu Taemin, “I’m sorry, Taemin… I can’t tell you this times, this is my family’s secret…”

Taemin menghela nafas panjang dan mengangguk lagi, “I get it~” Ujar Taemin menyerah, Kai menepuk-nepuk punggung Taemin sebagai permintaan maaf.

-***-

Minho menatap foto mayat Dongwoon, dia sekarang berada di kantor polisi Seoul sebagai saksi, keturunan Ipswich yang memintanya dan dia sama sekali tidak keberatan, Minho mengetuk-ketukkan bolpoint yang di pegangnya, matanya yang bulat begitu teliti melihat setiap detail foto yang ada di depannya. Mata Minho tiba-tiba melebar, dia langsung mengambil salah satu foto mayat Dongwoon yang memperlihatkan leher Dongwoon yang terdapat luka bekas gigitan, namun bekas gigitan itu jelas bukan gigitan vampire, melainkan gigitan manusia biasa.

“Pak polisi, bisa saya melihat mayat ini?” Pinta Minho kepada salah satu polisi yang kebetulan lewat.

“Untuk apa anda melihat mayat ini?” Tanya polisi itu.

“Saya menemukan sebuah kejanggalan pak, mungkin itu juga penyebab kematian pria ini…” Jelas Minho, polisi itu terlihat ragu untuk beberapa saat namun pada akhirnya dia mengangguk.

Polisi itu menemani Minho ke ruang otopsi, kantung jenazah di buka, bau busuk mayat langsung menyeruak, membuat polisi itu langsung menutup hidungnya dan seperti hampir muntah, sangat berbeda dengan Minho, dia terlihat biasa saja.

Minho menggunakan sarung tangannya terlebih dahulu sebelum menyentuh mayat itu walaupun sebenarnya dia tidak menggunakan sarung tanganpun tidak ada pengaruhnya, vampire adalah makhluk tanpa sidik jari. Minho mengangkat dagu mayat itu hingga lehernya terlihat jelas, mata Minho membulat, dia semakin yakin dengan apa yang ada dipikirannya tadi. Minho menyentuh bekas gigitan itu dan langsung menjauhkan tangannya karena merasa seperti tersengat listrik.

Minho menatap polisi yang sampai saat ini masih menutup hidungnya itu, “Pak, saya pikir ini adalah penyebab kematiannya…” Ujar Minho sambil menunjuk bekas gigitan yang ada di leher mayat.

Polisi itu mendekat dan memperhatikan bekas gigitan itu dengan seksama, keningnya mengerut heran.

“Seperti bekas gigi-… Eh? Kemana perginya saksi tadi?” Polisi itu menolehkan wajahnya ke semua arah dan tidak mendapati Minho, badannya mulai bergetar karena ketakutan, dia langsung berlari tanpa mengembalikan mayat Dongwoon ketempatnya semula.

-***-

“Sehun!”

Sehun menolehkan wajahnya kepada sang pemanggil, “Minho hyung? Ada apa kau ke rumah?”

“Yang membunuh mayat itu adalah seorang Wizard…” Minho terengah-engah.

Sehun mengerutkan keningnya, “Mayat? Mayat siapa?” Tanya Sehun tidak mengerti.

Minho menatap Sehun bingung, “Kau tidak tau tentang hal ini?” Minho bertanya balik.

“Aku sama sekali tidak mengerti apa yang hyung bicarakan…” Ujarnya.

“Luhan!!” Minho memanggil Luhan yang kebetulan lewat, Luhan pun menghentikan langkahnya dan menatap kedua orang itu bergantian.

“Ada apa?”

“Kemarilah, ada yang ingin aku katakan padamu…”

Luhan melangkahkan kakinya mendekati kedua orang itu, Sehun masih memasang wajah bingungnya, membuat Luhan juga ikut bingung ada apa sebenarnya.

“Mayat itu… Mayat itu di bunuh oleh seorang Wizard!!” Ujar Minho antusias.

Luhan memasang wajah datar, “Aku sudah tau…”

Minho membulatkan matanya, “What?!!”

“Aku sudah tau, dan itu juga yang membuat keluarga kami agak renggang saat ini…” Ujar Luhan lirih, matanya berubah menjadi sendu.

“Luhan hyung, apa ini ada hubungannya dengan penggunaan sihir terlarang itu?” Tanya Sehun yang akhirnya mengerti kemana arah pembicaraan ini berlanjut serta hubungannya dengan masalah yang dihadapi keluarganya.

Luhan mengangguk, “Aku seharusnya tidak mengatakan ini padamu, tapi karena kau sudah tau terlalu banyak maka aku akan menyampaikannya, pelakunya adalah salah seorang dari Hill…”

-***-

Baekhyun hanya bersembunyi dibalik selimutnya walaupun matahari sudah semakin tinggi, dia sama sekali tidak berkeinginan untuk bangun walaupun Chanyeol dan Chen bergantian menghiburnya, ada yang kurang di rumah keluarga Ipswich jika Baekhyun hanya diam, senyum dan gelak tawa seakan hilang dari keluarga mereka.

Menyerah dengan keadaan Baekhyun, Chanyeol dan Chen akhirnya meminta Xiumin untuk turun tangan karena dia adalah yang tertua, Xiumin pun mengiyakan.

Xiumin duduk di samping ranjang Baekhyun dan menggerakkan bahu namja itu pelan, “Baekhyun…” Panggilnya lirih.

Baekhyun membuka selimutnya dan menatap Xiumin, matanya terlihat merah menahan tangis.

Xiumin memegang pipi Baekhyun dengan kedua tangannya dan menatap mata Baekhyun lekat-lekat, “Kenapa kau menangis?”

“Seseorang mengirimiku ‘yang mulai gelap’ lagi…” Ujarnya lirih dan langsung menangis, Xiumin langsung memeluk Baekhyun erat dan menepuk-nepuk punggung namja itu pelan. “Aku takut hyung… Aku benar-benar takut…” Isak Baekhyun masih didalam pelukan Xiumin.

“Tenanglah, kau tidak sendiri… Masih ada kami yang akan selalu melindungimu…”

-***-

“Jangan bohong!!” Suho berteriak tidak percaya.

“Aku tidak bohong hyung, aku bersungguh-sungguh, ada seseorang yang mengirimi Baekhyun ‘yang mulai gelap’ lagi tadi, dan Baekhyun mengatakan kalau kali ini dalam bentuk mayat wanita yang beraroma lavender…” Jelas Chanyeol yang makin terdengar lirih, hatinya sakit ketika mengingat tangisan Baekhyun tadi.

Lay menepuk pundak Suho, “Suho, aku rasa kau harus berbicara dengan Tao dan Kai… Kau juga harus menyertakan Kris atau Xiumin sebagai penengah, aku yakin kita akan segera menemukan titik terang masalah ini jika kita malakukan itu…” Ujarnya menasehati.

Suho menatap Lay dengan tatapan tajam, “Apa kau juga menuduh Tao dan Kai?”

“Aku tidak menuduh mereka, hanya saja-”

“Perkataanmu barusan secara tidak langsung menunjukkan bahwa kau juga menuduh kami!!” Suho berteriak marah, dia melangkahkan kakinya lebar-lebar meninggalkan Lay dan Chanyeol yang hanya bisa menghela nafas berat mereka setelah kepergian Suho.

Lay memasukkan kedua tangannya ke saku celana, “Chanyeol, apa aku salah bicara tadi?”

Chanyeol mengendikkan bahunya, “Aku tidak tau hyung, tapi aku rasa hyung tidak salah bicara, hanya Suho hyung saja yang sedang sensitif, hyung tau kan kalau golongan darah Suho hyung AB? Keperibadiannya bisa berubah kapan saja…”

Lay menghela nafasnya panjang, “Aku tau… Tapi tetap saja aku harus meminta maaf kepadanya…”

-***-

Kris membuka pintu kamar Tao, dia masih berusaha untuk meminta maaf kepadanya, Kris mengerutkan keningnya karena mendapati kamar Tao kosong, Kris melangkahkan kakinya masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Kris melihat secarik kertas kecil yang ada di atas meja belajar Tao, Kris mengambil benda itu dan membulatkan matanya. Kris menolehkan wajahnya ke pintu ketika mendengar langkah kaki yang juga masuk ke dalam kamar Tao.

“Kris? Apa yang kau lakukan disini?”

Kris tidak menjawab, dia menyodorkan kertas kecil itu kepada orang yang memberinya pertanyaan, sama seperti Kris, orang itu membulatkan matanya kemudian memandang Kris meminta penjelasan.

“Tao pergi dari rumah, Suho…”

-***-

Tao membuka matanya dan mendapati bahwa tangan dan kakinya terikat, dia mengedarkan pandangannya ke segala arah, tetes-tetes air serta lumut-lumut tumbuh di tempat itu memberikan kesan mencekam dan membuat rasa takut hinggap di hati Tao.

Tao berusaha menggerak-gerakkan tangan dan kakinya untuk melepas ikatan tali yang melilit, namun bukannya ikatan itu terlepas, ikatan itu malah membuat tangan dan kaki Tao berdarah, rasa perih langsung menjalar disekujur tubuh Tao dan membuat pria itu meneteskan air matanya.

Masih belum menyerah, Tao berusaha menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuka ikatan itu. Aneh, bola mata Tao tidak bisa berubah menjadi sehitam kolam renang di malam hari dan itu artinya dia tidak bisa menggunakan kekuatan sihirnya, Tao menyandarkan punggungnya menyerah, dia menengadahkan wajahnya ke atas dengan air mata yang mengalir di pipinya.

“Such a crybaby…” Suara dingin dan menyeramkan itu membuat Tao langsung memandang lurus ke depan, dia melihat sosok bertudung yang memberinya seringaian setan.

Tao menelan ludahnya kasar, “Who are you?” Tanya Tao setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk sekedar mengucapkan sebuah kalimat yang ada di kepalanya.

Sosok itu menyeringai, “I’m the one who bought you here, Tao Hill… I’m… The hidden one…”

-***-

-TBC-

Iklan

15 thoughts on “The Hidden and The Sacred Chapter 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s