History of MAMA II Chapter 1

HoM II

History of MAMA” II

Title : History of MAMA II

Author : Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre : Fantasy, Brotherhood, Friendship, Family, Action(?)

Lenght : Chaptered.

Main Cast :

  • EXO Member

Support Cast :

  • Super Junior’s Lee Donghae
  • SNSD’s Im YoonA

Summary :

“Aku harus ke pusat antropologi di pusat kota Seoul karena ada sesuatu yang tidak beres di langit…”

-***-

A/N:

Happy Sehun Day!!!!

Bias saya hari ini tambah tua >,< #plakkk, keke~

Oh Sehun, hope you can achieve what you want, being happy and healthy always, we love you ^^

Buat yang mau flashback(?) History of MAMA 1 bisa dilihat di library ^^

P.S : Author minta doanya buat UNAS #PasangWajahSengsara.

Be Aware with typo(s)

Happy Reading ^^

-***-

Kardiograf itu semakin menunjukkan detak jantung pasien yang makin melemah, di tambah dengan pendarahan di paru-parunya membuat siapa saja akan berfikir bahwa sebentar lagi dia akan pergi dan operasi ini akan gagal, tetesan peluh dari kening para dokter kian mengucur deras dan dengan setia para perawat mengusap peluh mereka.

“Aku ingin menyerah… Pendarahan di paru-paru pasien ini tidak bisa kita tanggulangi…” Ujar salah satu dokter yang terlihat paling tua, dia menghembuskan nafas beratnya.

Rekan-rekan dokternya yang lain menatap dokter itu seakan setuju dengan ucapannya barusan, namun hanya satu dokter yang hanya diam dan menatap pasien itu dengan tatapan yang tidak dapat diartikan, perlahan dokter itu membukan sarung tangan kanannya dan meletakkan tangannya diatas paru-paru pasien tersebut tanpa menyentuhnya, lambang unicorn yang ada di punggung tangannya berkilat sejenak, tiba-tiba butiran kristal bening muncul dari tangan dokter itu dan membuat luka pasien tadi tertutup dan pendarahannya pun berhenti.

Senyuman dokter itu tertutupi oleh maskernya namun tidak dengan matanya, matanya jelas menyiratkan kegembiraan serta kelegaan, dia kemudian menatap dokter yang paling tua tadi, “Euisanim, pendarahannya sudah berhenti, sekarang kita hanya perlu menyambung arterinya saja…” Ujarnya pelan.

“Eh? Apa yang kau katakan barusan?

“Igoyo…” Jawab dokter tadi sambil menunjuk bagian pasien yang mereka operasi tadi.

Para dokter membelalakkan mata mereka kaget, terutama dokter yang paling tua tadi, “Hah? Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Dokter itu kemudian melihat ke kardiograf yang menunjukkan bahwa detak jantung pasien ini kembali normal dan mentap dokter tadi, “Yixing-ah, apa kau melakukan sesuatu pada pasien ini?”

Yixing menggeleng pelan, “Aniyo, saya tidak melakukan apapun” Bohong Yixing, karena tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia telah menyembuhkan pasien ini dengan kekuatannya, mereka semua pasti akan menganggap Yixing gila.

Dokter tadi mengerenyitkan keningnya masih heran, “Ahh… Sudahlah, yang jelas kita harus menyelesaikan tanggung jawab kita sampai akhir dan menyelamatkan pasien ini”

“Ne!!”

-***-

“Makanan ini sungguh nikmat, bisakah saya bertemu dengan yang memasak masakan ini? Saya ingin memujinya secara langsung…” Pinta salah satu pejabat pemerintahan.

“Ne, saya akan memanggilkannya…” Ujar sang pelayan sebelum pergi menuju dapur.

Keadaan dapur terlihat begitu sibuk, setiap koki fokus pada masakan mereka masing-masing dan chef yang mengecek pekerjaan juru masaknya dengan teliti, asisten dapur terlihat yang paling sibuk karena harus menyiapkan segala bahan yang diperlukan untuk memasak tiap menu yang dipesan.

“Chef…” Panggil pelayan tadi kepada sang chef yang sedang mengecek pekerjaan salah satu juru masaknya.

Sang chef menoleh, “Ada apa?”

“Perdana menteri Hong ingin bertemu dengan koki yang memasak menunya”

Chef tadi mengedarkan pandangannya dan menghentikannya pada namja bermata bulat yang sedang sibuk men-garnish masakannya.

“Kyungsoo-yah…”

Merasa namanya dipanggil, namja bermata bulat tadi menatap chefnya, “Ye, chef?”

“Temui perdana menteri Hong!” Ujarnya singkat namun jelas.

Kyungsoo membulatkan matanya lebar, “Ye? Saya?” Tanyanya memastikan, tak lupa dia menunjuk dirinya sendiri dengan mata yang makin membulat.

“Mm, bukankah kau yang memasak ginger pasta untuk beliau? Temui dia, aku akan mengurus masakanmu itu…” Perintah chefnya sekali lagi.

Kyungsoo terlihat bingung namun dia menuruti perintah chefnya dan keluar mengikuti pelayan yang menunjukkan kepadanya meja sang perdana menteri, Kyungsoo membungkukkan badannya sejenak kemudian menegapkan badannya lagi.

“Anda yang memasak masakan saya?” Tanya sang perdana menteri.

“N-Ne…” Kyungsoo tergagap, ini pertama kalinya dia berbicara dengan seorang pejabat.

Perdana menteri Hong terkekeh kecil, “Tidak usah gugup, kau itu- YA TUHAN, AWAS!!” Sang perdana menteri berteriak kaget dan sontak membuat seluruh pengunjung restoran menoleh pada arah yang ditunjuk oleh sang menteri begitupun Kyungsoo.

Mata Kyungsoo membulat ketika melihat salah satu pilar restoran akan jatuh, refleks dia berlari dan menahan pilar itu, lambang semut yang ada di punggung tangan kanannya berkilat biru sejenak pertanda dia sedang menggunakan kekuatan MAMA-nya, Kyungsoo menahan pilar yang terbuat dari beton itu tanpa ada sedikitpun ekspresi diwajahnya, dia kemudian meletakkan pilar itu pelan-pelan di lantai dan kembali menegapkan tubuhnya.

Kyungsoo melihat bahwa semua perhatian pengunjung ditujukan kepadanya, sebagian memandangnya dengan mulut menganga sebagian lagi memandangnya dengan tatapan tidak percaya, dan saat itulah Kyungsoo sadar kalau orang-orang tidak akan membiarkan hal ini lewat begitu saja.

-***-

“Ya! Bagaimana ini? Aku sama sekali tidak bisa mengaudit data keuangan perusahaan!” Adu Luhan kepada Minseok dan Kris yang sedang bermain catur.

“Biar saja Sehun sendiri yang mengurusi hal itu, kau tidak usah ikut campur…” Ujar Kris santai tanpa melihat ke arah Luhan, dia hanya fokus pada permainannya saat ini.

“Mm, lakukan saja seperti apa yang baru saja Kris katakan” Timpal Minseok.

Luhan mendengus dan mendudukkan dirinya di sofa, “Masalahnya Sehun menyuruhku untuk mengurusnya, aku sama sekali tidak tau caranya, kalian tau sendiri ‘kan kalau jurusanku saat kuliah dulu adalah bahasa!” Runtuk Luhan kesal.

“Saat kau SMA?” Tanya Kris masih tanpa menatap Luhan.

“Aku jurusan ilmu alam, bukan sosial…”

“Kalau begitu itu deritamu…” Ujar Minseok enteng.

Luhan mendengus dan melempari Minseok dengan bantal sofa namun Minseok hanya membekukan bantal itu sebelum mengenainya dan meletakkannya di lantai.

“Ya!!! Kalian berdua bantulah aku!!!” Teriak Luhan frustasi, membuat Minseok dan Kris akhirnya menolehkan wajah mereka.

“Kenapa kau tidak memnita bantuan Suho saja? Bukankah dia adalah seorang professor ekonomi?” Kris memberi usulan.

Luhan membulatkan matanya kemudian menepuk keningnya, “Astaga, aku lupa!! Baiklah, aku akan meminta bantuannya!!” Ujar Luhan ceria kemudian segera mencari Suho, sedangkan Kris dan Minseok kembali fokus kepada permainan catur mereka.

-***-

Baekhyun dan Jongdae pulang dari schedule mereka menjadi DJ di salah satu radio, wajah mereka terlihat begitu lelah, mereka juga langsung merebahkan tubuh mereka di sofa ketika baru memasuki rumah.

Tidak lama kemudian Chanyeol datang dan ikut merebahkan dirinya di samping Baekhyun, helaan nafas beratnya terdengar begitu jelas baik di telinga Baekhyun maupun Jongdae, Baekhyun pun bangkit dan duduk, dia menatap Chanyeol penuh tanda tanya karena tidak biasanya namja ini begini, biasanya dia selalu ceria.

“Chanyeol-ah, kau kenapa?” Tanya Baekhyun pelan.

Chanyeol menghela nafas beratnya, “Penelitianku masih belum juga membuahkan hasil…”

“Penelitian memang membutuhkan waktu yang lama, Chanyeol-ah…” Timpal Jongdae.

Chanyeol menghela nafas beratnya lagi, “Aku tau dan aku sangat sadar… Tapi masalahnya jika dalam satu minggu ini penelitian kami masih nol maka perusahaan yang membiayai penelitianku akan menghentikan dana mereka…” Ujar Chanyeol lemah dan lirih.

“Kalau begitu mintalah pada Sehun untuk membiayai penelitianmu” Celetuk Baekhyun yang langsung disambut tatapan tajam Chanyeol.

“Ya!! Apa kau tidak kenal dengan yang namanya mandiri, heuh?” Sunggut Chanyeol kesal.

Baekhyun hanya menyunggingkan senyum segi-empatnya kemudian mengalihkan pandangannya ke pintu ketika mendengar suara pintu di buka, “Aigoo… Agen-agen kita rupanya telah menua…” Celetuk Baekhyun yang melihat kedatangan Jongin dan Tao dengan muka tertekuk dengan kening yang mengerut.

Kedua orang itu tidak menanggapi Baekhyun, mereka hanya langsung merebahkan tubuh mereka di sofa dan memejamkan mata mereka, keduanya menutupi wajah mereka dengan pergelangan tangan.

“Hey, kalian berdua kenapa?” Tanya Jongdae pelan.

“Lelah” Jawab Jongin singkat.

“Apa ada masalah di kantor?” Selidik Jongdae.

Tao akhirnya bangkit dan menatap Jongdae, “Tidak ada, hanya beberapa hari ini tingkat kejahatan meningkat dan itu membuat kami membutuhkan tenaga ekstra untuk mengungkap pelakunya…” Jelas Tao, lingkaran hitam matanya makin terlihat dalam.

Jongdae menepuk pundak Tao pelan, “Kau sudah bekerja keras…” Ujarnya yang membuat Tao hanya menyunggingkan senyuman tipis.

Tidak lama, satu persatu dari kakak-kakak mereka mulai pulang dan memenuhi ruang tamu, mereka semua terlihat begitu lelah. Hanya tinggal Sehun yang belum pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, membuat seluruh kakaknya khawatir terutama Luhan, dia bahkan sama sekali tidak bisa diam dan terus saja mondar-mandir di ruang tamu menunggu kepulangan Sehun.

Kalau seandainya Sehun bisa dihubungi mungkin dia tidak akan seperti ini, tapi masalahnya sedari tadi mereka mencoba menghubungi Sehun namun ponselnya tidak aktif.

Tepat pukul dua belas malam sosok yang mereka tunggu akhirnya pulang dengan wajah yang terlihat begitu lelah, mereka yang menunggu Sehun juga terlihat sama lelahnya dengan Sehun karena mereka sama sekali belum tidur karena menunggu kepulangannya. Luhan segera berlari dan memeluk Sehun erat, sekarang hatinya telah lega.

“Kau sangat membuatku khawatir…” Ujar Luhan lirih.

“Jweseonghaeyo hyung…”

Sehun melepaskan pelukannya dengan Luhan dan menatap hyungnya yang lain, “Hyungdeul mianhae… Aku pulang terlambat…” Sesal Sehun ketika melihat wajah hyungdeulnya yang penuh kekhawatiran.

“Memangnya kau dari mana saja?” Tanya Suho pelan.

“Aku harus ke pusat antropologi di pusat kota Seoul karena ada sesuatu yang tidak beres di langit…”

“Sesuatu yang tidak beres? Apa hal itu berpengaruh kepada Sanguinets?” Kali ini Kris yang bertanya, ada perasaan khawatir yang tiba-tiba hinggap dalam hatinya.

Sehun mengendikkan bahunya lemah, “Aku belum tau hyung, tapi aku harap tidak…”

“Memangnya apa yang aneh?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Equinox tahun ini tidak sesuai dengan arah gerak matahari yang seharusnya, equinox tahun ini lebih cepat satu bulan dari jadwal yang seharusnya…”

“Equinox? Apa itu?” Tanya Tao tidak mengerti.

“Equinox adalah saat dimana matahari tepat berada di garis equator bumi, equinox terjadi dua kali dalam satu tahun, antara 21-22 Maret dan antara 21-22 September… Dan kau tau, ketika equinox terjadi maka daerah di dunia yang di lewati garis equator tidak akan memiliki bayangan…” Jelas Jongdae.

“Tunggu, matahari katamu tadi?” Ulang Suho.

“Mm, waeyeo?”

Suho tidak menjawab, dia hanya menatap Kris dengan kening mengerut, kalau terjadi sesuatu dengan matahari pasti itu ada hubungannya dengan Kris, begitu pula dengan gerhana, sedangkan Suho, dia adalah yang bertanggung jawab jika sesuatu terjadi dengan bulan.

“Sudahlah, besok saja kita bahas, kita semua sudah lelah dan sekarang Sehun sudah pulang, kita harus istirahat dan tidur…” Ujar Luhan kemudian.

“Mm, yang dikatakan Luhan hyung benar, Tao-yah, kau hentikan waktu dua atau tiga jam agar kami bisa mendapat istirahat yang cukup” Ujar Chanyeol yang hanya di jawab anggukan lemah dari Tao yang sudah sangat mengantuk, lingkaran hitam matanya makin terlihat jelas.

Di saat semua sudah tertidur di kamar masing-masing Suho tetap terjaga, pikirannya melayang entah kemana, saat ini di otaknya hanya ada satu hal, equinox yang tidak berjalan semestinya. Entah kenapa hatinya merasa begitu tidak nyaman, dia teringat kejadian empat tahun lalu ketika Taeyeon mempengaruhinya dan membuat sisi gelap dalam dirinya lebih mendominasi, dia takut equinox akan mempengaruhinya juga.

Suho terlonjak ketika dirasanya seseorang menepuk bahunya dari belakang, Suho menoleh, “Kris?”

Kris tersenyum tipis, “Aku tau apa yang kau pikirkan dan aku pun memikirkan hal yang sama, tapi aku sama sekali tidak merasakan keanehan apapun dengan matahari, jadi mungkin saja ini hanyalah suatu peristiwa langka… Lagi pula jika memang ada yang ada yang tidak beres Donghae hyung dan Yoona noona pasti akan langsung menghubungi kita…” Jelasnya.

Suho menghela nafas panjang, bukan nafas yang menyiratkan beban, tapi hembusan nafas kelegaan, dia tersenyum, “Syukurlah, aku harap memang tidak ada sesuatu yang membahayakan kita dan planet kita…”

-***-

-TBC-

Iklan

23 thoughts on “History of MAMA II Chapter 1

  1. Ping-balik: History of MAMA II Chapter 2 | Acha's Blog

  2. Wah.. Ada lanjutannya toh..
    Seneng bgt bisa baca kisah mereka lagi..
    Btw tentang yang sehun bilang itu mdh2n gk ada apa2.. Mungkin itu cuma kejadian alam aja yang langka.. Dan tdk menyangkut bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s