[One Shoot] – Living Death

Living Death

Living Death

Title: Living Death.

Author: Evilosh_HD a.k.a @Cha_FishyHae

Genre: Fantasy.

Lenght: One Shoot.

Cast:

  • Kris Wu
  • Oh Sehun

Summary:

“Jika aku harus memilih antara hidup dan mati… Maka aku akan lebih memilih untuk hidup diantara orang-orang mati…”

-***-

A/N:

Fanfic ini sebenarnya cuma buat ngeramein WP sebelum author ngelanjutin FF yang lain, keke~

Oh iya, kemaren salah satu reader ada yang bingung ama account twitter author soalnya waktu di-search keluar dua account dengan nama yang sama, well, acc author itu uname.nya @Cha_FishyHae sedangkan DN.nya “Evilosh Acha”, avanya si Thehun, hihing *mendadak promosi*

Be Aware with typo(s)

Happy Reading^^

-***-

Dari luar namja blonde itu terlihat begitu sempurna, tampan, tinggi, pintar dan tentunya kaya, tapi dibalik seluruh kesempurnaannya itu tidak ada yang mengetahui bagaimana hidup namja blonde tersebut, dia seperti menarik dirinya dari kehidupan luar, dia selalu terlihat menyendiri dan tidak pernah berinteraksi dengan orang lain kecuali memang ada yang dibutuhkannya.

Sebenarnya ada satu poin lagi untuk namja blonde itu, dia adalah pemain basket yang sangat handal, kemampuannya yang bahkan bisa di sandingkan dengan kemampuan basket Michael Jordan –pemain basket legendaris Amerika yang sudah sangat mendunia itu- sudah umum dibicarakan di sekolahnya, beberapa kali ketua klub basket maupun pelatih mereka membujuk namja itu untuk bergabung dengan mereka demi mengharumkan nama sekolah namun dia selalu menolak dengan alasan yang sama, terikat dalam sebuah klub bukanlah style-nya.

Namun sang pelatih yang tak kekurangan akal pun mencoba membujuknya bahwa dia hanya ikut dalam pertandingan saja, tidak ikut kegiatan klub yang lain termasuk dia boleh tidak mengikuti sesi latihan, namun dengan santai namja itu berkata, “Pertandingan seperti itu bukanlah style-ku, aku hanya akan bertanding jika tim basket sekolah masuk dalam pertandingan internasional…”

Namja blonde itu bernama Kris Wu, namja yang mempunyai sejuta pesona tiada terkira yang diimbangi dengan sejuta rahasia dan kemisteriusan yang mampu menarik orang-orang sekitarnya untuk memperhatikan dirinya, dia bagai sebuah bintang nan jauh di galaxy sana, terlihat begitu bersinar tapi sangat susah untuk di raih.

Kris seperti membangun benteng transparan antara dirinya dan dunia, dia sama sekali tidak ingin jika ada orang yang masuk ke dalam kehidupannya walaupun hanya seorang saja, dia selalu seperti itu, selalu terlihat seperti makhluk apatis tak berhati dan berjiwa yang sama sekali tidak memperdulikan lingkungan dan sekitarnya.

-***-

Seperti biasa, Kris hanya duduk di kelas dengan buku yang ada di tangan kanannya, tangan kirinya yang menopang dagunya membuatnya terlihat seperti sedang melakukan photoshoot, wajahnya terlalu sempurna untuk ada di dunia.

Hingga akhirnya Kang seonsaengnim masuk membawa murid baru yang langsung menarik perhatian seluruh anak di kelas itu, namun tidak dengan Kris, dia tetap mempertahankan image-nya sebagai namja cool yang benar-benar acuh dengan keadaan sekitarnya, dia sama sekali tidak peduli.

Murid baru itu tersenyum ramah kepada seluruh teman barunya di kelas, eyes smile-nya yang terlihat begitu cute membuat beberapa wanita menjerit pelan. Yah, murid baru itu adalah seorang namja, namja tampan –ah tidak, namja yang sangat tampan yang ketampanannya tidak kalah dengan ketampanan Kris yang masih saja tidak bergeming dari posisinya tadi. Antara murid baru itu dan Kris mempunyai kesamaan, sama-sama tampan dan berambut blonde, namun rambut murid baru itu sedikit lebih kuning dari pada Kris, namun untuk kepribadian, kedua orang itu benar-benar berbeda, sama halnya dengan langit dan bumi.

“Silahkan perkenalkan dirimu…” Perintah Kang seonsaengnim pelan.

“Ne, perkenalkan, namaku Oh Sehun, aku pindahan dari Roma, Italia, tapi ayahku orang Korea jadi aku bisa berbicara dengan bahasa kalian, aku harap aku dan kalian bisa menjadi akrab!” Ujarnya penuh semangat tentunya dengan senyuman manis yang tidak pernah hengkang dari wajah tampannya, beberapa yeoja pun kembali menjerit kecil karena keimutan teman baru mereka ini.

“Baiklah Oh Sehun-ssi, anda bisa duduk dengan Kim Jongin…” Ujar Kang seonsaengnim sambil menunjuk tempat duduk kosong di sebelah namja yang berkulit agak gelap.

Sehun mengerucutkan bibirnya kemudian menatap gurunya, “Seonsaengnim, bisakah aku duduk di sana saja?” Tanya Sehun sambil menunjuk tempat duduk di sebelah Kris.

Baik guru Kang maupun beberapa murid tersentak kaget, bagaimana anak baru itu bisa berani untuk meminta duduk di samping Kris?

“Oh Sehun-ssi, tapi-”

“Seonsaengnim… Aku ingin duduk disitu…” Ujar Sehun sambil menjejak-jejakkan kakinya kekanakan.

Guru Kang pun menghela nafas panjang kemudian menganggukkan kepalanya pelan, “Baiklah, tapi aku harap kau tidak akan menyesal dengan pilihanmu itu…” Ujar guru Kang pasrah.

Sehun tersenyum cerah, “Thank you, Sir!!” Ujarnya bersemangat kemudian meloncat-loncat ringan dan mendudukkan dirinya di samping Kris yang hanya meliriknya sekilas kemudian kembali fokus dengan buku yang ada di tangannya.

Sehun memandang Kris dari samping dan mengerucutkan bibirnya heran, “Aku Sehun…” Ujarnya memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangan, namun uluran tangannya itu sama sekali tidak di sambut oleh Kris membuat Sehun akhirnya menarik kembali tangannya.

Sehun masih memandangi Kris dan menghela nafas berat, “Kau tidak mau mengenalkan dirimu kepadaku? Kita kan teman-”

“Kris” Jawab Kris singkat memotong ucapan Sehun.

Sehun kembali menghela nafas panjang dan akhirnya menyerah, dia mengambil buku pelajaran di tasnya dan mulai fokus kepada setiap materi yang gurunya ajarkan kepadanya, dan selama itu, Sehun tidak pernah berhenti merasakan aura aneh dari Kris, Sehun merasa Kris seperti akan menerkam dirinya hidup-hidup, namun Sehun hanya menganggap itu sebagai halusinasinya saja.

-***-

Sehun mengikuti Kris sampai di tempat parkir, Kris dengan cool-nya berdiri di samping ferari merah miliknya dengan kaca mata hitam yang terpasang sempurna untuk menutupi wajahnya dari terik matahari, Kris menyandarkan punggungnya di mobil dan mengeluarkan ponselnya mengotak-atik sesuatu.

Sehun berjalan pelan dan menghampiri Kris yang sama sekali tidak menolehkan wajahnya menatap Sehun padahal Sehun jelas-jelas ada di depannya bahkan mencoba untuk membuat Kris melihatnya, di mulai dari menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Kris hingga dia mendekatkan wajahnya kepada Kris yang langsung membuat Kris terlonjak.

“Apa maumu?” Tanya Kris dingin.

“Aku hanya ingin menumpang mobilmu, aku dengar dari teman-teman kalau rumahku dan rumahmu berdekatan… Lagi pula aku masih belum terlalu hafal dengan Korea…” Jawab Sehun memelas, dia memasang wajah paling sengsara miliknya yang selalu ampuh membuat para yeoja luluh dan menuruti segala permintaannya.

“Tidak” Jawab Kris singkat dan bergegas masuk ke dalam mobilnya, namun dengan cepat juga Sehun masuk ke dalam kursi penumpang di sebelah Kris, tak lupa dia memakai sabuk pengaman.

“What? Bagaimana kau bisa disini?” Kris kembali terlonjak ketika mendapati Sehun tersenyum manis dengan wajah tanpa dosa yang ia berikan kepada dirinya.

“Sudah ku bilang lebih baik kita pulang bersama, rumahku dan rumahmu saling berdekatan… Bolehkan?” Rayu Sehun sekali lagi.

Kris menghela nafas panjangnya kesal, tanpa mengatakan apapun dia langsung menyalakan mesin mobil dan langsung menjalankan mobilnya, sepanjang perjalanan Sehun terus saja berceloteh hingga membuat Kris memasang earphone di kedua telinganya agar tidak mendengar ocehan anak kecil yang sepertinya tidak pernah habis dari perbendaharaan kata seorang Oh Sehun.

“Turun!” Perintah Kris dingin ketika sampai di depan rumah Sehun, Sehun tersenyum cerah dan menuruti perintah Kris tanpa sama sekali merasa sakit hati.

Kris langsung melajukan mobilnya ketika Sehun sudah benar-benar turun dari mobilnya.

“Thanks!! Besok aku menumpang lagi!!” Teriak Sehun sambil melambai-lambaikan tangannya kepada mobil Kris yang sudah jauh.

-***-

Kris merebahkan dirinya di ranjang, dia memandangi langit-langit kamarnya dengan tatapan nanar, sesekali dia menghela nafas berat karena lelah dengan hari yang ia lalui hari ini, ini pertama kalinya dalam hidupnya ada orang yang begitu menganggunya hingga hampir membuatnya berubah menjadi dirinya yang sebenarnya.

Kris memejamkan matanya bersamaan dengan bel rumahnya yang berbunyi, dengan malas Kris bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju pintu, matanya melebar ketika melihat siapa yang ada di balik pintu rumahnya dengan senyuman yang sangat lebar dan eye smile yang menjengkelkan –menurut Kris-.

“Ada apa kau ke sini? Apa kau tidak lihat ini sudah malam?” Tanya Kris sedikit berteriak.

Sehun melihat ke arah bulan sejenak dan menatap Kris lagi, “Justru karena ini malam aku berkunujung ke sini, kau tau… Aku sebenarnya sama sekali tidak bisa tidur sendiri, ketika di Roma aku selalu tidur dengan kakakku, tapi disini aku hanya sendiri… Aku takut…” Ujar Sehun setengah merengek.

Kris menutup pintunya setelah mendengar penuturan Sehun namun di tahan oleh namja itu, “Please… I can’t sleep alone, I’m too scared…” Ujarnya hampir menangis.

Sekali lagi Kris menghela nafas berat kemudian akhirnya dia membuka pintunya dan membuat senyuman Sehun mengembang lebar, Sehun melonjak-lonjak kegirangan karena akhirnya dia tidak akan tidur sendirian malam ini, Sehun kemudian mengikuti Kris ke kamarnya.

Namun sekalipun tingkah Sehun sangat tidak sopan, dia masih tahu diri, dia lebih memilih untuk tidur di sofa kamar tersebut dan membiarkan sang tuan rumah tidur di ranjangnya. Dan setelah dentingan jam dua belas berbunyi, Sehun pun benar-benar pergi ke alam mimpinya.

Kris PoV.

Aku benar-benar tidak mengerti dengan anak ini, siapa dia? Berani-beraninya dia masuk ke dalam hidupku dan merubah seluruh kebiasaanku, apa dia tidak tau dengan hadirnya dia hidupku membuatku lebih menderita dua kali?

Aku melangkahkan kakiku dan duduk di samping namja yang menyusahkan hidupku itu, kulitnya yang benar-benar putih membuat pembuluh darahnya terlihat begitu jelas dan itu membuat hasratku makin tidak tertahankan, aku mendekatkan hidungku ke lehernya dan mencium aromanya.

‘Sial! Golongan darahnya O!!’ Runtukku dalam hati setelah mengetahui golongan darah anak ini, darah O, darah yang bila di minum maka akan membuat kau sangat merasa puas itu saat ini tersedia di depanku, tapi aku tidak bisa membunuhnya… Aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan membunuh manusia -lagi.

Kris PoV end.

-***-

Sehun menggeliat ketika di rasanya matahari menyinari wajahnya, dengan malas dia bangun dan mencari-cari Kris yang sudah tidak ada di kamarnya.

“Mungkin Kris sedang mandi” Ujarnya pada dirinya sendiri.

Sehun kemudian beranjak menuju meja belajar Kris, menyobek secarik kertas dan menuliskan sesuatu diatasnya kemudian pergi.

Kris yang baru pulang dari ‘kegiatannya’ malam kemarin mencari-cari Sehun yang sudah tidak ada di tempatnya, mata tajamnya kemudian menangkap secarik kertas yang ada di atas meja belajarnya, dengan gerakan secepat kilat Kris bergerak mengambil kertas itu dan membacanya.

‘Aku mencarimu tapi kau tidak ada, dan aku berfikir kalau kau sedang mandi jadi aku meninggalkan pesan ini, aku pulang karena aku harus siap-siap ke sekolah, oh iya, nanti malam aku akan menginap dirumahmu lagi, kau pasti mengizinkanku kan? Aku tau kau pasti mengizinkanku… Kau ‘kan baik, kekeke~ sampai jumpa di sekolah ^^ -Oh Sehun’

“Menyusahkan!” Runtuk Kris kesal kemudian melempar kertas kecil itu ke tempat sampah.

-***-

-at School

“Good morning, buddy!!” Sapa Sehun kepada Kris dengan nada sok akrab, bukan hanya itu, dia merangkulkan tangannya ke bahu Kris dan otomatis langsung disingkirkan oleh Kris.

“Jangan menyentuhku!” Desis Kris tajam.

Sehun mengerucutkan bibirnya kesal, “Kenapa? Kita ini ‘kan sama-sama pria, apa salahnya aku memperlakukanmu seperti itu?”

Kris melirik Sehun sekilas kemudian mendudukkan dirinya di bangku tanpa menjawab pertanyaan Sehun barusan, Kris sangat yakin jika ia terus saja meladeni ucapan anak kecil seperti Oh Sehun hidupnya akan benar-benar seperti di neraka. Kris mengeluarkan sebuah buku dari tasnya dan mulai membacanya seperti kebiasaannya setiap hari tanpa mempedulikan sama sekali celotehan seorang Oh Sehun yang ada di sampingnya.

Sehun melipat kedua tangannya di depan dada dengan bibir mengerucut, dia mendengus, “Baiklah kalau kau tetap bersikap dingin terhadapku, tapi lihat saja, aku akan terus menempel kepadamu dan membuatmu menuruti seluruh keinginanku!” Ketus Sehun, sedangkan Kris hanya melirik Sehun sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya membaca buku.

Dan hal itu pun terjadi setiap hari, Sehun selalu saja menempel kepada Kris dalam segala hal, bahkan dia meminta Kris untuk menemaninya membuang air kecil, dan akhirnya segala kelakuan Sehun itu membuat Kris kehilangan kesabarannya dan membawa Sehun ke atap sekolah.

“Kenapa kau membawaku ke sini?” Tanya Sehun kemudian menyedot bubble tea yang ada di tangannya.

Kris tidak menjawab, dia hanya mencengkram tangan Sehun dan menggendongnya, dan dengan secepat kilat Kris dan Sehun sudah ada di puncak gunung, Kris menurunkan Sehun dari punggungnya dan menatap namja itu tajam, sedangkan Sehun, dia hanya melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja di alaminya.

“Kau… Kau sebenarnya apa?”

Kris tidak menjawab, dia hanya terus memandangi Sehun dengan tatapan penuh kemarahan, matanya yang cokelat berubah menjadi merah semerah darah dan perlahan-lahan gigi taringnya mulai memanjang. Dan saat itulah Sehun baru menyadari bahwa yang ada di depannya saat ini bukanlah manusia biasa, namun seorang vampire.

“Ini aku yang sebenarnya, kau puas?” Tanya Kris penuh kemarahan.

“Uwah!! Ternyata kau seorang vampire, pantas saja kau begitu sempurna!” Ujar Sehun dengan mata yang berbinar-binar seperti baru mendapatkan lollipop, padahal itu hanya untuk menyembunyikan keterkejutan serta ketakutannya akan sosok Kris yang sebenarnya, sosok seorang vampire.

Reaksi Sehun yang sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Kris membuat Kris makin marah, dia mencengkram kerah seragam Sehun dan menatapnya lekat-lekat. “Menjadi vampire tidak semudah seperti yang kau lihat di film!! Kau harus menahan hasrat terhadap darah manusia yang ada di sekitarmu dan kau… Kau pemilik golongan darah O yang hampir membuatku melanggar janjiku kepada klan vampire untuk tidak meminum darah manusia lagi telah membuatku sangat marah dan hampir-hampir kehilangan kesabaranku!!”

Kris melepaskan cengkramannya namun masih menatap Sehun tajam, “Hidupku menjadi lebih sulit semenjak kehadiranmu yang selalu mengikutiku kemanapun bahkan dengan berani-beraninya kau tidur di rumahku! Kau tau, aku ini menderita… Sangat menderita… Aku hidup tapi aku tidak bernafas… Aku mati tapi aku bisa berjalan dengan mata terbuka… Aku ingin hidup tapi aku tidak bisa… Aku ingin mati namun sama halnya dengan aku mengharap untuk hidup, aku ini mayat berjalan… Jika aku harus memilih antara hidup dan mati… Maka aku akan lebih memilih untuk hidup diantara orang-orang mati…” Kris meluapkan emosinya yang terpendam selama ini.

Dan tanpa di duga, Sehun memberi Kris senyum-ah tidak, seringaian, perlahan, mata Sehun berubah menjadi merah sama halnya dengan mata milik Kris, Kris menatap Sehun dengan tatapan heran, keningnya mengerut, “Who are you?”

“I’m a vampire, just like you… Dan sekarang tugasku adalah membawamu ke Roma dan mengakhiri segala penderitaanmu di sini… Karena kau yang akan menjadi raja baru bagi klan vampire, kau adalah King of Vampires, Kris….”

-***-

-END-

Iklan

25 thoughts on “[One Shoot] – Living Death

  1. Kris ternyata vampire! Vampire aja masih sempet bicara ‘bukanlah Style ku’ hahaha…

    Sehun disini lucu banget, gak nyangka kalau dia vampire juga. Ffnya keren banget Thor.

  2. Kris sudah ku duga kau seorang vampire kkk

    Tapi thehunie aku sama sekali gag nyangka kalo km itu jg vampire
    Abis jd vampire imut keterlaluan sih

    Btw ada squel kah ?

  3. annyeong,,,,
    aku reader baru disini *lampai2AlaPutri Indonesia
    btw ffnya daebakkk chingu (y) (y) (y)
    tpi gantung banget endingnya 😦 😦
    usahain saquel ne, jebbal *puppyEyes
    hhehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s